BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
B. Analisis Capaian Kinerja
Hingga akhir Tahun 2012, Pemerintah Kota Tarakan telah melaksanakan seluruh kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Adapun seluruh capaian tujuan yang diuraikan dalam capaian sasaran dapat di lihat sebagai berikut :
Tujuan 1 : Menumbuhkan Ekonomi Kota yang Berdaya Saing Sasaran Strategis 1 (SS1) :
Terjaganya pertumbuhan ekonomi
Untuk mengetahui pencapaian Sasaran Strategis 1 (SS1), diukur dengan menggunakan IKU 1, dengan hasil capaian sebagai berikut :
Tabel 3.4 Capaian IKU1 pada SS1 Tahun 2012
Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase (%)
Laju pertumbuhan ekonomi (dengan migas)
7,79 % 7,63 % * 97,94 %
Sedangkan untuk mengetahui capaian kinerja pada RPJMD 2009-2014 sampai pada tahun ketiga (2012), dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 3.5 Capaian IKU1 pada SS1 RPJMD Tahun Ketiga (2012)
Indikator Kinerja Kondisi Awal
RPJMD (2010)
Realisasi Capaian Kinerja Target Kondisi
Akhir RPJMD (2014) 2010 2011 2012 Laju pertumbuhan ekonomi (dengan migas) 7,93 % 7,93 % 7,63 % 7,63 % * 7-8%
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa selama kurun waktu tiga tahun terakhir rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Tarakan sudah berada di atas 7% sesuai dengan target yang ditetapkan dalam RPJMD tahun 2009-2014.
Upaya menjaga pertumbuhan ekonomi harus dimaknai dengan memperkokoh kemandirian ekonomi. Hal ini pada umumnya diidentikkan dengan bagaimana daerah tersebut dapat menggali potensi/sumber daya yang dimilikinya
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Tarakan Tahun 2012
dan memaksimalkan peluang yang ada di sekitarnya serta mengelolanya menjadi sumber-sumber produksi yang memberikan nilai tambah dan pendapatan bagi masyarakat dan daerah. Pemerintah Kota Tarakan telah menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 7-8 % dengan harapan terjadi multiplier effect terhadap sektor-sektor lainnya sehingga dapat menggerakan perekonomian daerah.
Tujuan 2 : Mewujudkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang adil dan prima
Sasaran Strategis 2 (SS2) :
Meningkatnya rata-rata lama sekolah
Untuk mengetahui pencapaian Sasaran Strategis 2 (SS2), diukur dengan menggunakan IKU 2, dengan hasil capaian sebagai berikut :
Tabel 3.6 Capaian IKU2 pada SS2 Tahun 2012
Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase (%)
Rata-rata lama sekolah
9,44 tahun 9,44 tahun 100 %
Sedangkan untuk mengetahui capaian kinerja pada RPJMD 2009-2014 sampai pada tahun ketiga (2012), dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 3.7 Capaian IKU2 pada SS2 RPJMD Tahun Ketiga (2012)
Indikator Kinerja Kondisi Awal
RPJMD (2010)
Realisasi Capaian Kinerja Target Kondisi
Akhir RPJMD (2014) 2010 2011 2012 Rata-rata lama sekolah 9,36 tahun 9,36 tahun 9,39 tahun 9,44 tahun 10 tahun
Berdasarkan tabel di atas selama kurun waktu tiga tahun terakhir, rata-rata lama sekolah masih berada pada kisaran 9,36 sampai 9,44 tahun. Faktor inilah yang menyebabkan IPM Kota Tarakan masih berada posisi keempat di Provinsi Kalimantan Timur.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
IPM Kota Tarakan saat ini menempati posisi ke-4 diwilayah Propinsi Kalimantan Timur, dibawah Balikpapan, Samarinda, dan Bontang. Hal ini dikarenakan angka rata lama sekolah di Kota Tarakan masih rendah dibanding ketiga kota tersebut.
