• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DATA,HASIL

C. Analisis Data Tes Diagnostik

Salah satu hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu data tes diagnostik. Berdasarkan hasil jawaban siswa dari tes diagnostik, diperoleh bahwa nilai rata-rata siswa kelas X5 pada materi dimensi tiga adalah 65,65 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 22. Berikut ini adalah tabel skor, nilai dan ketuntasan siswa.

Tabel 11. Skor, Nilai dan Ketuntasan Tes Diagnostik Kelas X5

No. No Presensi Jumlah Skor Nilai Ketuntasan Benar Salah 1 1 41 9 82 Tuntas 2 2 34 16 68 Tidak Tuntas 3 4 26 24 52 Tidak Tuntas 4 5 38 12 76 Tuntas 5 6 20 30 40 Tidak Tuntas 6 7 37 13 74 Tuntas 7 8 35 15 72 Tidak Tuntas 8 9 26 24 52 Tidak Tuntas 9 10 40 10 80 Tuntas 10 11 39 11 78 Tuntas 11 12 31 19 62 Tidak Tuntas 12 13 50 0 100 Tuntas 13 14 48 2 96 Tuntas 14 15 32 18 64 Tidak Tuntas 15 16 24 26 48 Tidak Tuntas 16 17 20 30 40 Tidak Tuntas 17 18 30 20 60 Tidak Tuntas 18 19 41 19 82 Tuntas 19 20 35 15 70 Tidak Tuntas 20 21 12 38 24 Tidak Tuntas 21 22 38 12 76 Tuntas 22 23 40 10 80 Tuntas 23 24 37 13 74 Tuntas

Dari data di atas, ada tiga siswa yang memperoleh skor 37 yang artinya memperoleh nilai 74 mendapat kebijakan dari guru mata pelajaran dengan langsung memperoleh nilai batas KKM yaitu 75, sehingga ketiga siswa tersebut tidak perlu mengikuti remedial. Jadi, dari 37 siswa yang mengikuti tes diagnostik, 14 siswa tuntas dengan persentase 37,84% dan 23 siswa tidak tuntas dengan persentasenya 62,14%.

Setelah mengetahui siapa saja siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM atau siswa yang mengalami kesulitan belajar, selanjutnya peneliti memeriksa jawaban-jawaban siswa untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa dari hasil jawaban tes diagnostik tersebut. Berikut ini adalah tabel kesalahan-kesalahan beserta jenis kesalahan dan analisis kesalahan. .

24 25 47 3 94 Tuntas 25 26 30 20 60 Tidak Tuntas 26 27 31 19 62 Tidak Tuntas 27 28 21 29 42 Tidak Tuntas 28 29 30 20 60 Tidak Tuntas 29 30 27 13 54 Tidak Tuntas 30 31 31 19 62 Tidak Tuntas 31 32 11 39 22 Tidak Tuntas 32 33 29 21 58 Tidak Tuntas 33 34 39 11 78 Tuntas 34 35 35 15 70 Tidak Tuntas 35 36 37 13 74 Tuntas 36 37 28 22 56 Tidak Tuntas 37 38 32 18 64 Tidak Tuntas

Tabel 12. Analisis Kesalahan Siswa Kode Soal A No

Soal

No

Presensi Hasil Jawaban Siswa Analisis Kesalahan

1b Siswa 2, Siswa 6, Siswa 28, Siswa 30,

Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema

Analisis Kesalahan:

Siswa-siswa tersebut salah dalam menentukan hubungan antara hubungan antara dua unsur yaitu hubungan antara garis PT dan bidang QRVU. Hubungan garis PT dengan bidang QRVU pada sebuah kubus adalah sejajar.

1e Siswa 9, Siswa 15, Siswa 27, Siswa 30, Siswa 37, Siswa 38.

Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema

Analisis Kesalahan:

Siswa-siswa tersebut melakukan kesalahan yang sama dalam menentukan hubungan antara hubungan antara dua bidang yaitu hubungan antara bidang TUVW dan bidang RUV. Mereka berpendapat bahwa hubungan dua bidang tersebut adalah berhimpitan. Sebenarnya hubungan bidang TUVW dengan bidang RUV pada sebuah kubus adalah berpotongan.

2a Siswa 6 Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau

teorema

Siswa salah dalam mendefiniskan bahwa jarak dari titik A ke G adalah diagonal sisi. Seharusnya jarak dari titik A ke G adalah diagonal ruang.

2b Siswa 2 Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema

Analisis Kesalahan:

Siswa belum memahami konsep jarak antara dua garis. Siswa berpendapat bahwa jarak antara garis DH dan garis GF adalah jarak titik D dan G yang merupakan diagonal sisi.

