• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Perusahaan

PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang adalah perusahaan distributor barang-barang konsumsi kebutuhan sehari-hari (consumers goods). Barang-barang-barang yang didistribusikan adalah hasil produksi dari PT Wings Surya dan PT Sayap Mas Jakarta. Perusahaan berdiri sejak 7 Maret 1988 dengan daerah pemasaran di wilayah Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, sebagian Kabupaten Grobongan dan Kabupaten Rembang. Pada awal berdirinya, usaha ini sebagai sebuah usaha yang biasa saja, namun kemudian berkembang menjadi perusahaan yang optimal dalam penyediaan segala macam kebutuhan-kebutuhan konsumen. PT Intidaya Rajawali Mulia memiliki 3 kantor cabang dan gudang di Jl. Raya Terboyo No 17 Komplek Terboyo Megah Genuk, Semarang (kantor mula-mula), kemudian di Tugu Eijaya III/I Kawasan Industri Wijaya Kusuma, Kelurahan Randugarut, Kecamatan Tugu Semarang Barat dan kantor cabang di Kota Rembang.

Auditor internal PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang adalah auditor yang bekerja dalam perusahaan dengan tugas utama menentukan apakah kebijakan dan

41 prosedur yang ditetapkan manajemen puncak telah dipenuhi, menentukan bagaimana penjagaan terhadap aset dan kekayaan perusahaan, menentukan efisiensi dan efektivitas prosedur kegiatan dalam perusahaan serta menentukan keandalan informasi yang dihasilkan dalam perusahaan. Pada prakteknya, pada perusahaan ini masih ditemui kecurangan atau fraud seperti memanipulasi nota dan penggelapan atau pencurian barang dan uang. Terjadinya penggelapan atau pencurian barang dan uang dalam internal perusahaan menunjukkan lemahnya penjagaan aset dan kekayaan perusahaan.

Visi Misi dan Struktur Organisasi Perusahaan

Visi PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang yaitu menjadi perusahaan

consumer product di Indonesia yang terbesar, paling disegani, paling menarik dan

yang terkelola dengan baik serta menjadi salah satu pemain global. Untuk mewujudkan visi tersebut, PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang mempunyai misi untuk memperbaiki dan meningkatkan standar hidup serta kualitas hidup masyarakat.

Struktur organisasi yang diterapkan oleh PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang dalam mengatur manajemennya adalah struktur organisasi garis, yang menunjukkan kekuasaan tertinggi terletak pada pimpinan perusahaan. Bersama dengan pimpinan, general manager mengkoordinir seluruh aktivitas perusahaan, menentukan kebijakan perusahaan dan mengawasi perusahaan, serta didukung dengan adanya staf yang membantu, memberi usulan, saran, dan masukan kepada pimpinan.

Kegiatan audit internal telah dilakukan pada PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang, namun pada struktur organisasi posisi auditor internal tidak tercantum secara teknis karena kegiatan audit internal perusahaan masih dilakukan secara manual. Maka dari itu pihak manajemen mempercayakan pelaksanaan audit internal kepada orang-orang yang terbentuk dalam suatu tim audit internal yang ditunjuk oleh manajemen, yang dianggap berkompeten dalam bidang audit. Namun demikian segala bentuk tanggung jawab auditor internal langsung dibawah dewan direksi dan

42 bersifat independen. Berikut ini adalah gambar 2 dan gambar 3 yang menunjukkan struktur organisasi dari PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang:

Gambar 2

43

Gambar 3

Struktur Organisasi Kantor Cabang PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang Kedudukan Audit Internal dalam Perusahaan

44 Dalam rangka menjaga dan mengawasi jalannya kegiatan usaha agar terhindar dari kecurangan, PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang mempunyai satuan pengawas baik dari pihak internal maupun pihak eksternal. Pengawasan dari pihak eksternal berasal dari Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ditunjuk oleh perusahaan. Sedangkan pengawasan internal perusahaan ditangani oleh pihak-pihak yang menurut manajemen dianggap berkompeten dalam menangani kegiatan audit internal yang terbentuk dalam suatu tim, meskipun tidak tercantum secara teknis dalam struktur organisasi perusahaan.

Pelaksanaan audit internal pada PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang dilaksanakan beberapa kali dalam setahun sesuai kebutuhan perusahaan. Pelaksanaan audit tersebut dilakukan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu berdasarkan rencana audit serta pertimbangan Dewan Direksi.

