Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap dua puluh empat jenis sayuran indigenous Indonesia mengenai kandungan asam fenolat (asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat), didapatkan bahwa sebagian besar sayuran indigenous Indonesia mengandung asam fenolat terutama asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat. Hanya sebagian kecil yang tidak mengandung ketiga senyawa asam fenolat tersebut diantaranya yaitu mengkudu, daun jambu mete, daun beluntas, dan kedondong cina yang hanya mengandung klorogenat dan asam ferulat, sedangkan daun pakis dan antanan beurit hanya mengandung klorogenat dan asam kafeat, terakhir bunga turi hanya mengandung asam ferulat.
Penentuan asam fenolat (asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat) pada sampel dengan cara melihat waktu retensi masing-masing senyawa asam fenolat pada kromatogram sampel kemudian dibandingkan dengan waktu retensi masing-masing senyawa asam fenolat pada kromatogram standar campuran.
Perhitungan mengenai kandungan asam fenolat yang terdapat didalam sampel dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menggunakan kurva standar campuran dan menggunakan eksternal standar campuran. Kedua perhitungan ini dilakukan untuk mengetahui perhitungan manakah yang lebih efektif dan lebih baik untuk menghitung kandungan senyawa asam fenolat yang terdapat didalam sampel. Hasil perhitungan dengan kedua cara perhitungan ini dapat dilihat pada Tabel 9 dan Tabel 10. Perhitungan asam fenolat pada sampel didasarkan pada wet basis dan dry basis. Dimana wet basis berarti kandungan asam fenolat dihitung sebanyak berapa milligram dalam 100 gram sampel segar dan dry basis berarti kandungan asam fenolat dihitung sebanyak berapa milligram dalam 100 gram sampel kering. Perbandingan perhitungan dengan menggunakan kurva standar campuran dan eksternal standar campuran dapat dilihat pada Tabel 11.
39
Tabel 9. Perhitungan Kandungan Asam Fenolat dengan Kurva Standar Campuran
No Sampel
Wet Basis Dry Basis
[ ] (mg/ 100 g sampel segar) [ ] (mg/ 100 g sampel kering)
Asam klorogenat Asam kafeat Asam ferulat Total Asam Fenolat Asam klorogenat Asam kafeat Asam ferulat Total Asam Fenolat
1 Mengkudu 2.30 0.76 3.06 + 0.09 15.85 5.22 21.07 + 0.60
2 Mangkokan 0.86 1.15 0.24 2.25 + 0.03 4.84 6.51 1.37 12.72 + 0.19
3 Daun Labu Siam 5.80 0.55 0.12 6.47 + 0.12 43.53 4.12 0.93 48.58 + 0.90
4 Daun Lembayung 4.26 2.03 1.38 7.66 + 0.24 27.27 12.95 8.80 49.02 + 1.53 5 Daun Katuk 3.38 1.13 1.10 5.61 + 0.28 15.50 5.18 5.05 25.73 + 1.30 6 Daun Kemangi 0.32 2.03 0.16 2.51 + 0.06 2.58 16.13 1.28 19.98 + 0.50 7 Daun Pakis 2.58 0.47 3.05 + 0.16 24.06 4.35 28.41 + 1.51 8 Daun Pohpohan 17.47 1.11 0.17 18.74 + 0.39 141.84 8.97 1.37 152.18 + 3.19 9 Bunga Pepaya 0.77 1.03 0.75 2.55 + 0.02 6.93 9.31 6.75 22.99 + 0.18 10 Mangkokan Putih 14.13 1.69 0.80 16.62 + 0.47 79.90 9.56 4.51 93.96 + 2.64 11 Daun Kenikir 4.53 3.64 3.14 11.31 + 0.44 23.02 18.48 15.94 57.43 + 2.22 12 Daun Kelor 6.65 2.93 4.41 14.00 + 0.39 26.91 11.85 17.85 56.61 + 1.60 13 Daun Kucai 0.08 0.36 0.10 0.53 + 0.01 1.00 4.63 1.32 6.94 + 0.18
