BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2. Deskripsi Hasil Penelitian
4.3.1. Analisis Dan Pengujian Hipotesis
Dalam analisis ini digunakan analisis regresi linier berganda dan untuk mengolah data yang ada diguanakan alat bantu komputer dengan program SPSS (Statistic Program For Social Science) versi 13.0.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :
Y = 18,207 - 0,500 X1 + 0,000 X2 + 0,102 X3 - 2,67E-006 X4
Berdasarkan persamaan tersebut di atas, maka dapat dijelaskan melalui penjelasan sebagai berikut:
βo = nilai konstanta sebesar 18,207 menunjukkan bahwa apabila faktor Likuiditas Bank (X1), Kurs Valas (X2), Tingkat Inflasi (X3),dan Jumlah Uang Beredar (X4) konstan maka Suku Bunga Deposito sebesar 18,207 %.
β1 = -0,500. menunjukkan bahwa faktor Likuiditas Bank (X1) berpengaruh negatif, dapat diartikan apabila Likuiditas Bank mengalami kenaikan satu unit maka Suku Bunga Deposito akan niak sebesar 0,500 %.
β2 = 0,000 menunjukkan bahwa faktor Kurs Valas (X2) berpengaruh positif, dapat diartikan apabila ada kenaikan Kurs Valas satu rupiah maka Suku Bunga Deposito akan mengalami kenaikan sebesar 0,000 %.
β3 = 0,102 menunjukkan bahwa faktor Tingkat Inflasi (X3) berpengaruh positif, dapat di artikan apabila ada kenaikan Tingkat Inflasi satu persen maka Suku Bunga Deposito akan mengalami peningkatan sebesar 0,102 %.
β4 = -2,67E-006 menunjukkan bahwa faktor Jumlah Uang Beredar (X4) berpengaruh negatif, dapat di artikan apabila setiap ada kenaikan Jumlah Uang Beredar satu milyar rupiah maka Suku Bunga Deposito akan mengalami penurunan sebesar 2,67E-006%
4.3.2. Uji Hipotesis Secara Simultan
Untuk mengetahui pengaruh secara simultan antara variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan uji F dengan langkah – langkah sebagai berikut :
Tabel 5: Analisis Varian (ANOVA) Sumber
Varian
Jumlah Kuadrat Df Kuadrat Tengah F hitung F
tabel
Regresi 167,181 4 41,795 5,551 3,48
Sisa 75,289 10 7,529
Total 242,470 14
1. Untuk menguji pengaruh secara simultan (serempak) digunakan uji F dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Ho : β1 = β2 = β3 = β4 = 0
Secara keseluruhan variabel bebas tidak ada pengaruh terhadap variabel terikat.
Hi : β1≠β2≠β3≠β4 ≠ 0
Secara keseluruhan variabel bebas ada pengaruh terhadap variabel terikat.
b. α = 0,05 dengan df pembilang = 4 df penyebut = 10 c. F tabel (α = 0,05) = 3,48 d. F hitung = Rata - rata kuadrat regresi
Rata - rata kuadrat sisa 41,795
= --- = 5,551 7,529
e). Daerah pengujian
Gambar 14
Distribusi Kriteria Penerimaan/Penolakan Hipotesis Secara Simultan atau Keseluruhan
Ho diterima apabila F hitung ≤ 3,48
Ho ditolak apabila F hitung > 3,48
5,551
3,48 Daerah Penerimaan H0
Daerah Penolakan H0
f) . Kesimpulan
Oleh karena F hitung = 5,551 > F tabel = 3,48 maka Ho ditolak dan Hi diterima, yang berarti bahwa secara keseluruhan faktor– faktor variable bebas yaitu Likuiditas Bank (X1), Kurs Valas (X2), Tingkat Inflasi (X3),dan Jumlah Uang Beredar (X4), berpengaruh secara simultan dan nyata terhadap Suku Bunga Deposito (Y).
