BAB III METODE PENELITIAN
G. Validitas dan Reliabilitas
Validitas instrumen didefinisikan sejauh mana instrumen itu merekam atau mengukur apa yang dimaksudkan untuk direkam atau diukur. Pada penelitian ini validitas instrumen yang digunakan adalah validitas isi dan validitas butir soal. Validitas isi menuntut adanya kesesuaian isi antara kemampuan yang ingin diukur dan tes yang digunakan untuk mengukur (Djiwandono, 2006:404). Validitas isi ditegakkan pada langkah telaah dan revisi butir pertanyaan atau butir pernyataan berdasarkan pendapat para ahli yang disesuaikan dengan kisi-kisi soal tes diagnostik maupun soal tes remedial.
Setelah dilakukan validitas isi, selanjutnya dilakukan validitas butir soal dengan memberikan soal tes kepada siswa. Hasil uji coba tes kemudian dihitung dan dianalisis untuk mengetahui kevalidan suatu butir soal dengan menggunakan korelasi product moment dari Pearson (angka kasar) dengan
mengkorelasikan antara skor yang didapat siswa pada butir soal dengan skor total yang didapat dengan rumus (Suharsimi, 2013:87)
∑ ∑ ∑
√ ∑ ∑ { ∑ ∑ } Keterangan:
: koefisien validitas atau koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y , dua variabel yang dikorelasikan X : hasil pengukuran suatu tes yang ditentukan validitasnya Y : kriteria yang dipakai
N : banyaknya peserta tes
Di bawah ini adalah tabel nilai r product moment dengan N adalah jumlah siswa dan taraf signifikasi(Suharsimi, 2006:359).
Tabel 5. Nilai r product moment
N Taraf Signif N Taraf Signif N Taraf Signif
5 % 1 % 5 % 1 % 5 % 1 % 3 0.997 0.999 16 0.497 0.623 29 0.367 0.470 4 0.950 0.990 17 0.482 0.606 30 0.361 0.463 5 0.878 0.959 18 0.468 0.590 31 0.355 0.456 6 0.811 0.917 19 0.456 0.575 32 0.349 0.449 7 0.754 0.874 20 0.444 0.561 33 0.344 0.442 8 0.707 0.834 21 0.433 0.549 34 0.339 0.436 9 0.666 0.798 22 0.423 0.537 35 0.334 0.430 10 0.632 0.765 23 0.413 0.526 36 0.329 0.424 11 0.602 0.735 24 0.404 0.515 37 0.325 0.418 12 0.576 0.708 25 0.396 0.505 38 0.320 0.413 13 0.553 0.684 26 0.388 0.496 39 0.316 0.408 14 0.532 0.661 27 0.381 0.487 40 0.312 0.403 15 0.514 0.641 28 0.374 0.478 dst.
Berikut ini adalah hasil uji coba soal tes diagnostik dan tes remedial yang sebelumnya sudah dikonsultasikan pada guru mata pelajaran dan dilakukan validitas oleh dosen yang mengampu mata kuliah geometri dengan adanya perbaikan.
a. Soal Tes Diagnostik
Uji coba instrumen tes diagnostik dilaksanakan pada hari Senin, 23 Juni 2016 di kelas X4 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta yang berjumlah 36 siswa. Uji coba instrumen dilaksanakan selama 90 menit dengan soal uraian sebanyak 5 soal. Soal tes diagnostik ini dibedakan menjadi 2 kode soal, yaitu kode soal A dan kode soal B. Soal-soal ini mencakup materi dimensi tiga khususnya pada bangun ruang kubus dan limas.
Dari hasil uji coba diperoleh bahwa dengan waktu 90 menit siswa sudah selesai mengerjakan, bahkan ada siswa yang mampu menyelesaikan soal tersebut kurang dari 90 menit. Perhitungan validitas butir soal dengan taraf signifikasi 5%, N = 18 dan rtabel
= 0,468, disajikan dalam tabel di bawah ini.
Tabel 6. Validitas Butir Soal Tes Diagnostik Kode A Nomor soal r hitung r tabel Keterangan
1 0,600 0, 468 Valid 2 0,606 Valid 3 0,915 Valid 4 0,780 Valid 5 0,630 Valid
Tabel 7. Validitas Butir Soal Tes Diagnostik Kode B Nomor soal r hitung r tabel Keterangan
1 0,645 0, 468 Valid 2 0,728 Valid 3 0,718 Valid 4 0,699 Valid 5 0,616 Valid
Dari uji coba instrumen tes diagnostik diperoleh hasil bahwa semua soal untuk kode soal A maupun kode soal B valid yang ditunjukkan dengan rhitung> rtabel, sehingga tidak ada revisi soal. Selanjutnya soal tes diagnostik tersebut digunakan di kelas X5.
b. Soal Tes Remedial
Uji coba instrumen tes remedial dilakukan pada siswa kelas X4 yang belum mencapai nilai batas KKM = 75. Uji coba instrumen tes remedial dilaksanakan pada hari Rabu, 8 Juni 2016 setelah peneliti melaksanakan pembelajaran remedial di kelas X5. Jumlah siswa yang mengikuti uji coba tes remedial seharusnya 26 siswa, tetapi pada hari itu ada 5 siswa yang tidak masuk, sehingga uji coba tes remedial hanya diikuti oleh 21 siswa.
Soal-soal pada tes remedial ini memiliki kisi-kisi yang sama dengan tes diagnostik. Soal tes remedial berjumlah 5 soal dengan alokasi waktu pengerjaan 90 menit. Bahkan kebanyakan siswa selesai mengerjakan soal dibawah 90 menit. Soal uji coba tes remedial
disajikan pada lampiran 3 beserta dengan kunci jawaban.
Dari hasil uji coba instrumen tes remedial diperoleh data sebagai berikut.
Tabel 8. Validitas Soal Tes Remedial No
Soal
r hitung r tabel Keterangan
1 0,932 0,433 Valid 2 0,352 Invalid 3 0,759 Valid 4 0,297 Invalid 5 0,864 Valid
Dalam perhitungan validitas soal tes remedial digunakan taraf signifikasi 5% dan untuk jumlah N = 21 r pada tabel adalah rtabel = 0,433. Dari data di atas diketahui ada 2 soal yang invalid karena rtabel < rhitung. Dua soal tersebut direvisi dan disajikan pada tabel di bawah ini.
Tabel 9. Soal Uji Coba dan Soal Tes Remedial No Soal Uji Coba Tes
Remedial Soal Tes Remedial 2. Diketahui kubus
ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 8 cm. Hitunglah jarak titik B dan titik H!
Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 8 cm. Hitunglah jarak titik A dan titik O, jika O merupakan titik tengah FH !
4. Limas tegak T.ABCD dengan alas
berbentuk persegi dengan rusuk 16 cm. Titik K terletak di tengah garis AB dan KT = 17 cm.
Limas tegak T.ABCD dengan alas berbentuk persegi dengan panjang rusuk 10 cm dan panjang TA = TB = TC = TD = 15 cm.
Hitunglah jarak antara titik T dengan bidang ABCD!
titik T dengan bidang ABCD!
2. Reliabilitas
Reliabilitas adalah tingkat ketepatan, keajekan, atau kemantapan. Suatu alat ukur disebut mempunyai reliabilitas yang tinggi atau dapat dipercaya jika alat ukur itu stabil, dapat diandalkan dan dapat digunakan untuk meramalkan. Reliabilitas sebagai tingkat konsistensi suatu alat ukur (Suwarto, 2013:101).
Untuk menghitung taraf reliabilitas tes berbentuk uraian dengan rumus Alpha Cronbach sebagai berikut (Suharsimi, 2013:122).
∑ Keterangan:
: koefisien reliabilitas suatu tes n : jumlah soal
∑ : jumlah varians dari masing-masing soal
: varians total keseluruhan soal 16 K C B A D T 17 15 C B A D T 10
Dengan nilai koefisien reliabilitas r11 sebagai berikut.
Setelah dilakukan uji validitas untuk masing-masing soal tes diagnostik dan soal tes remedial, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas pada soal tersebut dengan hasil sebagai berikut.
a. Soal Tes Diagnostik
Perhitungan reliabilitas pada kode soal A adalah r11 = 0,72 dan reliabilitas pada kode soal B adalah r11 = 0,70. Sehingga, reliabilitas soal uji coba instrumen tes diagnostik termasuk dalam kategori tinggi. Hasil perhitungan uji coba instrumen tes diagnostik dapat dilihat pada lampiran 5.
b. Soal Tes Remedial
Perhitungan reliabilitas untuk soal tes remedial dan diperoleh r11 = 0,69. Sehingga, reliabilitas soal uji coba instrumen tes diagnostik termasuk dalam kategori tinggi. Hasil perhitungan uji coba instrumen tes remedial dapat dilihat pada lampiran 6.
H. Prosedur Pengumpulan Data