• Tidak ada hasil yang ditemukan

SURAT PENGANTAR No : W.13.PAS.54.PR No Jenis Surat yang Dikirimkan Banyaknya Keterangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SURAT PENGANTAR No : W.13.PAS.54.PR No Jenis Surat yang Dikirimkan Banyaknya Keterangan"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA

KANTOR WILAYAH JAWA TENGAH

RUMAH PENYIMPANAN BENDA SITAAN NEGARA KELAS I SURAKARTA Jalan Ir. Sutami No. 7 Surakarta

Telp./Fak. (0271) 663130 Kode Pos 57126 Email : [email protected]

29 Desember 2021 Kepada Yth.

Kepala Kantor Wilayah

Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah Di –

Semarang

SURAT PENGANTAR No : W.13.PAS.54.PR.02.04-1140

No Jenis Surat yang Dikirimkan Banyaknya Keterangan

1. Laporan Kinerja Triwulan IV Tahun 2021 pada Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas I Surakarta

1 (satu) berkas

Dikirim dengan hormat untuk menjadi periksa dan guna seperlunya

Kepala

Ratna Dwi Lestari NIP. 198201192001122001

(2)

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA

KANTOR WILAYAH JAWA TENGAH

RUMAH PENYIMPANAN BENDA SITAAN NEGARA KLAS I SURAKARTA

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH [ LAKIP ]

TAHUN 2021

(3)

2021

LAPORAN KINERJA

RUPBASAN SURAKARTA

(4)

“Dukung dan Wujudkan Target Kinerja

Kementerian Hukum dan HAM RI Tahun 2021

dengan optimis. Bersama kita PASTI menghadapi seluruh tantangan di masa yang akan datang dan mewujudkan RUPBASAN KELAS I SURAKARTA

yang BERSAHAJA”

RATNA DWI LESTARI

Karupbasan Surakarta

LKJiP

RUPBASAN KELAS I SURAKARTA 2021

Alamat Kami :

Jl. Sam Ratulangi No. 16 Manahan, Surakarta Jl. Ir Sutami No 7 Jebres, Surakarta

( 0271 ) 663130; 082138004342

[email protected] [email protected]

(5)

SALAM PEMBUKA DAN IKHTISAR

KEPALA RUPBASAN KELAS I SURAKARTA Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji Syukur Alhamdulillah atas berkat Allah Yang Maha Kuasa, Laporan Kinerja Rupbasan Kelas I Surakarta Tahun 2021 dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Laporan Kinerja Rupbasan Kelas I Surakarta ini adalah wujud akuntabilitas kinerja yang disajikan kepada public, sebagai pengejawantahan penerapan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik (good governance) dan bentuk transparansi dan kontrol dari masyarakat atas kinerja Rupbasan Kelas I Surakarta.

Dalam laporan ini disajikan perencanaan kinerja tahun 2021, yang disertai target-targetnya dan realisasinya berupa output yang terukur secara jelas melalui indicator capaiannya. Tahun 2021 adalah tahun penuh tantangan, tahun penuh keprihatinan serta tahun yang menuntut kita semua beradaptasi menghadapi pandemi. Pandemi Covid-19 telah memaksa kita semua untuk melakukan berbagi inovasi dalam cara kerja dan dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat maupun Aparat Penegak Hukum. Laporan Kinerja Tahun 2021 juga sebagai bentuk dukungan dalam mewujudkan target Kementerian Hukum dalam bidang penegakan hukum.

Laporan Kinerja Tahun 2021 ini menjelaskan berbagai capaian dan permasalahan serta solusi yang mewarnai kinerja sepanjang tahun 2021. Terima kasih kepada seluruh jajaran Rupbasan Kelas I Surakarta yang telah berkontribusi positif terhadap pencapaian kinerja melalui target kinerja yang menjadi tanggung jawab saya.

Kedepan, kita lakukan perbaikan secara berkesinambungan untuk mewujudkan Kementerian Hukum dan HAM yang lebih Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif (PASTI) Ber- AKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif), serta Rupbasan Kelas I Surakarta yang BERSAHAJA ( BERsih melayani, SAntun, HArmoni dan menJAga nilai PASTI ).

Akhirulkalam, Wassalamualaikum Wr. Wb

Kepala Rupbasan Surakarta

RATNA DWI LESTARI

(6)

RUPBASAN SURAKARTA BERSAHAJA

KINERJA KEUANGAN 99,99

SMART 99, 90

IKPA 98,96

SUCCES IS NOT FINAL, FAILURE IS NOT FATAL, IT IS THE COURAGE TO

CONTINUE THAT COUNTS.

(7)

Rupbasan Klas I Surakarta pada Awal Tahun 2021 mendapatkan Pagu Anggaran Sebesar Rp.

2.356.102.000 dan menjadi Rp.2.381.102.000 . Hal ini dikarenakan mendapat tambahan dalam hal pembayaran gaji tunjangan hasil dari penghitungan pagu minus sebesar Rp. 25.000.0000.Realisasi penyerapan anggaran pada Tahun 2021 dengan rincian sebagai berikut :

SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR OUTCOME (SASARAN)

KEGIATAN

INDIKATOR OUTPUT (KEGIATAN)

TARGET ANGGARAN REALISASI

Penyelenggaraa n

Pemasyarakatan di Wilayah

Pengelolaan Basan Baran (Rp. 162.206.000,-) 1. %Pengelolaan

Barang Rampasan Negara dan Barang Sitaan Negara

1. Pengelolaan

Basan Baran Jumlah Basan Baran

752 Basan Baran

162.206.000 162.205.475

Layanan Dukungan Manajemen Satker (Rp. 70.000.000,-)

2. % Layanan Dukungan Manajemen Satker

1. Pengelolaan Layanan Dukungan Manajemen Satker

Layanan Perencanaan dan

Penganggaran Internal

1 Layanan

10.440.000 10.440.000

Layanan

Umum 12.300.000

12.300.000 Manajemen

Kepegawaian 27.540.000 27.540.000

Reformasi

Birokrasi 14.760.000 14.759.557

KEGIATAN

ANGGARAN Program Pelayanan dan Penegakan Hukum

Penyelenggaraan Pemasyarakatan di W ilayah Rp. 2.311.102.000 Program Dukungan Manajemen

Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya UPT Pemasyarakatan

Rp. 70.000.000

Total Rp. 2.381.102.000

(8)

Monitoring dan Evaluasi Internal

4.960.000

4.960.000

LAYANAN PERKANTORAN (Rp 2.123.896.000,-)

3. % Layanan Perkantoran

1. Gaji dan Tunjangan

Gaji dan

Tunjangan 1 Thn 1.839.011.000

1.838.140.537

2. Operasional dan

Pemeliharaan Kantor

Operasional dan

Pemeliharaa

n Kantor 1 Thn 309.885.000 309.337.980

TOTAL SEMUA 2.381.102.000,- 2.379.683.549

Sasaran Strategis yang telah dicapai pada Tahun 2021 adalah sebagai berikut :

Rupbasan Kelas I Surakarta yang termasuk dalam salah satu Unit Pelaksana Teknis yang membidangi pengelolaan barang sitaan negara dan barang rampasan negara di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI memiliki sasaran stretegis berupa Penyelenggaraan Pemasyarakatan di Wilayah. Adapun Sasaran strategis tersebut dibagi menjadi 3(tiga) sasaran / indikator luaran antara lain : Pengelolaan Barang Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara, Layanan Dukungan Manajemen Satker serta Layanan Perkantoran.

Pengelolaan Barang Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara memiliki anggaran selama Tahun 2021 sebesar Rp. 162.206.000 ( Seratus Enam Puluh Dua Ribu Dua Ratus Enam Ribu Rupiah ) yang telah terserap sebesar 99,99 % menunjukkan proses perencanaan dan proses pelaksanaan realisasi terjadi keselarasan dan berjalan dengan efektif untuk mengurangi berkurangnya kualitas maupun kuantitas barang sitaan negara maupun barang rampasan negara yang disimpan pada gudang Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas I Surakarta.Implikasi dari Terkelolanya barang sitaan negara dan barang rampasan negara dengan baik dan sesuai dengan prosedur berbanding lurus dengan Indeks Kepuasan Masyarakat yang menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2021 tidak terdapat aduan maupun keluhan terhadap basan maupun baran yang dititipkan pada Rupbasan Kelas I Surakarta oleh pengguna layanan.

