BAB III AKUNTABILITAS KINERJA DAN KEUANGAN
3.2. Analisis Capaian Indikator Kinerja Berdasarkan Sasaran
UU Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak;
PP Nomor 22 Tahun 1997 tentang Jenis dan Penyetoran Penerimaan
Negara Bukan Pajak;
PP Nomor 73 Tahun 1999 tentang Tata Cara Penggunaan Penerimaan
Negara Bukan Pajak yang Bersumber dari Kegiatan Tertentu;
PP Nomor 1 Tahun 2004 tentang Tata Cara Penyampaian Rencana dan
Laporan Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak;
PP Nomor 29 Tahun 2009 tentang Tata Cara Penentuan Jumlah,
Pembayaran, dan Penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Terutang.
Berdasarkan Target penerimaan PNBP Pusdiklat Minerba yaitu sebesar Rp. 6.162.800.000,- dengan hasil akhir realisasi capaian target Penerimaan PNBP yaitu RP. 6.420.632.128 . Adapun besar persentase capaian penerimaan PNBP sebesar 104.18%.
3.2. Analisis Capaian Indikator Kinerja Berdasarkan Sasaran
Analisis capaian indikator kinerja dilakukan dengan menggunakan formulir pengukuran kinerja sesuai Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja pada level sasaran dan kegiatan. Pengukuran dengan menggunakan indikator kinerja pada level sasaran digunakan untuk menunjukkan secara langsung kaitan antara sasaran dengan indikator kinerjanya, sehingga keberhasilan sasaran berdasarkan rencana kinerja tahunan yang ditetapkan dapat dilihat dengan jelas. Selain itu, untuk memberikan penilaian yang lebih independen melalui indikator-indikator outcomes atau minimal output dari kegiatan yang terkait langsung dengan sasaran yang diinginkan.
Kemudian nilai capaian kinerjanya dikelompokan dalam skala pengukuran ordinal sebagai berikut :
X > 85 : Sangat Berhasil 70 < X < 85 : Berhasil
55 < X < 70 : Cukup Berhasil X < 55 : Tidak Berhasil
Dari nilai ordinal tersebut akan didapatkan skala pengukuran yang jelas untuk setiap masing-masing kegiatan sehingga dapat terukur nilai keberhasilan suatu kegiatan. Adapun capaian sasaran akan diuraikan sebagai berikut:
Tabel .3.18. Target serta Capaian Kegiatan tahun 2015
NO Sasaran Indikator Kinerja kegiatan Target Capaian
1 Terwujudnya pengembangan SDM berbasis kompetensi dan berbasis kebutuhan pemangku kepentingan
Jumlah penyelenggeraan diklat berbasis
kompetensi dalam setahun 54 Diklat 54 Diklat Jumlah peserta yang selesai mengikuti
diklat berbasis kompetensi dalam setahun 1.334 Orang 1303 Orang Jumlah Gap Kompetensi sesuai Analisis
Kebutuhan Diklat 1 Laporan 1 Laporan Jumlah NSPK yang ditetapkan Kepala
Badan Diklat ESDM 80 Dokumen 96 Dokumen Jumlah penyelenggaraan diklat lainnya
dalam setahun 60 Diklat 55 Diklat Jumlah peserta yang selesai mengikuti
diklat lainnya dalam setahun 1.090 Orang 963 Orang 2 Kualitas Layanan
Diklat yang Memuaskan
Jumlah Laporan Indeks Kepuasan
masyarakat 1 Laporan 1 Laporan Jumlah Laporan dan evaluasi Kediklatan 8 Laporan 8 Laporan Jumlah Publikasi karya Ilmiah
Widyaiswara/dosen 7 Terbitan 7 Terbitan Jumlah Widyaiswara /Dosen yang
