• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Analisis Data

Peningkatan pemahaman konsep siswa dapat dilihat dan dianalisis dengan menggunakan data tes essay. Untuk mengukur atau menghitung hasil yang diperoleh setiap siswa dihitung dari skor jawaban yang benar dengan menggunakan rumus:

(Ngalim Purwanto, 2010: 112)

Keterangan:

S = Nilai yang diharapkan

R = Jumlah skor dari item atau soal yang dijawab benar N = Skor maksimum dari tes tersebut

Selanjutnya nilai-nilai persen itu ditransfer ke dalam nilai huruf yang terdapat dalam tabel.

Tabel. 3

Kriteria Analisis Data Hasil Tes Pemahaman Konsep Menggunakan Model Pembelajaran IMPROVE

Tingkat Penguasaan

Nilai

Huruf Bobot Predikat 85% < x ≤ 100% A 4 Sangat Baik 75% < x ≤ 85% B 3 Baik 59 % < x ≤ 75% C 2 Cukup 54 % < x ≤ 59% D 1 Kurang Baik x ≤ 54% TL 0 Kurang Sekali H. Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan penelitian ini adalah apabila meningkatnya. (Ngalim Purwanto, 2010: 103)

1. Rerata persentase hasil tes pemahaman konsep kelas VIII-D MTs N Loano dengan penerapan model pembelajaran IMPROVE sekurang-kurangnya dengan predikat baik. Hal ini ditunjukkan dengan siswa mampu menyatakan ulang sebuah konsep, siswa mampu mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya), siswa mampu memberi contoh dan non-contoh penyangkal dari konsep, siswa mampu menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, dan siswa mampu menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu.

2. Persentase hasil komunikasi matematis siswa kelas VIII-D MTs N Loano dengan penerapan model pembelajaran IMPROVE sekurang-kurangnya dengan predikat baik. Hal ini ditunjukkan dengan siswa mampu menjelaskan ide, situasi, dan relasi matematika secara lisan atau tulisan, dengan benda, gambar, grafik, dan aljabar. Siswa mampu menjelaskan dan mengajukan serta memperluas pertanyaan terhadap matematika yang telah dipelajarinya. Siswa mampu merumuskan definisi matematik dan membuat generalisasi yang diperoleh melalui investigasi (penemuan). Siswa mampu mengungkapkan dan menjelaskan pemikiran mereka tentang ide matematik dan hubungannya.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Hasil Penelitian

Hasil observasi awal menjadi dasar peneliti untuk melaksanakan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran IMPROVE yang menjadi solusi rendahnya pemahaman konsep dan komunikasi matematis siswa. Peneliti melaksanakan penelitian ini dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan proses pembelajaran dan satu kali pertemuan untuk tes evaluasi dengan jumlah alokasi waktu 5 40 menit. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan (planing), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting).

Penjabaran hasil penelitian setiap siklus pada kelas VIII-D di MTs Negeri Loano sebagai berikut:

1) Deskripsi Data Tindakan Siklus Pertama

Penelitian yang dilakukan peneliti adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman konsep dan komunikasi matematis siswa. Berikut ini adalah tahapan pada siklus I yaitu:

a. Tahap Perencanaan

Rencana tindakan yang dilakukan pada siklus I adalah sebagai berikut.

1) Menyiapkan silabus pembelajaran

2) Menyusun dan mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan model pembelajaran IMPROVE pada pokok bahasan Fungsi

3) Mempersiapkan instrumen lembar observasi komunikasi matematis siswa dalam model pembelajaran IMPROVE

4) Menyusun dan mempersiapkan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran untuk mengetahui bagaimana keterlaksanaan selama tahap tindakan dalam proses pembelajaran dengan model pembelajaran IMPROVE.