Pelaksanaan Pekerjaan Audit Internal Pada PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang

Dalam pelaksanaan pekerjaan pemeriksaan audit internal pada PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang, terbagi 3 (tiga) tahap yaitu tahap perencanaan audit, pelaksanaan audit serta pelaporan dan tindak lanjut. Berikut adalah rincian tahapan pelaksanaan pekerjaan audit internal, yaitu:

1. Perencanaan Audit

Perencanaan audit (audit planning) merupakan langkah pertama yang dilakukan oleh auditor internal PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang sebelum melakukan pekerjaan audit. Rencana audit harus memperoleh persetujuan dari Dewan Direksi terlebih dahulu sebelum dilakukan pengesahan. Rencana audit yang telah disetujui, ini akan digunakan sebagai acuan pelaksanaan audit. Dalam hal ini, rencana audit harus memperhatikan kepentingan dan tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan.

2. Pelaksanaan Audit

Pelaksanaan audit internal pada PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang dilakukan lebih dari satu kali dalam setahun sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Biasanya audit akan dilaksanakan secara mendadak pada waktu

45 yang tidak terduga. Pelaksanaan audit internal pada PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang lebih menitikberatkan pada sistem dan kegiatan operasional perusahaan. Hal ini dikarenakan audit atas kepatuhan belum diterapkan pada perusahaan ini dan sepenuhnya masih berada di bawah tanggung jawab HRD atau personalia.

Pengujian dilakukan dengan menyusun daftar pertanyaan audit untuk memperoleh informasi yang ada, selanjutnya evaluasi apakah kinerja dari objek yang direview sudah berjalan sesuai prosedur seharusnya. Dalam hal ini kompetensi, objektivitas dan integritas auditor sangat menentukan sejauh mana laporan audit dapat membantu perusahaan dalam menemukan kecurangan, serta tingkat efektivitas dan efisiensi atas kegiatan operasi untuk meningkatkan kualitas perusahaan. Meskipun tim audit internal yang ada pada PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang bukan merupakan auditor senior,

namun mereka selalu berusaha meningkatkan kompetensi dalam

melaksanakan audit sehingga mampu menjadikan tim audit yang dapat diandalkan sesuai dengan kriteria yang diharapkan perusahaan, dan sejauh ini belum pernah terjadi kesalahan yang merugikan perusahaan.

Posisi auditor internal PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang tidak terstruktur dalam organisasi perusahaan. Namun tanggung jawab mereka berada langsung dibawah Dewan Direksi dan bersifat independen. Kegiatan audit yang dilakukan hanya terbatas pada tingkat manajemen di bawah Dewan Direksi dan tim audit tidak mempunyai wewenang yang cukup untuk melaksanakan audit pada tingkat Direksi.

3. Pelaporan dan Tindak Lanjut

Setelah pelaksanaan audit, auditor internal menyusun laporan audit untuk diserahkan kepada Dewan Direksi. Hasil dari laporan audit internal pada PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang dicetak dalam bentuk dokumen dan dilaporkan langsung kepada Dewan Direksi. Laporan yang diserahkan antara lain:

46 Persentase (%) Persentase (%) Persentase (%) Persentase (%) Persentase (%) Persentase (%) 22-33 5 62,5 Perempuan 4 50 SMA 2 25 Pernah 1 12,5 Pimpinan 2 25 1-10 5 62,5 34-45 3 37,5 Laki-laki 4 50 D3 0 0

Tidak

Pernah 7 87,5

Auditor

Internal 6 75 >10 3 37,5 Jumlah 8 100 Jumlah 8 100 S1 3 37,5 Jumlah 8 100 Jumlah 8 100 Jumlah 8 100

S2 3 37,5 Jumlah 8 100 Jumlah Responden Lama Kerja (tahun) Jumlah Responden Jumlah Responden Jumlah Responden Tingkat Pendidikan Jumlah Responden Pendidikan Profesi Auditor Jumlah Responden Jabatan Usia (tahun) Jenis Kelamin

Laporan ini berisi mengenai uraian ketidaksesuaian yang terjadi pada objek yang telah diaudit dan mencantumkan tindakan koreksi atau pencegahan yang dapat dilakukan sebagai saran perbaikan dan pencegahan atas ketidaksesuaian tersebut.

b. Laporan Observasi atau Saran

Laporan ini berisi tentang uraian observasi atas kegiatan operasional yang telah dilakukan oleh suatu bagian yang telah diaudit pada perusahaan.

