• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

C. Analisis Data dan Pembahasan

2. Analisis Biaya Perjalanan ( Travel Cost Analysis )

Analisis biaya perjalanan digunakan untuk mengetahui besarnya surplus konsumen yang diperoleh para pengunjung dengan melakukan kunjungan ke Objek Wisata Ndayu Park. Nilai surplus tersebut nantinya akan mencerminkan besarnya nilai ekonomi dari Objek Wisata Ndayu Park.

Langkah-langkah dalam melakukan analisis dengan metode biaya perjalanan (travel cost method), yaitu:

a. Pembagian zona

Tahap ini, peneliti membagi zona menjadi 6 zona, yaitu Sragen, Karanganyar, Surakarta, Sukoharjo, Ngawi, dan Boyolali. Pembagian zona berdasarkan jarak rata-rata tiap zona ke Objek Wisata Ndayu Park. Adapun pembagian zona tersebut sebagai berikut :

Tabel 4.8 Pembagian Zona

No Zona Jarak ke Objek Wisata

Ndayu Park 1 Kabupaten Sragen 6,9 km 2 Kabupaten Karanganyar 21,0 km 3 Kota Surakarta 32,0 km 4 Kabupaten Sukoharjo 39,0 km 5 Kabupaten Ngawi 52,0 km 6 Kabupaten Boyolali 57,1 km Sumber : Data Primer, diolah 2012

b. Deskripsi sampel

Hasil survei menunjukkan data tentang jumlah pengunjung dari tiap zona, biaya perjalanan, pendidikan, pendapatan, jarak, dan waktu perjalanan dari masing-masing zona yang akan digunakan dalam perhitungan.

Hasil perhitungan tersebut, nampak bahwa dari 100 responden yang diteliti, sebagian besar pengunjung berasal dari daerah Sragen yaitu sejumlah 42 orang atau 42%. Biaya perjalanan rata-rata yang dikeluarkan pengunjung untuk mengunjungi Objek Wisata Ndayu Park berkisar antara Rp 49.440,48 sampai dengan Rp 84.000,00. Tingkat pendidikan responden mayoritas SMA/SMK/MAN, yaitu 12 tahun masa pendidikan. Tingkat pendapatan rata-rata tertinggi berada

di Kota Boyolali sebesar Rp 2.000.000,00. Jarak rata-rata yang harus ditempuh pengunjung ke Objek Wisata Ndayu Park dari masing- masing zona berkisar antara 1 km sampai 58 km dengan waktu perjalanan rata-rata antara 24 menit sampai dengan 98 menit. Usia rata-rata pengunjung Objek Wisata Ndayu Park pada ke-6 zona berkisar antara 25 tahun sampai dengan 38 tahun.

c. Menentukan tingkat kunjungan per seribu tiap zona

Tingkat kunjungan per 1000 penduduk dapat ditentukan dengan menggunakan data tentang persentase pengunjung tiap zona, jumlah penduduk dan jumlah pengunjung tiap harinya diperoleh. Penentukan tingkat kunjungan per 1000 penduduk digunakan rumus sebagai berikut :

Jumlah kunjungan/ 1000/ tahun = Keterangan :

Ui = jumlah pengunjung dari zona i n = jumlah sampel (100)

N = pengunjung tiap hari (300) P = jumlah penduduk pada zona i

Tingkat kunjungan per 1000 penduduk pada masing-masing zona terdapat pada Tabel 4.9 sebagai berikut:

Tabel 4.9 Tingkat Kunjungan per 1000 Penduduk Tiap Zona ke Objek Wisata Ndayu Park

No Zona Jumlah

Pe nduduk

Sampe l Tingkat

kunjungan / 1000

Fre kue nsi Presentase

1 Kabupaten Sragen 883.464 42 42 7,416261444 2 Kabupaten Karanganyar 878.210 17 17 3,019778868 3 Kota Surakarta 499.337 17 17 5,311042442 4 Kabupaten Sukoharjo 846.987 16 16 2,946916541 5 Kabupatan Ngawi 894.675 6 6 1,046189957 6 Kabupaten Boyolali 930.040 2 2 0,335469442 Jumlah 4.932.753 100 100 20.07565869 Sumber : Data Primer, diolah 2012

d. Estimasi biaya total perjalanan

Estimasi biaya total perjalanan ini berasal dari nilai biaya perjalanan tiap zona yang diperoleh dari jumlah biaya perjalanan ke dan dari Objek Wisata Ndayu Park dengan rata-rata waktu yang diperlukan selama melakukan perjalanan dengan menggunakan satuan rupiah dan menggunakan dasar upah minimum yang berlaku di Kabupaten Sragen.