Dukungan Manajemen yang dianggarkan sebesar Rp. 70.000.000 ( Tujuh Puluh Juta Rupiah ) dan hanya tersisa Rp. 443 ( Empat Ratus Empat Puluh Tiga Rupiah ) serta Layanan Perkantoran yang mendapatkan anggaran sebesar Rp. 2.123.896.000 ( Dua Milyar Seratus Dua Puluh Tiga Ribu Delapan Ratus Sembilan Puluh Enam Ribu Rupiah ) dan dapat terserap sebesar 99,98 % dari total Pagu Layanan Perkantoran menunjukkan bahwa seluruh proses pengelolaan administrasi dan fasilitatif pegawai dapat terpenuhi dengan baik pun dengan pelaksanaan operasional kantor.

(9)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

LAKIP adalah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan. LAKIP merupakan produk akhir SAKIP yang menggambarkan kinerja yang dicapai oleh suatu instansi pemerintah atas pelaksanaan program dan kegiatan yang dibiayai APBN/APBD. Penyusunan LAKIP berdasarkan siklus anggraan yang berjalan 1 tahun. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Rupbasan Kelas I Surakarta Tahun 2021 merupakan media pertanggungjawaban kinerja yang telah ditetapkan dalam Renstra Tahun 2020-2024 ,hal ini sebagai perwujudan penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan akuntabel serta menciptakan Good Governance dan Clean Government.

Hasil pencapaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan Rupbasan Surakarta tidak terlepas dari kerjasama dan kerja keras semua pihak yakni aparat penegak hukum serta masyarakat umum, baik dalam perumusan kebijakan, implementasi maupun pengawasannya.

Sejalan dengan Peraturan Perundang-undangan maka Rumah Penyimpanan Benda dan Barang Sitaan Negara (RUPBASAN) Kelas I Surakarta selaku Unit Pelaksana Teknis dibawah Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia turut membuat Laporan Akuntabititas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yang disusun berdasarkan dari program kerja dan rencana kerja dari masing-masing jajaran yang ada di Rumah Penyimpanan Benda dan Barang Sitaan Negara (RUPBASAN) Kelas I Surakarta yang dijadikan menjadi satu program kerja Rupbasan Klas I Surakarta.

Mengingat Laporan Kinerja Tahun 2021 merupakan Laporan Kinerja akhir tahun dan merupakan akumulasi penghitungan kinerja sepanjang Tahun 2021, maka diperlukan upaya serta langkah kebijakan sehingga dapat tercapai target awal dari Rencana Strategis Rupbasan Surakarta.

Oleh karena itu, kami terus melakukan perbaikan baik secara internal maupun dalam menjalin hubungan dengan para pihak yang berkepentingan . Komitmen bersama semua pihak yang telah terbangun akan semakin menguatkan sistem akuntabilitas kinerja di lingkungan Rupbasan Surakarta guna mengawal reformasi birokrasi di lingkungan instansi pemerintah yang sedang berjalan.

(10)

B. Tugas Pokok dan Fungsi

TUGAS FUNGSI

Melakukan

Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara

1. Melakukan pengadministrasian benda sitaan dan barang rampasan negara

2. Melakukan pemeliharaan dan mutasi benda sitaan dan barang rampasan negara

3. Melakukan pengamanan dan pengelolaan RUPBASAN 4. Melakukan urusan surat menyurat dan kearsipan

C. Struktur Organisasi

STRUKTUR ORGANISASI

FUNGSI

SUB SEKSI

ADMINISTRASI DAN PEMELIHARAAN

Melakukan pengadministrasian benda sitaan dan barang rampasan negara dan Melakukan pemeliharaan dan mutasi benda sitaan dan barang rampasan negara

SUB SEKSI

PENGAMANAN DAN PENGELOLAAN

Memelihara keamanan Rupbasan, Melakukan urusan dibidang kepegawaian, keuangan, perlengkapan

PETUGAS TATA

USAHA

Melakukan urusan surat menyurat dan kearsipan

RATNA DWI LESTARI

(11)

D. Dasar Hukum

 Peraturan Menpan nomor 53 tahun 2014 tentang petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja, dan tata cara reviu atas laporan kinerja instansi pemerintah;

 Undang-undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

 Undang-undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

 Undang-undang Nomor 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;

 Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan;

 Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;

 Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

 Keputusan Kepala LAN Nomor 589/1X/6/Y/99 tentang Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

 Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 239/1X/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah;

 Instruksi Presiden nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi;

 Surat Edaran Menteri PAN Nomor SE-31/M.PAN/XIII/ 2004 tentang Penetapan Kinerja;

 KepMenPAN No. 135 Tahun 2004 tentang Pedoman Umum Evaluasi Akuntabilitas Kinerja;

 Peraturan Menteri Negara PAN Nomor: PER/09/M.PAN/5/2007 tanggal 31 mei 2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah;

 Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 Tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia;

 Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/01/M.PAN/01/ 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi;

 Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Tahun 2010.

(12)

E. Isu Strategis

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2015, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara dan melaksanakan pembangunan hukum dan hak asasi manusia sesuai dengan tugas dan fungsinya untuk mendukung visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. Rupbasan Kelas I Surakarta sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis di bawah Kementerian Hukum dan HAM RI dan bertindak sebagai perpanjangan tangan dalam pelaksanaan pemasyarakatan di wilayah memiliki beberapa isu strategis di dalam pelaksanaan tugas Rupbasan Kelas I Surakarta antara lain : Peningkatan kualitas layanan public dan tata kelola pemerintahan yang baik serta peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan.

Isu strategis tersebut diselesaikan dengan mengoptimalkan peran dan tugas fungsi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara dan Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2015 dan menjalankan peran dan tugas fungsi tersebut ke dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Rupbasan Kelas I Surakarta antara lain sebagai berikut :

1. Pelaksanaan kebijakan Kementerian Hukum dan HAM RI di bidang peraturan perundang-undangan yang mengatur terkait pengelolaan barang sitaan negara dan barang rampasan negara, dan peningkatan layanan pemasyarakatan

2. koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Rupbasan Kelas I Surakarta;

3. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Rupbasan Kelas I Surakarta

4. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Rupbasan Kelas I Surakarta;

5. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan tugas pokok fungsi Rupbasan Kelas I Surakarta

6. pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di Rupbasan Kelas I Surakarta;

7. pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Rupbasan Kelas I Surakarta

(13)

F. Permasalahan dan Tantangan

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi Rupbasan Kelas I Surakarta selama tahun 2021, terdapat beberapa permasalahan/tantangan yang dialami antara lain:

1. Kondisi Pandemic Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih berlangsung hingga saat ini, sedikit banyak menjadi permasalahan yang dihadapi oleh Rupbasan Kelas I Surakarta dalam pelaksanaan tugas dan fungsi.Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada awal tahun dan dilanjutkan dengan penerapan protokol kesehatan, shifting Work From Home (WFH), dan koordinasi melalui daring membutuhkan banyak penyesuaian dalam pelaksanaan tugas.

2. Belum optimalnya pelatihan-pelatihan dan pembekalan materi teknis tentang pengembangan layanan Pemasyarakatan yang diberikan kepada petugas layanan sehingga kemampuan (skill) petugas dalam memberikan layanan kepada masyarakat masih kurang maksimal.

3. Belum terintegrasinya data barang bukti perkara pidana dengan data Warga Binaan Pemasyarakatan

4. Masalah Overstaying Barang Sitaan Negara maupun Barang Rampasan Negara masih menjadi permasalah utama, sehingga menyulitkan dalam menjalankan layanan pengelolaan barang sitaan negara dan barang rampasan negara dan layanan pemasyarakatan lainnya 5. Belum meratanya pemahaman seluruh pegawai Rupbasan Kelas I Surakarta terkait

pelaksanaan 6 (enam) area pembangunan Zona Integritas.