c. Laporan Penilaian (Assessment)

Pada laporan ini, auditor internal akan mencantumkan rangkuman hasil assessment atau penilaian atas hasil audit, serta memberikan rekomendasi dan kesimpulan dari hasil assessment tersebut.

d. Laporan Hasil Audit Internal

Laporan terakhir yang disampaikan kepada Dewan Direksi yaitu laporan hasil audit yang berisi hasil akhir dari audit internal yang telah dilakukan beserta rekomendasinya. Tanggung jawab auditor internal pada PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang hanya terbatas sampai penyampaian rekomendasi atas hasil audit. Sedangkan tindak lanjut atas hasil dari kegiatan audit sepenuhnya ditangani oleh Dewan Direksi.

Gambaran Umum Responden

Berikut adalah data profil responden di PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang:

Tabel 4 Profil Responden

47 Sumber : Data Primer Diolah, 2017

Tabel 4 di atas menunjukkan 62,5% responden berusia 22-33 tahun dengan persentase jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang sama dan tingkat pendidikan pada tingkat S1 (37,5 %) dan S2 (37,5%). 87,5% auditor internal PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang tidak pernah mengikuti pendidikan profesi auditor. 75% responden memiliki jabatan sebagai auditor internal dengan lama bekerja 1-10 tahun.

Selain itu, kemampuan professional auditor internal PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang masih belum maksimal. Jika dilihat dari tingkat pendidikan responden autditor internal pada jenjang pendidikan SMA dan 87,5% responden tidak mengikuti pendidikan profesi auditor. Kemudian pada ruang lingkup dan jobdesk auditor internal pada PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang menunjukkan tugas dan tanggung jaeab dalam pelaksanaan aktivitas mendeteksi dan mencegah terjadinya kecurangan (fraud) pada perusahaan. Aktivitas tersebut dilakukan dengan menganalisis item yang ada dalam laporang keuangan, menganalisis penyalahgunaan aset dan dugaan korupsi. Selain itu aktivitas pencegahan yang dilakukan auditor internal meliputi lima metode diantaranya good recruitment procedure, independent

checks over work, regular staff meetings, an employee code of conduct dan good communication.

Dalam pelaksanaan kegiatan pemeriksaan auditor internal PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang tidak melakukan seluruh prosedur pemeriksaan dalam aktivitas untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya fraud pada perusahaan. Untuk manajemen audit internal PT Intiday Rajawali mulia Semarang belum maksimal dilihat dari pendidikan dan kualifikasi auditor internal dalam perusahaan tersebut.

48 Untuk mengidentifikasi aktivitas auditor internal dalam mendeteksi kecurangan (fraud), berikut adalah Tabel 5 yang menunjukkan seberapa besar aktivitas yang dilakukan auditor internal dalam mendeteksi kecurangan dalam laporan keuangan:

Tabel 5

Aktivitas Auditor Internal Dalam Mendeteki Kecurangan dalam Laporan Keuangan

Keterangan Indikator Peran Auditor Internal Jumlah (org)

Ya % Tidak%

Analisis akun penjualan Auditor mengidentifikasi terjadinya 8 100 - - kecurangan pada akun penjualan dengan

meneliti faktur penjualan, daftar saldo piutang baik dari segi pelunasan maupun adanya retur terhadap barang yang

bersangkutan, kemudian apabila ditemukan kejanggalan dapat ditindak lanjuti dengan melakukan observasi,konfirmasi, dan penelusuran-penelusuran terhadap dokumen-dokumen yang bersangkutan.

Analisis akun pendapatan Dilakukan pemeriksaan secara detail 8 100 - -

pada laporan penerimaan kas (baik dengan metode vouching maupun tracing).

1. Menganalisis Analisis akun pembelian Mendeteksi kecurangan menggunakan 8 100 - - hubungan antara faktur pembelian, data pemasok, rekening

item-item yang ada hutang, serta membandingkan data dalam laporan untuk memastikan keakuratan data laba rugi dan kebenaran laporan tersebut, dan

kemudian melakukan verifikasi pada buku besar.

Analisis akun-akun beban Melakukan pengecekan pada 8 100 - - dokumen-dokumen atau bukti kas keluar

seperti cek-cek, daftar/nota beban-beban dari perusahaan tersebut.