tersertifikasi 10 Orang 10 Orang Jumlah Peserta peningkatan kapasitas
Widyaiswara /Dosen 30 Orang 30 Orang Jumlah Laporan Evaluasi Widyaiswara
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara 77
NO Sasaran Indikator Kinerja kegiatan Target Capaian
Jumlah Penyelenggaraan Forum Komunikasi /Workshop /Seminar yang efektif dan tepat sasaran
15 Laporan 28 Laporan
3 Terwujudnya Sarana dan prasarana diklat yang handal dan Modern
Jumlah sarana dan Prasarana yang sesuai dengan Roadmap /kebutuhan (antara lain realisasi pengadaan barang dan jasa)
4 Kegiatan 4 Kegiatan
4 Akuntabilitas Sistem Manajemen Keuangan dan Aset
Dokumen perencanaan 7 Dokumen 8 Dokumen Jumlah laporan Pengelolaan Manjemen
Keuangan , aset dan kinerja 22 Laporan 22 Laporan Jumlah Laporan Administrasi
Ketatausahaan 6 Laporan 6 Laporan 5 Pengelolaan Kepegawaian yang profesional dengan dukungan tata administrasi kepegawaian yang baik Jumlah penyertaan Diklat/Workshop/Seminar/Bimtek/magang untuk pegawai (termasuk jam pelatihan pegawai terhadap jam kerja badan Diklat ESDM)
101 Orang 107 Orang
Jumlah Pengelolaan Administrasi
Kepegawaian 4 4
6 Penataan Organisasi
Pusdiklat Mineba yang modern
Jumlah Penyelesaian Penataan organisasi
dan Akreditasi lembaga 7 7 7 Meningkatnya
secara signifikan jejaring kerja sama Pusdiklat Minerba dengan Institusi di dalam maupun luar negeri dalam rangka peningkatan kapasitas organisasi
Jumlah Penjalinan Kerjasama Diklat DN
dan LN 5 Laporan 6 laporan
8 Meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mendukung pendidikan dan pelatihan
Jumlah Pengembangan, Pembangunan,
dan Implementasi TIK 6 Laporan 6 Laporan
Jumlah Publikasi dan Promosi 7 Laporan 7 Laporan
9 Jumlah penerimaan Negara bukan Pajak (PNBP) kegiatan jasa pendidikan
Jumlah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kegiatan jasa pendidikan dan Pelatihan terhadap target APBN yang ditetapkan
NO Sasaran Indikator Kinerja kegiatan Target Capaian
dan pelatihan
3.2.1. Sasaran pertama yaitu terwujudnya pengembangan SDM berbasis kompetensi dan berbasis kebutuhan pemangku kepentingan
Terwujudnya pengembangan SDM berbasis kompetensi dan berbasis kebutuhan pemangku kepentingan, diwujudkan melalui pelaksanaan diklat-diklat yang menjadi nilai tambah dari Pusdiklat Minerba yaitu diklat pra dan dalam jabatan yang berisi diklat teknis dan fungsional, diklat berbasis kompetensi setelah sebelumnya dilaksanakan analisis kebutuhan diklat. Program yang tidak kalah pentingnya adalah penyusunan Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria sebagai pendukung keberhasilan pelaksanaan diklat dari segi sistem diklat. Program kerja yang dirancang juga mendukung indikator kinerja utama Badan Diklat ESDM yaitu penyelenggaraan diklat berbasis kompetensi. Jika realisasi pelaksanaan program pada sasaran nomor ini berjalan baik, maka akan berkontribusi pada prestasi Badan Diklat ESDM dalam meraih capaian yang tinggi pada IKU nya.