14 Daun Jambu Mete 13.53 2.88 16.41 + 0.32 70.53 15.02 85.55 + 1.66
15 Buah Takokak 33.14 2.56 0.32 36.02 + 1.70 164.76 12.74 1.60 179.11 + 8.46 16 Antanan 9.22 1.19 1.81 12.22 + 0.43 50.47 6.50 9.88 66.85 + 2.37 17 Krokot 5.79 0.54 0.22 6.55 + 0.06 48.48 4.56 1.84 54.89 + 0.51 18 Antanan Beurit 24.27 1.35 25.62 + 0.53 154.58 8.62 163.20 + 3.94 19 Daun Ginseng 0.38 0.41 0.09 0.87 + 0.01 4.68 4.96 1.05 10.68 + 0.17 20 Bunga kecombrang 14.06 0.96 0.13 15.15 + 1.14 137.42 9.37 1.24 148.04 + 11.15 21 Daun Beluntas 19.99 8.65 28.65 + 0.66 104.17 45.09 149.26 + 3.46 22 Bunga Turi 0.10 0.10 + 0.00 0.99 0.99 + 0.02 23 Terubuk 4.17 1.05 0.16 5.37 + 0.15 35.89 9.03 1.34 46.26 + 1.27 24 Kedondong cina 47.02 5.02 52.03 + 1.00 322.68 34.44 357.13 + 6.65 = Tidak Terdeteksi
40
No Sampel
Wet Basis Dry Basis
[ ] (mg/ 100 g sampel segar) [ ] (mg/ 100 g sampel kering)
Asam klorogenat Asam kafeat Asam ferulat Total Asam Fenolat Asam klorogenat Asam kafeat Asam ferulat Total Asam Fenolat
1 Mengkudu 2.56 0.68 3.24 + 0.09 17.58 4.68 22.26 + 0.60
2 Mangkokan 1.17 0.51 0.14 1.82 + 0.03 6.58 2.90 0.79 10.28 + 0.19
3 Daun Labu Siam 6.05 0.10 0.05 6.20 + 0.12 45.40 0.77 0.40 46.57 + 0.90
4 Daun Lembayung 4.54 1.50 1.29 7.34 + 0.24 29.06 9.60 8.28 46.94 + 1.54 5 Daun Katuk 3.76 0.38 0.98 5.12 + 0.29 17.23 1.74 4.51 23.48 + 1.31 6 Daun Kemangi 0.53 1.60 0.09 2.23 + 0.06 4.22 12.76 0.72 17.70 + 0.50 7 Daun Pakis 2.77 0.11 2.88 + 0.16 25.81 0.99 26.80 + 1.53 8 Daun Pohpohan 17.79 0.68 0.10 18.57 + 0.40 144.45 5.51 0.81 150.76 + 3.21 9 Bunga Pepaya 0.95 0.66 0.69 2.30 + 0.02 8.58 5.94 6.22 20.74 + 0.18 10 Mangkokan Putih 14.52 1.07 0.70 16.30 + 0.47 82.10 6.07 3.95 92.12 + 2.65 11 Daun Kenikir 4.88 3.00 3.04 10.92 + 0.44 24.76 15.22 15.44 55.42 + 2.24 12 Daun Kelor 7.09 2.12 4.29 13.50 + 0.40 28.66 8.57 17.36 54.59 + 1.61 13 Daun Kucai 0.21 0.08 0.06 0.35 + 0.01 2.68 1.08 0.75 4.50 + 0.18
14 Daun Jambu Mete 13.91 2.79 16.70 + 0.32 72.55 14.54 87.08 + 1.67
15 Buah Takokak 33.70 1.85 0.21 35.76 + 1.71 167.57 9.21 1.03 177.80 + 8.51 16 Antanan 9.58 0.57 1.71 11.86 + 0.44 52.42 3.11 9.36 64.88 + 2.39 17 Krokot 6.01 0.15 0.16 6.32 + 0.06 50.37 1.26 1.31 52.94 + 0.51 18 Antanan Beurit 24.69 0.82 25.51 + 0.54 157.23 5.25 162.48 + 3.42 19 Daun Ginseng 0.52 0.13 0.04 0.69 + 0.01 6.31 1.57 0.50 8.38 + 0.17 20 Bunga kecombrang 14.32 0.62 0.07 15.01 + 1.15 139.92 6.08 0.71 146.71 + 11.22 21 Daun Beluntas 20.44 8.04 28.48 + 0.67 106.51 41.88 148.39 + 3.48 22 Bunga Turi 0.04 0.04 + 0.00 0.41 0.41 + 0.02 23 Terubuk 4.39 0.65 0.09 5.13 + 0.15 37.76 5.61 0.79 44.16 + 1.28 24 Kedondong cina 47.58 4.95 52.53 + 0.97 326.53 33.97 360.50 + 6.69
Tabel 10. Perhitungan Kandungan Asam Fenolat dengan Eksternal Standar Campuran
41
No Sampel
Wet Basis Dry Basis
Total Asam Fenolat (mg/100g sampel segar) ∆ (A-B)c) Total Asam Fenolat (mg/100g sampel kering) ∆ (A-B)c)
Aa) Bb) І∆(A-B)Іd) %e) Aa) Bb) І∆(A-B)Іd) %e)
1 Mengkudu 3.06 3.24 0.17 5.66 21.07 22.26 1.19 5.66