4.3.3. Uji Hipotesis Secara Parsial
Analisis ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas Likuiditas Bank (X1), Kurs Valas (X2), Tingkat Inflasi (X3),dan Jumlah Uang Beredar (X4). Hasil penghitungan tersebut dapat dilihat dalam analisis sebagai berikut :
Tabel 6 : Hasil Analisis Variabel Likuiditas Bank (X1), Kurs Valas (X2), Tingkat Inflasi (X3),dan Jumlah Uang Beredar (X4) terhadap Suku Bunga Deposito.
Variabel Koefisien
Regresi t hitung t tabel r2 Parsial
Likuiditas Bank (X1) -0,500 -0,620 2,228 0,036
Kurs Valas (X2) 0,000 0,316 2,228 0,009
Tingkat Inflasi (X3) 0,102 2,412 2,228 0,367
Jumlah Uang Beredar (X4) -2,67E-006 -0,778 2,228 0,057
Variabel terikat : Suku Bunga Deposito Konstanta : 18,207
Koefisien Korelasi ( R ) : 0,830 R2 : 0,689 Sumber: Lampiran 3 dan 6
Selanjutnya untuk melihat ada tidaknya pengaruh masing-masing variabel terhadap variable terikatnya, dapat dianalisa melalui uji t dengan ketentuan sebagai berikut :
a) Pengaruh secara parsial antara Likuiditas Bank (X1) terhadap Suku Bunga Deposito (Y)
Langkah-langkah pengujian :
i. Ho : β1 = 0 (tidak ada pengaruh) Hi : β1≠ 0 (ada pengaruh) ii. α = 0,05 dengan df = 10 iii. t hitung = ) (β Se β 1 1 = -0,620
iv. level of significani = 0,05/2 (0,025) berarti t tabel sebesar 2,228 v. pengujian
Gambar 15
Kurva Distribusi Hasil Analisis secara Parsial Faktor Likuiditas Bank (X1) terhadap Suku Bunga Deposito (Y)
Sumber : lampiran 3
Berdasarkan pehitungan diperoleh t-hitung sebesar -0,620 < t-tabel sebesar 2,228 Ho diterima, pada level signifikan 5 %, sehingga secara parsial Faktor Likuiditas Bank (X1) tidak berpengaruh secara nyata dan negatif terhadap Suku Bunga
2,228 -2,228
Daerah Penerimaan Ho
Daerah Penolakan Ho Daerah Penolakan Ho
Deposito (Y). Hal ini didukung juga dengan nilai signifikansi dari Likuiditas Bank (X1) sebesar 0,549 yang lebih besar dari 0,05.
Nilai r2 parsial untuk variabel Likuiditas Bank sebesar 0,036 yang artinya bahwa Likuiditas Bank (X1) secara parsial mampu menjelaskan variabel terikat Suku Bunga Deposito (Y) sebesar 3,6 %, sedangkan sisanya 96,4 % tidak mampu dijelaskan oleh variabel tersebut.
b) Pengaruh secara parsial antara Kurs Valas (X2) terhadap Suku Bunga Deposito (Y)
Langkah-langkah pengujian :
i. Ho : β2 = 0 (tidak ada pengaruh) Hi : β2≠ 0 (ada pengaruh) ii. α = 0,05 dengan df = 10 iii. t hitung = ) (β Se β 2 2 = 0,316
iv. level of significani = 0,05/2 (0,025) berarti t tabel sebesar 2,228 v. pengujian
Gambar 16
Kurva Distribusi Hasil Analisis secara Parsial faktor Kurs Valas (X2) terhadap Suku Bunga Deposito (Y)
Sumber : Lampiran 3
Daerah Penerimaan Ho
Daerah Penolakan Ho Daerah Penolakan Ho
Berdasarkan pehitungan diperoleh t-hitung sebesar 0,316 < t tabel sebesar 2,228 maka Ho diterima dan Ha di tolak, pada level signifikan 5 %, sehingga secara parsial Faktor Kurs Valas (X2) tidak berpengaruh secara nyata positif terhadap Suku Bunga Deposito (Y). hal ini didukung juga dengan nilai signifikansi dari Kurs Valas (X2) sebesar 0,000 yang lebih besar dari 0,05.
