BAB IV DESKRIPSI DATA DAN UJI HIPOTESIS
C. Analisis Deskripsi Data Hasil Penelitian
Data primer yang dijadikan dasar deskripsi hasil penelitian kuantitatif ini adalah skor kepuasan orang tua (Y), sistem informasi manajemen pendidikan (XI), dan kompetensi sosial guru (X2) yang diperoleh dari angket dengan skala (Rating Scale) 1 sampai dengan 5.
Data tersebut, diolah dengan menggunakan perangkat lunak SPSS (Statistical Package for the Social Science). Seiring dengan
perkembangan zaman maka tujuan awal diciptakan SPSS sedikit bergeser. Awalnya, SPSS diciptakan untuk proses mengolah data dalam bidang ilmu sosial. Namun, sekarang fungsi SPSS sudah diperluas untuk melayani berbagai jenis user seperti untuk proses produksi pabrik, riset ilmu science, dan lainnya. Oleh karena itu, kepanjangan SPSS pun berubah menjadi (Statistical Product and Service Solutions) dan Microsoft Excell 2010.
SPSS untuk menyajikan statistik deskriptif, sehingga dapat diketahui beberapa data deskriptif antara lain: jumlah responden (N), harga rata-rata (mean), rata-rata kesalahan standar (Standard Error of Mean), median atau nilai tengah, modus (mode) atau nilai yang sering muncul, simpang baku (Standard Deviation), varians (Variance), rentang (range), skor terendah (minimum scor), skor tertinggi (maksimum scor), jumlah skor (sum), banyaknya kelas interval dan panjang kelas interval.
1. Kepuasan Orang Tua (Y)
Data primer variabel kepuasan orang tua (Y) merupakan data yang diperoleh melalui angket (quesioner) yang terdiri dari 30 item pernyataan dengan skala penilaian 1 sampai dengan 5, sehingga rentang skor minimal ke skor maksimal atau rentang skor teoritik adalah 30 sampai dengan 150. Adapun data deskriptif untuk variabel kepuasan orang tua (Y) yang diperoleh dari hasil penelitian adalah sebagai berikut:
Tabel 4.4
Data Deskriptif Kepuasan Orang Tua (Y)
No. Aspek Data Y
1. Jumlah Responden (N) Valid Missing
133 0
2. Rata-rata (mean) 122,88
3. Rata-rata kesalahan standar (Std. Error
of Mean) 1,308
4. Median (Nilai tengh) 121,00
5. Modus (mode) 120
6. Simpang baku (Std. Deviation) 15,088 7. Varian (rata-rata kelompok) 227,652
8. Rentang (range) 72
9. Skor Minimum (skor terkecil) 78 10. Skor Maksimum (skor terbesar) 150
11. Sum (jumlah) 16343
Berdasarkan tabel 4.4 di atas, maka terlihat skor rata-rata 122,88 dan modus 120 yang jaraknya tidak jauh berbeda.
Tampilan lengkap perolehan skor variabel kepuasan orang tua dalam penyajian berbentuk tabel distribusi frekuensi dan gambar histogram adalah sebagai berikut:
Tabel 4.5
Distribusi Frekuensi Skor Kepuasan Orang Tua (Y)
Kelas Interval Frekuensi (Fi)
Frekuensi Prosentase
(%)
Komulatif Prosentase
(%)
78-86 2 1,5 1,5
87-95 6 4,5 6,0
96-104 4 3,0 9,0
105-113 17 12,8 21,8
114-122 42 31,6 53,4
123-131 23 17,3 70,7
132-140 21 15,8 86,5
141-149 14 10,5 97
150-158 4 3,0 100
Jumlah 133 100
Berdasarkan tabel 4.5 di atas, bahwa skor tertinggi frekuensi berada pada kelas interval ke-5 sebesar 31,6% yaitu pada rentang skor 114 - 122 dengan jumlah orang tua yang memiliki skor frekuensi kepuasan rata-rata 122,88 sebanyak 42 orang (31,6%), sedangkan yang berada di atas skor rata-rata sebanyak 62 orang (46,6%) dan di bawah skor rata-rata sebanyak 29 orang (21,8%). Hal ini berarti bahwa jumlah orang tua yang memiliki prosentase skor kepuasan rata-rata dan di atas rata-rata menunjukkan
2 6 4
17 42
23 21
14
4 0
5 10 15 20 25 30 35 40 45
1 113,5 104,5
86,5 95,5 122,5 149,5
77,5 131,5 140,5
posisi yang lebih tinggi yaitu sebesar 78,2%, yang berarti bahwa kepuasan orang tua relatif baik/efektif
Adapun distribusi skor variabel kepuasan orang tua (Y) dapat disajikan pada gambar histogram sebagai berikut:
Gambar 4.1
Gambar Histogram Variabel Kepuasan Orang Tua (Y)
Berdasarkan deskripsi statistik data dan gambar 4.1 di atas, diketahui bahwa skor yang paling sering muncul (modus) adalah 120 yang lebih rendah dari skor rata-rata (mean) yaitu sebesar 122,88. Hal ini menunjukkan bahwa skor variabel kepuasan orang tua berdistribusi normal karena jaraknya tidak terlalu jauh.
