BAB III METODE PENELITIAN
3.2 Uraian Kerangka Penelitian
3.2.4 Variabel Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang ada, dalam penelitian ini yang dipakai sebagai variabel penelitian pada kepemimpinan yaitu knowledge (X1), skill (X2), attitude (X3) dan kinerja (Y). Sesuai dengan model penelitian variabel yang akan diteliti dibedakan menjadi :
1. Variabel independen adalah variabel yang hanya berfungsi sebagai variabel bebas atau variabel yang mempengaruhi variabel terikat. Knowledge, Skill, dan Attitude pemimpin merupakan variabel bebas karena dapat memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan.
2. Variabel dependen adalah variabel yang hanya berfungsi sebagai variabel terikat atau variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Kinerja karyawan merupakan variabel terikat karena tingkat kinerja dipengaruhi oleh kepemimpinan
36 3.2.5 Desain Kuesioner
Setelah diketahui faktor-faktor pengaruh kepemimpinan dan kinerja pada perusahaan jasa konstruksi di wilayah perkotaan Sarbagita ( Denpasar-Badung-Gianyar-Tabanan), selanjutnya akan dibuatkan kuesioner untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan. Secara garis besar, isi dari kuesioner yang akan diajukan kepada responden adalah sebagai berikut :
a. Data identitas perussahaan
Bagian ini berisikan nama dan alamat perusahaan serta kualifikasi perusahaan untuk membedakan perusahaan yang ada di perkotaan Sarbagita.
b. Data identitas responden
Bagian ini berisikan identitas responden dengan tujuan mengetahui latar belakang responden, yaitu : nama responden, kedudukan atau jabatannya, pengalaman kerja, pendidikan, nomor telepon, dan tanda tangan responden.
c. Tata cara mengisi kuesioner
Bagian ini berisikan penjelasan dan tata cara menjawab pertanyaan serta kolom-kolom pertanyaan yang diisi oleh responden.
d. Bentuk kuesioner
Bentuk kuesioner ini adalah semi tertutup yaitu sebagian berupa pertanyaan tertutup yang jawabannya harus dipilih responden berdasarkan pilihan yang disediakan.
e. Isi kuesioner
Bagian ini berisikan pertanyaan-pertanyaan yang dijawab berdasarkan pengetahuan dan pengalaman responden mengenai pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada perusahaan jasa konstruksi di perkotaan Sarbagita.
3.2.6 Pilot Study
Pilot study merupakan sebuah pengujian awal atau upaya coba-coba atas instrument penelitian. Setelah dilakukan desain kuesioner maka selanjutnya dilakukan pilot study untuk menguji kuesioner yang telah dibuat. Dari pilot study
37 dapat diketahui apakah metode atau instrumen yang diusulkan atau direncanakan oleh peniliti cukup baik, sederhana, pantas, ataukah terlalu rumit. Apabila ditemukan masalah maka dilakukan upaya perbaikan metode serta desain kuesioner. Pada penelitian ini pilot study dilakukan pada 20 responden yang merupakan bagian dari respondan total penelitian.
3.2.7 Pengumpulan Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh langsung di lapangan. Dalam penelitian ini data primer yang digunakan adalah data kuesioner hasil survei di perusahaan jasa konstruksi kualifikasi kecil dan menengah di wilayah perekotaan Sarbagita (Denpasar-Badung-Gianyar-Tabanan).
3.2.7.1 Metode Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan metode questionnaire (angket). Untuk penyebaran kuesioner dilakukan dengan teknik sampling, yaitu teknik purposiv sampling. Dalam teknik purposive sampling, hanya mereka yang memenuhi kriteria tertentu yang patut memberikan pertimbangan untuk pengambilan sampel yang diperlukan. Responden seperti ini tidak diketahui secara pasti jumlah populasinya sehingga dipilihlah teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Kuesioner akan disebar ke berbagai perusahaan yang ada di wilayah perkotaan Sarbagita, yaitu Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan. Masing-masing perusahaan akan diberikan 2-3 kuesioner untuk diisi.
