• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

D. Penelitian Tindakan Kelas

1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian tindakan kelas adalah suatu penelitian tindakan

(action research) yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai

peneliti di kelasnya atau bersama-sama dengan orang lain

(kolaborasi) dengan jalan merancang, melaksanakan dan

merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipasif yang

bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu (kualitas)

proses pembelajaran di kelasnya melalui suatu tindakan (treatment)

tertentu dalam suatu siklus (Kunandar 2008:44).

Dalam penelitian tindakan kelas terdapat tiga konsep, yaitu:

a. Penelitian adalah aktivitas mencermati suatu obyek tertentu

melalui metodologi ilmiah dengan mengumpulkan data-data

dan analisis untuk menyelesaikan suatu masalah.

b. Tindakan adalah suatu aktivitas yang sengaja dilakukan dengan

untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu atau kualitas

proses belajar mengajar.

c. Kelas adalah sekelompok peserta didik yang dalam waktu sama

menerima pelajaran yang sama dari seorang guru.

2. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas

Tujuan utama dari penelitian tindakan kelas (PTK) adalah

untuk meningkatkan dan atau memperbaiki proses pembelajaran di

kelas, ada tujuan penyerta yang dapat dicapai sekaligus berupa

terjadinya proses latihan dalam jabatan selama proses PTK

berlangsung.

3. Prinsip Tindakan Kelas

Enam prinsip PTK menurut Hopkins yang dikutip Euis Karwati

adalah sebagai berikut:

a. Tidak mengganggu komitmen guru dalam mengajar

Seyogyanya PTK yang dilakukan guru tidak mengganggu

komitmennyaa sebagai pengajar. Ada dua hal penting yang

terkait dengan prinsip ini, pertama, metode pembelajaran yang

diterapkan guru dalam PTK tidak segera dapat memperbaiki

pembelajarannya, guru hendaknya selalu secara konsisten

menemukan sebabnya, mencari jalan keluar terbaik, atau

belajar dan meningkatkan hasil belajar secara optimal. Kedua,

banyaknya siklus yang diterapkan hendaknya mengutamakan

pada ketercapaian criteria keberhasilan, misalnya pembentukan

pemahaman yang mendalam (deep understanding) ketimbang

sekadar menghabiskan kurikulum (content coverage), da tidak

semata-mata mengacu pada kejenuhan informasi (saturation of

information).

b. Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data diupayakan sesederhana

mungkin, asal mampu memperoleh informasi yang cukup

signifikan dan dapat dipercaya secara metodologis.

c. Metodologi yang digunakan

Metodologi yang digunakan hendaknya dapat

dipertanggungjawabkan reliabilitasnya, sehingga guru dapat

mengidentifikasi dan merumuskan hipotesis secara

meyakinkan, mengembangkan strategi yang dapat diterapkan

pada situasi kelas, serta memperoleh data yang dapat digunakan

untuk membuktikan hipotesis tindakannya.

d. Masalah yang diangkat

Masalah yang diangkat merupakan masalah yang

benar-benar problematik bagi guru, sehingga atas dasar tanggung

jawab profesionalnya, guru terdorong untuk menemukan

merupakan dorongan hati yang paling dalam untuk

memperoleh perbaikan secara nyata proses dan pelayanannya

kepada peserta didik.

e. Pelaksanaan mengindahkan aturan sekolah

PTK hendaknya diketahui oleh kepala sekolah,

disosialisasikan kepada guru-guru, dilakukan sesuai dengan

kaidah-kaidah keilmuan, dilaporkan hasilnya sesuai dengan tata

karma penyusunan karya tulis ilmiah, dan tetap

mengedepankan kepentingan peserta didik.

f. Solusi ditujukan, baik secara khusus maupun secara umum

Permasalahan yang diselesaikan melalui PTK hendaknya

tidak terbatas hanyapada konteks kelas atau mata pelajaran

tertentu, tetapi juga mempertimbangkan perspektif sekolah

secara keseluruhan. Dalam hal ini, pelibatan lebih dari seorang

pelaku akan sangat mengakomodasi kepentingan tersebut.

4. Karakteristik Penelitian Tindakan Kelas

Karakteristik PTK menurut Kusnandar (2008:58-60) adalah

sebagai berikut:

a. Masalah yang diteliti adalah masalah riil atau nyata yang

muncul dari dunia kerja peneliti atau yang ada dalam

kewenangan atau tangung jawab peneliti (on-the job problem

b. PTK berorientasi pada pemecahan masalah (problem-solving

oriented)

c. PTK berorientasi pada peningkatan mutu (

improvement-oriented)

d. Siklus (Cyclic). Konsep tindakan (action) dalam PTK

diterapkan melalui urutan yang terdiri dari beberapa tahap

berdaur ulang (cyclical)

e. Dalam PTK selalu didasarkan pada adanya tindakan

(treatment) tertentu untuk memperbaiki PBM di kelas (action

oriented)

f. Pengkajian terhadap dampak tindakan

g. Aktivitas PTK dipicu oleh permasalahan praktis yang dihadapi

guru dalam PBM di kelas (specifics contextual)

h. PTK dilaksanakan secara kolaboratif dan bermitra dengan

pihak lain, seperti teman sejawat (participatory and

collaborative)

i. Peneliti sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi

j. Dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus,

dalam satu siklus terdiri dari tahapan perencanaan (planning),

tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi

(reflection) dan selanjutnya diulang kembali dalam beberapa

5. Model Penelitian Tindakan Kelas

a. Model PTK Kurt Lewin

Model PTK Kurt Lewin dianggap sebagai model pertama

dalam PTK yang dijadikan acuan pokok atau dasar dari

pengembangan berbagai model PTK lainnya.