2 Mangkokan 2.25 1.82 0.43 19.23 12.72 10.28 2.45 19.23
3 Daun Labu Siam 6.47 6.20 0.27 4.15 48.58 46.57 2.01 4.15
4 Daun Lembayung 7.66 7.34 0.33 4.25 49.02 46.94 2.09 4.25 5 Daun Katuk 5.61 5.12 0.49 8.74 25.73 23.48 2.25 8.74 6 Daun Kemangi 2.51 2.23 0.29 11.43 19.98 17.70 2.28 11.43 7 Daun Pakis 3.05 2.88 0.17 5.67 28.41 26.80 1.61 5.67 8 Daun Pohpohan 18.74 18.57 0.17 0.93 152.18 150.76 1.42 0.93 9 Bunga Pepaya 2.55 2.30 0.25 9.78 22.99 20.74 2.25 9.78 10 Mangkokan Putih 16.62 16.30 0.33 1.96 93.96 92.12 1.84 1.96 11 Daun Kenikir 11.31 10.92 0.40 3.51 57.43 55.42 2.02 3.51 12 Daun Kelor 14.00 13.50 0.50 3.56 56.61 54.59 2.01 3.56 13 Daun Kucai 0.53 0.35 0.19 35.11 6.94 4.50 2.44 35.11
14 Daun Jambu Mete 16.41 16.70 0.29 1.79 85.55 87.08 1.53 1.79
15 Buah Takokak 36.02 35.76 0.26 0.73 179.11 177.80 1.30 0.73 16 Antanan 12.22 11.86 0.36 2.95 66.85 64.88 1.97 2.95 17 Krokot 6.55 6.32 0.23 3.54 54.89 52.94 1.94 3.54 18 Antanan Beurit 25.62 25.51 0.11 0.44 163.20 162.48 0.72 0.44 19 Daun Ginseng 0.87 0.69 0.19 21.54 10.68 8.38 2.30 21.54 20 Bunga kecombrang 15.15 15.01 0.14 0.90 148.04 146.71 1.33 0.90 21 Daun Beluntas 28.65 28.48 0.17 0.58 149.26 148.39 0.87 0.58 22 Bunga Turi 0.10 0.04 0.06 58.49 0.99 0.41 0.58 58.49 23 Terubuk 5.37 5.13 0.24 4.54 46.26 44.16 2.10 4.54 24 Kedondong cina 52.03 52.53 0.49 0.95 357.13 360.50 3.38 0.95
Tabel 11. Perbandingan Perhitungan Kandungan Asam Fenolat antara Kurva Standar Campuran dan Eksternal Standar Campuran
Ket :
a) A = hasil perhitungan dengan menggunakan persamaan kurva standar campuran
b) B = hasil perhitungan dengan menggunakan persamaan eksternal standar campuran
c) ∆ (A-B) = selisih hasil perhitungan dengan menggunakan kurva standar dan eksternal standar campuran
d) І∆(A-B)І = nilai c) (harga mutlak ; diambil nilai yang positif)
42 1. Mengkudu
Mengkudu memiliki kadar air sebesar 85.46%, mengandung total fenol sebanyak 72.72 mg/100 gram sampel segar dan 499.99 mg/100 gram sampel kering. Pada sampel mengkudu, peak senyawa asam klorogenat muncul pada menit ke-2.28 dan asam ferulat pada menit ke-7.35. Sedangkan senyawa asam kafeat tidak terkandung di dalam sampel mengkudu. Hasil kromatogram ekstrak sampel mengkudu dengan analisis HPLC dapat dilihat pada Gambar 18. Untuk memastikan lebih jauh benar atau tidaknya waktu retensi senyawa asam fenolat yang dianalisis maka dilakukan injeksi sampel yang telah ditambahkan standar campuran, hasilnya dikenal dengan istilah ko-kromatogram. Hasil ko-kromatogram dengan analisis HPLC dapat dilihat pada Gambar 19. Gambar 19 menunjukkan bahwa peak yang terbentuk pada ko-kromatogram mengalami perubahan luas area. Hal ini terjadi karena adanya penambahan standar campuran kedalam sampel. Penentuan komponen yang diidentifikasi dalam ekstrak mengkudu dapat ditentukan dari peak yang terbentuk, urutan munculnya peak, waktu retensi, dan perubahan luas area yang terjadi pada ko-kromatogram. Perbandingan luasan area antara ekstrak mengkudu, standar campuran, dan ekstrak mengkudu dengan standar campuran dapat dilihat pada Tabel 12.
