BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA
C. Analisis Data
Tes dapat berupa serentetan pertanyaan, lembar kerja, atau
sejenisnya yang dapat digunakan untuk mengukur pengetahuan,
keterampilan, bakat, dan kemampuan diri dari subjek penelitian. Lembar instrument berupa tes ini berisi soal-soal tes yang terdiri atas butir-butir soal dan setiap butir soal mewakili satu jenis variable yang diukur (Trianto, 2010:264). Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi atau achievement test yang digunakan untuk mengetahui pencapaian seseorang setelah ia mempelajari sesuatu.
1. Penyajian Validitas Butir (Item) Soal Uji Coba Post Test
Validitas item soal ditentukan dengan mengkorelasikan hasil skor pada masing-masing item soal yang diperoleh. Lalu setelah harga r
(koefisien relasi) dari masing-masing item diperoleh dengan menggunakan rumus korelasi product moment dengan angka kasar. Rumus korelasi product moment dengan angka kasar sebagai berikut:
Keterangan :
xy
r
= koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y, dua variabelyang dikorelasikan
X = Skor item nomor….(yang sedang dicari validitasnya) Y = Skor total
Suatu instrument tes prestasi dapat dikatakan valid apabila indeks validitasnya (yaitu koefisien korelasi tiap butir item dengan hasil tes keseluruhan) memenuhi syarat minimum yaitu 0,300. Dari hasil analisis validitas item soal maka dapat disimpulkan bahwa masing-masing soal tersebut valid atau tidak. Berikut hasilnya berdasarkan penghitungan validitas butir soal Uji coba Post Test (lampiran A. 8):
Tabel 4.10 Daftar Validitas Butir Soal Uji coba Post Test No.
Soal Koefisien validitas (rXY) Keterangan
1 0,4661 Valid 2 0,6417 Valid 3 0,3022 Valid 4 0,5294 Valid 5 0,4929 Valid 6 0,5758 Valid
7 0,0436 Tidak Valid dan diperbaiki
8 0,4472 Valid
9 0,2585 Tidak Valid dan diperbaiki
11 0,5044 Valid
12 0,2850 Tidak Valid dan diperbaiki
13 0,4191 Valid
14 0,0350 Tidak Valid dan diperbaiki
15 0,4191 Valid
16 0,1529 Tidak Valid dan diperbaiki
17 0,3324 Valid
18 0,3433 Valid
19 0,1299 Tidak Valid dan diperbaiki 20 0,1488 Tidak Valid dan diperbaiki
Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa terdapat tujuh soal yang tidak valid dan diperbaiki dengan persetujuan dosen pembimbing dan guru pembimbing. Perbaikan yang dilakukan meliputi perbaikan bahasa, tingkat kesulitan, dan pilihan jawabannya. Selain melakukan perbaikan soal berdasarkan perhitungan validitas butir soal, peneliti juga melakukan perbaikan soal berdasarkan proporsi siswa yang menjawab benar sesuai dengan anjuran dari dosen pembimbing. Soal yang diperbaiki adalah soal dengan proporsi siswa menjawab benar 0,30. Proporsi siswa menjawab benar0,30 berarti soal terlalu sukar bagi siswa sehingga soal perlu dikurangi tingkat kesukarannya (dipermudah). Berikut tabel proporsi menjawab benar dalam uji coba post test (tes akhir).
Tabel 4. 11 Proporsi Menjawab Benar dalam Uji Coba Post Test
No. Soal X P Ket.
1 38 0,67 Tetap 2 33 0,58 Tetap 3 34 0,60 Tetap 4 24 0,42 Tetap 5 9 0,16 Dipermudah 6 30 0,53 Tetap 7 7 0,12 Dipermudah 8 39 0,68 Tetap 9 11 0,19 Dipermudah 10 14 0,25 Dipermudah
11 15 0,26 Dipermudah 12 25 0,44 Tetap 13 22 0,39 Tetap 14 16 0,28 Dipermudah 15 22 0,39 Tetap 16 4 0,07 Tetap 17 24 0,42 Tetap 18 4 0,07 Dipermudah 19 19 0,33 Tetap 20 20 0,35 Tetap
Berdasarkan proporsi siswa yang menjawab benar terdapat tujuh soal yang diperbaiki dengan mengurangi tingkat kesukaran soal
(mempermudah soal) dengan dikonsultasikan dengan dosen
pembimbing dan guru pembimbing.
2. Analisis Reliabilitas Soal Uji Coba Post Test
Reabilitas soal diperoleh dengan perhitungan menggunakan rumus K-R 20 sebagai berikut:
Dengan menggunakan kalkulator diperoleh
6671 , 0 6338 . 0 19 20 7584 , 10 8184 , 6 19 20 7584 , 10 94 , 3 7584 , 10 19 20 28 , 3 94 , 3 28 , 3 1 20 20 1 11 11 2 2 11 2 2 11
r r r S pq S n n r3. Analisis Hasil Pengamatan/ Observasi Aktivitas Siswa
Data hasil pengamatan aktivitas siswa penulis rangkum pada tabel 4.9 dan tabel 4.10. di bawah ini:
Tabel 4.12
Jumlah siswa yang aktif dan skor aktivitas yang terjadi pada pertemuan 2 dan 3 Pertemuan 2 Pertemuan 3 Kode Jenis Aktivitas
Siswa yang Aktif Siswa yang Aktif Jml % skor Jml % Skor A Kesiapan
A1 Kesiapan siswa mengikuti proses
pembelajaran 43 100 62 43 100 65
A2
Kemauan siswa untuk mencari/ membuka buku
paket atau sumber lain untuk
mendapatkan 43 100 43 43 100 55 informasi lebih banyak sebagai
persiapan kegiatan Pembelajaran
B Partisipasi
B1 Kemauan siswa untuk memperhatikan
penjelasan peneliti 42 97,67 70 43 100 82 B2
Kemauan siswa mencatat hal-hal penting mengenai materi yang sedang dibahas
39 90,70 53 43 100 64 B3 Kemauan siswa untuk mengemukakan
pendapat dalam kelompok 43 100 75 43 100 74 B4 Kemauan siswa untuk mau mencoba-coba 43 100 72 43 100 73 B5
Kemauan siswa untuk memperhatikan pembelajaran dan fokus pada saat kerja kelompok
42 97,67 56 43 100 71
B6
Kemauan siswa untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas
4 9,30 8 8 18,60 16
C Bertanya
C1
Kemauan siswa untuk mengajukan pertanyaan dalam kerja kelompok ataupun presentasi kelas
43 100 72 43 100 73 C2 Kemauan siswa untuk mengajukan
pertanyaan 27 62,79 31 36 52
kepada peneliti
D Menjawab atau menanggapi
D1 Menanggapi pembahasan pembelajaran 42 97,67 50 42 97,67 49 D2 Memberikan jawaban atas pertanyaan 43 100 58 43 100 53
D3
Memberikan kritikan dengan maksud meluruskan tindakan atau jawaban atau pembahasan teman yang salah
30 69,76 40 43 100 59
E Motivasi kelompok
E1 Menghargai dan menerima pendapat/
gagasan dari teman dengan baik 43 100 67 43 100 70 E2 Peduli dengan keberhasilan teman satu
kelompok 43 100 69 43 100 61
E3 Memberikan pujian, semangat, dan
dorongan kepada teman satu kelompok 33 76,74 38 34 79,07 42 E4 Menunjukkan keceriaan dan antusiasmedalam belajar 43 100 50 43 100 70 E5
Mengingatkan teman yang asyik bermain atau mengobrol sendiri ketika pembelajaran berlansung
39 90,70 63 40 93,02 59
Total 977 1049
Tabel 4.13
Jumlah siswa yang aktif dan skor aktivitas yang terjadi pada pertemuan 4 dan 5 Pertemuan 4 Pertemuan 5 Kode Jenis Aktivitas
Siswa yang Aktif Siswa yang Aktif Jml % skor Jml % Skor A Kesiapan
A1 Kesiapan siswa mengikuti proses
pembelajaran 43 100 61 43 100 80
A2
Kemauan siswa untuk mencari/ membuka buku
paket atau sumber lain untuk
mendapatkan 43 100 55 43 100 55 informasi lebih banyak sebagai
persiapan kegiatan Pembelajaran
B Partisipasi
B1 Kemauan siswa untuk memperhatikan
penjelasan peneliti 43 100 84 43 100 85 B2
Kemauan siswa mencatat hal-hal penting mengenai materi yang sedang dibahas
43 100 78 43 100 84 B3 Kemauan siswa untuk mengemukakan
pendapat dalam kelompok 43 100 74 43 100 77 B4 Kemauan siswa untuk mau
mencoba-coba 43 100 73 43 100 75
B5
Kemauan siswa untuk memperhatikan pembelajaran dan fokus pada saat kerja kelompok
43 100 71 43 100 72
B6
Kemauan siswa untuk
mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas
13 30,23 26 9 20,93 18
C1
Kemauan siswa untuk mengajukan pertanyaan dalam kerja kelompok ataupun presentasi kelas
43 100 76 42 97,67 79 C2 Kemauan siswa untuk mengajukan
pertanyaan kepada peneliti 43 100 68 43 100 68
D Menjawab atau menanggapi
D1 Menanggapi pembahasan pembelajaran 43 100 61 43 100 59 D2 Memberikan jawaban atas pertanyaan 43 100 65 43 100 72 D3
Memberikan kritikan dengan maksud meluruskan tindakan atau jawaban atau pembahasan teman yang salah
43 100 63 43 100 73
E Motivasi kelompok
E1 Menghargai dan menerima pendapat/
gagasan dari teman dengan baik 43 100 86 43 100 86 E2 Peduli dengan keberhasilan teman satukelompok 43 100 86 43 100 86 E3 Memberikan pujian, semangat, dandorongan kepada teman satu kelompok 43 100 77 43 100 79 E4 Menunjukkan keceriaan dan antusiasme
dalam belajar 43 100 73 43 100 75 E5
Mengingatkan teman yang asyik bermain atau mengobrol sendiri ketika pembelajaran berlansung
43 100 68 43 100 59
1245 1291
Berdasarkan tabel 4.12 dan tabel 4.13 di atas, dapat dilihat bahwa untuk setiap jenis aktivitas dalam setiap pertemuan semakin meningkat. Berikut penjelasan untuk masing-masing jenis aktivitas: a) Kesiapan
Untuk jenis aktivitas kesiapan semua siswa dapat dikatakan siap mengikuti proses pembelajaran, serta mencari dan membuka buku paket atau sumber lain untuk mendapatkan informasi
b) Partisipasi
Untuk jenis aktivitas partisipasi tercatat pada pertemuan pertama ada 42 siswa yang memperhatikan penjelasan peneliti, 39 siswa mencatat hal-hal yang dianggap penting yang berkaitan dengan materi yang dibahas, 43 siswa mengemukakan pendapat dalam
kelompok, 43 siswa mau mencoba-coba, 42 siswa memperhatikan pembelajaran dan fokus pada saat kerja kelompok, dan ada 4 orang siswa mau mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas. Pada pertemuan selanjutnya yaitu pertemuan kedua, ketiga, keempat dan kelima tercatat semua siswa berpartisipasi dalam
memperhatikan penjelasan peneliti, membuat catatan,
mengemukakan pendapat dalam kelompok, mau mencoba-coba, memperhatikan pembelajaran serta fokus pada saat kerja kelompok. Namun, banyaknya siswa yang mau mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas pada setiap pertemuannya berbeda-beda. Banyaknya siswa yang mau maju di depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya ada 8 siswa pada pertemuan ke tiga, 13 siswa pada pertemuan keempat, dan 9 siswa pada pertemuan kelima.
c) Bertanya
Untuk jenis aktivitas bertanya tercatat bahwa dalam setiap pembelajaran semua siswa mau mengajukan pertanyaan dalam kelompok ataupun presentasi kelas. Namun, hanya ada 27 siswa yang tercatat mau mengajukan pertanyaan kepada peneliti dalam pertemuan ke dua, 36 siswa pada pertemuan ke tiga, serta 43 siswa pada pertemuan keempat dan kelima.
Untuk jenis aktivitas menjawab atau menanggapi tercatat 42 orang pada pertemuan kedua, ketiga, dan kelima yang menanggapi pembahasan pembelajaran, sedangkan pada pertemuan keempat semua siswa nampak menanggapi pembahasan pembelajaran. Terdapat 43 orang siswa baik dalam pertemuan kedua, ketiga, keempat maupun kelima tercatat mau memberikan jawaban atas pertanyaan. 30 orang siswa pada pertemuan kedua, sedangkan pada pertemuan ketiga, keempat dan kelima ada 43 orang siswa yang mau memberikan kritikan dengan maksud meluruskan tindakan atau jawaban atau pembahasan teman yang salah.
e) Motivasi kelompok
Untuk jenis aktivitas motivasi kelompok tercatat pada pertemuan pertama ada 43 orang siswa menghargai dan menerima pendapat atau gagasan dari teman dengan baik, 43 orang siswa yang pedul dengan keberhasilan teman satu kelompoknya, 33 orang siswa yang memberikan pujian, semangat dan dorengan kepada teman satu kelompok, 43 orang siswa menunjukkan keceriaan ddan antusiasme belajar, dan 39 orang siswa yang mengingatkan teman yang asyik bermain atau ngobrol sendiri saat pembelajaran berlangsung. Pada pertemuan ketiga 43 orang siswa menghargai dan menerima pendapat atau gagasan dari teman dengan baik,
peduli pada keberhasilan teman satu kelompokya, dan
untuk memberikan pujian, semangat, dan dorongan kepada teman satu kelompok hanya ada 34 orang siswa serta 40 orang siswa yang mengingatkan teman yang asyik bermain atau mengobrol sendiri ketikan pembelajaran berlangsung. Pada pertemuan keempat dan kelima tercatat 43 orang siswa berperan untuk semua poin aktivitas jenis motivasi kelompok.
Nampak bahwa pada setiap pertemuannya jumlah skor aktivitas siswa semakin meningkat. Tercatat bahwa pada pertemuan kedua total skor aktivitas siswa ada 977, pada pertemuan ketiga ada 1089, pada pertemuan keempat ada1245, dan pada pertemuan kelima ada1291. 4. Analisis Hasil Wawancara
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap 5 orang siswa yang dipilih secara acak, dapat disimpulkan bahwa:
a. Siswa merasa senang saat mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Bagi siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Sidareja model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah model pembelajaran yang baru diterapkan, tetapi tidak membosankan karena mereka dapat belajar dalam kelompok untuk saling berdiskusi dan bertukar pendapat satu sama lain.
b. Sebelum pelajaran dimulai siswa mempersiapkan diri terlebih dahulu dengan membaca materi yang telah diajarkan. Sebagian
besar siswa hanya membaca materi yang telah diajarkan saja dan tidak berusaha mencari sumber lain dari yang telah diberikan oleh guru pelajaran matematika dan dari peneliti.
c. Siswa turut berpartisipasi dalam kelompok. Misalnya: siswa tidak merasa canggung untuk mengeluarkan pendapat dalam kelompok, bertanya jika ada yang belum dimengerti. Siswa merasa tidak canggung dalam ikut serta berpartisipasi dalam kelompok karena yang mereka hadapi adalah teman sendiri.
d. Beberapa siswa tidak merasa canggung bertanya kepada peneliti saat mereka mendapatkan kesulitan dalam kelompok. Namun, ada beberapa siswa merasa canggung (malu) bertanya kepada peneliti karena baru mengenal peneliti.
e. Siswa suka mencoba-coba soal mengenai materi yang telah dipelajari untuk dapat lebih memahami materi dan mempersiapkan diri menghadapi kuis maupun ulangan.
f. Siswa saling menghargai satu sama lain baik dengan teman satu kelompoknya maupun teman dari kelompok lain.
g. Siswa sangat peduli dengan keberhasilan teman satu kelompoknya karena nilai individu mempengaruhi nilai kelompok yang akan menentukan penghargaan apa yang akan diterima oleh kelompok tersebut. Contoh kepedulian siswa terhadap keberhasilan teman
sekelompoknya yaitu dengan memberikan penjelasan kepada teman yang bertanya saat belum jelas mengenai suatu materi.
h. Siswa semakin terbantu dalam memahami materi saat
pembelajaran yang dilakukan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan berbagai alasan diantaranya yaitu:
- Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan mengasyikkan
- Lebih memberi semangat dalam belajar, menjadi lebih mudah
dalam mengerti dan memahami materi
- Adanya diskusi dan kerjasama dalam kelompok
i. Penghargaan yang diperoleh kelompok memacu semangat dan motivasi siswa untuk belajar dengan lebih giat
j. Pengaruh positif yang dipetik siswa dalam pembelajaran antara lain: melatih kerjasama tim, melatih untuk dapat berfikir kritis, siswa dapat lebih berusaha giat belajar agar mendapat nilai lebih baik,
k. Saran siswa untuk pembelajaran matematika selanjutnya adalah agar pembelajaran matematika selanjutnya lebih baik lagi sehingga
matematika tidak menjadi momok bagi siswa. Siswa
mengharapkan \model pembelajaran kooperatif tipe STAD tetap diterapkan dalam pembelajaran matematika untuk selanjutnya.
5. Analisis Data Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar pada penelitian ini adalah nilai yang diperoleh masing-masing siswa dalam mengerjakan tes akhir. Pelaksanaan tes akhir diikuti oleh 43 siswa. Berdasarkan data nilai tes akhir siswa diperoleh rata-rata kelas sebesar 55,698.
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan untuk mata pelajaran matematika di SMP N 3 Sidareja yaitu 65. Berdasarkan pada tabel 4.9 yaitu nilai tes akhir yang diperoleh siswa tercatat ada 14 orang siswa yang tuntas dari 43 siswa yang mengikuti tes akhir. Berikut persentase ketuntasan siswa di kelas tersebut:
Persentase ketuntasan belajar = 100% 32,56% 43
14
Berdasarkan pada tabel 3.6 yaitu tabel ketuntasan siswa, presentase ketuntasan siswa sebesar 32,56% menunjukkan efektifitas yang sangat rendah, dengan kata lain kurang efektif.
Tabel 4.14 Rangkuman data hasil belajar siswa
Nilai Nilai Nilai Rata- Tuntas Tidak Persentase Kriteria Tertinggi Terendah rata Tuntas Ketuntasan
Posttest 85 30 55.698 14 29 32,56% rendahSangat