Tabel 3.19. Capaian Sasaran Strategis Pertama
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi % Terwujudnya Pengembangan SDM berbasis kompetensi dan berbasis kebutuhan pemangku kepentingan
Jumlah penyelenggeraan diklat berbasis kompetensi dalam
setahun
54 Diklat 54 100
Jumlah peserta yang selesai mengikuti diklat berbasis kompetensi dalam setahun
1.334 Orang 1303 96.77
Jumlah Gap Kompetensi sesuai Analisis Kebutuhan Diklat
1 Laporan 1 Laporan 100
Jumlah NSPK yang ditetapkan Kepala Badan Diklat ESDM
80 Dokumen 96 120
Jumlah penyelenggaraan diklat lainnya dalam setahun
60 Diklat 55 91.66
Jumlah peserta yang selesai mengikuti diklat lainnya dalam
setahun
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara 79
Capaian Sasaran Strategis Pertama yaitu “Terwujudnya Pengembangan SDM
berbasis Kompetensi dan Berbasis Kebutuhan Pemangku Kepentingan” dengan hasil rata-rata capaian pengukuran untuk sasaran strategis pertama yaitu sebesar 99.46 %. Dari hasil tersebut bisa di simpulkan bahwa pelaksanaan telah “Sangat Berhasil” dilaksanakan di Pusdiklat Minerba.
Jumlah Penyelenggeraan Diklat Berbasis Kompetensi Dalam Setahun
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara menegaskan bahwa mineral dan batubara yang terkandung dalam wilayah hukum pertambangan Indonesia merupakan kekayaan alam tak terbarukan sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa yang mempunyai peranan penting dalam memenuhi hajat hidup orang banyak, karena itu pengelolaannya harus dikuasai oleh negara untuk memberi nilai tambah secara nyata bagi perekonomian nasional dalam usaha mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara berkeadilan.
Untuk menciptakan dan mendukung upaya pemerintah dalam pemanfaatan sumber daya alam yang efektif dan efisien serta berwawasan lingkungan, perlu didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, berpengetahuan luas, terampil serta berwawasan lingkungan. Oleh karena itu peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah dan tenaga industri pertambangan yang terkait dengan pengelolaan kegiatan pertambangan melalui pendidikan dan pelatihan harus secara terus menerus dilakukan, sehingga diharapkan adanya kesamaan pandangan baik antara pemerintah daerah itu sendiri, pemerintah pusat, maupun dengan tenaga industri. Pembinaan sumber daya manusia sebagaimana dimaksud di atas, diarahkan untuk membantu dalam menjawab tuntutan nasional dan tantangan global untuk mewujudkan pengelolaan pertambangan yang dapat menghasilkan nilai tambah dan menjadi salah satu sumber kemakmuran rakyat.
Peranan sumber daya manusia untuk memacu pembangunan sangat besar. Tanpa sumber daya manusia yang berkualitas, maka bukan saja tujuan pembangunan tidak akan tercapai, namun manusia yang seyogyanya menjadi subjek dalam pembangunan akan terjerumus menjadi objek dari pembangunan itu sendiri, oleh
karena itu perlu peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pegawai negeri sipil melalui pendidikan formal maupun informal untuk mewujudkan tenaga yang profesional.
Bertitik tolak dari pemikiran tersebut, maka penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta manajemen pertambangan dalam pemanfaatan serta pengelolaan sumber daya mineral perlu dikembangkan. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju tersedianya tenaga kerja yang terampil dan profesional serta berwawasan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development), dalam penerapannya memerlukan program pendidikan dan pelatihan yang sistematis, terarah dan konsisten.
