• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA DAN PENULISAN TEOR

Dalam dokumen METOPEL PEND ISLAM ISI (Halaman 102-105)

TEKNIK ANALISIS DATA PENELITIAN KUALITATIF

B. ANALISIS DATA DAN PENULISAN TEOR

Menurut Bogdan dan Biklen analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensistesiskannya,

kartu itu ke tempat yang sama dengan kartu pertama. Jika tidak sama berarti kartu tersebut dapat dimasukkan untuk kartu pertama pada kategori yang kedua dan seterusnya.

3) Lanjutkan dengan kartu-kartu berikutnya.

4) Sesudah beberapa kartu diproses, analis kata merasakan bahwa ada satu kartu baru yang tidak cocok untuk ditempatkan pada kelompok kartu yang telah ada. Kartu-kartu tersebut jangan dibuang karena mungkin saja diperlukan pada saat penelaahan.

5) Susunlah pernyataan berdasarkan ciri kartu. Gabunglah ciri-ciri itu ke dalam aturan inklusi. Buatlah aturan tentang kartu indeks dan masukkanlah kartu ke dalam kategori berdasarkan aturan tersebut.

6) Lanjutkan dengan mengikuti langkah ketiga, keempat, dan kelima jika ada kategori yang mendekati ukuran kritis sampai seluruh kartu dapat diselesaikan.

7) Apabila tumpukan kartu satuan sudah selesai diproses, keseluruhan perangkat kategori harus ditelaah lagi.

8) Kategori yang masih memerlukan dapat dilakukan dengan mengikuti strategi: perluasan, pengaitan, dan pengapungan. 9) Akhirnya, peneliti akan memerlukan jalan lain bagi aturan yang

telah ditetapkan yang membimbingnya untuk “menghentikan pengumpulan dan pemrosesan” keputusan. Ada empat keriteria untuk menghentikan kegiatan tersebut yaitu: kehabisan sumber, kejenuhan kategori, munculnya keteraturan, dan terlalu diperluas. 10) Terakhir, analis harus menelaah sekali lagi seluruh kategori agar

jangan sampai ada yang terlupakan.

3. Penafsiran Data

a. Tujuan Penafsiran Data

Tujuan penafsiran data ada tiga, yaitu: pertama, tujuan deskripsi semata, analis menerima dan menggunakan teori dan rancangan organisasional yang telah ada dalam suatu disiplin. Kedua deskripsi analitik, rancangan organisasional dikembangkan dari kategori-kategori yang ditemukan dan hubungan-hubungan yang muncul dari data. Ketiga, teori substantif, analis Langkah pertama dalam pemrosesan satuan ialah analis membaca

dan mempelajari dengan teliti seluruh data yang terkumpul. Setelah itu dilakukan identifikasi satuan-satuan tersebut. Kemudian peneliti memasukkan ke dalam kartu indeks. Setiap kartu indeks diberi kode. Kode dapat berupa: penandaan berdasarkan jenis catatan lapangan, penandaan berdasarkan jenis responden, dan penandaan berdasarkan cara pengumpulan data.

2. Kategorisasi

a. Fungsi dan Prinsip Kategorisasi

Kategorisasi dapat dilakukan jika data-data telah disusun berdasarkan satuan. Kategorisasi berarti penyusunan kategorisasi yang berasal dari salah satu tumpukan data yang disusun berdasarkan pikiran, intuisi, atau kriteria tertentu. Tugas pokok kategorisasi adalah:

· Mengelompokkan kartu-kartu yang telah dibuat ke dalam bagian- bagian isi yang secara jelas berkaitan;

· merumuskan aturan yang menetapkan inkulsi setiap kartu pada kategori dan juga sebagai dasar untuk pemeriksaan keabsahan data; dan · menjaga agar setiap kategori yang telah disusun satu dengan lainnya

mengikuti prinsip taat asas.

b. Langkah-langkah Kategorisasi

Strategi terpenting kategorisasi temuan adalah koding dalam penelitian kualitatif, koding lebih dimaksudkan sebagai upaya perhitungan butir-butir kategori yang sudah ditetapkan (A. Chaedar Alwasilah. 2002: 160). Secara praktis Moleong menyatakan langkah-langkah kategorisasi adalah sebagai berikut:

1) Pilihlah kartu pertama di antara yang telah disusun pada penyu- sunan satuan, bacalah kartu itu dan catatlah isinya. Kartu pertama ini mewakili entri pertama dari kategori yang akan diberi nama kemudian. Tempatkanlah kartu itu pada satu sisi tertentu. 2) Pilihlah kartu kedua, baca, dan catat pula isinya. Buatlah keputusan

atas dasar pengetahuan anda atau atas dasar intuisi, apakah kartu kedua ini tampak sama atau dirasakan sama dengan kartu pertama. Tampak sama berarti isinya itu benar-benar sama. Jika demikian,

Tabel 19

Penggabungan Dimensi Satuan dan Pertanyaan

Keterangan Kolom Pertanyaan: a. Apa tipenya?

b. Apa strukturnya?

c. Berapa kalikah hal itu terjadi? d. Apa penyebabnya?

e. Apa prosesnya? f. Apa konsekuensinya?

g. Apa saja strategi manusianya?

e. Langkah-langkah Penafsiran Data dengan Menggunakan Metode Analisis Komparatif dalam Rangka Penyusunan Teori Substantif

Analisis komparatif adalah metode umum seperti halnya metode eksperimen dan statistik. Metode ini pada mulanya dikembangkan Weber, Durkheim, dan Mannheim. Peranan sesungguhnya analisis komparatif dapat dilihat dari tujuannya, yaitu: ketetapan kenyataan, generalisasi empiris, penetapan konsep, verifikasi teori, dan penyusunan teori baru. harus menampakkan metafora atau rancangan yang telah dikerjakan

dalam analisis (Schaltzman dan Strauss, dalam Moleong, 257-258). b. Proses Umum Penafsiran Data

Analisis data itu terjalin secara terpadu dengan penafsiran data. Data yang ditafsirkan menjadi kategori berarti sudah menjadi bagian dari teori dan dilengkapi dengan penyusunan hipotesis kerjanya sebagai teori yang nantinya diformulasikan, baik secara deskriptif maupun secara proporsional. Apapun pendekatan yang digunakan setelah menyelesaikan tahap penyusunan kategori dan hipotesis kerja, langkah-langkah selanjutnya adalah menuliskan teori tersebut dengan bahasa dan disiplin masing- masing dengan memilih salah satu di antara beberapa cara penulisan. Cara penulisan tersebut adalah cara argumentasi, deskripsi, perbandingan, analisis proses, analisis sebab-akibat, dan pemanfaatan teknologi.

c. Peranan Hubungan Kunci dalam Penafsiran Data Hubungan kunci yaitu suatu metafora, model, kerangka umum, pola yang menolak, atau garis riwayat. Hubungan kunci bermanfaat untuk menghaluskan hubungan dan menghubung-hubungkan suatu kategori dengan kategori lainnya. Hubungan kunci berfungsi sebagai aturan untuk digunakan sebagai kriteria inklusi-ekslusi.

d. Peranan Interogasi Terhadap Data

Interogasi terhadap data berarti mengajukan seperangkat pertanyaan pada data sehingga terungkaplah banyak persoalan dari data itu sendiri. Ada dua cara interogasi data yaitu: pertama, cara substantif. Cara ini dilakukan dengan menggunakan konsep-konsep yang berasal dari disiplin ilmu peneliti sendiri untuk mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan data. Cara ini dianggap lebih cocok dengan paradigma penelitian kualitatif. Kedua, cara logis, yaitu cara yang biasa dilakukan ilmu pengetahuan seperti eksperimental, komparasi, historis, berpikir analogis, dan proses bekerja. Cara ini dianggap kurang cocok dengan paradigma penelitian kualitatif. Cara sistematis dalam interogasi data dikemukakan oleh Lofland dan Lofland, yaitu dengan menggunakan dimensi sosial dan dimensi jenis pertanyaan yang dapat dipertemukan dalam suatu tabel sebagai berikut:

Satuan Sosial PERTANYAAN

a b c d e f g h 1. Pengertian 2. Praktik 3. Episode 4. Kumpulan Longgar 5. Peranan 6. Hubungan 7. Kelompok 8. Organisasi 9. Perkampungan 10. Dunia 11. Gaya Hidup

3. Narasi dan Metafora

Narasi adalah dongeng, cerita, tayangan fakta, yang diceriterakan kepada orang pertama. Narasi dapat dalam bentuk narasi lisan sampai narasi sejarah. Metafora adalah aplikasi naman atau deskripsi frasa atau istilah pada suatu objek atau tindakan yang tidak diaplikasikan secara sebenarnya.

Sandelowski mendefenisikan narasi sebagai berikut: “Narrative analysis is a strategy that recognisesthe extent to which the stories we tell provide insights aboutour lived experiences (analisis naratif adalah sebuah strategi yang mengakui keluasan cerita memberikan pemahaman tentang pengalaman hidup).” (Sandelowski M, 1994: 23–33) Misalnya, strategi ini digunakan untuk mempelajari tentang pengalaman seorang perempuan yang mengetahu bahwa dirinya mengidap penyakit kanker payudara.

Dalam dokumen METOPEL PEND ISLAM ISI (Halaman 102-105)