• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

1. Kepada kedua orang tua yang bercerai supaya tidak hanya mengkedepan kan egonya dengan tidak mau bertanggung jawab pada anaknya. Dalam kasusnya ibunya ghoib.

2. Kepada pengadilan agama supaya melakukan upaya persuasif dalam mengeksekusi hak asuh anak pada kedua orang tua karena yang dieksekusi ialah anak bukan barang.

DAFTAR PUSTAKA

Buku-buku

Abdul Manan, Penerapan Hukum Acara Perdata Di Lingkungan Peradilan Agama,(Jakarta: Kencana, 2008).

Abintoro Prakoso, Hukum Perlindungan Anak, Yogyakarta: LaksBang PRESSind 2016

Abu Huraerah, Kekerasan Terhadap Anak, Bandung: Nuansa,2006.

Benaim, Mariage And Family Interaction, 5th Edition (Iiiinoice Thhe Dorsey Press,1979)

Bernard L.Tanya DKK, Moralitas Hukum, Genta Publising, Yogyakarta, 2006.

Darji Darmodihardjo dalam Hyronimus Rhiti, Filsafat Hukum ; Edisi lengkap (Dari Klasik sampai Postmoderenisme), Jogyakarta : Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 2011.

Daud A. Busroh dan Abubakar Busroh, 1938, Asas – Asas Hukum Tata Negara,Jakarta: Ghalia Indonesia.

Departemen Pendidikan Nasiona, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ke IV;

Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2008).

Djamil Latif H.M, Aneka Hukum Perceraian di Indonesia, (Jakarta: Balai Aksara dan Yudistira, 1995).

Emmery, E.R. Maryage, Divorce, Chlideren Adjusment, 2nd Edition, (New York: Prentice Hall Interenational,1999).

Fadjar Muktie A, Tipe Negara Hukum, Bayumedia Publishing, malang, 2005.

Fatchiah E Kertamuda, Konseling Pernikahan untuk Keluaga Indonesia, (Jakarta:

Salemba Humanika, 2009).

Fauzi, D.A. Perceraian Siapa Taku, (Jakarta:Restu Agung, 2006), T.h.

Friedman, Teori dan Filsafat Hukum ; Idealisme Filosofis dan Problema Keadilan, diterjemahkan dari buku aslinya Legal Theory oleh Muhamad Arifin, Disunting oleh Achmad Nasir Budiman dan Suleman Saqib, Jakarta : Rajawali, 1990.

J Goode, William. Soiologi Keluarga. Bumi Aksara, Jakarta, 2007.

Gunarsa, S. D.Psikologi untuk Keluarga,(Jakarta: Gunung Agung Mulia, 1999).

Hurlock, E. B. Psikolok Perkembangan, suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, (Jakarta:Erlagga, 1994).

Kamsilaniah, eksistensi rumah panggung sebagai jaminan fidusia dalam perspektif asas pemisahan horizontal,disertasi. Universitas hasanuddin, makassar,2018

Kansil CST, Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1989.

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 1990 tentang Ratifikasi Konvensi Hak Anak

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

Libertus Jehani, Perkawinan Apa Resiko Hukumnya, (Jakarta: Forum Sahabat, 2008).

Lilik Rasyidi dalam Zainuddin Ali, Filsafat Hukum, Jakarta : Sinar Grafika, 2010.

M. Enoch Makrum, Anak, Keluarga Dan Masyarakat (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1991).

M.yahya Harahap,Hukum Acara Perdata, Rajawali Press, 2012, Jakarta, hal.204 Martiman Protjohamitjojo, Hukum Perkawinan Indonesia, (Jakarta: Indonesia

Legal Center Publishing, 2002).

Marwan Mas,Pengantar ilmu hukum, Ghalia Indonesia, Bogor, 2004.

Maulana Hassan Wadong, Advokasi Dan Hukum Perlindungn Anak, Jakarta:

PT.Grasindo.2000

Mohd. Idris Ramulyo, Hukum Perkawinan Isalam, Suatu Analisis dari Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 Dan Kompilasi (Jakarta: Bumi Aksara, April 1999), Hazairin, Hukumkekeluargaan Indonesia(Jakarta:

Tintamas, 1961).