6. Belum adanya tenaga ahli yang tersertifikasi dalam melaksanakan penaksir dan penilai Barang Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara

7. Gudang Penyimpanan Benda Sitaan Negara dan Barang Rampasan Negara di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas I Surakarta yang belum mampu menampung seluruh barang sitaan negara maupun barang rampasan negara di wilayah kerja Rupbasan Kelas I Surakarta, yaitu Kota Surakarta, Kabupaten Karanganyar serta Kabupaten Sukoharjo 8. Belum Semua Aparat Penegak Hukum Mau Menitipkan Barang Sitaan Negara Dan Barang

Rampasan Negara Di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas I Surakarta

(14)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

A. Visi

Sesuai arahan Presiden RI, Bahwa Visi maupun Misi Kementerian / Lembaga Setingkat Kementerian adalah mendukung terwujudnya Program Kerja Presiden, hal terpenting yang harus dicapai dalam kurun waktu lima tahun kedepan adalah menjadikan peningkatan produktivitas sebagai prioritas. Pelaksanaan pekerjaan tidak lagi berorientasi proses, tapi harus berorientasi pada hasil-hasil. Tugas pemerintah bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan, tetapi juga harus memastikan bahwa masyarakat menikmati pelayanan serta hasil pembangunan.

Dengan kata lain tugas birokrasi adalah making delivered, menjamin agar manfaat program dirasakan oleh masyarakat dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, telah ditetapkan bahwa visi pembangunan nasional untuk tahun 2020-2024 di bawah kepemimpinan .Presiden Ir. Joko Widodo dan Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin adalah "Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”.

Upaya untuk mewujudkan visi tersebut dilakukan melalui 9 (Sembilan) misi pembangunan yang dikenal sebagai Nawacita Kedua antara lain :

1. Peningkatan kualitas manusia Indonesia;

2. Struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing;

3. Pembangunan yang merata dan berkeadilan;

4. Mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan;

5. Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa;

6. Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya;

7. Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada setiap warga;

8. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya; dan 9. Sinergi pemerintah daerah dalam kerangka negara kesatuan.

(15)

Adapun 5 (lima) arahan utama yang ditetapkan Presiden sebagai strategi dalam pelaksanaan Misi Nawacita dan pencapaian sasaran Visi Indonesia 2045 (Indonesia Maju) adalah:

1. Membangun SDM pekerja keras yang dinamis, produktif, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi didukung dengan kerjasama industri dan talenta global;

2. Melanjutkan pembangunan infrastruktur untuk menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, mempermudah akses ke kawasan wisata, mendongkrak lapangan kerja baru, dan mempercepat peningkatan nilai tambah perekonomian rakyat;

3. Menyederhanakan segala bentuk regulasi dengan pendekatan Omnibus Law, terutama menerbitkan 2 (dua) Undang-Undang. Pertama, Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja. Kedua, Undang-Undang Pemberdayaan UMKM;

4. Memprioritaskan investasi untuk penciptaan lapangan kerja, memangkas prosedur dan birokrasi yang menyederhanakan eselonisasi; dan

5. Melakukan transformasi ekonomi dari ketergantungan sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai bagian dari pemerintah, maka untuk mendukung terwujudnya visi, pelaksanaan misi, arahan Presiden dan agenda pembangunan, maka ditetapkan visi Kementerian Hukum dan HAM tahun 2020-2024 adalah:"Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang Andal, Profesional, Inovatif, dan Berintegritas dalam Pelayanan Kepada Presiden dan Wakil Presiden untuk Mewujudkan Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden "Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong" dan Rupbasan Kelas I Surakarta siap mendukung terpenuhinya visi Kementerian Hukum dan HAM RI.

B. Misi

Sesuai dengan tugas dan fungsi yang diemban, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melaksanakan Misi Presiden dan Wakil Presiden nomor 6 yaitu penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya, misi nomor 7 yaitu perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada setiap warga negara dan misi nomor 8 yaitu pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya. Ketiga misi Presiden tersebut diterjemahkan ke dalam 7 (tujuh) misi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagai berikut:

(16)

1. Membentuk peraturan perundang-undangan yang berkualitas dan melindungi kepentingan nasional;

2. Menyelenggarakan pelayanan publik di bidang hukum yang berkualitas;

3. Mendukung penegakan hukum di bidang kekayaan intelektual, keimigrasian, administrasi hukum umum, dan pemasyarakatan yang bebas dari korupsi, bermartabat, dan terpercaya;

4. Melaksanakan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia yang berkelanjutan;

5. Melaksanakan peningkatan kesadaran hukum masyarakat;

6. Ikut serta menjaga stabilitas keamanan melalui peran keimigrasian dan pemasyarakatan; dan;

7. Melaksanakan tata laksana pemerintahan yang baik

C. Tujuan

Tujuan merupakan penjabaran dari visi dan misi serta merupakan hal yang akan dicapai atau dihasilkan oleh organisasi. Berdasarkan visi dan misi maka tujuan yang hendak dicapai oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya selama tahun 2020-2024 sesuai misinya adalah sebagai berikut :

1. Mewujudkan peraturan perundang-undangan yang harmonis dan sejalan dengan kebutuhan hukum masyarakat dan kebijakan pemerintah serta terciptanya ketertiban dan keamanan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara;

2. Mewujudkan layanan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang prima;

3. Mendorong inovasi kreativitas masyarakat melalui peningkatan permohonan kekayaan intelektual, meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui kemudahan pemberian izin pendirian badan usaha, memenuhi hak-hak warga binaan pemasyarakatan serta membentuk Warga Binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri, tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab serta memberikan jaminan perlindungan hak asasi tahanan yang ditahan serta keselamatan dan keamanan benda-benda yang disita untuk

(17)

keperluan barang bukti dan benda- benda yang dinyatakan dirampas untuk negara dan mencegah penyalahgunaan dokumen keimigrasian oleh WNI dan WNA yang melintas dan tinggal di Indonesia;

4. Terlindunginya hak asasi manusia;

5. Meningkatkan nilai-nilai dan sikap kesadaran hukum masyarakat serta akses keadilan;

6. Menciptakan wilayah perbatasan yang aman dari perlintasan WNA/WNI yang tidak mempunyai dokumen sesuai prosedur dan menciptakan keamanan dan ketertiban di seluruh Lembaga Pemasyarakatan/Rumah Tahanan Negara; dan

7. Mewujudkan ASN Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang kompeten dan terlaksananya reformasi birokrasi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

D. Tata Nilai

Tata Nilai PASTI

Dalam mencapai visi dan misi serta tujuan yang telah ditetapkan, setiap ASN Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengacu pada kode etik dan kode perilaku dalam tata nilai Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif (PASTI) yang meliputi:

1. Profesional berarti mampu menyelesaikan tugas dengan terpuji, tuntas sesuai dengan kompetensi atau keahlian dan berintegritas untuk mencapai hasil prima melalui kerja sama;

2. Akuntabel berarti mampu bertanggung jawab terhadap setiap tindakan, perilaku, dan tugas, baik dari segi proses maupun hasil;

3. Sinergi berarti mampu bekerja sama dan membangun kemitraan yang harmonis dengan pemangku kepentingan untuk menemuan dan melaksanakan solusi terbaik, bermanfaat dan berkualitas;

4. Transparan berarti mampu menyajikan data dan informasi terkait kebijakan, proses pembuatan, pelaksanaan, dan hasilnya serta menjamin aksesibilitas publik terhadap data dan informasi tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

dan

5. Inovatif berarti mampu menciptakan dan mengembangkan inovasi melalui inisiatif dan kreativitas untuk melakukan pembaharuan dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi.

(18)

Tata Nilai BerAKHLAK

Sejak 27 Juli 2021 silam, Kementerian PAN-RB meluncurkan core values dan employer branding baru bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo, BerAKHLAK dikenalkan sebagai core values ASN seluruh Indonesia dan #banggamelayanibangsa sebagai employer branding ASN.

BerAKHLAK merupakan akronim dari Berorientasi Pelayanan - Akuntabel - Kompeten - Harmonis - Loyal - Adaptif - Kolaboratif. Adanya core values ASN ini sebagai sari dari nilai-nilai dasar ASN sesuai dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dalam satu kesamaan persepsi yang lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh seluruh ASN. Sedangkan #banggamelayanibangsa merupakan employer branding ASN zaman now yang melayani sepenuh hati.

Core values ASN menjadi titik tonggak penguatan budaya kerja, yang tidak hanya dilakukan pada ASN tingkat pusat. Namun juga pada tingkat daerah. Sebagaimana pesan Presiden Joko Widodo: “ASN yang bertugas sebagai pegawai pusat maupun pegawai daerah harus mempunyai core values yang sama.”

Core Value ASN ini sesuai dengan Undang-Undang nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dalam satu kesamaan persepsi yang lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh seluruh ASN, yakni :

1. Berorientasi Pelayanan yakni memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat, ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan, melakukan perbaikan tiada henti.