Keputusan Gubernur Jawa Tengah berdasarkan SK Nomor 561.4/73/2011 per tanggal 18 November 2011 mengenai upah minimum Kabupaten Sragen pada tahun 2012 adalah sebesar Rp810.000,00 (Antaranews, 2011).

Jam kerja diasumsikan selama 8 jam per hari dengan 26 hari per bulan sehingga tingkat upah Kabupaten Sragen tiap menit sebesar Rp65,-/menit. Nilai biaya total perjalanan untuk mengunjungi Objek

Wisata Ndayu Park dari setiap zona disajikan pada Tabel 4.10 sebagai berikut:

Tabel 4.10 Total Biaya Perjalanan Tiap Zona ke Objek Wisata Ndayu Park N o Zona Tingkat Kunjunga n/ 1000 Waktu pe rjalana n (me nit) Konve rsi opportunit y cost waktu pe rjalanan Biaya pe rjalana n (Rp) Biaya total pe rjalana n (Rp) 1 Kabupaten Sragen 7,41626144 4 24,38 1.584,70 49.440,48 51.025,18 2 Kabupaten Karanganyar 3,01977886 8 47,06 3.058,90 61.705,88 64.764,78 3 Kota Surakarta 5,31104244 2 65,29 4.243,85 59.294,12 63.537,97 4 Kabupaten Sukoharjo 2,94691654 1 84,06 5.463,90 64.375,00 69.838,90 5 Kabupaten Ngawi 1,04618995 7 85,00 5.525,00 61.666.67 67.191,67 6 Kabupaten Boyolali 0,33546944 2 97,50 6.337,50 84.000,00 90.337,50 Jumlah 20.0756586 9 403,29 26.213,85 380.482,1 5 406.696,0 0 Sumber : Data Primer, diolah 2012

e. Regresi tingkat kunjungan per 1000 penduduk tiap zona dengan total biaya perjalanan

Tingkat Kunjungan per 1000 penduduk tiap tahun dan total biaya perjalanan tiap zona merupakan instrumen untuk menentukan fungsi permintaan terhadap Objek Wisata Ndayu Park. Perhitungan persamaan garis regresi antara dua variabel dibutuhkan, dengan menggunakan perangkat lunak Eviews 6.0 diperoleh hasil sebagai berikut:

Keterangan :

Y = tingkat kunjungan per 1000 per tahun

X1 = biaya total perjalanan ke Objek Wisata Ndayu Park

Perhitungan secara manual dapat ditentukan dengan melihat beberapa data pada Tabel 4.11 sebagai berikut:

Tabel 4.11 Regresi Tingkat Kunjungan per 1000 Penduduk dengan Biaya Perjalanan

NO Zona Jumlah pe nduduk Biaya total pe rjalanan Tingkat kunjungan per 1000 XY X2 ( X ) ( Y ) 1 Kabupaten Sragen 883.464 51.025,18 7,416261444 378.416,08 2.603.568.994,00 2 Kabupaten Karanganyar 878.210 64.764,78 3,019778868 195.575,31 4.194.476.728,00 3 Kota Surakarta 499.337 63.537,97 5,311042442 337.452,86 4.037.073.632,00 4 Kabupaten Sukoharjo 846.987 69.838,90 2,946916541 205.809,41 4.877.471.953,00 5 Kabupaten Ngawi 894.675 67.191,67 1,046189957 70.295,25 4.514.720.517,00 6 Kabupaten Boyolali 930.040 90.337,50 0,335469442 30.305,47 8.160.863.906,00 Jumlah 4.932.753 406.696,00 20.07565869 1.217.854,38 28.388.175.730,00 Rata-rata 822.125,50 67.782,67 3,345943115 202.975,73 4.731.362.622,00

Sumber : Data Primer, diolah 2012

f. Kurva permintaan (demand curve)

Persamaan regresi linear antara tingkat kunjungan per 1000 penduduk per tahun dengan biaya total perjalanan tiap zona, diketahui tingkat permintaan pengunjung Objek Wisata Ndayu Park dengan berbagai harga alternatif karcis masuk. Harga karcis masuk baru akan mempengaruhi tingkat kunjungan per 1000 per tahun dari setiap zona, adapun kenaikan positif akan berbanding terbalik dengan jumlah kunjungan.

Cara mendapatkan tingkat kunjungan per 1000 penduduk per tahun dengan berbagai kemungkinan tarif pada masing-masing zona yaitu dengan penambahan tarif karcis baru ke dalam biaya total perjalanan pada tiap zona kemudian dimasukan ke dalam persamaan regresi linear dan hasilnya dikalikan dengan jumlah penduduk tiap zona tersebut dibagi dengan seribu. Penambahan tarif karcis baru dilakukan secara terus menerus hingga pengunjung tidak mau membayar atau manfaat tambahan maksimal.

