HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
IV.1. Hasil Penelitian 1. Profil Perusahaan
IV.1.3. Analisis Deskripsi Variabel
Pada penelitian ini hipotesis pertama yang diamati adalah: variable bebas (X1) Budaya Organisasi dan Etos Kerja (X2) dan yang menjadi variable terikat (Y) adalah Prestasi Kerja. Dalam hipotesis kedua yang menjadi variable bebas yaitu: sikap (X1) dan lingkungan internal (X2), sedangkan yang menjadi variable terikati adalah etos kerja (Y).
IV.1.3.1. Penjelasan responden atas variabel budaya organisasi, etos kerja dan prestasi kerja
Tanggapan responden terhadap kuisioner yang diberikan adalah untuk mengetahui pengaruh Budaya Organisasi dan Etos Kerja terhadap Prestasi Kerja Karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Medan. Agar terlihat lebih sistematis berikut ini disajikan data-data yang telah dikumpulkan ke dalam distribusi frekuensi. Distribusi frekuensi merupakan penyajian data skor ke dalam bentuk Tabel IV.7. Adapun bentuk frekuensi jawaban responden terdapat pada Tabel IV.7 berikut:
Tabel IV.7. Distribusi Frekuensi Budaya Organisasi, Etos Kerja dan Prestasi Kerja
Tanggapan Responden
Sangat Setuju
Sekali Sangat Setuju Setuju
Kurang Setuju Tidak Setuju Item No. F % F % F % F % F % Q1 15 20 % 29 38.7% 13 17.3% 29 38.7% 5 6.7% Q2 18 24% 40 53.3% 7 9.3% 8 10.7% 2 2.7% Q3 8 10.7% 40 53.3% 18 24% 8 10.7% 1 1.3% Q4 22 29.3% 30 40% 12 16% 7 9.3% 4 5.3% Q5 3 4% 52 69.3% 13 17.3% 6 8% 1 1.3% Q6 6 8% 43 57.3% 7 9.3% 15 20% 4 5.3% Q7 1 1.3% 42 56% 17 22.7% 11 14.7% 4 5.3% Q8 9 12% 39 52% 10 13.3% 10 13.3% 7 9.3% Q9 5 6.7% 47 62.7% 12 16% 6 8% 5 6.7% Q10 2 2.7% 48 64% 7 9.3% 14 18.7% 4 5.3% Q11 1 1.3% 40 53.3% 13 17.3% 20 26.7% 1 1.3% Q12 5 6.7% 41 54.7% 9 12% 17 22.7% 3 4% Q13 2 2.7% 47 62.7% 8 10.7% 14 18.7% 4 5.3% Q14 7 9.3% 35 46.7% 11 14.7% 15 20% 7 9.3% Q15 6 8% 45 60% 7 9.3% 13 17.3% 4 5.3% Q16 5 6.7% 38 50.7% 15 20% 16 21.3% 1 1.3% Q17 11 14.7% 36 48% 9 12% 16 21.3% 3 4% Q18 4 5.3% 47 62.7% 8 10.7% 13 17.3% 3 4%
Berdasarkan Tabel IV.7 diatas dimana pertanyaan yang berkaitan dengan Budaya Organisasi(X1) dimana jawaban reponden tertinggi menjawab sangat setuju pada pertanyaan yang ke 1 (satu) mengenai kebanggaan bekerja di PDAM dimana jawaban tertinggi menunjukkan jawaban sangat setuju (4) sebesar 38,7 % dan yang terendah adalah 5 % menyatakan sangat tidak setuju. Untuk pertanyaan ke 2 (dua) berkaitan dengan keteladanan atasan menjadi contoh kayawan dalam bekerja menunjukkan jawaban sangat setuju (4) sebesar 53,3 % dan yang terendah adalah 2,7 % menyatakan sangat tidak setuju (1). Pertanyaan ke 3 (tiga) yang berkaitan dengan pernyataan tentang pengakuan profesionalisme di lingkungan kerja menunjukkan tertinggi 53.3% menyatakan setuju (4) dan 5.3 % menyatakan tidak setuju.
Pertanyaan ke 4 (empat) mengenai penilaian prestasi didasarkan pada kemampuan dan keahlian menunjukkan nilai tertinggi dengan intensitas sangat setuju (4) sebesar 40 % dan menyatakan tidak setuju sebesar 5.3 %. Pertanyaan ke 5 (lima) mengenai penghargaan bagi karyawan yang berprestasi menunjukkan jawaban sangat setuju (69.3%) dan terendah untuk jawaban tidak setuju sebesar 1.3 %.