2. Akuntabel yakni melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, serta disiplin dan berintegritas tinggi, menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif dan efisien, tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan.

3. Kompeten yakni meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah, membantu orang lain belajar, melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik.

4. Harmonis yakni menghargai setiap orang apapun latar belakangnya, suka menolong orang lain, membangun lingkungan kerja yang kondusif.

5. Loyal yakni memegang teguh ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, setia kepada NKRI serta pemerintahan yang sah,

(19)

menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi dan negara, serta menjaga rahasia jabatan dan negara.

6. Adaptif yakni cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan, terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas, bertindak proaktif.

7. Kolaboratif yakni memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi, terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah, menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan bersama.

E. Sasaran Strategis, Indikator Kinerja dan Anggaran

Dalam upaya mewujudkan visi, misi, dan tujuan yang telah ditetapkan secara tepat, terukur dan akuntabel, maka disusun sasaran strategis yang memiliki indikator kinerja utama dengan target yang harus dicapai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tahun 2020-2024. Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 33 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2020-2024, terdapat Sasaran Strategis dengan Indikator Kinerja Utama Kementerian Hukum dan HAM RI yakni:

1. Terpenuhinya peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan asas pembentukan peraturan perundang-undangan;

2. Mengoptimalkan peran dalam penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM;

3. Memastikan pelayanan publik di bidang hukum sesuai dengan asas penyelenggaraan pelayanan publik;

4. Memastikan penegakan hukum yang mampu menjadi pendorong inovasi dan kreatifitas dalam pertumbuhan ekonomi nasional;

5. Ikut berperan serta dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan NKRI;

6. Meningkatkan kesadaran hukum masyarakat;

7. Meningkatkan kompetensi strategis sumber daya manusia di Bidang Hukum dan HAM; dan

8. Membangun budaya kerja yang berorientasi kinerja organisasi yang berintegritas, efektif dan efisien.

Berdasarkan Indikator Kinerja Utama yang telah ditetapkan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI diejawantahkan pada Indikator Kinerja Utama Rupbasan Kelas I Surakarta Tahun 2021 sebagai berikut :

(20)

NO SASARAN STRATEGIS NO INDIKATOR KINERJA PROGRAM TARGET

1. Meningkatnya Pelayanan Pengelolaan

Basan Baran

1 Persentase Benda Sitaan Dan Barang Rampasan Yang Terjaga Kualitas Dan Kuantitasnya

Persentase Benda Sitaan Dan Barang Rampasan Yang Terjaga Kualitas Dan Kuantitasnya

sehingga meminimalisir pengurangan nilai Basan Baran selama disimpan

60 %

2 Persentase Benda Sitaan Dan Barang Rampasan Yang Dikeluarkan Berdasarkan Putusan Yang Berkuatan Hukum Tetap

Jumlah Benda Sitaan Dan Barang Rampasan Yang Dikeluarkan Berdasarkan Putusan Yang Berkuatan Hukum Tetap dikeluarkan sesuai dengan putusan

40 %

2. Meningkatnya Pelayanan Keamanan Dan Ketertiban

1 Persentase Pengaduan Yang Ditindaklanjuti Sesuai Standar

Pengaduan Yang Ditindaklanjuti Sesuai Standar dan dapat terselesaikan

75 %

2 Persentase Gangguan Kamtib Yang Dapat

Dicegah

Gangguan Kamtib Dapat Dicegah

60 %

3 Persentase Pemulihan Kondisi Keamanan Pasca Gangguan Kamtib Secara Tuntas

Pemulihan Kondisi Keamanan Pasca Gangguan Kamtib Secara Tuntas dan menjaga kondusitas

60 %

(21)

3. Meningkatnya Dukungan Layanan Manajemen Satker

1 Tersusunnya dokumen rencana kerja, anggaran UPT Pemasyarakatan dan pelaporan yang akuntabel tepat waktu

dokumen rencana kerja, anggaran UPT Pemasyarakatan dan pelaporan yang akuntabel tepat waktu

1 Layanan

2 Tersusunnya dokumen pengelolaan BMN dan Kerumah tanggaan

terdapat dokumen pengelolaan BMN dan Kerumah tanggaan

1 Layanan

3 Terpenuhinya data dan peningkatan kompetensi pegawai pemasyarakatan

data dan peningkatan kompetensi pegawai pemasyarakatan terjaga keakuratannya

1 Layanan

4 Tersusunnya Dokumen Pelaksanaan Anggaran dan laporan keuangan yang akuntabel dan tepat waktu

Dokumen Pelaksanaan Anggaran dan laporan keuangan yang akuntabel dan tepat waktu

1 Layanan

5 Layanan Perkantoran Terpenuhinya Layanan Perkantoran

1 Layanan

6 INDIKATOR NILAI IKPA DAN SMART

NILAI IKPA DAN SMART MENDAPAT NILAI 100

100

(22)

F. Monitoring dan Evaluasi

Akuntabilitas kinerja adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pencapaian sasaran strategis yang merupakan hasil dari pencapaian target yang telah ditetapkan dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) melalui laporan kinerja instansi pemerintah yang disusun secara periodik. Akuntabilitas pada tingkat organisasi Unit Pelaksana Teknis memuat:

1. Impact untuk mendukung misi atau sasaran Kementerian/Lembaga yang merupakan kinerja yang ingin dicapai Kementerian/Lembaga berupa nilai pencapaian sasaran strategis organisasi;

2. Outcome untuk menilai kinerja program yang secara akuntabilitas berkaitan dengan unit organisasi berupa nilai capaian Indikator Kinerja Utama;

3. Pencapaian sasaran strategis Rupbasan Surakarta (impact) dipengaruhi oleh pencapaian indikator kinerja (outcome) yang ada di dalam unit pelaksana teknis

Dalam rangka monitoring dan evaluasi kinerja secara real time, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menggunakan aplikasi e-performance untuk mendapatkan laporan atas capaian kinerja, hal ini sebagai bentuk akuntabilitas kinerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. E-performance adalah sistem akuntabilitas kinerja yang bertujuan untuk memudahkan proses pemantuan dan evaluasi serta pengendalian kinerja dalam rangka meningkatkan akuntabilitas kinerja. Aplikasi ini berisi :

 Perencanaan kinerja (Renstra, Perjanjian Kinerja, Program/kegiatan dan anggaran)

 Realisasi kinerja/kegiatan/anggaran

 Monitoring dan evaluasi kinerja

(23)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja Organisasi

Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 33 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2020-2024, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melakukan perubahan rencana strategis (renstra) 2020-2024, terdapat beberapa sasaran strategis yang targetnya harus diselesaikan pada tahun 2021. Ukuran keberhasilan sasaran strategis tersebut, dilihat dari capaian indikator kinerja utamanya.

Sebagai informasi, pada tahun 2020, melalui Surat Edaran Bersama Kemenkeu dan Bappenas Nomor S122/MK.2/2020 dan B.517/M.PPN/D.8/PP.04.03/05/2020 tentang Redesain Sistem Perencanaan Penganggaran, Kementerian Hukum dan HAM mengalami perubahan atau restrukturisasi program, dari semula 11 program menjadi 4 program.

Perubahan ini menyebabkan beberapa capaian Indikator Kinerja Utama tahun 2021 tidak dapat diperbandingkan dengan tahun 2020. Pengukuran capaian kinerja Rupbasan Kelas I Surakarta dilakukan dengan cara membandingkan antara target (rencana) dengan realisasi indikator kinerja utama pada masing-masing sasaran strategis. Dari hasil pengukuran capaian setiap Indikator Kinerja Utama menghasilkan nilai pencapaian sasaran strategis.