Variabel kepusan orang tua memiliki rentang skor teoritik 30 sampai dengan 150, dengan skor tengah (median) 90. Sedangkan rentang skor empirik antara 78 sampai dengan 150, dengan skor skor tengah (median) empirik 121, yang berarti distribusi sebaran skor empirik berada di atas daerah skor median teoritik, sebagaimana terlihat pada gambar sebagai berikut:
Rentang Skor Empirik
121 150 78
90
Rentang Skor Teoritik
30 150
78
Gambar 4.2
Posisi Skor Empirik Terhadap Skor Teoritik Variabel Kinerja Guru (Y)
Berdasarkan gambar 4.2 di atas, menunjukkan kepuasan orang tua SD Islam al Azhar 2 Pasar Minggu berada pada kategori baik.
2. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (X1)
Data primer variabel sistem informasi manajemen pendidikan (X1) merupakan data yang diperoleh melalui angket (quesioner) yang terdiri dari 30 item pernyataan dengan skala penilaian 1 sampai dengan 5, sehingga rentang skor minimal ke skor maksimal atau rentang skor teoritik adalah 30 sampai dengan 150. Adapun data deskriptif untuk variabel sistem informasi manajemen pendidikan (X1) yang diperoleh dari hasil penelitian adalah sebagai berikut:
Tabel 4.6
Data Deskriptif Variabel
Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (X1)
No. Aspek Data Y
1. Jumlah Responden (N) Valid Missing
133 0
2. Rata-rata (mean) 112,62
3. Rata-rata kesalahan standar (Std. Error of Mean) 1,547
4. Median (Nilai tengh) 113,00
5. Modus (mode) 117
6. Simpang baku (Std. Deviation) 17,840
7. Varian (rata-rata kelompok) 318,282
8. Rentang (range) 86
9. Skor Minimum (skor terkecil) 64
10. Skor Maksimum (skor terbesar) 150
11. Sum (jumlah) 14979
Berdasarkan tabel 4.6 di atas, maka terlihat skor rata-rata 112,62 dan modus 117 yang jaraknya tidak jauh berbeda.
Tampilan lengkap perolehan skor variabel sistem informasi
manajemen pendidikan dalam penyajian berbentuk tabel distribusi frekuensi dan gambar histogram adalah se bagai berikut:
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi
Skor Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (X1)
Kelas Interval Frekuensi (Fi)
Frekuensi Prosentase (%)
Komulatif Prosentase
(%)
64-74 2 1.5 1,5
75-85 4 3.0 4,5
86-96 23 17.3 21,8
97-107 21 15.8 37,6
108-118 38 28.6 66,2
119-129 24 18.0 84,2
130-140 9 6.8 91
141-151 12 9.0 100
Jumlah 133 100
Berdasarkan tabel 4.7 di atas, bahwa skor tertinggi frekuensi berada pada kelas interval ke-5 sebesar 28,6% yaitu pada rentang skor 108-118, dengan jumlah sistem informasi manajemen pendidikan yang memiliki skor frekuensi rata-rata (112.62) sebanyak 38 orang (28,6%), sedangkan yang berada di atas skor rata-rata sebanyak 45 orang (33,8%) dan di bawah skor rata-rata sebanyak 50 orang (37,6%). Hal ini berarti bahwa jumlah sistem informasi manajemen pendidikan yang memiliki prosentase skor rata-rata dan di atas rata-rata-rata-rata menunjukkan posisi yang lebih tinggi yaitu sebesar 62,4%, yang berarti bahwa sistem informasi manajemen pendidikan di SD Islam al Azhar 2 Pasar Minggu, relatif tergolong efektif atau baik.
Adapun distribusi skor variabel sistem informasi manajemen pendidikan (X1) dapat disajikan pada gambar histogram sebagai berikut:
2 4
23 21
38
24
9
12
0 5 10 15 20 25 30 35 40
107,51 85,5 96,5
74,5 118,5
63,5 129,5 140,5
Gambar 4.3
Gambar Histogram Variabel Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (X1)
Berdasarkan deskripsi statistik data dan gambar 4.3 di atas, diketahui bahwa skor yang paling sering muncul (modus) adalah 117 yang lebih tinggi dari skor rata-rata (mean) yaitu sebesar 112,62. Hal ini menunjukkan bahwa skor variabel sistem informasi manajemen pendidikan memiliki kecenderungan sebaran yang cukup tinggi.
Variabel kinerja guru memiliki rentang skor teoritik 30 sampai dengan 150, dengan skor tengah (median) 90. Sedangkan rentang skor empirik antara 64 sampai dengan 150, dengan skor skor tengah (median) empirik 113, yang berarti distribusi sebaran skor empirik berada di atas daerah skor median teoritik, sebagaimana terlihat pada gambar sebagai berikut:
Gambar 4.4
Posisi Skor Empirik Terhadap Skor Teoritik Variabel Kinerja Guru (Y)
Rentang Skor Empirik
150
90
Rentang Skor Teoritik
30 150
113 64
Berdasarkan gambar 4.4 di atas, menunjukkan bahwa sistem informasi manajemen pendidikan di SD Islam al Azhar 2 Pasar Minggu berada pada kategori baik.
3. Kompetensi Sosial Guru (X2)
Data primer variabel kompetensi sosial guru (X2) merupakan data yang diperoleh melalui angket (quesioner) yang terdiri dari 30 item pernyataan dengan skala penilaian 1 sampai dengan 5, sehingga rentang skor minimal ke skor maksimal atau rentang skor teoritik adalah 30 sampai dengan 150. Adapun data deskriptif untuk variabel kompetensi sosial guru (X2) yang diperoleh dari hasil penelitian adalah sebagai berikut:
Tabel 4.8
Data Deskriptif Variabel Kompetensi Sosial Guru (X2)
No. Aspek Data Y
1. Jumlah Responden (N) Valid Missing
133 0
2. Rata-rata (mean) 130,02
3. Rata-rata kesalahan standar (Std. Error of
Mean) 1,221
4. Median (Nilai tengah) 132,00
5. Modus (mode) 150
6. Simpang baku (Std. Deviation) 14,086 7. Varian (rata-rata kelompok) 198,424
8. Rentang (range) 60
9. Skor Minimum (skor terkecil) 90
10. Skor Maksimum (skor terbesar) 150
11. Sum (jumlah) 17292
Berdasarkan tabel 4.8 di atas, maka terlihat skor rata-rata 130,02 dan modus 150 yang jaraknya cukup jauh berbeda.
Tampilan lengkap perolehan skor variabel kinerja guru dalam penyajian berbentuk tabel distribusi frekuensi dan gambar histogram adalah sebagai berikut:
Tabel 4.9
Distribusi Frekuensi Skor Kompetensi Sosial Guru (X2)
Kelas Interval Frekuensi (Fi)
Frekuensi Prosentase (%)
Komulatif Prosentase
(%)
90-97 5 3.8 3,8
98-105 3 2.3 6,1
106-113 8 6.0 12,1
114-121 24 18.0 30,1
122-129 21 15.8 45,9
130-137 28 21.1 67
138-146 25 18.8 85,8
147-154 19 14.2 100
Jumlah 133 100
Berdasarkan tabel 4.9 di atas, bahwa skor tertinggi frekuensi berada pada kelas interval ke-6 sebesar 21,1% yaitu pada rentang skor 130-137, dengan jumlah guru yang memiliki skor frekuensi kompetensi sosial rata-rata (130,02) sebanyak 28 orang (21,1%), sedangkan yang berada di atas skor rata-rata sebanyak 44 orang (33%) dan di bawah skor rata-rata sebanyak 61 orang (45,9%). Hal ini berarti bahwa jumlah kompetensi sosial guru yang memiliki prosentase skor rata-rata dan di atas rata-rata menunjukkan posisi yang lebih tinggi yaitu sebesar 54,1%, yang berarti bahwa kompetensi sosial guru di SD Islam al Azhar 2 Pasar Minggu, relatif tergolong efektif atau baik.
Adapun distribusi skor variabel kompetensi sosial guru (X2) dapat disajikan pada gambar histogram sebagai berikut:
5 3
8
24 21
28
25
19
0 5 10 15 20 25 30
1 121,5 113,5 105,5
97,5 129,5
89,5 137,5 146,5
Gambar 4.5
Gambar Histogram Kompetensi Sosial Guru (X2)
Berdasarkan deskripsi statistik data dan gambar 4.5 di atas, diketahui bahwa skor yang paling sering muncul (modus) adalah 150 yang lebih tinggi dari skor rata-rata (mean) yaitu sebesar 130,02. Hal ini menunjukkan bahwa skor variabel kompetensi sosial guru memiliki kecenderungan sebaran yang tinggi.
Variabel kinerja guru memiliki rentang skor teoritik 30 sampai dengan 150, dengan skor tengah (median) 90. Sedangkan rentang skor empirik antara 90 sampai dengan 150, dengan skor skor tengah (median) empirik 132, yang berarti distribusi sebaran skor empirik berada di atas daerah skor median teoritik, sebagaimana terlihat pada gambar sebagai berikut:
Gambar 4.6
Posisi Skor Empirik Terhadap Skor Teoritik Variabel Kompetensi Sosial Guru (X2)
90
30 150
Rentang Skor Empirik
150
Rentang Skor Teoritik
132 90
Berdasarkan gambar 4.6 di atas, menunjukkan bahwa kompetensi sosial guru di SD Islam al Azhar 2 Pasar Minggu berada pada kategori baik.