Muh. Erwin, Filsafat Hukum ; Refleksi Kritis Terhadap Hukum, Jakarta : Rajawali Press, 2011.

Paulus Hadisuprapto, Masalah Perlindungan Hukum Bagi Anak, ( Surabaya:

Media Pustaka, 2013).

Phillipus M. Hadjon Perlindungan Hukum Bagi Rakyat Indonesia, Bina Ilmu, Surabaya,1987.

Satjipto Raharjo, 1993. Penyelenggaraan keadilan dalam Masyarakat yang sedang Berubah. Jurnal Masalah Hukum.

Satria Effendi,UshulFiqh, Pustaka, Jakarta,2014

Sholeh Soeaidy dan Zulkhair, Dasar Hukum Perlindungan Anak, Jakarta: CV.

Novindo Pustaka Mandiri,2001

Simanjuntak P.N.H, Pokok-Pokok Hukum Perdata Indonesia, (Jakarta: Pustaka Djambatan, 2007).

Soetojo Prawirohamidjojo dan Azis Safioedin R, Hukum Orang Dan Keluarga, (Bandung: Alumni, 1986).

Subekti, Pokok-Pokok Hukum Perdata, (Jakarta: Intermasa, 1985).

Syaifullah,Problematika Anak Dan Solusinya Pendekatan Sudduzaara’i Jurnal Mimbar Hukum,UI Press, Jakarta,1999.

Zulkifli Makkawaru, Perlindungan Hukum Eksperesi Budaya Tradisonal fasha Pustaka, sukabumi, 2019).

Internet

http://googleweblight.com/?lite_url+http://lawofpardomuan.blogspot.com/2010/1 0/bata san-mengenai-anak-menurut-hukum.html diunduh pada tanggal 7 Juni 2022.

http;//Jibononsu.Blogspot.co.id/2021/11/Proposal.html.Diunduh Pada 11 Oktober 2021

Undang-undang

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UndangUndang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak

Utrecht, 1957, Pengantar dalam Hukum Indonesia, Jakarta: Balai Buku Ichtiar.

L A M

P

I

R

A

N

Dokumentasi wawancara Dengan Hakim Pengadilan Agama kelas 1A Makassar Atas Nama Dra. Hj. St. Aminah, M.H Selaku Anggota Hakim Satu Dalam Putusan Nomor 2582/Pdt.G/2021/PA.Mks Pada Tanggal 2 Agustus 2022.

Dokumentasi wawancara dengan pengacara atas nama fadly, S.H selaku kuasa hukum penggugat pada tanggal 19 agustus 2022.

Halaman 1 dari 119 putusan Nomor 2582/Pdt.G/2021/PA.Mks.

PUTUSAN

Nomor 2582/Pdt.G/2021/PA.Mks

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Agama Makassar yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama dalam sidang majelis hakim telah menjatuhkan putusan dalam perkara Penguasaan Anak antara:

Muhammad Amin Bin Nori, tempat dan tanggal lahir Maroangin, 05 Agustus 1984 (umur 37 tahun), agama Islam, pekerjaan Wiraswasta, Pendidikan Diploma III, tempat kediaman di Jalan Dr. Laimena, Perumahan Taman Dataran Indah Blok C No. 83, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar dalam hal ini memberikan kuasa kepada Fadly, S.H., dan Ridwan, S.H. Advokat/Penasihat Hukum/Konsultan Hukum pada Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Amanah Masyarakat Indonesia (YLBHI-AMI), beralamat Jalan Adipura II.E No. 50, Kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 8 November 2021, sebagai Penggugat, melawan

Sinta Binti Masri AR, tempat dan tanggal lahir Ujung Pandang, 18 September 1984 (umur 37 tahun), agama Islam, pekerjaan Ibu Rumah Tangga, Pendidikan Diploma III, tempat kediaman di Dahulu Bertempat Tinggal Di Jalan Abd.

Kadir No. 24, Rt. 002, Rw. 004, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, namun sekarang yang bersangkutan tidak diketahui keberadaannya baik didalam maupun di Luar Negara Republik Indonesia sebagai Tergugat;

Halaman 2 dari 119 putusan Nomor 2582/Pdt.G/2021/PA.Mks.

