DAN ANALISIS DATA
D. Analisis Data dan Penyajian Hasil Analisis
Jumlah keseluruhan peserta didik kelas XI Administrasi Perkantoran
adalah 34 orang, namun pada pelaksanaan penelitian ada beberapa orang
peserta didik yang tidak hadir sehingga terjadi kekosongan data, baik data
kuesioner maupun data nilai tes hasi belajar. Berdasarkan hal tersebut,
peneliti hanya menggunakan 28 orang peserta didik kelas XI Administrasi
pelaksanaan penelitian untuk menghindari adanya ketidakvalidan
perhitungan dan pengolahan data.
1. Analisis Data Hasil Kuesioner
Kuesioner yang digunakan selama penelitian berlangsung ada 3
buah, yaitu kuesioner kondisi awal sebelum tindakan penelitian
dilakukan, kuesioner siklus I dan kuesioner siklus II.
a. Kuesioner Kondisi Awal
Kuesioner kondisi awal merupakan kuesioner yang
diberikan kepada peserta didik untuk diisi. Tujuan dari pengisian
kuesioner kondisi awal ini adalah untuk mengetahui pendapat
peserta didik mengenai kondisi pembelajaran di kelas sebelum
tindakan penelitian dilakukan. Rata-rata jumlah skor yang
diperoleh dari pengisian kuesioner oleh 28 orang peserta didik
adalah 48,54. Berdasarkan perolehan skor tersebut, kondisi
pembelajaran awal sebelum dilakukan tindakan termasuk kategori
cukup baik.
Tabel 10. Rata-rata Perolehan Skor Kuesioner Kondisi Awal
No. Pernyataan Skor Rata-rata
1.
Ruang kelas yang saya tempati selama proses pembelajaran Matematika memiliki kondisi yang nyaman untuk belajar
2
2.
Kondisi kelas tempat saya mengikuti pembelajaran tidak memberikan pengaruh yang baik pada
semangat belajar saya terhadap materi yang diajarkan oleh guru
3.
Ruang kelas yang saya tempati tidak memiliki ventilasi udara yang memungkinkan adanya sirkulasi udara selama pembelajaran berlangsung
2,68
4.
Pencahayaan dalam ruang kelas yang saya tempati mendukung saya untuk berkonsentrasi dalam mengikuti pembelajaran
2,43
5.
Teman-teman sekelas saya membantu perkembangan saya selama pembelajaran Matematika di kelas
2,18
6.
Guru Matematika yang mengajar saya sudah menerapkan metode pengajaran yang dapat meningkatkan
pemahaman saya terhadap materi pembelajaran yang diajarkan
2,54
7.
Guru Matematika yang mengajar saya hanya memberikan perhatian kepada peserta didik yang pintar
2,54
8.
Guru Matematika yang mengajar saya sabar dalam menghadapi sikap peserta didik selama pembelajaran berlangsung
2,68
9.
Susunan meja dan kursi di kelas tidak mempengaruhi saya selama pembelajaran Matematika di kelas
10.
Ada barang-barang yang seharusnya tidak ada di kelas namun ada di kelas saya
2,21
11.
Saya bersemangat dan terlibat aktif selama pembelajaran Matematika berlangsung
2,61
12.
Saya berinisiatif untuk bertanya kepada guru pada saat ada materi pelajaran yang belum saya mengerti
2,61
13.
Saya menjalin komunikasi yang baik dengan teman sekelas dan guru selama proses pembelajaran Matematika berlangsung
2,71
14.
Saya lebih nyaman belajar sendiri karena saya tidak dapat menerima informasi dari sumber yang berbeda-beda
2,39
15.
Saya lebih mudah memahami materi pelajaran jika saya belajar secara diskusi berkelompok
2,64
16.
Suara guru pada saat mengajar terdengar jelas di seluruh ruang kelas
2,71
17.
Guru tidak menggunakan alat-alat multimedia untuk meningkatkan minat saya terhadap materi yang disampaikan
2,57
18.