Sehubungan dengan Redesain Sistem Perencanaan Penganggaran, Kementerian Hukum dan HAM mengalami perubahan atau restrukturisasi program dan berdampak pula pada indikator kinerja utama pada Rupbasan Kelas I Surakarta dengan capaian sebagai berikut :

NO SASARAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA TARGET Realisasi 1. Meningkatnya Pelayanan

Pengelolaan Basan Baran

Persentase Benda Sitaan Dan Barang Rampasan Yang Terjaga Kualitas Dan Kuantitasnya

60% Tercapai

Persentase Benda Sitaan Dan Barang Rampasan Yang Dikeluarkan

Berdasarkan Putusan Yang Berkuatan Hukum Tetap

40% Tercapai

2. Meningkatnya Pelayanan Keamanan Dan Ketertiban

Persentase Pengaduan Yang Ditindaklanjuti Sesuai Standar

75% Tercapai Persentase Gangguan Kamtib Yang

Dapat Dicegah

60% Tercapai Persentase Pemulihan Kondisi

Keamanan Pasca Gangguan Kamtib Secara Tuntas

60% Tercapai

(24)

3 Meningkatnya Dukungan Layanan Manajemen Satker

Tersusunnya dokumen rencana kerja, anggaran UPT Pemasyarakatan dan pelaporan yang akuntabel tepat waktu

1 Layanan Tercapai

Tersusunnya dokumen pengelolaan BMN dan Kerumah tanggaan

1 Layanan Tercapai Terpenuhinya data dan peningkatan

kompetensi pegawai pemasyarakatan

1 Layanan Tercapai Tersusunnya Dokumen Pelaksanaan

Anggaran dan laporan keuangan yang akuntabel dan tepat waktu

1 Layanan Tercapai

Jumlah Layanan Perkantoran 1 Layanan Tercapai

Nilai IKPA 100 99,99

Nilai SMART 100 99,90

B. Analisis Capaian Indikator Kinerja Utama Tahun 2021

Memastikan Penegakan Hukum Yang Mampu Menjadi Pendorong Inovasi dan Kreatifitas Dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Pembentukan Rupbasan bertujuan untuk menerapkan “Check dan Balance” melalui pripsip netralitas dan prinsip pemisahan fungsi pada pelaksanaan Penegakan Hukum, Perlindungan HAM dan Penyelamatan Aset hasil tindak pidana dalam penyelenggaraan penyimpanan, pengelolaan, penyelamatan dan pengamanan benda sitaan dan barang rampasan negara (basan dan baran). Oleh karena hal tersebut, Hak kepemilikan seseorang terhadap benda sitaan harus dilindungi selama proses peradilan belum selesai karena orang tersebut belum tentu bersalah.

Sasaran Strategis berupa memastikan penegakan hukum yang mampu menjadi pendorong inovasi dan kreatifitas dalam pertumbuhan ekonomi nasional dijabarkan oleh Rupbasan Kelas I Surakarta melalui sasaran kegitan Meningkatnya Pelayanan Pengelolaan Basan Baran dengan Indikator Kinerja berupa meningkatnya persentase benda sitaan dan barang rampasan yang terjaga kualitas dan kuantitasnya serta meningkatnya persentase benda sitaan negara dan barang rampasan negara yang dikeluarkan berdasarkan putusan yang berkekuatan hukum tetap.

(25)

Capaian dan Analisis :

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

PROGRAM TARGET

1. Meningkatnya Pelayanan Pengelolaan Basan Baran

Persentase Benda Sitaan Dan Barang

Rampasan Yang Terjaga Kualitas Dan

Kuantitasnya

Persentase Benda Sitaan Dan Barang Rampasan Yang Terjaga Kualitas Dan Kuantitasnya sehingga

meminimalisir pengurangan nilai Basan Baran selama disimpan

60 %

∑ Realisasi Persentase Benda Sitaan dan Barang Rampasan Yang Terjaga Kuantitas (Jumlah) dan Kualitasnya (Nilai)

% = x 100 %

∑ Target Persentase Benda Sitaan dan Barang Rampasan Yang Terjaga Kuantitas (Jumlah) dan Kualitasnya (Nilai)

1602

%= x 100 % = 338, 6 % ( 40 % x 787 )

Menghitung Benda Sitaan dan Barang Rampasan Yang Terjaga Kuantitas dan Kualitasnya (Nilainya) adalah dengan Membagi Hasil selisih Jumlah Basan Baran teregister dengan Jumlah Basan Baran yang Hilang dan dirusak dibagi dengan jumlah Basan Baran X 100%.

Data Basan dan Baran yang teregistrasi dan teridentifikasi

No Bulan

Jumlah

Awal bulan Masuk Penghapusan/

Pengeluaran

Akhir bulan

1 Januari 787 - - 787

2 Februari 787 - 35 752

(26)

No Bulan

Jumlah

Awal bulan Masuk Penghapusan/

Pengeluaran

Akhir bulan

3 Maret 752 - - 752

4 April 752 - - 752

5 Mei 752 - 1 751

6 Juni 752 - 1 750

7 Juli 751 181 - 932

8 Agustus 932 - - 932

9 September 932 512 - 1.444

10 Oktober 1444 3 1 1446

11 November 1446 5741 5584 1604

12 Desember 1604 - 2 1602

Analisa :

Berdasarkan tabel diatas, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara pada Tahun 2021 mulai dari Bulan Januari s.d Desember Tahun 2021 melakukan penerimaan dengan total penerimaan basan baran 6437 dan pengeluaran basan baran 6437 sehingga pada tanggal 13 Desember 2021 di dalam Gudang Rupbasan Kelas I Surakarta masih tersimpan sejumlah 1602 Basan Baran. Pada Triwulan II atau periode April s.d Juni Tahun 2021 terdapat 1 penitipan Basan Baran dan Terdapat pengeluaran Basan Baran sebanyak 2 unit. Pada Triwulan II Tidak terlihat banyak pergerakan Basan Baran karena program dari pimpinan penguatan koordinasi dengan APH Mitra dan Proses pengelolaan Basan Baran mampu berjalan dengan volume yang lebih banyak pada Triwulan selanjutnya. Pada Triwulan III atau periode Juli s.d September Tahun 2021 terdapat 181 Penitipan basan pada bulan juli serta 512 Unit pada bulan September.Pada Triwulan IV periode Oktober – Desember 2021 terdapat 5744 penitipan, pada bulan oktober 3 unit, pada bulan November 5741 unit dan terdapat 5587 pengeluaran basan baran terdiri dari bulan Oktober 1 unit, pada bulan November 5584 unit, pada bulan Desember 2 unit.

Hal ini merupakan hasil dari Koordinasi yang dilaksanakan pada Triwulan sebelumnya sehingga diharapkan pada Tahun selanjutnya dapat dipertahankan.

(27)

Benda Sitaan Dan Barang Rampasan Yang Terjaga Kuantitas (Jumlah) Dan Kualitasnya (Nilai) = 100 % Jumlah Basan Baran = 1602. Jumlah Basan Baran yang Hilang/Dirusak = 0.

Semakin tinggi angka yang menunjukan Persentase Benda Sitaan Dan Barang Rampasan Yang Terjaga Kuantitas (Jumlah) Dan Kualitasnya (Nilai) maka Kinerja Rupbasan Kelas I Surakarta semakin baik.

Capaian dan Analisis :

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA

PROGRAM TARGET

1. Meningkatnya Pelayanan Pengelolaan Basan Baran

Persentase Benda Sitaan Dan Barang Rampasan Yang Dikeluarkan Berdasarkan Putusan Yang Berkuatan Hukum Tetap

Jumlah Benda Sitaan Dan Barang Rampasan Yang Dikeluarkan Berdasarkan Putusan Yang Berkuatan Hukum Tetap dikeluarkan sesuai dengan putusan

40 %

∑ Realisasi Persentase Benda Sitaan dan Barang Rampasan Yang Dikeluarkan Berdasarkan Putusan Inkracht

% = x 100 %

∑ Target Persentase Benda Sitaan dan Barang Rampasan Yang Dikeluarkan Berdasarkan Putusan Inkracht

5624

%= x 100 % = 178, 5 % ( 40 % x 787 )

Menghitung Benda Sitaan dan Barang Rampasan Yang dikeluarkan berdasarkan putusan Inkracht adalah dengan Membagi Hasil selisih Jumlah Basan Baran yang telah inkracht dengan Jumlah Basan Baran pada gudang Rupbasan Kelas I Surakarta X 100%.

