• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.2 Landasan Teori

2.2.4 Analisis Butir Soal Kualitatif

Soal yang baik didukung oleh kualitas setiap butir soalnya yang dapat ditelusuri melalui analisis butir soal. Kegiatan analisis butir soal merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh pendidik dalam mengembangkan instrumen penilaian. Tujuan dilakukannya analisis butir soal adalah untuk mengkaji dan menelaah soal, agar diperoleh soal yang berkualitas sebelum ataupun sesudah soal tersebut digunakan (Sunarti dan Selly 2014:135).

Sudjana (2016:135) mengatakan, “Analisis butir soal atau analisis item adalah pengkajian pertanyaan-pertanyaan tes, agar diperoleh perangkat pertanyaan yang memiliki kualitas memadai”. Analisis butir soal sangat diperlukan untuk memperbaiki soal, jika dalam pembuatannya masih dijumpai kekurangan/kesalahan. Tujuan analisis butir soal untuk memerolah soal dengan kualitas yang baik. Kualitas soal tes juga harus memiliki keseimbangan.

Keseimbangan yang dimaksud yaitu adanya soal tes yang termasuk mudah, sedang, dan sukar secara proporsional.

Menurut Daryanto (2014:177) analisis soal adalah prosedur yang sistematis, yang akan memberikan informasi-informasi yang sangat khusus terhadap butir tes yang telah disusun. Manfaat mengadakan analisis butir soal adalah; (1) membantu pendidik dalam mengidentifikasi butir-butir soal yang

jelek; (2) memperoleh informasi yang dapat digunakan untuk menyempurnakan soal-soal untuk kepentingan lebih lanjut; (3) memperoleh gambaran secara selintas tentang keadaan yang kita susun. Analisis butir soal yang dapat dilakukan untuk tes objektif. Analisis soal antara lain bertujuan untuk mengadakan identifikasi soal-soal yang baik, kurang baik dan soal yang jelek.

Dengan analisis soal dapat diperoleh informasi tentang kejelekan sebuah soal dan petunjuk untuk mengadakan perbaikan.

Kegiatan analisis butir soal merupakan suatu kegiatan yang harus dilakukan penyusun soal untuk meningkatkan mutu soal yang telah ditulis, baik digunakan untuk umpan balik pembelajaran, maupun untuk kepentingan bank soal di sekolah ataupun diperpendidikan tinggi. Tujuan analisis butir soal adalah untuk membantu meningkatkan tes melalui perbaikan atau membuang soal yang tidak efektif, serta untuk mengetahui informasi diagnostik pada peserta didik apakah mereka sudah/belum memahami materi yang telah diajarkan. Soal yang bermutu adalah soal yang dapat menentukan peserta didik mana yang dapat memberikan informasi secara tepat sesuai dengan tujuan, diantaranya dapat menentukan peserta didik mana yang sudah atau belum menguasai materi yang diajarkan pendidik secara tuntas (Safari 2019:466).

Anastasi & Urbina (1997) dalam Depdiknas (2008:4) menjelaskan bahwa, tujuan utama analisis butir soal adalah mengidentifikasi kekurangan-kekurangan dalam tes atau dalam pembelajaran. Berdasarkan tujuan tersebut, kegiatan analisis butir soal memiliki banyak manfaat, yaitu: (1) dapat membantu para pengguna tes dalam evaluasi terhadap tes yang digunakan; (2) relevan bagi penyusun tes informal dan lokal seperti tes yang disiapkan pendidik untuk peserta didik; (3) mendukung penelitian butir soal yang efektif; (4) secara materi dapat memperbaiki tes di kelas; dan (5) meningkatkan validitas dan realibilitas soal.

Pelaksanaan analisis butir soal dapat dilakukan secara kualitatif yang berkaitan dengan isi dan bentuknya, yakni; a) aspek materi; b) aspek kosntruksi;

dan c) aspek bahasa/budaya. Analisis kualitatif mencakup pertimbangan validitas isi (berkaitan dengan kaidah penelitian butir soal). Aspek materi soal

terkait dengan substansi keilmuan yang ditanyakan dan tingkat berpikir yang terlibat. Aspek kosntruksi berkaitan dengan penelaahan yang umumnya berkaitan dengan teknik penelitian soal. Aspek bahasa atau budaya berkaitan dengan kejelasan materi yang digunakan dan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Menurut Sunarti dan Selly (2014:136) analisis kualitatif biasanya dilakukan oleh beberapa orang teman sejawat yang berasal dari rumpun keahlian yang sama ditambah ahli konstruksi dan ahli bahasa. Melalui analisis kualitatif, dapat diketahui mengenai berfungsi atau tidaknya butir soal.

Analisis butir soal secara kualitatif dilakukan berdasarkan kaidah penelitian soal. Aspek yang diperhatikan dalam analisis secara kualitatif yaitu penelaahan soal dari segi aspek materi, kontruksi, dan bahasa/budaya. Menurut Depdiknas (2008:4) ada dua teknik yang dapat digunakan untuk menganalisis butir soal secara kualitatif yaitu teknik moderator dan teknik panel. Teknik moderator merupakan teknik berdiskusi yang di dalamnya terdapat satu orang sebagai penengah. Berdasarkan teknik ini, setiap butor soal didiskusikan secara bersama-sama dengan beberapa ahli seperti pendidik yang mengajarkan materi, ahli materi, pengembang kurikulum, ahli penilaian, ahli bahasa. Teknik panel adalah teknik penelaahan butir soal berdasarkan kaidah penelitian butir soal, yaitu telaah dari segi materi, konstruksi, bahasa/budaya yang dilakukan oleh beberapa penelaah. Berikut ini merupakan format analisis kualitatif pilihan ganda.

Gambar 2.2 Format Analisis Kualitatif Soal Pilihan Ganda

No Aspek Nomor Butir Soal

1 2 3 4 5 6 dst N A. Materi

1. Butir soal sesuai dengan

indikator

2. Materi yang ditanyakan sesuai dengan kompetensi 3. Pilihan jawaban homogen

dan logis

4. Hanya ada satu jawaban yang benar

5. Isi materi sesuai dengan jenjang, jenis sekolah, dan tingkatan kelas

B. Konstruksi 2.

3. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban merupakan pernyataan yang diperlukan saja

4. Pokok soal tidak memberikan petunjuk kunci jawaban

5. Pokok soal bebas dan pernyataan yang bersifat negatif ganda

6. Pilihan jawaban homogen dan logis ditinjau dari segi materi

7. Gambar, grafik, tabel, diagram, atau sejenisnya jelas dan berfungsi

8. Panjang pilihan jawaban relatif sama

9. Pokok soal dirumuskan dengan jelasPilihan jawaban tidak menggunakan pernyataan “semua jawaban salah/benar” atau sejenisnya

1.

10. Pilihan jawaban yang berbentuk angka/waktu disusun berdasarkan urutan besar kecilnya angka atau kronologisnya

11. Butir soal tidak bergantung pada jawaban soal sebelumnya

C. Bahasa

1. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia

2. Menggunakan bahasa yang komunikatif

3. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu 4. Pilihan jawaban tidak

mengulang kata/kelompok kata yang sama, kecuali merupakan satu kesatuan pengertian

2.2.5 Rekonstruksi Instrumen PTS Kelas VIII Bermuatan HOTS Berbasis