Rata-rata lama sekolah adalah jumlah lama sekolah individu usia 5 tahun ke atas dibagi jumlah penduduk usia 5 tahun ke atas.Rata lama sekolah ini adalah salah satu indikator IPM yang merupakan tolok ukur keberhasilan pembangunan di suatu daerah.Berdasarkan data kondisi di tahun 2007, rata-rata lama sekolah Kota Tarakan 9,1 tahun, di tahun 2010 meningkat menjadi 9,36 tahun. Untuk itu perlu dilakukan usaha meningkatkan angka rata lama sekolah di Kota. Beberapa program pemerintah telah diupayakan sebagai sebuah alternatif dalam rangka menyiapkan dan meningkatkan mutu pendidikan. Pemerintah Kota Tarakan dalam upaya pengembangan pendidikan berusahan untuk memfasilitasi masyarakat agar dapat menikmati pendidikan dan meningkatkan rata-rata lama sekolah menjadi 10 tahun.
Sasaran Strategis 3 (SS3) :
Meningkatnya angka harapan hidup
Untuk mengetahui pencapaian Sasaran Strategis 3 (SS3), diukur dengan menggunakan IKU 3, dengan hasil capaian sebagai berikut :
Tabel 3.8 Capaian IKU3 pada SS3 Tahun 2012
Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase (%)
Umur harapan hidup
72,10 tahun 72,19 tahun 101
Sedangkan untuk mengetahui capaian kinerja pada RPJMD 2009-2014 sampai pada tahun ketiga (2012), dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Tarakan Tahun 2012
Tabel 3.9 Capaian IKU3 pada SS3 RPJMD Tahun Ketiga (2012)
Indikator Kinerja Kondisi Awal
RPJMD (2010)
Realisasi Capaian Kinerja Target Kondisi
Akhir RPJMD (2014)
2010 2011 2012
Umur harapan hidup 71,74 tahun 71,74 tahun 71,83 tahun 72,19 tahun 72,20 tahun
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa realisasi akumulasi sampai
dengan Tahun 2012 dibandingkan dengan rencana akhir RPJMD pada Tahun 2014 menunjukkan angka yang positif dengan perkembangan 100 %,
dengan kategori baik sekali. Capaian kinerja ini merupakan capaian pada tahun ketiga RPJMD Kota Tarakan Tahun 2009-2014.
Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat salah satu modal awal dalam aspek pembangunan yang sekaligus merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan pembangunaan nasional. Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kesehatan juga merupakan investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Pembangunan kesehatan di Kota Tarakan dimaksudkan agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara memadai dengan biaya terjangkau. Pada hakekatnya fungsi kesehatan adalah untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia. Dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dalam pembangunan, maka kualitas kesehatan masyarakat harus ditingkatkan, tentu hal ini tidak dapat dipisahkan dari berbagai faktor yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa program pemerintah telah diupayakan sebagai sebuah alternatif dalam rangka menyiapkan dan meningkatkan mutu kesehatan. Dengan pemberian kesehatan yang berkualitas kepada mayarakat, akan menghasilkan manusia sehat dan handal. Angka harapan hidup masyarakat diharapkan meningkat menjadi sekitar 72,20 tahun seiring dengan
membaiknya program-program peningkatan kesehatan oleh pemerintah Kota Tarakan.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Tujuan 3 : Mewujudkan pemerintahan yang jujur, bersih dan prorakyat Sasaran Strategis 4 (SS4) :
Meningkatnya Opini BPK
Untuk mengetahui pencapaian Sasaran Strategis 4 (SS4), diukur dengan menggunakan IKU 4, dengan hasil capaian sebagai berikut :
Tabel 3.10 Capaian IKU4 pada SS4 Tahun 2012
Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase (%)
Opini BPK WDP WTP 100 %
Sedangkan untuk mengetahui capaian kinerja pada RPJMD 2009-2014 sampai pada tahun ketiga (2012), dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 3.11 Capaian IKU4 pada SS4 RPJMD Tahun Ketiga (2012)
Indikator Kinerja
Kondisi Awal RPJMD
(2010)
Realisasi Capaian Kinerja Target
Kondisi Akhir RPJMD (2014)
2010 2011 2012
Opini BPK WDP WDP WDP WTP WTP
Berdasarkan hasil evaluasi terhadap sasaran tersebut di atas, diperoleh gambaran bahwa dari 1 (satu) buah indikator sasaran yang ditetapkan menghasilkan capaian kinerja WDP atau bermakna baik. Namun pada target yang ingin dicapai bahwanya opini BPK yang diharapkan Pemerintah Kota Tarakan adalah WTP (wajar tanpa pengecualian). Opini WDP ini merupakan realisasi target dari tahun ketiga dalam RPJMD, dan untuk ke depannya tetap ditingkatkan sehingga mencapai opini BPK adalah WTP.