Siswa 30 Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau

teorema

Analisis Kesalahan:

Siswa belum memahami konsep jarak antara dua garis. Siswa berpendapat bahwa jarak antara garis DH dan garis GF adalah jarak titik D dan F yang merupakan diagonal ruang.

2c Siswa 2,

Siswa 30,

Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema

Analisis Kesalahan:

Kedua siswa tersebut salah menggunakan konsep. Seharusnya menggunakan triple Pythagoras, tetapi siswa tersebut

Siswa 6 Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema

Analisis Kesalahan:

Siswa tersebut salah menggunakan konsep untuk mencari jarak titik A ke R. Siswa justru menggunakan rumus untuk mencari jarak titik A ke titik O (dimana O adalah titik tengah diagonal EG.

3 Siswa 6 Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau

teorema dan pekerjaan belum selesai. Analisis Kesalahan:

Siswa belum memahami maksud dari soal, apa yang ditanyakan.

Pengerjaan awal sudah benar dengan mengidentifikasi segitga EGS yang menjadi bidang yang ditanyakan, tetapi siswa salah dalam menentukan segitiga EGS tersebut. Kemudian siswa bingung apa yang selanjutnya dicari sehingga hanya menuliskan jawaban asal 4 cm.

Siswa 9 Jenis Kesalahan: Kesalahan data dan kesalahan teknis.

Analisis Kesalahan:

Dari pekerjaannya, siswa tampak bingung dengan coretan jawaban sebelumnya yang dia anggap salah.

Pada pekerjaan selanjutnya di awal siswa menggunakan operasi penjumlahan setelah siswa menggunakan operasi perkalian dan jawaban akhirnya berbentuk akar.

Siswa 15, Siswa 27, Siswa 28, Siswa 37, Siswa 38.

Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema dan kesalahan data

Analisis Kesalahan:

Siswa-siswa tersebut salah mendefinisikan panjang garis-garis yang diketahui sehingga salah dalam mensubstitusikan angka dalam perhitungan triple Pythagoras.

4 Siswa 2 Jenis Kesalahan: Pekerjaan belum selesai dan Kesalahan

teknis

Pekerjaan terhenti saat mencari panjang TO karena kesalahan teknis saat menentukan panjang CO.

Siswa 6 Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau

teorema

Analisis kesalahan:

Siswa salah saat mensubstitusikan panjang garis dalam perhitungan triple Pythagoras dengan langsung menggunakan angka 4 dan 6 tanpa mengidentifikasi sebelumnya.

Siswa 28 Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema

Analisis Kesalahan:

Siswa belum memahami apa yang harus dicari dari soal. Siswa hanya menggambar segitiga dengan angka 3, 4, 5 dan menentukan langsung jaraknya adalah 5 cm.

Siswa 30 Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau

teorema dan pekerjaan belum selesai. Analisis Kesalahan:

Siswa belum memahami maksud dari soal. Siswa langsung menggunakan angka 4 dan 6 pada perhitungan triple Pythagoras yang tanpa disertai akar. Pekerjaan juga tidak diselesaikan.

5 Siswa 2 Jenis Kesalahan: Kesalahan data

Analisis Kesalahan:

Siswa salah dalam perhitungan nilai tan yang seharusnya

Siswa 6 Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema

Analisis Kesalahan:

Siswa belum dapat menentukan sudut yang terbentuk antara kedua bidang, sehingga siswa salah dalam menentukan panjang garis untuk perhitungan tan .

Siswa 15 Jenis Kesalahan : Pekerjaan belum selesai dan kesalahan

teknis.

Analisis Kesalahan:

Pekerjaan siswa belum selesai. Siswa hanya mencari panjang OB dan terjadi kesalahan teknis saat penyederhanaan akar.

Siswa 30 Jenis Kesalahan: Kesalahan teknis

Analisis kesalahan:

Pekerjaan siswa saat mencari panjang OB sudah benar. Namun siswa mengalami kesalahan teknis saat perhitungan tan . Siswa kurang memahami dalam merasionalkan bentuk akar.

Tabel 13. Analisis Kesalahan Siswa Kode Soal B No

Soal

No

Presensi Hasil Jawaban Siswa Analisis Kesalahan

1a Siswa 17, Siswa 18, Siswa 32

Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema

Analisis Kesalahan:

Siswa-siswa tersebut salah dalam menentukan hubungan antara hubungan antara dua garis yaitu hubungan antara garis UV dan garis SW. Hubungan garis UV dengan garis SW pada sebuah kubus adalah bersilangan.