Pertanyaan yang berkaitan dengan Etos Kerja (X2) menyatakan untuk pertanyaan ke 6 (enam) berbunyi bekerja di perusahaan ini merupakan rahmat yang maha kuasa dengan jawaban reponden menyatakan sangat setuju (4) sebanyak 57,3 % dan terendah menjawab sangat setuju sekali (5) sebanyak 1.3 %. Pertanyaan ke 7 (tujuh) berbunyi jabatan dan kedudukan merupakan amanah yang harus dijaga dan dikerjakan dengan sepenuh hati dengan intensitas jawaban sangat setuju sebanyak 52
% dan jawaban terendah menyatakan sangat setuju sekali sebanyak 1.3 %. Pertanyaan ke 8 (delapan) berkaitan dengan pernyataan bekerja di perusahaan ini adalah panggilan hidup menyatakan sangat setuju (4) sebanyak 52 % dan terendah tidak setuju (1) sebesar 9.3 %. Pertanyaan ke 9 (sembilan) yang menyatakan bekerja dengan tekun dan sungguh-sungguh serta kreatif dengan jawaban sangat setuju (4) sebanyak 62,7 % dan terendah tidak setuju sebanyak 6.7 %. Pertanyaan ke 10 (sepuluh) yang berkaitan dengan pernyataan bekerja adalah ibadah, melalui pekerjaan tumbuh menjadi manusia yang mempunyai kualitas kepribadian, berkarakter dan bekerja penuh keikhlasan. Jawaban reponden tertinggi adalah sangat setuju (64 %) dan terendah sangat setuju sekali (1) sebesar 2.7 %. Pertanyaan ke 11 (sebelas) yang berkaitan dengan pernyataan lingkungan kerja membuat bersemangat dan termotivasi dalam bekerja sehingga kreativitas muncul dimana jawaban reponden tertinggi adalah sangat setuju (53.3%) dan terendah adalah sangat setuju sekali dan kurang setuju (1) sebesar 1.3 %. Pertanyaan ke 12 (dua belas) yang berkaitan dengan pernyataan dengan prestasi yang tinggi akan menjadi manusia yang terhormat di mata rekan kerja, dimana jawaban reponden tertinggi adalah sangat setuju (54.7%) dan terendah adalah tidak setuju (1) sebesar 4 %. Pertanyaan ke 13 (tiga belas) yang berkaitan dengan pernyataan dengan melayani didalam dan melalui pekerjaan maka harkat profesi bertambah mulia, dimana jawaban responden tertinggi menjawab sangat setuju sebesar 62.7 % dan terendah adalah sangat setuju sekali 2.7 %.
Pertanyaan yang berkaitan dengan variabel dependen yaitu Prestasi Kerja (Y) pada pertanyaan ke 14 (keempat belas) menyatakan keberhasilan dalam mengerjakan tugas yang diberikan merupakan penilaian penting bagi penilaian prestasi. Jawaban responden tertinggi yaitu menyatakan sangat setuju sebesar 46,7 % dan terendah sebesar 5.3 % yaitu pernyataan sangat setuju sekali dan tidak setuju sebesar 9.3 %. Pertanyaan ke 15 (lima belas) berkaitan dengan perusahaan akan memberikan pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan kompetensi menjawab sangat setuju sebanyak 60 % dan terendah sebesar 5.3 % menjawab tidak setuju. Pertanyaan ke 16 (enam belas) berkaitan dengan kompetensi dan keahlian merupakan faktor penting dalam pengembangan karir, dimana reponden terbanyak menjawab sangat setuju sebanyak 50,7 % dan terendah sebanyak 1,3 % menjawab tidak setuju. Untuk pertanyaan ke 17 (tujuh belas) berkaitan dengan pimpinan dapat menerima saran dan ide dari bawahan, dimana reponden terbanyak menjawab sangat setuju sebesar 48 % dan terendah sebanyak 3 %. Pertanyaan ke 18 (delapan belas) berkaitan dengan gagasan dan ide kreatif serta perilaku inovatif sangat dihargai oleh perusahaan dimana responden terbanyak menjawab intensitas sangat setuju sebanyak 62.7 % dan terendah tidak setuju sebanyak 4 %.
