• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Capaian Indikator Kinerja Utama Tahun 2021

AKUNTABILITAS KINERJA

B. Analisis Capaian Indikator Kinerja Utama Tahun 2021

Memastikan Penegakan Hukum Yang Mampu Menjadi Pendorong Inovasi dan Kreatifitas Dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Pembentukan Rupbasan bertujuan untuk menerapkan “Check dan Balance” melalui pripsip netralitas dan prinsip pemisahan fungsi pada pelaksanaan Penegakan Hukum, Perlindungan HAM dan Penyelamatan Aset hasil tindak pidana dalam penyelenggaraan penyimpanan, pengelolaan, penyelamatan dan pengamanan benda sitaan dan barang rampasan negara (basan dan baran). Oleh karena hal tersebut, Hak kepemilikan seseorang terhadap benda sitaan harus dilindungi selama proses peradilan belum selesai karena orang tersebut belum tentu bersalah.

Sasaran Strategis berupa memastikan penegakan hukum yang mampu menjadi pendorong inovasi dan kreatifitas dalam pertumbuhan ekonomi nasional dijabarkan oleh Rupbasan Kelas I Surakarta melalui sasaran kegitan Meningkatnya Pelayanan Pengelolaan Basan Baran dengan Indikator Kinerja berupa meningkatnya persentase benda sitaan dan barang rampasan yang terjaga kualitas dan kuantitasnya serta meningkatnya persentase benda sitaan negara dan barang rampasan negara yang dikeluarkan berdasarkan putusan yang berkekuatan hukum tetap.

Capaian dan Analisis :

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

PROGRAM TARGET

1. Meningkatnya Pelayanan Pengelolaan Basan Baran

Persentase Benda Sitaan Dan Barang

Rampasan Yang Terjaga Kualitas Dan

Kuantitasnya

Persentase Benda Sitaan Dan Barang Rampasan Yang Terjaga Kualitas Dan Kuantitasnya sehingga

meminimalisir pengurangan nilai Basan Baran selama disimpan

60 %

∑ Realisasi Persentase Benda Sitaan dan Barang Rampasan Yang Terjaga Kuantitas (Jumlah) dan Kualitasnya (Nilai)

% = x 100 %

∑ Target Persentase Benda Sitaan dan Barang Rampasan Yang Terjaga Kuantitas (Jumlah) dan Kualitasnya (Nilai)

1602

%= x 100 % = 338, 6 % ( 40 % x 787 )

Menghitung Benda Sitaan dan Barang Rampasan Yang Terjaga Kuantitas dan Kualitasnya (Nilainya) adalah dengan Membagi Hasil selisih Jumlah Basan Baran teregister dengan Jumlah Basan Baran yang Hilang dan dirusak dibagi dengan jumlah Basan Baran X 100%.

Data Basan dan Baran yang teregistrasi dan teridentifikasi

No Bulan

Jumlah

Awal bulan Masuk Penghapusan/

Pengeluaran

Akhir bulan

1 Januari 787 - - 787

2 Februari 787 - 35 752

No Bulan

Jumlah

Awal bulan Masuk Penghapusan/

Pengeluaran

Akhir bulan

3 Maret 752 - - 752

4 April 752 - - 752

5 Mei 752 - 1 751

6 Juni 752 - 1 750

7 Juli 751 181 - 932

8 Agustus 932 - - 932

9 September 932 512 - 1.444

10 Oktober 1444 3 1 1446

11 November 1446 5741 5584 1604

12 Desember 1604 - 2 1602

Analisa :

Berdasarkan tabel diatas, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara pada Tahun 2021 mulai dari Bulan Januari s.d Desember Tahun 2021 melakukan penerimaan dengan total penerimaan basan baran 6437 dan pengeluaran basan baran 6437 sehingga pada tanggal 13 Desember 2021 di dalam Gudang Rupbasan Kelas I Surakarta masih tersimpan sejumlah 1602 Basan Baran. Pada Triwulan II atau periode April s.d Juni Tahun 2021 terdapat 1 penitipan Basan Baran dan Terdapat pengeluaran Basan Baran sebanyak 2 unit. Pada Triwulan II Tidak terlihat banyak pergerakan Basan Baran karena program dari pimpinan penguatan koordinasi dengan APH Mitra dan Proses pengelolaan Basan Baran mampu berjalan dengan volume yang lebih banyak pada Triwulan selanjutnya. Pada Triwulan III atau periode Juli s.d September Tahun 2021 terdapat 181 Penitipan basan pada bulan juli serta 512 Unit pada bulan September.Pada Triwulan IV periode Oktober – Desember 2021 terdapat 5744 penitipan, pada bulan oktober 3 unit, pada bulan November 5741 unit dan terdapat 5587 pengeluaran basan baran terdiri dari bulan Oktober 1 unit, pada bulan November 5584 unit, pada bulan Desember 2 unit.

Hal ini merupakan hasil dari Koordinasi yang dilaksanakan pada Triwulan sebelumnya sehingga diharapkan pada Tahun selanjutnya dapat dipertahankan.

Benda Sitaan Dan Barang Rampasan Yang Terjaga Kuantitas (Jumlah) Dan Kualitasnya (Nilai) = 100 % Jumlah Basan Baran = 1602. Jumlah Basan Baran yang Hilang/Dirusak = 0.

Semakin tinggi angka yang menunjukan Persentase Benda Sitaan Dan Barang Rampasan Yang Terjaga Kuantitas (Jumlah) Dan Kualitasnya (Nilai) maka Kinerja Rupbasan Kelas I Surakarta semakin baik.

Capaian dan Analisis :

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

PROGRAM TARGET

1. Meningkatnya Pelayanan Pengelolaan Basan Baran

Persentase Benda Sitaan Dan Barang Rampasan Yang Dikeluarkan Berdasarkan Putusan Yang Berkuatan Hukum Tetap

Jumlah Benda Sitaan Dan Barang Rampasan Yang Dikeluarkan Berdasarkan Putusan Yang Berkuatan Hukum Tetap dikeluarkan sesuai dengan putusan

40 %

∑ Realisasi Persentase Benda Sitaan dan Barang Rampasan Yang Dikeluarkan Berdasarkan Putusan Inkracht

% = x 100 %

∑ Target Persentase Benda Sitaan dan Barang Rampasan Yang Dikeluarkan Berdasarkan Putusan Inkracht

5624

%= x 100 % = 178, 5 % ( 40 % x 787 )

Menghitung Benda Sitaan dan Barang Rampasan Yang dikeluarkan berdasarkan putusan Inkracht adalah dengan Membagi Hasil selisih Jumlah Basan Baran yang telah inkracht dengan Jumlah Basan Baran pada gudang Rupbasan Kelas I Surakarta X 100%.

Data basan baran yang telah dilakukan eksekusi

No Tindakan Jumlah

1 Dimusnahkan -

a. dibakar sampai habis -

b. ditenggelamkan ke dasar laut sehingga tidak bisa diambil lagi

-

c. ditanam di dalam tanah -

d. dirusakkan sampai tidak dapat dipergunakan lagi 35

2 Dilelang untuk Negara -

3 Diserahkan kepada penyidik untuk kepentingan penyidikan

5584

4 Disimpan di RUPBASAN untuk barang bukti dalam perkara lain

-

5 Diserahkan kepada yang berhak 3

Analisa :

Berdasarkan tabel diatas, pada tahun Triwulan IV Tahun 2021 Rupbasan Kelas I Surakarta telah menyerahkan 5584 Unit Basan kepada penyidik untuk dilakukan proses penyidikan dan telah diserahkan kembali kepada jaksa eksekutor sebanyak 2 Unit Truck dan 1 Ekskavator dikarenakan surat dari PN Karanganyar yang menyebutkan Barang Sitaan tersebut digunakan untuk pinjam pakai dalam rangka penuntutan serta pemusnahan 35 bal rokok ilegal.