Menurut saya, suasana belajar di kelas kurang mendukung saya dalam mengikuti pembelajaran
Matematika
19.
Kondisi lingkungan sekolah di luar kelas saya mendukung berlangsungnya proses pembelajaran Matematika yang interaktif 2,36 20. Apabila guru menyampaikan materi pembelajaran yang saya rasa sulit dimengerti, saya akan memilih mencari kesibukan lain
2,39
Ʃ 48,53571
Prosentase motivasi belajar, sikap dan keaktifan peserta
didik selama pembelajaran berdasarkan hasil pengisian kuesioner
kondisi awal adalah sebagai berikut:
Tabel 11. Prosentase Motivasi Belajar, Sikap dan Keaktifan Peserta Didik Menurut Hasil Kuesioner Kondisi Awal
No Indikator Nilai Maksimum Nilai yang didapat Prosentase 1 Motivasi Belajar 980 464 464 980 × 100% = 47,3% (kurang baik) 2 Sikap 980 466 466 980 × 100% = 47,5% (kurang baik) 3 Keaktifan 840 429 429 840 × 100% = 51,1% (cukup)
b. Kuesioner Siklus I
Pengisian kuesioner pada akhir siklus I bertujuan untuk
mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan tindakan pengelolaan
kelas pada siklus I. Pada siklus I, rata-rata jumlah skor yang
diperoleh dari pengisian kuesioner adalah 63,36. Perolehan skor
tersebut termasuk dalam kategori baik.
Tabel 12. Rata-rata Perolehan Skor Kuesioner Siklus I
No. Pernyataan Skor
Rata-rata
1.
Ruang kelas yang saya tempati selama proses pembelajaran Matematika memiliki kondisi yang nyaman untuk belajar
2,43
2.
Kondisi kelas tempat saya mengikuti pembelajaran tidak memberikan pengaruh yang baik pada semangat belajar saya terhadap materi yang diajarkan oleh guru
2,46
3.
Ruang kelas yang saya tempati tidak memiliki ventilasi udara yang memungkinkan adanya sirkulasi udara selama pembelajaran berlangsung
2,71
4.
Pencahayaan dalam ruang kelas yang saya tempati mendukung saya untuk berkonsentrasi dalam mengikuti pembelajaran
3,04
5.
Teman-teman sekelas saya membantu perkembangan saya selama pembelajaran Matematika di kelas
2,75
6.
Guru Matematika yang mengajar saya sudah menerapkan metode pengajaran yang dapat
meningkatkan pemahaman saya terhadap materi pembelajaran yang diajarkan
7.
Guru Matematika yang mengajar saya hanya memberikan perhatian kepada peserta didik yang pintar
3,5
8.
Guru Matematika yang mengajar saya sabar dalam menghadapi sikap peserta didik selama pembelajaran berlangsung
3,5
9.
Susunan meja dan kursi di kelas tidak mempengaruhi saya selama pembelajaran Matematika di kelas
3,39
10.
Ada barang-barang yang seharusnya tidak ada di kelas namun ada di kelas saya
3,21
11.
Saya bersemangat dan terlibat aktif selama pembelajaran Matematika berlangsung
3,54
12.
Saya berinisiatif untuk bertanya kepada guru pada saat ada materi pelajaran yang belum saya mengerti
3,5
13.
Saya menjalin komunikasi yang baik dengan teman sekelas dan guru selama proses pembelajaran Matematika berlangsung
3,5
14.
Saya lebih nyaman belajar sendiri karena saya tidak dapat menerima informasi dari sumber yang berbeda-beda
3,21
15.
Saya lebih mudah memahami materi pelajaran jika saya belajar secara diskusi berkelompok
3,5
16.
Suara guru pada saat mengajar terdengar jelas di seluruh ruang kelas
3,43
17.
Guru tidak menggunakan alat-alat multimedia untuk meningkatkan minat saya terhadap materi yang disampaikan
18.