Pengadilan Agama tersebut;

Telah mempelajari surat-surat yang berkaitan dengan perkara ini;

Telah mendengar keterangan Penggugat dan telah memeriksa bukti-bukti di muka persidangan;

DUDUK PERKARA

Bahwa Pemohon dalam surat permohonannya tanggal 11 November 2021 telah mengajukan permohonan Penguasaan Anak, yang telah terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama, dengan Nomor 2582/Pdt.G/2021/PA.Mks, tanggal 15 November 2021, dengan dalil-dalil pada pokoknya sebagai berikut:

1. Bahwa Penggugat adalah mantan suami Tergugat, menikah pada Hari Sabtu, Tanggal 12 November 2016, dan tercatat pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, sesuai dengan Kutipan Akta Nikah, Nomor : 0598/45/XI/2016, tanggal 14 November 2016 dan telah resmi bercerai pada hari senin tanggal 19 November 2018 berdasarkan Akta Cerai Nomor : 1928/AC/2018/PA. Mks atas dasar Putusan Pengadilan Agama Makassar Nomor 1502/Pdt.G/PA. Mks tanggal 25 Oktober 2018;

2. Bahwa penggugat dan tergugat telah dikaruniai 2 orang anak yang bernama : 2.1. Yasser Arafat Al Saladin, Laki-laki, Umur 13 tahun;

2.2. Syafiq Nori, Laki-laki, Umur 4 Tahun;

3. Bahwa setelah terjadi perceraian anak tersebut diatas berada dalam asuhan ibu kandungnya (tergugat) dan Penggugat tetap menjalankan kewajibannya sebagai ayah dan memberikan nafkah setiap bulannya;

4. Bahwa pada tahun 2020 Penggugat telah melangsungkan pernikahan dan tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang ayah serta memberikan nafkah walaupun telah menikah lagi;

5. Bahwa pada bulan Mei tahun 2021 Tergugat juga telah melangsungkan pernikahan dan telah melahirkan seorang anak;

Halaman 3 dari 119 putusan Nomor 2582/Pdt.G/2021/PA.Mks.

6. Bahwa setelah tergugat melangsungkan pernikahan anak-anak Penggugat dan Tergugat mulai dititipkan pada saudari Tergugat dan mulai tidak fokus memelihara dengan alasan sebagai berikut :

6.1. Tergugat sibuk mengurus bayi dari pernikahannya;

6.2. Tergugat sibuk dengan pekerjaannya;

6.3. Suami tergugat suka membentak anak-anak tergugat dan penggugat;

6.4. Suami tergugat seringkali menakut-nakuti anak-anak tergugat dan penggugat dengan cara memperlihatkan Air Sofgun (Senjata);

6.5. Tergugat memiliki banyak hutang;

7. Bahwa akibat kejadian - kejadian tersebut Tergugat menitipkan anak ke saudari Tergugat;

8. Bahwa atas dasar hal tersebut Penggugat mengajukan gugatan hak asuh anak demi kepentingan anak dan rasa tanggung jawab sebagai ayah kandung;

9. Bahwa oleh karena anak - anak Penggugat dan Tergugat di titipkan, penggugat mengambil anak-anak tersebut dan anak yang bernama Yasser Arafat Al Saladin, Laki-laki, Umur 13 tahun serta Syafiq Nori, Laki-laki, Umur 4 Tahun berada dalam pemeliharaan penggugat;

10. Bahwa sejab bulan juli 2021 Tergugat tidak diketahui lagi dimana keberadaannya baik diluar maupun di dalam negara republik indonesia berdasarkan surat pernyataan gaib dengan nomor 190/KBB/X/2021 tertanggal 12 Oktober 2021;

11. Bahwa oleh karena kedua anak hanya dititipkan pada saudari tergugat dan tergugat tidak menjalankan kewajibannya sebagai ibu kandung maka penggugat mohon ditetapkan sebagai pemegang hak hadhanah (pemeliharaan) atas anak hasil perkawinan Penggugat dan Tergugat diatas;

Bahwa berdasarkan dalil-dalil tersebut, Pemohon memohon kepada Pengadilan Agama Makassar, agar menjatuhkan putusan yang amarnya sebagai berikut :

Halaman 4 dari 119 putusan Nomor 2582/Pdt.G/2021/PA.Mks.