3.2.7.2 PenentuanSampel
Berdasarkan metode pengumpulan data, penelitian ini menggunakan sampel yang diambil secara purposive sampling yaitu hanya mereka yang memenuhi kriteria tertentu yang patut memberikan pertimbangan untuk pengambilan sampel yang diperlukan. Sampel tidak diambil secara acak, melainkan dipilih pada orang yang mampu memberikan “expert judgment” yaitu orang yang benar-benar paham tentang permasalahan yang diajukan dan memiliki pengalaman kerja dan dilihat dari tingkat pendidikannya.
38 Katagori expert dalam penelitian ini adalah orang-orang ahli yang memeiliki kriteria sebagai berikut :
1. Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun.
2. Pendidikan minimal SMA/SMK/STM.
3. Staff pegawai yang berada di perusahaan.
Responden yang berhak mengisi kuesioner adalah para karyawan tetap pada perusahaan jasa konstruksi kualifikasi kecil dan menengah di wilayah perkotaan Sarbagita (Denpasar-Badung-Gianyar-Tabanan).
3.2.8 Uji Kuesioner
Untuk mengetahui kelayakan kuesioner dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Sebuah kuesioner dinyatakan reliabel jika memberikan sebuah hasil yang konsisten pada setiap pengukuran. Namun sebuah kuesioner bisa saja dinyatakan reliabel tapi tidak valid, tapi suatu pengukuran tidak bisa dinyatakan valid jika tidak reliabel. Dalam uji reliablilitas ada beberapa hal penting yang didapat dari suatu kuesioner yang diuji seperti :
1. Mengetahui bagaimana tiap-tiap pertanyaan dalam kuesioner saling berhubungan.
2. Mendapatkan nilai Alpha Cronbach yang merupakan indeks internal consistency dari skala pengukuran secara keseluruhan.
3. Mengidentifikasi butir-butir pertanyaan dalam kuesioner yang harus direvisi atau dihilangkan.
Sebuah kuesioner dinyatakan reliabel apabila jawaban terhadap pertanyaan adalah konsisten dari waktu ke waktu. Pengukuran reliabilitas kuesioner dalam penelitian ini menggunakan pengujian dengan Alpha Cronbach.
Sedangkan uji validitas dilakukan untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu pertanyaan dalam kuesioner yang dibuat. Uji validitas dalam kuesioner yang digunakan dalam pengumpulan data adalah menggunakan Construct Validity.
Construct Validity adalah sebuah metode dimana variabel-variabel yang digunakan diambil dari berbagai literatur yang memiliki kesamaan topik, sehingga dapat dikatakan kuesioner yang akan digunakan dalam penelitian ini valid.
39 3.2.9 Pengolahan Data
Pengolahan data bertujuan untuk mempermudah menyeleksi data dari banyak sumber dan mempermudah proses menganalisis data nantinya. Dari jawaban yang diterima melalui penyebaran kuesioner kepada responden, selanjutnya akan dilakukan tabulasi data yang diubah menjadi angka-angka yang disesuaikan dengan Skala Likert. Skala Likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur tingkat penilaian responden pada sebuah pertanyaan dalam kuesioner.
Skala dengan format Likert yang dipakai memiliki lima pilihan skala, yaitu:
- Jawaban SS : Sangat Setuju, mendapat skor 5 - Jawaban S : Setuju, mendapat skor 4
- Jawaban N : Netral, mendapat skor 3 - Jawaban TS : Tidak Setuju, mendapat skor 2 - Jawaban STS: Sangat tidak setuju mendapat skor 1
Saat menanggapi pertanyaan dalam Skala Likert, responden menentukan tingkat persetujuan mereka terhadap suatu pertanyaan dengan memilih salah salah satu dari pilihan yang tersedia.
Rekapitulasi data kuesioner untuk pernyataan pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pada perusahaan jasa konstruksi disajikan dalam bentuk tabel untuk memudahkan melihat skor nilai pada masing-masing faktor.
