Adopsi Teknologi
METODE PENELITIAN
D. Analisis Data
2. Analisis Data Kualitatif
Analisis data kualitatif merupakan kelanjutan dari analsis data kuantitatif. Data kualitatif terdiri dari transkrip-transkrip wawancara dengan lima orang guru ekonomi yang salah satunya merangkap sebagai kepala sekolah, lima orang pengawas mata pelajaran ekonomi dari dinas pendidikan, lima orang siswa, empat orang wakil kepala sekolah bidang kurikulum, satu orang widyaiswara ekonomi dari LPMP dan satu orang widyaiswara dari BTKP.
Dalam bagian ini umumnya data bersifat lunak (soft data) maka digunakan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian kualitatif proses pengumpulan data dan analisis data dapat dilakukan secara bersamaan dan kemudian dilanjutkan setelah data selesai dikumpulkan (Miles & Huberman, 1992:73). Hasil analisis data kualitatif
80
dirancang untuk dapat menjelaskan hasil analisis data kuantitatif. Adapun tahapan analisis data dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Reduksi Data
Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian, penyederhanan, pengabstrakan, dan transformasi data lapangan yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan (Miles & Huberman, 1992: 16). Jadi data yang diperoleh peneliti dari lapangan kemudian direduksi, dirangkum, dan kemudian dipilah-pilah hal yang pokok, difokuskan untuk dipilih yang terpenting kemudian dicari tema atau polanya (melalui penyuntingan, pemberian kode dan pentabelan). Dalam penelitian ini pengkodean dilakukan dengan empat digit. Digit pertama menunjukkan status informan, digit kedua dan ketiga menjelaskan permasalahan, sedangkan digit keempat menjelaskan lokasi kabupaten/kota. Adapun makana-makna kode disajikan dalam Tabel 3.5 sebagai berikut.
Tabel 3.5. Kode dalam Proses Koding
No. Digit Kode Keterangan
1. Pertama G Guru Ekonomi
2. Pertama P Pengawas
3. Pertama W Wakil Kepala Sekolah
4. Pertama S Siswa
5. Pertama J Guru Ekonomi dengan Jabatan Wakasek atau Kepsek
6. Kedua & Ketiga 01 Adopsi TIK dalam Pembelajaran Ekonomi
7. Kedua & Ketiga 02 Pengaruh Kesukarelaan dari TIK terhadap Adopsi TIK dalam Pembelajaran Ekonomi
8. Kedua & Ketiga 03 Pengaruh Keunggulan Relatif dari TIK Terhadap Adopsi TIK dalam Pembelajaran Ekonomi
81
9. Kedua & Ketiga 04 Pengaruh Kesesuaian dari TIK terhadap Adopsi TIK dalam Pembelajaran Ekonomi
10. Kedua & Ketiga 05 Pengaruh Citra dari penggunaan TIK terhadap adopsi TIK dalam pembelajaran ekonomi 11. Kedua & Ketiga 06 Pengaruh Keterlihatan Hasil dari TIK terhadap
Adopsi TIK dalam Pembelajaran Ekonomi 12. Kedua & Ketiga 07 Pengaruh Visibilitas dari TIK terhadap Adopsi
TIK dalam Pembelajaran Ekonomi
13. Kedua & Ketiga 08 Pengaruh Kemungkinan Uji Coba dari TIK terhadap Adopsi TIK dalam Pembelajaran Ekonomi
14. Kedua & Ketiga 09 Pengaruh Kemudahan Penggunaan dari TIK terhadap Adopsi TIK dalam Pembelajaran Ekonomi
15. Kedua & Ketiga 10 Pengaruh Sosial terhadap Adopsi TIK dalam Pembelajaran Ekonomi
16. Kedua & Ketiga 11 Pengaruh Kondisi yang Memfasilitasi terhadap Adopsi TIK dalam Pembelajaran Ekonomi 17. Kedua & Ketiga 12 Pengaruh Perasaan terhadap Penggunaan
terhadap Adopsi TIK dalam Pembelajaran Ekonomi
18. Kedua & Ketiga 13 Pengaruh Status Sekolah terhadap Adopsi TIK dalam Pembelajaran Ekonomi
19. Kedua & Ketiga 14 Pengaruh Umur Guru Ekonomi terhadap Adopsi TIK dalam Pembelajaran Ekonomi
20. Kedua & Ketiga 15 Pengaruh Jenis Kelamin Guru Ekonomi terhadap Adopsi TIK dalam Pembelajaran Ekonomi 21. Kedua & Ketiga 16 Pengaruh Pengalaman Guru Ekonomi terhadap
Adopsi TIK dalam Pembelajaran Ekonomi 22. Kedua & Ketiga 17 Pengaruh Durasi Mengikuti Pelatihan TIK
terhadap Adopsi TIK dalam Pembelajaran Ekonomi
23. Keempat B Kabupaten Bantul 24. Keempat K Kota Yogyakarta
25. Keempat P Kabupaten Kulon Progo
26. Keempat S Kabupaten Sleman
27. Keempat G Kabupaten Gunung Kidul
28. Keempat L Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) 29 Keempat T Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (BTKP)
82
Proses reduksi data ini berlangsung secara terus menerus selama penelitian berlangsung. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasi data dengan cara sedemikian rupa hingga kesimpulan-kesimpulan finalnya dapat ditarik dan diverifikasi.
b. Penyajian Data
Penyajian data merupakan sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data bisa meliputi berbagai jenis matriks, grafik, jaringan, dan bagan, semuanya dirancang atau disusun guna menggabungkan informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah bagi peneliti untuk dapat melihat gambaran secara keseluruhan atau bagian-bagian tertentu dari data penelitian yang menentukan untuk ditarik kesimpulan (Miles&Huberman, 1992:18). Penyajian data pada prinsipnya merupakan suatu proses pengorganisasian data ke dalam suatu bentuk tertentu sehingga kelihatan jelas sosoknya labih utuh. Data dipilah-pilah dan disisihkan untuk disortir menurut kelompoknya dan disusun sesuai kategori sejenis untuk ditampilkan agar selaras dengan permasalahan yang dihadapi, termasuk kesimpulan sementara yang diperoleh pada waktu data di reduksi.
83
c. Penarikan Kesimpulan/Verifikasi
Sejak awal pengumpulan data, peneliti mulai mencari arti benda-benda, mencatat keteraturan, pola-pola, penjelasan, konfigurasi-konfigurasi yang mungkin, alur sebab-akibat, dan proposisi (Miles & Huberman, 1992:19). Verifikasi data dilakukan secara terus-menerus sepanjang proses penelitian dilakukan. Sejak pertama memasuki lapangan dan selama proses pengumpulan data, peneliti berusaha mencari makna dari data yang dikumpulkan, yaitu mencari pola tema, hubungan persamaan dan selanjutnya dituangkan dalam bentuk kesimpulan yang masih bersifat tentatif. Singkatnya, makna-makna yang muncul dari data diuji kenenarannya, dan kecocokannya, sehingga proses ini sekaligus merupakan proses validasi.
Ketiga hal tersebut yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi, disebut analisis karena antara satu dengan yang lain saling terkait dan berhubungan saling berinteraksi saat sebelum, selama dan sesudah pengumpulan data dalam bentuk yang sejajar. Ketiga jenis kegiatan analisis dan kegiatan pengumpulan data itu sendiri merupakan proses siklus yang interaktif, seperti terlihat dalam Gambar 3.2.
Selama pengumpulan data peneliti selalu melakukan kegiatan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Selama itu juga melakukan pengkodean data (reduksi data), serta mengarahkan pada gagasan baru guna dimasukkan ke dalam matriks (penyajian data). Begitu matriks terisi, kesimpulan dan
84
verifikasi awal dapat ditarik, sampai didapat suatu kesimpulan yang benar. Apabila kesimpulan yang ditarik dirasa masih belum memadai, maka perlu diadakan pengujian ulang, dengan cara mencari beberapa data lagi di lapangan, dan data di coba diinterpretasikan dengan fokus yang lebih terarah. Dengan begitu, analisis data yang merupakan interaksi dari analisis reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi dengan pengumpulan data, merupakan suatu proses siklus sampai dengan aktivitas penelitian dinyatakan selesai.
Gambar 3.2. Komponen-komponen Analisis Data: Model Interaktif Sumber: Miles & Huberman, 1992:20