Kandungan asam fenolat (asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat) pada sampel mengkudu berdasarkan perhitungan kurva standar campuran didapatkan nilai sebagai berikut: wet basis (per 100 gram sampel segar), asam klorogenat yaitu 2.30 mg dan asam ferulat yaitu 0.76 mg. Total asam fenolat untuk sampel mengkudu yaitu 3.06 mg. Dry basis (per 100 gram sampel kering), asam klorogenat yaitu 15.85 mg dan asam ferulat yaitu 5.22 mg, sehingga total asam fenolat untuk sampel mengkudu yaitu 21.07 mg.
Kandungan asam fenolat (asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat) pada sampel mengkudu berdasarkan perhitungan eksternal standar campuran didapatkan nilai sebagai berikut: wet basis (per 100 gram sampel segar), asam klorogenat yaitu 2.56 mg dan asam ferulat yaitu 0.68 mg, sehingga total asam fenolat untuk sampel mengkudu yaitu 3.24 mg.
43 Gambar 18. Kromatogram ekstrak mengkudu dengan analisis HPLC
Gambar 19. Ko-kromatogram ekstrak mengkudu dengan standar campuran
Tabel 12. Perbandingan Luasan Area Kromatografi Ekstrak Mengkudu
Komponen Asam Fenolat Area pada ekstrak mengkudu (mAU) Area pada standar campuran (mAU) Area pada ekstrak mengkudu dengan standar campuran (mAU) Asam klorogenat 1324 26285 18956 Asam kafeat 55941 31302 Asam ferulat 717 55252 33700
44 Dry basis (per 100 gram sampel kering), asam klorogenat yaitu 17.58 mg dan asam ferulat yaitu 4.68 mg, sehingga total asam fenolat untuk sampel mengkudu yaitu 22.26 mg.
2. Mangkokan
Mangkokan memiliki kadar air sebesar 82.28%, mengandung total fenol sebanyak 40.36 mg/100 gram sampel segar dan 227.74 mg/100 gram sampel kering. Pada sampel mangkokan, peak senyawa asam klorogenat muncul pada menit ke-2.13, asam kafeat pada menit ke-2.85, dan asam ferulat pada menit ke-7.06. Hasil kromatogram ekstrak sampel mangkokan dengan analisis HPLC dapat dilihat pada Gambar 20. Untuk memastikan lebih jauh benar atau tidaknya waktu retensi senyawa asam fenolat yang dianalisis maka dilakukan injeksi sampel yang telah ditambahkan standar campuran, hasilnya dikenal dengan istilah kromatogram. Hasil ko-kromatogram dengan analisis HPLC dapat dilihat pada Gambar 21. Gambar 21 menunjukkan bahwa peak yang terbentuk pada ko-kromatogram mengalami perubahan luas area. Hal ini terjadi karena adanya penambahan standar campuran kedalam sampel. Penentuan komponen yang diidentifikasi dalam sampel mangkokan dapat ditentukan dari peak yang terbentuk, urutan munculnya peak, waktu retensi, dan perubahan luas area yang terjadi pada ko-kromatogram. Perbandingan luasan area antara ekstrak mangkokan, standar campuran, dan ekstrak mangkokan dengan standar campuran dapat dilihat pada Tabel 13.
Kandungan asam fenolat (asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat) pada sampel mangkokan berdasarkan perhitungan kurva standar campuran didapatkan nilai sebagai berikut: wet basis (per 100 gram sampel segar), asam klorogenat yaitu 0.86 mg, asam kafeat yaitu 1.15 mg, dan asam ferulat yaitu 0.24 mg. Total asam fenolat untuk sampel mangkokan yaitu 2.25 mg. Dry basis (per 100 gram sampel kering), asam klorogenat yaitu 4.84 mg, asam kafeat yaitu 6.51 mg, dan asam ferulat yaitu 1.37 mg, sehingga total asam fenolat untuk sampel mangkokan yaitu 12.72 mg.
45
Gambar 21. Ko-kromatogram ekstrak mangkokan dengan standar campuran
Tabel 13. Perbandingan Luasan Area Kromatografi Ekstrak Mangkokan
Komponen Asam Fenolat Area pada ekstrak mangkokan (mAU) Area pada standar campuran (mAU)
Area pada ekstrak mangkokan dengan standar campuran (mAU) Asam klorogenat 489 26285 16965 Asam kafeat 457 55941 29797 Asam ferulat 123 55252 30865
46 Kandungan asam fenolat (asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat) pada sampel mangkokan berdasarkan perhitungan eksternal standar campuran didapatkan nilai sebagai berikut: wet basis (per 100 gram sampel segar), asam klorogenat yaitu 1.17 mg, asam kafeat yaitu 0.51 mg, dan asam ferulat yaitu 0.14 mg, sehingga total asam fenolat untuk sampel mangkokan yaitu 1.82 mg. Dry basis (per 100 gram sampel kering), asam klorogenat yaitu 6.58 mg, asam kafeat yaitu 2.90 mg, dan asam ferulat yaitu 0.79 mg, sehingga total asam fenolat untuk sampel mangkokan yaitu 10.28 mg. Mangkokan memiliki kandungan total fenol paling rendah.
3. Daun Labu Siam
Daun labu siam memiliki kadar air sebesar 86.68 %, mengandung total fenol sebanyak 66.46 mg/100 gram sampel segar dan 498.94 mg/100 gram sampel kering. Pada sampel daun labu siam, peak senyawa asam klorogenat muncul pada menit ke- 2.25, asam kafeat pada menit ke- 3.07, dan asam ferulat pada menit ke- 7.21. Hasil kromatogram ekstrak sampel daun labu siam dengan analisis HPLC dapat dilihat pada Gambar 22. Untuk memastikan lebih jauh benar atau tidaknya waktu retensi senyawa asam fenolat yang dianalisis maka dilakukan injeksi sampel yang telah ditambahkan standar campuran, hasilnya dikenal dengan istilah ko-kromatogram. Hasil ko-kromatogram dengan analisis HPLC dapat dilihat pada Gambar 23. Gambar 23 menunjukkan bahwa peak yang terbentuk pada ko-kromatogram mengalami perubahan luas area. Hal ini terjadi karena adanya penambahan standar campuran kedalam sampel. Penentuan komponen yang diidentifikasi dalam sampel daun labu siam dapat ditentukan dari peak yang terbentuk, urutan munculnya peak, waktu retensi, dan perubahan luas area yang terjadi pada ko-kromatogram. Perbandingan luasan area antara ekstrak daun labu siam, standar campuran, dan ekstrak daun labu siam dengan standar campuran dapat dilihat pada Tabel 14.
Kandungan asam fenolat (asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat) pada sampel daun labu siam berdasarkan perhitungan kurva standar campuran didapatkan nilai sebagai berikut: wet basis (per 100 gram sampel
47 Gambar 22. Kromatogram ekstrak daun labu siam dengan analisis HPLC
Gambar 23. Ko-kromatogram ekstrak labu siam dengan standar campuran
Tabel 14. Perbandingan Luasan Area Kromatografi Ekstrak Daun Labu Siam
Komponen Asam Fenolat Area pada ekstrak daun labu siam (mAU) Area pada standar campuran (mAU)
Area pada ekstrak daun labu siam dengan standar campuran (mAU)
Asam klorogenat 3599 26285 18488
Asam kafeat 131 55941 30152
48 segar), asam klorogenat yaitu 5.80 mg, asam kafeat yaitu 0.55 mg, dan asam ferulat yaitu 0.12 mg. Total asam fenolat untuk sampel daun labu siam yaitu 6.47 mg. Dry basis (per 100 gram sampel kering), asam klorogenat yaitu 43.53 mg, asam kafeat yaitu 4.12 mg, dan asam ferulat yaitu 0.93 mg, sehingga total asam fenolat untuk sampel daun labu siam yaitu 48.58 mg.
