3.5.1 Data Kuantitatif
3.5.1.1 Berdasarkan Hipotesis Kerja
Jika peneliti telah menentukan hipotesis, tahap berikutnya adalah menyusun kode atas dasar hipotesis kerja tersebut. Untuk mendukung hipotesis sangat tergantung dari kualitas dan kuantitas data, serta pada tujuan penelitian. Di sini diperlukan ketekunan, ketelitian, dan perhatian serta kemampuan khusus peneliti. Oleh sebab itu, peneliti sendiri yang harus melaksanakannya sehingga analisisnya tidak boleh dikerjakan orang lain.
Selanjutnya, apa yang harus Anda perhatikan jika akan menganalisis
data? Simak uraian selanjutnya.
86 Modul DJFP. Tingkat Pertama
Upaya meningkatkan kemampuan analis data yang dikemukakan Bogdan dan Taylor dijabarkan seperti berikut.11
3.5.1.1.1 Apakah data menunjang hipotesis?
Data yang telah diolah harus benar-benar menunjang hipotesis kerja. Mungkin banyak data yang tidak menunjang, tetapi jangan sampai membuang hipotesis yang sudah dirumuskan.
3.5.1.1.2 Apakah datanya benar?
Peneliti harus meneliti apakah data yang dikumpulkan benar-benar data atau bercampur dengan pandangan peneliti atau sesuatu objek yang berasal dari subjek, bukan asli pernyataan subjek atau lainnya.
3.5.1.1.3 Apakah ada pengaruh peneliti?
Ini terjadi saat peneliti merasa curiga atas kehadiran peneliti lain. Pada awalnya, informasi yang diberikan masih ada yang disembunyikan, tetapi kemudian berkurang dan dapat tidak ada sama sekali.
3.5.1.1.4 Adakah orang lain yang hadir?
Catatan peneliti perlu diberikan dalam catatan
lapangan, apakah sewaktu diadakan
pengamatan/wawancara ada pihak ke tiga yang hadir?
Pusbindiklat Peneliti - LIPI 87
3.5.1.1.5 Apakah Penunjang langsung dan tidak
langsung?
Dalam pemberian kode terhadap data, perlu dibedakan mana yang menunjang secara langsung, mana yang tidak langsung.
3.5.1.1.6 Siapa yang mengatakan dan siapa yang
melakukan?
Peneliti perlu mengelompokkan data atas hipotesis kerja yang ditunjang oleh seorang atau beberapa orang.
3.5.1.1.7 Apakah responden mengatakan benar?
Peneliti perlu probing yang artinya mengecek
silang dengan pertanyaan lain yang ada hubungannya
Untuk memperjelas uraian tadi, maka perhatikan beberapa contoh
analisis data berikut!
3.5.1.2
Contoh Analisis Data Kuantitatif
3.5.1.2.1
Analisis satu variabel
Contoh 1
Persamaan regresi dimana harga ditentukan
oleh permintaan (demand) menunjukkan
model atau persamaan sebagai berikut.
88 Modul DJFP. Tingkat Pertama
dimana Y = permintaan dan X = harga, dan ε= error. Terhitung pula bahwa r = 0,9; t hitung = 4,50; t tabel dengan α=5% adalah 1,85.
Jelaskan atau kesimpulan apa yang bisa didapatkan dari data di atas?
3.5.1.2.2 Analisis dua variabel dan lebih
Contoh 2
Hasil regresi antara investasi dan tingkat suku bunga, nilai tukar rupiah dan tingkat suku bunga di suatu daerah memperlihatkan hasil berikut.
Y = 15,0 - 1,2X₁ + 0,5X₂ + 0,8X₃ + ε
(2,78) (1.21) (3,25)
dimana Y = investasi; X₁ = tingkat suku
bunga
X₂ = nilai tukar rupiah; X₃ = tingkat inflasi
Angka di dalam kurung = standar error
ε = disturbance error; r = 0,8 t hitung
t tabel dengan n = 40 dan tα₅% = 1,98.
Jelaskan arti r, r², dan b masing-masing variabel serta hubungan antara variabel X₁, X₂, dan X₃
apakah signifikan dan kesimpulan apa yang bisa diambil!