5) Menyusun soal tes yang akan diberikan pada akhir siklus. Soal tes siklus I berupa soal essay

6) Mengadakan pembagian tugas antara peneliti dan observer. Peneliti sebagai pelaksana tindakan dan observer pada penelitian ini adalah teman sejawat.

b. Tahap Tindakan

Pada tahap ini dilakukan penerapan tindakan yang telah direncanakan pada tahap perencanaan. Pelaksanaan tindakan pada siklus I terbagi menjadi 3 kali pertemuan.

1) Pertemuan Pertama

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari selasa 25 Juli 2017 selama 2 40 menit pada jam ke- 5-6 pukul 09.55-11.15WIB.

a) Kegiatan Awal

Kegiatan pendahuluan dimulai dengan guru membuka pelajaran dengan salam dan berdoa bersama. Setelah itu guru memperkenalkan peneliti dan observer kepada siswa serta menginformasikan kepada siswa bahwa untuk pembelajaran hari ini dan beberapa pertemuan selanjutnya mata pelajaran matematika akan diampu oleh peneliti dan observer. Setelah itu, pembelajaran dilakukan oleh peneliti dan observer mengamati jalannya pembelajaran.

Peneliti memeriksa kehadiran siswa, dalam pertemuan pertama ini ada dua siswa yang tidak hadir dengan jumlah siswa yang hadir 30 siswa. Kemudian peneliti memberikan penjelasan tentang model pembelajaran yang akan dilaksanakan yaitu model pembelajaran IMPROVE. Peneliti selanjutnya memberikan nomor yang harus dipakai siswa. Pemberian nomor tersebut dimaksudkan agar observer mudah untuk mengamati komunikasi matematis siswa dan pengamatan tersebut dapat berjalan lancar. Peneliti kemudian menyampaikan bahwa materi pada hari ini adalah fungsi. Selanjutnya peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang diharapkan yaitu setelah selesai pembelajaran diharapkan siswa dapat memahami ciri-ciri fungsi serta dapat membedakan antara relasi dan fungsi.

b) Kegiatan Inti Pembelajaran

Pada kegiatan ini, peneliti menyampaikan materi tentang fungsi. Sebelum masuk ke materi peneliti memberikan pertanyaan tentang materi yang berkaitan dengan fungsi, pertanyaanya adalah "Apa yang kalian ketahui tentang himpunan?” (Introducing the new concept). Kemudian siswa ditanya bagaimana agar suatu aturan bisa disebut fungsi dari himpunan A ke himpunan B, apa saja syarat yang harus dipenuhi (Metacognitive questioning). Selama proses pembelajaran beberapa siswa tidak memperhatikan penjelasan dari peneliti dan tidak menjawab pertanyaan dari peneliti. Hal ini berarti siswa belum memiliki sikap tanggung jawab saat melaksanakan pembelajaran. Sehingga belum terlihat adanya komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran. Berikut gambar siswa yang sedang mengikuti pelajaran :

Gambar 4.

Peneliti membagi kelompok secara heterogen. Setiap kelompok beranggotakan 5 siswa. Pada siswa kelas VIII D, karena jumlahnya ada 30 maka terbentuk menjadi 6 kelompok. Setelah siswa siap melaksanakan pembelajaran siswa ditugaskan untuk mengerjakan lembar diskusi (Practicing). Diskusi pada pertemuan pertama ini membahas tentang contoh fungsi dan bukan fungsi. Saat pembentukan kelompok ruang pembelajaran menjadi ramai. Pada pertemuan pertama ini, belum terlihat adanya diskusi dalam beberapa kelompok. Masih terlihat banyak siswa yang ramai, mengobrol sendiri, ada yang diam saja dan sebagian siswa cenderung tidak mau bertanya jika ada kesulitan sehingga menyebabkan komunikasi matematis siswa masih kurang. Hal ini ditunjukkan dengan gambar sebagai berikut :