1. Mengabulkan Gugatan Penggugat;

2. Menetapkan Penggugat sebagai pemegang hak hadhanah (pemeliharaan) atas anak Penggugat dan Tergugat yang bernama:

2.1. Yasser Arafat Al Saladin, Laki-laki, Umur 13 tahun;

2.2. Syafiq Nori, Laki-laki, Umur 4 Tahun;

3. Membebankan biaya perkara menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Atau apabila majelis Hakim berpendapat lain, mohon agar perkara ini diputus menurut hukum dengan seadil-adilnya (ex aequo et bono);

Bahwa pada persidangan yang telah ditetapkan Penggugat telah datang menghadap di persidangan, sedangkan Tergugat tidak datang menghadap di persidangan dan tidak menyuruh orang lain untuk menghadap sebagai wakil/kuasanya yang sah, meskipun berdasarkan surat panggilan (relaas) tanggal 17 November 2021 dan tanggal 21 Desember 2021 yang dibacakan di persidangan, Tergugat telah dipanggil secara resmi dan patut, sedangkan tidak ternyata bahwa tidak datangnya Tergugat tersebut disebabkan oleh suatu alasan yang sah;

Bahwa majelis hakim telah menasehati Penggugat agar dapat menyelesaikan perkaranya secara kekeluargaan, tetapi Penggugat tetap pada dalil-dalil gugatannya;

Bahwa perkara ini tidak dapat dimediasi karena Tergugat tidak pernah datang menghadap meskipun telah dipanggil secara resmi dan patut, selanjutnya dimulai pemeriksaan dengan membacakan surat gugatan Penggugat yang maksud dan tujuannya tetap dipertahankan oleh Penggugat;

Bahwa untuk menguatkan dalil-dalil gugatannya, Penggugat telah mengajukan bukti berupa :

A.SURAT :

1. Fotokopi Salinan Putusan Cerai nomor 1502/Pdt.G/2018/PA.Mks. yang dikeluarkan oleh Panitera Pengadilan Agama Makassar, tanggal 29 Juni 2020, bermaterai cukup, telah dicocokkan dengan aslinya, lalu oleh Ketua

Halaman 5 dari 119 putusan Nomor 2582/Pdt.G/2021/PA.Mks.

Majelis diberi tanda P.1.

2. Fotokopi Acta Kelahiran anak an. Yasser Arafat Al Saladin, Nomor 7371.AL.2011.004565, yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kota Makassar, bermaterai cukup, telah dicocokkan dengan aslinya, lalu oleh Ketua Majelis diberi tanda P.2.

3. Fotokopi Akta Kelahiran, Nomor 7371-LT-26022015-0099, yang dikeluarkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kota Makassar, bermaterai cukup, telah dicocokkan dengan aslinya, lalu oleh Ketua Majelis diberi tanda P.3.

4. Fotokopi Surat Pernyataan Gaib, yang diketahui oleh dan diregister oleh Lurah Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, tanggal 12 Oktober 2021; bermaterai cukup, telah dicocokkan dengan aslinya, lalu oleh Ketua Majelis diberi tanda P.4.

5.

B. SAKSI :

Saksi 1, Farahdiba binti Anwar, umur 43 tahun, agama Islam, pekerjaan Ibu Rumah Tangga, bertempat tinggal di Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo, Nomor 3, Kelurahan Batangkaluku, Kecamatan Somba Opu, Kabuaten Gowa, di bawah sumpah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut :

 Bahwa saksi mengenal Penggugat dan Tergugat, karena saksi adalah Tante Penggugat;

 Bahwa sepengetahuan saksi, Penggugat dan Tergugat dahulu adalah suami isteri, kemudian bercerai pada tahun 2018;

 Bahwa sepengetahuan saksi, Penggugat dan Tergugat telah memiliki 2 orang anak bernama 1. Yasser Arafat Al Saladin, laki-laki, umur 13 tahun, 2. Syafiq Nori, laki-laki, umur 4 tahun;

 Bahwa sepengetahuan saksi, kedua anak tersebut sejak perceraian Penggugat dengan Tergugat tinggal bersama Tergugat sebagai ibu kandungnya, namun akhir-akhir ini kedua anak tersebut diambil oleh Bapaknya yaitu Penggugat karena kedua anak tersebut tinggal bersama saudara Tergugat;

Halaman 6 dari 119 putusan Nomor 2582/Pdt.G/2021/PA.Mks.

 Bahwa saksi ketahui, kedua anak tersebut diambil Penggugat karena tidak diurus lagi oleh Tergugat sebagai ibu kandungnya karena sudah memiliki anak dari suami barunya;

 Bahwa sepengetahuan saksi Tergugat sekarang ini tidak diketahui tempat tinggalnya dan tidak ada kabar lagi;

 Bahwa sepengetahuan saksi, kedua anak tersebut semasa terjadi perceraian Penggugat dengan Tergugat, Penggugat yang masih memberikan nafkah kedua anak tersebut

 Bahwa sepengetahuan saksi, Penggugat tidak mempunyai perbuatan yang tercelah, seperti pemabuk, judi, narkoba dan sebagainya;

Saksi 2, Dary Afif A. binti Aswan, umur 22 tahun, agama Islam, pekerjaan Swasta, bertempat tinggal di Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo, Nomor 3, Kelurahan Batangkaluku, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, di bawah sumpah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut :

 Bahwa saksi mengenal Penggugat dan Tergugat, karena saksi adalah Sepupu Penggugat;

 Bahwa sepengetahuan saksi, Penggugat dan Tergugat dahulu adalah suami isteri, kemudian bercerai pada tahun 2018;

 Bahwa sepengetahuan saksi, Penggugat dan Tergugat telah memiliki 2 orang anak bernama 1. Yasser Arafat Al Saladin, laki-laki, umur 13 tahun, 2. Syafiq Nori, laki-laki, umur 4 tahun;

 Bahwa sepengetahuan saksi, kedua anak tersebut sejak perceraian Penggugat dengan Tergugat tinggal bersama Tergugat sebagai ibu kandungnya, namun akhir-akhir ini kedua anak tersebut diambil oleh Bapaknya yaitu Penggugat karena kedua anak tersebut tinggal bersama saudara Tergugat;

 Bahwa saksi ketahui, kedua anak tersebut diambil Penggugat karena tidak diurus lagi oleh Tergugat sebagai ibu kandungnya karena sudah memiliki anak dari suami barunya;

 Bahwa sepengetahuan saksi Tergugat sekarang ini tidak diketahui tempat tinggalnya dan tidak ada kabar lagi;

Halaman 7 dari 119 putusan Nomor 2582/Pdt.G/2021/PA.Mks.

 Bahwa sepengetahuan saksi, kedua anak tersebut semasa terjadi perceraian Penggugat dengan Tergugat, Penggugat yang masih memberikan nafkah kedua anak tersebut

 Bahwa sepengetahuan saksi, Penggugat tidak mempunyai perbuatan yang tercelah, seperti pemabuk, judi, narkoba dan sebagainya;

Bahwa atas keterangan saksi-saksi tersebut, Penggugat menyatakan menerima dan tidak keberatan;

Bahwa Penggugat menyampaikan kesimpulan yang isinya sebagaimana tertuang dalam berita acara sidang yang pada pokoknya Penggugat telah mencukupkan bukti-buktinya dan mohon putusan;

Bahwa untuk singkatnya uraian putusan ini, maka semua hal yang termuat dalam berita acara sidang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari putusan ini;

PERTIMBANGAN HUKUM

Menimbang, bahwa maksud dan tujuan gugatan Penggugat adalah sebagaimana telah diuraikan di atas;

Menimbang, bahwa Penggugat saat ini bertempat tinggal di Kota Makassar, maka sesuai dengan ketentuan pasal 49 ayat (2) dan Penjelasannya pada angka 11, Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 terakhir dengan Undang-undang nomor 50 tahun 2009 tentang Peradilan Agama, perkara ini merupakan kompetensi Pengadilan Agama Makassar;

Menimbang, bahwa proses mediasi sebagaimana yang diamanatkan oleh Perma No. 1 Tahun 2016 tidak dapat dilaksanakan karena Tergugat tidak pernah hadir di persidangan;

Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah berupaya mendamaikan dan atau menasihati pihak Penggugat agar dapat menyelesaikan perkaranya secara kekeluargaan rukun kembali dengan Tergugat, sesuai ketentuan Pasal 154 R.Bg., namun tidak berhasil;

Halaman 8 dari 119 putusan Nomor 2582/Pdt.G/2021/PA.Mks.

Menimbang, bahwa oleh karena Tergugat tidak pernah hadir di persidangan meskipun telah dipanggil secara resmi dan patut dan tidak ternyata tidak hadirnya tersebut disebabkan oleh suatu halangan yang sah, maka Tergugat harus dinyatakan tidak hadir, dan perkara ini dilanjutkan tanpa hadirnya Tergugat;

Menimbang, bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 149 ayat (1) R.Bg., yaitu putusan yang dijatuhkan tanpa hadirnya Termohon dapat dikabulkan sepanjang berdasarkan hukum dan beralasan, dan hal tersebut sejalan dengan pendapat ahli fiqih yang diambil alih menjadi pendapat Majelis Hakim dalam Kitab Ahkamul Qur’an juz II hal. 405 yang artinya berbunyi :

Artinya; “Barang siapa yang dipanggil untuk menghadap Hakim Islam, kemudian ia tidak datang menghadap maka ia termasuk orang yang dhalim, dan gugurlah haknya”;

Menimbang, bahwa selain itu di dalam Kitab Tuhfah I halaman 164 menyebutkan bahwa :

Artinya : “Memutus perkara terhadap orang ghoib boleh, kalau ada bukti-bukti”

Menimbang, bahwa alasan pokok gugatan Penggugat adalah bahwa kedua orang anak Penggugat dengan Tergugat setelah perceraian tinggal bersama dengan Tergugat sebagai ibu kandungnya, namun setelah Tergugat menikah dan telah mempunyai anak, kedua anak Penggugat dan Tergugat tersebut dititipkan pada saudara kandung Tergugat, karena Tergugat sibuk dengan pekerjaannya dan suami Penggugat sering menakut-nakuti anak tersebut dengan cara memperlihatkan Air Sofgun (senjata), dan sejak bulan Juli 2021, Tergugat sudah tidak diketahui lagi tempat tinggalnya, sehingga kedua anak tersebut (Yasser Arafat Al Saladin, laki-laki, umur 13 tahun, dan Syafiq

Halaman 9 dari 119 putusan Nomor 2582/Pdt.G/2021/PA.Mks.

Nori, laki-laki, umur 4 tahun) Penggugat mengambilnya;

Menimbang, bahwa meskipun Tergugat tidak hadir dan tidak dapat didengar jawabannya, namun Penggugat tetap diwajibkan untuk membuktikan alasan-alasan gugatannya dengan mengajukan alat-alat bukti yang cukup;

Menimbang, bahwa untuk membuktikan dalil-dalil gugatannya, Penggugat telah mengajukan bukti surat (P1, P2, P.3, P.4, ) serta 2 (dua) orang saksi;

Menimbang, bahwa bukti (P1 ) berupa fotokopi Salinan Putusan Cerai, bermeterai cukup, di-nazegelen, dan cocok dengan aslinya, merupakan akta otentik, isi bukti tersebut menjelaskan mengenai Penggugat dan Tergugat sebagai suami istri telah resmi bercerai di Pengadilan Agama Makassar, sehingga bukti tersebut telah memenuhi syarat formil dan materiil, oleh karena itu bukti tersebut mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna dan mengikat;

Menimbang, bahwa bukti (P.2 dan P.3) berupa fotokopi Akta Kelahiran anak, bermeterai cukup, di-nazegelen, dan cocok dengan aslinya, merupakan akta otentik, isi bukti tersebut menjelaskan mengenai waktu lahir kedua anak Penggugat dan Tergugat, sehingga bukti tersebut telah memenuhi syarat formil dan materiil, oleh karena itu bukti tersebut dapat dipertimbangkan;

Menimbang, bahwa bukti (P.4) berupa fotokopi Surat pernyataan, bermeterai cukup, di-nazegelen, dan cocok dengan aslinya, isi bukti tersebut menjelaskan mengenai Tergugat yang kini sudah tidak diketahui lagi tempat tinggalnya, sehingga bukti tersebut telah memenuhi syarat formil dan materiil, oleh karena itu bukti tersebut dapat dipertimbangkan;

Menimbang, bahwa oleh karenanya bukti-bukti tersebut dinilai telah sesuai dengan Pasal 284 dan Pasal 285 Rbg. Jo Pasal 1870 KUH Perdata.

Sehingga dengan demikian harus dinyatakan terbukti bahwa antara Penggugat dan Tergugat adalah orang tua kandung kedua anak tersebut, dan kedua belah pihak adalah pihak yang berkompeten dalam perkara ini;

Halaman 10 dari 119 putusan Nomor 2582/Pdt.G/2021/PA.Mks.

Menimbang, bahwa 2 orang saksi yang dihadirkan Penggugat adalah merupakan orang-orang yang dekat dengan Penggugat dan Tergugat in casu yang sudah dewasa serta telah bersumpah (vide Pasal 172 ayat (1) angka 4 R.Bg., jo Pasal 1911 KUH Perdata) dan diyakini bahwa saksi-saksi tersebut adalah mengetahui apa yang disengketakan Penggugat dan Tergugat dalam perkara a quo dan relevan dengan dalil-dalil yang harus dibuktikan oleh Penggugat, keterangannya saling bersesuaian (vide Pasal 308 R.Bg., jo Pasal 1908 KUH Perdata), oleh karenanya dapat diterima sebagai bukti dan dipertimbangkan;

Menimbang, bahwa berdasarkan bukti P.1 (berupa Fotokopi Putusan Cerai) yang dihubungkan dengan keterangan saksi-saksi, maka ternyata bahwa Penggugat dengan Tergugat dahulu pernah terikat sebagai suami istri, namun sejak tanggal 25 Oktober 2018, telah resmi bercerai;

Menimbang, bahwa berdasarkan bukti P.2 dan P.3 (Fotokopi Akta kelahiran anak kesatu dan kedua) yang dihubungkan dengan keterangan saksi-saksi, maka ternyata Penggugat dengan Tergugat sebagai suami telah dikaruniai 2 (dua) orang anak yang masing masing bernama : Yasser Arafat Al Saladin, laki-laki, umur 13 tahun dan Syafiq Nori, laki-laki, umur 4 tahun;

Menimbang, bahwa berdasarkan bukti P.4 (Fotokopi Surat Keterangan Gaib) yang dihubungkan dengan keterangan saksi-saksi, maka ternyata Tergugat sebagai ibu kandung kedua anak tersebut hingga kini tidak diketahui tempat tinggalnya yang jelas diseluruh wilayah Republik Indonesia, sehingga segala bentuk biaya dan nafkah kedua anak tersebut ditanggung oleh Penggugat sebagai ayah kandungnya;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan Penggugat yang dikuatkan dengan kerangan saksi-saksi, maka ternyata kedua orang anak tersebut sejak terjadi perceraian (P.1) antara Penggugat dengan Tergugat, tinggal bersama Tergugat sebagai ibu kandungnya, namun biaya hidup kedua anak tersebut ditanggung oleh Penggugat sebagai ayah kandungnya;

Menimbang, bahwa berdasarkan dalil gugatan Penggugat yang dikuatkan dengan keterangan saksi-saksi, maka terbukti bahwa sejak Tergugat menikah lagi dengan laki-laki lain dan sudah mempunyai anak, maka kehidupan anak tersebut sudah tidak terurus dengan baik karena Tergugat sudah sibuk

Halaman 11 dari 119 putusan Nomor 2582/Pdt.G/2021/PA.Mks.

dengan bayinya dan kesibukan dalam pekerjaannya dan bahkan suami dari Tergugat tersebut sering membentak dan menakut-nakuti anak-anak tersebut dengan memperlihatkan air Sofgun (senjata);

Menimbang, bahwa berdasarkan dalil gugatan Penggugat dan keterangan saksi-saksi, maka terbukti bahwa sejak kepergian Tergugat meninggalkan kedua anak Penggugat dan Tergugat yang kini Tergugat tidak diketahui kemana perginya karena tidak ada lagi kabar beritanya (P.4), kedua anak tersebut dititip pada saudara Tergugat, sehingga Penggugat sebagai ayah kandung kedua anak tersebut datang mengambilnya dan kini tinggal bersama Penggugat;

Menimbang, bahwa dari dalil-dalil Penggugat yang dihubungkan dengan bukti-bukti yang diajukan Penggugat, diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut :

1. Bahwa Penggugat dan Tergugat pernah hidup sebagai suami istri dan sekarang sudah resmi bercerai sejak tanggal 25 Oktober 2018;

2. Bahwa Penggugat dengan Tergugat telah dikaruniai 2 (dua) orang anak masing-masing bernama : Yasser Arafat Al Saladin, laki-laki, umur 13 tahun, dan Syafiq Nori, laki-laki, umur 4 tahun;

3. Bahwa sejak Penggugat dengan Tergugat bercerai, kedua anak tersebut tinggal bersama Tergugat sebagai ibu kandungnya, dan Penggugat sebagai ayah kandung kedua anak tersebut masih bertanggung jawab dengan selalu memberikan nafkah anak-anak tersebut;

4. Bahwa Tergugat setelah menikah dengan lagi dengan laki-laki lain, sudah tidak fokus memelihara kedua anak tersebut karena sudah sibuk dengan mengurus bayi barunya dan pekerjaannya, bahkan suami Tergugat sering membentak dan menakut-nakuti kedua anak dengan memperlihatkan senjata;

5. Bahwa Tergugat sudah pergi meninggalkan kedua anak penggugat dengan Tergugat dan kini tidak diketahui lagi tempat tinggalnya dimana anak tersebut dititipkan pada saudaranya;

Halaman 12 dari 119 putusan Nomor 2582/Pdt.G/2021/PA.Mks.

6. Bahwa Penggugat telah datang mengambil anak tersebut dan sekarang tinggal bersama Penggugat sebagai ayah kandungnya;

Menimbang, bahwa anak adalah merupakan amanah yang harus dipelihara baik fisik maupun mentalnya serta kecerdasannya oleh kedua orang tuanya, sebagaimana maksud pasal 45 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, sehingga dengan demikian pemeliharaan anak adalah merupakan tanggung jawab bersama kedua orang tuanya yaitu Penggugat dan Tergugat;

Menimbang, bahwa tentang tujuan hak Hadhanah/pemeliharaan anak seperti diatur dalam pasal 41 huruf (a) Undang –Undang Nomor 1 Tahun 1974 Jo pasal 156 huruf (c) Kompilasi Hukum Islam, terdapat abstrak hukum bahwa apabila perkawinan putus baik ibu atau bapak tetap berkewajiban memelihara dan mendidik anak-anaknya, semata-mata berdasarkan kepentingan anak, demi menjamin keselamatan jasmani dan rohani anak yang bersangkutan;

Menimbang, bahwa Majelis Hakim dalam mempertimbangkan hak asuh anak adalah juga berpedoman pada Pasal 2 huruf (b) Undang-Undang Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 yang berbunyi : “Penyelenggaraan perlindungan anak berdasarkan Pancasila dan berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 serta prinsip-prinsip dasar Konvensi Hak-Hak Anak antara lain meliputi kepentingan terbaik bagi Anak”;

Menimbang, bahwa berdasarkan pasal 105 huruf (b) Kompilasi Hukum Islam, menegaskan bahwa dalam hal terjadi perceraian maka pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya sedang anak yang sudah mumayiz diserahkan kepada anak untuk memilih diantara ayah atau ibunya sebagai pemegang hak pemeliharaan dan dalam perkara a quo terungkap fakta bahwa anak yang bernama Yasser Arafat Al Saladin sudah berumur 13 tahun (P.2) atau sudah mumayyiz, meskipun tidak dapat didengar keterangannya karena anak tersebut tidak dihadirkan dalam sidang untuk memilih dengan siapa akan tinggal dan mengasuhnya, dan anak yang bernama Syafiq Nori, laki-laki, umur 4 tahun (P.3), namun senyatanya bahwa kedua anak tersebut sudah tinggal bersama dengan Penggugat sebagai

Dokumen terkait