• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A. Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2012

2. Capaian Indikator Makro

Tujuan pembangunan Kota Tarakan telah ditetapkan dan dituangkan dalam pernyataan visi dan misi. Hal ini memberikan kejelasan bahwa arah pembangunan Kota Tarakan telah disusun dalam suatu kebijakan yang bertahap, terstruktur dan berkesinambungan. Oleh karena kebijakan yang telah ditetapkan dalam kerangka kinerja pembangunan daerah harus dapat menginformasikan sejauhmana kebijakan tersebut dalam mendukung tujuan pembangunan itu sendiri. Adapun representasi ketercapaian tujuan pembangunan daerah tersebut dituangkan dalam indikator makro pembangunan daerah yang akhirnya bermuara terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Atas dasar telah ditetapkannya indikator tersebut, maka kinerja pembangunan daerah dapat diukur melalui informasi gambaran ketercapaian dan permasalahan yang terjadi dari setiap indikator makro. Persoalan yang perlu dicermati bersama adalah ketercapaian setiap indikator makro tersebut yang merupakan akumulasi dari peran serta seluruh stakeholder pembangunan yang meliputi : Pemerintah, Swasta dan Masyarakat. Oleh karena itu dalam menyikapi kinerja kebijakan pemerintah dalam konstelasi pencapaian indikator makro, perlu diterjemahkan terlebih dahulu kerangka pikir kontribusi kebijakan dan pelaku terhadap capaian indikator makro tersebut. Sehingga gambaran pencapaian indikator makro merupakan hasil kinerja dari seluruh pelaku pembangunan.

Kondisi realiasi IPM Kota Tarakan Tahun 2009 hingga 2010/2011 menunjukkan hasil di atas rata-rata kabupaten/kota dalam Provinsi Kalimantan Timur. Demikian juga kondisi realisasi indikator makro untuk AMH, RLS, AHH dan LPE menunjukkan nilai di atas rata-rata Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini berarti bahwa usaha peningkatan IPM yang dilakukan melalui peningkatan usaha pada bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi di Kota Tarakan relatif

lebih berhasil di banding kabupaten/kota lain dalam wilayah Provinsi Kalimantan Timur.

Tabel 3.1

Perbandingan Target dan Realisasi Indikator Makro Kota Tarakan Tahun 2012

No Indikator Makro Target 2012 Realisasi

Tahun 2012

1. Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi

a. Jumlah Penduduk (jiwa) - 215.808 b. LPP (%/tahun) 5,43 c. LPE (%) 7-8 7,79 d. Inflasi (%) 4,6 5,99 e. Gini Ratio - 0,13 ** f. PDRB / Perkapita (Juta rupiah/tahun) * - 29,30 g. Daya Beli (Rp/Bulan) - 653,76

2. Kesejahteraan Sosial

Pendidikan

a. AMH (%) - 97,99 ** b. RLS (tahun) - 9,4 **

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Tarakan Tahun 2012

c. APM - SD/MI/Paket A - SMP/MTs/Paket B - SMU/MA/Paket C - - - - 95,04 - 66,74 - 73,7 d. APK - SD/MI/Paket A - SMP/MTs/Paket B - SMU/MA/Paket C - - - - 112,99 - 103,25 - 96,3 3. Kesehatan AHH 72,10 72,10 4. Kemiskinan

Persentase penduduk miskin (%)

8,71 8,20 **

5. Ketenagakerjaan

Angka Partisipasi Angkatan kerja (%)

6. Keuangan Daerah

a. PAD (milyar) 93.369.970.967 80.711.785.945 b. Dana Perimbangan (milyar) 1.342.481.332.429 973.938.049.789 c. Lain-Lain Pendapatan Yang Sah (milyar) 165.310.334.200 101.715.448.633 d. APBD (milyar) 576.630.173.000 165.262.207.581

7. IPM - 77,19 **

Sumber : Bappeda Kota Tarakan, BPS Kota Tarakan, 2012. **) Angka IPM Kota Tarakan Tahun 2012 (BPS Kaltim 2011)

Pada tabel di atas terlihat bahwa tingkat pencapaian aspek penanggulangan kemiskinan masih belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan, untuk itu pada tahun-tahun berikutnya program dan kegiatan yang dilaksanakan harus difokuskan pada upaya pencapaian indikator makro aspek penanggulangan kemiskinan dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. Dilihat dari pencapaian Indeks Pembangunan Manusia IPM, angka sementara pada Tahun 2012 berdasarkan data rilis BPS Kalimantan Timur mencapai 77,19 %. Sedangkan berkenaan dengan data penduduk miskin masih menunjukkan perbedaan angka kemiskinan, hal ini disebabkan perbedaan kriteria kemiskinan dari masing-masing instansi.

Dalam upaya pembangunan kapasitas sumberdaya manusia Kota Tarakan, guna menjawab tuntutan dan perkembangan dunia global yang

semakin kompetitif, Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas memiliki peran yang paling besar. SDM yang handal akan mampu menghasilkan

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

sesuatu yang berkualitas dan mampu bersaing. Peranan pendidikan dalam hal ini dianggap cukup menonjol karena pendidikan yang bermutu akan diperoleh pada sekolah yang bermutu dan sekolah yang bermutu akan menghasilkan SDM yang bermutu pula. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Pendidikan dengan bantuan Pemerintah Pusat melaksanakan program Kota vokasi, dimana program ini menitikberatkan pada penambahan kemampuan dan keterampilan siswa-siswa SMK dalam teknologi yang mempunyai nilai jual di pasar.