Mengacu kepada Peraturan Menteri ESDM Nomor 18 tahun 2010 pasal 845 yang menyatakan bahwa Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang mineral dan batubara. Dari permasalahan tersebut, maka Pusdiklat Mineral dan Batubara berkewajiban untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kualifikasi dan keahlian aparatur pemerintahan baik pusat maupun daerah serta pelaku industri pertambangan. Pusdiklat Mineral dan Batubara pada Tahun 2015 telah melaksanakan diklat Kompetensi sebanyak 54 Diklat dengan Jumlah Peserta sebanyak 1.303 Orang
Tabel. 3.20. Realisasi Diklat Berbasis Kompetensi
No SUB OUTPUT Satuan Pelaksanaan Tempat Tanggal Pelaksanaan Keluaran
1 Fungsional Inspektur Tambang Pertama Angkatan I
Diklat Bandung 16 Maret - 22 Mei 2015 24
2 Fungsional Inspektur Tambang Pertama Angkatan II
Diklat Bandung 16 Maret - 22 Mei 2015 23
3 Fungsional Inspektur Tambang Pertama Angkatan III
Diklat Bandung 6 April - 12 Juni 2015 24
4 Diklatpim Tingkat III Diklat Bandung 20 April - 26 Agustus 2015
19
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara 81
No SUB OUTPUT Satuan Pelaksanaan Tempat Tanggal Pelaksanaan Keluaran
7 Prajabatan Golongan III Angkatan II Diklat Bandung 21 Juli- 27 Oktober 2015 40 8 Prajabatan Golongan III Angkatan III Diklat Bandung 21 Juli- 27 Oktober 2015 39 9 Prajabatan Golongan III Angkatan IV Diklat Bandung 21 Juli- 27 Oktober 2015 40 10 Prajabatan Golongan III Angkatan V Diklat Bandung 21 Juli- 27 Oktober 2015 39 11 Prajabatan Golongan III Angkatan VI Diklat Bandung 29 September - 13
November 2015
39
12 Prajabatan Golongan III Angkatan VII Diklat Bandung 29 September - 13 November 2015
40
13 Prajabatan Golongan II Angkatan I Diklat Bandung 12 Oktober -24 November 2015
25
14 Pengawas Produksi Pertambangan Diklat Bandung 25 - 29 Mei 2015 13
15 Diklat Kepala Seksi perijinan dan Pelayanan Pertambangan Minerba pada Dinas ESDM Menjadi Training of Fasilitator
Diklat Prajabatan Pola Baru
Diklat Bandung 26 - 30 Januari 2015 31
16 Training Of Trainer Inspektur Tambang Diklat Bandung 9 - 20 Maret 2015 15
17 Pemetaan Digital ( Digital Mapping) Diklat Bandung 25 Mei - 8 Juni 2015 10
18 Pengawasan Eksplorasi Pertambangan Minerba
Diklat Bandung 25 - 30 Mei 2015 11
19 Pengawasan Konservasi Mineral dan Batubara
Diklat Bandung 25 - 29 Mei 2015 16
20 Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Mineral di Kalimantan Selatan
Diklat BanjarBaru 18 - 23 Mei 2015 20
21 Teknologi Pemanfaatan Batubara di Samarinda
Diklat Samarinda 5 - 10 0ktober 2015 20
22 Pengawasan Eksplorasi Pertambangan Minerba di Mamuju
Diklat Mamuju 10 - 15 Agustus 2015 20
23 Evaluasi Diklat Sistem Informasi Geografi (SIG) Pertambangan Angkatan II "HASIL REVISI" Diklat Kepala Seksi Pelayanan dan
Perizinan Pertambangan Minerba pada
Diklat Palu 26 Oktober - 6 November 2015
No SUB OUTPUT Satuan Pelaksanaan Tempat Tanggal Pelaksanaan Keluaran
Dinas ESDM di Palu
24 Diklat Pengelolaan PNBP Sumber Daya Alam Pertambangan Umum di Kalimantan
Selatan "HASIL REVISI" Diklat Pengelolaan PNBP Sumber Daya Alam Pertambangan
Umum di Batam
Diklat Banjarbaru 23 - 27 November 2015 12
25 Pengawasan Eksplorasi Pertambangan Minerba di Kupang
Diklat Kupang 16 - 21 Nopember 2015 20
26 Pengawasan Produksi Pertambangan di Kupang
Diklat Kupang 16 - 21 Nopember 2015 20
27 Peningkatan Nilai Tambah Tembaga di Jayapura
Diklat Papua 14 - 18 September 2015 15
28 Pengawas Operasional Pertama Angkatan I Diklat Bandung 9 - 14 Februari 2015 40