Kandungan asam fenolat (asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat) pada sampel daun labu siam berdasarkan perhitungan eksternal standar campuran didapatkan nilai sebagai berikut: wet basis (per 100 gram sampel segar), asam klorogenat yaitu 6.05 mg, asam kafeat yaitu 0.10 mg, dan asam ferulat yaitu 0.05 mg, sehingga total asam fenolat untuk sampel daun labu siam yaitu 6.20 mg. Dry basis (per 100 gram sampel kering), asam klorogenat yaitu 45.40 mg, asam kafeat yaitu 0.77 mg, dan asam ferulat yaitu 0.40 mg, sehingga total asam fenolat untuk sampel daun labu siam yaitu 46.57mg.
Daun labu siam memiliki kandungan senyawa asam kafeat dan asam ferulat terendah dibandingkan dengan sampel lainnya yaitu asam kafeat 4.12 mg/100 gram sampel kering dan asam ferulat 0.93 mg/100 gram sampel kering. Akan tetapi dalam penelitiannya Rahmat (2009) daun labu siam memiliki kandungan senyawa myricetin tertinggi dibandingkan dengan sampel yang lainnya yaitu 69.40 mg/100 gram sampel kering. Oleh karena itu daun labu siam sangat baik sebagai sumber myricetin.
4. Daun Lembayung
Daun Lembayung memiliki kadar air sebesar 84.36 %, mengandung total fenol sebanyak 112.55 mg/100 gram sampel segar dan 719.83 mg/100 gram sampel kering. Pada sampel daun lembayung, peak senyawa asam klorogenat muncul pada menit ke- 2.13, asam kafeat pada menit ke- 2.77, dan asam ferulat pada menit ke- 6.80. Hasil kromatogram ekstrak sampel daun lembayung dengan analisis HPLC dapat dilihat pada Gambar 24. Untuk memastikan lebih jauh benar atau tidaknya waktu retensi senyawa
49 Gambar 25. Ko-kromatogram ekstrak daun lembayung dengan standar
campuran
Tabel 15. Perbandingan Luasan Area Kromatografi Ekstrak Daun Lembayung
Komponen Asam Fenolat Area pada ekstrak daun lembayung (mAU) Area pada standar campuran (mAU)
Area pada ekstrak daun lembayung dengan standar campuran (mAU) Asam klorogenat 2292 26285 16457 Asam kafeat 1618 55941 28675 Asam ferulat 1402 55252 30596
50 asam fenolat yang dianalisis maka dilakukan injeksi sampel yang telah ditambahkan standar campuran, hasilnya dikenal dengan istilah ko-kromatogram. Hasil ko-kromatogram dengan analisis HPLC dapat dilihat pada Gambar 25. Gambar 25 menunjukkan bahwa peak yang terbentuk pada ko-kromatogram mengalami perubahan luas area. Hal ini terjadi karena adanya penambahan standar campuran kedalam sampel. Penentuan komponen yang diidentifikasi dalam sampel daun kacang panjang dapat ditentukan dari peak yang terbentuk, urutan munculnya peak, waktu retensi, dan perubahan luas area yang terjadi pada ko-kromatogram. Perbandingan luasan area antara ekstrak daun lembayung, standar campuran, dan ekstrak daun lembayung dengan standar campuran dapat dilihat pada Tabel 15.
Kandungan asam fenolat (asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat) pada sampel daun lembayung berdasarkan perhitungan kurva standar campuran didapatkan nilai sebagai berikut: wet basis (per 100 gram sampel segar), asam klorogenat yaitu 4.26 mg, asam kafeat yaitu 2.02 mg, dan asam ferulat yaitu 1.38 mg. Total asam fenolat untuk sampel daun lembayung yaitu 7.66 mg. Dry basis (per 100 gram sampel kering), asam klorogenat yaitu 27.27 mg, asam kafeat yaitu 12.95 mg, dan asam ferulat yaitu 8.80 mg, sehingga total asam fenolat untuk sampel daun lembayung yaitu 49.02 mg.
Kandungan asam fenolat (asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat) pada sampel daun lembayung berdasarkan perhitungan eksternal standar campuran didapatkan nilai sebagai berikut: wet basis (per 100 gram sampel segar), asam klorogenat yaitu 4.54 mg, asam kafeat yaitu 1.50 mg, dan asam ferulat yaitu 1.29 mg, sehingga total asam fenolat untuk sampel daun lembayung yaitu 7.34 mg. Dry basis (per 100 gram sampel kering), asam klorogenat yaitu 29.06 mg, asam kafeat yaitu 9.60 mg, dan asam ferulat yaitu 8.28 mg, sehingga total asam fenolat untuk sampel daun lembayung yaitu 46.94 mg.