Data basan baran berdasarkan tingkat pemeriksaan

No Tingkat pemeriksaan Jumlah

1 Tingkat Penyidikan 1.602

2 Tingkat Penuntutan -

3 Tingkat Pengadilan Negeri -

4 Tingkat Pengadilan Tinggi atau Banding -

5 Tingkat Mahkamah Agung ( Kasasi ) -

6 Tingkat Mahkamah Agung ( PK ) -

7 Eksekusi / Barang Rampasan Negara -

JUMLAH 1.602

Analisa :

Berdasarkan tabel diatas, pada tahun Triwulan IV Tahun 2021 Rupbasan Kelas I Surakarta berdasarkan tingkat pemeriksaan telah disimpan Basan Baran sejumlah 1602 dari titipan APH maupun PPNS. Tingkat Penyidikan merupakan tingkat pertama dan diharapkan terdapat langkah-langkah yang diambil untuk mendapatkan status hukum dan kejelasan terhadap proses peradilan

Data basan baran berdasarkan jenisnya

No Jenis Jumlah

1 Kertas Berharga -

2 Logam -

3 Non logam -

4 Bahan Kimia dan Obat-obatan terlarang -

5 Peralatan listrik elektronik 157

6 Peralatan bermesin mekanik -

7 Berbentuk gas -

8 Alat-alat rumah tangga (sarung tangan karet) 512

9 Bahan makanan dan minuman -

10 Tumbuh-tumbuhan atau tanaman -

11 Plastik 133

12 Rumah, bangunan gedung ( Termasuk Tanah ) -

13 Tanah Pekarangan / Kebun / Sawah -

No Jenis Jumlah

14 Kapal laut dan kapal udara -

15 Kendaraan Bermotor Roda 4 1

16 Kendaraan Bermotor Roda 2 182

17 Bahan Bangunan / Kontruksi 617

JUMLAH 1.602

Analisa :

Berdasarkan tabel diatas, pada tahun Triwulan IV Tahun 2021 Rupbasan Kelas I Surakarta berdasarkan jenis barang telah disimpan Basan Baran sejumlah 1602 dari titipan APH maupun PPNS terdiri dari berbagai jenis dan telah disimpan dalam gudang penyimpan sesuai dengan klasifikasi dan penilaian oleh Tim Administrasi dan Pemeliharaan Basan Baran.

Ikut Berperan Serta Dalam Menjaga Stabilitas Keamanan dan Kedaulatan NKRI

Indeks Keamanan dan Ketertiban UPT Pemasyarakatan

Keamanan dan Ketertiban UPT Pemasyarakatan adalah suatu kondisi dinamis Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai salah satu prasyarat terselenggaranya proses penyelenggaraan pemasyarakatan dalam rangka tercapainnya tujuan pemasyarakatan yang ditandai oleh keamanan, ketertiban, dan tegaknya hukum, serta terbinanya ketentraman yang mengandung kemampuan membina serta mengembangkan potensi dan kekuatan petugas, masyarakat dan warga binaan pemasyarakatan dalam menangkal, mencegah, dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk-bentuk gangguan lainnya yang dapat meresahkan dan masyarakat, petugas dan warga binaan pemasyarakatan.

Indeks Keamanan dan Ketertiban UPT Pemasyarakatan merupakan indikator yang menunjukan alat ukur kinerja pelaksanaan fungsi keamanan dan ketertiban yang bertujuan untuk menjaga kondisi kondusif pada UPT Pemasyarakatan sehingga penyelenggaraan Pemasyarakatan dapat terselenggara dengan baik. Indeks Keamanan dan Ketertiban UPT Pemasyarakatan sedianya dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keamanan basan baran;

sebagai bagian dari dasar perencanaan, proyeksi atau implementasi program pembangunan Pemasyarakatan; menjadi Sistem Peringatan Dini (early warning system) berdasarkan berbagai komponen; menjadi sistem dukungan bagi pengambilan keputusan; dan barometer untuk menciptakan keberlanjutan pelayanan Pemasyarakatan.

Indeks Keamanan dan Ketertiban UPT Pemasyarakatan terdiri dari 2 Dimensi yaitu Dimensi Keamanan dan Dimensi Ketertiban. Dimensi Kemanan terdiri dari 4 variabel yaitu Kemanan dari Bencana atau Kebencanaan, Pemeliharaan Basan Baran sesuai dengan standart, Disparasi Basan Baran, dan Keamanan Basan Baran dari pihak eksternal

Dimensi Ketertiban terdiri dari 3 Variabel yaitu Pencegahan, Penindakan, dan Penanggulangan Kondisi Darurat.