29 Pengawas Operasional Pertama Angkatan II Diklat Bandung 9 - 14 Februari 2015 25
30 Pengawas Operasional Pertama Angkatan III
Diklat Bandung 18 - 23 Agustus 2015 46
31 Pengawas Operasional Pertama Angkatan IV
Diklat Bandung 18 - 23 Agustus 2015 45
32 Pengawas Operasional Pertama Angkatan V Diklat Bandung 26-31 Oktober 2015 25
33 Sertifikasi Juru Ukur Tambang Angkatan I Diklat Bandung 1 -12 Juni 2015 16
34 Sertifikasi Juru Ukur Tambang Angkatan II Diklat Bandung 1 -12 Juni 2015 15
35 Sertifikasi Juru Ukur Tambang Angkatan III Diklat Bandung 7 - 18 September 2015 15 36 Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi
Bagi Pengawas Operasional Pertama Angkatan XII "HASIL REVISI" Diklat Sertifikasi Juru Ukur Tambang Angkatan IV
Diklat Bandung 07 - 12 Desember 2015 17
37 Diklat Pengelola Peledakan Pada Penambangan Bahan Galian (Juru Ledak
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara 83
No SUB OUTPUT Satuan Pelaksanaan Tempat Tanggal Pelaksanaan Keluaran
Kelas I)
38 Diklat Peledakan Pada Penambangan Bahan galian ( Juru Ledak Kelas II)
Angkatan I
Diklat Bandung 23 Februari - 4 Maret 2015
30
39 Diklat Peledakan Pada Penambangan Bahan galian ( Juru Ledak Kelas II)
Angkatan II
Diklat Bandung 23 Februari - 4 Maret 2015
30
40 Diklat Peledakan Pada Penambangan Bahan galian ( Juru Ledak Kelas II)
Angkatan III
Diklat Bandung 9 - 18 Maret 2015 30
41 Diklat Juru Ledak untuk Kegiatan penambangan Bahan Galian (Juru Ledak
Kelas II) Angkatan IV
Diklat Bandung 9 - 18 Maret 2015 21
42 Diklat Pengelola Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) Pertambangan
Diklat Bandung 9 - 20 Maret 2015 22
43 Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi Bagi Pengawas Operasional Pertama Angkatan
VI
Diklat Bandung 26-31 Oktober 2015 25
44 Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi Bagi Pengawas Operasional Pertama Pada
pertambangan Angkatan VII
Diklat Bandung 26-31 Oktober 2015 20
45 Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi Bagi Pengawas Operasional Pertama Pada
pertambangan Angkatan VIII
Diklat Bandung 26-31 Oktober 2015 16
46 Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi Bagi Pengawas Operasional Pertama Pada
pertambangan Angkatan IX
Diklat Bandung 07 - 12 Desember 2015 17
47 Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi Bagi Pengawas Operasional Pertama Pada
pertambangan Angkatan X
Diklat Bandung 07 - 12 Desember 2015 17
48 Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi Bagi Pengawas Operasional Pertama Angkatan XI "HASIL REVISI" Diklat Audit
Lingkungan Pertambangan Mineral dan Batubara
No SUB OUTPUT Satuan Pelaksanaan Tempat Tanggal Pelaksanaan Keluaran
49 Prajabatan Golongan III angkatan VIII Diklat Bandung 29 September - 13 November 2015
40
50 Prajabatan Golongan II angkatan II Diklat Bandung 12 Oktober - 24 November 2015
25
51 Diklat Pengawasan Konservasi Mineral dan Batubara di Pangkalpinang
Diklat Pangkalpinan g
14 - 19 September 2015 15
52 Diklat Pengawasan Teknis Pertambangan Mineral dan Batubara
Diklat Bandung 30 November - 4 Desember 2015
20
53 Diklat Character Building Angkatan III
"HASIL REVISI" Diklat Pengawasan
Konservasi Mineral dan Batubara
Diklat Sariater 24 - 27 November 2015 25
54 Manajemen Stress Angkatan II "HASIL REVISI" Diklat Prajabatan Golongan III
Angkatan IX
Diklat Bandung 30 Nov - 04 Desember 2015
20
GAP Kompetensi Sesuai Analisis Kebutuhan Diklat (1 Laporan)
