• Tidak ada hasil yang ditemukan

EMPAT MODEL ANALISIS DATA 1 Metode Perbandingan Tetap

Dalam dokumen METOPEL PEND ISLAM ISI (Halaman 106-110)

TEKNIK ANALISIS DATA PENELITIAN KUALITATIF

E. EMPAT MODEL ANALISIS DATA 1 Metode Perbandingan Tetap

Analisis data dalam metode perbandingan tetap atau Constant ComparativeMethod dilakukan dengan membandingkan data secara tetap satu datum dengan datum yang lain dan antara kategori dengan kategori lainnya. Metode analisis ini dinamakan juga Grounded Research. Secara umum proses analisis data dengan metode perbandingan tetap mencakup reduksi data, kategorisasi data, sintesisasi, dan diakhir dengan penyusunan hipotesis kerja.

Menurut Ian Dey langkah analisis data dalam penelitian kualitatif mencakup:

1. Deskripsi. 2. Klarifikasi

3. Menemukan fokus. 4. Mengelola data.

Tabel 21 Contoh Kode Kategori

3. Analisis Data Model Spradley

Menurut Spradley keseluruhan proses penelitian adalah: pengamatan deskriptif, analisis domein, pengamatan terfokus, analisis taksonomi, pengamatan terpilih, analisis komponensial, dan diakhiri dengan analisis tema. Analisis data menurut Spradley memanfaatkan hubungan semantik. Hubungan semantik ditabelkan sebagai berikut:

lainnya dalam mendeskripsikan kategori-kategori lain dan menemukan teks yang ada dalam kategori tersebut. Pengecekan oleh stakeholders dapat juga digunakan untuk memberikan kesempatan kepada orang-orang yang berminat khusus dalam penelitian memberikan tanggapan terhadap kategori atau menginterpretasi hal-hal yang telah dibuat. Pembandingan juga dapat dilakukan dengan temuan-temuan penelitian terdahulu. Hasil dari analisis data secara induktif adalah pengembangan kategori- kategori ke dalam model atau kerangka yang mengikhtisarkan data kasar dan menemukan tema-tema kunci dan proses-proses. Kategori yang dikategori adalah inti dari analisis induktif yang memiliki ciri sebagai berikut:

Tabel 20

Lima Kunci Utama dari Kategori yang Dikode

KOMPONEN DESKRIPSI

Label Kategori Kata atau frasa singkat yang digunakan untuk menunjuk kepada kategori. Label memiliki makna inheren yang barangkali tidak memberikan ciri- ciri khusus pada kategori

Dekripsi kategori Deskripsi dari makna kategori termasuk ciri-ciri, ruang lingkup, dan imitasi

Teks atau data yang berkaitan dengan kategori

Contoh-contoh dari teks yang dikode ke dalam kategori yang menggambarkan makna, asosiasi, dan perspektif yang berkaitan dengan kategori Kaitan-kaitan Setiap kategori barangkali mempunyai kaitan atau

hubungan dengan kategori-kategori yang lainnya. Pada sistem kategori yang herarkis (misalnya diagram batang) kaitan-kaitan ini bisa menunjuk- kan superdinat, paralel, dan kategori subordinat (mis. Keturunan orang tua, anak, dll). Kaitan biasanya didasarkan pada kebiasaan umum dalam pemaknaan antara kategori- kategori Jenis atau model

dimana kategori itu dibatasi

Sistem kategori bisa dilihat sebagai salah satu dari beberapa jenis model, teori atau kerangka kerja. Di dalamnya termasuk: jaringan terbuka (tidak ada hirarki atau urutan), sikuens waktu (mis. gerak dan waktu) atau jaringan kausal (satu kategori menyebabkan perubahan pada yang lain). Juga mungkin kategori bisa digunakan dalam setiap model atau kerangka

KOMPONEN DESKRIPSI

Label Kategori Kompetensi secara teknis, medioker, atau kurang pengasuhan secara klinis. Tingkat minimum dari tindakan perawatan integritas pengayoman, cukup untuk pasien yang memandangnya sendiri sebagai kurang bertanggung-jawab, tidak cukup tinggi tingkatnya kesahihan

Teks atau data berkaitan dengan kategori

‘Secukupnya perfek’, secara teknis’ tidak menggam- barkan ‘perasaan’, sensitivitas, atau ‘kesabaran’; barangkali perawat yang sangat baik…’pasti secara klinikal’, masuk dalam waktu-waktu’, hanya melakukan tugas.’

Kaitan Teliti dengan kegiatan tangan adalah salah satu dari empat kategori yang dikembangkan dari deskripsi pasien dari jenis-jenis pelayanan keperawatan yang dialaminya. Kategori lainnya adalah ‘pelayanan tangan halus’ pelayanan dari tangan ke tangan’, dan ‘pelayanan’ tangan kasar. Konsep utama atau tema yang ditemu- kan adalah derajat ketelatenan pasien dalam penjaga- an integritas pasien

Jenis dari Model yang kategorinya ditanam

Sistem Analisis Data

(didasarkan pada pendapat Spradley)

INPUT PROSES OUTPUT

Instrumen/latar Penelitian Catatan lapangan 1 Fokus/ Beberapa domein Catatan lapangan 2 Taksonomi Domein tertentu Komponen Terpilih Pengamatan deskriptif Analisis Domein Pengamatan terfokus Analisis Taksonomi Pengamatan terpilih Analisis Komponen Analisis Tema Catatan lapangan 1

Isi format lembar analisis domein Catatan Lapangan 2 Taksonomi Lembar analisis pengamatan terpilih Lembar analisis komponen Tema-tema/teori substantif Tabel 22 Hubungan Semantik

Jika dilihat dari segi sistem analisis maka analisis data kualitatif menurut model Spradley ini mengikuti alur sebagai berikut:

HUBUNGAN BENTUK CONTOH-CONTOH

1. Termasuk X adalah termasuk Y Saksi ahli (adalah sejenis) saksi 2. Spasial X adalah suatu tempat

di Y

Ruang juri agung (adalah tempat di pengadilan negeri 3. Sebab

akibat

X adalah hasil Y Melayani juri (adalah hasil dari) atau karena terpilih 4. Rasional

melakukan Y

X adalah alasan untuk Y

Sejumlah besar kasus (adalah merupakan) alasan menggelar pengadilan secara cepat 5. Lokasi

Tempat bertindak

X adalah tempat melakukan Y

Ruang juri agung (adalah tempat untuk) mendengarkan kasus-kasus

6. Fungsi X digunakan untuk Y Saksi (digunakan untuk) menyajikan bukti 7. Alat-

Tujuan

X adalah cara melakukan Y

Bersumpah (adalah cara untuk) melambangkan tugas suci juri 8. Urutan X adalah langkah-

langkah melakukan Y

Mengunjungi penjara (adalah tingkat dalam) kegiatan juri agung

9. Memberi atribut

X adalah pemberian atribut Y

Otoritas (adalah atribut dari) jaksa (ciri-ciri) dari Y

6. mengadakan wawancara terfokus untuk mencek analisis yang telah dilakukan, dan

7. membangun taksonomi secara lengkap. c. Analisis Komponen

Setelah analisis taksonomi, dilakukan wawancara terpilih untuk memperdalam data yang telah ditemukan melalui pengajuan sejumlah pertanyaan kontras. Data hasil wawancara terpilih dimuat dalam catatan lapangan. Delapan langkah yang dilakukan dalam analisis komponen yaitu: 1. memilih domein yang akan dianalisis;

2. mengidentifikasi seluruh kontras yang telah ditemukan; 3. menyiapkan lembar paradigma,

4. mengidentifikasikan dimensi kontras yang memiliki dua nilai; 5. menggabungkan dimensi kontras yang berkaitan erat menjadi satu; 6. menyiapkan pertanyaan kontras untuk ciri yang tidak ada; 7. mengadakan pengamatan terpilih untuk melengkapi data, dan 8. menyiapkan paradigma lengkap.

d. Analisis Tema

Analisis tema merupakan seperangkat prosedur untuk memahami secara holistik pemandangan yang sedang diteliti. Sebab setiap kebudayaan terintegrasi dalam beberapa jenis pola yang lebih luas. Ada tujuh cara menemukan tema, yaitu:

1. melebur diri;

2. melakukan analisis komponen terhadap istilah acuan;

3. perspektif yang lebih luas melalui pencarian domein dalam peman- dangan budaya,

4. menguji dimensi kontras seluruh domein yang telah dianalisis; 5. mengidentifikasi domein terorganisir;

6. membuat gambar untuk memvisualisasi hubungan antar domein; dan

7. mencari tema universal, dipilih satu dari enam topik; konflik sosial, kontradiksi budaya, teknik kontrol sosial, hubungan sosial pribadi, memperoleh dan menjaga status, da memecahkan masalah. a. Analisis Domein

Setelah pengamatan atau wawancara dilakukan maka analisis domein dilakukan dengan enam tahap yaitu:

1. memilih salah satu hubungan semantik untuk memulai dari sembilan hubungan semantik yang tersedia;

2. menyiapkan lembar analisis domein;

3. memilih salah satu sampel catatan lapangan yang dibuat terakhir; untuk memulainya,

4. carilah istilah acuan dan istilah bagian yang cocok dengan hubungan semantik dari catatan lapangan;

5. mengulangi usaha pencarian domein sampai hubungan semantik habis, dan

6. membuat daftar domein yang ditemukan.

Contoh lembar analisis domein adalah sebagai berikut: Lembar Analisis Domein 1

Hubungan semantik : termasuk

Bentuk : X (sejenis) Y

Contoh : Meranti adalah (sejenis) pohon

Istilah bagian hubungan semantik istilah bagian Adalah sejenis

—————————————— b. Analisis Taksonomi

Setelah melakukan analisis domein, peneliti melakukan pengamatan terfokus. Kemudian setelah itu dilakukan analisis taksonomi yang dilakukan dengan tujuh langkah yaitu:

1. memilih satu domein untuk dianalisis,

2. mencari kesamaan atas dasar hubungan semantik yang sama yang digunakan untuk domein itu,

3. mencari tambahan istilah bagian,

4. mencari domein yang lebih besar dan lebih inklusif yang dapat dimasukkan sebagai sub bagian dari domein yang sedang dianalisis, 5. membentuk taksonomi sementara,

Keterangan:

??? maksudnya apakah data telah dapat menjawab pertanyaan pene- litian jika belum peneliti harus mengumpulkan data kembali untuk melengkapi data penelitian sehingga kesimpulan yang sahih dapat tercapai.

Dalam dokumen METOPEL PEND ISLAM ISI (Halaman 106-110)