IV.1.3.2. Penjelasan responden atas variabel sikap dan lingkungan internal
Tanggapan responden terhadap kuisioner yang diberikan adalah untuk mengetahui pengaruh Sikap dan Lingkungan kerja terhadap Etos Kerja Karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Medan. Agar terlihat lebih
sistematis berikut ini disajikan data-data yang telah dikumpulkan ke dalam distribusi frekuensi tetapi khusus untuk etos kerja tidak ditampilkan lagi karena sudah ditampilkan pada persamaan regresi pertama. Distribusi frekuensi merupakan penyajian data skor ke dalam bentuk Tabel IV.8. Adapun bentuk frekuensi jawaban responden terdapat pada Tabel IV.8 berikut :
Tabel IV.8. Distribusi Frekuensi Sikap dan Lingkungan Kerja
Tanggapan Responden
Sangat Setuju Sekali
Sangat
Setuju Setuju Kurang Setuju
Tidak Setuju Item No. F % F % F % F % F % Q1 6 8 43 57,3 7 9,3 15 20 4 5,3 Q2 1 1,3 41 54,7 15 20 14 18,7 4 5,3 Q3 4 5,3 43 57,3 8 10,7 13 17,3 7 9,3 Q4 4 5,3 42 56 20 26,7 6 8 3 4 Q5 5 6,7 46 61,3 8 10,7 13 17,3 3 4 Q6 0 0 37 49,3 15 20 20 26,7 3 4 Q7 2 2,7 47 62,7 8 10,7 15 20 3 4 Q8 1 1,3 42 56 17 22,7 11 14,7 4 5,3 Q9 9 12 39 52 10 13,3 10 13,3 7 6.7% Q10 5 6,7 47 62,7 12 16 6 8 5 6,7 Q11 5 6,7 47 62,7 12 16 6 8 5 6,7 Q12 14 18,7 29 38,7 14 18,7 14 18,7 4 5,3 Q13 12 16 40 53,3 11 14,7 9 12 3 4 Q14 7 9,3 41 54,7 18 24 7 9,3 2 2,7 Q15 18 24 34 45,3 9 12 9 12 5 6,7 Q16 1 1,3 43 57,3 16 21,3 13 17,3 2 2,7
Sumber: Hasil Olah Data SPSS (Lampiran 3)
Berdasarkan Tabel IV.8 diatas dimana pertanyaan yang berkaitan dengan Pengendalian Sikap (X1) dimana jawaban reponden tertinggi menjawab sangat setuju sekali pada pertanyaan yang ke 1 (satu) mengenai 1. Kehormatan sebagai sesuatu layak diterima dimana jawaban tertinggi menunjukkan jawaban sangat setuju (4) sebesar 57,3 % dan yang terendah adalah 5,3 % menyatakan tidak setuju. Untuk
pertanyaan ke 2 (dua) berkaitan dengan yang terjadi adalah hasil perbuatan sendiri menunjukkan jawaban sangat setuju (4) sebesar 54,7 % dan yang terendah adalah 1,3 % menyatakan sangat setuju sekali (5). Pertanyaan ke 3 (tiga) yang berkaitan dengan pernyataan tentang tidak ada kaitannya dengan keberuntungan menunjukkan tertinggi 57.3% menyatakan sangat setuju (4) dan 5.3 % menyatakan sangat setuju sekali. Pertanyaan ke 4 (empat) mengenai penempatan jabatan ditentukan oleh kemampuannya menunjukkan nilai tertinggi sangat setuju (4) sebesar 56 % dan menyatakan tidak setuju sebesar 4 %. Pertanyaan ke 5 (lima) mengenai tidak beruntung akibat perbuatannya sendiri menunjukkan jawaban sangat setuju (61.3%) dan terendah untuk jawaban tidak setuju sebesar 4 %. Pertanyaan ke 6 (enam) mengenai membuat perencanaan menunjukkan jawaban sangat setuju (49.3%) dan terendah untuk jawaban sangat setuju sekali sebesar 0 %. Pertanyaan ke 7 (tujuh) mengenai pengakuan kesalahan menunjukkan jawaban sangat setuju (62,7%) dan terendah untuk jawaban sangat setuju sekali sebesar 2,7 %. Pertanyaan ke 8 (delapan) mengenai hasil kerja yang berharga sering diabaikan menunjukkan jawaban sangat setuju (56%) dan terendah untuk jawaban sangat setuju sekali sebesar 1,3 %. Pertanyaan ke 9 (sembilan) mengenai merasa tidak memiliki cukup kendali untuk mengarahkan tujuan hidup menunjukkan jawaban sangat setuju (39%) dan terendah untuk jawaban sangat setuju sekali sebesar 6,7 %. Pertanyaan ke 10 (sepuluh) mengenai membuat perencanaan ke depan adalah hal yang bagus menunjukkan jawaban sangat setuju (62,7%) dan terendah untuk jawaban tidak setuju sebesar 6,7
%. Pertanyaan ke 11 (sebelas) mengenai hal terbaik adalah memperbaiki kesalahan menunjukkan jawaban sangat setuju (62,7%) dan terendah untuk jawaban tidak setuju sebesar 6,7 %.