Analisis Kebutuhan Diklat (AKD/Training Needs Analysis) merupakan suatu rangkaian perencanaan untuk menentukan dan memenuhi kebutuhan diklat dalam suatu organisasi, sesuai dengan Pasal 755 Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 0018 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada Pasal 852 menyatakan bahwa fungsi Bidang Program dan Kerjasama pada Pusdiklat Mineral dan Batubara adalah menyiapkan penyusunan rencana, program, anggaran, kerja sama, dan pelaporan di bidang pendidikan dan pelatihan mineral dan batubara. Serta pada Pasal 855 ayat 1 menyatakan bahwa Sub Bidang Rencana dan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana, program, anggaran dan
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara 85
Dari pengamatan secara global di lapangan, diperoleh gambaran bahwa penyelenggaraan diklat di lingkungan Pusdiklat Mineral dan Batubara belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan organisasi atau unit kerja peserta diklat. Hal ini ditandai dengan kondisi bahwa untuk beberapa diklat masih sering dihadapkan pada kurangnya minat calon peserta diklat. Di sisi lain, dijumpai juga calon peserta diklat yang berminat tetapi memiliki persepsi yang kurang tepat dengan sasaran pemenuhan kompetensi yang akan dipenuhi melalui diklat yang akan diikutinya.Demikian juga halnya dengan penugasan pimpinan untuk mengikuti suatu diklat, tidak jarang ditemui penugasan tersebut didasarkan pada asumsi bahwa yang bersangkutan belum pernah mengikuti diklat tersebut, bukan berdasarkan informasi apakah yang bersangkutan membutuhkan atau tidak diklat tersebut sesuai dengan minat, bakat serta kontribusi pada unit kerja.
Melalui Analisis Kebutuhan Diklat maka akan didapat gambaran seberapa besar adanya gap kompetensi atau kesenjangan kemampuan yang seharusnya dimiliki dalam melaksanakan suatu pekerjaan dengan kemampuan yang sebenarnya dimiliki oleh para pegawai dalam melaksanakan tugas dan fungsi organisasi. Kesenjangan kemampuan ini bila tidak diperhatikan akan berdampak pada menurunnya nilai produktifitas kerja organisasi. Salah satu upaya untuk meminimalisasikan kesenjangan tersebut adalah dengan memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mengikuti diklat yang sesuai dengan kesenjangan kemampuan yang seharusnya dimiliki dan oleh karena itu pelaksanaan Analisis Kebutuhan Diklat menjadi suatu keharusan agar pemenuhan kompetensi pegawai melalui diklat lebih memenuhi sasaran. Kegiatan Analisis Kebutuhan Diklat telah selesai di laksanakan dan telah menghasilkan laporan hasil kegiatan tersebut. Pelaksanaan Gap Kompetensi Sesuai Analisis Kebutuhan Diklat telah selesai dilaksanakan sesuai target 100%.
NSPK Yang ditetapkan Kepala Badan Diklat ESDM (80 Dokumen)
Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 18 tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Pasal 863 Ayat 1 bahwa Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan
mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman, standar, prosedur, dan kriteria, di bidang pendidikan dan pelatihan serta pelayanan sertifikasi kompetensi tenaga mineral dan batubara;
Peraturan Pemerintah No. 101 tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil Bab V Kurikulum Pasal 17 Kurikulum diklat mengacu pada standar kompetensi. Dan penyusunan dan pengembangan kurikulum diklat dilakukan dengan melibatkan pengguna lulusan, penyelenggara diklat, peserta dan alumni diklat, serta unsur ahli lainnya.
Pasal 26 Pembinaan Diklat dilakukan melalui penyusunan pedoman diklat, standarisasi dan akreditasi diklat.