Menurut saya, suasana belajar di kelas kurang mendukung saya dalam mengikuti pembelajaran Matematika
2,5
19.
Kondisi lingkungan sekolah di luar kelas saya mendukung berlangsungnya proses pembelajaran Matematika yang interaktif
3,14
20.
Apabila guru menyampaikan materi pembelajaran yang saya rasa sulit dimengerti, saya akan memilih mencari kesibukan lain
3,43
Ʃ 63,35714
Prosentase motivasi belajar, sikap dan keaktifan peserta
didik selama pembelajaran berlangsung menurut perolehan skor
hasil pengisisan kuesioner pada siklus I adalah sebagai berikut:
Tabel 13. Prosentase Motivasi Belajar, Sikap dan Keaktifan Peserta Didik Menurut Hasil Kuesioner Siklus I
No Indikator Nilai Maksimum Nilai yang didapat Prosentase 1 Motivasi Belajar 980 597 597 980 × 100% = 60,9% (cukup) 2 Sikap 980 505 505 980 × 100% = 51,5% (cukup) 3 Keaktifan 840 577 577 840 × 100% = 68,7% (cukup) Rata-rata Prosentase 60,37% (cukup)
c. Kuesioner Siklus II
Pengisian kuesioner pada akhir tindakan siklus II bertujuan
untuk mengetahui tingkat keberhasilan tindakan yang dilakukan
pada siklus II. Rata-rata jumlah skor yang diperoleh pada pengisian
kuesioner siklus II ini adalah 77,04, jumlah skor ini termasuk
dalam kategori baik.
Tabel 14. Rata-rata Perolehan Skor Kuesioner Siklus II
No. Pernyataan Skor
Rata-rata
1.
Ruang kelas yang saya tempati selama proses pembelajaran Matematika memiliki kondisi yang nyaman untuk belajar
3,64
2.
Kondisi kelas tempat saya mengikuti pembelajaran tidak memberikan pengaruh yang baik pada semangat belajar saya terhadap materi yang diajarkan oleh guru
3,71
3.
Ruang kelas yang saya tempati tidak memiliki ventilasi udara yang memungkinkan adanya sirkulasi udara selama pembelajaran berlangsung
3,57
4.
Pencahayaan dalam ruang kelas yang saya tempati mendukung saya untuk berkonsentrasi dalam mengikuti pembelajaran
3,64
5.
Teman-teman sekelas saya membantu perkembangan saya selama pembelajaran Matematika di kelas
6.
Guru Matematika yang mengajar saya sudah menerapkan metode pengajaran yang dapat meningkatkan pemahaman saya terhadap materi pembelajaran yang diajarkan
4,07
7.
Guru Matematika yang mengajar saya hanya memberikan perhatian kepada peserta didik yang pintar
4,25
8.
Guru Matematika yang mengajar saya sabar dalam menghadapi sikap peserta didik selama pembelajaran berlangsung
4,54
9.
Susunan meja dan kursi di kelas tidak mempengaruhi saya selama pembelajaran Matematika di kelas
3,57
10.
Ada barang-barang yang seharusnya tidak ada di kelas namun ada di kelas saya
3,71
11.
Saya bersemangat dan terlibat aktif selama pembelajaran Matematika berlangsung
3,68
12.
Saya berinisiatif untuk bertanya kepada guru pada saat ada materi pelajaran yang belum saya mengerti
3,93
13.
Saya menjalin komunikasi yang baik dengan teman sekelas dan guru selama proses pembelajaran Matematika berlangsung
4,11
14.
Saya lebih nyaman belajar sendiri karena saya tidak dapat menerima informasi dari sumber yang berbeda-beda
15.
Saya lebih mudah memahami materi pelajaran jika saya belajar secara diskusi berkelompok
3,61
16.
Suara guru pada saat mengajar terdengar jelas di seluruh ruang kelas
3,93
17.
Guru tidak menggunakan alat-alat multimedia untuk meningkatkan minat saya terhadap materi yang disampaikan
4,07
18.
Menurut saya, suasana belajar di kelas kurang mendukung saya dalam mengikuti pembelajaran Matematika
3,86
19.
Kondisi lingkungan sekolah di luar kelas saya mendukung berlangsungnya proses pembelajaran Matematika yang interaktif
3,68
20.
Apabila guru menyampaikan materi pembelajaran yang saya rasa sulit dimengerti, saya akan memilih mencari kesibukan lain
3,86
Ʃ 77,03571
Prosentase motivasi belajar, sikap dan keaktifan peserta
didik selama pembelajaran berlangsung menurut perolehan skor
Tabel 15. Prosentase Motivasi Belajar, Sikap dan Keaktifan Peserta Didik Menurut Hasil Kuesioner Siklus II
No Indikator Nilai Maksimum Nilai yang didapat Prosentase 1 Motivasi Belajar 980 784 784 980 × 100% = 80% (baik) 2 Sikap 980 733 733 980 × 100% = 74,8% (cukup) 3 Keaktifan 840 640 640 840 × 100% = 76,2% (baik)
Rata-rata Prosentase 77% (baik)
2. Analisis Data Hasil Wawancara
Wawancara dilakukan pada setiap akhir siklus tindakan. Pada
setiap sesi wawancara, peneliti meminta dua orang peserta didik
sebagai sampel dari populasi keseluruhan peserta didik. Pemilihan
subyek wawancara berdasarkan hasil pengamatan dan hasil belajar
peserta didik.
Pada akhir siklus I, diperoleh rangkuman hasil wawancara sebagai
berikut:
a. Wawancara dengan peserta didik dengan nomor subyek S24
Peserta didik dengan nomor subyek S24 merupakan peserta
didik dengan jenis kelamin perempuan. Tingkat kecerdasan S24
dapat dikategorikan sedang, namun peserta didik ini termasuk
yang diperoleh peserta didik S24 di akhir siklus I masih di bawah
nilai standar KKM. Hasil wawancara dengan peserta didik S24
adalah sebagai berikut:
P : Peneliti
S24 : Peserta didik dengan nomor subyek S24
P : Selama belajar bareng mbak kan mbak melakukan
beberapa tindakan di kelas, kondisi ruang kelas yang mbak utak-atik itu mempengaruhi semangat belajar, sikap dan keaktifan kamu di kelas, terus hasil belajar kamu juga atau nggak?
S24 : Iya mbak. Kan ada variasi mbak dalam belajar itu, jadinya lebih nggak ngebosenin mbak.
Berdasakan jawaban dari peserta didik, peserta didik
menyatakan bahwa tindakan pengelolaan kelas yang peneliti
lakukan mempengaruhi motivasi belajar, sikap dan keaktifan
peserta didik selama mengikuti pembelajaran di dalam kelas.
P : Kondisi ruang kelas yang kamu pakai untuk pembelajaran itu sudah kondusif atau belum kalau menurut kamu?
S24 : Belum mbak. Kelasnya nggak enak, sempit, panas, nggak nyaman lah mbak.
P : Kondisi ruang kelas yang kondusif untuk pembelajaran itu yang bagaimana?
S24 : Yang nyaman mbak, bersih, luas, tenang.
Berdasarkan wawancara di atas, peserta didik berpendapat
kurang kondusif dan kurang mendukung perkembangan peserta
didik dalam mengikuti pembelajaran.
P : Kalau dengan waktu mbak yang mengajar, apa yang kamu rasakan? Apakah ada perbedaan penerapan
pengelolaan kelas terhadap semangat belajar dan keaktifan kamu?
S24 : Kalau mbak yang ngajar tu nggak bikin ngantuk mbak. Kursinya kan dipindah-pindah juga, terus pelajarannya tu santai mbak. Mbaknya kalau njelasin juga bikin mudeng mbak. Kan ada permainan, terus ada rangkuman sama diajarin singkatan buat ngapalin gitu mbak. Tapi nggak enaknya kalau duduknya dibentuk U gitu, kalau nengok ke papan tulis agak pegel mbak. Hehehe.
P : Ada perbedaan daya serap terhadap materi pelajaran nggak kalau posisi tempat duduknya diubah, terus lampunya dinyalain, kelasnya nggak tertutup terus gitu? S24 : Aku jadi lebih mudeng sih mbak, tapi ya itu mbak, pegel
kalau nengok ke papan tulis. Hehehe
Menurut jawaban peserta didik, pengaturan lingkungan
fisik ruang kelas yang digunakan selama pembelajran berlangsung
memiliki kelebihan dan kekurangan.
P : Berarti pengelolaan kelas itu berpengaruh atau tidak terhadap semangat belajar, sikap dan keaktifan kamu di kelas, serta hasil belajar yang kamu dapatkan?
S24 : Berpengaruh mbak. Kalau pelajarannya nggak
ngebosenin kan aku jadi semangat belajarnya mbak. Aku juga nggak takut kalau mau nanya pas aku masih belum mudeng, soalnya mbaknya sabar, terus mau njelasin lagi. Pas ulangannya ya aku jadi bisa ngerjain mbak, tapi kadang ada lupanya juga mbak. Hehehe.
Berdasarkan jawaban peserta didik, pengaturan lingkungan
fisik ruang kelas yang digunakan selama pembelajaran berlangsung
berpengaruh terhadap motivasi belajar, sikap dan keaktifan peserta
didik. Pengaturan kondisi sosio-emosional dan organisasional yang
peneliti terapkan juga memberikan pengaruh terhadap daya serap
peserta didik sehingga hasil belajar yang diperoleh menjadi baik.
P : Kalau menurut kamu, dengan kondisi kelas yang seperti sekarang ini, tindakan seperti apa yang masih harus dilakukan agar peserta didik nyaman dalam mengikuti pembelajaran?
S24 : Kipas anginnya ditambahi mbak, biar nggak panas, tapi kalau pas pintunya dibuka udah lumayan ada anginnya sedikit mbak. Gurunya kalau bisa lebih santai mbak, terus jangan galak-galak pas njelasin biar muridnya mudeng mbak.
Berdasarkan jawaban peserta didik di atas, hal-hal yang
masih perlu diperbaiki setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I
adalah pengaturan lingkungan fisik ruang kelas yang digunakan
selama pembelajaran, terutama pengaturan suhu dalam ruangan
dan pembinaan hubungan baik antara guru dengan peserta didik.
b. Wawancara dengan peserta didik dengan nomor subyek S7
Peserta didik S7 merupakan peserta didik laki-laki dengan
kecerdasan yang dapat dikategorikan rendah. Peserta didik S7 juga
pendiam dan kurang aktif selama pembelajaran berlangsung. Hasil
masih di bawah nilai standar KKM. Hasil wawancara yang peneliti
lakukan dengan peserta didik S7 adalah sebagai berikut:
P : Peneliti
S7 : Peserta didik dengan nomor subyek S7
P : Gimana nih rasanya belajar di semester ini setelah PKL? S7 : Males je rasanya mbak, capek PKL, sekarang disuruh
belajar lagi. Kok nggak libur aja gitu mbak. Hehehe. P : Kok malah males? Kan sudah mau kenaikan ke kelas 12,
kalau libur terus nanti bisa nentuin naik kelas atau nggaknya dari mana?
S7 : Ya males mbak. Udah capek PKL, sekarang disuruh belajar lagi, kelasnya ganti sisan.
Berdasarkan jawaban peserta didik di atas, motivasi belajar
peserta didik dapat dikatakan masih rendah dalam mengikuti
pembelajaran.
P : Memang kenapa dengan kondisi kelas yang kamu tempati sekarang? Kamu nyaman nggak di situ?
S7 : Nyaman apa mbak? Lha wong kelase sempit njuk panas gitu mbak.
P : Kondisi kelas mempengaruhi semangat belajar sama keaktifan kamu di kelas atau nggak, dek?
S7 : Ya pengaruh to mbak. Nek kelasnya sempit, terus panas, pelajarannya siang-siang, pas laper materine susah sekalian, mending turu neng mburi ae mbak. Hahaha.
Berdasarkan uraian wawancara di atas, peserta didik
digunakan selama pembelajaran kurang mendukung dalam
peningkatan motivasi belajarnya.
P : Selama 2 pertemuan pelajaran matematika kemarin kan mbak yang mengajar, kemudian mbak menerapkan tindakan pengelolaan kelas, tanggapan kamu bagaimana? S7 : Aku pikir awalnya tu mbake kurang kerjaan mbak, ndadak
mindah kursi, senam apa itu, terus disuruh diskusi juga. Tapi pas masuk materi pelajaran tu aku sedikit-sedikit mudeng mbak, soale mbak tu deket sama muridnya gitu, tapi aku nggak hafal-hafal je mbak.
P : Tetapi kalau dengan posisi duduk yang diubah, kemudian ada senam peregangan sebelum mulai belajar, terus ada permainan juga, ada perbedaan atau tidak terhadap semangat belajar, sikap dan keaktifan kamu di kelas, nilai ulanganmu juga?
S7 : Ada bedanya mbak, kalau posisi tempat duduknya diubah tu aku jadi susah kalau mau tidur di kelas mbak, pasti kelihatan terus ketahuan kalau aku tidur. Ntar mbake kan juga sukanya ke sana sini mbak, kalau ada yang tidur apa main hp gitu ntar ditegur, aku jadi terpaksa memperhatikan to jadinya mbak. Hahahaha.
Menurut peserta didik, pengaturan tempat duduk dalam
ruang kelas selama pembelajaran berlangsung membuat peserta
didik menjadi lebih memperhatikan materi yang disampaikan oleh
guru yang mengajar.
P : Kamu nyaman atau tidak dengan pembelajaran yang mbak lakukan sampai 2 pertemuan kemarin?
S7 : Nyaman kok mbak, gurunya enak soalnya, nggak galak. Hehehe.
P : Kalau kamu nyaman dalam mengikuti pembelajaran, kok kamu tidak bertanya waktu tidak mengerti materinya? Atau
kalau pas mbak bertanya ke seluruh kelas, kenapa kamu tidak mau ikut menjawab?
S7 : Aku udah mudeng kok mbak, ngapain lagi nanya? Males aja mbak rebutan njawab gitu, kayak cah cilik mbak.
Berdasarkan jawaban peserta didik, peneliti sudah
membangun hubungan baik dengan peserta didik, namun peserta
didik masih enggan untuk ikut terlibat aktif dalam pembelajaran.
P : Dengan kondisi kelas yang sekarang, apa tanggapan kamu terhadap pengelolaan kondisi kelas yang mbak lakukan?
S7 : Jangan sering-sering nyamperin aku to mbak, biar aku bisa tidur pas bosen. Hahaha. Kalau yang mindah-mindah tempat duduk, terus mindah temen sebangku itu nggak kenapa-kenapa sih mbak, buat variasi juga.
Peserta didik mengungkapkan pendapatnya mengenai
tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti. Peserta didik
merasakan adanya pengaruh yang menurutnya baik, dan ada pula
pengaruh yang menurutnya kurang baik untuk dirinya.
P : Dengan kondisi ruang kelas seperti yang terakhir mbak kelola, masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki atau tidak? S7 : Kipas anginnya ditambahin mbak, biar nggak panas.
Terus mbaknya kalau ngajar jangan terlalu sabar juga mbak, sesekali dimarahin juga nggak kenapa-kenapa kok mbak. Hehehe. Kalau yang posisi tempat duduk tu mau diubah-ubah lagi juga nggak kenapa-kenapa mbak, buat variasi juga biar nggak cepet bosen mbak.
