• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.3 Analisis Deskriprif

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari variabel terikat (Dependent variable) yaitu komitmen organisasional dan OCB, variabel bebas (Independent Variable) yaitu kesesuaian nilai individu dan nilai organisasi dan sebagai variabel mediasi (mediatian variable) yaitu kepuasan kerja. Berdasarkan hasil pengolahan data, deskriptif variabel-variabel dibawah ini menunjukkan sebaran nilai rata-rata untuk masing-masing indikator yang merupakan hasil persepsi karyawan dan nilai loading faktor yang memberikan gambaran secara konseptual terhadap kuisioner. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 6-7.

a) Kesesuaian Nilai Individu Dengan Nilai Organisasi

Kesesuaian nilai individu dan nilai organisasi dalam penelitian ini merupakan variabel bebas yang diukur dengan 12 pernyataan. Dengan memperhatikan Tabel 5.2 dapat dijelaskan bahwa pernyataan tentang pentingnya nilai profesionalisme dalam persepsi karyawan menempati urutan tertinggi dengan nilai rata-rata 4,59, yang diperoleh dari jawaban responden pada indikator integritas karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam melaksanakan tugas, pokok dan fungsinya (tupoksi), sebagian besar karyawan Balai Besar POM di Denpasar telah menerapkan sikap profesional dengan menjunjung tinggi nilai integritas. Sedangkan Responsif menempati nilai rata-rata terendah yakni sebesar 3,91. Hal ini disebabkan oleh masih rendahnya persepsi karyawan tentang pentingnya nilai responsif yaitu tingkat kesigapan dan kecepatan/daya tanggap karyawan dalam bekerja untuk pengembangan karirnya, sehingga organisasi memerlukan suatu metode yang tepat dalam bekerja sesuai aturan yang berlaku di Badan POM RI. Deskriptif jawaban responden disajikan pada Tabel 5.2 di bawah ini.

Tabel 5.2 Analisis Deskriptif Kesesuaian Nilai Individu Dengan Nilai Organisasi

No Dimensi/Pernyataan Skala Jml Jml.

Sko 11. Pentingnya peran Inovatif

dalam pencapaian cita-cita 0 1

0

21 46 19 96 362 3,77 12. Pentingnya inovasi dalam

kehidupan untuk mengatasi

b) Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja dalam penelitian ini merupakan variabel mediasi yang diukur dengan 12 pernyataan yang berhubungan dengan kepuasan kerja karyawan Balai Besar POM di Denpasar. Hasil deskriptif rata-rata jawaban responden terhadap dimensi kepuasan kerja disajikan pada Tabel 5.3 di bawah ini.

Tabel 5.3 Analisis Deskriptif Kepuasan Kerja

No. Dimensi/Pernyataan Skala Jml Jml

Sko 3. Ketiadaan pola pengembangan

karir mempengaruhi kepuasan 9. Pimpinan memberikan dukungan

yang cukup pada bawahan

0 13 20 34 29 96 367 3,82 10. Pimpinan menghargai pekerjaan

bawahan

1 39 23 19 14 96 294 3,06

e) Pekerjaan 3,29 0.86 11. Tanggung jawab individu dihargai

oleh pimpinan

0 35 28 20 13 96 333 3,11 12. Pembagian kerja dilakukan secara

adil

0 15 31 40 10 96 333 3,47

Kepuasan Kerja 3,69 0,67

Sumber: Lampiran 7

Pernyataan tentang kepuasan kerja terhadap rekan kerja menempati rata-rata tertinggi dengan nilai 4,09 dengan nilai Baik. Sedangkan pernyataan tentang

kepuasan kerja terhadap pekerjaan yang dilaksanakan karyawan saat ini menempati urutan terendah dengan nilai 3,29 dengan nilai cukup baik Dari hasil tersebut diatas memperlihatkan bahwa karyawan BBPOM di Denpasar merasa puas dan senang bekerja dengan rekan-rekan kerjanya yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan. Dalam penelitian ini kepuasan kerja terhadap pekerjaan yang menempati urutan terendah, yang memberi arti bahwa dalam bekerja karyawan merasa tidak puas yang disebabkan oleh karena pimpinan belum menghargai pekerjaan yang telah dilakukan selama bertugas sebagai karyawan BBPOM di Denpasar, disamping pembagian kerja yang dirasakan karyawan belum cukup adil.

c) Komitmen Organisasional

Komitmen organisasional dalam penelitian ini diukur dengan enam pernyataan yang berhubungan dengan komitmen organisasional karyawan Balai Besar POM di Denpasar. Dengan memperhatikan Tabel 5.4 dapat dijelaskan bahwa pernyataan tentang komitmen organisasional pada dimensi komitmen afektif karyawan menempati rata-rata tertinggi dengan nilai 4,05 yang berarti sebagian besar karyawan menyatakan kesediaannya untuk mengadikan ilmu dan kemampuan yang dimilikinya serta mempercayai bahwa menjadi karyawan BBPOM di Denpasar adalah keputusan yang sangat tepat. Sedangkan pernyataan tentang dimensi komitmen normatif menempati urutan terendah yaitu 3,83 yang berarti bahwa sebagian responden akan mempertimbangkan kemungkinan untuk pindah ke tempat lain bilamana ada peluang yang lebih besar dan mengabdi di BBPOM di Denpasar adalah sesuatu yang sudah normatif.