Pusbindiklat Peneliti - LIPI 89
Selain itu ada pula uji hipótesis, yaitu suatu alat untuk menguji signifikan tidaknya hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya dalam suatu persamaan garis.
3.5.2 Data Kualitatif
3.5.2.1 Secara Umum
Analisis data menurut Patton11 adalah proses mengatur
urutan data, serta mengorganisasikannya ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar. Sementara menurut Bogdan dan Taylor,11 analisis data sebagai proses yang
merinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan hipotesis. Di sini, definisi pertama lebih menitikberatkan pengorganisasian data, sedangkan yang kedua lebih menekankan maksud dan tujuan analisis data. Jadi, analisis data adalah proses pengorganisasian dan pengurutan data dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga bisa ditemukan tema yang dapat dirumuskan dalam hipotesis.
Analisis data dimaksudkan untuk mengorganisasikan data yang berasal dari catatan lapangan dan tanggapan peneliti, gambar, foto, dokumen yang berupa laporan, biografi, artikel, dsb. Analisis data di sini adalah mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, mengodekan, dan mengategorisasikan. Ini bertujuan untuk
90 Modul DJFP. Tingkat Pertama
menemukan tema dan hipotesis yang bisa dijadikan teori substantif.
Oleh karena itu, analisis data dilakukan dalam suatu proses yang pelaksanaannya sudah mulai dilakukan sejak pengumpulan data dan dikerjakan secara intensif sesudah penelitian lapangan. Untuk itu, analisis data dan penafsirannya harus secepatnya dilakukan karena analisis data memerlukan konsentrasi. Jangan lupa pula mendalami kepustakaan untuk menjustifikasi teori-teori baru yang mungkin ada.
Sejak analisis data di lapangan, peneliti harus mulai menemukan tema dan hipotesis. Dalam hal ini, Bogdan dan Taylor menganjurkan beberapa petunjuk berikut.11
3.5.2.1.1 Bacalah dengan teliti catatan lapangan (log
book)
Baca dan telitilah seluruh data yang berasal dari pengamatan berperan serta, wawancara, tanggapan, gambar/foto, dokumen dikarenakan semua data berpotensi untuk menghasilkan sesuatu.
3.5.2.1.2 Pengodean
Setelah dibaca semua, peneliti perlu memberi nomor atau kode tertentu pada topik-topik yang muncul yang dianggap penting. Kode-kode itu perlu dipelajari dan ditelaah kembali, kemudian disortir dan diuji untuk dimasukkan ke
Pusbindiklat Peneliti - LIPI 91
kelompok tertentu yang bisa dijadikan cikal bakal tema.
3.5.2.1.3 Susun menurut Tipologi
Kerangka klaisifikasi atau tipologi bermanfaat dalam menemukan tema dan hipotesis. Baca dan pelajari serta buat catatan tentang subjek penelitian dengan mengelompokan orang/ perilakunya, apa dan bagaimana perbedaannya.
3.5.2.1.4 Baca kepustakaan yang ada dengan masalah
penelitian
Selama dan sesudah pengumpulan data, kepustakaan yang relevan dengan studi perlu dipelajari. Ini untuk membandingkan apa yang ditemukan dengan apa yang ada di kepustakaan. Konsep, model dan paradigma orang lain dapat dimanfaatkan dengan membandingkan hasil temuan dari data
3.5.2.2 Pendekatan Analisis Data Kualitatif
Terdapat tiga pendekatan dalam analisis data, yaitu:
3.5.2.2.1 Hermeneutik
Adalah landasan filosofi yang juga merupakan modus analisis data. Sebagai filosofi, hal ini menyediakan landasan filosofis untuk interpretasi. Hermeneutik berkaitan dengan
pemaknaan suatu analog teks (contohnya
92 Modul DJFP. Tingkat Pertama
cara lisan atau data tekstual). Pertanyaan mendasar adalah: apa arti teks itu? Ini berarti, interpretasi adalah upaya untuk membuat jelas atau membuat studi bermakna. Oleh sebab itu, objek harus dalam bentuk teks atau analog teks yang biasanya kabur dan terkadang bertentangan. Interpretasi bermaksud agar yang tidak jelas menjadi jelas untuk bisa dipahami. Gagasan hermeneutik adalah dialektik antara
pemahaman teks secara menyeluruh dan interpretasi bagian-bagiannya yang deskripsinya bermakna disertai dengan penjelasannya. Ini berarti, adanya makna atas dasar konteks yang telah dilakukan dan dikembalikan pada keseluruhan. Interpretasi adalah kerangka berpikir yang memperjelas pengertian tersembunyi menjadi suatu yang bermakna dan jelas.
Jika analisis hermeneutik digunakan dalam
studi sistem informasi, objek dari usaha interpretatif adalah upaya membuat makna organisasi sebagai analog teks. Dalam organisasi, berbagai stakeholders bisa tidak lengkap, atau justru satu dengan lainnya yang bertentangan. Tujuan analisisnya adalah pemahaman secara keseluruhan dan hubungan
Pusbindiklat Peneliti - LIPI 93
di antara orang-orang di dalamnya, di organisasi dan teknologi informasinya.
3.5.2.2.2 Semiotik
Semiotik berkaitan dengan makna dari tanda atau simbol dalam bahasa. Gagasannya adalah kata-kata atau tanda yang dapat dikategorikan. Kategori ini merepresentasikan aspek-aspek penting dari suatu teori yang akan diuji. Pentingnya ide itu diungkapkan oleh frekuensi yang muncul.
Salah satu bentuk semiotik adalah analisis content, yaitu teknik penelitian yang digunakan
untuk referensi yang valid dari data yang dikumpulkan. Peneliti perlu mencari bentuk dan struktur serta pola yang beraturan dalam teks dan membuat kesimpulan dari keteraturan yang ditemukannya itu.
Bentuk lainnya adalah analisis pembicaraan
yaitu, asumsi bahwa makna dalam konteks pertukaran. Ada lagi analisis wacana dimana
wacana ini dibangun dari analisis konten dan analisis percakapan, tetapi fokusnya pada permainan bahasa. Permainan bahasa adalah interkasi satuan-satuan yang terdefinisikan dengan baik yang terdiri dari urutan gerak verbal yang berubah menjadi frasa yaitu,
94 Modul DJFP. Tingkat Pertama
penggunaan metafor dan alegori yang berperan cukup penting.
3.5.2.2.3 Narasi dan Metafora
Yaitu dongeng, ceritera, tayangan fakta yang diceriterakan pada orang pertama. Ada bermacam narasi, dari narasi lisan hingga narasi sejarah. Sementara metafora adalah aplikasi nama atau deskripsi frasa/istilah pada sesuatu objek atau tindakan yang tidak diaplikasikan dengan benar.
Narasi dan metafora telah menjadi kunci dalam diskusi bahasa dan analisisnya. Akhir-akhir ini, pemahaman tentang peranan yang dimainkan dalam pemikiran dan praktik sosial semakin penting. Para ahli telah mencari metafora dan simbolisme dalam berbagai budaya asli, narasi lisan, narasi dan metafora dalam organisasi, metafora dan pengobatan, metafora dalam psikiatri dan lainnya.
Pusbindiklat Peneliti - LIPI 95
Latihan 3
Gunakan lembar jawaban terpisah. Anda juga diperkenankan untuk menyelesaikan soal ini bersama tim belajar Anda.
1. Isilah pernyataan pada kolom A dengan menuliskan huruf di muka pilihan jawaban yang telah disediakan pada kolom B! Gunakan lembar kertas lain jika diperlukan.
A B
1) Teknik analisis data berdasarkan hasil interpretasi data adalah teknik ……….. 2) Teori matematika diperlukan oleh seorang
peneliti untuk menganalisis data ……… 3) Analisis data yang bersifat saling
mempengaruhi disebut ……….
4) Jika data yang diperoleh merupakan data yang tidak baik, maka analisisnya pun tidak baik. Prinsip ini dikenal dengan istilah ………
5) Hal yang harus diketahui pertama kali oleh peneliti terkait dengan data adalah ………..
a. Kausalitas b. GIGO c. Kualitatif d. Kuantitatif e. Cara memperoleh data
2. Kerjakanlah soal-soal di bawah ini dalam tim belajar Anda. Cobalah untuk mengembangkan diskusi atas hasil analisis yang ditemukan oleh tim Anda! Gunakan lembar tugas terpisah untuk menjawab soal-soal ini
Rata-rata berat badan siswa SMU Y sekitar 51 kg. Untuk menguji hipotesis tersebut diambil sampel 14 anak dengan α = 10%. Data berat badan 14 siswa itu adalah:
96 Modul DJFP. Tingkat Pertama
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Brt 52,3 48,1 55,7 56,8 58,1 49,2 47,7 50,8 57,9 52,5 54,7 49,6 56,9 56,0
Cobalah uji apakah pernyataan yang menyebutkan bahwa rata-rata berat badan siswa SMU Y di atas adalah benar? 3. Penelitian pasar terhadap permintaan konsumen
menunjukkan adanya kaitan yang erat antara permintaan dengan variabel bebas lainnya. Hubungan itu adalah:
Y = 1,2 - 0,70X₁ + 0,15X₂ + 0,65X₃ + 0,10X₄ + ε
(2,72) (1,20) (3,22) (0,87)
dimana Y = permintaan; X₁ = harga barang; X₂ = harga
barang substitusi; X₃ = penghasilan; X₄ = pendidikan dan ε =
error. Angka dalam kurung t hitung. Sementara r = 0,9 dan t tabel dengan α = 5% adalah 1,85.
Berikan berbagai analisis yang Saudara ketahui? Apakah variabel-variabel itu bisa digunakan untuk meramalkan? Jelaskan!
4. Ekspor dan Impor UK selama enam tahun pada tahun 2000- an adalah sebagai berikut (£ ribu).
Tahun 2001 02 03 04 05 06
Export 47.364 50.698 55.568 60.684 70.488 78.331
Import 49.773 51.169 56.978 66.101 78.967 84.790
Analisis data di atas dengan indeks dimana 2001 = 100, dan buatlah dalam indeks seri tersebut. Jika indeks itu diubah
Pusbindiklat Peneliti - LIPI 97
menjadi tahun 2004 = 100 bagaimana susunan indeks tersebut?
5. Sebutkan apa yang dimaksud dengan data display, berilah
ilustrasinya?
6. Dalam penggunaan metode penelitian kualitatif disebutkan bahwa analisis sudah dilakukan sejak peneliti berada di lapangan. Sebutkan apa yang dimaksud tentang analisis ini? 7. Analisis data kualitatif dapat berbentuk metafora, apa yang
dimaksudkan dengan metafora. Berikanlah ilustrasi dari kasus kasus yang terjadi di Indonesia?
8. Dari hasil entri data pada PB-2: a. Berapa rata-rata umur responden?
b. Jika penelitian ini ingin melihat hubungan antara tingkat pendidikan dengan persepsi masyarakat terhadap Iptek. Analisis apa yang anda gunakan?
98 Modul DJFP. Tingkat Pertama
Ringkasan
Analisis data merupakan tahap akhir penelitian dimana
hasilnya (output) itu untuk diketahui oleh pemberi kerja dan
pengguna. Analisisnya merupakan masukan penting bagi pengambil kebijakan guna mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, analisis data harus jelas, tegas, dan mudah dipahami dan relevan dengan permasalahan yang dihadapi serta kebijakan yang akan
diambil oleh decision maker. Data tersebut harus memenuhi kriteria
valid, up to date, akurat, bisa dipertanggungjawabkan, dan bisa
dibandingkan.
Analisis data kuantitatif bertujuan untuk
menginterprestasikan data lebih lanjut sehingga mudah dimengerti. Salah satu alat analisis data adalah ilmu statistik baik yang bersifat deskriptif, inference, dan statistik lanjutan.
Ilmu statistik baik parametrik maupun nonparametrik diperlukan karena statistik sebagai alat analisis dapat diaplikasikan untuk semua bidang ilmu baik ilmu sosial maupun ilmu-ilmu yang bersifat alam. Salah satu fungsi pokok statistik adalah menyederhanakan data penelitian yang besar jumlahnya menjadi informasi yang lebih sederhana dan mudah dipahami.
Analisis data membantu pimpinan, manajer, maupun para pengambil keputusan untuk memutuskan sesuatu tentang variabel- variabel serta informasi yang menjadi objek penelitian. Dengan statistik peneliti dapat menguji hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen maupun hubungan antara masing- masing variabel independen. Analisis data harus bersifat jelas, tegas,
Pusbindiklat Peneliti - LIPI 99
dan mudah dipahami serta harus valid, up to date, akurat, dapat
dipertanggungjawabkan, dan dapat dibandingkan.
Proses analisis metode kualitatif berjenjang. Seperti diawali
dengan transkripsi kemudian diikuti oleh data reduction, data
display, reviewing dan pengambilan kesimpulan serta upaya untuk
kembali memverifikasi data yang ada. Data dari penelitian kualitatf sangat kaya akan ragam mulai dari wawancara, pengamatan, foto, dan lainnya. Pengambilan data dapat menggunakan pendekatan individual dengan cara wawanncara, pengamatan, hingga pendekatan komunitas yang menggunakan kasus yang muncul di lokasi tertentu.
Proses analisis sudah terjadi sejak di lapangan, yang harus diberdakan dengan pandangan dari subjek penelitian. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan catatan lapangan yang terpilah- pilah. Proses analisis data kualitatif harus dilakukan di dalam proses yang melibatkan baik peneliti maupun subjek yang ditelitinya. Peneliti perlu membedakan antara pandangannya dengan pandangan subjek penelitiannya, salah satunya adalah melalui penggunaan kutipan langsung, yang berupa penggalan dari jawaban mereka. Penggalan kata-kata ini merupakan representasi dari pandangan yang ada.
Analisis kuantitatif dan kualitatif menggambarkan proses penelitian yang berbeda. Penelitian kuantitatif yang menggarap data probabilsitik menggunakan data statistik. Analisis kuantitatif menggambarkan data agregat yang memungkinkan generalisasi. Data kualitatif menggunakan data nonprobabilistik menggambarkan data lapangan dengan detail.
100 Modul DJFP. Tingkat Pertama
Tindak-lanjut
1.
Jika Anda dapat menyelesaikan dan
menjawab latihan
seluruhnya dengan benar, maka Anda dianggap telah dapat
menguasai PB-Tiga ini.
2.
Jika Anda hanya dapat menyelesaiakan latihan kurang dari
empat soal atau kurang dari 60%, maka Anda dianjurkan
untuk mengkaji ulang PB-Tiga ini. Cobalah berkonsultasi
dengan fasilitator.
3.
Selanjutnya, Anda dan tim belajar berlatih mengolah data
yang telah Anda siapkan sebelumnya.
Pusbindiklat Peneliti - LIPI 101
1. Suatu penelitian mempelajari kaitan antara iklan di televisi (TV)
tentang suatu produk ABC terhadap perilaku belanja masyarakat terhadap produk yang diiklankan tersebut. Ternyata kelompok masyarakat yang menonton iklan di TV tersebut lebih cenderung
untuk membeli produk ABC dibandingkan kelompok
masyarakat yang tidak menonton iklan produk ABC. Untuk memperjelas kaitan tersebut (hubungan antara iklan dan
perilaku belanja terhadap produk ABC), si peneliti
menggunakan (memasukkan) variabel ketiga (Z), yaitu tingkat pendidikan masyarakat.
Buatlah diagram hubungan yang masuk akal (logis) antara ketiga variabel diatas (perhatikan apakah menurut anda variabel Z adalah intervening, moderating, atau antecedent variabel), dan uraikan kaitan ketiga variabel tersebut.
2. Suatu studi meneliti tingkat kehadiran dari wanita-wanita yang
bekerja di kawasan industri Pulo Gadung. Dijumpai fakta bahwa wanita-wanita yang telah berkeluarga yang bekerja di pabrik di kawasan tersebut mempunyai tingkat kehadiran bekerja lebih rendah dibandingkan wanita-wanita yang belum berkeluarga. Salah satu variabel (peubah) yang mungkin bisa menerangkan hal ini adalah tanggung jawab wanita yang bekerja sekaligus
sebagai ibu rumah tangga (responsibilities at home).
Buatlah diagram hubungan yang masuk akal (logis) antara ketiga variabel diatas (perhatikan apakah menurut anda variabel
Z adalah intervening, moderating, atau antecedent variabel)
dan uraikan kaitan ketiga variabel tersebut.
3. Berdasarkan data Bank Indonesia terlihat bahwa kredit ke
sektor pertanian, terutama kepada usaha mikro di sektor pertanian, masih amat rendah baik dari segi total nilai kredit
102 Modul DJFP. Tingkat Pertama
maupun dari segi pangsa (share) terhadap total kredit ke semua
sektor. Lagipula, antar waktu tak terlihat tren menaik yang berarti pada kredit di sektor pertanian ini. Keadaan ini amatlah
kurang menggembirakan, karena antara lain sumber
penghidupan sebagian besar penduduk miskin adalah di sektor pertanian, serta diketahui pula bahwa penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian secara relatif cukup tinggi untuk setiap rupiah yang diinvestasikan. Dengan kata lain, sektor pertanian adalah sektor yang penting dalam perekonomian Indonesia,
terutama dalam usaha pengurangan kemiskinan dan
penyerapan angkatan kerja.
Untuk meningkatkan kredit ke sektor pertanian, direncanakan untuk memberikan suatu bantuan tehnis ke pihak yang terkait (seperti pemberi pinjaman, misalnya bank atau lembaga kredit mikro, serta penerima pinjaman, yaitu petani atau kelompok tani), disertai dengan pemberian jaminan kredit (katakan namanya Jaminan Kredit Mudah-mudahan Aman, JKMA) atas pinjaman sebesar 60% dari nilai kredit macet. Untuk ini, dilakukanlah suatu usaha pengumpulan data/survei ke berbagai bank, menyangkut antara lain:
apakah bank merupakan bank konvensional atau bank syariah, dan juga ditanyakan apa latar belakang pendidikan direktur utama (DIRUT) bank tersebut (berlatar belakang pendidikan dalam bidang pertanian atau bukan pertanian); perilaku pemberian kredit (yaitu apakah bank sekarang ini memberikan kredit ke sektor pertanian atau tidak), dan kalau ya (yaitu memberikan kredit ke sektor pertanian), berapa besar kredit yang diberikan dan berapa persen dari total kredit yang diberikan bank ke semua sektor ekonomi, dan sudah berapa lama telah memberikan kredit pertanian, serta apakah ada rencana untuk memperbesar kredit pertanian dan berapa besarnya.
Dari data yang diperoleh dalam survei di atas (120 bank dicakup oleh survei, 80 merupakan bank konvensional dan 40 bank syariah), maka:
Pusbindiklat Peneliti - LIPI 103
a. Dibuat Tabel 1 yang menyajikan banyaknya bank menurut
jenis bank (konvensional atau syariah) dan perilaku kredit ke sektor pertanian (memberikan atau tidak memberikan):
Tabel 1. Banyaknya bank menurut jenis bank dan pemberian
kredit ke sektor pertanian
Jenis Bank
Pemberian Kredit ke Sektor
Pertanian Jumlah
Ya Tidak
Konvensional 36 44 80
Syariah 21 19 40
Apakah yang dapat anda tarik kesimpulan dari Tabel 1 diatas? Uraikan!
b. Hasil survei juga menunjukkan bahwa dari 80 bank
konvensional tersebut, 30 di antaranya dipimpin oleh Direktur Utama (DIRUT) berlatar belakang pendidikan dalam bidang pertanian, dan dari 30 bank konvensional dengan DIRUT berlatar belakang pertanian tersebut, 14 diantaranya memberikan kredit ke sektor pertanian. Dari 40 bank syariah, 25 diantaranya mempunyai DIRUT berlatar belakang pertanian, dan 12 dari 25 bank ini memberikan kredit ke sektor pertanian.
Berdasarkan informasi ini bagaimanakah kaitan antara jenis bank dan perilaku pemberian kredit (memberi kredit ke sektor pertanian atau tidak) untuk:
1) bank-bank dengan DIRUT berlatar belakang pendidikan
‘pertanian’; dan
2) bank-bank dengan DIRUT berlatar belakang pendidikan
bukan pertanian’ .
Berdasarkan data keseluruhan di atas, apakah kesimpulan yang dapat anda buat tentang keterkaitan antara tiga variabel berikut: jenis bank (konvensional atau syariah), latar belakang pendidikan DIRUT bank (pertanian atau
104 Modul DJFP. Tingkat Pertama
(memberikan kredit ke sektor pertanian atau tidak). Uraikan!
4. Mari kita mencoba menyensitifkan diri kita dengan pandangan
orang lain. Kita dapat melakukannya dengan mencoba untuk mewawancarai teman kita sendiri dan sebaliknya. Mari kita membagi atas beragam kelompok yang terdiri dari dua orang. Kita akan saling mewawancarai teman kita, kita dapat menggunakan pertanyaan tentang hubungan sosial seperti mencari pasangan. Pertanyaannya terdiri dari kapan yang bersangkutan mendapat pasangan, apakah pasangan ini yang pertama atau bukan. Adakah pengalaman yang tidak dapat dilupakan ketika melalui proses tersebut, meskipun pasangan tersebut akhirnya harus berpisah. Sebutkan alasan mengapa memilih pasangan yang terakhir ini?
Buatkan catatannya dan tuliskan kutipan langsungnya?
Setelah itu sebutkan analisis yang dapat diangkat dari pengalaman tersebut?
5. Untuk kebutuhan analisis menggunakan teks
Perhatikan iklan seperti rokok, susu, produk kecantikan dan sebagainya yang ditayangkan atau yang diberitakan melalui radio,atau iklan di media cetak (pilih salah satu saja). iklan harus lebih dari satu. Cobalah untuk memaparkan dan mendeskripsikan dari berbagai iklan rokok yang ada. Apa saja yang anda temukan, sebutkanlah?
Setelah anda melakukan deskripsi tentang iklan tersebut, buatkan analisis ringan tentang iklan tersebut?
Pusbindiklat Peneliti - LIPI 105
K
Kuunnccii
JJaawwaabbaann
106 Modul DJFP. Tingkat Pertama
B. 1) Yang perlu diperhatikan adalah
• Apakah data sudah lengkap dan sempurna?
• Apakah data sudah jelas tulisannya untuk dibaca?
• Apakah semua catatan sudah dapat dipahami?
• Apakah semua data sudah konsisten?
• Apakah ada jawaban yang tidak sesuai?
2) Pengodean
Jenis kelamin : Laki-laki = 1; Perempuan = 2
Umur : Kode sesuai umur responden
Pendidikan : ≤SMA = 1; D3 = 2; S1 = 3; S2 =
4; S3 = 5
Pekerjaan : PNS = 1; Pegawai swasta = 2;
Wirausaha = 3; Lainnya = 4
Persepsi terhadap iptek : Sangat tidak setuju = 1; Tidak setuju = 2; Kurang setuju = 3; Setuju = 4; Sangat tidak setuju = 5
Pusbindiklat Peneliti - LIPI 107
108 Modul DJFP. Tingkat Pertama
5. a) Pie diagram untuk variabel jenis kelamin
b) Diagram batang untuk variabel umur
6. ¿?
Pusbindiklat Peneliti - LIPI 109
PB-3
1.
110 Modul DJFP. Tingkat Pertama 4
5. ???
6. ???
7. ???
8. a) Rata-rata umur responden adalah=
(40+50+30+30+40+30+40+20+60+50)/10=36 Tahun
b) Analisis yang digunakan adalah Analisis Korelasi karena
variabel pendidikan skala pengukurannya adalah skala Ordinal, maka jangan menggunakan Analisis Korelasi Pearson
Pusbindiklat Peneliti - LIPI 111
JAWABAN TUGAS AKHIR
1. X = varaibel independen
Y = variabel dependen
Z = variabel intervening
Independen moderating dependen
X=Iklan Y=perilaku
konsumen
Z=pendidikan masyarakat
Adanya iklan produk ABC mempengaruhi perilaku masyarakat untuk membeli produk ABC, tetapi diketahui ternyata ada