Pertanyaan mengenai Lingkungan Kerja (X2) dimulai dari pertanyaan ke 12 (duabelas) mengenai hubungan kerja yang baik menunjukkan jawaban setuju (38,7%) dan terendah untuk jawaban tidak setuju sebesar 5,3 %. Pertanyaan ke 13 (tiga belas) mengenai ukuran dan tata letak menunjukkan jawaban sangat setuju (53,3%) dan terendah untuk jawaban tidak setuju sebesar 4 %. Pertanyaan ke 14 (empat belas) mengenai teknologi pendukung menunjukkan jawaban sangat setuju (54,7%) dan terendah untuk jawaban tidak setuju sebesar 2,7 %. Pertanyaan ke 15 (lima belas) mengenai perlengkapan menunjukkan jawaban sangat setuju (45,3%) dan terendah untuk jawaban tidak setuju sebesar 6,7 %. Pertanyaan ke 16 (enam belas) mengenai keamanan Kerja menunjukkan jawaban sangat setuju (57,3%) dan terendah untuk jawaban sangat setuju sekali sebesar 1,3 %.
IV.2. Pembahasan
IV.2.1. Pengujian Hipotesis Pertama
IV.2.1.1. Pengujian asumsi klasik hipotesis pertama
a. Pengujian Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk melihat apakah model regresi, variabel pengganggu atau residual berdistribusi normal. Untuk itu grafik histogram dan plot
data digunakan untuk melihat apakah residual terdistribusi normal. Hasil pengujian terdapat pada Gambar IV.2 berikut :
Regression Standardized Residual
6 4 2 0 -2 -4 Fre quency 25 20 15 10 5 0 Histogram
Dependent Variable: prestasi
Mean =4.35E-16 Std. Dev. =0.986
N =75
Gambar IV.2. Grafik Histogram Hipotesis Pertama
Dengan cara membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal, dari grafik di atas dapat disimpulkan bahwa distribusi data normal karena grafik histogram menunjukkan distribusi data mengikuti garis diagonal yang tidak menceng kiri maupun menceng kanan atau normal. Dalam hal ini berarti H0 diterima yang berarti data residual berdistribusi normal.
b. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan cara melihat grafik scatterplot
yang disajikan yang terdapat pada Gambar IV.3 dibawah, terlihat titik-titik menyebar secara acak tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi
heteroskedastisitas pada model regresi. Adapun bentuk grafik Scatterplot terdapat pada Gambar IV.3 berikut :
Gambar IV.3. Grafik Scatterplot Uji Heteroskedastisitas Hipotesis pertama c. Uji Multikolinearitas
Multikolinearitas merupakan fenomena adanya korelasi yang sempurna antara satu variabel bebas dengan variable bebas lain. Jika terjadi multikolinearitas , akan mengakibatkan timbulnya kesalahan standard penaksir dan probabilitas untuk menerima hipotesis yang salah semakin besar. Menurut Ghozali (2005) salah satu cara untuk mengetahui adanya multikolinearitas adalah dengan melakukan uji VIF
(Variance Inflation Factor) yaitu jika VIF tidak lebih dari 10 dan nilai Tolerance
tidak kurang dari 0,1 maka model dapat dikatakan terbebas dari multikolinearitas. Berdasarkan hasil pengolahan SPSS atas data yang diperoleh, dapat dilihat pada Tabel IV.9 berikut:
Tabel IV.9.Uji Multikolinearitas Hipotesis Pertama
Model Collinearity Statistics
Constant Tolerance VIF
Budaya Organisasi (X1) .792 1.262
Etos Kerja (X2) .792 1.262
Dependent Variabel : prestasi
Dari Tabel IV.9 tersebut diatas dapat dilihat bahwa nilai VIF untuk masing-masing variabel adalah < 10 dan tolerance value tidak kurang dari 0,1. Hal ini membuktikan bahwa model regresi yang digunakan dalam penelitian ini tidak terdapat gejala multikolinearitas (homoskedastisitas).