1b Siswa 17, Siswa 29, Siswa 31, Siswa 32

Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema

Analisis Kesalahan:

Siswa-siswa tersebut salah dalam menentukan hubungan antara hubungan antara dua unsur yaitu hubungan antara garis PS dan bidang QRVU. Hubungan garis PS dengan bidang QRVU pada sebuah kubus adalah sejajar.

1c Siswa17, Siswa 18, Siswa 32

Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema

Analisis Kesalahan:

Siswa-siswa tersebut salah dalam menentukan hubungan antara hubungan antara dua garis yaitu hubungan antara garis QV dan garis VW. Hubungan garis QV dengan garis VW pada sebuah kubus adalah berpotongan.

1d Siswa 8, Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau

teorema

Analisis Kesalahan:

Siswa 17 antara hubungan antara dua unsur yaitu hubungan antara garis TU dan bidang PQUT. Hubungan garis TU dengan bidang PQUT pada sebuah kubus adalah berhimpitan.

1e Siswa 12, Siswa 16, Siswa 17, Siswa 18, Siswa 21, Siswa 26, Siswa 29, Siswa 31 Siswa 32.

Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema

Analisis Kesalahan:

Siswa-siswa tersebut salah dalam menentukan hubungan antara hubungan antara dua bidang yaitu hubungan antara bidang QUT dan bidang SVW. Hubungan bidang QUT dengan bidang SVW pada sebuah kubus adalah sejajar.

2a Siswa 21 Jenis Kesalahan: Kesalahan teknis

Analisis kesalahan:

Pada pekerjaannya pada perhitungan triple Pythagoras siswa tidak menuliskan akarnya. Selain itu juga siswa tidak

menyederhanakan bentuk akar.

Siswa 29 Jenis Kesalahan: Kesalahan teknis

Analisis Kesalahan:

Siswa kurang teliti saat penjumlahan 36 + 36 = 64 yang menyebabkan hasil akhir salah.

2b Siswa 8, Siswa 12, Siswa 26, Siswa 31.

Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema

Analisis Kesalahan:

Siswa belum memahami konsep jarak antara dua garis. Siswa berpendapat bahwa jarak antara garis GC dan garis AB adalah jarak titik A dan G yang merupakan diagonal ruang.

Siswa 17 Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema

Analisis Kesalahan:

Siswa belum memahami jarak antara dua garis. Siswa

menggambar segitga PCO, tetapi tidak jelas dimana letak titik P dan O pada kubus.

Siswa 32 Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau

teorema

Analisis Kesalahan:

Siswa salah dalam menerapkan rumus yang digunakan untuk mencari jarak antara garis GC dan AB.

2c Siswa 12 Jenis Kesalahan: Kesalahan konsep.

Analisis Kesalahan:

Siswa kurang teliti dalam menuliskan rumus yang seharusnya √ .

Siswa 17 Jenis Kesalahan: Kesalahan data

Analisis Kesalahan:

Konsep dan pekerjaan siswa sudah benar, tetapi siswa salah dalam menentukan panjang OC yang menyebabkan kesalahan penjumlahan dalam perhitungan triple Pythagoras.

Siswa 21 Jenis Kesalahan: Kesalahan data Analisis Kesalahan:

Siswa salah dalam menentukan panjang OC yang

menyebabkan kesalahan dalam perhitungan triple Pythagoras untuk menemukan panjang GO.

Siswa 29 Jenis Kesalahan: Kesalahan data

Analisis Kesalahan:

Siswa salah dalam menentukan panjang OC yang

menyebabkan kesalahan dalam perhitungan triple Pythagoras sekaligus salah dalam penentuan hasil.

Siswa 32 Jenis Kesalahan: Kesalahan konsep

Analisis Kesalahan:

Siswa salah menuliskan rumus yang seharusnya ½ rusuk √ tetapi siswa menggunakan rumus ½ ½ diagonal ruang.

3 Siswa 8 Jenis Kesalahan: Kesalahan teknis

Analisis Kesalahan:

Siswa tidak menuliskan tanda kurung saat melakukan

pengkuadratan 6√ yang menyebabkan siswa salah penulisan yang seharusnya 36.2 tetapi jawaban siswa tetap benar.

Siswa 17 Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema dan kesalahan data.

Analisis Kesalahan:

Siswa belum memahami cara menuliskan titik sudut pada kubus ABCD.EFGH.

Siswa sudah memahami cara menentukan jarak titik P ke garis AC, tetapi siswa salah dalam menentukan panjang PC dan PA yang menyebabkan kesalahan data dalam perhitungan triple Pythagoras untuk mencari panjang PO.

Siswa 18 Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau

teorema

Analisis Kesalahan:

Siswa belum memahami cara mencari jarak titik ke garis sehingga siswa salah dalam menentukan panjang garis yang diperlukan dalam perhitungan. Selain itu sketsa gambar segitiga yang dibuat siswa tidak disertakan dengan titik sudut.

Siswa 29 Jenis Kesalahan: Kesalahan data Analisis kesalahan:

Sebenarnya siswa sudah memahami cara menentukan jarak titik ke garis, tetapi siswa salah dalam menentukan panjang DO, sehingga perhitungan siswa untuk memperoleh panjang PO salah.

Siswa 32 Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau

teorema

Analisis Kesalahan:

Jawaban siswa sudah benar, tetapi cara penyelesaian yang digunakan siswa tidak tepat. Konsep awal dengan

menggambarkan bidangnya sudah benar tetapi siswa tidak menggunakan cara yang tepat untuk menyelesaikannya.

4 Siswa 31 Jenis Kesalahan: Kesalahan data

Analisis Kesalahan:

Sketsa gambar siswa dalam menentukan jarak antara titik T dengan bidang ABCDsudah benar. Konsep siswa untuk menyelesaikan soal juga benar, tetapi siswa salah dalam menentukan panjang OB. Siswa berpendapat bahwa panjang OB adalah panjang ½ diagonal sisi pada sebuah kubus.

Siswa 32 Jenis Kesalahan: Kesalahan data Analisis Kesalahan:

Siswa salah dalam menentukan panjang OC yang

menyebabkan kesalahan dalam perhitungan triple Pythagoras untuk menentukan panjang TO.

5 Siswa 8 Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau

teorema Analisis Kesalahan:

Siswa belum memahami cara mencari nilai cos . Siswa justru menggunakan perhitungan triple Pythagoras.

Siswa 12, Siswa 26

Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema

Analisis kesalahan:

Siswa belum bisa membedakan penggunaan rumus cosinus pada segitiga sembarang dan pada segitiga siku-siku. Siswa justru mencari nilai cosinus dengan menggunakan rumus pada segitiga sembarang.

Siswa 18, Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau teorema

Analisis Kesalahan:

Siswa belum dapat menentukan sudut antara dua bidang, sehingga siswa salah dalam menggambar bidang yang dibutuhkan. Siswa berpendapat bahwa bidang tumpuannya adalah segitiga AOH. Meskipun konsep untuk mencari nilai cos sudah tepat.

Siswa 29 Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau

teorema

Analisis Kesalahan:

Siswa belum dapat menentukan sudut antara dua bidang, sehingga siswa salah dalam menggambar bidang yang dibutuhkan. Siswa berpendapat bahwa bidang tumpuannya adalah segitiga ABC. Meskipun konsep untuk mencari nilai cos sudah tepat, tetapi siswa salah dalam menentukan panjang sisi samping dan sisi miringnya.

Siswa 31 Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau

teorema

Analisis Kesalahan:

Siswa belum dapat menentukan sudut antara dua bidang, sehingga siswa salah dalam menggambar bidang yang

dibutuhkan. Siswa berpendapat bahwa bidang tumpuannya adalah segitiga HOC. Meskipun cara yang digunakan untuk mencari panjang garis yang dibutuhkan sudah benar, misalnya seperti cara mencari panjang HO pada pekerjaannya.

Siswa 32 Jenis Kesalahan: Kesalahan dalam menggunakan definisi atau

teorema

Analisis Kesalahan:

Sketsa gambar siswa tidak jelas untuk menjelaskan gambar segitiga apa (tidak disertai dengan titik sudutnya).

Konsep yang digunakan siswa untuk mencari nilai cos sudah benar, tetapi pada langkah sebelumnya siswa salah dalam menentukan sisi miring dan sisi samping segitiga siku-siku yang dimaksud.

Berdasarkan data analisis kesalahan pada hasil tes diagnostik, kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dirangkum sebagai berikut.

a. Siswa belum memahami maksud dari soal atau pertanyaan yang diberikan dari soal.

b. Siswa belum memahami konsep dalam menentukan hubungan antara dua unsur (garis dan bidang), yang terlihat dari jawaban siswa tertukar-tukar.

c. Beberapa siswa hafal dengan rumus tetapi tidak tepat dalam penggunaannya dan tertukar antara rumus satu dengan rumus yang lainnya.

d. Beberapa siswa melakukan kesalahan dalam perhitungan yang menyebabkan kesalahan pada langkah penyelesaian selanjutnya bahkan pada hasil akhir.

Setelah mengetahui kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa saat mengerjakan soal tes diagnostik, peneliti dapat menggunakan data analisis tersebut sebagai acuan untuk pembelajaran remedial.

Dokumen terkait