Kandungan senyawa asam fenolat (asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat) pada sampel daun lembayung tidak begitu tinggi. Daun lembayung lebih baik sebagai sumber apigenin karena kandungan senyawa
51 apigeninnya yang tinggi yaitu 114.81 mg/100 gram sampel kering berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rahmat (2009).
5. Daun Katuk
Daun katuk memiliki kadar air sebesar 78.19 %, mengandung total fenol sebanyak 138.01 mg/100 gram sampel segar dan 632.66 mg/100 gram sampel kering. Pada sampel daun katuk, peak senyawa asam klorogenat muncul pada menit ke- 2.30, asam kafeat pada menit ke- 2.98, dan asam ferulat pada menit ke- 7.29. Hasil kromatogram ekstrak sampel daun katuk dengan analisis HPLC dapat dilihat pada Gambar 26. Untuk memastikan lebih jauh benar atau tidaknya waktu retensi senyawa asam fenolat yang dianalisis maka dilakukan injeksi sampel yang telah ditambahkan standar campuran, hasilnya dikenal dengan istilah kromatogram. Hasil ko-kromatogram dengan analisis HPLC dapat dilihat pada Gambar 27. Gambar 27 menunjukkan bahwa peak yang terbentuk pada ko-kromatogram mengalami perubahan luas area. Hal ini terjadi karena adanya penambahan standar campuran kedalam sampel. Penentuan komponen yang diidentifikasi dalam sampel daun katuk dapat ditentukan dari peak yang terbentuk, urutan munculnya peak, waktu retensi, dan perubahan luas area yang terjadi pada ko-kromatogram. Perbandingan luasan area antara ekstrak daun katuk, standar campuran, dan ekstrak daun katuk dengan standar campuran dapat dilihat pada Tabel 16.
Kandungan asam fenolat (asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat) pada sampel daun katuk berdasarkan perhitungan kurva standar campuran didapatkan nilai sebagai berikut: wet basis (per 100 gram sampel segar), asam klorogenat yaitu 3.38 mg, asam kafeat yaitu 1.13 mg, dan asam ferulat yaitu 1.10 mg. Total asam fenolat untuk sampel daun katuk yaitu 5.61 mg. Dry basis (per 100 gram sampel kering), asam klorogenat yaitu 15.50 mg, asam kafeat yaitu 5.18 mg, dan asam ferulat yaitu 5.05 mg, sehingga total asam fenolat untuk sampel daun katuk yaitu 25.73 mg.
Kandungan asam fenolat (asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat) pada sampel daun katuk berdasarkan perhitungan eksternal standar
52 Gambar 26. Kromatogram ekstrak daun katuk dengan analisis HPLC
Gambar 27. Ko-kromatogram ekstrak daun katuk dengan standar campuran
Tabel 16. Perbandingan Luasan Area Kromatografi Ekstrak Daun Katuk
Komponen Asam Fenolat Area pada ekstrak daun katuk (mAU) Area pada standar campuran (mAU)
Area pada ekstrak daun katuk dengan standar campuran
(mAU)
Asam klorogenat 1255 26285 17470
Asam kafeat 302 55941 29116
53 campuran didapatkan nilai sebagai berikut: wet basis (per 100 gram sampel segar), asam klorogenat yaitu 3.76 mg, asam kafeat yaitu 0.38 mg, dan asam ferulat yaitu 0.98 mg, sehingga total asam fenolat untuk sampel daun katuk yaitu 5.12 mg. Dry basis (per 100 gram sampel kering), asam klorogenat yaitu 17.23 mg, asam kafeat yaitu 1.74 mg, dan asam ferulat yaitu 4.51 mg, sehingga total asam fenolat untuk sampel daun katuk yaitu 23.48 mg.
Daun katuk memiliki kandungan senyawa asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat yang tidak begitu tinggi dibandingkan sampel yang lainnya. Akan tetapi daun katuk memiliki kandungan senyawa kaempferol yang tinggi dibandingkan sampel sayuran yang lainnya yaitu 805.48 mg/100 gram sampel kering berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Batari (2007). Dengan demikian daun katuk lebih baik sebagai sumber senyawa kaempferol.