IV.2.1.2 Hasil uji hipotesis pertama
Hasil pengujian hipotesis yang berbunyi Budaya Organisasi dan Etos Kerja berpengaruh terhadap Prestasi Kerja Karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Medan simultan dan parsial dapat diterima. Pengujian goodness of fit dilakukan untuk menentukan kelayakan suatu model regresi. Untuk melihat kelayakan model tersebut dapat dilihat dari nilai R Square. Nilai R Square yang diperoleh dari hasil pengolahan data dapat dilihat pada Tabel IV.10. di bawah ini :
Tabel IV.10. Pengujian Goodness of Fit Hipotesis pertama
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. error Of Estimate
1 .766 .587 .575 2.23851
a Predictors: (Constant), lingkungan, sikap b Dependent Variable: etos kerja
Nilai R Square pada Tabel 4.10 diatas sebesar 0,587. Hal ini menunjukkan bahwa 58,7 % variabel Budaya Organisasi dan Etos Kerja berpengaruh terhadap Prestasi Kerja Karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Medan. Sedangkan sisanya sebesar 41,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan oleh model penelitian ini, misalnya kepuasan kerja, karena budaya organisasi, dan etos kerja yang baik akan meningkatkan kepuasan kerja sehingga prestasi kerja juga akan meningkat.
IV.2.1.3. Uji F (serempak) hipotesis pertama
Indikator signifikansi parameter koefesien R2 signifikan atau tidak maka dapat dilakukan pengujian dengan bantuan alat uji statistik metode Fisher (Uji F) dengan tingkat keyakinan (confident level) sebesar 95 %. Kriteria pengujian yang digunakan adalah apabila Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak; dan apabila Fhitung ≤ Ftabel maka Ho dapat diterima. Hal tersebut ditunjukkan dalam Tabel IV.11 dibawah ini:
Tabel IV.11. Hasil Uji F Hipotesis Pertama
Model Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 511.880 2 255.940 51.076 .000(a)
Residual 360.787 72 5.011
Total 872.667 74
a Predictors: (Constant), Etos Kerja, Budaya Organisasi b Dependent Variable: Prestasi
Sumber: Hasil Penelitian, 2009 (Data Diolah)
Dari Tabel IV.11 diperoleh nilai Fhitung sebesar 51,076 sedangkan Ftabel pada tingkat kepercayaan 95% ( = 0,05) adalah 5,60. Hal ini berarti bahwa nilai F >F (51,076 > 5,60). Hal ini memberikan arti bahwa variabel–variabel
independen yaitu Budaya Organisasi dan Etos Kerja berpengaruh signifikan terhadap Prestasi Kerja Karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Medan.
IV.2.1.4. Uji t (parsial) hipotesis pertama
Budaya Organisasi dan Etos Kerja berpengaruh terhadap Prestasi Kerja Karyawan tergambar pada hasil uji t dalam Tabel IV.12 berikut :
Tabel IV.12. Hasil Uji t Hipotesis Pertama
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
Model
B Std. Error Beta t Sig.
(Constant) -1.063 1.802 -.590 .557
Budaya Organisasi .343 .087 .335 3.939 .000
1
Etos Kerja .444 .068 .552 6.488 .000
a. Dependent Variable: Prestasi Sumber: Data diolah oytput SPSS
Hasil uji statistik tersebut menunjukkan bahwa thitung variabel Budaya Organisasi berpengaruh terhadap Prestasi Kerja Karyawan sebesar 3.939 sedangkan ttabel pada tingkat keyakinan 95 % adalah 1,992 (3.939 > 1,992). Karena thitung > ttabel maka H0 ditolak. Dengan demikian daerah penerimaan hipotesis berada diluar daerah penerimaan H0.
Selain itu thitung variabel Etos Kerja berpengaruh terhadap Prestasi Kerja Karyawan sebesar 6.488 sedangkan ttabel pada tingkat keyakinan 95 % adalah 1,992 (6.488 > 1,992). Karena thitung > ttabel maka H0 ditolak. Dengan demikian daerah penerimaan hipotesis berada diluar daerah penerimaan H0.
Dari Tabel IV.12 di atas maka coefficient model regresi pertama Y = -1.063 + 0.343 X1 +0.444 X2+ε
a. Nilai konstanta sebesar -1.063 artinya apabila nilai Budaya Organisasi dan Etos Kerja bernilai nol, maka nilai Prestasi Kerja Karyawan akan sebesar 1.063.
b. Koefisien regresi variabel Budaya Organisasi sebesar 0,343 bermakna jika variabel Budaya Organisasi meningkat 1 %, maka akan menaikkan satu satuan Prestasi Kerja Karyawan sebesar 0,343 % dengan asumsi variabel lainnya tetap atau sama dengan nol.
c. Koefisien regresi variabel Etos Kerja sebesar 0,444 bermakna jika variabel Etos Kerja meningkat 1 %, maka akan menaikkan satu satuan Prestasi Kerja Karyawan sebesar 0,444 % dengan asumsi variabel lainnya tetap atau sama dengan nol.