3.2.10 Analisis Data
Setelah kuesioner diuji dan hasilnya valid dan reliabel, maka akan diadakan proses perhitungan melalui beberapa tahapan antara lain :
1. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linear berganda adalah suatu metode untuk melihat sejauh mana pengaruh variabel independen (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) terhadap variabel dependen (kinerja karyawan). Persamaan regresi dalam metode analisis linier berganda pada rumus 2.5.
2. Analisis Korelasi Berganda
Analisis ini digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya hubungan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap terhadap kinerja karyawan. Rumus yang digunakan adalah rumus 2.7.
40 3. Uji Determinasi
Analisis ini dipergunakan untuk mengetahuihubungan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikapterhadap kinerja karyawan yang dinyatakan dalam prosentase.Rumus yang digunakan yaitu rumus 2.12.
4. Uji F-test
Uji ini digunakan untuk menguji signifikansi nilai koefisien korelasi berganda sehingga apakah secara simultan (bersama-sama) antara pengetahuan, keterampilam, dan sikap mempunyai pengaruh positif dan signifikan atau tidak terhadap kinerja karyawan pada perusahaan jasa konstruksi. Rumus yang digunakan adalah rumus 2.13.
5. Uji t-test
Uji ini untuk menguji signifikansi masing-masing koefisien regresi linier berganda, sehingga secara individual pengaruh antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap terhadap kinerja karyawan pada perusahaan jasa konstruksi adalah signifikan atau diperoleh kebetulan.
Rumus yang digunakan adalah rumus 2.14.
41 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Karakteristik Responden
Responden yang dipilih pada penelitian ini berada pada perusahaan jasa konstruksi kualifikasi kecil menegah yang berada di wilayah perkotaan Sarbagita.
Pada penelitian ini karakteritik responden yaitu berdasarkan pengalaman kerja, tingkat pendidikan, dan jabatan.
4.2 Pilot Study
Setelah melakukan desain kuesioner, dilakukan pilot study/uji pendahuluan.
Pilot study/uji pendahuluan dilakukan untuk mengetahui tinggi rendahnya tingkat validitas dan realibilitas dari kuesioner. Uji validitas dan uji reliabilitas ini dilakukan dengan menyebar sampel kuesioner di wilayah perkotaan Sarbagita (Denpasar-Badung-Gianyar-Tabanan) sejumlah 50 kuesioner dan yang merespon hanya 20 orang yang kembali. Pada penelitian ini, uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan bantuan aplikasi SPSS23. Setelah melakukan pengujian tersebut, apabila hasilnya valid dan reliabel maka dilanjutkan pada tahap selanjutnya yaitu pengumpulan data primer tahap II dengan menyebar kembali kuesioner pada perusahaan jasa konstruksi kualifikasi kecil dan di wilayah perkotaan Sarbagita.
4.2.1 Pengujian Validitas
Pengujian validitas merupakan pengujian untuk menunjukkan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi dari pengukurannya. Untuk menguji validitas dari pernyataan X1 digunakan rumus :
………..(2.1) rxy= (20.2083)−(82)(500)
{20.346− 822) {20.12672− 5002 }
rxy= 660
821,121
rxy= 0.804
R table ( N= 20 sampel, 5%)
Dalam uji validitas ini, dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut :
42 a. Jika nilai rhitung > rtabel , maka angket tersebut dinyatakan valid
b. Jika nilai rhitung < rtabel , maka angket tersebut dinyatakan tidak valid Dari perhitungan tersebut didapat hasil Uji Validitas untuk pernyataan X1.1 adalah 0,804 ,sehingga rhitung > rtabel: 0,804> 0,444 maka angket dinyatakan valid. Untuk perhitungan uji validitas selanjutnya dilakukan dengan bantuan program SPSS23. Hasil pengujian validitas dapat dilihat pada Tabel 4.1 berikut, Tabel 4. 1 Hasil Uji Validitas
Variabel Item Rhitung Rtabel Keterngan
X1
Uji reliabilitas ini digunakan untuk mengetahui apakah alat ukur yang digunakan dalam kuesioner menunjukan konsisten di dalam mengukur gejala
43 yang sama. Variabel dikatakan reliabel jika memiliki Alpha Cronbachdiatas 0,7.