(28)

Data basan baran yang telah dilakukan eksekusi

No Tindakan Jumlah

1 Dimusnahkan -

a. dibakar sampai habis -

b. ditenggelamkan ke dasar laut sehingga tidak bisa diambil lagi

-

c. ditanam di dalam tanah -

d. dirusakkan sampai tidak dapat dipergunakan lagi 35

2 Dilelang untuk Negara -

3 Diserahkan kepada penyidik untuk kepentingan penyidikan

5584

4 Disimpan di RUPBASAN untuk barang bukti dalam perkara lain

-

5 Diserahkan kepada yang berhak 3

Analisa :

Berdasarkan tabel diatas, pada tahun Triwulan IV Tahun 2021 Rupbasan Kelas I Surakarta telah menyerahkan 5584 Unit Basan kepada penyidik untuk dilakukan proses penyidikan dan telah diserahkan kembali kepada jaksa eksekutor sebanyak 2 Unit Truck dan 1 Ekskavator dikarenakan surat dari PN Karanganyar yang menyebutkan Barang Sitaan tersebut digunakan untuk pinjam pakai dalam rangka penuntutan serta pemusnahan 35 bal rokok ilegal.

Data basan baran berdasarkan tingkat pemeriksaan

No Tingkat pemeriksaan Jumlah

1 Tingkat Penyidikan 1.602

2 Tingkat Penuntutan -

3 Tingkat Pengadilan Negeri -

(29)

4 Tingkat Pengadilan Tinggi atau Banding -

5 Tingkat Mahkamah Agung ( Kasasi ) -

6 Tingkat Mahkamah Agung ( PK ) -

7 Eksekusi / Barang Rampasan Negara -

JUMLAH 1.602

Analisa :

Berdasarkan tabel diatas, pada tahun Triwulan IV Tahun 2021 Rupbasan Kelas I Surakarta berdasarkan tingkat pemeriksaan telah disimpan Basan Baran sejumlah 1602 dari titipan APH maupun PPNS. Tingkat Penyidikan merupakan tingkat pertama dan diharapkan terdapat langkah- langkah yang diambil untuk mendapatkan status hukum dan kejelasan terhadap proses peradilan

Data basan baran berdasarkan jenisnya

No Jenis Jumlah

1 Kertas Berharga -

2 Logam -

3 Non logam -

4 Bahan Kimia dan Obat-obatan terlarang -

5 Peralatan listrik elektronik 157

6 Peralatan bermesin mekanik -

7 Berbentuk gas -

8 Alat-alat rumah tangga (sarung tangan karet) 512

9 Bahan makanan dan minuman -

10 Tumbuh-tumbuhan atau tanaman -

11 Plastik 133

12 Rumah, bangunan gedung ( Termasuk Tanah ) -

13 Tanah Pekarangan / Kebun / Sawah -

(30)

No Jenis Jumlah

14 Kapal laut dan kapal udara -

15 Kendaraan Bermotor Roda 4 1

16 Kendaraan Bermotor Roda 2 182

17 Bahan Bangunan / Kontruksi 617

JUMLAH 1.602

Analisa :

Berdasarkan tabel diatas, pada tahun Triwulan IV Tahun 2021 Rupbasan Kelas I Surakarta berdasarkan jenis barang telah disimpan Basan Baran sejumlah 1602 dari titipan APH maupun PPNS terdiri dari berbagai jenis dan telah disimpan dalam gudang penyimpan sesuai dengan klasifikasi dan penilaian oleh Tim Administrasi dan Pemeliharaan Basan Baran.

Ikut Berperan Serta Dalam Menjaga Stabilitas Keamanan dan Kedaulatan NKRI

Indeks Keamanan dan Ketertiban UPT Pemasyarakatan

Keamanan dan Ketertiban UPT Pemasyarakatan adalah suatu kondisi dinamis Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai salah satu prasyarat terselenggaranya proses penyelenggaraan pemasyarakatan dalam rangka tercapainnya tujuan pemasyarakatan yang ditandai oleh keamanan, ketertiban, dan tegaknya hukum, serta terbinanya ketentraman yang mengandung kemampuan membina serta mengembangkan potensi dan kekuatan petugas, masyarakat dan warga binaan pemasyarakatan dalam menangkal, mencegah, dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk-bentuk gangguan lainnya yang dapat meresahkan dan masyarakat, petugas dan warga binaan pemasyarakatan.

Indeks Keamanan dan Ketertiban UPT Pemasyarakatan merupakan indikator yang menunjukan alat ukur kinerja pelaksanaan fungsi keamanan dan ketertiban yang bertujuan untuk menjaga kondisi kondusif pada UPT Pemasyarakatan sehingga penyelenggaraan Pemasyarakatan dapat terselenggara dengan baik. Indeks Keamanan dan Ketertiban UPT Pemasyarakatan sedianya dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keamanan basan baran;

(31)

sebagai bagian dari dasar perencanaan, proyeksi atau implementasi program pembangunan Pemasyarakatan; menjadi Sistem Peringatan Dini (early warning system) berdasarkan berbagai komponen; menjadi sistem dukungan bagi pengambilan keputusan; dan barometer untuk menciptakan keberlanjutan pelayanan Pemasyarakatan.

Indeks Keamanan dan Ketertiban UPT Pemasyarakatan terdiri dari 2 Dimensi yaitu Dimensi Keamanan dan Dimensi Ketertiban. Dimensi Kemanan terdiri dari 4 variabel yaitu Kemanan dari Bencana atau Kebencanaan, Pemeliharaan Basan Baran sesuai dengan standart, Disparasi Basan Baran, dan Keamanan Basan Baran dari pihak eksternal

Dimensi Ketertiban terdiri dari 3 Variabel yaitu Pencegahan, Penindakan, dan Penanggulangan Kondisi Darurat.

∑ Realisasi Indeks Keamanan dan Ketertiban UPT Pemasyarakatan

% = x 100 %

∑ Target Indeks Keamanan dan Ketertiban UPT Pemasyarakatan 72,25

%= x 100 % = 103, 21 % 70

Analisa :

Indeks Keamanan dan Ketertiban UPT Pemasyarakatan merupakan indikator yang menunjukan alat ukur kinerja pelaksanaan fungsi keamanan dan ketertiban yang bertujuan untuk menjaga kondisi kondusif pada UPT Pemasyarakatan sehingga penyelenggaraan Pemasyarakatan dapat terselenggara dengan baik. Indeks Keamanan dan Ketertiban UPT Pemasyarakatan sedianya dapat digunakan untuk (1) mengetahui tingkat keamanan Warga Binaan Pemasyarakatan; (2) sebagai bagian dari dasar perencanaan, proyeksi atau implementasi program pembangunan Pemasyarakatan; (3) menjadi sistem peringatan dini (early warning system) berdasarkan berbagai komponen; (4) menjadi sistem dukungan bagi pengambilan keputusan; dan barometer untuk menciptakan keberlanjutan pelayanan Pemasyarakatan.

Rupbasan Surakarta pada Tahun 2021 dalam rangka meningkatnya pelayanan keamanan dan ketertiban berhasil menanggulangi gangguan keamanan dan ketertiban, hal ini dibuktikan dengan tidak terdapatnya laporan terkait gangguan keamanan dan ketertiban serta berjalannya deteksi dini regu pengamanan dengan melaksanakan astekpam dengan tertib, melaksanakan kontrol lingkungan dan lingkungan gudang basan baran dengan terjadwal serta tersusunnya laporan keamanan dan ketertiban dengan tepat waktu.

(32)

Terselesaikannya dan Tersusunnya Dokumen Dukungan Manajemen Satker

Untuk memenuhi capaian indikator sebagamana dimaksud diatas, Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan pada Rupbasan Klas I Surakarta melakukan capaian kinerja pada output tersebut, antara lain :

Melakukan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahun Anggaran 2022;

1. Melakukan Rencana Pengadaan Umum Tahun Anggaran 2021;

2. Melakukan Rekonsiliasi Laporan Keuangan dengan KPPN;

3. Melakukan Rekonsiliasi Laporan Keuangan dengan Kanwil;

4. Melakukan Laporan Kinerja setiap bulan;

5. Melakukan Rekonsiliasi data BMN dengan KPKNL;

6. Melaksanakan Pembinaan Fisik Mental dan Disiplin Pegawai dengan kegiatan kerohanian;

7. Melakukan Konsultasi dan Umum

8. Melakukan pembayaran Gaji,THR, Uang makan, Lembur dan Tunjangan lainnya sesuai peraturan perundang-undangan setiap bulan;

9. Melakukan Pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai tiap bulan;

10. Melakukan perbaikan peralatan dan mesin;

11. Melakukan perbaikan gedung serta bangunan;

12. Melakukan pengiriman surat keluar sesuai tata cara persuratan;

13. Melakukan pemeliharaan kendaraan dinas;

14. Melakukan pembayaran daya dan jasa setiap bulan;

15. Melakukan pembayaran honor pengelola keuangan setiap bulan;

16. Menyediakan keperluan sehari-hari perkantoran 17. Melaksanakan pengadaan pakaian dinas;

18. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait lainnya;

19. Melaksanakan Revisi penyesuaian Rencana Penarikan dan Realisasi.

Analisa :

Rumah Penyimpanan Barang Sitaan dan Barang Rampasan Negara (Rupbasan) Kelas I Surakarta merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang menjalankan tugas dan fungsi berdasarkan

(33)

kebijakan Direktorat Jenderal Pemasayarakatan. Dalam rangka mendukung berjalannya tugas dan fungsi, UPT Pemasyarakatan menyelenggarakan dukungan fasilitatif yang terlingkup dalam Dukungan manajemen Satker selama tahun 2021 berhasil menyelesaikan dokumen yang telah ditetapkan sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan dukungan kinerja Rupbasan Kelas I Surakarta.

