BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
ANALISIS DATA DAN EVALUASI A. Prosedur Pendataan Pajak Hotel
Setiap wajib pajak orang pribadi atau badan yang mendirikan hotel, rumah kos, penginapan, losmen wajib melaporkan dan mendaftarkan usaha hotelnya kepada Kepala Daerah dan/atau kepala UPT yang berada di wilayah alamat objek untuk dapat di data oleh petugas UPT. Apabila wajib pajak tidak melaporkan sendiri usahanya, maka Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan akan mendaftarkan usaha wajib pajak secara jabatan. Setelah didata oleh petugas UPT selanjutnya mendata dan mengisi formulir pendaftaran wajib pajak daerah baru yang ditanda tangani oleh wajib pajak serta melampirkan data-data yang dibutuhkan untuk melengkapi permohonan pendaftaran tersebut.
Adapun dokumen yang diperlukan yaitu:
a. Fotocopy KTP pimpinan, penanggung jawab hotel, b. Fotocopy Surat Izin Usaha
c. Fotocopy Surat Keterangan Domisili tempat usaha, dan surat lainnya.
Setelah diteliti dan ditanda tangani oleh kepala UPT, petugas UPT mengirimkan berkas tersebut ke Kantor Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan Sub dinas Pendataan dan Penetapan untuk diproses lebih lanjut oleh Kasi Pendataan dan Penetapan memberikan paraf untuk selanjutnya petugas penerbitkan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerag (NPWPD) yang baru untuk dapat diserahkan kepada wajib
pajak. Selanjutnya wajib pajak dapat menggunakan NPWPD tersebut untuk membayar atau menyetorkan pajak hotel setiap bulannya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
B. Data Penerimaan Pajak Hotel Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan
Untuk dapat mengoptimalisasikan penerimaan pajak hotel, sebelumnya harus ditetapkan terlebih dahulu target sebagai acuan/patokan kerja. Dalam hal ini, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan akan memberikan instruksi mengenai pengelolaan pajak hotel pada Sub dinas pendapatan dan penetapan yang akan melaksanakan rencana kerja dalam upaya mengoptimalisasikan pencapaian target penerimaan pajak hotel pada setiap tahunnya.
Sebelum target penerimaan pajak hotel ditetapkan pada awal tahun anggaran baru, terlebih dahulu dilakukan evaluasi terhadap realisasi penerimaan dari keseluruhan objekpaja maupun sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini dilakukan secara bersama-sama oleh Sub dinas program dan Sub dinas penetapan. Hasil dari evaluasi tersebut akan dilaporkan kepada Kepala Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Evaluasi tersebut untuk ditunjukan untuk menilai kinerja Dinas Pendapatan Daerah dalam 1 (satu) tahn anggaran (tahun anggaran sebelumnya) sekaligus menetapkan target penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang baru. Dengan kata lain bahwa target penerimaan baru ditetapkan dengan persetujuan DPRD pada suata objek pajak didasarkan pada hasil evaluasi
kinerja dinas pendapatan daerah dalam usahanya memenuhi target penerimaan objek pajak tersebut pada tahun anggaran sebelumnya.
Adapun target dan realisasi penerimaan pajak hotel di Kota Medan untuk tahun 2012-1014 yang ditetapkan oleh Kepala Daerah Kota Medan adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1
Target Penerimaan dan Realisasi Pajak Hotel untuk tahun 2012-1014
Sumber data: Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan 2015
Berdasarkan tabel diatas dapat kita lihat bahwa penerimaan pajak hotel dari tahun 2012 sampai dengan 2013 mengalami penetapan penerimaan pajak hotel sedangkan dari tahun 2013 sampai dengan 2014 mengalami peningkatan penerimaan pajak hotel. Dari tahun 2012 dapat di lihat dimana target penerimaan pajak hotel yang harus dicapai sebesar Rp.81.000.000.000,00, sementara yang terealisasi sebesar Rp.64.574.093.185,85, begitu juga dengan tahun 2013. Dari data tahun 2013 target yang harus di capai sebesar Rp.81.000.000.000,00 dan yang terealisasi hanya sebesar Rp.76.053.892.503,06. Kemudian tahun 2014 target yang harus di capai sebesar Rp.81.500.000.000,00 dan yang terealisasi sebesar Rp.81.642.581.350,74. Dari data
Tahun Target APBD Target Perbulan Realisasi % 2012 81.000.000.000,00 6.750.000.000,00 64.574.093.185,85 79,2 2013 81.000.000.000,00 6.750.000.000,00 76.053.892.503,06 93,89
tersebut menunjukkan bahwa belum optimalnya kinerja Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan dalam pemungutan pajak hotel di Kota Medan.
