pretest 35 16 siswa / 45,7% 19 siswa / 54,3% Hasil
2. Analisi Data Hasil Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan
perbedaan prestasi belajar antara kelas eksperimen (X TP1) yang
menggunakan media pembelajaran pengukuran (jangka sorong dan
mikrometer) berbasis sofware adobe flash dan kelas kontrol (X TP2) yang menggunakan metode ceramah / konvensional di SMK Muhammadiyah 1
Bantul. Pada pelaksanaan penelitian, terlebih dahulu siswa diberikan
pretest yang bertujuan untuk mengetahui nilai awal siswa. Kemudian siswa diberi perlakuan pembelajaran untuk kelas eksperimen menggunakan
media pembelajaran pengukuran (jangka sorong dan mikrometer) berbasis
sofware adobe flash sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Setelah diberi perlakuan dan diberi materi kemudian
88
dilakukan posttest dengan soal yang sama dengan soal pretest. Kemudian dari hasil pretest dan posttest dibandingkan untuk mengetahui ada perbedaan atau tidak setelah diberikan perlakuan.
Berdasarkan dari hasil pretest siswa diperoleh nilai rata-rata kelas ekperimen 68,5 dan kelas kontrol 68,7. Dari hasil rata-rata masing-masing
kelas tampak bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol
memiliki perbedaan. Untuk memastikan apakah kedua kelas yang
digunakan memiliki perbedaan kemampuan atau tidak, maka perlu
dilakukan uji homogenitas. Berdasarkan Tabel 6 diketahui bahwa data
kemampuan awal siswa memiliki varian yang homogen sehingga layak
untuk dibandingkan.
Dari hasil posttest yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar setelah diberi perlakuan yang berbeda pada kelas eksperimen
dan kelas kontrol. Nilai rata-rata siswa kelas eksperimen adalah 74,2 dan
nilai rata-rata siswa kelas kontrol adalah 71,03. Setelah dilakukan
pengujian homogenitas pada data pretest, selanjutnya dilakukan pengujian normalitas data pada data pretest dan posttest. Uji normalitas ini dilakukan bertujuan untuk menguji apakah sampel berasal dari populasi yang
berdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan Tabel 9 dan Tabel 10, dapat
diketahui bahwa data nilai pretest dan posttest baik kelas eksperimen dan kelas kontrol semuanya berdistribusi normal.
Karena syarat distribusi normal terpenuhi maka pengujian hipotesis
menggunakan statistik parametris. Untuk menjawab hipotesis penelitian
89
eksperimen dan kelompok kontrol, hasil posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dan hasil pretest dan posttest kelompok eksperimen. Kriteria penerimaan ata penolakan Ho dan Ha pada
taraf signifikan 5% dapat dilihat melalui harga t-tabel. Jika harga t-hitung
lebih kecil dari t-tabel (t-hitung < t-tabel) maka Ho diterima dan Ha ditolak,
sedangkan jika harga t-hitung lebih besar dari t-tabel (t-hitung > t-tabel)
maka Ho ditolak dan Ha diterima.
a. Uji t-test Kelas eksperime dan kontrol sebelum diberi perlakuan Berdasarkan Tabel 11, untuk pengujian t-test nilai pretest antara kelopmok eksperimen dan kelompok kontrol didapatkan harag t-hitung
lebih kecil dari pada harga t-tabel (t-hitung < t-tabel) -0,15 < 2,000
maka Ho diterima dan Ha ditolak. Dari hasil uji t-test tersebut dapat
disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa antara
kelompok kontrol dan eksperimen sebelum diberi perlakuan
pembelajaran untuk kelompok eksperimen menggunakan media
pembelajaran pengukuran (jangka sorong dan mikrometer) berbasis
software adobe flash dan kelompok kontrol tidak menggunakan media pembelajaran. Simpulan di atas sekaligus menjawab hipotesis penelitian
yang telah dirumuskan pada Bab II
b. Uji t-test untuk kelas kontrol
Pengujian t-test untuk nilai posttest kelompok kelompok kontrol seperti pada Tabel 12. Dari Tabel 12 dapat diketahui bahwa harga
t-hitung lebih besar dari pada harga t-tabel (t-t-hitung > t-tabel) 3,47 >
90
dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan prestasi belajar siswa
kelompok kontrol sesudah diberi perlakuan pembelajaran pembelajaran
secara konvensional. Simpulan di atas sekaligus menjawab hipotesis
penelitian yang telah dirumuskan pada Bab II
c. Uji t-test untuk kelas eksperimen
Untuk pengujian t-test perbedaan hasil belajar siswa antara nilai
hasil pretest dan nilai posttest pada kelompok eksperimen seperti pada Tabel 13. Berdasarkan Tabel 13 dapat diketahui bahwa harga t-hitung
lebih besar dari pada harga t-tabel (t-hitung > t-tabel) 19,13 > 2,000
maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dari hasil uji t-tets tersebut dapat
disimpulkan bahwa Terdapat peningkatan prestasi belajar siswa
kelompok eksperimen setelah diberi perlakuan pembelajaran
menggunakan media pembelajaran pengukuran (jangka sorong dan
mikrometer) berbasis software adobe flash. Simpulan di atas sekaligus menjawab hipotesis penelitian yang telah dirumuskan pada Bab II.