49

Analisis akun pengeluaran Melakukan wawancara terhadap pihak 8 100 - - lainnya manajemen perusahaan untuk

memastikan proses aliran transaksi pengeluaran yang terjadi dalam perusahaan

Analisis akun penerimaan

lainnya - - 8 100

Analisis akun aktiva Auditor mendeteksi kecurangan dalam 8 100 - - lancar dokumen berupa daftar dan rincian laporan

Analisis akun aktiva tetap dari akun-akun kemudian mengidentifikasi 8 100 - - 2. Menganalisis Analisis akun kewajiban kecurangan dengan melakukan 8 100 - - hubungan antara jangka pendek pengecekan terhadap laporan

Item-item yang Analisis akun kewajiban keuangan dan dokumen terkait 8 100 - - ada dalam jangka panjang pos-pos dari akun-akun tersebut.

laporan neraca Analisis akun ekuitas 8 100 - - Analisis aktiva tidak - - 8 100 berwujud

Keterangan Indikator Peran Auditor Internal Jumlah (org) Ya % Tidak %

Analisis arus kas dari Auditor internal mengidentifikasi 8 100 - - 3. Menganalisis aktivitas operasi kecurangan pada akun tersebut

hubungan antara Analisis arus kas dari dengan mengecek dan menemukan 8 100 - - item-item yang aktivitas investasi bukti atas kebenaran dan keakuratan

ada dalam Analisis arus kas dari data terkait arus kas perusahaan 8 100 - - laporan arus kas aktivitas pendanaan berdasarkan aktivitas operasi, investasi

dan pendanaan.

Analisis perolehan laba Auditor mengidentifikasi kecurangan 8 100 - - setiap tahun pada akun tersebut dengan melakukan

perbandingan antara laba dari tahun sebelum dan tahun berjalan, apakah terjadi perbedaan

4. Menganalisis yang jauh atau tidak.

persentase-persentase Analisis besarnya pajak Identifikasi kecurangan dilakukan 8 100 - - perubahan item terutang setiap tahun dengan melakukan cek laporan

keuangan selama keuangan dan perhitungan kembali beberapa periode terkait pajak terutang perusahaan. laporan

Analisis besarnya Identifikasi kecurangan dilakukan 8 100 - - biaya-biaya lain dengan mengecek laporan keuangan

dan penelusuran terkait pos-pos pembiayaan perusahaan

Rasio likuiditas/ Mengidentifikasi terjadinya kecurangan 8 100 - - Current ratio dengan mengecek perbandingan aktiva

lancar dengan hutang lancar. Auditor akan memeriksa apakah rasio sudah memenuhi 1:1, jika ya maka aktiva lancar dapat menutupi semua hutang lancar. Memastikan aktiva lancar harus jauh di atas jumlah hutang lancar.

50 Rasio likuiditas/

Quick ratio - - 8 100

Rasio Solvabilitas/ Mengidentifikasi kecurangan dengan 8 100 - - rasio hutang memeriksa apakah rasio ini besar atau

terhadap ekuitas kecil. Memastikan bahwa besarnya hutang tidak boleh melebihi modal sendiri agar beban etapnya tidak terlalu tinggi.

5. Menganalisi Rasio Solvabilitas/ - - 8 100

item dalam rasio hutang laporan terhadap harta

keuangan

melalui Rasio rentabilitas/ Mengidentifikasi kecurangan dengan 8 100 - - perhitungan Net profit margin memeriksa apakah rasio ini tinggi atau

rasio rendah. Sehingga perusahaan dapat menghasilkan laba yang tinggi.

Keterangan Indikator Peran Auditor Internal Jumlah (org) Ya % Tidak %

Rasio rentabilitas/ - - 8 100

return on investment

Rasio rentabilitas/ - - 8 100

return on equity

Rasio aktivitas/ Mengidentifikasi terjadinya kecurangan 8 100 - - perputaran persediaan pada akun tersebut dengan melakukan

pemeriksaan terkait tinggi rendahnya rasio ini. Semakin tinggi perputaran persediaan maka menunjukkan modal kerja yang tertanam dalam persediaan semakin rendah.

Rasio aktivitas/ - - 8 100

perputaran aktiva tetap

Rasio aktivitas/ - - 8 100

perputaran total aktiva Sumber : Data Primer Diolah, 2017

Tabel 5 menunjukkan auditor internal melakukan aktivitas deteksi kecurangan laporan keuangan dengan menganalisis 5 aspek, yaitu menganalisis hubungan antara item-item yang ada dalam laporan laba rugi, neraca, arus kas serta menganalisis persentase perubahan item laporan keuangan selama beberapa periode dan melalui perhitungan rasio.

51 Dalam menganalisis hubungan antara item-item yang ada dalam laporan laba rugi, auditor internal mendeteksi kecurangan dengan melakukan analisis pada item laba rugi seperti akun penjualan, pendapatan, pembelian, akun-akun beban, pengeluaran lainnya dan penerimaan lainnya. Sebanyak 100% responden sudah melakukan analisis pada akun penjualan, pendapatan, pembelian, akun beban dan pengeluaran lainnya, sedangkan pada akun penerimaan lainnya seluruh responden auditor internal tersebut tidak melakukan analisis. Dalam prakteknya seluruh akun penerimaan lainnya sudah dimasukkan dalam komponen akun pendapatan sehingga dalam laporan laba rugi tidak ditemui akun penerimaan lainnya.

Aktivitas auditor internal dalam mendeteksi kecurangan pada akun penjualan, dokumen yang digunakan adalah faktur penjualan. Dalam akun pendapatan, peran auditor dalam mendeteksi kecurangan, dokumen yang digunakan berupa laporan penerimaan kas.

Sama halnya dalam akun pembelian, peran auditor dalam mendeteksi kecurangan menggunakan faktur pembelian, data pemasok, rekening hutang, serta membandingkan data untuk memastikan keakuratan data dan kebenaran laporan tersebut, dan kemudian melakukan verifikasi pada buku besar. Dalam akun beban-beban dan akun pengeluaran lainnya auditor internal menggunakan daftar atau nota-nota beban-beban, bukti pengeluaran lain-lain perusahaan seperti bukti kas keluar, cek-cek, dan daftar atau nota beban-beban.

Aktivitas auditor internal dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan pada item-item yang ada dalam laporan neraca menunjukkan terdapat 75% responden tidak melakukan analisis pada aktiva tidak berwujud. Hal ini karena pada perusahaan PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang tidak memiliki akun pada aktiva tidak berwujud. Sisanya, sebesar 100% responden melakukan analisis pada akun aktiva lancar, aktiva tetap, kewajiban jangka pendek, kewajiban jangka panjang dan ekuitas. Auditor internal mendeteksi kecurangan dalam

dokumen berupa daftar dan rincian laporan dari akun-akun kemudian mengidentifikasi kecurangan dengan melakukan pengecekan terhadap laporan keuangan dan dokumen terkait pos-pos dari akun-akun tersebut.

52 Semua responden melakukan analisis hubungan antara item-item yang ada dalam laporan arus kas diantaranya arus kas dari operasi, investasi, dan pendanaan. Dalam arus kas dari operasi, investasi maupun pendanaan dokumen audit yang digunakan berupa laporan arus kas, daftar rincian laporan dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dalam perusahaan.

Pada analisis terkait dengan persentase-persentase perubahan item laporan keuangan selama beberapa periode laporan diantaranya dalam perolehan laba setiap tahun, besarnya pajak terutang setiap tahun dan juga besarnya biaya-biaya lain. Dalam perolehan laba setiap tahun dokumen yang diperiksa berupa laporan laba perusahaan beserta dokumen-dokumen rincian perolehan laba. Dalam besarnya pajak terutang dokumen yang diperiksa laporan pajak perusahaan beserta rincian pajak terutang setiap tahun. Besarnya biaya-biaya lain dokumen yang digunakan berupa laporan pembiayaan perusahaan serta rinciannya.

Terakhir, pada analisis item dalam laporan keuangan melalui perhitungan rasio diantaranya pada current ratio, rasio hutang terhadap ekuitas, net profit margin, dan perputaran persediaan. Sedangkan semua responden tidak melakukan analisis pada quick ratio, rasio hutang terhadap harta, ROI, ROE, perputaran aktiva tetap, perputaran total aktiva dikarenakan perusahaan merasa bahwa belum terlalu penting dalam menganalisis rasio-rasio tersebut.

Akibat tidak dilakukan analisis pada quick ratio, auditor internal tidak dapat mendeteksi dan mencegah terjadinya fraud pada besarnya aktiva lancar, persediaan serta besarnya hutang lancar dalam neraca perusahaan. Manfaat mendeteksi dan mencegah fraud pada rasio ini yaitu agar perusahaan dapat memastikan besarnya aktiva lancar dan persediaan sudah sesuai dengan yang seharusnya sehingga perusahaan dapat membayar hutang lancarnya. Jika rasio likuiditas tinggi, artinya perusahaan sangat mampu melunasi semua kewajiban lancarnya, tetapi bila terlalu tinggi bisa mengindikasikan tidak efisiennya pengelolaan kas. Ini menunjukkan kemungkinan terjadinya fraud pada kas.

Auditor internal tidak melakukan aktivitas mendeteksi pada analisis rasio hutang terhadap harta, akibatnya auditor internal tidak dapat mendeteksi dan

53 mencegah fraud pada besarnya modal dan hutang perusahaan yang tersaji dalam neraca. Manfaat dari mendeteksi dan mencegah fraud dalam rasio ini perusahaan dapat memastikan bahwa besar modal sudah sesuai dengan kenyataanya dan perusahaan juga dapat membayar hutang. Semakin tinggi nilai rasio hutang terhadap harta, mengindikasikan semakin besar jumlah aset yang dibiayai oleh hutang, semakin kecil jumlah aset yang dibiayai oleh modal, semakin tinggi resiko perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban jangka panjang serta semakin tinggi beban bunga hutang yang harus ditanggung perusahaan. Ini menunjukkan kemungkinan terjadinya fraud pada jumlah aset, kewajiban jangka panjang dan beban-beban bunga hutang.

Selain itu, auditor internal juga tidak melakukan analisis pada ROI dan ROE, akibatnya auditor internal tidak dapat mendeteksi dan mencegah fraud pada besarnya laba setelah pajak dari total aktiva dan modal sendiri. Manfaat dari mendeteksi dan mencegah fraud pada ROI dan ROE , perusahaan dapat memastikan bahwa besar laba setelah pajak, total aktiva dan modal sendiri sudah sesuai dengan yang seharusnya. Semakin rendah nilai ROI maka perusahaan akan semakin rugi, karena dalam pengelolaan investasi tidak dikelola dengan baik. Hal ini memungkinkan terjadinya fraud pada investasi yang diberikan. Semakin rendah nilai ROE, bisa mengindikasikan perusahaan tidak dapat mengelola modal dengan efisien untuk mendapatkan penghasilan. Ini memungkinkan terjadinya fraud pada modal yang ada sehingga untuk mendapatkan penghasilan akan lebih sulit.

Untuk rasio aktivitas baik itu perputaran aktiva tetap maupun perputaran total aktiva, auditor PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang juga tidak melakukan analisis sehingga auditor internal tidak dapat mendeteksi dan mencegah fraud pada nilai penjualan dari aktiva tetap dan total aktiva. Manfaat dari mendeteksi dan mencegah

fraud pada rasio ini, perusahaan dapat memastikan besar dari penjualan, aktiva tetap,

serta total aktiva sudah sesuai dengan yang seharusnya. Jika perputaran aktiva tetap lambat (rendah), terdapat kapasitas terlalu besar atau ada banyak aktiva tetap namun kurang bermanfaat dan dipergunakan untuk kepentingan lain. Hal ini memungkinkan terjadinya fraud pada aktiva tetap karena dipergunakan diluar dari kepentingan

54 perusahaan. Semakin kecil perputaran total aktiva akan semakin buruk keadaan perusahaan, yang berarti bahwa aktiva dapat lebih lambat berputar dan meraih laba dan menunjukkan akan semakin tidak efisien penggunaan keseluruhan aktiva dalam

menghasilkan penjualan.Hal ini akan memungkinkan terjadinya fraud dalam aktiva.

Karena perusahaan tidak melakukan analisis di beberapa rasio, hal ini membuat auditor internal sulit untuk mendeteksi dan mencegah adanya fraud dalam laporan keuangan. Aktivitas auditor internal dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan pada current ratio, dokumen yang digunakan adalah laporan dari semua aktiva lancar dan laporan dari kewajiban lancar. Dalam rasio hutang terhadap ekuitas dokumen yang digunakan untuk diperiksa berupa laporan dari total hutang maupun total aktiva. Dalam net profit margin, auditor internal menggunakan dokumen berupa laporan dari total laba bersih dan laporan dari total penjualan. Dalam perputaran persediaan, auditor internal menggunakan dokumen berupa laporan dari HPP dan rata-rata persediaan. Dari hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa auditor internal melakukan aktivitas mendeteksi kecurangan pada setiap item laporan keuangan pada PT Intidaya Rajawali Mulia Semarang.

Dokumen terkait