Produk-produk yang telah dihasilkan oleh siswa-siswa SMK melalui program Kota Vokasi ini diantaranya adalah merakit Komputer PC dan Laptop

dengan merk Forsa SMK yang memiliki peluang pasar yang cukup baik, dibidang otomotif sepeda motor dengan merk Kanzen, SMK telah mampu

menjual beberapa unit sepeda motor ke pasaran serta produk alat mesin pertanian yang berupa mesin perontok gabah juga telah dapat diproduksi oleh siswa-siswa SMK melalui Kota Vokasi ini. Pemerintah Kota Tarakan dalam mendukung perkembangan program ini sedang membangun teaching factory sebagai tempat produksi dan inovasinya.

Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi Kota Tarakan semenjak tiga tahun terakhir mengalami peningkatan, pada Tahun 2012 Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) sebesar 7,79 % mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya yaitu sebesar 7,63 % pada Tahun 2011.

Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Tarakan pada Tahun 2011 sudah berada di atas Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Provinsi Kalimantan Timur yang tumbuh sebesar 3,93 %. PDRB Kota Tarakan Tahun 2011 adalah sebesar Rp 7,96 Trilyun Rupiah (jika dihitung atas dasar harga berlaku), sementara apabila dihitung atas dasar harga konstan tahun 2000 maka nilainya sebesar 2,85 Trilyun Rupiah. Besar PDRB tersebut ditunjang dengan Laju Pertumbuhan Ekonomi pada tahun 2012 sebesar 7,79 %. Kontribusi terbesar terhadap PDRB Kota Tarakan didominasi oleh sektor Perdagangan, Hotel dan Restaurant yaitu sebesar 42,47 %. Hal ini menunjukkan bahwa sumber mata

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kota Tarakan Tahun 2012

pencaharian utama masyarakat Kota Tarakan adalah pedagang dan karyawan swasta yang menyerap tenaga kerja dari sektor perdagangan, hotel dan restaurant. Selain itu Tarakan sebagai kota transit dan perdagangan juga telah menunjukkan kelasnya sebagai kota yang memberikan mata pencaharian utama bagi masyarakatnya melalui sektor perdagangan, hotel dan restaurant. Kontribusi kedua terbesar adalah di sektor Industri Pengolahan yaitu sebesar 14,78 % dan diikuti oleh sektor pertanian sebesar 11,78 %.

PDRB Kota Tarakan Tahun 2009-2011 untuk setiap sektornya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.2 PDRB Kota Tarakan

Menurut Kelompok Sektor Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2008 - 2011

Kelompok Sektor 2008 2009 2010 2011*)

1. Sektor Primer

a. Pertanian 11,30 11,58 11,47 11,78 b. Pertambangan & Penggalian 9,42 6,45 5,99 5,89

2. Sektor Sekunder

a. Industri Pengolahan 15,27 16,61 15,75 14,78 b. Listrik, Gas & Air Bersih 1,76 1,67 1,66 1,53 c. Bangunan 3,76 3,57 3,48 3,34

3. Sektor Tersier

a. Perdagangan, Hotel & Restoran 38,14 39,84 41,48 42,47 b. Pengangkutan dan Komunikasi 8,72 8,93 9,05 8,94 c. Keuangan, Jasa

Perusahaan 6,24 6,11 6,00 6,18 d. Jasa-jasa 5,39 5,23 5,12 5,08

PDRB Kota Tarakan 100,00 100,00 100,00 100,00

Catatan: *) Angka sementara

Bila diamati untuk setiap sektor, pada tabel terlihat bahwa kontributor utama yang mendukung PDRB Kota Tarakan adalah pada Sektor Tersier terutama pada sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran. Dalam tiga tahun terakhir sektor ini memberikan kontibusi terbanyak untuk PDRB Kota T a r a ka n . Gambar berikut cukup jelas memperlihatkan kontribusi sektor Perdagangan, Hotel dan restoran yang terkover dalam sektor tersier.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

Berdasarkan kontribusi sektor terhadap PDRB Kota T a r a ka n , sektor

perdagangan dan jasa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Kota Tarakan. Secara umum peranan sektoral Perekonomian Kota T a r a k a n

(2010-2011). Atas Dasar Harga Konstan rata-rata didominasi oleh sektor tersier (62,67%), kemudian diikuti oleh sektor sekunder (19,65%), dan terakhir sektor primer (17,67%). Besarnya peranan sektor tersier tersebut disumbang oleh :

1. Sektor perdagangan hotel restoran (42,47 %), 2. Sektor angkutan dan komunikasi (8,94 %), 3. Sektor jasa-jasa (5,08 %) dan

4. Sektor perbankan dan lembaga keuangan (6,18 %).

Gambar 3.1

Kontribusi sektor terhadap PDRB Kota Tarakan

Dokumen terkait