Untuk menghitung realibilitas, digunakan rumus cronbach alpha (α) : α = 𝑘
𝑘−1 (1 −∑𝑠2𝑖
∑𝑠2𝑡) ………(2.2)
Nilai dari masing-masing variabel di atas dapat dicari sebagai berikut:
∑s2t = ∑Xt
∑item1 = jumlah skor item ke-i seluruh sampel N = jumlah sampel dengan s21. Kemudian untuk mendapatkan nilai ∑s2i adalah dengan menjumlahkan semua s2i, yaitu :
∑ s2i = (s21 + s22 + s23 + s24 + s25 + s26)
= (0,49 + 0,39 + 0,31+ 0,45 + 0,35 + 0,20)
= 2,19
44
Jadi nilai X1, α >Alpha Cronbach : 0.895> 0.7, maka angket dinyatakan reliabel. Untuk perhitungan Uji Reliabilitas selanjutnya dapat dilakukan dengan bantuan program SPSS. Pengujian Reliabilitas dapat dilihat pada Tabel 4.2 berikut,
Tabel 4. 2Hasil Uji Reliabilitas
Variabel
4.3 Pengumpulan Data Primer Tahap II 4. 3.1 Data Responden
Setelah melakukan pengujian uji validitas dan uji reliabilitas terhadap 20 kuesioner hasil yang didapatkan valid dan reliabel maka penyebaran kuesioner dilanjutkan pada tahap II. Sampel minimal penelitian adalah 5N, dimana N adalah jumlah item pertanyaan pada kuesioner. Jumlah item pertanyaan pada kuesioner ini adalah 24 pertanyaan sehingga sampel yg disebar disyaratkan harus lebih besar dari 120 sampel (Jaya, 2016).
Kuesioner yang disebar pada pengumpulan data primer tahap II sejumlah 75 sampel kuesioner dan yang memberi respon hanya 34 orang.
Sehingga total sampel yang disebar pada pilot study dan data primer tahap II sebanyak 125 sampel kuesioner ( 125>5N). Sedangkan total responden yang terkumpul pada pilot study dan pengumpulan data primer tahap II adalah 54 kuesioner, sehingga persentase total responden sebesar 43.2% dari total sampel (katagori baik). Total sampel data sebanyak 54 set tersebut diuji kembali dan
45 hasilnya valid dan reliabel. Berikut pengelompokan responden berdasarkan jabatan, pengalaman kerja, dan tingkat pendidikan.
4. 3.2 Jabatan
Tabel 4.3 menunjukan pengelompokan responden berdasarkan jabatan : Tabel 4. 3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jabatan
Jabatan Jumlah Responden Persentase (%)
Juru Ukur/Surveyor 3 5,5
Kepala Pelaksana 1 1,8
Logistik 1 1,8
Manajer Lapangan/Site Manager 12 22,2
Pelaksana Lapangan 20 37
Pelaksana Teknis 1 1,8
Staff Admin 16 29,6
Total 54 100
Tabel 4.3 menunjukan bahwa responden dengan jabatan terbanyak diisi oleh kepala pelaksana lapangan, yaitu 20 responden atau 37% dan yang terendah adalah jabatan sebagai kepala pelaksana, logistic dan pelaksana teknis yaitu 1 responden atau 1,8%. Hal ini menunjukan bahwa jabatan yang mendominasi di wilayah perkotaan Sarbagita adalah kepala Pelaksana Lapangan.
4. 3.3 Pengalaman Kerja
Tabel 4.4 berikut ini menunjukan pengelompokan responden berdasarkan pengalaman kerja.
Tabel 4. 4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pengalaman Kerja
Pengalaman Kerja (tahun) Jumlah Responden Persentase (%)
1-5 27 50
5-10 9 16,7
>10 18 33,3
Total 54 100
Tabel 4.4 menunjukan bahwa responden dengan pengalaman kerja antara 1-5 tahun merupakan yang paling banyak, yaitu 27 orang atau 50% dan yang paling sedikit 5-10 tahun, yaitu 9 orang atau 16,7%. Hal ini menunjukan bahwa pekerja pada perusahaan jasa konstruksi di wilayah perkotaan Sarbagita didominasi oleh karyawan dengan pengalaman kerja antara 1-5 tahun.
46 4. 3.4 Tingkat Pendidikan
Tabel 4.5 menunjukan pengelompokan responden berdasarkan tingkat pendidikan.
Tabel 4. 5 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tingkat Pendidikan Jumlah Responden Persentase (%)
SMA/SMK/STM 22 40,7
D3 4 7,4
S1 28 51,8
S2 0 0
Total 54 100
Tabel 4.5 menunjukan bahwa responden dengan tingkat pendidikan terbanyak pada lulusan S1, yaitu 28 responden atau 51,8%. Untuk tingkat pendidikan terendah pada lulusan Strata 2 (S2), yaitu 0 responden atau 0%. Hal ini menunjukkan bahwa pekerja pada perusahaan jasa konstruksi yang ada di wilayah perkotaan Sarbagita didominasi oleh lulusan S1.
4.4 Pengolahan Data
Dari jawaban yang diterima melalui penyebaran kuesioner pada tahap I sejumlah 20 set dan tahap II sejumlah 34 set sehingga total terdapat 54 responden, selanjutnya dilakukan pengolahan data yang diubah menjadi skala likert.
Rekapitulasi data kuesioner dapat dilihat pada Lampiran C.
4.5 Analisis Data
4.5.1 Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis ini untuk mengetahui besarnya pengaruh antara pengetahuan (knowledge), keterampilan(skill), dan sikap(attitude) secara simultan (bersama-sama) terhadap kinerja karyawan, serta untuk mengetahui variabel mana diantara knowledge, skill, dan attitude yang paling besar pengaruhnya terhadap kinerja karyawan. Hasil analisis dinyatakan dalam bentuk persamaan garis regresi linier berganda :
Y = a + b1X1 +b2X2 + b3X3
47 Dimana :
Y = Kinerja Karyawan a = Nilai Konstanta
X1 = Pengetahuan (Knowledge) X2 = Keterampilan (Skill) X3 = Sikap (Attitude)
b1 = Koefisien regresi pengetahuan / knowledge (X1) b2 = Koefisien regresi keterampilan / skill (X2) b3 = Koefisien regresi sikap / attitude (X3) diketahui :
ΣX1 = 1348 ΣX2 = 1124 ΣX3 = 1458 ΣY = 1564 b1 = 0,202 b2 = 0,781 b3 = 0,160 n = 54 a = 3,352
Dari perhitungan diatas dapat juga diketahui berdasarkan perhitungan program SPSS pada Tabel 4.6 berikut.
Tabel 4. 6 Hasil Perhitungan SPSS Analisis Regresi Linier Berganda
Berdasarkan pada perhitungan dan Tabel 4.6 dapat diketahui persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :
Y = 3,352 + 0,202X1 + 0,781X2 + 0,160X3
Persamaan regresi yang telah ditemukan dapat digunakan untuk melakukan prediksi (estimasi) bagaimana pengaruh variabel independen terhadap besarnya perubahan variabel dependen (Sugiyono & Agus, 2015).
48 Interpretasi koefisien regresi :
- Koefisien X1 sebesar 0,202memberikan arti bahwa pengetahuan X1 berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Y). Apabila nilai pengetahuan bertambah 1, maka nilai rata-rata kinerja karyawan akan bertambah 0,202.
- Koefisien X2 sebesar 0,781 memberikan arti bahwaketerampilan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan bertambah 1, maka nilai rata-rata kinerja karyawan akan bertambah 0,781.
- Koefisien X3 sebesar 0,160 memberikan arti bahwa sikap X3 berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini menunjukkan bahwa bila sikap bertambah 1, maka kualitas kinerja karyawan akan bertambah 0,160.
- Constanta sebesar 3,352 artinya jika pengetahuan, keterampilan, dan sikap nilainya adalah 0 maka nilai kinerja karyawan sebesar 3,352.
4.5.2 Analisis Korelasi Berganda
Analisis ini digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya hubungan antara pengetahuan, keterampilan dan sikap terhadap kinerja karyawan. Berikut rumus yang digunakan
𝑅𝑦 1,2,3 = 𝑏1∑ 𝑥1𝑦+𝑏2∑ 𝑦∑ 𝑥22𝑦+𝑏3∑ 𝑥3𝑦 (2.7) Perhitungan :
Berdasarkan pada Lampiran F3 , diketahui : ΣX1Y = 155,9259
ΣX2Y = 289,6296 ΣX3Y = 166 ΣY2 = 601,9259 b1 = 0,202 b2 = 0,781 b3 = 0,160 Maka :
49 𝑅𝑦 1,2,3 = 𝑏1∑ 𝑥1𝑦+𝑏2∑ 𝑦∑ 𝑥22𝑦+𝑏3∑ 𝑥3𝑦
= 0,202 .155,9259 + 0,781 .289,6296 +(0,160 .166) 601,9259
= 31,497+ 226,201+26,56 601,9259
= 284,258
601,9259
= 0,687
Dari hasil analisis korelasi linier berganda diatas didapatkan juga hasil output analisis korelasi berganda. Berikut ini data output analisis korelasi berganda dengan menggunakan program SPSS.
Tabel 4. 7 Hasil Analisis Korelasi Berganda
Berdasarkan hasil perhitungan statistik dan tabel 4.7 diperoleh angka R sebesar 0,678. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan korelasi yang kuat dan positif antarapengetahuan, keterampilan dan sikap terhadap kinerja.
4.5.3 Analisis Determinasi
Analisis ini dipergunakan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, keterampilan dan sikap terhadap kinerja karyawan yang dinyatakan dalam bentuk persentase. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
D = 𝑅2 x 100% (2.12)
Diketahui :
R = 0,687 Maka:
D = (0,687)2 x 100%
= 0,472 x 100%
= 47,2%
50 Hasil dari perhitungan determinasi juga dapat dilihat pada hasil output dari SPSS berikut :
Tabel 4. 8 Hasil Analisis Determinasi
Berdasarkan hasil pehitungan statistik dan tabel 4.8 diperoleh angka nilai R square (R2) sebesar 0,472. Ini memberi arti bahwa 47,2% kinerja dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen kepemimpinan yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap sedangkan sisanya sebesar 52,8% disebabkan oleh faktor lain
4.5.4 Uji Anova (Uji F)
Uji ini digunakan untuk menguji signifikansi nilai koefisien korelasi bergandasehingga diketahui apakah secara simultan (bersama-sama) antarapengetahuan, keterampilan dan sikap mempunyaihubungan positif dan signifikan atau tidak terhadap kinerja karyawan.
Rumus yang digunakan yaitu :
F = 𝑅
2/𝑘
1−𝑅2 / 𝑛−𝑘−1
(2.13)
Dimana :
R = 0,472 n = 54 k = 3 Maka :
F = 𝑅
2/𝑘
1−𝑅2 / 𝑛−𝑘−1
= (0,687)2/ 3
(1−0,6872)/ (54−3−1)
= 0,1573
0,0106
= 14,911
51 Dari hasil output hasil analisis regresi linier berganda dapat diketahui nilai F seperti pada tabel berikut :
Tabel 4. 9 Hasil Analisis Uji F
Tahap-tahap untuk melakukan uji F adalah sebagai berikut : 1. Merumuskan Hipotesis
Ho (hipotesis nihil) : Tidak ada pengaruh secara signifikan antara pengetahuan, keterampilan dan sikap secara bersama-sama terhadap kinerja.
Ha (hipotesis alternatif) : Ada pengaruh secara signifikan antara pengetahuan, keterampilan dan sikap secara bersama-sama terhadap kinerja.
2. Menentukan tingkat signifikansi
Tingkat signifikansi menggunakan α = 5% (signifikansi 5% atau 0,05 adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian).
3. Menentukan F hitung
Berdasarkan F table diperoleh F hitung sebesar 14,911 4. Menentukan F tabel
Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95%, α = 5%, df 1 = 3, dan df 2 = 50, hasil diperoleh untuk F tabel sebesar 2,79. F tabel dapat dilihat pada Lampiran G2.