Hasil deskriptif rata-rata jawaban responden terhadap dimensi komitmen organisasional disajikan pada Tabel 5.4 di bawah ini.

Tabel 5.4 Analisis Deskriptif Komitmen Organisasional

No Dimensi/Pernyataan Skala Jm

l

6. Loyalitas ditandai dengan pencapaian target kerja diatas standar.

0 7 14 45 30 96 386 4,02

Komitmen Organisasional 3,95 0,66

Sumber: Lampiran 7

d) Organisasional Citizenship Behavior (OCB)

OCB dalam penelitian ini diukur dengan sepuluh 10 pernyataan yang berhubungan dengan tingkat perilaku ekstra peran yang dimiliki karyawan.

Dengan memperhatikan Tabel 5.5 dapat dijelaskan bahwa pernyataan tentang Altruisme menempati rata-rata tertinggi dengan nilai 4,54 yang berarti sebagian besar karyawan mempersepsikan altruisme sebagai nilai yang senang mementingkan orang lain seperti memberikan bantuan kepada rekan kerja dalam situasi yang tidak biasa dan memiliki sifat yang mudah untuk bekerja sama.

Sedangkan pernyataan tentang dimensi courtesy menempati urutan terendah yaitu 4,19 yang berarti bahwa sebahagian kecil responden mempersepsikan nilai courtesy sebagai sikap yang dimilikinya untuk saling menghormati diantara sesama karyawan dan mau menjaga citra organisasi. Hasil deskriptif jawaban responden disajikan pada Tabel 5.5 di bawah ini.

Tabel 5.5 Analisis Deskriptif OCB

No. Indikator/Pernyataan Skala Jml Jml.

Skor 1). Kritik terhadap organisasi,

dirasakan sebagai sebagai kritik terhadap pribadi 3). Mampu menyelesaikan tugas

sebelum batas waktu yang

10) Cenderung membesar-besarkan masalah yang terjadi.

0 2 15 25 54 96 419 4,36

OCB 4,42 0,68

Sumber: Lampiran 7

5.4 Confirmatory Factor Analysis (CFA)

Penggunaan analisis faktor/confirmatory factor analysis digunakan untuk melihat besarnya loading factor dari masing-masing indikator yang dapat dilihat pada tabel Component Matrix. Hal tersebut menjelaskan korelasi antara satu variabel dengan faktor yang terbentuk dan memeberikan informasi mengenai

dimensi yang paling dominan terhadap variabel yang digunakan. Hasil seperti yang disajikan pada 5.6 Tabel di bawah ini.

Tabel 5.6 Nilai Loading Factor

No Dimensi Loading Factor

Kesesuaian nilai individu dan nilai organisasi

4 Penyelia/pimpinan 0,925

5 Pekerjaan 0,891

Komitmen Organisasional 0,838

1 Komitmen Afektif 0,870

2 Komitmen Normatif 0,940

3 Komitmen Kontinuan 0,917

O C B 0,976 dimensi Responsif sebesar 0,959 dan loading faktor terendah yaitu dimensi inovatif dengan nilai 0,884. Hal ini berarti bahwa secara konseptual nilai responsif merupakan nilai tertinggi yang dijunjung oleh karyawan dalam melaksanakan tugas/mengatasi permasalahan, dan rendahnya nilai Inovatif secara konseptual berarti bahwa karyawan masih belum optimal berinovasi terutama dalam bidang tekhnologi terkini. Sedangkan Nilai loading faktor kepuasan kerja yaitu sebesar

0,878 dengan nilai tertinggi pada indikator promosi sebesar 0,958 dan indikator terendah pada Imbalan/gaji. Hasil ini dimungkinkan disebabkan karena secara konseptual responden menilai bahwa promosi merupakan hal terpenting dalam menentukan kepuasan kerja sedangkan sebaliknya imbalan/gaji merupakan faktor yang tidak terlalu berpengaruh dalam menentukan kepuasan kerja.

Komitmen organisasional memiliki loading faktor yaitu sebesar 0,838, dengan nilai loading faktor tertinggi yaitu pada komitmen normatif dengan nilai loading faktor sebesar 0,940 dan nilai loading faktor terkecil yaitu pada dimensi komitmen afektif sebesar 0,870. Hal ini berarti secara konseptual sebagian besar responden menilai bahwa kesetiaan dan tetap bertahan menjadi anggota organisasi karena kewajiban, dan sebagian kecil responden menilai bahwa memiliki rasa kebanggaan menjadi karyawan Balai Besar POM di Denpasar yang didasari dari keinginan diri sendiri dan kesediaan melakukan pekerjaan tanpa disertai dengan imbalan merupakan hal yang kurang penting. Sedangkan loading factor OCB sebesar 0,976 dengan nilai loading faktor dimensi tertinggi yaitu Altruisme sebesar 0,974 dan loading faktor terendah yaitu courtesy dengan nilai 0,957. Hal ini berarti bahwa secara konseptual nilai yang terkandung pada dimensi Altruisme BBPOM di Denpasar yaitu sebagian besar karyawan memiliki sifat mementingkan orang lain seperti memberikan bantuan kepada rekan kerja dalam situasi yang tidak biasa dan memiliki sifat yang mudah untuk bekerja sama.

Sedangkan untuk dimensi courtesy yang berarti bahwa sebahagian kecil responden masih belum bersikap untuk saling menghormati diantara sesama karyawan dan mau menjaga citra organisasi

Dokumen terkait