Nilai r2 parsial untuk variabel Kurs Valas sebesar 0,009 yang artinya bahwa Kurs Valas (X2) secara parsial mampu menjelaskan variabel terikat Suku Bunga Deposito(Y) sebesar 0,9 %, sedangkan sisanya 99,1 % tidak mampu dijelaskan oleh variabel tersebut.
c) Pengaruh secara parsial antara Tingkat Inflasi (X3) terhadap Suku Bunga Deposito (Y)
Langkah-langkah pengujian :
i. Ho : β3 = 0 (tidak ada pengaruh) Hi : β3≠ 0 (ada pengaruh) ii. α = 0,05 dengan df = 10 iii. t hitung = ) (β Se β 3 3 = 2,412
iv. level of significani = 0,05/2 (0,025) berarti t tabel sebesar 2,228 v. pengujian
Gambar 17
Kurva Distribusi Hasil Analisis secara Parsial Tingkat Inflasi (X3) terhadap Suku Bunga Deposito (Y)
Sumber : Lampiran 3
Berdasarkan pehitungan diperoleh t-hitung sebesar 2,412 > t tabel sebesar 2,228 maka Ho ditolak dan Ha diterima, pada level signifikan 5 %, sehingga secara parsial Faktor Tingkat Inflasi (X3) berpengaruh secara nyata positif terhadap Suku Bunga Deposito (Y). hal ini didukung juga dengan nilai signifikansi dari Tingkat Inflasi (X3) sebesar 0,037 yang lebih kecil dari 0,05.
Nilai r2 parsial untuk variabel Tingkat Inflasi sebesar 0,367 yang artinya Tingkat Inflasi (X3) secara parsial mampu menjelaskan variabel terikat Suku Bunga Deposito (Y) sebesar 36,7 %, sedangkan sisanya 63,3 % tidak mampu dijelaskan oleh variabel tersebut.
d) Pengaruh secara parsial antara Jumlah Uang Beredar (X4) terhadap Suku Bunga Deposito (Y)
Langkah-langkah pengujian :
vi. Ho : β4 = 0 (tidak ada pengaruh) Hi : β4≠ 0 (ada pengaruh) 2,228 2,412 - 2,228 Daerah Penerimaan Ho Daerah Penolakan Ho Daerah Penolakan Ho
vii.α = 0,05 dengan df = 10 viii. t hitung = ) (β Se β 4 4 = -0,778
ix. level of significani = 0,05/2 (0,025) berarti t tabel sebesar 2,228
x. pengujian.
Gambar 18
Kurva Distribusi Hasil Analisis secara Parsial Jumlah Uang Beredar(X4) terhadap Suku Bunga Deposito (Y)
Sumber : Lampiran 3
Berdasarkan pehitungan diperoleh t-hitung sebesar -0,778 < t tabel sebesar 2,228 maka Ho di terima dan Ha di tolak, pada level signifikan 5 %, sehingga secara parsial Faktor Jumlah Uang Beredar (X4) tidak berpengaruh secara nyata negatif terhadap Suku Bunga Deposito (Y). hal ini didukung juga dengan nilai signifikansi dari Jumlah Uang Beredar (X4) sebesar 0,455 yang lebih besar dari 0,05.
Nilai r2 parsial untuk variabel Jumlah Uang Beredar sebesar 0,057 yang artinya Jumlah Uang Beredar (X4) secara parsial mampu menjelaskan variabel terikat Suku Bunga Deposito (Y)
2,228 -0,778 - 2,228 Daerah Penerimaan Ho Daerah Penolakan Ho Daerah Penolakan Ho
sebesar 5,7 %, sedangkan sisanya 94,3 % tidak mampu dijelaskan oleh variabel tersebut.
Kemudian untuk mengetahui variabel mana yang berpengaruh paling dominan empat variabel bebas terhadap Suku Bunga Deposito di Jawa Timur: Likuiditas Bank (X1), Kurs Valas (X2), Tingkat Inflasi (X3),dan Jumlah Uang Beredar (X4) dapat diketahui dengan melihat koefisien determinasi parsial yang paling besar, dimana dalam perhitungan ditunjukkan oleh variabel Tingkat Inflasi dengan koefisien determinasi parsial (r2) sebesar 0,367 atau sebesar 36,7 %.