C. Kendala-kendala yang dihadapi oleh Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan Dalam Pelaksanaan Pendataan Pajak Hotel
Adapun kendala yang dihadapi oleh Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan dalam pelaksanaan pemungutan pajak hotel antara lain adalah sebagai berikut:
1. Belum semua Wajib Pajak memahami dengan baik tentang isi Peraturan Daerah Tentang Pajak Hotel
2. Sebagian kecil masyarakat masih mempunyai pola pikir dan stigma menghindari untuk mengurus administrasi yang berhubungan dengan birokrasi karena alasan selalu dipersulit padahal untuk pengurusan pajak daerah sangat mudah dimana telah disediakannya sarana dan prasarana memadai dan nyaman. Dinas Pendapatan telah menyediakan berbagai sarana sebagai sumber informasi untuk kenyamanan dan kemudahan seperti tersedianya situs web adanya layanan informasi dan pengaduan di callcenter 1500221, meja informasi dan pengaduan langsung di Dinas Pendapatan Kota Medan, tercantumnya kolom SOP (Standar Operasional Prosedur) pengurusan pajak daerah di Dinas Pendapatan, dan bahkan masyarakat bisa
mendatangi 7 UPT (Unit Pelaksana Teknis) yang tersebar diseluruh kota Medan untuk mendapat Informasi yang benar tentang Pajak Daerah.
3. Kendala berikutnya mengenai masih ada kebiasaan pada sebagian kecil jenis usaha kecil dan menengah yang masih mengelola keuangan usahanya secara tradisonal atau sangat sederhana dimana membukukan atau mencatatkan transaksi usahanya secara tidak teratur dan sederhana sehingga belum dapat menghitung dan melaporkan SPTPD dengan sesuai dengan omset sebenarnya.
D. Upaya-upaya yang Dilakukan oleh Dinas Pendapatan Kota Medan Untuk Pendataan Pajak Hotel
Adapun upaya yang dilakukan oleh Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan dalam mengoptimalisasikan pendataan pajak hotel adalah:
1. Dispenda menyediakan 7 unit pelaksana teknis yang disebar di seluruh kota medan sebagai upaya mempermudah informasi dan layanan untuk mendaftar menjadi wajib pajak daerah
2. Dispenda menyajikan sarana dan prasarana informasi yang disediakan melalui website resmi nomor "dering pajak" 500 221
3. Melakukan kerjasama dengan Instansi lain yang berhubungan dengan perizinan dimana setiap usaha yang termasuk dalam kategori dikenakan pajak hotel harus mendaftar menjadi wajib pajak hotel terlebih dahulu kemudian baru mendapatkan rekomendasi pemberian izin, begitu juga dalam hal memperpanjang izin dimana wajib pajak hotel harus melunasi seluruh pajaknya yang terhutang baru mendapatkan rekomendasi dari dinas pendapatan sebagai syarat untuk memperpanjang izin.
4. Dispenda bekerjasama dengan instansi pemerintahan lainnya seperti dinas pariwisata, badan perizinan, satpol pp, satuan perangkat daerah lain, kepolisian dan lainnya dalam operasi penegakan peraturan daerah dimana menghimbau secara langsung pengusaha untuk mendaftarkan diri untuk menjadi wajib pajak sebagai kewajibannya untuk mengikuti peraturan daerah.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN