DAN ANALISIS DATA
C. Pelaksanaan Pengumpulan Data Penelitian
Berdasarkan pengamatan yang peneliti lakukan terhadap kondisi
kelas dan peserta didik kelas XI Administrasi PerkantoranSMK BOPKRI
1 Yogyakarta, peneliti menduga bahwa ada pengaruh dari kurang
optimalnya pengelolaan kelas yang dilakukan sehingga motivasi belajar,
sikap dan keaktifan, serta hasil belajar matematika peserta didik menjadi
rendah. Maka, peneliti merancang penelitian tindakan kelas untuk
memperbaiki kondisi kelas XI Administrasi Perkantoran. Penelitian
tindakan kelas yang dilakukan terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan,
Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus. Dua siklus tersebut
dilaksanakan dalam empat kali pertemuan, dengan rincian kegiatan
sebagai berikut:
Tabel 9. Rincian Kegiatan Penelitian
Siklus Pertemuan Hari,
tanggal Waktu Kegiatan
I 1 Senin, 30 Maret 2015 08.45 – 10.30 Pembelajaran matematika dengan materi logika matematika.
Kompetensi Dasar:
4.1 Memahami pernyataan dalam matematika dan ingkaran atau negasinya. Indikator:
1. Menjelaskan arti dan contoh dari
pernyataan dan kalimat terbuka, serta menentukan nilai kebenaran dari suatu pernyataan. 2. Menentukan
ingkaran atau negasi dari suatu pernyataan beserta nilai kebenarannya. 2 Rabu, 1 April 2015 08.45 – 10.00 Pembelajaran matematika dengan materi logika matematika.
Kompetensi Dasar:
4.1 Memahami pernyataan dalam matematika dan ingkaran atau negasinya. Indikator:
1. Menjelaskan arti dan contoh dari
kalimat terbuka, serta menentukan nilai kebenaran dari suatu pernyataan. 2. Menentukan
ingkaran atau negasi dari suatu pernyataan beserta nilai kebenarannya. Rabu, 1 April 2015 10.00 – 10.30 Tes siklus I 1 Senin, 6 April 2015 08.45 – 10.30 Pembelajaran matematika dengan materi logika matematika.
Kompetensi Dasar: 4.2 Menentukan nilai kebenaran dari suatu pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor. Indikator: Menentukan nilai kebenaran dari suatu
pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi dan biimplikasi. II 2 Rabu, 8 April 2015 08.45 – 10.30 Pembelajaran matematika dengan materi logika matematika.
Kompetensi Dasar: 4.2 Menentukan nilai kebenaran dari suatu pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor. Indikator: Menentukan ingkaran atau negasi dari suatu pernyataan majemuk berbentuk konjungsi, disjungsi, implikasi dan biimplikasi.
April 2015 10.30
Berikut penjabaran kegiatan yang dilakukan selama penelitian
berlangsung, baik pada siklus I maupun siklus II.
1. Kegiatan Siklus I
Kegiatan penelitian pada siklus I ini terdiri dari 2 kali pertemuan
pembelajaran dengan alokasi waktu 2 × 45 menit pada setiap
pertemuan. Rincian kegiatan yang dilakukan terdiri dari empat
tahap,yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi
sebagai berikut:
a.) Perencanaan
Penerapan tindakan pada siklus I ini dapat dibagi sebagai
berikut:
1.) Peserta didik kelas XI Administrasi Perkantoran merupakan
subyek penelitian yang akan diberi tindakan.
2.) Tindakan yang diterapkan kepada subyek penelitian merupakan
tindakan pengelolaan kelas selama pembelajaran matematika
berlangsung.
3.) Peningkatan motivasi belajar, sikap dan keaktifan selama
pembelajaran, serta hasil belajar peserta didik setelah diberi
tindakan.
Kegiatan awal yang dilakukan pada tahap perencanaan ini
mengenai kelas yang akan digunakan dalam penelitian dan materi
pembelajaran yang akan digunakan selama penelitian. Setelah
berkonsultasi dengan guru matematika yang mengajar, guru
menyetujui bahwa kelas yang digunakan adalah kelas XI
Administrasi Perkantoran dan materi pembelajaran yang akan
digunakan adalah materi mengenai logika matematika.
Kemudian peneliti dan guru yang mengajar melakukan diskusi
mengenai waktu pelaksanaan penelitian. Karena peserta didik kelas
XI baru menyelesaikan kegiatan praktik kerja lapangan (PKL) pada
akhir bulan Maret, maka pada minggu pertama peserta didik kelas
XI masuk sekolah, penelitian dapat dilaksanakan. Jadwal
pembelajaran matematika di kelas XI Administrasi Perkantoran
adalah hari senin pada pukul 08.45 – 10.30, dan hari rabu pada pukul 08.45 – 10.30.
Setelah menyusun jadwal mengajar dan menentukan materi
pembelajaran yang akan digunakan selama penelitian berlangsung,
maka peneliti menyusun rancangan pelaksanaan pembelajaran
(RPP) mengenai materi logika matematika. Pada siklus I penelitian
ini, kompetensi dasar yang ingin dicapai adalah memahami
pernyataan dalam matematika dan ingkaran atau negasinya. Selain
menyusun RPP, peneliti juga menyusun media untuk mengajar,
soal-soal latian dan soal tes siklus I, serta kuesioner dan lembar
b.) Pelaksanaan
1.) Pertemuan I
Pertemuan pertama siklus I dilaksanakan pada hari senin 30
Maret 2015 pukul 08.45 – 09.30 WIB, ada jeda istirahat 15 menit, kemudian dilanjutkan kembali pukul 09.45 – 10.30 WIB. Materi pembelajaran yang diajarkan adalah pernyataan
atau kalimat matematika. Tujuan dari pembelajaran ini adalah
peserta didik dapat menjelaskan arti dan contoh dari pernyataan
dan kalimat terbuka, serta menentukan nilai kebenaran suatu
pernyataan. Dalam tindakan ini peneliti bertindak sebagai guru
yang mengajar.
Kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan I
adalah sebagai berikut :
a. Pembukaan
Pada saat peneliti masuk ke dalam kelas, para
peserta didik memberi salam. Peneliti tidak lagi
memperkenalkan diri kepada para peserta didik karena pada
semester ganjil sebelumnya, peneliti melaksanakan
kegiatan program pengalaman lapangan (PPL) di kelas
yang sama. Kemudian sebelum memulai pembelajaran,
peneliti mengabsen peserta didik yang hadir. Ternyata
sedangkan 2 orang peserta didik tidak diketahui alasan
ketidakhadirannya.
Setelah mengabsen kehadiran peserta didik, peneliti
meminta peserta didik untuk memindahkan posisi kursi dan
meja mereka menjadi berbentuk U. Awalnya para peserta
didik memprotes tindakan yang peneliti lakukan, alasannya
adalah mereka malas untuk memindah posisi bangku
mereka. Namun pada akhirnya para peserta didik mau
memindahkan posisi tempat duduk mereka setelah peneliti
bujuk.
Apersepsi yang peneliti lakukan adalah
menyampaikan tujuan pembelajaran dan tanya jawab
dengan peserta didik mengenai definisi pernyataan dan
kalimat terbuka. Peneliti memberikan stimulus untuk
memancing peserta didik berpikir kritis.
b. Kegiatan Inti
Kegiatan yang dilakukan setelah apersepsi adalah
diskusi antara peneliti dan peserta didik mengenai
perbedaan pernyataan dan kalimat terbuka. Peneliti
memberikan lembar materi pembelajaran mengenai
pernyataan dan kalimat terbuka dengan tujuan agar peserta
didik terlibat aktif menjawab atau melengkapi materi
mengidentifikasi pernyataan dan kalimat terbuka agar
peserta didik semakin memahami materi pembelajaran yang
peneliti ajarkan. Peserta didik mengerjakan soal identifikasi
secara berkelompok 2 – 3 orang untuk berdiskusi menentukan pernyataan dan kalimat terbuka.
Pengelompokan dilakukan secara acak, tidak ada patokan
tertentu.
Gambar 6. Peserta didik berdiskusi mengenai soal identifikasi
Setelah berdiskusi, peserta didik secara bergantian
menjawab setiap soal identifikasi dan memberikan alasan
mengenai jawaban yang diungkapkan. Kemudian peneliti
memberikan soal-soal latihan kepada peserta didik. Selama
mengerjakan soal-soal latihan, peneliti membantu peserta
didik yang masih kesulitan dalam memahami materi
pembelajaran. Peneliti juga menegur peserta didik yang
kurang berkonsentrasi selama pembelajaran berlangsung.
Selama pembelajaran berlangsung masih banyak peserta
didik yang duduk dengan posisi punggung tidak lurus,
posisi duduknya tidak benar, peneliti akan menghampiri
peserta didik tersebut dan menegurnya agar memperbaiki
posisi duduknya. Tidak sedikit pula peserta didik yang
kurang percaya diri untuk bertanya materi yang belum
dipahami ataupun mengungkapkan pendapatnya dalam
diskusi kelompok dan diskusi kelas. Peneliti kemudian
mendekati peserta didik tersebut untuk membuat peserta
didik tersebut merasa nyaman dalam mengikuti
pembelajaran, sehingga peserta didik tersebut mau terlibat
aktif dalam pembelajaran.
Setelah semua peserta didik menyelesaikan soal
latihan yang peneliti berikan, peserta didik secara acak
peneliti tunjuk untuk mempresentasikan bersama dengan
peneliti membahas jawaban dari setiap soal latihan beserta
alasan dari jawaban setiap soal.
c. Penutup
Pada akhir pembelajaran, peneliti bersama-sama
dengan peserta didik merefleksikan pembelajaran pada hari
itu. Peneliti membantu peserta didik dalam membuat
kesimpulan materi yang dipelajari dalam pembelajaran hari
itu. Kemudian peneliti meminta peserta didik untuk
mempelajari lagi materi mengenai pernyataan dan kalimat
peserta didik dapat menanyakan kepada sesama peserta
didik yang telah memahami ataupun kepada peneliti pada
pertemuan selanjutnya.
2.) Pertemuan II
Pertemuan II pada siklus I dilaksanakan pada hari rabu
tanggal 1 April 2015. Pembelajaran matematika dimulai pada
pukul 08.45 – 09.30 WIB, kemudian diselingi jeda istirahat selama 15 menit, dan pembelajaran kembali dilanjutkan pada
pukul 09.45 – 10.30 WIB. Berdasarkan pertimbangan efisiensi waktu, maka peneliti melakukan kesepakatan dengan peserta
didik agar waktu istirahat digeser setelah pembelajaran selesai,
sehingga pada saat menyampaikan materi, waktu penyampaian
materi tidak terpotong jeda istirahat. Adapun kegiatan yang
dilakukan selama pembelajaran berlangsung adalah sebagai
berikut:
a. Pembukaan
Pada saat peneliti memasuki ruangan kelas, peserta
didik memberi salam seperti yang biasa dilakukan.
Perbedaan yang terjadi adalah tempat duduk peserta didik
sudah dikondisikan membentuk U. Pada saat peneliti
menanyakan alasan pengaturan tempat duduk peserta didik,
untuk mengubah kembali posisi tempat duduk menjadi
barisan seperti awal pertemuan.
Peneliti memberikan beberapa tindakan terhadap
kondisi ruangan kelas yang digunakan selama pembelajaran
berlangsung. Peneliti tidak menyalakan dua lampu terdepan
di ruang kelas tersebut dikarenakan menghindari silau
cahaya lampu yang menyebabkan pantulan gambar dari
proyektor ke papan tulis menjadi kurang jelas. Untuk
mengatur suhu dalam ruangan, peneliti menyalakan kedua
kipas angin yang terpasang di langit-langit ruang kelas dan
membuka pintu ruang kelas, tetapi lalu lalang yang terjadi
di luar ruang kelas menyebabkan peserta didik kurang dapat
berkonsentrasi dalam mengikuti pembelajaran, maka
peneliti kembali menutup pintu ruang kelas XI
Administrasi Perkantoran.
Setelah mengatur cahaya dan suhu dalam ruang
kelas, peneliti membantu peserta didik untuk kembali
mengingat materi pembelajaran yang sebelumnya dan
membahas soal latihan yang belum dimengerti oleh peserta
didik. Antusiasme peserta didik pada awal pembelajaran
masih relatif rendah karena masih banyak peserta didik
b. Kegiatan Inti
Setelah melakukan apersepsi, peneliti melanjutkan
pembelajaran dan masuk ke dalam penjelasan materi.
Penyampaian materi tidak seluruhnya berasal dari peneliti
selaku sumber materi, tetapi peneliti membuat media
pembelajaran berupa lembar materi pembelajaran yang
berisi rangkuman materi pembelajaran namun ada beberapa
bagian yang masih kosong. Peserta didik kemudian
dikondisikan berkelompok 3 – 5 orang setiap kelompok diskusi. Setiap kelompok berdiskusi untuk melengkapi
materi yang ada dalam lembar materi pembelajaran. Waktu
berdiskusi adalah selama 20 menit. Setelah selesai
melengkapi materi, perwakilan setiap kelompok maju ke
depan kelas untuk menuliskan jawabannya dari
kelompoknya dan mengemukakan alasan dari jawaban
tersebut. Setiap perwakilan kelompok yang bersedia maju
ke depan kelas akan mendapatkan penghargaan berupa
penambahan poin, kelompok yang mendapat poin
terbanyak nantinya akan mendapat hadiah dari peneliti di
akhir siklus penelitian. Sedangkan kelompok yang tidak
tertib dalam mengerjakan tugas akan mendapatkan
Gambar 7. Perwakilan kelompok peserta didik menuliskan jawaban di papan tulis.
Kemudian peneliti memberikan soal-soal latihan
kepada peserta didik, dan peserta didik mengerjakan
bersama dengan kelompoknya masing-masing. Selama
mengerjakan soal latihan, peneliti membantu kelompok
peserta didik yang mengalami kesulitan dalam
menyelesaikan soal latihan. Peserta didik yang terlihat pasif
dan menyendiri selama pembelajaran berlangsung pun
peneliti dekati dan peneliti beri motivasi agar ikut
berdinamika bersama dengan peserta didik yang lain.
Setelah selesai mengerjakan soal, peneliti memilih peserta
didik secara acak untuk menjawab soal di depan kelas.
c. Penutup
Di akhir pembelajaran, peneliti mengajak peserta
didik untuk menyimpulkan materi pembelajaran selama dua
waktu 30 menit, peneliti memberikan soal tes siklus I
kepada 30 peserta didik yang hadir. Setelah semua peserta
didik selesai mengerjakan soal tes, peneliti meminta peserta
didik untuk mempelajari materi logika mengenai kalimat
majemuk.
c.) Pengamatan
Pengamatan yang peneliti lakukan selama pembelajaran
berlangsung bertujuan untuk memperoleh informasi-informasi
yang diperlukan. Hasil pengamatan yang dilakukan terhadap
motivasi belajar, sikap dan keaktifan peserta diperoleh dari hasil
pengisian kuesioner penelitian, wawancara, dan pengamatan secara
langsung kegiatan peserta didik selama mengikuti pembelajaran
dan mengerjakan tugas yang guru berikan. Sedangkan untuk hasil
belajar peserta didik diperoleh dari nilai tes, wawancara, dan
diskusi yang berlangsung antara guru dan peserta didik selama
pembelajaran berlangsung.
d.) Refleksi
Secara keseluruhan pelaksanaan tindakan siklus I berjalan
dengan baik. Namun masih banyak peserta didik yang belum mau
terlibat aktif selama pembelajaran berlangsung. Setelah melihat
hasil pengisian kuesioner, wawancara dan hasil tes peserta didik,
peneliti merefleksikan pelaksanaan tindakan siklus I. Hasil yang
belum optimal karena belum mencapai target yang diinginkan,
maka peneliti merencanakan untuk mengadakan tindakan siklus II.
2. Kegiatan Siklus II
Setelah melakukan analisis terhadap data yang diperoleh dalam
tindakan siklus I, ternyata hasil tindakan belum mencapai sasaran.
Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti menyusun kembali tindakan
penelitian untuk siklus II.
Tindakan siklus II dilakukan dalam dua kali pertemuan,
masing-masing pertemuan 2 × 45 menit. Sama seperti pada siklus I, kegiatan
tindakan pada siklus II terbagi dalam tahap perencanaan, tahap
pelaksanaan, tahap pengamatan dan tahap refleksi.
a.) Perencanaan
Pada awal tahap perencanaan, peneliti berkonsultasi dengan
guru matematika yang mengajar mengenai hasil dari tindakan pada
siklus I. Terlihat adanya peningkatan terhadap sikap dan hasil
belajar peserta didik namun hasilnya belum mencapai target yang
maksimal. Menyikapi hal tersebut, maka peneliti meminta ijin
kepada guru matematika yang mengajar agar diperbolehkan
kembali melaksanakan tindakan penelitian terhadap peserta didik
kelas XI Administrasi Perkantoran.
Setelah mendapatkan ijin dari guru matematika yang
telah peneliti buat agar pada saat diterapkan kepada peserta didik
dapat memberikan hasil yang maksimal. Penyusunan RPP dan
soal-soal latihan kembali peneliti konsultasikan kepada guru
matematika yang mengajar. Peneliti juga belajar dari pengalaman
pada siklus I, beberapa hal yang peneliti rencanakan untuk
dilaksanakan pada siklus II penelitian tindakan kelas ini adalah
pengaturan kembali posisi tempat duduk peserta didik, pengaturan
hubungan baik antara guru dan peserta didik serta antar peserta
didik dalam menciptakan situasi kondusif selama pembelajaran
berlangsung.
b.) Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan dilakukan dalam 2 pertemuan,
masing-masing pertemuan adalah 2 jam pelajaran atau 2 × 45 menit dengan
rincian kegiatan sebagai berikut:
1.) Pertemuan I
Pertemuan I dilaksanakan pada hari senin tanggal 6 April
2015 pukul 08.45 – 10.30 WIB, dengan diselingi jeda istirahat selama 15 menit pada pukul 09.30 – 09.45 WIB. Tindakan yang peneliti lakukan berdasarkan dengan rencana pelaksanaan
pembelajaran yang telah peneliti buat dan konsultasikan dengan
pakar. Tujuan dari pembelajaran ini adalah peserta didik dapat
menentukan nilai kebenaran dari suatu pernyataan majemuk
Lebih lanjut kegiatan yang dilaksanakan pada pertemuan I
dalam siklus II ini adalah sebagai berikut:
a. Pembuka
Sebelum memulai pembelajaran, peserta didik
memberikan salam kepada peneliti, selaku guru yang
mengajar matematika pada pertemuan tersebut. Posisi
bangku tempat duduk peserta didik telah diatur menjadi
bentuk U, namun ada beberapa bangku yang tidak rapi,
maka peneliti meminta peserta didik merapikan tempat
duduk masing-masing dan memastikan setiap peserta didik
siap mengikuti pembelajaran. Kemudian peneliti
memastikan kondisi di luar ruang kelas XI Administrasi
Perkantoran tidak mengganggu jalannya pembelajaran
sehingga peneliti dapat membuka pintu ruang kelas agar
sirkulasi udara dalam ruangan menjadi baik. Peneliti tidak
membuka pintu secara penuh, tetapi hanya separuh saja, hal
ini dilakukan dengan alasan agar sirkulasi udara terjadi,
tetapi lalu lintas yang terjadi di luar ruang kelas XI
Administrasi Perkantoran tidak mengganggu konsentrasi
peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.
Setelah mengabsen kehadiran peserta didik, peneliti
meminta peserta didik untuk melakukan senam ringan
digunakan untuk mengikuti pembelajaran yang lain.
Peneliti pun meminta peserta didik untuk bertukar posisi
duduk, hal ini dilakukan dengan alasan agar peserta didik
memperoleh suasana yang baru dan tidak cepat bosan
karena suasana pembelajaran yang monoton.
Kemudian peneliti menyampaikan tujuan
pembelajaran, yaitu peserta didik dapat menentukan nilai
kebenaran dari suatu pernyataan majemuk berbentuk
konjungsi, disjungsi, implikasi dan biimplikasi. Apersepsi
yang peneliti lakukan adalah dengan mengingatkan kembali
materi pembelajaran sebelumnya, yaitu mengenai
pernyataan dan kalimat terbuka, serta membahas jawaban
soal tes pada siklus I.
b. Kegiatan Inti
Tindakan yang dilakukan setelah apersepsi adalah
diskusi antara peneliti dan seluruh peserta didik secara
klasikal mengenai kalimat majemuk. Peneliti membimbing
peserta didik untuk menemukan definisi kalimat majemuk
dan contoh penggunaan kalimat majemuk dalam kehidupan
Gambar 8. Peneliti memberikan penjelasan mengenai materi kalimat majemuk.
Dalam pembelajaran ini, peneliti menggunakan
lembar materi pembelajaran untuk membantu peserta didik
dalam memahami materi yang peneliti sampaikan. Pada
saat melengkapi materi, peneliti meminta peserta didik utuk
berdiskusi bersama dengan teman sebangku mengenai
jawaban yang tepat untuk melengkapi materi yang tertera
pada papan tulis di depan kelas. Pada saat diskusi ini
nampak beberapa peserta didik tidak berdiskusi dengan
teman sebangkunya, mereka beralasan bahwa teman
sebangkunya tidak enak untuk diajak berdiskusi, sehingga
mereka lebih memilih untuk mencari kesibukan yang lain,
seperti mengobrol ataupun bermain gadget. Melihat hal
tersebut, peneliti menegur peserta didik yang tidak
mengikuti pembelajaran dengan baik dan membujuk
peserta didik tersebut untuk mau berusaha berdiskusi
Setelah melengkapi materi pembelajaran, peneliti
kembali memberikan soal-soal latihan kepada peserta didik.
Peserta didik dikondisikan membentuk kelompok diskusi
beranggotakan 6 – 7 orang setiap kelompoknya. Setiap anggota kelompoknya dipilih secara acak, sehingga dalam
satu kelompok terdapat beragam tingkat kecerdasan
intelektual peserta didik.
Selama mengerjakan soal-soal latihan, peneliti
membantu kelompok peserta didik yang mengalami
kesulitan. Peneliti juga menegur peserta didik yang tidak
berdiskusi tetapi malah mencari kesibukan yang lain.
Dalam membahas soal latihan yang peneliti berikan,
peneliti bersama dengan seluruh peserta didik berdiskusi
bersama-sama. Setelah mengerjakan soal latihan, peneliti
memberikan soal latihan lagi tetapi dengan konsep yang
berbeda dari sebelumnya. Peneliti membuat semacam kuis
adu cepat dan tepat dalam menjawab pertanyaan yang
peneliti berikan. Kelompok peserta didik yang bisa
menjawab dengan tepat dan mengumpulkan poin terbanyak
akan memperoleh hadiah. Seluruh peserta didik terlihat
antusias dalam mengikuti permainan ini. Peserta didik yang
sebelumnya pasif pun menjadi lebih tertarik untuk terlibat
c. Penutup
Pada akhir pembelajaran, peneliti mengajak peserta
didik untuk kembali menyimpulkan materi pembelajaran
yang telah dipelajari pada hari itu. Peserta didik terlihat
lebih bersemangat dalam mengungkapkan pendapat mereka
mengenai materi pembelajaran yang dipelajari. Kemudian
peneliti meminta peserta didik untuk mempelajari kembali
materi pembelajaran yang telah diajarkan dan juga
mempelajari materi pembelajaran untuk pertemuan
selanjutnya, yaitu materi mengenai ingkaran atau negasi
dari suatu pernyataan majemuk.
2.) Pertemuan II
Pertemuan II pada siklus II ini dilaksanakan pada hari rabu
tanggal 8 April 2015 selama 2 jam pelajaran, yaitu pada pukul
08.45 – 10.30 WIB dengan jeda waktu istirahat selama 15 menit pada pukul 09.30 – 09.45 WIB. Rincian kegiatan pada pertemuan II ini adalah sebagai berikut:
a. Pembukaan
Pada saat peneliti memasuki ruang kelas, seluruh
peserta didik memberikan salam. Sebelum memulai
pembelajaran, peserta didik sudah mengatur posisi bangku
tempat duduk menjadi bentuk U dan teman sebangku
sebelumnya. Sesudah peneliti mengabsen kehadiran peserta
didik, peneliti bertanya kepada peserta didik mengenai
posisi tempat duduk yang sudah diubah dengan sendirinya
sebelum pembelajaran berlangsung. Beberapa peserta didik
mengungkapkan bahwa mereka lebih merasa nyaman
dengan posisi duduk seperti itu karena bervariasi dari posisi
duduk sebelumnya. Selama pembelajaran mata pelajaran
yang lain pun peserta didik tidak mengubah susunan tempat
duduk karena merasa nyaman dengan posisi tersebut.
Pengaturan cahaya dan suhu dalam ruang kelas
kembali peneliti lakukan untuk membuat peserta didik
nyaman dalam mengikuti pembelajaran. Awalnya, peneliti
mengatur cahaya lampu dalam ruang kelas. Cahaya lampu
diatur agar tidak terlalu gelap ataupun terlalu terang. Hal ini
dilakukan agar peserta didik merasa nyaman dalam
memperhatikan tulisan di papan tulis maupun dalam
mengerjakan lembar materi pembelajaran. Suhu dalam
ruang kelas pun diatur dengan cara menyalakan kipas angin
yang terdapat dalam ruang kelas dan membuka separuh
pintu ruang kelas agar sirkulasi udara dapat berjalan dengan
lancar. Jarak duduk antar peserta didik juga peneliti atur
agar antar peserta didik tidak mudah bergesekan dan tidak
Kemudian peneliti memimpin peserta didik untuk
melakukan gerakan-gerakan ringan sebelum memulai
pembelajaran agar peserta didik tidak tegang setelah
mengikuti pembelajaran sebelumnya. Setelah dirasa cukup,
peneliti mempersilahkan peserta didik untuk duduk dan
mempersiapkan diri dalam mengikuti pembelajaran.
Setelah seluruh peserta didik nampak siap dalam
mengikuti pembelajaran, peneliti menyampaikan tujuan
pembelajaran, yaitu peserta didik dapat menentukan
ingkaran atau negasi dari suatu pernyataan majemuk
berbentuk pernyataan konjungsi, disjungsi, implikasi dan
biimplikasi. Apersepsi yang peneliti lakukan adalah
mengajak peserta didik untuk kembali mengingat materi
pembelajaran ingkaran atau negasi pernyataan dan kalimat