• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis-jenis Instrumen Penelitian

Dalam dokumen METOPEL PEND ISLAM ISI (Halaman 32-35)

DAFTAR BACAAN

B. INSTRUMEN PENELITIAN

2. Jenis-jenis Instrumen Penelitian

Berbicara tentang dalam penelitian hampir sama dengan alat evaluasi. Mengumpulkan data dalam penelitian bertujuan untuk menjawab masalah penelitian. Mengevaluasi adalah kegiatan untuk memperoleh data tentang

Metode Pengumpulan Data Instrumen 1. Tes Tertulis Soal Tes

2. Tes Lisan Rambu-rambu pertanyaan

3. Angket a. Angket

b. Skala bertingkat 4. Wawancara a. pedoman wawancara

b. ceklis

5. Pengamatan Pedoman observasi

6. Dokumentasi a. ceklis

b. tabel analisis

7. Inventori a. inventori

Dilihat dari cara menjawab angket dibedakan kepada beberapa jenis:

a) Angket terbuka, yang memberi kesempatan kepada responden untuk menjawab pertanyaan dengan bahasanya sendiri. b) Angket tertutup, dimana peneliti telah menyediakan pilihan

jawaban dan responden tinggal memilih.

c) Angket gabungan, dimana peneliti telah menyediakan pilihan jawaban, namun memberikan ruang bagi responden untuk menjawab berbeda dengan pilihan jawaban yang telah disediakan peneliti.

Dilihat dari jawaban yang diberikan responden angket dapat dibagi menjadi:

· Angket langsung, yaitu responden menjawan tentang dirinya. · Angket tidak langsung, yaitu responden menjawab tentang

orang lain.

Dilihat dari bentuknya angket dibagi menjadi:

· Pilihan ganda, jawaban terhadap angket berbentuk pilihan ganda

· Isian, responden mengisi jawaban terhadap pertanyaan dalam angket dalam bentuk kalimat.

· Check list, sebuah angket yang meminta responden hanya memberikan tanda check (“) pada kolom yang sesuai. · Rating scale, (skala bertingkat), yaitu sebuah pertanyaan diikuti

oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkat-tingkatan misalnya mulai dari sangat setuju sampai ke sangat tidak setuju. Sebagai sebuah instrumen angket memiliki kelebihan sekaligus kelemahan antara lain (Scravia, 1976: 312) sebagai berikut: a. Tes

Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Tes terbagi dua tes yang sudah distandarisasi atau tes yang dibuat peneliti setelah lebih dahulu diujicobakan.

Di antara tes-tes yang selalu digunakan dalam penelitian dan evaluasi yaitu:

(1) Tes kepribadian (personality test), tes ini digunakan untuk mengungkapkan kepribadian seseorang. Hal yang diukur antara lain self concept, kreativitas, disiplin, dan kemampuan khusus. (2) Tes bakat (aptitude test), tes ini digunakan untuk mengukur bakat

seseorang.

(3) Tes Inteligensi (Intelligence test), tes ini digunakan untuk mengukur tingkat kecerdasan intelektual seseorang.

(4) Tes sikap (attitude test) selalu juga disebut dengan skala sikap, berfungsi untuk mengukur sikap seseorang.

(5) Teknik proyeksi atau projective technique. Tes ini digunakan untuk mempelajari kepribadian seseorang dengan metode proyeksi. Seperti Rorschach yang menggunakan metode tetesan tinta dalam teknik proyeksi yang dikembangkannya.

(6) Tes minat atau measures interest. Tes yang digunakan untuk menggali minat seseorang.

(7) Tes prestasi achievement test yaitu tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu. Jika peneliti menggunakan tes standar, peneliti hanya membeli lisensi tes tersebut atau bekerjasama dengan tenaga psikolog untuk tes psikologi, tetapi jika tes yang digunakan adalah tes buatan peneliti, maka beberapa yang berkaitan dengan prosedur pembuatan tes harus diperhatikan.

b. Non tes 1) Angket

Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui.

a) Wawancara bebas, pada model wawancara ini peneliti menanyakan pertanyaan bebas, tetapi masih berkaitan dengan data yang akan dikumpulkan. Pewawancara tidak menggunakan daftar wawan- cara yang baku, yang dipakai hanya kisi-kisi untuk wawancara. b) Wawancara terpimpin, pewawancara dalam melakukan wawancara

menggunakan daftar pertanyaan yang sudah terperinci. c) Wawancara bebas terpimpin, yaitu kombinasi antara a dan b. 3) Observasi

Observasi ada dua jenis yaitu observasi langsung dan observasi tidak langsung. Observasi langsung adalah kegiatan mengamati dengan penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan pengecap. Observasi tidak langsung bisa dilakukan melalui tes, kuesioner, rekaman gambar, dan rekaman suara. Observasi yang digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah Observasi sistematis, yang dilakukan pengamat dengan menggunakan instrumen pengamatan.

4) Skala bertingkat (Rating Scale)

Rating scale adalah suatu ukuran subjektif yang dibuat berskala. Walaupun skala bertingkat ini menghasilkan data yang kasar, tetapi cukup memberikan informasi tertentu atau orang. Instrumen ini dapat dengan mudah memberikan gambaran penampilan, terutama penampilan di dalam orang menjalankan tugas yang menunjukkan frekuensi munculnya sifat-sifat.

Skala bertingkat harus ditafsirkan dengan hati-hati, sebab di samping menghasilkan gambaran yang kasar juga jawaban responden tidak dapat langsung dipercaya. Bergman dan Siegel mendaftar beberapa yang hal menyebabkan ketidakjujuran responden yaitu: (a) persahabatan, (b) kecepatan menerka, (c) cepat memutuskan, (d) jawaban kesan pertama, (e) penampilan instrumen, (f) prasangka, (g) halo effect, (h) kesalahan pengambilan rata-rata, (i) kemurahan hati.

Oleh sebab itu di dalam membuat skala perlu diperhatikan penentuan variabel berskala. Apa yang ditanyakan harus apa yang diamati responden. Misalnya pertanyaan kehadiran guru di kelas pada saat datang dan pulang, hanya guru yang datang tepat waktu dan pulang yang dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Di dalam penelitian ada beberapa skala yang digunakan di antaranya Tabel 9

Kelebihan dan Kelemahan Angket

2) Wawancara

Wawancara atau wawancara adalah sebuah percakapan yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. Wawancara selalu digunakan untuk menilai keadaan seseorang, misalnya mencari data tentang latar belakang orang tua murid, pendidikan, perhatian, dan sikapnya terhadap sesuatu.

Wawancara dari bentuknya dapat dibedakan kepada dua jenis: a) Wawancara terstruktur dimana peneliti telah menyediakan

sejumlah pertanyaan yang akan ditanyakan kepada terwawancara. b) Wawancara tidak terstruktur dimana peneliti tidak menyediakan sejumlah pertanyaan yang akan ditanyakan kepada terwawancara yang disediakan hanya kisi-kisi pertanyaan.

Dilihat dari sudut pelaksanaannya wawancara dapat dibedakan menjadi:

Kelebihan Kelemahan  Tidak memerlukan hadirnya

peneliti

 Responden sering tidak teliti dalam menjawab sehingga ada pertanyaan yang terlewati tidak terjawab, padahal sukar diulangi diberikan kembali kepadanya.

 Dapat dibagikan secara serentak kepada banyak responden

 Seringkali sukar dicari validitasnya  Dapat dijawab responden

menurut kecepatan masing- masing, dan menurut waktu senggang responden.

 Walaupun dibuat anonim, kadang- kadang responden sengaja memberikan jawaban yang tidak betul atau tidak jujur.

 Dapat dibuat anonim sehingga responden bebas dan jujur dan tidak malu-malu menjawab.

 Seringkali tidak kembali, terutama jika dikirim lewat pos angka pengembalian- nya sangat rendah, hanya sekitar 20%.  Dapat dibuat standar sehingga

bagi semua responden dapat diberi pertanyaan yang benar- benar sama.

 Waktu pengembaliannya tidak bersama-sama bahkan kadang- kadang ada yang terlalu lama sehingga terlambat.

Sebelum memeriksa dokumen-dokumen tersebut peneliti harus membuat: pedoman dokumentasi yang berupa kolom-kolom yang diisi berdasarkan temuan dalam dokumen. Misalnya peneliti ingin mengumpulkan dokumen tentang Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, maka dapat membuat daftar sebagai berikut:

Tabel 10

Data Tanggapan Responden terhadap Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

Dalam dokumen METOPEL PEND ISLAM ISI (Halaman 32-35)