∑ Realisasi Indeks Keamanan dan Ketertiban UPT Pemasyarakatan

% = x 100 %

∑ Target Indeks Keamanan dan Ketertiban UPT Pemasyarakatan 72,25

%= x 100 % = 103, 21 % 70

Analisa :

Indeks Keamanan dan Ketertiban UPT Pemasyarakatan merupakan indikator yang menunjukan alat ukur kinerja pelaksanaan fungsi keamanan dan ketertiban yang bertujuan untuk menjaga kondisi kondusif pada UPT Pemasyarakatan sehingga penyelenggaraan Pemasyarakatan dapat terselenggara dengan baik. Indeks Keamanan dan Ketertiban UPT Pemasyarakatan sedianya dapat digunakan untuk (1) mengetahui tingkat keamanan Warga Binaan Pemasyarakatan; (2) sebagai bagian dari dasar perencanaan, proyeksi atau implementasi program pembangunan Pemasyarakatan; (3) menjadi sistem peringatan dini (early warning system) berdasarkan berbagai komponen; (4) menjadi sistem dukungan bagi pengambilan keputusan; dan barometer untuk menciptakan keberlanjutan pelayanan Pemasyarakatan.

Rupbasan Surakarta pada Tahun 2021 dalam rangka meningkatnya pelayanan keamanan dan ketertiban berhasil menanggulangi gangguan keamanan dan ketertiban, hal ini dibuktikan dengan tidak terdapatnya laporan terkait gangguan keamanan dan ketertiban serta berjalannya deteksi dini regu pengamanan dengan melaksanakan astekpam dengan tertib, melaksanakan kontrol lingkungan dan lingkungan gudang basan baran dengan terjadwal serta tersusunnya laporan keamanan dan ketertiban dengan tepat waktu.

Terselesaikannya dan Tersusunnya Dokumen Dukungan Manajemen Satker

Untuk memenuhi capaian indikator sebagamana dimaksud diatas, Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan pada Rupbasan Klas I Surakarta melakukan capaian kinerja pada output tersebut, antara lain :

Melakukan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahun Anggaran 2022;

1. Melakukan Rencana Pengadaan Umum Tahun Anggaran 2021;

2. Melakukan Rekonsiliasi Laporan Keuangan dengan KPPN;

3. Melakukan Rekonsiliasi Laporan Keuangan dengan Kanwil;

4. Melakukan Laporan Kinerja setiap bulan;

5. Melakukan Rekonsiliasi data BMN dengan KPKNL;

6. Melaksanakan Pembinaan Fisik Mental dan Disiplin Pegawai dengan kegiatan kerohanian;

7. Melakukan Konsultasi dan Umum

8. Melakukan pembayaran Gaji,THR, Uang makan, Lembur dan Tunjangan lainnya sesuai peraturan perundang-undangan setiap bulan;

9. Melakukan Pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai tiap bulan;

10. Melakukan perbaikan peralatan dan mesin;

11. Melakukan perbaikan gedung serta bangunan;

12. Melakukan pengiriman surat keluar sesuai tata cara persuratan;

13. Melakukan pemeliharaan kendaraan dinas;

14. Melakukan pembayaran daya dan jasa setiap bulan;

15. Melakukan pembayaran honor pengelola keuangan setiap bulan;

16. Menyediakan keperluan sehari-hari perkantoran 17. Melaksanakan pengadaan pakaian dinas;

18. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait lainnya;

19. Melaksanakan Revisi penyesuaian Rencana Penarikan dan Realisasi.

Analisa :

Rumah Penyimpanan Barang Sitaan dan Barang Rampasan Negara (Rupbasan) Kelas I Surakarta merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang menjalankan tugas dan fungsi berdasarkan

kebijakan Direktorat Jenderal Pemasayarakatan. Dalam rangka mendukung berjalannya tugas dan fungsi, UPT Pemasyarakatan menyelenggarakan dukungan fasilitatif yang terlingkup dalam Dukungan manajemen Satker selama tahun 2021 berhasil menyelesaikan dokumen yang telah ditetapkan sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan dukungan kinerja Rupbasan Kelas I Surakarta.