Salah satu Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Pusdiklat Mineral dan Batubara adalah Jumlah NSPK yang ditetapkan dan diberlakukan, dengan jenis output NSPK Diklat Bidang Minerbapabum, sub output:
• Modul/bahan Ajar
• Rancangan Standar Kurikulum • Rancangan Standar Uji Kompetensi
• Rancangan Standar Operating Procrdur (SOP) • Rancangan Standar Kompetensi
• Rancangan SKKNI • Pedoman Kediklatan
• Pengelolaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008
Tabel 3.21. Capaian NSPK yang ditetapkan Kepala Badan Diklat ESDM
1921.026 NSPK Yang ditetapkan Kepala Badan Diklat ESDM Satuan
Realisasi (96) Penyusunan Kompetensi, Kurikulum,
Modul, Materi uji, Pedoman Kediklatan, Dokumen
026.001 Penyusunan Modul Diklat Pengawas
Operasional Madya (POM) Laporan 7 026.002 Penyusunan Modul Diklat Pengolahan Dan
Pemurnian Emas Laporan 7 026.003 Penyusunan Modul Diklat Evaluasi Study
Kelayakan Tambang Menjadi Modul Diklat Evaluasi Studi Kelayakan (Fs)
Pertambangan
Laporan 10
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara 87
1921.026 NSPK Yang ditetapkan Kepala Badan Diklat ESDM Satuan
Realisasi (96) Penyusunan Kompetensi, Kurikulum,
Modul, Materi uji, Pedoman Kediklatan, Dokumen
Dan Jaminan Pasca tambang
026.005 Penyusunan Modul Diklat Teknis Reklamasi Laporan 8 026.006 Penyusunan Modul Diklat Aplikasi SIG Untuk
Pengelola Wilayah Pertambanagan
Laporan 7
026.007 Penyusunan Modul Diklat Pembinaan Dan
Pengawasan Usaha Jasa Pertambangan Laporan 9 026.008 Penyusunan Modul Diklat Pemantau Limbah Laporan 5 026.009 Penyusunan Rancangan Standar Kurikulum
Diklat Penyusunan RKAB Pertambangan Minerba
Laporan 2
026.010 Penyusunan Rancangan Standar Kurikulum
Diklat Evaluator Cadangan Bahan Galian Laporan 2 026.011 Penyusunan Rancangan Standar Kurikulum
Diklat Verifikasi PNBP Subsektor Minerba
Laporan 2
026.012 Penyusunan Rancangan Standar Kurikulum
Diklat Evaluasi Dokumen Amdal Laporan 2 026.013 Penyusunan Rancangan Standar Kurikulum
Diklat Inspektur Tambang Muda
Laporan 2
026.014 Penyusunan Rancangan Standar Kurikulum
Diklat Inspektur Tambang Madya Laporan 2 026.015 Penyusunan Rancangan Standar Kurikulum
Diklat Peningkatan Nilai Tambah Bijih Zircon menjadi Penyusunan Rancangan Standar Kurikulum Diklat Resolusi Konflik Di
Wilayah Pertambangan
Laporan 2
026.016 Pengembangan Standar Kurikulum Diklat Juru Ledak Pada Penambangan Bahan
Galian (Juru Ledak Kelas II)
Laporan 1
026.017 Penyusunan Rancangan Standar Uji Kompetensi Diklat PNT Nikel
Laporan 1
026.018 Penyusunan Rancangan Standar Uji Kompetensi Diklat Pengawas Operasional
Pertama (POP)
1921.026 NSPK Yang ditetapkan Kepala Badan Diklat ESDM Satuan
Realisasi (96) Penyusunan Kompetensi, Kurikulum,
Modul, Materi uji, Pedoman Kediklatan, Dokumen
026.019 Penyusunan Rancangan Standar Uji Kompetensi Diklat Pengelolaan PNBP SDA
Pertambangan Umum
Laporan 1
026.020 Penyusunan Rancangan Standar Uji Kompetensi Diklat Inspektur Tambang
Pertama
Laporan 1
026.021 Penyusunan Rancangan Standar Uji