1.) Menyusun Perencanaan (Planning)

Pada tahap ini kegiatan yang harus dilakukan adalah

membuat RPP, mempersiapkan fasilitas dari sarana

pendukung yang diperlukan di kelas, mempersiapkan

instrument untuk merekam dan menganalisis data mengenai

proses dan hasil tindakan.

2.) Melaksanakan Tindakan (Acting)

Pada tahap ini peneliti melakukan tindakan-tindakan yang

telah dirumuskan dalam RPP, dalam situasi yang aktual,

yang meliputi kegiatan awal, inti dan penutup.

3.) Melaksanakan Pengamatan (Observing)

Pada tahap ini yang harus dilaksanakan adalah mengamati

perilaku peserta didik yang sedang mengikuti kegiatan

pembelajaran. memantau kegiatan diskusi atau kerja sama

antar kelompok, mengamati pemahaman tiap peserta didik

dalam penguasaan materi pembelajaran yang telah

4.) Melakukan Refleksi (Reflecting)

Pada tahap ini yang harus dilakukan adalah mencatat hasil

observasi, mengevaluasi hasil observasi, menganalisis hasil

pembelajaran, mencatat kelemahan-kelemahan untuk

dijadikan bahan penyusunan rancangan siklus berikutnya

sampai tujuan PTK tercapai.

Gambar 2. Model PTK Kurt Lewin

b. Model PTK Kemmis dan Mc. Taggart

Model PTK yang dikembangkan oleh Stephen Kemmis dan

Robbin McTaggart merupakan model PTK di mana komponen

tindakan (acting) dan pengamatan (observing) disatukan dengan

alasan kedua kegiatan itu tidak bisa dipisahkan satu sama lain,

karena dilakukan dalam satu kesatuan waktu. Model Kemmis dan

McTaggart pada hakikatnya berupa perangkat-perangkat atau

komponen, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi,

yang keempatnya merupakan satu siklus. (Karwati 2014:308)

1.) Refleksi awal

Refleksi awal merupakan kegiatan penjajagan yang

dimanfaatkan untuk mengumpulkan informasi mengenai

situasi-situasi yang reevan dengan tema penelitian.

2.) Penyusunan perencanaan

Penyusunan perencanaan didasarkan pada hasil penjajagan

refleksi awal. Secara rinci perencanaan mencakup tindakan

yang akan dilakukan untuk memperbaiki, meningkatkan atau

mengubah perilaku dan sikap yang diinginkan sebagai solusi

dari permasalahan-permasalahan. Perencanaan ini bersifat

fleksibel, sehingga dapat berubah sesuia dengan kondisi nyata

yang ada.

3.) Pelaksanaan tindakan

Pelaksanaan tindakan yang dilaksanakan berpedoman pada

rencana tindakan. Jenis tindakan yang dilakukan dalam PTK

hendaknya selalu didasarkan pada pertimbangan teoritik dan

empiric agar hasil yang diperoleh berupa peningkatan kinerja

dan hasil program yang optimal.

4.) Observasi (pengamatan)

Dalam kegiatan ini peneliti mengamati hasil atau dampak dari

didik. Istilah observasi digunakan karena data yang

dikumpulkan melalui teknik observasi.

5.) Refleksi

Dalam kegiatan ini peneliti mengkaji, melihat, dan

mempertimbangkan hasil-hasil atau dampak dari tindakan.

Setiap informasi yang terkumpul perlu dipelajari kaitan yang

satu dengan lainnya dan kaitannya dengan teori atau hasil

peenelitian yang telah ada dan relevan. Refleksi merupakan

bagian yang sangat penting dalam PTK, yaitu untuk memahami

terhadap proses dan hasil yang terjadi, berupa perubahan

sebagai akibat dari tindakan yang dilakukan.

Gambar 3. Model PTK Kemmis dan McTaggart

c. Model PTK Gabungan Sanford dan Kemmis

Model ini dikembangkan oleh Direktorat Ketenagaan

PTK adalah sebagai sebuah proses investigasi terkendali yang

siklis dan besifat reflektif mandiri, yang memiliki tujuan untuk

melakukan perbaikan terhadap sistem, cara kerja, proses, isi,

kompetensi, atau situasi.

Gambar 4. Model PTK Sanford dan Kemmis

Dokumen terkait