Membangun Budaya Kerja yang Berorientasi Kinerja Organisasi yangBerintegritas, Efektif dan Efisien

IKPA adalah indikator yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan selaku BUN untuk mengukur kualitas kinerja pelaksanaan anggaran belanja Kementerian Negara/Lembaga. IKPA digunakan sebagai alat monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran yang disediakan oleh Ditjen Perbendaharaan yang terintegrasi pada Online Monitoring (OM) SPAN yang dijadikan ukuran dan mencerminkan kinerja satuan kerja atas kualitas perencanaan anggaran, kualitas pelaksanaan anggaran, serta kualitas hasil pelaksanaan anggaran.

IKPA pada tahun anggaran 2021 memiliki 13 indikator yang terfokus pada 4 aspek yaitu kesesuaian perencanaan dengan pelaksanaan anggaran, kepatuhan terhadap regulasi pelaksanaan anggaran, efisiensi pelaksanaan anggaran, dan efektifitas pelaksanaan anggaran. IKPA pada TA 2021 telah efektif meningkatkan perhatian K/L terhadap tata kelola pelaksanaan anggaran yang dibuktikan dengan semakin membaiknya tingkat kepatuhan K/L terhadap regulasi pelaksanaan anggaran, dan peningkatan kinerja 13 indikator pada IKPA sebagaimana diatur dalam Perdirjen Perbendaharaan Nomor PER-4/PB/2021 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran Belanja Kementerian Negara/Lembaga.

SMART berguna memudahkan satuan kerja dalam monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran. Evaluasi Kinerja Anggaran adalah proses untuk melakukan pengukuran, penilaian, dan analisis atas kinerja anggaran tahun berjalan dan tahun anggaran sebelumnya untuk menyusun rekomendasi dalam rangka peningkatan kinerja anggaran.

Dengan adanya dinamika proses Redesain Sistem Perencanaan dan Penganggaran (RSPP) maka dilakukan proses bisnis evaluasi kinerja anggaran dengan ditetapkannya PMK 22/PMK.02/2021 pada tanggal 15 Maret 2021 sebagai revisi atas PMK 214/PMK.02/2017, maka perlu dilakukan penyesuaian pada aplikasi SMART existing secara bersamaan. Perubahan pada

(34)

SMART 2021 diantaranya pada indikator Rincian Output (yang dulu setara dengan indikator keluaran kegiatan) tidak lagi masuk dalam perhitungan nilai capaian kerja RO tingkat satker.

Beberapa poin penting yang dirangkum terkait SMART antara lain:

1. Pada Realisasi Volume Rincian Output (RVRO) data di-entry secara pasial pada setiap bulannya dan akan terakumulasi pada tampilan RVRO

2. Apabila terjadi data anomaly yang diakibatkan refocusing, satker dapat berkordinasi dengan unit eselon 1 untuk dapat membuka kembali aplikasi SMART yang terkunci agar dapat memperbaiki jumlah keluaran (output)

3. Pada RO yang jumlahnya 1, seperti layanan perkantoran, maka entry data dilakukan pada kolom progress sedangkan outputnya diisi pada akhir tahun.

Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Realisasi

Meningkatnya Dukungan Layanan Manajemen Satker

Nilai IKPA 100 98,96

Nilai SMART 100 99,90

Analisa :

Nilai IKPA Rupbasan Kelas I Surakarta Tahun 2021 mencapai nilai Realisasi sebesar 98,96 dari target 100. Hal ini menunjukkan bahwa Rupbasan Kelas I Surakarta telah efektif meningkatkan perhatian terhadap tata kelola pelaksanaan anggaran yang dibuktikan dengan semakin membaiknya tingkat kepatuhan Rupbasan Kelas I Surakarta terhadap regulasi pelaksanaan anggaran, dan peningkatan kinerja 13 indikator pada IKPA. Sedangkan Nilai SMART Rupbasan Kelas I Surakarta terealisasi 99,90 dari target 100, hal ini menunjukkan bahwa Pada Realisasi Volume Rincian Output (RVRO) data di-entry secara pasial pada setiap bulannya dan akan terakumulasi pada tampilan RVRO secara tertib, tidak terdapat data anomaly yang diakibatkan refocusing dan pengisian RO yang jumlahnya 1, seperti layanan perkantoran, maka entry data dilakukan pada kolom progress sedangkan outputnya diisi pada akhir tahun.

(35)

C. Realisasi Kinerja Serta Capaian Kinerja Tahun Ini Dengan Tahun Lalu

Sasaran Kegiatan Pada Tahun 2020 dan Pada Tahun 2021 terdapat perbedaan sasaran kegiatan pada Rupbasan Kelas I Surakarta, Tahun 2020 terdapat 5(lima) sasaran kegiatan yang meliputi Meningkatnya Kualitas Penyelenggaraan Pemasyarakatan, Meningkatnya pelayanan informasi dan kerjasama Pemasyarakatan di Wilayah Sesuai Standar, Meningkatnya Pelayanan Pengelolaan Basan Baran di wilayah sesuai standar, Meningkatnya pelayanan keamanan dan ketertiban di wilayah sesuai standar serta layanan dukungan manajemen sedangkan pada Tahun 2021 sasaran kegiatan menjadi 3(tiga) antara lain : Meningkatnya Pelayanan Pengelolaan Basan Baran, Meningkatnya Pelayanan Keamanan dan Ketertiban dan Meningkatnya dukungan layanan manajemen satker.

Ketiadaan sasaran kegiatan terkait kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan dan pelayanan informasi dan kerjasama pemasyarakatan di wilayah sesuai standar dikarenakan pelaksanaan indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan pemasyarakatan dalam sasaran kegiatan meningkatnya kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan serta indikator kinerja berupa layanan informasi dan kerjasama sesuai standar maupun data pemasyarakatan di SDP sesuai standar dalam sasaran kegiatan pelayanan informasi dan kerjasama pemasyarakatan di wilayah sesuai standar dikarenakan dalam renstra Kemenkumham RI Tahun 2020-2024 terselesaikannya kepuasan masyarakat masyarakat dan pelayanan informasi serta kepatuhan telah berhasil dilaksanakan pada tahun 2020.

Perbandingan Indikator Kinerja Pengelolaan Basan Baran yang teregistrasi dan teridentifikasi dan terjaga kualitas maupun kuantitasnya antara lain sebagai berikut :

No Bulan Jumlah

Tahun 2020 Tahun 2021

1 Awal Tahun 754 787

2 Akhir Tahun 787 1602

Analisa :

Berdasarkan data awal Tahun 2020 dan Tahun 2021 maupun akhir tahun 2020 dan Tahun 2021 terdapat perbedaan jumlah kuantitas pengelolaan basan baran yang menunjukkan bahwa kinerja Rupbasan Kelas I Surakarta dalam melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan aparat penegak hukum telah mampu memberikan kejelasan status dan kepercayaan aparat penegak

(36)

hukum dalam menitipkan basan baran kepada Rupbasan Kelas I Surakarta. Terdapat beberapa basan baran yang masih tersimpan pada gudang Rupbasan Kelas I Surakarta selama kurun waktu Tahun 2020 sampai dengan tahun 2021 dikarenakan proses penanganan kasus yang masih terus berlanjut dan belum memiliki putusan hukum yang tetap.