Menurut uraian jawaban peserta didik di atas, pengaturan
pengaturan kondisi sosio-emosional selama pembelajaran
berlangsung menjadi faktor yang masih harus diperbaiki dalam
meningkatkan motivasi belajar, sikap dan keaktifan, serta hasil
belajar peserta didik.
Pada akhir siklus II juga dilakukan wawancara dengan dua orang
peserta didik dengan rangkuman hasil wawancara sebagai berikut:
a. Wawancara dengan peserta didik dengan nomor subyek S5
Peserta didik S5 merupakan peserta didik laki-laki dengan
tingkat kecerdasan rendah. Peserta didik S5 termasuk peserta didik
yang aktif selama pembelajaran berlangsung. Pada akhir siklus I,
peserta didik S5 mendapatkan nilai di bawah standar KKM, pada
akhir siklus II, peserta didik S5 mengalami kenaikan nilai dari nilai
sebelumnya namun belum mencapai standar nilai KKM. Hasil
wawancara peneliti dengan peserta didik S5 adalah sebagai berikut:
P : Peneliti
S5 : Peserta didik dengan nomor subjek S5
P : Kalau kelas yang kamu tempati selama pembelajaran sampai hari ini bagaimana? Sudah kondusif atau belum untuk menunjang pembelajaran?
S5 : Belum, Bu. Kelasnya sempit, kan muridnya banyak terus kelasnya sempit gitu jadinya nggak nyaman Bu, panas. Kipas anginnya kan nggak menjangkau semua murid Bu, jadinya kalau yang pas kena angin ya enak, kalau yang
nggak kena angin kan panas. Posisi kelasnya juga nggak enak Bu. Kalau ada yang sliweran lewat depan kelas tu ngganggu je Bu.
Berdasarkan keterangan dari peserta didik di atas, kondisi
lingkungan fisik ruang kelas yang digunakan selama pembelajaran
belum mendukung perkembangan belajar peserta didik. Ukuran
ruang kelas yang sempit dan letak ruang kelas yang kurang
strategis merupakan salah satu faktor yang menyebabkan peserta
didik menjadi kurang nyaman mengikuti pembelajaran.
P : Sejauh ini, kan saya memberikan beberapa tindakan selama pembelajaran di kelas, seperti mengubah posisi tempat duduk, mengganti teman sebangku, mengatur cahaya lampu di kelas, dan beberapa hal lainnya.
Bagaimana tanggapan kamu mengenai tindakan yang saya lakukan?
S5 : Kalau saya lebih senang waktu posisi duduknya diubah Bu. Jadinya variasi gitu Bu, nggak cuma nglihatin papan tulis, tapi bisa nglihat temannya yang ada di depan atau samping gitu Bu. Saya juga nggak cepat bosan selama pembelajaran dengan posisi duduk diubah gitu Bu, enak aja rasanya.
P : Kondisi kelas itu mempengaruhi semangat belajar, sikap dan keaktifan kamu di kelas, terus hasil belajarmu juga nggak?
S5 : Berpengaruh Bu. Saya jadi lebih konsentrasi
mendengarkan penjelasan kalau duduknya melingkar gitu Bu, soalnya kan nggak bisa sembunyi-sembunyi tidur lagi kan Bu, pasti kelihatan, jadinya saya memperhatikan Bu. Hahaha.
Menurut peserta didik S5, tindakan pengelolaan kelas yang
berlangsung memberikan pengaruh yang baik terhadap motivasi
belajar, sikap dan keaktifan peserta didik dalam mengikuti
pembelajaran matematika.
P : Faktor yang paling mempengaruhi semangat belajar, sikap dan keaktifan, serta hasil belajarmu itu apa? Apakah dari kondisi fisik kelasnya? Atau dari segi pengajarnya? Atau ada hal lain?
S5 : Kalau di kelas itu yang paling pengaruh guru ngatur kelasnya gimana gitu Bu. Kalau kondisi kelasnya nggak enak tapi gurunya bisa ngatur suasana belajarnya kan jadinya tetap bisa belajar dengan nyaman Bu. Kayak Ibu