Penyelenggaraan pemerintahan yang memadai merupakan syarat yang mutlak dalam pemberian pelayanan kepada publik. Penyediaan perkantoran bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui pelayanan publik dan penyelenggaraan birokrasi pemerintahan yang profesional. Penilaian opini BPK menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) digunakan sebagai acuan untuk terus memperbaiki kinerja
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Tarakan Tahun 2012
penyelenggaraan pemerintah terutama kaitannya dengan penggunaan dan alokasi dana.
Tujuan 4 : Menumbuhkembangkan sikap masyarakat yang berdisiplin, berbudaya, dan bertakwa
Sasaran Strategis 5 (SS5) :
Menurunnya kasus pelanggaran K3 (ketertiban, ketentraman, keindahan)
Untuk mengetahui pencapaian Sasaran Strategis 5 (SS5), diukur dengan menggunakan IKU 5, dengan hasil capaian sebagai berikut :
Tabel 3.12 Capaian IKU5 pada SS5 Tahun 2012
Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase (%)
Jumlah kasus pelanggaran K3 (ketertiban, ketentraman, keindahan) 376 kasus 376 * 100 %
Sedangkan untuk mengetahui capaian kinerja pada RPJMD 2009-2014 sampai pada tahun ketiga (2012), dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 3.13 Capaian IKU5 pada SS5 RPJMD Tahun Ketiga (2012)
Indikator Kinerja
Kondisi Awal RPJMD
(2010)
Realisasi Capaian Kinerja Target
Kondisi Akhir RPJMD (2014) 2010 2011 2012 Jumlah kasus pelanggaran K3 (ketertiban, ketentraman, keindahan) 426 kasus 426 kasus 420 kasus 376 * kasus < 200 kasus
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa realisasi akumulasi sampai
dengan Tahun 2012 dibandingkan dengan rencana akhir RPJMD pada Tahun 2014 menunjukkan angka yang positif dengan perkembangan 100 %,
dengan kategori baik sekali. Capaian kinerja ini merupakan capaian pada tahun ketiga RPJMD Kota Tarakan Tahun 2009-2014.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Membangun sikap masyarakat yang berdisiplin, berbudaya dan bertakwa dilakukan untuk mewujudkan peran serta masyarakat dalam pembangunan. Perubahan pola hidup dan sikap masyarakat sangat diperlukan sebagai modal pembangunan. Dengan berdisiplin, berbudaya, dan bertakwa diharapkan terjadi
penurunan terhadap pelanggaran K3 (ketertiban, ketentraman, keindahan) menjadi < 200 kasus.
Tujuan 5 : Meningkatkan taraf kehidupan masyarakat Sasaran Strategis 6 (SS6) :
Menurunnya tingkat kemiskinan masyarakat
Untuk mengetahui pencapaian Sasaran Strategis 6 (SS6), diukur dengan menggunakan IKU 6, dengan hasil capaian sebagai berikut :
Tabel 3.14 Capaian IKU6 pada SS6 Tahun 2012
Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase (%)
Persentase
jumlah penduduk miskin
8,71 % 8,20 % 94,14
Sedangkan untuk mengetahui capaian kinerja pada RPJMD 2009-2014 sampai pada tahun ketiga (2012), dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 3.15 Capaian IKU6 pada SS6 RPJMD Tahun Ketiga (2012)
Indikator Kinerja
Kondisi Awal RPJMD
(2010)
Realisasi Capaian Kinerja Target
Kondisi Akhir RPJMD (2014) 2010 2011 2012 Persentase jumlah penduduk miskin 10,23% (19.900 jiwa/6.882 KK) 10,23% 8,41 % 8,20 % < 8%
Berdasarkan hasil evaluasi terhadap sasaran tersebut di atas, diperoleh gambaran bahwa dari 1 (satu) buah indikator sasaran yang ditetapkan menghasilkan capaian kinerja 94,14% atau bermakna baik sekali. Hal tersebut
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Tarakan Tahun 2012
dapat terlihat bahwasanya pada Tahun 2012 target adalah 8,71% namun prosentase jumlah penduduk miskin tidak mencapai 8,71%. Bila diakumulasi dalam prosentase maka capaian kinerja kita adalah 94,14 % dalam sasaran menurunnya tingkat kemiskinan masyarakat.
Masih tingginya tingkat kemiskinan masyarakat menunjukkan program pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan oleh SKPD terkait belum terkoordinasi dengan baik. Tingkat kemiskinan digunakan sebagai indikator dalam melihat tingkat ketimpangan pembangunan yang terjadi antarwilayah. Pemerintah Kota Tarakan berupaya menurunkan tingkat kemiskinan masyarakat menjadi < 8 % sebagai sasaran yang ingin dicapai dalam perbaikan proses pembangunan daerahnya.
Sasaran Strategis 7 (SS7) :
Meningkatnya paritas daya beli masyarakat
Untuk mengetahui pencapaian Sasaran Strategis 7 (SS7), diukur dengan menggunakan IKU 7, dengan hasil capaian sebagai berikut :
Tabel 3.16 Capaian IKU7 pada SS7 Tahun 2012
Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase (%)
Nilai relatif dari mata uang
652,65 652,65 100
Sedangkan untuk mengetahui capaian kinerja pada RPJMD 2009-2014 sampai pada tahun ketiga (2012), dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 3.17 Capaian IKU7 pada SS7 RPJMD Tahun Ketiga (2012)
Indikator Kinerja
Kondisi Awal RPJMD
(2010)
Realisasi Capaian Kinerja Target
Kondisi Akhir RPJMD (2014)
2010 2011 2012
Nilai relatif dari mata uang
646,54 646,54 650,02 652,65 655
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa realisasi akumulasi
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Tahun 2014 menunjukkan angka yang positif dengan perkembangan 100 %, dengan kategori baik sekali. Capaian kinerja ini merupakan capaian pada tahun ketiga RPJMD Kota Tarakan Tahun 2009-2014.
Daya beli masyarakat menunjukkan kemampuan masyarakat dalam mengkonsumsi suatu barang dan jasa. Indeks Daya Beli Masyarakat sebagai komponen utama IPM merupakan indikator dengan fluktuasi perubahan yang dinamis, sebab indeks ini sangat dipengaruhi oleh kondisi eksternal Kota Tarakan seperti kebijakan fiskal dan moneter. Terdapat beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap dinamika naik turunnya kekuatan daya beli masyarakat yaitu faktor pendapatan dan inflasi (tingginya harga barang dan jasa). Pengembangan potensi unggulan masyarakat, terutama sektor perdagangan dan jasa diharapkan mampu mendorong produktivitas dan pengembangan usaha-usaha yang dijalankan oleh masyarakat. Sebagaimana diketahui, sektor perdagangan dan jasa merupakan penyumbang terbesar PDRB Kota Tarakan.
Tujuan 6 : Mewujudkan infrastruktur kota yang memadai Sasaran Strategis 8 (SS8) :
Meningkatnya panjang jalan dalam kondisi baik
Untuk mengetahui pencapaian Sasaran Strategis 8 (SS8), diukur dengan menggunakan IKU 8, dengan hasil capaian sebagai berikut :
Tabel 3.18 Capaian IKU8 pada SS8 Tahun 2012
Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase (%)
Panjang jaringan jalan dalam kondisi baik
185 Km 178 Km 96,21
Sedangkan untuk mengetahui capaian kinerja pada RPJMD 2009-2014 sampai pada tahun ketiga (2012), dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 3.19 Capaian IKU8 pada SS8 RPJMD Tahun Ketiga (2012)
Indikator Kinerja
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Tarakan Tahun 2012
RPJMD
(2010) 2010 2011 2012
Kondisi Akhir RPJMD (2014)
Panjang jaringan jalan dalam kondisi baik
180 Km 180 Km 176 Km 178 Km 200 Km
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa realisasi akumulasi
sampai dengan Tahun 2012 dibandingkan dengan rencana akhir RPJMD pada Tahun 2014 menunjukkan angka 96,21% dengan kategori Baik Sekali. Capaian
kinerja ini merupakan capaian pada tahun ketiga RPJMD Kota Tarakan Tahun 2009-2014.
Belum tercapainya target capaian kinerja sampai 100% dikarenakan beberapa faktor, salah satunya adalah masalah sosial yang belum tuntas. Meningkatnya perbaikan infrastruktur penghubung dapat secara simultan digunakan untuk menggerakkan roda perekonomian. Penyediaan infrastruktur kota yang memadai terutama akses jalan dalam kondisi baik merupakan hak warga masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah karena infrastruktur merupakan faktor penunjang bagi aktivitas sehari-hari masyarakat di dalam suatu wilayah.
Sasaran Strategis 9 (SS9) :
Menjamin tidak ada pemadaman listrik bergilir
Untuk mengetahui pencapaian Sasaran Strategis 9 (SS8), diukur dengan menggunakan IKU 9, dengan hasil capaian sebagai berikut :
Tabel 3.20 Capaian IKU9 pada SS9 Tahun 2012
Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase (%)
Jumlah pemadaman listrik bergilir per minggu 3 kali dalam seminggu 3 kali dalam seminggu 0
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Sedangkan untuk mengetahui capaian kinerja pada RPJMD 2009-2014 sampai pada tahun ketiga (2012), dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 3.21 Capaian IKU9 pada SS9 RPJMD Tahun Ketiga (2012)
Indikator Kinerja
Kondisi Awal RPJMD
(2010)
Realisasi Capaian Kinerja Target
Kondisi Akhir RPJMD (2014)
2010 2011 2012
Jumlah pemadaman listrik bergilir per minggu 3 kali dalam seminggu 3 kali dalam seminggu 3 kali dalam seminggu 3 kali dalam seminggu Tidak ada pemadaman bergilir
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa realisasi akumulasi
sampai dengan Tahun 2012 dibandingkan dengan rencana akhir RPJMD pada Tahun 2014 menunjukkan tidak ada perkembangan. Hal ini disebabkan pasokan
gas yang dibutuhkan oleh PLN belum memenuhi standar untuk menggerakkan generator yang memerlukan daya sebesar 5 MW. Dalam kurun waktu 4 (empat) bulan kedepan, pemenuhan pasokan daya yang dibutuhkan PLN akan dipenuhi oleh pihak swasta melalui kesepakatan yang telah disetujui.
.Energi listrik masih berperan dominan dalam dalam kehidupan manusia. Kebutuhan listrik di Indonesia saat ini sebagian besar disuplai dari sumber energi fosil. Dalam beberapa waktu terakhir ini, harga bahan bakar minyak mengalami kenaikan yang sangat berarti, cadangan minyak bumi pun semakin menipis dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun mendatang. Cadangan batubara dan gas pun jumlahnya terbatas (unrenewable energy). Disamping itu saat ini terjadi pemanasan global akibat polusi yang ditimbulkan dari pembakaran sumber energi fosil, hal ini menuntut pemerintah mencari sumber energi alternatif yang bersih dan tidak terbatas untuk menghasilkan listrik. Pemanfaatan sumber energi alternatif merupakan sebuah keharusan pada saat ini dimana sumber-sumber energi yang berasal dari fosil terus berkurang kuantitasnya. Saat ini di Kota Tarakan sering terjadi pemadaman bergilir sebagai akibat dari kurangnnya pasokan energi dari sumber-sumber potensial yang ada di Kota Tarakan, misalnya ketersediaan pasokan gas. Dengan ketiadaan sumber energi lain maka masih akan sering terjadi
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Tarakan Tahun 2012
pemadaman listrik karena banyak hal terutama masalah pasokan energi listrik. Untuk itu Pemerintah Kota Tarakan bersama dengan komponen lainnya diharapkan dapat mencarikan solusi untuk mengatasi dan menjamin bahwa tidak ada pemadaman bergilir lagi.
Sasaran Strategis 10 (SS10) :
Terwujudnya pemanfaatan gas sebagai sumber energi rumah tangga
Untuk mengetahui pencapaian Sasaran Strategis 10 (SS10), diukur dengan menggunakan IKU 10, dengan hasil capaian sebagai berikut :
Tabel 3.22 Capaian IKU10 pada SS10 Tahun 2012
Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase (%)
Jumlah pemanfaatan gas sebagai sumber energi rumah tangga di kelurahan 0 kelurahan 0 Kelurahan 0
Sedangkan untuk mengetahui capaian kinerja pada RPJMD 2009-2014 sampai pada tahun ketiga (2012), dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 3.23 Capaian IKU10 pada SS10 RPJMD Tahun Ketiga (2012)
Indikator Kinerja
Kondisi Awal RPJMD
(2010)
Realisasi Capaian Kinerja Target
Kondisi Akhir RPJMD (2014)
2010 2011 2012
Jumlah pemanfaatan gas sebagai sumber energi rumah tangga di kelurahan 0 kelurahan 0 kelurahan 2 kelurahan 0 Kelurahan 2 kelurahan
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa realisasi akumulasi
sampai dengan Tahun 2012 dibandingkan dengan rencana akhir RPJMD pada Tahun 2014 menunjukkan belum ada capaian kinerja.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Sumber energi alternatif merupakan sebuah keharusan pada saat ini dimana sumber-sumber energi yang berasal dari fosil terus berkurang kuantitasnya. Terwujudnya pemanfaatan gas sebagai energi rumah tangga diharapkan mampu menjadi sumber energi alternatif lain bagi masyarakat Kota Tarakan dalam memenuhi kebutuhan energinya. Pemerintah Kota Tarakan menargetkan sampai dengan Tahun 2014 terdapat 2 (dua) kelurahan sebagai pilot project dalam pemanfaatan gas sebagai energi rumah tangga menggantikan bahan bakar minyak tanah dan gas tabung.
Selain target 2 (dua) kelurahan tersebut, pemerintah daerah merencanakan untuk menyalurkan energi gas ke 2 (dua) kelurahan lain. Perencanaan penerapan pemanfaatan gas sebagai energi rumah tangga untuk 2 (dua) kelurahan lainnya tersebut, telah dilaksanakan pada Tahun 2012. Diharapkan secara bertahap perencanaan tersebut dapat diimplementasikan.
Sasaran Strategis 11 (SS11) :
Meningkatnya cakupan layanan air bersih
Untuk mengetahui pencapaian Sasaran Strategis 11 (SS11), diukur dengan menggunakan IKU 11, dengan hasil capaian sebagai berikut :
Tabel 3.24 Capaian IKU11 pada SS11 Tahun 2012
Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase (%)
Persentase
jumlah cakupan layanan air bersih
47,52 % 55 % 116
Sedangkan untuk mengetahui capaian kinerja pada RPJMD 2009-2014 sampai pada tahun ketiga (2012), dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Tarakan Tahun 2012
Tabel 3.25 Capaian IKU11 pada SS11 RPJMD Tahun Ketiga (2012)
Indikator Kinerja
Kondisi Awal RPJMD
(2010)
Realisasi Capaian Kinerja Target
Kondisi Akhir RPJMD (2014)
2010 2011 2012
Persentase jumlah cakupan layanan air bersih
30 % 30 % 42 % 55 % 65 %
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa realisasi akumulasi
sampai dengan Tahun 2012 dibandingkan dengan rencana akhir RPJMD pada Tahun 2014 menunjukkan angka 65%, dengan kategori cukup. Capaian kinerja
ini merupakan capaian pada tahun ketiga RPJMD Kota Tarakan Tahun 2009-2014.
Meningkatnya cakupan layanan air bersih memiliki peranan penting sebagai roda penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Tersedianya infrastruktur air bersih akan menunjang aktivitas wilayah dan masyarakat yang ada di dalamnya dan memperbaiki derajat kesehatan masyarakatnya. Kondisi infrastruktur seperti air bersih serta sarana prasarana lainnya masih belum memadai kebutuhan masyarakat dan standar yang berlaku. Untuk itu Pemerintah Kota Tarakan telah menetapkan sasaran peningkatan cakupan layanan air bersih menjadi 65 %.