Membangun Budaya Kerja yang Berorientasi Kinerja Organisasi yangBerintegritas, Efektif dan Efisien

IKPA adalah indikator yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan selaku BUN untuk mengukur kualitas kinerja pelaksanaan anggaran belanja Kementerian Negara/Lembaga. IKPA digunakan sebagai alat monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran yang disediakan oleh Ditjen Perbendaharaan yang terintegrasi pada Online Monitoring (OM) SPAN yang dijadikan ukuran dan mencerminkan kinerja satuan kerja atas kualitas perencanaan anggaran, kualitas pelaksanaan anggaran, serta kualitas hasil pelaksanaan anggaran.

IKPA pada tahun anggaran 2021 memiliki 13 indikator yang terfokus pada 4 aspek yaitu kesesuaian perencanaan dengan pelaksanaan anggaran, kepatuhan terhadap regulasi pelaksanaan anggaran, efisiensi pelaksanaan anggaran, dan efektifitas pelaksanaan anggaran. IKPA pada TA 2021 telah efektif meningkatkan perhatian K/L terhadap tata kelola pelaksanaan anggaran yang dibuktikan dengan semakin membaiknya tingkat kepatuhan K/L terhadap regulasi pelaksanaan anggaran, dan peningkatan kinerja 13 indikator pada IKPA sebagaimana diatur dalam Perdirjen Perbendaharaan Nomor PER-4/PB/2021 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran Belanja Kementerian Negara/Lembaga.

SMART berguna memudahkan satuan kerja dalam monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Evaluasi Kinerja Anggaran adalah proses untuk melakukan pengukuran, penilaian, dan analisis atas kinerja anggaran tahun berjalan dan tahun anggaran sebelumnya untuk menyusun rekomendasi dalam rangka peningkatan kinerja anggaran.

Dengan adanya dinamika proses Redesain Sistem Perencanaan dan Penganggaran (RSPP) maka dilakukan proses bisnis evaluasi kinerja anggaran dengan ditetapkannya PMK 22/PMK.02/2021 pada tanggal 15 Maret 2021 sebagai revisi atas PMK 214/PMK.02/2017, maka perlu dilakukan penyesuaian pada aplikasi SMART existing secara bersamaan. Perubahan pada

SMART 2021 diantaranya pada indikator Rincian Output (yang dulu setara dengan indikator keluaran kegiatan) tidak lagi masuk dalam perhitungan nilai capaian kerja RO tingkat satker.

Beberapa poin penting yang dirangkum terkait SMART antara lain:

1. Pada Realisasi Volume Rincian Output (RVRO) data di-entry secara pasial pada setiap bulannya dan akan terakumulasi pada tampilan RVRO

2. Apabila terjadi data anomaly yang diakibatkan refocusing, satker dapat berkordinasi dengan unit eselon 1 untuk dapat membuka kembali aplikasi SMART yang terkunci agar dapat memperbaiki jumlah keluaran (output)

3. Pada RO yang jumlahnya 1, seperti layanan perkantoran, maka entry data dilakukan pada kolom progress sedangkan outputnya diisi pada akhir tahun.

Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Realisasi

Meningkatnya Dukungan Layanan Manajemen Satker

Nilai IKPA 100 98,96

Nilai SMART 100 99,90

Analisa :

Nilai IKPA Rupbasan Kelas I Surakarta Tahun 2021 mencapai nilai Realisasi sebesar 98,96 dari target 100. Hal ini menunjukkan bahwa Rupbasan Kelas I Surakarta telah efektif meningkatkan perhatian terhadap tata kelola pelaksanaan anggaran yang dibuktikan dengan semakin membaiknya tingkat kepatuhan Rupbasan Kelas I Surakarta terhadap regulasi pelaksanaan anggaran, dan peningkatan kinerja 13 indikator pada IKPA. Sedangkan Nilai SMART Rupbasan Kelas I Surakarta terealisasi 99,90 dari target 100, hal ini menunjukkan bahwa Pada Realisasi Volume Rincian Output (RVRO) data di-entry secara pasial pada setiap bulannya dan akan terakumulasi pada tampilan RVRO secara tertib, tidak terdapat data anomaly yang diakibatkan refocusing dan pengisian RO yang jumlahnya 1, seperti layanan perkantoran, maka entry data dilakukan pada kolom progress sedangkan outputnya diisi pada akhir tahun.

Dokumen terkait