Peneliti berkeliling ke setiap kelompok untuk mengamati jalannya diskusi, kemudian membimbing jalannya diskusi dan memberikan arahan karena masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan. Dalam pertemuan ini terlihat bahwa kegiatan pembelajaran belum sepenuhnya berpusat pada siswa. Selanjutnya, siswa diminta menuliskan jawaban tentang permasalahan yang diberikan pada lembar diskusi. Berikut hasil diskusi siswa :

Dari hasil diskusi siswa dapat dilihat bahwa indikator kemampuan pemahaman konsep siswa belum tercapai. Hal ini terlihat dari beberapa siswa belum mampu menyatakan ulang sebuah konsep untuk menyelesaikan soal. Dari jawaban b) terlihat siswa belum bisa menjelaskan jawaban a). Siswa belum optimal dalam mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat tertentu dalam menyelesaikan soal. Hal ini terlihat dari

Gambar 6. Hasil Diskusi Siswa

hasil jawaban siswa belum bisa membedakan antara fungsi dan bukan fungsi. Setelah menuliskan jawaban, kemudian peneliti

memberikan kesempatan kepada siswa yang ingin

mempresentasikan hasil pekerjaannya, namun siswa masih malu-malu untuk maju ke depan kelas. Berikut gambar siswa menulis dan mempresentasikan jawabannya:

Gambar 7.

Siswa Menulis Dan Mempresentasikan Jawabannya

Setelah selesai menulis dan mempresentasikan, peneliti meminta siswa lain untuk menanggapi hasil pekerjaan temannya. Kemudian peneliti bersama-sama dengan siswa mengoreksi jawaban (Reviewing and reducing difficulties). Setelah jawaban siswa yang maju sudah tepat, kemudian siswa menyalin jawaban di buku tulis masing-masing. Peneliti menanyakan kepada siswa tentang hal-hal yang belum dipahami.

c) Kegiatan Akhir

Pada akhir pembelajaran untuk mengetahui penguasaan materi siswa, peneliti memberikan soal untuk dikerjakan secara individu (Obtaining Maestry). Setelah itu dikoreksi bersama-sama dengan saling menukar jawaban dengan teman sebangku, tujuannya untuk mengetahui siswa mana yang sudah menguasai materi dan siswa mana yang belum menguasai materi (Verification). Kemudian peneliti memberikan tugas

untuk dikerjakan dirumah (Enrichment). Sebelum

pembelajaran selesai peneliti menyimpulkan pembelajaran hari ini. Peneliti menutup pembelajaran dengan salam.

2) Pertemuan kedua

Pertemuan kedua berlangsung 2 40 menit pada hari Rabu, 26 Juli 2017 pada jam 5-6 sekitar pukul 09.55-11.15. Materi yang dibahas pada pertemuan ini masih melanjutkan pertemuan sebelumnya, yaitu mengenai relasi dan fungsi dan bentuk penyajian fungsi. Adapun kegiatan yang dilaksanakan terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. a) Kegiatan Awal

Kegiatan awal berisi beberapa kegiatan rutin seperti pembukaan (salam), berdoa, dan mengecek kehadiran siswa. Pada pertemuan ini, ada 3 siswa yang tidak mengikuti pembelajaran. Kegiatan awal yang dilaksanakan hampir sama

dengan kegiatan awal pada pertemuan pertama. Peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran dan apa saja yang akan diajarkan dan diharapkan dapat dicapai oleh semua siswa. Peneliti juga memberikan motivasi kepada siswa sebelum pembelajaran dimulai. Peneliti mengecek dan meminta siswa memakai nomor yang sudah diberikan sebelumnya. Peneliti memberikan apersepsi kepada siswa dengan memberikan pertanyaan tentang materi fungsi.

b) Kegiatan Inti

Secara keseluruhan, proses atau langkah-langkah pembelajaran pada pertemuan kedua sama seperti langkah-langkah yang dilakukan pada pertemuan pertama. Materi pembelajaran pada pertemuan kedua ini yaitu tentang bentuk penyajian fungsi. Kemudian, peneliti mengajak siswa mengingat kembali materi tentang relasi dan fungsi untuk dikaitkan dengan materi bentuk penyajian fungsi (Introducting the new concept). Peneliti memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan materi yaitu apakah setiap relasi pasti fungsi (Metacognitive questioning). Siswa masih terlihat pasif tidak ada yang tunjuk jari menjawab.

Kemudian siswa berkelompok secara heterogen. Setiap kelompok beranggotakan 4-5 siswa. Setelah siswa siap melaksanakan pembelajaran siswa ditugaskan untuk

mengerjakan lembar diskusi (Practicing). Siswa diberi suatu permasalahan untuk didiskusikan kemudian dipresentasikan di depan kelas. Ketika berdiskusi peneliti selalu memberikan kesempatan kepada kelompok yang ingin bertanya. Namun belum ada kelompok yang bertanya terkait kesulitan yang dialami. Setelah selesai berdiskusi kemudian siswa menuliskan di papan tulis dan mempresentasikan hasil diskusinya.

Setelah selesai menulis dan mempresentasikan, peneliti meminta siswa lain untuk menanggapi hasil pekerjaan temannya. Namun belum ada siswa yang bertanya atau menyampaikan pendapatnya terkait hasil pekerjaan temannya. Kemudian peneliti bersama-sama dengan siswa mengoreksi jawaban (Reviewing and reducing difficulties). Setelah jawaban siswa yang maju sudah tepat, kemudian siswa menyalin jawaban di buku tulis masing-masing. menanyakan kepada siswa tentang hal-hal yang belum dipahami. Berikut hasil diskusi siswa :

Gambar 8. Hasil Diskusi Siswa

Dari hasil diskusi sudah mulai terlihat ada peningkatan. Hal ini terlihat dari beberapa siswa sudah mulai mampu menyatakan ulang sebuah konsep, yaitu dari jawaban, siswa mampu membuat relasi yang merupakan fungsi. Mampu mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu, yaitu siswa mampu menentukan relasi yang merupakan suatu fungsi. Menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis, yaitu dari jawaban, siswa mampu menyatakan fungsi dalam bentuk diagram panah dan pasangan berurut. 3) Kegiatan Akhir

Pada akhir pembelajaran untuk mengetahui penguasaan materi siswa, peneliti memberikan soal untuk dikerjakan secara individu (Obtaining Maestry). Setelah itu dikoreksi bersama-sama dengan saling menukar jawaban dengan teman sebangku, tujuannya untuk mengetahui siswa mana yang sudah menguasai materi dan siswa mana yang belum menguasai materi (Verification). Kemudian peneliti memberikan tugas

untuk dikerjakan dirumah (Enrichment). Sebelum

pembelajaran selesai peneliti menyimpulkan pembelajaran hari ini. Kemudian peneliti menyampaikan kepada siswa bahwa pertemuan selanjutnya akan diadakan evaluasi tentang fungsi dan bentuk penyajian fungsi. Oleh karena itu, siswa diharapkan

belajar terlebih dahulu agar hasilnya memuaskan. Peneliti menutup pembelajaran dengan salam.

3) Pertemuan ketiga

Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 27 Agustus 2017 pada jam ke 4. Peneliti masuk ke dalam ruang kelas, kemudian dipimpin ketua kelas untuk berdoa bersama. Peneliti memulai pembelajaran dengan salam dan memeriksa kehadiran siswa. Peneliti kemudian memberikan motivasi kepada siswa agar percaya diri dalam mengerjakan soal tes dan tidak mencontek temannya maupun membuka buku.

Peneliti membagikan soal dan lembar jawaban kepada siswa. Tes akhir siklus I ini dilaksanakan selama 80 menit. Setelah siswa selesai mengerjakan soal, peneliti meminta siswa untuk mengumpulkan lembar jawaban ke depan. Kegiatan pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan mengucapkan salam.

c. Pengamatan

Tahap pengamatan dilakukan pada siswa selama proses pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pada proses pembelajaran. Berikut ini adalah hasil lembar observasi komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran matematika dan hasil dari tes siklus I.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan ketika proses pembelajaran diketahui presentase aspek-aspek komunikasi matematis pada pertemuan pertama dan kedua sebagai berikut :

Tabel 4. Hasil observasi komunikasi matematis siklus I

Dari hasil tersebut persentase pada pertemuan pertama sebesar 40,6% siswa dalam kategori baik dan pada pertemuan kedua menghasilkan persentase sebesar 48,4% siswa dalam kategori baik.

Sehingga rata-rata persentase dari keduanya pada siklus I adalah 44,5% siswa dalam kategori baik.

2) Kemampuan pemahaman konsep

Kemampuan soal siswa terdiri dari 5 indikator pemahaman konsep. Hasil tes evaluasi pada siklus I disajikan dengan tabel sebagai berikut:

Tabel 5.

Hasil Tes Pemahaman Konsep Siklus I

Indikator Persentase

a. Menyatakan ulang sebuah konsep. 58%

b. Mengklasifikasikan objek-objek menurut

sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya). 59% c. Membuat contoh dan non-contoh penyangkal. 71% d. Menyajikan konsep dalam berbagai bentuk

representasi matematis. 64%

e. Menggunakan, memanfaatkan dan memilih

prosedur atau operasi tertentu. 45%

Dari hasil tersebut diperoleh rata-rata sebesar 41,9% siswa dalam kategori baik. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan pemahaman konsep masih rendah. Sehingga perlu adanya perbaikan pembelajaran pada siklus berikutnya.

d. Tahap Refleksi

Setelah melaksanakan tindakan dan observasi pada siklus I, peneliti melakukan tahap refleksi. Tujuan refleksi adalah untuk mengevaluasi keberhasilan atau kegagalan dari tindakan yang dilakukan. Dalam tahap refleksi ini peneliti melakukan pembahasan data yang diperoleh dari tahap pelaksanaan, menyimpulkan bagaimana keberhasilan tindakan ditinjau dari indikator keberhasilan peneliti dan

merumuskan rencana perbaikan pembelajaran untuk siklus berikutnya. Pembelajaran mengenai materi pokok bahasan pengertian relasi dan fungsi, ciri-ciri fungsi, perbedaan fungsi dan penyajian fungsi dalam bentuk diagram panah dan pasangan berurutan dua kali pertemuan berjalan dengan lancar sesuai dengan RPP. Dari pelaksanaan atau tindakan pada siklus I, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk rencana tindakan pada siklus berikutnya. Dari siklus I dapat diidentifikasi permasalahan sebagai berikut:

1) Beberapa siswa tidak memperhatikan ketika peneliti menjelaskan. 2) Suasana ruang pembelajaran ramai saat siswa dibentuk kelompok. 3) Tidak semua siswa aktif dalam diskusi kelompoknya. Beberapa

siswa bercerita dengan sesama anggota kelompoknya.

4) Siswa belum terbiasa bertanya ketika mengalami kesulitan atau menyampaikan pendapatnya.

5) Siswa masih malu-malu untuk mempresentasikan hasil diskusinya. 6) Waktu yang dibutuhkan kurang saat tindakan pembelajaran dengan

model pembelajaran IMPROVE.

Berdasarkan hasil pembelajaran pada siklus I, dapat diketahui bahwa hasil yang diperoleh belum sesuai dengan harapan. Oleh karena itu peneliti melanjutkan pembelajaran pada siklus II. Agar tidak terjadi masalah yang sama, maka peneliti melakukan upaya berikut.

1) Untuk mensiasati agar semua siswa memperhatikan saat guru mengajar yaitu menukar posisi tempat duduk siswa yang kurang

memperhatikan dan memberikan peringatan kepada siswa jika siswa tidak memperhatikan siswa disuruh maju untuk menjelaskan. 2) Untuk mengurangi kegaduhan dan agar semua siswa aktif dalam diskusi dengan mengingatkan dan berkeliling untuk mengecek apakah siswa benar-benar berdiskusi atau malah sama sekali tidak membahas permasalahan yang diberikan peneliti.

3) Saat diskusi dengan kelompoknya, peneliti berkeliling dan mengingatkan kepada setiap kelompok untuk selalu berdiskusi dengan anggota kelompoknya. Peneliti juga mengecek hasil diskusi siswa.

4) Siswa diberikan arahan supaya tidak malu untuk bertanya kepada guru dan berani menyampaikan pendapatnya.

5) Peneliti memberikan motivasi supaya siswa berani

mempresentasikan hasil diskusinya

6) Untuk mensiasati kekurangan waktu maka pertanyaan diajukan kepada setiap kelompok dan salah satu siswa mewakili kelompok untuk menjawab pertanyaan tersebut dan pada setiap pertemuan ada pergantian siswa yang mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.

2) Deskripsi Data Tindakan Siklus kedua

Pada siklus II dilaksanakan berdasarkan refleksi siklus I. Pembelajaran pada siklus II dimulai pada 1 Agustus 2017 sampai 3 Agustus 2017 pada materi pelajaran bentuk penyajian fungsi dengan

rumus, tabel dan grafik. Pada siklus kedua menggunakan model pembelajaran IMPROVE. Setiap tahapan siklus ke II diuraikan sebagai berikut:

a. Perencanaan

Perencanaan pada siklus II dikembangkan berdasarkan siklus I dan dari hasil refleksi siklus I. Peneliti menyusun Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang berpedoman pada

permasalahan yang dialami peneliti di siklus I dan membuat solusi dari permasalahan yang telah dialami peneliti. Perencanaaan yang dilaksanakan pada siklus II adalah sebagai berikut:

1) Pada tahap perencanaan dimulai dengan menentukan materi yang akan diajarkan yaitu bentuk penyajian fungsi dengan rumus, tabel dan grafik.. Peneliti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran IMPROVE pada siklus II diberikan refleksi.

2) Menyusun lembar diskusi yang akan digunakan selama proses pembelajaran.

3) Menyusun rencana perbaikan atau refleksi agar pada siklus II terjadi peningkatan.

4) Menyiapkan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran IMPROVE yang akan digunakan selama proses pembelajaran.

5) Menyusun kisi-kisi dan pedoman observasi untuk mengukur komunikasi matematis siswa.

6) Menyusun kisi-kisi dan soal essay untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep siswa.

7) Menyiapkan alat bantu mengajar dan peralatan dokumentasi yang digunakan selama penelitian.

Dalam penyusunan rencana pembelajaran, peneliti berupaya agar permasalahan yang dialami oleh peneliti pada siklus I tidak terulang lagi pada siklus II.

b. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan siklus II juga dilakukan seperti siklus I dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Pertemuan pertama dan kedua membahas materi, sedangkan pertemuan ketiga digunakan untuk melakukan tes evaluasi siklus II.

1) Pertemuan Pertama

Pertemuan pertama dilaksanakan hari Selasa tanggal 1 Agustus 2017 selama 2 × 40 menit pada pada jam terakhir. Materi yang akan diajarkan yaitu bentuk penyajian fungsi dengan rumus. Adapun kegiatan yang dilaksanakan terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir.

a) Kegiatan Awal

Peneliti membuka kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama dilanjutkan dengan salam dan mengecek kehadiran

siswa, pada pertemuan pertama siklus II ada dua siswa yang tidak mengikuti pembelajaran. Peneliti sedikit meriview hasil tes pada siklus I dan menanyakan kepada siswa kesulitan yang dihadapi. Ada sebagian siswa yang mengatakan bahwa soal tersebut terlalu sulit dan ada yang mengatakan soal tersebut sedang, jawaban dari siswa berbagai macam. Peneliti memberikan motivasi untuk selalu belajar dan lebih memahami konsep-konsep agar dalam mengerjakan soal dapat lebih teliti dan benar dalam mengerjakanya.

Kemudian peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran dan apa saja yang akan diajarkan dan diharapkan dapat dicapai oleh semua siswa. Peneliti memberikan apersepsi tentang materi sebelumnya yaitu tentang bentuk penyajian fungsi dengan pasanagn berurutdan diagram panah. Peneliti juga memberikan motivasi kepada siswa untuk selalu rajin belajar sebelum pembelajaran dimulai. Peneliti mengecek dan meminta siswa memakai nomor yang sudah diberikan sebelumnya.

b) Kegiatan Inti Pembelajaran

Pada kegiatan ini, peneliti mengajak siswa mengingat kembali materi tentang bentuk penyajian fungsi dan peneliti memberikan pertanyaan yang membangun pengetahuan siswa yaitu ada berapa bentuk penyajian fungsi? (Introducing the

new concept). Kemudian siswa di minta menyebutkan apa saja bentuk penyajian fungsi (Metacognitive questioning). Berikut gambar peneliti menyampaikan materi :

Ketika peneliti memberikan pertanyaan ada siswa yang menjawab pertanyaan dengan mengacungkan tangan. Hal ini terlihat pada gambar di atas. Siswa sudah mulai berani menjawab pertanyaan dari peneliti, dan beberapa siswa lain berani menyampaikan pendapatnya tanpa ditunjuk terlebih dahulu. Hal ini menandakan bahwa pada siklus II terdapat peningkatan komunikasi matematis siswa.

Selanjutnya siswa berkelompok secara heterogen. Setiap kelompok beranggotakan 4-5 siswa. Setelah siswa siap melaksanakan pembelajaran siswa ditugaskan untuk mengerjakan lembar diskusi. Kemudian siswa mengerjakan lembar diskusi yang berkaitan dengan bentuk penyajian fungsi

Gambar 9.

dengan rumus (Practicing). Berikut gambar siswa sedang berdiskusi :

Gambar 10. Siswa Sedang Berdiskusi

Pada pertemuan ini, sudah terlihat adanya komunikasi matematis siswa. Siswa sudah tidak ada yang ramai, mengobrol sendiri dan mulai aktif berdiskusi. Siswa yang tadinya diam saja hanya mengandalkan temannya sekarang sudah berani menyampaikan pendapatnya. Saat peneliti berkeliling ke setiap kelompok untuk mengamati jalannya diskusi, setiap kelompok sudah dapat memahami lembar diskusi dan berbagi pendapat dengan kelompoknya.

Selanjutnya, siswa diminta menuliskan jawaban tentang permasalahan yang ada pada lembar diskusi. Setelah menuliskan jawaban, kemudian peneliti memberikan kesempatan kepada siswa yang ingin mempresentasikan hasil

pekerjaannya. Berikut adalah gambar siswa saat menuliskan dan mempresentasikan hasil diskusinya :

Gambar 11.

Siswa Menulis Dan Mempresentasikan Hasil Diskusinya

Pada pertemuan ini, siswa sudah berani maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusi. Terbukti banyak siswa yang menawarkan diri untuk maju ke depan kelas menulis dan menjelaskan hasil pekerjaanya. Setelah siswa

selesai menuliskan hasil jawabannya dan

mempresentasikannya peneliti meminta teman lain untuk menanggapi hasil pekerjaannya. Kemudian peneliti bersama-sama dengan siswa mengoreksi jawaban (Reviewing and reducing difficulties). Ini dilakukan secara berulang dengan pertanyaan yang berbeda. Pada siklus II ini, banyak siswa yang

Dokumen terkait