Sasaran Strategis 12 (SS12) :
Berkurangnya wilayah genangan air/banjir
Untuk mengetahui pencapaian Sasaran Strategis 12 (SS12), diukur dengan menggunakan IKU 12, dengan hasil capaian sebagai berikut :
Tabel 3.26 Capaian IKU12 pada SS12 Tahun 2012
Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase (%)
Luas wilayah kebanjiran
12 titik 8 titik 65
Sedangkan untuk mengetahui capaian kinerja pada RPJMD 2009-2014 sampai pada tahun ketiga (2012), dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Tabel 3.27 Capaian IKU12 pada SS12 RPJMD Tahun Ketiga (2012)
Indikator Kinerja
Kondisi Awal RPJMD
(2010)
Realisasi Capaian Kinerja Target
Kondisi Akhir RPJMD (2014)
2010 2011 2012
Luas wilayah kebanjiran
17 titik 17 titik 8 titik 8 titik 9 titik
Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa realisasi akumulasi
sampai dengan Tahun 2012 dibandingkan dengan rencana akhir RPJMD pada Tahun 2014 menunjukkan angka 6 5 %, dengan kategori cukup. Capaian kinerja
ini merupakan capaian pada tahun ketiga RPJMD Kota Tarakan Tahun 2009-2014.
Pada dasarnya banjir itu disebabkan oleh luapan aliran air yang terjadi pada saluran atau sungai. Dalam banyak konsep, wilayah banjir atau genangan air adalah wilayah yang aliran air sungainya mengalir melampaui kapasitas tampung sungai dan dengan demikian aliran air sungai tersebut akan melewati tebing sungai dan menggenangi daerah di sekitarnya.
Permasalahan genangan air atau banjir yang kadang ditemui di beberapa titik di Tarakan menjadi salah satu hal yang diprioritaskan dalam pembangunan lima tahun 2009-2014. Genangan air atau banjir sesaat di beberapa titik seperti di Sebengkok, dekat Masjid Nurul Faizin, Selumit Dalam, Markoni dan Asrama 613, umumnya terjadi akibat meluapnya air pada saat hujan deras, sementara daya tampung parit lebih kecil dari volume air atau karena posisi air buangan yang lebih rendah dibandingkan posisi air laut.
Sasaran Strategis 13 (SS13) :
Terjaganya kelestarian kawasan lindung
Untuk mengetahui pencapaian Sasaran Strategis 13 (SS13), diukur dengan menggunakan IKU 13, dengan hasil capaian sebagai berikut :
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Tarakan Tahun 2012
Tabel 3.28 Capaian IKU13 pada SS13 Tahun 2012
Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase (%)
Luas kawasan lindung
8.505,32 Ha 8.537,32 Ha 100,38
Sedangkan untuk mengetahui capaian kinerja pada RPJMD 2009-2014 sampai pada tahun ketiga (2012), dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 3.29 Capaian IKU13 pada SS13 RPJMD Tahun Ketiga (2012)
Indikator Kinerja
Kondisi Awal RPJMD
(2010)
Realisasi Capaian Kinerja Target
Kondisi Akhir RPJMD (2014) 2010 2011 2012 Luas kawasan lindung 8.505,32 Ha 8.505,32 Ha 8.505,32 Ha 8.537,32 Ha 8.565,32 Ha
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa pencapaian sasaran Terjaganya kelestarian kawasan lindung telah menunjukkan capaian kinerja yang sangat baik.
Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup sebagai upaya sadar dan terencana yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber daya kedalam proses pembangunan. Melaksanakan pembangunan berkelanjutan di Kota Tarakan dilakukan dengan meningkatkan infrastruktur kota dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup kota. Upaya untuk menjaga kelestarian kawasan lindung dari 8.505,32 Ha menjadi 8.565,32 Ha untuk memberi ruang bagi masyarakat untuk memanfaatkan dan memadukan lingkungan hidup, termasuk