Pembahasan dari penelitian tentang penggunaan media pembelajaran
ini dapat diketahui bahwa kondisi atau keadaan kemampuan awal siswa
seimbang antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Setelah diberi
perlakuan untuk kelas eksperimen menggunakan media pembelajaran
pengukuran (jangka sorong dan mikrometer) berbasis software adobe flash dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran secara konvensional. Setelah
di berikan pretest dan posttest maka dapat diketahui bahwa kelas yang menggunakan media pembelajaran prestasinya lebih baik dengan kata lain
91
bahwa media pembelajaran pengukuran (jangka sorong dan mikrometer)
berbasis software adobe flash dapat meningkatkan prestasi siswa.
Dalam proses pembelajaran untuk kelas eksperimen dapat diketahui
bahwa menggunakan media pembelajaran pengukuran (jangka sorong dan
mikrometer) berbasis software adobe flash prestasi belajar siswa menjadi lebih baik karena mampu meningkatkan motivasi siswa dan siswa juga
lebih aktif dalam pembelajaran. Selain itu dengan menggunakan media
pembelajaran pengukuran (jangka sorong dan mikrometer) berbasis
software adobe flash ini siswa tidak merasa bosan karena melihat tampilan media yang menarik dan menyuguhkan materi-materi dengan video
pengukuran menggunakan jangka sorong dan mikrometer sehingga siswa
lebih antusias dan mudah untuk memahami sehingga materi dapat
tersampaikan dengan mudah.
Prestasi belajar siswa kelas kontrol mengalami peningkatan tetapi
hanya sedikit saja karena dalam pembelajarannya kelas kontrol
menggunakan pembelajaran secara konvensional. Perhatian siswa terhadap
materi pun lebih kurang dan siswa kurang aktif dalam pembelajaran karena
siswa bila diberikan materi dengan ceramah terus menerus akan merasa
bosan. Mereka lebih cenderung ngobrol dengan teman sebangkunya
karena mereka merasa kurang tertarik sehingga materi yang disampaikan
juga tidak semuanya tersampaikan. Kenaikan prestasi siswa kelas kontrol
ini dipengaruhi oleh siswa sebelumnya pernah diberikan materi pengukuran
sehingga siswa dapat menjawab soal test dengan baik. Selain itu juga
92
yang baik dan benar walaupun tanpa menggunakan media pembelajaran.
Dalam proses pembejaran kelas kontrol guru/peneliti menggunakan alat
ukur (jangka sorong & mikrometer) secara langsung dan siswa pun juga
langsung mempraktikan cara mengukur menggunakan alat ukur (jangka
sorong & mikrometer). Karena tanpa sadar bahwa penggunaan alat ukur
secara langsung dalam pembelajaran itu membuat siswa lebih mudah
faham karena dapat menggunakannya secara langsung. Karena tanpa
disadari oleh guru/peneliti bahwa alat ukur secara langsung itu merupakan
media pembelajaran yang nyata, karena media pembelajaran yang nyata
itu sangat mudah dipahami oleh siswa.
Perbedaan prestasi antara kelas kontrol dan kelas eksperimen ini
disebabkan karena perbedaan proses pembelajarannya, kelas eksperimen
menggunakan media dan kelas kontrol tidak menggunakan media / secara
konvensional. Meskipun kedua kelas ini memiliki nilai kemampuan awal
yang hampir sama, namun untuk hasil akhirnya pembelajaran yang
menggunakan media pembelajaran pengukuran (jangka sorong dan
mikrometer) berbasis software adobe flash prestasi siswa lebih cenderung meningkat dibandingkan dengan pembelajaran secara konvensional.
93 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN