BAB III METODE PENELITIAN
3.2 Uraian Kerangka Penelitian
3.2.10 Analisis Data
Setelah kuesioner diuji dan hasilnya valid dan reliabel, maka akan diadakan proses perhitungan melalui beberapa tahapan antara lain :
1. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linear berganda adalah suatu metode untuk melihat sejauh mana pengaruh variabel independen (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) terhadap variabel dependen (kinerja karyawan). Persamaan regresi dalam metode analisis linier berganda pada rumus 2.5.
2. Analisis Korelasi Berganda
Analisis ini digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya hubungan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap terhadap kinerja karyawan. Rumus yang digunakan adalah rumus 2.7.
40 3. Uji Determinasi
Analisis ini dipergunakan untuk mengetahuihubungan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikapterhadap kinerja karyawan yang dinyatakan dalam prosentase.Rumus yang digunakan yaitu rumus 2.12.
4. Uji F-test
Uji ini digunakan untuk menguji signifikansi nilai koefisien korelasi berganda sehingga apakah secara simultan (bersama-sama) antara pengetahuan, keterampilam, dan sikap mempunyai pengaruh positif dan signifikan atau tidak terhadap kinerja karyawan pada perusahaan jasa konstruksi. Rumus yang digunakan adalah rumus 2.13.
5. Uji t-test
Uji ini untuk menguji signifikansi masing-masing koefisien regresi linier berganda, sehingga secara individual pengaruh antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap terhadap kinerja karyawan pada perusahaan jasa konstruksi adalah signifikan atau diperoleh kebetulan.
Rumus yang digunakan adalah rumus 2.14.
41 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Karakteristik Responden
Responden yang dipilih pada penelitian ini berada pada perusahaan jasa konstruksi kualifikasi kecil menegah yang berada di wilayah perkotaan Sarbagita.
Pada penelitian ini karakteritik responden yaitu berdasarkan pengalaman kerja, tingkat pendidikan, dan jabatan.
4.2 Pilot Study
Setelah melakukan desain kuesioner, dilakukan pilot study/uji pendahuluan.
Pilot study/uji pendahuluan dilakukan untuk mengetahui tinggi rendahnya tingkat validitas dan realibilitas dari kuesioner. Uji validitas dan uji reliabilitas ini dilakukan dengan menyebar sampel kuesioner di wilayah perkotaan Sarbagita (Denpasar-Badung-Gianyar-Tabanan) sejumlah 50 kuesioner dan yang merespon hanya 20 orang yang kembali. Pada penelitian ini, uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan bantuan aplikasi SPSS23. Setelah melakukan pengujian tersebut, apabila hasilnya valid dan reliabel maka dilanjutkan pada tahap selanjutnya yaitu pengumpulan data primer tahap II dengan menyebar kembali kuesioner pada perusahaan jasa konstruksi kualifikasi kecil dan di wilayah perkotaan Sarbagita.
4.2.1 Pengujian Validitas
Pengujian validitas merupakan pengujian untuk menunjukkan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi dari pengukurannya. Untuk menguji validitas dari pernyataan X1 digunakan rumus :
………..(2.1) rxy= (20.2083)−(82)(500)
{20.346− 822) {20.12672− 5002 }
rxy= 660
821,121
rxy= 0.804
R table ( N= 20 sampel, 5%)
Dalam uji validitas ini, dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut :
42 a. Jika nilai rhitung > rtabel , maka angket tersebut dinyatakan valid
b. Jika nilai rhitung < rtabel , maka angket tersebut dinyatakan tidak valid Dari perhitungan tersebut didapat hasil Uji Validitas untuk pernyataan X1.1 adalah 0,804 ,sehingga rhitung > rtabel: 0,804> 0,444 maka angket dinyatakan valid. Untuk perhitungan uji validitas selanjutnya dilakukan dengan bantuan program SPSS23. Hasil pengujian validitas dapat dilihat pada Tabel 4.1 berikut, Tabel 4. 1 Hasil Uji Validitas
Variabel Item Rhitung Rtabel Keterngan
X1
Uji reliabilitas ini digunakan untuk mengetahui apakah alat ukur yang digunakan dalam kuesioner menunjukan konsisten di dalam mengukur gejala
43 yang sama. Variabel dikatakan reliabel jika memiliki Alpha Cronbachdiatas 0,7.
Untuk menghitung realibilitas, digunakan rumus cronbach alpha (α) : α = 𝑘
𝑘−1 (1 −∑𝑠2𝑖
∑𝑠2𝑡) ………(2.2)
Nilai dari masing-masing variabel di atas dapat dicari sebagai berikut:
∑s2t = ∑Xt
∑item1 = jumlah skor item ke-i seluruh sampel N = jumlah sampel dengan s21. Kemudian untuk mendapatkan nilai ∑s2i adalah dengan menjumlahkan semua s2i, yaitu :
∑ s2i = (s21 + s22 + s23 + s24 + s25 + s26)
= (0,49 + 0,39 + 0,31+ 0,45 + 0,35 + 0,20)
= 2,19
44
Jadi nilai X1, α >Alpha Cronbach : 0.895> 0.7, maka angket dinyatakan reliabel. Untuk perhitungan Uji Reliabilitas selanjutnya dapat dilakukan dengan bantuan program SPSS. Pengujian Reliabilitas dapat dilihat pada Tabel 4.2 berikut,
Tabel 4. 2Hasil Uji Reliabilitas
Variabel
4.3 Pengumpulan Data Primer Tahap II 4. 3.1 Data Responden
Setelah melakukan pengujian uji validitas dan uji reliabilitas terhadap 20 kuesioner hasil yang didapatkan valid dan reliabel maka penyebaran kuesioner dilanjutkan pada tahap II. Sampel minimal penelitian adalah 5N, dimana N adalah jumlah item pertanyaan pada kuesioner. Jumlah item pertanyaan pada kuesioner ini adalah 24 pertanyaan sehingga sampel yg disebar disyaratkan harus lebih besar dari 120 sampel (Jaya, 2016).
Kuesioner yang disebar pada pengumpulan data primer tahap II sejumlah 75 sampel kuesioner dan yang memberi respon hanya 34 orang.
Sehingga total sampel yang disebar pada pilot study dan data primer tahap II sebanyak 125 sampel kuesioner ( 125>5N). Sedangkan total responden yang terkumpul pada pilot study dan pengumpulan data primer tahap II adalah 54 kuesioner, sehingga persentase total responden sebesar 43.2% dari total sampel (katagori baik). Total sampel data sebanyak 54 set tersebut diuji kembali dan
45 hasilnya valid dan reliabel. Berikut pengelompokan responden berdasarkan jabatan, pengalaman kerja, dan tingkat pendidikan.
4. 3.2 Jabatan
Tabel 4.3 menunjukan pengelompokan responden berdasarkan jabatan : Tabel 4. 3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jabatan
Jabatan Jumlah Responden Persentase (%)
Juru Ukur/Surveyor 3 5,5
Kepala Pelaksana 1 1,8
Logistik 1 1,8
Manajer Lapangan/Site Manager 12 22,2
Pelaksana Lapangan 20 37
Pelaksana Teknis 1 1,8
Staff Admin 16 29,6
Total 54 100
Tabel 4.3 menunjukan bahwa responden dengan jabatan terbanyak diisi oleh kepala pelaksana lapangan, yaitu 20 responden atau 37% dan yang terendah adalah jabatan sebagai kepala pelaksana, logistic dan pelaksana teknis yaitu 1 responden atau 1,8%. Hal ini menunjukan bahwa jabatan yang mendominasi di wilayah perkotaan Sarbagita adalah kepala Pelaksana Lapangan.
4. 3.3 Pengalaman Kerja
Tabel 4.4 berikut ini menunjukan pengelompokan responden berdasarkan pengalaman kerja.
Tabel 4. 4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pengalaman Kerja
Pengalaman Kerja (tahun) Jumlah Responden Persentase (%)
1-5 27 50
5-10 9 16,7
>10 18 33,3
Total 54 100
Tabel 4.4 menunjukan bahwa responden dengan pengalaman kerja antara 1-5 tahun merupakan yang paling banyak, yaitu 27 orang atau 50% dan yang paling sedikit 5-10 tahun, yaitu 9 orang atau 16,7%. Hal ini menunjukan bahwa pekerja pada perusahaan jasa konstruksi di wilayah perkotaan Sarbagita didominasi oleh karyawan dengan pengalaman kerja antara 1-5 tahun.
46 4. 3.4 Tingkat Pendidikan
Tabel 4.5 menunjukan pengelompokan responden berdasarkan tingkat pendidikan.
Tabel 4. 5 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tingkat Pendidikan Jumlah Responden Persentase (%)
SMA/SMK/STM 22 40,7
D3 4 7,4
S1 28 51,8
S2 0 0
Total 54 100
Tabel 4.5 menunjukan bahwa responden dengan tingkat pendidikan terbanyak pada lulusan S1, yaitu 28 responden atau 51,8%. Untuk tingkat pendidikan terendah pada lulusan Strata 2 (S2), yaitu 0 responden atau 0%. Hal ini menunjukkan bahwa pekerja pada perusahaan jasa konstruksi yang ada di wilayah perkotaan Sarbagita didominasi oleh lulusan S1.
4.4 Pengolahan Data
Dari jawaban yang diterima melalui penyebaran kuesioner pada tahap I sejumlah 20 set dan tahap II sejumlah 34 set sehingga total terdapat 54 responden, selanjutnya dilakukan pengolahan data yang diubah menjadi skala likert.
Rekapitulasi data kuesioner dapat dilihat pada Lampiran C.
4.5 Analisis Data
4.5.1 Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis ini untuk mengetahui besarnya pengaruh antara pengetahuan (knowledge), keterampilan(skill), dan sikap(attitude) secara simultan (bersama-sama) terhadap kinerja karyawan, serta untuk mengetahui variabel mana diantara knowledge, skill, dan attitude yang paling besar pengaruhnya terhadap kinerja karyawan. Hasil analisis dinyatakan dalam bentuk persamaan garis regresi linier berganda :
Y = a + b1X1 +b2X2 + b3X3
47 Dimana :
Y = Kinerja Karyawan a = Nilai Konstanta
X1 = Pengetahuan (Knowledge) X2 = Keterampilan (Skill) X3 = Sikap (Attitude)
b1 = Koefisien regresi pengetahuan / knowledge (X1) b2 = Koefisien regresi keterampilan / skill (X2) b3 = Koefisien regresi sikap / attitude (X3) diketahui :
ΣX1 = 1348 ΣX2 = 1124 ΣX3 = 1458 ΣY = 1564 b1 = 0,202 b2 = 0,781 b3 = 0,160 n = 54 a = 3,352
Dari perhitungan diatas dapat juga diketahui berdasarkan perhitungan program SPSS pada Tabel 4.6 berikut.
Tabel 4. 6 Hasil Perhitungan SPSS Analisis Regresi Linier Berganda
Berdasarkan pada perhitungan dan Tabel 4.6 dapat diketahui persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :
Y = 3,352 + 0,202X1 + 0,781X2 + 0,160X3
Persamaan regresi yang telah ditemukan dapat digunakan untuk melakukan prediksi (estimasi) bagaimana pengaruh variabel independen terhadap besarnya perubahan variabel dependen (Sugiyono & Agus, 2015).
48 Interpretasi koefisien regresi :
- Koefisien X1 sebesar 0,202memberikan arti bahwa pengetahuan X1 berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Y). Apabila nilai pengetahuan bertambah 1, maka nilai rata-rata kinerja karyawan akan bertambah 0,202.
- Koefisien X2 sebesar 0,781 memberikan arti bahwaketerampilan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan bertambah 1, maka nilai rata-rata kinerja karyawan akan bertambah 0,781.
- Koefisien X3 sebesar 0,160 memberikan arti bahwa sikap X3 berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini menunjukkan bahwa bila sikap bertambah 1, maka kualitas kinerja karyawan akan bertambah 0,160.
- Constanta sebesar 3,352 artinya jika pengetahuan, keterampilan, dan sikap nilainya adalah 0 maka nilai kinerja karyawan sebesar 3,352.
4.5.2 Analisis Korelasi Berganda
Analisis ini digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya hubungan antara pengetahuan, keterampilan dan sikap terhadap kinerja karyawan. Berikut rumus yang digunakan
𝑅𝑦 1,2,3 = 𝑏1∑ 𝑥1𝑦+𝑏2∑ 𝑦∑ 𝑥22𝑦+𝑏3∑ 𝑥3𝑦 (2.7) Perhitungan :
Berdasarkan pada Lampiran F3 , diketahui : ΣX1Y = 155,9259
ΣX2Y = 289,6296 ΣX3Y = 166 ΣY2 = 601,9259 b1 = 0,202 b2 = 0,781 b3 = 0,160 Maka :
49 𝑅𝑦 1,2,3 = 𝑏1∑ 𝑥1𝑦+𝑏2∑ 𝑦∑ 𝑥22𝑦+𝑏3∑ 𝑥3𝑦
= 0,202 .155,9259 + 0,781 .289,6296 +(0,160 .166) 601,9259
= 31,497+ 226,201+26,56 601,9259
= 284,258
601,9259
= 0,687
Dari hasil analisis korelasi linier berganda diatas didapatkan juga hasil output analisis korelasi berganda. Berikut ini data output analisis korelasi berganda dengan menggunakan program SPSS.
Tabel 4. 7 Hasil Analisis Korelasi Berganda
Berdasarkan hasil perhitungan statistik dan tabel 4.7 diperoleh angka R sebesar 0,678. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan korelasi yang kuat dan positif antarapengetahuan, keterampilan dan sikap terhadap kinerja.
4.5.3 Analisis Determinasi
Analisis ini dipergunakan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, keterampilan dan sikap terhadap kinerja karyawan yang dinyatakan dalam bentuk persentase. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
D = 𝑅2 x 100% (2.12)
Diketahui :
R = 0,687 Maka:
D = (0,687)2 x 100%
= 0,472 x 100%
= 47,2%
50 Hasil dari perhitungan determinasi juga dapat dilihat pada hasil output dari SPSS berikut :
Tabel 4. 8 Hasil Analisis Determinasi
Berdasarkan hasil pehitungan statistik dan tabel 4.8 diperoleh angka nilai R square (R2) sebesar 0,472. Ini memberi arti bahwa 47,2% kinerja dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen kepemimpinan yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap sedangkan sisanya sebesar 52,8% disebabkan oleh faktor lain
4.5.4 Uji Anova (Uji F)
Uji ini digunakan untuk menguji signifikansi nilai koefisien korelasi bergandasehingga diketahui apakah secara simultan (bersama-sama) antarapengetahuan, keterampilan dan sikap mempunyaihubungan positif dan signifikan atau tidak terhadap kinerja karyawan.
Rumus yang digunakan yaitu :
F = 𝑅
2/𝑘
1−𝑅2 / 𝑛−𝑘−1
(2.13)
Dimana :
R = 0,472 n = 54 k = 3 Maka :
F = 𝑅
2/𝑘
1−𝑅2 / 𝑛−𝑘−1
= (0,687)2/ 3
(1−0,6872)/ (54−3−1)
= 0,1573
0,0106
= 14,911
51 Dari hasil output hasil analisis regresi linier berganda dapat diketahui nilai F seperti pada tabel berikut :
Tabel 4. 9 Hasil Analisis Uji F
Tahap-tahap untuk melakukan uji F adalah sebagai berikut : 1. Merumuskan Hipotesis
Ho (hipotesis nihil) : Tidak ada pengaruh secara signifikan antara pengetahuan, keterampilan dan sikap secara bersama-sama terhadap kinerja.
Ha (hipotesis alternatif) : Ada pengaruh secara signifikan antara pengetahuan, keterampilan dan sikap secara bersama-sama terhadap kinerja.
2. Menentukan tingkat signifikansi
Tingkat signifikansi menggunakan α = 5% (signifikansi 5% atau 0,05 adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian).
3. Menentukan F hitung
Berdasarkan F table diperoleh F hitung sebesar 14,911 4. Menentukan F tabel
Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95%, α = 5%, df 1 = 3, dan df 2 = 50, hasil diperoleh untuk F tabel sebesar 2,79. F tabel dapat dilihat pada Lampiran G2.
5. Kriteria pengujian
Jika F hitung < F tabel, maka Ho diterima berarti tidak signifikan Jika F hitung > F tabel, maka Ho ditolak berarti signifikan
6. Membandingkan F hitung dengan F tabel
Nilai F hitung > F tabel (14,911 >2,79), maka Ho ditolak.
52 7. Kesimpulan
Karena F hitung > F tabel (14,911 > 2,79), maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh seacara signifikan antara pengetahuan, keterampilan dan sikap secara bersama-sama terhadap kinerja.
4.5.5 Uji t
Uji ini untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel sehingga diketahui secara individual pengaruh antarapengetahuan/knowledge, keterampilan dan sikap terhadap kinerja karyawan adalah signifikan atau diperoleh kebetulan.
Rumus yang digunakan : t = 𝑏𝑖
𝑆(𝑏𝑖 ) (2.14)
didapat : b1 = 0,202 b2 = 0,781 b3 = 0,160 didapat : S(b1) = 0,114 S(b2) = 0,138 S(b3) = 0,110
Maka : t1 =𝑏1
𝑠𝑏 1
= 0,202
0,114
= 1,722 t2 =𝑏2
𝑠𝑏 2
= 0,781
0,138
= 5,618 t3 =𝑏3
𝑠𝑏 3
53
= 0,160
0,110
= 1,406
Dari hasil output analisis regresi linier berganda dapat diketahui nilai t seperti pada tabel berikut :
Tabel 4. 10 Hasil Uji t
Langkah-langkah pengujian sebagai berikut : Pengujian koefisien regresi variabel pengetahuan 1. Menentukan Hipotesis:
Ho (hipotesis nihil) : Tidak ada pengaruh secara signifikan antara pengetahuan terhadap kinerja.
Ha (hipotesis alternatif) : Ada pengaruh secara signifikan antara pengetahuan terhadap kinerja.
2. Ketentuan Pengujian
Menggunakan derajat kepercayaan 95%, atau tingkat kesalahan 5%
(α=0,05)dan derajat kebebasan ; n-k-1 = 54-3-1 = 50 test dua sisi diperoleh nilai ttabel
(0,005;50) = 1,676 Kriteria Pengujian
- Ho diterima jika -t tabel < t hitung < t tabel
- Ho ditolak jika -t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel
3. Berdasarkan perhitungan dan Tabel 4.10 diperoleh t hitung sebesar 1,772 4. Membandingkan thitung dengan t tabel
Nilai t hitung >t tabel (1,722>1,676) maka Ho ditolak 5. Kesimpulan
54 Karena Nilai t hitung >t tabel (1,772 >1,676) maka Ho ditolak,artinya secara parsial ada pengaruh signifikan antara pengetahuan dengan kinerja. Jadi dapat disimpulkan bahwa secara parsialpengetahuan berpengaruh terhadap kinerja.
Pengujian koefisien regresi variabel keterampilan 1. Menentukan Hipotesis:
Ho (hipotesis nihil) : Tidak ada pengaruh secara signifikan antara keterampilan terhadap kinerja.
Ha (hipotesis alternatif) : Ada pengaruh secara signifikan antara keterampilan terhadap kinerja.
2. Ketentuan pengujian. Menggunakan derajat kepercayaan 95% atau tingkat kesalahan 5% (α = 0,05) dan drajat kebebasan : n-k-l = 54-3-1= 50 test dua sisi diperoleh nilai 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (0,05 ; 50) = 1,676 (pada lampiran G3 )
3. Kriteria Pengujian
- Ho diterima jika -t tabel < t hitung < t tabel
- Ho ditolak jika -t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel
4. Berdasarkan perhitungan dan tabel 4.10 diperoleh t hitung sebesar 5,618 5. Membandingkan thitung dengan t tabel
Nilai t hitung >t tabel (5,618>1,676) maka Ho ditolak 6. Kesimpulan
Karena Nilai t hitung >t tabel (5,618>1,676) maka Ho ditolak, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan antara keterampilan dengan kinerja. Jadi dapat disimpulkan bahwa secara parsial keterampilan berpengaruh terhadap kinerja.
Pengujian koefisien regresi variabel sikap 1. Menentukan Hipotesis:
Ho (hipotesis nihil) : Tidak ada pengaruh secara signifikan antara sikap terhadap kinerja.
Ha (hipotesis alternatif) :Ada pengaruh secara signifikan antara sikap terhadap kinerja.
2. Ketentuan pengujian. Menggunakan derajat kepercayaan 95% atau tingkat kesalahan 5% (α = 0,05) dan drajat kebebasan : n-k-l = 54-3-1= 50 test dua sisi diperoleh nilai 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (0,05 ; 50) = 1,676 (pada lampiran G3).
55 3. Kriteria Pengujian
- Ho diterima jika -t tabel < t hitung < t tabel
- Ho ditolak jika -t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel
4. Berdasarkan perhitungan dan tabel 4.10 diperoleh t hitung sebesar 1,406 5. Membandingkan thitung dengan t tabel
Nilai t hitung <t tabel (1,406 <1,676) maka Ho diterima 6. Kesimpulan
Karena Nilai t hitung <t tabel (1,406<1,676) maka Ho diterima,artinya secara parsial memiliki hubungan positif tidak langsung mempengaruhi kinerja karyawan. Jadi dapat disimpulkan bahwa secara parsial yaitu sikap tidaklangsung berpengaruh terhadap kinerja.
56 BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan analisis yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Faktor kepemimpinan yaitu pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) secara parsial berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada perusahaan jasa konstruksi di wilayah perkotaan sarbagita, dilihat dari hasil perhitungan uji t dimana diperoleh nilai thitung untuk pengetahuan sebesar 1,722 dan nilai thitung keterampilan sebesar 5,618. Kedua nilai tersebut lebih besar dari ttabel yaitu 1,676. Sehingga memang benar pengetahuan dan keterampilan secara parsial ada pengaruh positif dan nyata terhadap kinerja karyawan. Sedangkan untuk faktor kepemimpinan yaitu sikap (attitude) memiliki hubungan positif tidak langsung mempengaruhi kinerja karyawan karena berdasarkan hasil uji t nilai thitung lebih kecil dari ttabel yaitu 1,406.
2. Faktor kepemimpinan yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap secara simultan berpengaruh positif dan nyata terhadap kinerja karyawan di perusahaan jasa konstruksi di wilayah perkotaan sarbagita berdasarkan nilai yang didapat dari perhitungan analisis kolerasi berganda sebesar 0,687. Ini berarti secara simultan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mempunyai hubungan yang kuat dan positif. Untuk perhitungan analisis determinasi didapat nilai R square sebesar 0,472 atau 47,2% yang dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sisanya 52,8% disebabkan oleh faktor lain. Uji f didapat hasil fhitung sebesar 14,911 dan ftabel sebesar 2,79.
Ini berarti terdapat hubungan yang positif yang nyata secara simultan terhadap kinerja. Hasil dari perhitungan analisis regresi linier berganda didapat Y = 3,352 + 0,202X1 + 0,781X2 + 0,160X3. Ini memberikan arti bahwa kinerja karyawan dipengaruhi serempak oleh faktor kepemimpinan yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap, dimana pengaruh X2(keterampilan) paling dominan yaitu sebesar 0,781 dibandingkan
57 pengaruh X1(pengetahuan) yaitu sebesar 0,202atauX3(sikap) sebesar 0,160.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil pembahasan dan simpulan diatas, disarankan hendaknya seorang pemimpin perusahaan memiliki pengetahuan, keterampilan yang baik dan diimbangi dengan sikap yang baik pula sehingga dapat memberikan pengaruh terhadap karyawan dan dapat meningkatkan kinerja karyawan, karena kinerja karyawan pada perusahaan jasa konstruksi di wilayah perkotaan sarbagita dipengaruhi oleh faktor kepemimpinan yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara simultan, namun secara parsial hanya komponen pengetahaun dan keterampilan yang memberikan pengaruh.
58 DAFTAR PUSTAKA
Djarwanto. 2007. Mengenal Beberapa Uji Statika Dalam Penelitian, Edisi Kedua.
Liberty. Yogyakarta.
Ervianto, W.I.2005. Manajemen Proyek Konstruksi. Andi, Yogyakarta.
Gibson. 1996. Prilaku Struktur
http://id.shvoong.com/business-management/human-resources/2197108-pengertian%20keterampilan-dan-jenisnya/
Diakses tanggal 14/11/2015.
Ibadurrahman. 2011. Pengaruh gaya Kepemimpinan, Kompensasi, Dan Locus Of Control (Loc) Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Pt. Bahtera Citra Mandiri).
Jaya, N.M. 2016. Analysis of Reliable Project Overheads During the Construction Stage.Taylor & Francis Group, London, UK. ISBN: 978-1-315-67590-9.
Kartono, K. 2011. Patologi Sosial. PT Raga Grafindo Persada, Jakarta.
Martoyo, S. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Alfabeta, Badung.
Mubrak, W. I. 2007. Promosi Kesehatan. Graha Ilmu. Jogjakarta
Murwansyah. 2014. Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Kedua. Alfabeta, Bandung.
Maramis, W.F. 2006. Ilmu Perilaku Dalam Pelayanan Kesehatan.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27147/4/Chapter%20II.pdf Diakses tanggal 14/11/2015.
Nunnally. 1978. Pshycometric Theory. McGRAW-Hill, Newyork.
Notoatmodjo, S. 2010.Konsep Pengetahuan.
http://soddis.blogspot.co.id/2014/01/pengertian-pengetahuan-knowledge.html Diakses tanggal 14/11/2015
Pratama, A. A. N. D. Pengaruh Kompensasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan pada Perusahaan Jasa Konstruksi di Kabupaten Badung. (Tugas Akhir yang tidak dipublikasikan, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana, 2015).
Ridwan. 2003. Dasar-Dasar Statika. Alfabeta, Bandung.
Robbins,dan Stephen P. 2000. Prinsip-Prinsip Prilaku Organisai.
http://www.duniapelajar.com/2014/07/29/pengertian-keterampilan-menurut-para-ahli/
Diakses tanggal 14/11/2015.
Sudjana, N. 2001. Penelitian dan Peniliaian Pendidikan. Gramedia Pustaka, Jakarta.
Sugiyono. 2012. Statika untuk Penelitian. Alfabeta, Bandung.
________. 2010. Statika untuk Penelitian. Alfabeta, Bandung.
________. 2014. Statika untuk Penelitian. Alfabeta, Bandung.
Sugiyono dan Susanto,A. 2015. Cara Mudah Belajar SPSS & Lisrel. Alfabeta, Bandung.
Suwanto dan Priansa. 2011. Manajemen SDM dalam Organisasi Publik dan Bisnis. Alfabeta, Jakarta.
Thoha, M. 2013. Kepemimpinan Dalam Manajemen. PT Raga Grafindo Persada, Jakarta.
Wibowo. 2007. Manajemen Kinerja, Edisi Kedua. PT Raga Grafindo Persada, Jakarta.
59 Wulan, W. 2013. Manajemen organisasi.
http://wenny16.blogspot.co.id/2013/06/manajemen-organisasi.html Diakses tanggal 14/11/2015.
Wedara. 2015. Tips Kepemimpinan Dalam Mencapai Tujuan Organisasi
http://www.wedaran.com/5372/tips-kepemimpinan-dalam-organisasi-untuk-mencapai-tujuan/.
Diakses tanggal 15/11/2015.
60 KUESIONER
No. Responden : ……. ( Diisi oleh peneliti )
Tanggal :
A. DATA PERUSAHAAN 1. Nama Perusahaan : 2. Alamat Perusahaan :
3. Kualifikasi : K1 K2 K3 M1 M2 B1 B. DATA PRIBADI RESPONDEN
1. Nama lengkap :
2. Jabatan :
3. Pengalaman kerja (Th) : 4. Pendidikan terakhir :
a. SMA/SMK/STM c. Strata 1 (S1) b. Diploma 3 (D3) d. Setrata 2 (S2) e. Lain-lain ( mohon disebutkan) ..………..
5. No. Hp :
6. TTD :
C. PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER
Pada daftar pernyataan I dan II mohon diberi tanda ( X ) pada salah satu kolom yang Bapak/Ibu/Saudara pilih.
Keterangan :
SS = Sangat Setuju S = Setuju
N = Netral/ Ragu-ragu/ Kurang Setuju TS = Tidak Setuju
STS = Sangat Tidak Setuju
61 D. Daftar Pernyataan
I. Kepemimpinan
No. Pernyataan STS TS N S SS
Pengetahuan (Knowledge)
1. Tingkat pendidikan mempengaruhi pengetahuan pemimpin dalam meningkatkan kinerja perusahaan.
2. Bertambahnya usia pemimpin berdampak pada kinerja dalam kepemimpinan
3. Pemimpin mempunyai minat yang besar untuk mensukseskan perusahaan.
4. Pengalaman seorang pemimpin diperlukan agar tidak melakukan kesalahan yang sama dan membuat perusahaan menjadi lebih baik.