Kompetensi Diklat Audit SMKP Laporan 1 026.022 Penyusunan Rancangan Standar Uji
Kompetensi Diklat Audit Lingkungan
Laporan 1
026.023 Penyusunan Pedoman Kediklatan Pengawas Operasional Pertama (POP) menjadi Pengawas Operasional Madya (POM)
Laporan 1
026.024 Penyusunan Pedoman Kediklatan TOT IT Laporan 1 026.025 Penyusunan Pedoman Kediklatan
Pengelolaan PNBP SDA Pertambangan Umum
Laporan 1
026.002 Penyusunan RSKKNI Beserta Perangkatnya Laporan 6
026.026 Penyusunan RSKKNIPelaksanaan Penimbunan Tanah Penutup
Laporan 1
026.027 Penyiapan RSKKNI Perawatan Jalan
Tambang Laporan 1 026.028 Penyiapan RSKKNI Perawatan Jenjang
Tambang Laporan 1 026.029 Penyiapan RSKKNI Pelaksanaan Pengaturan
Keserasian Alat (Dispatching)
Laporan 1
026.030 Penyusunan RSKKNI Pelaksanaan Pengelola Air Pada Operasi Produksi
Laporan 1
026.031 Penyusunan RSKKNI Perencanaan Pengelolaan Air Pada Tahap Operasi
Produksi
Laporan 1
026.003 Kegiatan Pra Konsensus Standar
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mineral dan Batubara 89
1921.026 NSPK Yang ditetapkan Kepala Badan Diklat ESDM Satuan
Realisasi (96) Penyusunan Kompetensi, Kurikulum,
Modul, Materi uji, Pedoman Kediklatan, Dokumen
Kediklatan
026.004 Kegiatan IM4DC Laporan 1
026.033 Pengembangan Bahan Ajar Diklat Inspektur Tambang Dalam Program Kerjasama Pendidikan, Pelatihan, Dan Peningkatan
Kapasitas Dalam Bidang Pertambangan Dengan IM4DC
Laporan 1
026.034 Penyusunan Pedoman Kediklatan Dalam Mendukung Penyelenggaraan Diklat
Berbasis Kompetensi
Laporan 6
Dari target 80 yang ditentukan , Pusdiklat Minerba merealisasikan sebanyak 96. Adapun besar persentase capaian yang telah dilaksanakan dalam pembuatan NSPK ini yaitu sebesar 110,34% dimana terdapat kegiatan yang pelaksanaannya melebihi target maupun kurang dari target yang di tentukan yaitu diantaranya sebagai berikut:
Penyusunan Modul Diklat Pengawas Operasional Madya (POM)
Dalam penyusunan Modul Diklat pengawasan operasional Madya ( POM ) ini terdapat 7 Modul dari target yang ditentukan yaitu 5 Modul diantaranya sebagai berikut :
1. Dasar Hukum dan Tanggung Jawab POM 2. Manajemen Keselamatan Pertambangan
3. Peraturan Perundang-Undangan Lindungan Lingkungan Pertambangan 4. Pengelolaan Lingkungan Hidup
5. Pengelolaan Tanggap Darurat 6. Pengelolaan Teknis Pertambangan
7. Pelaksanaan Konservasi Mineral dan Batubara
Untuk Penyusunan Modul Diklat POM ini telah selesai dibuat sebanyak 7 Modul yang target sebelumnya yaitu sebanyak 5 Modul.
Penyusunan Modul Diklat Evaluasi Study Kelayakan Tambang Menjadi Modul Diklat Evaluasi Studi Kelayakan (Fs) Pertambangan
Penyusunan Modul Diklat Evaluasi Study Kelayakan Tambang Menjadi Modul Diklat Evaluasi Studi Kelayakan (Fs) Pertambangan dilaksanakan sebanyak 10 Modul dari target sebelumnya 5 modul, adapun modul tersebut yaitu sebagai berikut :
1. Identifikasi laporan Studi Kelayakan 2. Evaluasi Kelayakan Geologi
3. Evaluasi Kestabilan Lereng
4. Evaluasi Rencana Penambangan Bawah Tanah 5. Evaluasi Rencana Penambangan Terbuka