Pelayanan Keamanan dan Ketertiban yang menjadi indikator kinerja Rupbasan Surakarta pada Tahun 2020 dan Tahun 2021 dalam rangka meningkatnya pelayanan keamanan dan ketertiban memiliki capaian yang sama, yaitu berhasil menanggulangi gangguan keamanan dan ketertiban, hal ini dibuktikan dengan tidak terdapatnya laporan terkait gangguan keamanan dan ketertiban serta berjalannya deteksi dini regu pengamanan dengan melaksanakan astekpam dengan tertib, melaksanakan kontrol lingkungan dan lingkungan gudang basan baran dengan terjadwal serta tersusunnya laporan keamanan dan ketertiban dengan tepat waktu.

Layanan Dukungan manajemen dan perkantoran yang menjadi salah satu sasaran kinerja dan indikator kinerja pada tahun 2020 dan pada tahun 2021 juga memiliki capaian yang sama, yaitu berhasil menyusun laporan layanan dukungan manajemen dan perkantoran namun terdapat peningkatan kinerja terhadap pencapaian nilai IKPA dan SMART.

Nilai IKPA Rupbasan Kelas I Surakarta Tahun 2021 mencapai nilai Realisasi sebesar 98,96 dari target 100, sedangkan nilai IKPA Tahun 2020 hanya sebesar 95.66.

Hal ini menunjukkan bahwa Rupbasan Kelas I Surakarta telah efektif meningkatkan perhatian terhadap tata kelola pelaksanaan anggaran yang dibuktikan dengan semakin

(37)

membaiknya tingkat kepatuhan Rupbasan Kelas I Surakarta terhadap regulasi pelaksanaan anggaran, dan peningkatan kinerja 13 indikator pada IKPA.

Sedangkan Nilai SMART Rupbasan Kelas I Surakarta Pada Tahun 2021 terealisasi 99,90 dari target 100 sedangkan pada Tahun 2020 mendapatkan Nilai SMART 91.59, hal ini menunjukkan bahwa Pada Realisasi Volume Rincian Output (RVRO) data di-entry secara pasial pada setiap bulannya dan terakumulasi pada tampilan RVRO secara tertib, tidak terdapat data anomaly yang diakibatkan refocusing dan pengisian RO yang jumlahnya 1, seperti layanan perkantoran, maka entry data dilakukan pada kolom progress sedangkan outputnya diisi pada akhir tahun. Peningkatan Nilai SMART dan Nilai IKPA dari tahun 2020 ke tahun 2021 menunjukkan bahwa kinerja Rupbasan Kelas I Surakarta berhasil dilaksanakan dan selalu menunjukkan progress yang baik meskipun pada tahun 2021 terjadi pandemi Covid-19.Rupbasan Kelas I Surakarta

(38)

D. Realisasi Kinerja Sampai Dengan Tahun Ini

Kinerja Tahun 2022 sampai dengan Semester I dalam Target Kinerja telah menunjukkan data sebagai berikut :

Data Basan dan Baran yang teregistrasi dan teridentifikasi

No Bulan

Jumlah

Awal bulan Masuk Penghapusan/

Pengeluaran

Akhir bulan

1 Januari 1602 - 158 1444

2 Februari 1444 108 1 1553

3 Maret 1553 - - 1553

4 April 1553 1587 - 3150

5 Mei 3150 - 1706 1444

6 Juni 1444 151 2 1593

7 Juli - - - -

8 Agustus - - - -

9 September - - - -

10 Oktober - - - -

11 November - - - -

12 Desember - - - -

Analisa :

Berdasarkan tabel diatas, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan Negara pada Tahun 2022 mulai dari Bulan Januari s.d Juni Tahun 2022 melakukan penerimaan dengan total penerimaan basan baran 1846 dan pengeluaran basan baran 1867 sehingga pada tanggal 14 juni 2022 di dalam Gudang Rupbasan Kelas I Surakarta masih tersimpan sejumlah 1593 Basan Baran. Hal ini merupakan hasil dari Koordinasi yang dilaksanakan pada semester I sehingga diharapkan pada Semester selanjutnya dapat dipertahankan.

(39)

Data basan baran yang telah dilakukan eksekusi

No Tindakan Jumlah

1 Dimusnahkan -

e. dibakar sampai habis 1705

f. ditenggelamkan ke dasar laut sehingga tidak bisa diambil lagi

-

g. ditanam di dalam tanah -

h. dirusakkan sampai tidak dapat dipergunakan lagi -

2 Dilelang untuk Negara -

3 Diserahkan kepada penyidik untuk kepentingan penyidikan

158

4 Disimpan di RUPBASAN untuk barang bukti dalam perkara lain

-

5 Diserahkan kepada yang berhak 3

Analisa :

Berdasarkan tabel diatas, pada tahun Semester I Tahun 2022 Rupbasan Kelas I Surakarta telah menyerahkan 1705 Unit Basan kepada penyidik untuk dilakukan pemusnahan dan 158 unit Basan kepada penyidik untuk kepentingan penyidikan, serta 3 unit Basan diserahkan kepada pemilik karena sudah inkrah.

Data basan baran berdasarkan tingkat pemeriksaan

No Tingkat pemeriksaan Jumlah

1 Tingkat Penyidikan 929

2 Tingkat Penuntutan 664

3 Tingkat Pengadilan Negeri -

4 Tingkat Pengadilan Tinggi atau Banding -

(40)

5 Tingkat Mahkamah Agung ( Kasasi ) -

6 Tingkat Mahkamah Agung ( PK ) -

7 Eksekusi / Barang Rampasan Negara -

JUMLAH 1.593

Analisa :

Berdasarkan tabel diatas, pada tahun Triwulan IV Tahun 2021 Rupbasan Kelas I Surakarta berdasarkan tingkat pemeriksaan telah disimpan Basan Baran sejumlah 1602 dari titipan APH maupun PPNS. Tingkat Penyidikan merupakan tingkat pertama dan diharapkan terdapat langkah- langkah yang diambil untuk mendapatkan status hukum dan kejelasan terhadap proses peradilan

Data basan baran berdasarkan jenisnya

No Jenis Jumlah

1 Lpg 12 kg Kosong 149

2 Alat-alat rumah tangga (sarung tangan karet) 512

3 Bahan makanan dan minuman -

4 Tumbuh-tumbuhan atau tanaman -

5 Plastik 133

6 Kendaraan Bermotor Roda 4 4

7 Kendaraan Bermotor Roda 2 178

8 Bahan Bangunan / Kontruksi 617

JUMLAH 1.593

Analisa :

Berdasarkan tabel diatas, pada semester I Tahun 2022 Rupbasan Kelas I Surakarta berdasarkan jenis barang telah disimpan Basan Baran sejumlah 1593 dari titipan APH maupun PPNS terdiri dari berbagai jenis dan telah disimpan dalam gudang penyimpan sesuai dengan klasifikasi dan penilaian oleh Tim Administrasi dan Pemeliharaan Basan Baran.

Referensi

Dokumen terkait

Pembantu Deputi Urusan Lingkungan Strategis Nasional : 2021 No Sasaran Kegiatan (i) _ _... (Han) Laksamana

Nilai rasio keuntungan dan biaya menunjukkan bahwa pada masing- masing lembaga menunjukkan adanya persebaran keuntungan yang merata karena nilai yang dihasilkan

Uji beda dilakukan untuk mengetahui lebih dalam terhadap status-status yang diberikan untuk masing-masing komponen perubahan selisih kurs mata uang asing (OCI 1),

Selain di penjualan PT Nasmoco Pemuda Semarang juga melakukan perubahan di service yaitu di bagian bengkel yaitu pola jam kerja yang tadinya buka dari jam

Pada pasien dengan autosomal resesif parkinson, ditemukan delesi dan mutasi point pada gen parkin (PARK2) di kromosom 6. Selain itu juga ditemukan adanya disfungsi

Diketahui dari gambar tersebut bahwa sampai batasan 20 derajat tidak memperlihatkan perubahan nilai TEC yang kontinyu sehingga bisa dikatakan bahwa untuk sampai batasan

Penalaran adaptif tidak terpisah dari kompetensi lainnya, seperti yang diperlukan dalam menyelesaikan permasalahan. Siswa memerlukan kompetensi strategis untuk

Staf sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Minahasa Utara, mempunyai tugas dan peran yang sangat penting dalam membantu dan melaksanakan tugas dan fungsi DPRD