5. Pemimpin memeberitahu para karyawan mengenai informasi standar yang harus diketahui dalam melaksanakan pekerjaan
6. Pemimin mampu membuat metode kerja yang mudah dipahami serta menyediakan fasilitas untuk menunjang proses kegiatan
Keterampilan (Skill)
1. Pemimpin memiliki kepribadian yang patut untuk dicontoh
2. Pemimpin mempunyai kemampuan berkomunikasi secara baik dengan rekan kerjanya.
3. Pemimpin memberikan pengertian, pandangan dan pendapat mengenai kegiatan dalam organisasi.
4. Pengarahan langkah-langkah dan teknik pelaksanaan pekerjaan tergantung pada pemimpin.
5. Pemimpin menilai hasil kerja sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Sikap (Attitude)
1. Pemimpin melibatkan partisipasi anggota dalam setiap kegiatan.
2. Pemimpin yang antusias memotivasi karyawannya dalam melaksanakan pekerjaan.
3. Pemimpinmemiliki rasa percaya diri dalam menjalankan tugasnya.
4. Pemimpin mampu bersikap tenang dalam mengambil keputusan dan menghadapi segala situasi.
5. Pemimpinmengetahui potensi yang dimiliki oleh karyawannya.
6. Pemimpin menghargai tugas karyawannya sebagai bagian dari tanggung jawabnya.
62 II. Kinerja
No. Pernyataan STS TS N S SS
1. Saya selalu berusaha menjalankan pekerjaan sesuai dengan kemampuan saya agar pekerjaan saya selesai sesuai target.
2. Saya selalu bekerja sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan.
3. Saya dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai dengan harapan pimpinan perusahaan.
4. Penilaian hasil kerja yang dilakukan perusahaan kepada saya sesuai dengan prestasi kerja yang saya hasilkan bukan karena kedekatan hubungan antar saya dengan pimpinan
5. Saya dapat memenuhi rencana kerja/target yang telah ditetapkan atasan/pemimpin perusahaan.
6.. Kinerja saya meningkat karena gaji yang diberikan sesuai dengan harapan saya.
7. Saya diberikan kesempatan untuk dapat memperoleh golongan yang lebih tinggi.
63
Lampiran B 1 Data Nama Responden Untuk Pilot Study Tabel B1. Data Nama Responden untuk Pilot study (1/2)
No. Nama
Perusahaan
Kode
Responden Jabatan Pengalaman
Kerja Pendidikan Kualifikasi
1. PT.Eka Sapta 1. Staff Admin 1-5tahun S1
2. CV. Pararta Jaya
2.
Manajer Lapangan/Site
Manager
>10tahun S1 K3
3. Juru Ukur/
Surveyor 5-10tahun SMA/SMK/STM K3
4. Pelaksana >10tahun SMA/SMK/STM K3
5. Staff Admin 1-5tahun SMA/SMK/STM K3
3. PT. Harum Jaya Indah 6. Staff Admin >10tahun SMA/SMK/STM M1
4. CV. Murdha Mas 7. Staff Admin >10tahun SMA/SMK/STM K1
8. Staff Admin >10tahun SMA/SMK/STM K1
9. Staff Admin 1-5tahun S1 K1
5.
PT. Tri Arsa Citra Abadi
10. Staff Admin >10tahun SMA/SMK/STM M1
11. Staff Admin 5-10tahun SMA/SMK/STM M1
12. Staff Admin 1-5tahun SMA/SMK/STM M1
13. Pelaksana Teknis 1-5tahun S1 M1
14. Staff Admin 1-5tahun SMA/SMK/STM M1
64
Lanjutan Tabel B1 (2/2)
No. Nama
Perusahaan
Kode
Responden Jabatan Pengalaman
Kerja Pendidikan Kualifikasi
6. CV. Adhi Guna Karya
15 Staff Admin >10tahun S1 K3
16
Manajer Lapangan/Site
Manager
>10tahun S1 K3
7. CV. Cendana Wangi 17
Manajer Lapangan/Site
Manager
>10tahun S1 M1
18 Pelaksana
Lapangan 5-10tahun S1 M1
8.
PT. Karya Dewata Sarwa Indah
19 Pelaksana
Lapangan 1-5tahun SMA/SMK/STM M1
20 Pelaksana
Lapangan >10tahun SMA/SMK/STM M1
65
Lampiran B 2 Data Nama Responden Total Tabel B2. Data Nama Responden Total (1/5)
No. Nama
Perusahaan
Kode
Responden Jabatan Pengalaman
Kerja Pendidikan Kualifikasi
1. PT.Eka Sapta 1. Staff Admin 1-5tahun S1
2. CV. Pararta Jaya
2.
Manajer Lapangan/Site
Manager
>10tahun S1 K3
3. Juru Ukur/
Surveyor 5-10tahun SMA/SMK/STM K3
Surveyor 5-10tahun SMA/SMK/STM K3