• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.6 Analisis Data Pemaknaan Karikatur “Oom Pasikom” Edisi,

Menurut Peirce, sebuah tanda itu adalah segala sesuatu yang ada pada seseorang untuk menyatakan sesuatu yang lain dalam beberapa hal atau keputusan. Dalam pendekatan Semiotik model Charles Sanders Peirce,

diperlukan adanya model analisis, yaitu tanda (sign), objek (object), dan

interpretan (interpretant). Menurut Peirce salah satu bentuk tanda adalah

kata, karena tanda itu sendiri adalah pencitraan indrawi yang menampilkan pengertian dari objek yang dimaksudkan. Sedangkan objek adalah sesuatu yang dirujuk oleh tanda. Sementara interpretan adalah tanda yang ada di dalam benak seseorang tentang objek yang dirujuk sebuah tanda.

Dalam menganalisa hubungan antara tanda dan acuannya berdasarkan Semiotik Peirce, yaitu ikon, indeks, dan simbol, maka peneliti akan berusaha menginterpretasikan atau menganalisa segala bentuk pemaknaan yang terdapat dalam karikatur Oom Pasikom berdasarkan model Semiotik Peirce tersebut di atas.

4.6.1 Ikon

   

Adalah tanda yang hubungan antara penanda dan petandanya bersifat bersamaan bentuk alamiah. Atau dengan kata lain, ikon adalah hubungan antara tanda dan objek atau acuan yang bersifat kemiripan. Segerombolan belut yang melarikan diri tampak sangat licin dan bertuliskan koruptor pada badannya.

Belut-belut ini menggambarkan para koruptor yang sangat susah dan licin dalam melakukan aksinya karena tertutup dengan birokrasi atau kepentingan politik sehingga mendapatkan keistimewaan pada saay menjalani hukuman. Pengadilan umum masih mengobral vonis bebas terhadap terdakwa kasus korupsi. Menurut ICW, selama semester pertama tahun 2010 saja, pengadilan telah memvonis bebas lebih dari separuh terdakwa korupsi. Sebanyak 91 terdakwa kasus korupsi divonis bebas oleh pengadilan umum dalam enam bulan pertama tahun 2010. Dan memberikan vonis bebas kepada tersangka yang telah terbukti melakukan kasus korupsi dengan alasan mengidap sakit keras. Hal ini yang membuat penegak hukum di Indonesia kurang mendapat apresiasi dari masyarakaat karena cenderung tebang pilih dalam menyelesaikan atau menangani kasus korupsi.

Sekumpulan belut yang bertuliskan Koruptor pada badannya. Digambarkan para terdakwa koruptor yang susah di tangkap oleh para penegak hukum bahkan mendapat vonis bebas. Ringannya hukuman yang di terima oleh para terdakwa korupsi ini mereka dapat bergerak bebas dan lolos dari jeratan UU tentang korupsi. Remisi yang diberikan kepada para

   

terdakwa juga sangat menguntungkan sehingga banyak potongan dalam masa tahanan. Pemerintah juga lebih memperhatikan kesehatan para terdakwa kasus korupsi sehingga para koruptor mendapatkan dispensasi atau grasi dalam menjalani hukuman. Alasan pemerintah melakukan kebijakan seperti itu karena faktor hak asasi manusia kepada para terdakwa. Susahnya pengungkapan kasus korupsi juga karena terlalu banyak unsur politik didalamnya. Para koruptor juga mendapatkan fasilitas yang istimewa dari badan hukum dalam menjalankan hukumannya sehingga dapat bebas berkegiatan dan berkeliaran di luar tahanan.

Ikon ini mempunyai kemiripan atau ciri yang serupa sekaligus sebagai pemaknaan (perwakilan) langsung sebagai model dalam karikatur tersebaut. Mengkreasikan sebuah gambar karikatur dalam membuat karikatur tentang mengkritisi kinerja penegak hukum terhadap kasus korupsi dan kasus teroris. Hal ini merupakan ikon dari karikatur Oom Pasikom edisi sabtu, 2 Oktober 2010.

4.6.2 Indeks

Indeks adalah sesuatu yang melaksanakan fungsi penanda yang mengisyaratkan penandanya. Indeks dalam karikatur ini adalah beberapa tulisan, seperti “nangkap belut lebih sulit daripada nangkap teroris, ya

pak? Tembak di tempat saja!!” yang di ucapkan laki-laki memakai topi

   

baja atau helm perang dengan membawa senjata dan seolah-olah ia berbicara kepada laki-laki yang memakai topi. Indeks itu mempunyai makna bahwa pemerintah harus terus berjuang melawan korupsi sampai tuntas dan tegas dalam menindak lanjut kasus korupsi. Dan kata bercatak tebal dan tanda seru merupakan suatu ketegasan dalam menyampaikan pesan melalui indeks atau menggambarkan suara rakyat agar pemerintah dapat menghukum para koruptor. Tulisan “koruptor” yang terdapat pada badan belut yang berusaha melarikan diri yang seolah-olah di gambarkan para koruptor yang licin dan susah di tangkap. Indeks ini juga bersifat memberikan masukan kepada penegak hukum untuk mempunyai sikap yang sama tegasnya dan sigap dalam menindak dan menangani kasus korupsi seperti yang di lakukan terhadap kasus teroris.

Sesuai dengan pengertian indeks itu sendiri adalah tanda yang hadir akibat adanya hubungan dengan ciri acuannya yang bersifat kausal atau tanda yang secara alamiah mempresentasikan objek lainnya yang muncul berdasarkan sebab akibat. Bentuk Huruf yang digunakan indeks dalam karikatur ini menggunakan jenis huruf resmi, tegak lurus dan tegas. karikatur tersebut menggunakan jenis huruf ini untuk menegaskan isi pesan dari karikatur tersebut yaitu kritik sosial yang menegur dan tegas kepada pemerintah. Rangkaian huruf dalam sebuah kata atau kalimat bukan saja bisa berarti suatu makna yang mengacu kepada sebuah objek ataupun gagasan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menyuarakan

   

suatu citra ataupun kesan secara visual. Hal itu dikarenakan terdapatnya nilai fungsional dan nilai estetika dalam suatu huruf. Pemilihan jenis uruf disesuakan dengan citra yang ingin diungkapkan.

4.6.3 Simbol

Simbol pada dasarnya merupakan tanda yang menunjukkan hubungan alamiah antara penanda dengan petandanya atau sesuatu tanda yang digunakan untuk menunjuk sesuatu yang lainnya berdasarkan sekelompok orang yang disepakati bersama, bersifat arbiter atau semena simbol pertama dari karikatur adalah Gambar laki-laki membawa senjata api. Laki-laki ini di gambarkan menyerupai dengan para penegak hukum yang sigap dalam menindak lanjut aksi teroris di Sumatera Utara. Laki-laki ini dalam gambar menodongkan sejata apinya ke segerombolan belut. Ini menujukan bahwa korupsi bisa di tangani atau di tindak lanjuti seperti menangani teroris di Sumatera utara. Densus 88 mempunyai prosedur yang tegas dalam menangani teroris yaitu dengan tembak di tempat jika melawan. Ini terbukti dengan tiga orang teroris tewas dalam pemberantasannya dan skema yang akan dilakukan telah terbaca oleh polisi. Karikatur ini menggambarkan ketegasan atau kebijakan yang dilakukan oleh penegak hukum masih lemah dalam menangani kasus korupsi. Laki-laki ke dua menodongkan senjata api ke arah segerombolan belut itu, menggambarkan bahwa ketegasan dalam menjerat para koruptor harus tegas dan memberikan hukuman seberat-beratnya.

   

4.7 Makna Keseluruhan Pemaknaan Karikatur ”Oom Pasikom” ( dalam

Dokumen terkait