BAB IV DESKRIPSI, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN
B. Analisis Data
Sebelum melaksanakan penelitian tindakan kelas, peneliti memperoleh data tentang Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70 dan perolehan individu yang dicapai oleh siswa/i kelas VII-A SMP Negeri 264 Jakarta saat guru menjelaskan tanpa menggunakan media.
Tabel 4.1
Interval Tingkat Penguasaan Siswa Interval Tingkat Penguasaan Keterangan 80 – 100 70 – 79 60 – 69 50 – 59 0 – 49 Sangat Berhasil Berhasil Cukup Berhasil Kurang Berhasil Tidak Berhasil
Tabel 4.2
Daftar Nilai Perolehan Individu PraSiklus (Nilai KKM : 70)
No. Nama Nilai Keterangan
1. Abdillah Nurseno 65 Cukup Berhasil
2. Ade Oktavia 70 Berhasil
3. Agus Santoso 60 Cukup Berhasil
4. Alfredo Akbar 63 Cukup Berhasil
5. Amsori Mahsusi 65 Cukup Berhasil
6. Bella Viani 70 Berhasil
7. Diana Sulistyani 68 Cukup Berhasil
8. Eka Wahyu Febrianti 70 Berhasil
9. Fadhila Resa vivi .A 70 Berhasil
10. Fahruroji 65 Cukup Berhasil
11. Faisal Mu’min Eka .O 68 Cukup Berhasil
12. Fajar Hairul Anam 75 Berhasil
13. Feni Sabputri 73 Berhasil
14. Gina Lisnawati 63 Cukup Berhasil
15. Haryadi Duantara 65 Cukup Berhasil
17. Klisetyo Widitomo 63 Cukup Berhasil
18. Lalu Adam Sofyan 68 Cukup Berhasil
19. Luthfi Ningtias 60 Cukup Berhasil
20. Mayang Megaluhur 73 Berhasil
21. Mohammad Reynaldi 65 Cukup Berhasil
22. Muhammad Rafi 68 Cukup Berhasil
23. Nuari Fitrike 70 Berhasil
24. Perdo Marado 60 Cukup Berhasil
25. Pipit Yuliani 65 Cukup Berhasil
26. Retno Aulia Rachman 68 Cukup Berhasil
27. Rifky Awwaludin 70 Berhasil
28. Rivaldo 60 Cukup Berhasil
29. Santrilea Ramadhan 70 Berhasil
30. Sella 65 Cukup Berhasil
31. Suci Meriam Syalsabila 73 Berhasil
32. Zullia Pratiwi 70 Berhasil
Jumlah 2147
Rata-rata 67,09
Tabel 4.3
Urutan Nilai Prasiklus Terendah Sampai Tertinggi Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 264 Jakarta Barat
60 60 60 60 63 63 63 65
65 65 65 65 65 65 68 68
68 68 68 70 70 70 70 70
70 70 70 70 73 73 73 75
Gambar 4.1
Grafik Nilai Prasiklus
Berdasarkan tabel di atas, nilai prasiklus terendah adalah 60 dan nilai tertinggi adalah 75. Dengan rincian sebagai berikut : nilai 60 ada 4 orang, nilai 63 ada 3 orang, nilai 65 ada 7 orang, nilai 68 ada 5 orang, nilai 70 ada 9 orang, nilai 73 ada 3 orang, dan nilai paling tinggi sebesar 75 ada 1 orang. Nilai rata-rata atau tingkat penguasaan yang diperoleh sebelum dilakukan
tindakan adalah sebesar 67,09. Sedangkan siswa yang memenuhi KKM hanya sebesar 40,62%.
Saat proses KBM berlangsung, dari 32 siswa tidak semua mengikuti kegiatan belajar dengan baik, hal ini dikarenakan guru belum bisa menciptakan interaksi yang baik dengan siswa, sehingga siswa kurang tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran dan pembelajaran dinilai masih kurang efektif. Untuk lebih jelasnya data hasil pengamatan terhadap kegiatan yang dilakukan oleh guru dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.4
Hasil Pengamatan Kegiatan Guru pada Prasiklus
NO KEGIATAN
ADA TIDAK
ADA Baik Cukup Kurang
1. Persiapan bahan ajar √
2. Media yang digunakan √
3. Model pembelajaran bervariasi √
4. Menumbuhkan perhatian siswa √
5. Membangkitkan motivasi
siswa
√
6. Datang tepat waktu √
7. Pengalokasian waktu belajar tepat
√
8. Menjelaskan langkah belajar tepat
√
jelas dan tepat
10. Menyampaikan komunikasi yang menarik
√
11. Melakukan evaluasi yang baik √
12. Membuat kesimpulan √
Keterangan :
Skala penilaian aspek yang dinilai : 10 – 59 : Kurang
60 – 79 : Cukup 80 – 100 : Baik
Dari hasil prasiklus pencapaian kompetensi pembelajaran SKI pada materi sejarah nabi Muhammad pada masa pengasuhan Halimah Sa’diyah
kelas VII-A SMP Negeri 264 Jakarta Barat dinyatakan kurang berhasil, karena siswa yang lulus KKM hanya mencapai 40,62%. Oleh karena itu, proses pembelajaran harus ditindak lanjuti dengan melakukan penelitian tindakan kelas agar siswa mencapai nilai yang diharapkan.
Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus. Hasil penelitian dari setiap siklus dideskripsikan, dianalisis, dan direfleksikan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam proses pembelajaran dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan kegiatan pembelajaran berikutnya.
Tabel 4.5
JJADWAL SIKLUS PENELITIAN TINDAKAN KELAS
SIKLUS PELAKSANAAN
WAKTU TANGGAL
I 06.30 – 08.05 WIB 02 Mei 2012
1. Pelaksanaan Siklus ke-1 a. Perencanaan
Pada tahap ini, peneliti mempersiapkan perencanaan tindakan dengan :
1) Membuat rencana pengajaran (RPP) tentang materi Sejarah Nabi
Muhammad pada Masa Pengasuhan Halimah Sa’diyah 2) Membuat lembar observasi siswa dan guru
3) Mengorganisir siswa
4) Membuat alat evaluasi berupa lembar soal untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi sejarah nabi Muhammad SAW pada masa pengasuhan Halimah Sa’diyah.
b. Pelaksanaan
Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 02 Mei 2012, pukul 06.30 – 08.05 WIB. Deskripsi pembelajaran pada siklus ke-I adalah sebagai berikut :
Standar Kompetensi : 8. Memahami Sejarah Nabi Muhammad SAW
Kompetensi Dasar : Menjelaskan Sejarah Nabi Muhammad SAW pada Masa Kanak-kanak
Indikator : 8.1 Siswa dapat menjelaskan sejarah nabi Muhammad SAW pada masa pengasuhan Siti Aminah
8.2 Siswa dapat menjelaskan sejarah nabi Muhammad SAW pada masa pengasuhan Abdul Muthalib
8.1 Siswa dapat menjelaskan sejarah nabi Muhammad SAW pada masa pengasuhan
Halimah Sa’diyah
Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat menjelaskan sejarah nabi Muhammad SAW pada masa pengasuhan
Tabel 4.6
Tahapan Kegiatan Pembelajaran Siklus 1 Kegiatan
Belajar Aktivitas Pembelajaran
Awal
Saat bel masuk berbunyi, seluruh siswa mulai pelajaran dengan membaca do’a dan dilanjutkan
dengan membaca Al-Qur’an. Setelah siswa selesai
membaca Al-Qur’an, peneliti memulai pertemuan
dengan mengucapkan salam dan mengabsen siswa untuk mengetahui kehadiran siswa. Kemudian Peneliti mengelola dan mengorganisir kelas sebagai persiapan proses pembelajaran dengan melakukan ice breaking. Sebelum masuk dalam materi, peneliti melakukan apersepsi dengan memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang akan diajarkan. Setelah itu, peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi pembelajaran yang akan diajarkan.
Inti
Sebelum memulai pelajaran, peneliti memperkenalkan media yang akan digunakan sesuai dengan materi yang akan diajarkan, yaitu media komik. Peneliti memulai kegitan belajar mengajar dengan menyampaikan materi kepada siswa tentang sejarah nabi Muhammad SAW pada masa pengasuhan Halimah Sa’diyah dengan menggunakan media komik. Peneliti membaca dan menceritakan, serta menjelaskan apa yang terdapat dalam komik yang sesuai dengan materi, sedangkan para siswa mendengarkan apa yang
dijelaskan oleh peneliti. Selama kegiatan berlangsung, peneliti mengamati kegiatan siswa. Setelah peneliti menjelaskan materi tentang sejarah nabi Muhammad pada masa pengasuhan
Halimah Sa’diyah, kemudian peneliti menunjuk satu orang siswa untuk menceritakan kembali dari apa yang telah dijelaskan oleh peneliti. Setelah itu peneliti dan siswa mengevaluasi tentang apa yang disampaikan oleh siswa, dan mengadakan tanya jawab tentang materi yang telahh diajarkan.
Akhir
Pada kegiatan akhir, peneliti mengadakan evaluasi secara tertulis terhadap siswa untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Para siswa diperintahkan untuk menuliskan kembali kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari dalam lembar evaluasi. Pertemuan diakhiri dengan mengucapkan hamdallah dan salam.
Partisipasi siswa pada siklus I dalam pembelajaran, pada awalnya siwa terlihat antusias dengan apa yang disampaikan oleh peneliti, akan tetapi ketika proses pembelajaran berlangsung beberapa menit, beberapa siswa mulai terlihat bosan dan mulai mengalihkan perhatian, karena pembelajaran hanya terpusat pada peneliti, sehingga pembelajaran dinilai masih kurang efektif.
Berdasarkan hasil tindakan peneliti yang telah dilakukan pada siklus I setelah proses pembelajaran diperoleh data hasil belajar rata-rata 71,12. Adapun hasil evaluasi pembelajaran SKI pada materi sejarah nabi Muhammad SAW pada masa pengasuhan Halimah Sa’diyah dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.7
Daftar Nilai Perolehan Individu Pada Siklus I (Nilai KKM : 70)
No. Nama Nilai Keterangan
1. Abdillah Nurseno 70 Berhasil
2. Ade Oktavia 73 Berhasil
3. Agus Santoso 65 Cukup Berhasil
4. Alfredo Akbar 70 Berhasil
5. Amsori Mahsusi 73 Berhasil
6. Bella Viani 75 Berhasil
7. Diana Sulistyani 70 Berhasil
8. Eka Wahyu Febrianti 73 Berhasil
9. Fadhila Resa vivi .A 73 Berhasil
10. Fahruroji 70 Berhasil
11. Faisal Mu’min Eka .O 70 Berhasil
12. Fajar Hairul Anam 80 Sangat Berhasil
13. Feni Sabputri 75 Berhasil
14. Gina Lisnawati 68 Cukup Berhasil
15. Haryadi Duantara 70 Berhasil
17. Klisetyo Widitomo 68 Cukup Berhasil
18. Lalu Adam Sofyan 73 Berhasil
19. Luthfi Ningtias 63 Cukup Berhasil
20. Mayang Megaluhur 78 Berhasil
21. Mohammad Reynaldi 68 Cukup Berhasil
22. Muhammad Rafi 73 Berhasil
23. Nuari Fitrike 73 Berhasil
24. Perdo Marado 65 Cukup Berhasil
25. Pipit Yuliani 68 Cukup Berhasil
26. Retno Aulia Rachman 70 Berhasil
27. Rifky Awwaludin 73 Berhasil
28. Rivaldo 65 Cukup Berhasil
29. Santrilea Ramadhan 73 Berhasil
30. Sella 68 Cukup Berhasil
31. SuciMeriam Syalsabila 75 Berhasil
32. Zullia Pratiwi 75 Berhasil
Jumlah 2276
Rata-rata 71,12
Tabel 4.8
Urutan Nilai Siklus I Terendah Sampai Tertinggi Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 264 Jakarta Barat
63 65 65 65 68 68 68 68
68 70 70 70 70 70 70 70
73 73 73 73 73 73 73 73
73 73 75 75 75 75 78 80
Gambar 4.2
Grafik Nilai Siklus I
Berdasarkan tabel di atas, nilai siklus I nilai terendah adalah 63 dan nilai tertinggi adalah 80. Dengan rincian sebagai berikut : nilai 63 ada 1 orang, nilai 65 ada 3 orang, nilai 68 ada 5 orang, nilai 70 ada 7 orang, nilai 73 ada 10 orang, nilai 75 ada 4 orang, nilai 78 ada 1 orang, dan nilai paling tinggi sebesar 80 ada 1 orang. Nilai rata-rata atau tingkat penguasaan yang diperoleh padda siklus I adalah sebesar 71,12 terdapat kenaikan dibandingkan sebelum diadakan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dengan rata-rata 67,09. Siswa yang telah memenuhi KKM pad siklus I sebesar 71,87%, artinya masih ada 28,13% atau sebanyak 9 siswa yang belum mencapai KKM, nilai ini
naik dibandingkan dengan nilai sebelum dilakukan penelitian tindakan kelas yang hanya 40,62% siswa yang memenuhi standar KKM. Meskipun demikian, masih perlu dilakukan penelitian tindakan selanjutnya pada siklus II untuk mencapai target siswa yang mencapai nilai KKM 70 sebesar 100%.
c. Observasi
Dalam tahap observasi, peneliti melakukan pengamatan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan untuk memperoleh data yang akurat untuk perbaikan pada siklus berikutnya. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, peneliti telah melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan skenario pembelajaran, dan juga telah menggunakan media komik dalam menjelaskan materi tentang sejarah nabi Muhammad pada masa pengasuhan Halimah Sa’diyah. Hal ini dapat dilihat pada table berikut ini :
Tabel 4.9
Hasil Pengamatan Kegiatan Guru pada Siklus I
NO KEGIATAN
ADA TIDAK
ADA Baik Cukup Kurang
1. Persiapan bahan ajar √
2. Media yang digunakan √
3. Model pembelajaran bervariasi √
4. Menumbuhkan perhatian siswa √
5. Membangkitkan motivasi
siswa
√
7. Pengalokasian waktu belajar tepat
√
8. Menjelaskan langkah belajar tepat
√
9. Menyampaikan materi dengan jelas dan tepat
√
10. Menggunakan media komik dengan efektif
√
10. Menyampaikan komunikasi yang menarik
√
11. Melakukan evaluasi yang baik √
12. Membuat kesimpulan √
Keterangan :
Skala penilaian aspek yang dinilai : 10 – 59 : Kurang
60 – 79 : Cukup 80 – 100 : Baik
Berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran, pada awalnya siwa terlihat antusias dengan apa yang disampaikan oleh peneliti, akan tetapi ketika proses pembelajaran berlangsung beberapa menit, beberapa siswa mulai terlihat bosan dan mulai mengalihkan perhatian, karena pembelajaran hanya terpusat pada peneliti, sehingga pembelajaran dinilai masih kurang efektif. Hal ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.10
Hasil Pengamatan Kegiatan Siswa pada Siklus I
NO KEGIATAN
ADA TIDAK
ADA Baik Cukup Kurang
1. Memperhatikan penjelasan guru
√
2. Motivasi belajar √
3. Bertanya mengenai materi √
4. Penggunaan media komik √
5. Membuat kesimpulan materi √
Keterangan :
Skala penilaian aspek yang dinilai : 10 – 59 : Kurang
60 – 79 : Cukup 80 – 100 : Baik
d. Refleksi
Refleksi yang dilakukan pada tahap ini adalah pengkajian terhadap keberhasilan atau kegagalan yang ditemui oleh peneliti dan pengamat. Keberhasilan yang diperoleh dalam proses pembelajaran ini adalah para siswa mulai termotivasi dalam belajar dengan adanya media komik.
Akan tetapi, masih banyak kekurangan yang ditemui dalam proses pembelajaran ini, yaitu kekurangan yang terdapat pada peneliti dalam menjelaskan materi dengan menggunakan media komik, sehingga para siswa yang pada awalnya terlihat antusias dalam belajar,
lama kelamaan menjadi bosan, sehingga banyak para siswa yang tidak memperhatikan pelajaran. Oleh karena itu, metode pengajaran, motivasi siswa serta hal-hal yang dianggap baik perlu diperbaiki dan ditingkatkan lagi pada siklus kedua.
Refleksi yang dilakukan oleh peneliti dan pengamat berupa tanya jawab dan diskusi yang dilakukan untuk mencari solusi dalam perbaikan pada siklus berikutnya.
Berdasarkan hasil diskusi antara peneliti dengan pengamat, ditemukan penyebab kurang berhasilnya siklus I, yaitu pemanfaatan komik yang belum optimal dan kurang menarik, kurang efektifnya penggunaan media, serta kurangnya dalam pengkondisian kelas. Masih banyak para siswa yang mengobrol ketika proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, perlu dilakukan siklus berikutnya.
2. Pelaksanaan Siklus ke-II
Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, peneliti berkesimpulan hasil penelitian yang diperoleh kurang optimal atau belum tercapai target pencapaian kompetensi pembelajaran yang diharapkan, yaitu pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan dengan adanya pembelajaran efektif dengan menggunakan media komik. Maka untuk pelaksanaan siklus ke-II ini lebih ditekankan pada pengoptimalan metode pengajaran yang dilakukan oleh peneliti, serta melaksanakan perbaikan-perbaikan terhadap proses pembelajaran. Hal ini bertujuan agar hasil pencapaian kompetensi siswa lebih meningkat dan mencapai tingkat ketuntasan 100% atau mencapai KKM yang telah ditetapkan.
a. Perencanaan
Pada tahap ini, peneliti mempersiapkan perencanaan tindakan dengan :
1) Membuat rencana pengajaran (RPP) tentang materi Sejarah Nabi
Muhammad pada Masa Pengasuhan Halimah Sa’diyah 2) Membuat lembar observasi siswa dan guru
4) Membuat alat evaluasi berupa lembar soal untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi sejarah nabi Muhammad SAW pada masa pengasuhan Halimah Sa’diyah.
b. Pelaksanaan
Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 09 Mei 2012, pukul 06.30 – 08.05 WIB. Deskripsi pembelajaran pada siklus ke-II adalah sebagai berikut :
Standar Kompetensi : 8. Memahami Sejarah Nabi Muhammad SAW
Kompetensi Dasar : Menjelaskan Sejarah Nabi Muhammad SAW
pada Masa Kanak-kanak
Tujuan Pembelajaran : Siswa dapat menjelaskan sejarah nabi Muhammad SAW pada masa pengasuhan Halimah Sa’diyah
Tabel 4.11.
Tahapan Kegiatan Pembelajaran Siklus II Kegiatan
Belajar Aktivitas Pembelajaran
Awal
Saat bel masuk berbunyi, seluruh siswa mulai
pelajaran dengan membaca do’a dan dilanjutkan
dengan membaca Al-Qur’an. Setelah siswa
selesai membaca Al-Qur’an, peneliti memulai
pertemuan dengan mengucapkan salam dan mengabsen siswa untuk mengetahui kehadiran siswa. Kemudian Peneliti mengelola dan mengorganisir kelas sebagai persiapan proses pembelajaran dengan melakukan ice breaking. Sebelum masuk dalam materi, peneliti
melakukan apersepsi dengan memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang akan diajarkan. Setelah itu, peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi pembelajaran yang akan diajarkan.
Inti
Peneliti memulai kegitan belajar mengajar dengan memerintahkan kepada siswa untuk membaca materi tentang sejarah nabi Muhammad pada masa pengasuhan Halimah
Sa’diyah dengan menggunakan media komik. Setelah itu, peneliti menunjuk salah seorang siswa untuk menceritakan kembali apa yang telah dibaca dengan menggunakan media komik. Kemudian peneliti memberikan kesimpulan tentang materi sejarah nabi Muhammad pada masa pengasuhan Halimah Sa’diyah, dengan menggunakan metode umpan balik, sehingga terjadi pembelajaran dua arah. Selama kegiatan berlangsung, peneliti mengamati kegiatan siswa. Setelah itu peneliti dan siswa mengadakan tanya jawab tentang materi yang telah diajarkan.
Akhir
Pada kegiatan akhir, peneliti mengadakan evaluasi secara tertulis terhadap siswa untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Para siswa diperintahkan untuk menuliskan kembali kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari dalam lembar evaluasi. Pertemuan diakhiri dengan mengucapkan hamdallah dan salam.
Berdasarkan hasil pengamatan peneliti dan observer berdiskusi dan memutuskan bahwa penelitian ini telah berhasil karena telah mencapai kriteria ketercapaian yang telah ditentukan sebesar 100%.
Adapun hasil evaluasi pembelajaran SKI pada materi sejarah nabi Muhammad SAW pada masa pengasuhan Halimah Sa’diyah dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.12
Daftar Nilai Perolehan Individu Pada Siklus II (Nilai KKM : 70)
No. Nama Nilai Keterangan
1. Abdillah Nurseno 73 Berhasil
2. Ade Oktavia 78 Berhasil
3. Agus Santoso 70 Berhasil
4. Alfredo Akbar 75 Berhasil
5. Amsori Mahsusi 80 Sangat Berhasil
6. Bella Viani 78 Berhasil
7. Diana Sulistyani 75 Berhasil
8. Eka Wahyu Febrianti 80 Sangat Berhasil
9. Fadhila Resa vivi .A 75 Berhasil
10. Fahruroji 73 Berhasil
11. Faisal Mu’min Eka .O 73 Berhasil
12. Fajar Hairul Anam 83 Sangat Berhasil
14. Gina Lisnawati 70 Berhasil
15. Haryadi Duantara 75 Berhasil
16. Irene Valencya 78 Berhasil
17. Klisetyo Widitomo 73 Berhasil
18. Lalu Adam Sofyan 78 Berhasil
19. Luthfi Ningtias 70 Berhasil
20. Mayang Megaluhur 85 Sangat Berhasil
21. Mohammad Reynaldi 73 Berhasil
22. Muhammad Rafi 78 Berhasil
23. Nuari Fitrike 75 Berhasil
24. Perdo Marado 70 Berhasil
25. Pipit Yuliani 73 Berhasil
26. Retno Aulia Rachman 75 Berhasil
27. Rifky Awwaludin 75 Berhasil
28. Rivaldo 70 Berhasil
29. Santrilea Ramadhan 80 Sangat Berhasil
30. Sella 73 Berhasil
31. Suci Meriam Syalsabila 80 Sangat Berhasil
32. Zullia Pratiwi 78 Berhasil
Rata-rata 75,69
Presentase Siswa Lulus KKM 100%
Tabel 4.13
Urutan Nilai Siklus II Terendah Sampai Tertinggi Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 264 Jakarta Barat
70 70 70 70 70 73 73 73
73 73 73 73 75 75 75 75
75 75 75 78 78 78 78 78
78 80 80 80 80 80 83 85
Gambar 4.3
Grafik Nilai Siklus II
Berdasarkan tabel di atas, nilai terendah yang diperoleh pada siklus ke-II ini adalah 70, sedangkan nilai tertinggi yang diperoleh adalah 85, dengan rincian sebagai berikut : siswa yang mendapat nilai 70 sebanyak 5 orang, yang mendapat nilai 73 sebanyak 7 orang, siswa
yang mendapat nilai 75 sebanyak7 orang, siswa yang mendapat nilai 78 sebanyak 6 orang, siswa yang mendapat nilai 80 sebanyak 5 orang, siswa yang mendapat nilai 83 ada 1 orang, dan nilai 85 ada 1 orang.
Nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus II sebesar 75,69, sedangkan nilai rata-rata pada siklus I sebesar 71,12, hal ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh mengalami kenaikan dibandingkan dengan nilai rata-rata pada siklus I. Siswa yang memenuhi KKM telah mencapai 100%, artinya seluruh siswa kelas VII-A telah mencapai KKM yang telah ditetapkan yaitu sebesar 70. Dengan demikian penelitian ini sudah selesai dan tidak perlu melakukan siklus berikutnya.
c. Observasi
Pada siklus ke-II tahap pengamatan dilakukan oleh observer dan peneliti. Pengamatan dilakukan saat kegiatan proses pembelajaran sedang berlangsung. Pengamatan difokuskan pada situasi pembelajaran, kegiatan yang dilaksanakan oleh guru, aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, serta keefektifan media yang digunakan.
Pada pelaksanaan aktivitas guru, selama proses pembelajaran langkah-langkah pembelajaran yang telah direncanakan sebelumnya telah dilaksanakan secara keseluruhan. Pada aktivitas siswa dalam proses pembelajaran terlihat bersemangat dan antusias hingga proses pembelajaran berakhir, karena siswa dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, media yang digunakan dalam proses pembelajaran juga dapat digunakan secara efektif. Hal ini terbukti dari hasil penilaian akhir peneliti terhadap pencapaian kompetensi siswa. Hal ini dapat dilihat pada table berikut ini :
Tabel 4.14
NO KEGIATAN
ADA TIDAK
ADA Baik Cukup Kurang
1. Persiapan bahan ajar √
2. Media yang digunakan √
3. Model pembelajaran bervariasi √
4. Menumbuhkan perhatian siswa √
5. Membangkitkan motivasi
siswa
√
6. Datang tepat waktu √
7. Pengalokasian waktu belajar tepat
√
8. Menjelaskan langkah belajar tepat
√
9. Menyampaikan materi dengan jelas dan tepat
√
10. Menyampaikan komunikasi yang menarik
√
11. Melakukan evaluasi yang baik √
12. Membuat kesimpulan √
Skala penilaian aspek yang dinilai : 10 – 59 : Kurang
60 – 79 : Cukup 80 – 100 : Baik
d. Refleksi
Hasil dari refleksi yang dilakukan oleh pengamat dan peneliti adalah pelaksanaan proses pembelajaran telah sesuai dengan RPP yang telah disusun sebelumnya. Pelaksanaan pembelajaran, keaktifan siswa, serta keefektifan media yang digunakan telah ada peningkatan dari siklus I.
Pada lembar pemantauan tindakan, metode mengajar yang dilaksanakan oleh peneliti hasilnya ada peningkatan. Pemantauan pada tindakan siswa telah ada peningkatan dalam proses pembelajaran, hal ini dikarenakan siswa dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran. Serta media yang digunakan dalam proses pembelajaran pun sudah lebih efektif. Oleh karena itu, peneliti memutuskan untuk menghentikan penelitian, karena indikator yang diinginkan telah tercapai. Hal ini dapat terlihat dari pemantauan terhadap aktivitas siswa berikut ini :
Tabel 4.15
Hasil Pengamatan Kegiatan Siswa pada Siklus I
NO KEGIATAN
ADA TIDAK
ADA Baik Cukup Kurang
1. Memperhatikan penjelasan guru
√
2. Motivasi belajar √
3. Bertanya mengenai materi √
5. Membuat kesimpulan materi √
Keterangan :
Skala penilaian aspek yang dinilai : 10 – 59 : Kurang
60 – 79 : Cukup 80 – 100 : Baik