6. Daun Kemangi
Daun kemangi memiliki kadar air sebesar 87.42 %, mengandung total fenol sebanyak 86.89 mg/100 gram sampel segar dan 690.72 mg/100 gram sampel kering. Pada sampel daun kemangi, peak senyawa asam klorogenat muncul pada menit ke- 2.14, asam kafeat pada menit ke- 2.97, dan asam ferulat pada menit ke- 7.13. Hasil kromatogram ekstrak sampel daun kemangi dengan analisis HPLC dapat dilihat pada Gambar 28. Untuk memastikan lebih jauh benar atau tidaknya waktu retensi senyawa asam fenolat yang dianalisis maka dilakukan injeksi sampel yang telah ditambahkan standar campuran, hasilnya dikenal dengan istilah ko-kromatogram. Hasil ko-kromatogram dengan analisis HPLC dapat dilihat pada Gambar 29. Gambar 29 menunjukkan bahwa peak yang terbentuk pada ko-kromatogram mengalami perubahan luas area. Hal ini terjadi karena adanya penambahan standar campuran kedalam sampel. Penentuan komponen yang diidentifikasi dalam sampel daun kemangi dapat ditentukan dari peak yang terbentuk, urutan munculnya peak, waktu retensi, dan perubahan luas area yang terjadi pada ko-kromatogram.
54
Gambar 29. Ko-kromatogram ekstrak daun kemangi dengan standar campuran Tabel 17. Perbandingan Luasan Area Kromatografi Ekstrak Daun Kemangi
Komponen Asam Fenolat Area pada ekstrak daun kemangi (mAU) Area pada standar campuran (mAU)
Area pada ekstrak daun kemangi dengan standar campuran (mAU) Asam klorogenat 323 26285 16222 Asam kafeat 2004 55941 29741 Asam ferulat 107 55252 30534
55 Perbandingan luasan area antara ekstrak daun kemangi, standar campuran, dan ekstrak daun kemangi dengan standar campuran dapat dilihat pada Tabel 17.
Kandungan asam fenolat (asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat) pada sampel daun kemangi berdasarkan perhitungan kurva standar campuran didapatkan nilai sebagai berikut: wet basis (per 100 gram sampel segar), asam klorogenat yaitu 0.32 mg, asam kafeat yaitu 2.03 mg, dan asam ferulat yaitu 0.16 mg. Total asam fenolat untuk sampel daun kemangi yaitu 2.51 mg. Dry basis (per 100 gram sampel kering), asam klorogenat yaitu 2.58 mg, asam kafeat yaitu 16.13 mg, dan asam ferulat yaitu 1.28 mg, sehingga total asam fenolat untuk sampel daun kemangi yaitu 19.98 mg.
Kandungan asam fenolat (asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat) pada sampel daun kemangi berdasarkan perhitungan eksternal standar campuran didapatkan nilai sebagai berikut: wet basis (per 100 gram sampel segar), asam klorogenat yaitu 0.53 mg, asam kafeat yaitu 1.60 mg, dan asam ferulat yaitu 0.09 mg, sehingga total asam fenolat untuk sampel daun kemangi yaitu 2.23 mg. Dry basis (per 100 gram sampel kering), asam klorogenat yaitu 4.22 mg, asam kafeat yaitu 12.76 mg, dan asam ferulat yaitu 0.72 mg, sehingga total asam fenolat untuk sampel daun kemangi yaitu 17.70 mg.
Selain mengandung semua asam fenolat (asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat) daun kemangi juga memiliki kandungan senyawa luteolin yang tinggi yaitu 20.49 mg/100 gram sampel kering berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Batari (2007).
7. Daun Pakis
Daun pakis memiliki kadar air sebesar 89.27 %, mengandung total fenol sebanyak 61.56 mg/100 gram sampel segar dan 573.51 mg/100 gram sampel kering. Pada sampel daun pakis, peak senyawa asam klorogenat muncul pada menit ke- 2.07 dan asam kafeat pada menit ke- 2.91. Hasil kromatogram ekstrak sampel daun pakis dengan analisis HPLC dapat dilihat pada Gambar 30. Untuk memastikan lebih jauh benar atau tidaknya waktu
56 Gambar 31. Ko-kromatogram ekstrak daun pakis dengan standar campuran Tabel 18. Perbandingan Luasan Area Kromatografi Ekstrak Daun Pakis
Komponen Asam Fenolat Area pada ekstrak daun pakis (mAU) Area pada standar campuran (mAU) Area pada ekstrak daun pakis dengan standar campuran (mAU)