Contoh perhitungan untuk zona Sragen

Apabila tarif masuk = Rp 0,- ; maka biaya total = Rp 51.025,18 V Sragen = 6,16 - 0,0000552 (51.025,18)

V Sragen = 3,34

Kunjungan total pada zona Sragen, jika tarif masuk = Rp 0,- adalah 3,34 x 883.464 = 2.950,77

1000

Hasil perhitungan berbagai kemungkinan tarif diperoleh tingkat kunjungan per 1000 penduduk per tahun pada setiap zona sehingga dapat digambarkan kurva permintaan terhadap Objek Wisata Ndayu Park. Daerah di bawah kurva permintaan ini merupakan total nilai surplus konsumen atau total nilai guna Objek Wisata Ndayu Park. Surplus konsumen merupakan kesediaan pengunjung untuk membayar karcis masuk yang berlaku. Semakin dekat tempat tinggal pengunjung dengan obyek, semakin besar nilai surplus yang

didapatkan, dan sebaliknya semakin jauh tempat tinggal pengunjung maka semakin sedikit pula nilai surplus yang didapatkan.

Perhitungan nilai surplus didapatkan setelah diketahui tingkat kunjungan per 1000 penduduk per tahun untuk setiap zona dengan berbagai kemungkinan tarif. Hasil perhitungan surplus pengunjung tersebut adalah total nilai surplus atau total nilai guna dikurangi hasil perkalian antara tingkat kunjungan per 1000 pada tarif yang berlaku dengan besarnya tarif yang berlaku.

Besaran nilai rata-rata kesediaan untuk membayar maksimum (WTP) per pengunjung terhadap penambahan fasilitas-fasilitas baru di Objek Wisata Ndayu Park dapat dilihat dari hasil pembagian antara nilai manfaat Objek Wisata Ndayu Park pada tarif yang berlaku dengan rata-rata tingkat kunjungan per 1000 penduduk per tahun pada berbagai alternatif tambahan tarif karcis masuk.

Tabel 4.12 Perhitungan Nilai Surplus Pengunjung Objek Wisata Ndayu Park

Bagian Perhitungan Nilai Manfaat

(Rp) 1 ½ x (11.767,96 – 11.225,37) x (2000 - 0) 542.590 2 ½ x (11.225,37 – 10.436,13) x (5000 - 2000) 1.183.860 3 (11.225,37 – 10.436,13) x 2000 1.578.480 4 ½ x (10.436,13 – 9.597,58) x (8000 - 5000) 1.257.825 5 (10.436,13 – 9.597,58) x 5000 4.192.750 6 ½ x (9.597,58 – 9.054,97) x (10000 - 8000) 542.610 7 (9.597,58 – 9.054,97) x 8000 4.412.880 8 ½ x (9.054,97 – 7.709,09) x (15000 - 10000) 3.364.700 9 (9.054,97 – 7.709,09) x 10000 13.458.800 10 ½ x (7.709,09 – 4.087,35) x (30000 - 15000) 27.163.050 11 (7.709,09 – 4.087,35) x 15000 54.326.100 12 ½ x (4.087,35 – 512,41) x (50000 - 30000) 35.749.400 13 (4.087,35 – 512,41) x 30000 107.248.200 14 ½ x (512,41 – 273,87) x (55000 - 50000) 596.350 15 (512,41 – 273,87) x 50000 11.927.000 16 ½ x (273,87 – 0) x (65000 - 55000) 684.675 17 (273,87 – 0) x 55000 15.062.850 Jumlah 283.292.120

Sumber : Data hasil survey, diolah, 2012

Hasil perhitungan pada Tabel 4.12, diperoleh total nilai manfaat Objek Wisata Ndayu Park dengan tambahan tarif karcis masuk sama dengan nol sebesar Rp 283.292.120,00 Nilai ini juga merupakan total nilai surplus konsumen pada tambahan tarif karcis masuk sama dengan nol.

Tarif karcis masuk yang berlaku saat ini adalah Rp 2.000,- dengan tingkat kunjungan sebesar 11.225,37 sehingga nilai manfaat Objek Wisata Ndayu Park atau nilai surplus konsumen per tahun menjadi Rp 283.292.120,00 – Rp 22.450.740,00 = Rp 260.841.380,00.

Total Willingness to pay (WTP) yang dibayarkan oleh penduduk diperoleh dari pengurangan total surplus konsumen yakni Rp 260.841.380,00 dibagi dengan tingkat kunjungan/1000 penduduk yakni 64.664,73 maka diperoleh nilai sebesar Rp 4.033,75/pengunjung.

Dokumen terkait