5. Kriteria pengujian
Jika F hitung < F tabel, maka Ho diterima berarti tidak signifikan Jika F hitung > F tabel, maka Ho ditolak berarti signifikan
6. Membandingkan F hitung dengan F tabel
Nilai F hitung > F tabel (14,911 >2,79), maka Ho ditolak.
52 7. Kesimpulan
Karena F hitung > F tabel (14,911 > 2,79), maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh seacara signifikan antara pengetahuan, keterampilan dan sikap secara bersama-sama terhadap kinerja.
4.5.5 Uji t
Uji ini untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel sehingga diketahui secara individual pengaruh antarapengetahuan/knowledge, keterampilan dan sikap terhadap kinerja karyawan adalah signifikan atau diperoleh kebetulan.
Rumus yang digunakan : t = 𝑏𝑖
𝑆(𝑏𝑖 ) (2.14)
didapat : b1 = 0,202 b2 = 0,781 b3 = 0,160 didapat : S(b1) = 0,114 S(b2) = 0,138 S(b3) = 0,110
Maka : t1 =𝑏1
𝑠𝑏 1
= 0,202
0,114
= 1,722 t2 =𝑏2
𝑠𝑏 2
= 0,781
0,138
= 5,618 t3 =𝑏3
𝑠𝑏 3
53
= 0,160
0,110
= 1,406
Dari hasil output analisis regresi linier berganda dapat diketahui nilai t seperti pada tabel berikut :
Tabel 4. 10 Hasil Uji t
Langkah-langkah pengujian sebagai berikut : Pengujian koefisien regresi variabel pengetahuan 1. Menentukan Hipotesis:
Ho (hipotesis nihil) : Tidak ada pengaruh secara signifikan antara pengetahuan terhadap kinerja.
Ha (hipotesis alternatif) : Ada pengaruh secara signifikan antara pengetahuan terhadap kinerja.
2. Ketentuan Pengujian
Menggunakan derajat kepercayaan 95%, atau tingkat kesalahan 5%
(α=0,05)dan derajat kebebasan ; n-k-1 = 54-3-1 = 50 test dua sisi diperoleh nilai ttabel
(0,005;50) = 1,676 Kriteria Pengujian
- Ho diterima jika -t tabel < t hitung < t tabel
- Ho ditolak jika -t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel
3. Berdasarkan perhitungan dan Tabel 4.10 diperoleh t hitung sebesar 1,772 4. Membandingkan thitung dengan t tabel
Nilai t hitung >t tabel (1,722>1,676) maka Ho ditolak 5. Kesimpulan
54 Karena Nilai t hitung >t tabel (1,772 >1,676) maka Ho ditolak,artinya secara parsial ada pengaruh signifikan antara pengetahuan dengan kinerja. Jadi dapat disimpulkan bahwa secara parsialpengetahuan berpengaruh terhadap kinerja.
Pengujian koefisien regresi variabel keterampilan 1. Menentukan Hipotesis:
Ho (hipotesis nihil) : Tidak ada pengaruh secara signifikan antara keterampilan terhadap kinerja.
Ha (hipotesis alternatif) : Ada pengaruh secara signifikan antara keterampilan terhadap kinerja.
2. Ketentuan pengujian. Menggunakan derajat kepercayaan 95% atau tingkat kesalahan 5% (α = 0,05) dan drajat kebebasan : n-k-l = 54-3-1= 50 test dua sisi diperoleh nilai 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (0,05 ; 50) = 1,676 (pada lampiran G3 )
3. Kriteria Pengujian
- Ho diterima jika -t tabel < t hitung < t tabel
- Ho ditolak jika -t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel
4. Berdasarkan perhitungan dan tabel 4.10 diperoleh t hitung sebesar 5,618 5. Membandingkan thitung dengan t tabel
Nilai t hitung >t tabel (5,618>1,676) maka Ho ditolak 6. Kesimpulan
Karena Nilai t hitung >t tabel (5,618>1,676) maka Ho ditolak, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan antara keterampilan dengan kinerja. Jadi dapat disimpulkan bahwa secara parsial keterampilan berpengaruh terhadap kinerja.
Pengujian koefisien regresi variabel sikap 1. Menentukan Hipotesis:
Ho (hipotesis nihil) : Tidak ada pengaruh secara signifikan antara sikap terhadap kinerja.
Ha (hipotesis alternatif) :Ada pengaruh secara signifikan antara sikap terhadap kinerja.
2. Ketentuan pengujian. Menggunakan derajat kepercayaan 95% atau tingkat kesalahan 5% (α = 0,05) dan drajat kebebasan : n-k-l = 54-3-1= 50 test dua sisi diperoleh nilai 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (0,05 ; 50) = 1,676 (pada lampiran G3).
55 3. Kriteria Pengujian
- Ho diterima jika -t tabel < t hitung < t tabel
- Ho ditolak jika -t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel
4. Berdasarkan perhitungan dan tabel 4.10 diperoleh t hitung sebesar 1,406 5. Membandingkan thitung dengan t tabel
Nilai t hitung <t tabel (1,406 <1,676) maka Ho diterima 6. Kesimpulan
Karena Nilai t hitung <t tabel (1,406<1,676) maka Ho diterima,artinya secara parsial memiliki hubungan positif tidak langsung mempengaruhi kinerja karyawan. Jadi dapat disimpulkan bahwa secara parsial yaitu sikap tidaklangsung berpengaruh terhadap kinerja.
56 BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan analisis yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Faktor kepemimpinan yaitu pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) secara parsial berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada perusahaan jasa konstruksi di wilayah perkotaan sarbagita, dilihat dari hasil perhitungan uji t dimana diperoleh nilai thitung untuk pengetahuan sebesar 1,722 dan nilai thitung keterampilan sebesar 5,618. Kedua nilai tersebut lebih besar dari ttabel yaitu 1,676. Sehingga memang benar pengetahuan dan keterampilan secara parsial ada pengaruh positif dan nyata terhadap kinerja karyawan. Sedangkan untuk faktor kepemimpinan yaitu sikap (attitude) memiliki hubungan positif tidak langsung mempengaruhi kinerja karyawan karena berdasarkan hasil uji t nilai thitung lebih kecil dari ttabel yaitu 1,406.
2. Faktor kepemimpinan yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap secara simultan berpengaruh positif dan nyata terhadap kinerja karyawan di perusahaan jasa konstruksi di wilayah perkotaan sarbagita berdasarkan nilai yang didapat dari perhitungan analisis kolerasi berganda sebesar 0,687. Ini berarti secara simultan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mempunyai hubungan yang kuat dan positif. Untuk perhitungan analisis determinasi didapat nilai R square sebesar 0,472 atau 47,2% yang dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sisanya 52,8% disebabkan oleh faktor lain. Uji f didapat hasil fhitung sebesar 14,911 dan ftabel sebesar 2,79.
Ini berarti terdapat hubungan yang positif yang nyata secara simultan terhadap kinerja. Hasil dari perhitungan analisis regresi linier berganda didapat Y = 3,352 + 0,202X1 + 0,781X2 + 0,160X3. Ini memberikan arti bahwa kinerja karyawan dipengaruhi serempak oleh faktor kepemimpinan yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap, dimana pengaruh X2(keterampilan) paling dominan yaitu sebesar 0,781 dibandingkan
57 pengaruh X1(pengetahuan) yaitu sebesar 0,202atauX3(sikap) sebesar 0,160.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil pembahasan dan simpulan diatas, disarankan hendaknya seorang pemimpin perusahaan memiliki pengetahuan, keterampilan yang baik dan diimbangi dengan sikap yang baik pula sehingga dapat memberikan pengaruh
Berdasarkan hasil pembahasan dan simpulan diatas, disarankan hendaknya seorang pemimpin perusahaan memiliki pengetahuan, keterampilan yang baik dan diimbangi dengan sikap yang baik pula sehingga dapat memberikan pengaruh