• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif adalah suatu metode analisis dimana data yang dikumpulkan dan digolongkan/dikelompokkan kemudian dianalisis dan diinterprestasikan secara objektif. Hasil estimasi variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Devi Sofiani Tarigan : Pengaruh Tingkat Inflasi, Suku Bunga,Dan Nilai Tukar Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia, 2009.

USU Repository © 2009

1. Deskripsi Tingkat Inflasi Setelah Dikaitkan dengan Interest Expense Pada

Perusahaan Perbankan yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun

2003-2006

Tabel 4.1 Tingkat Inflasi

Setelah Dikaitkan Dengan Interest Expense

Pada Perusahaan Perbankan yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2003-2006

(Dalam Juta Rupiah)

No Kode Emiten 2003 2004 2005 2006 Rata-rata 1 ANKB 5,207.73 3,223.37 8,056.46 14,923.20 7,852.69 2 BABP 17,816.62 12,769.87 27,295.94 55,173.00 28,263.86 3 BBIA 59,295.30 37,789.07 77,511.41 134,620.20 77,303.99 4 BBNP 7,390.37 5,544.84 15,339.69 32,868.98 15,285.97 5 BEKS 12,453.54 6,231.19 12,572.87 20,037.79 12,823.85 6 BNLI 144,320.36 87,679.72 181,378.39 346,859.26 190,056.43 7 BKSW 7,188.09 5,217.78 12,228.94 21,163.51 11,449.58 8 BSWD 2,812.08 2,054.10 5,293.18 10,670.40 5,207.44 9 INPC 1,069.29 661.57 56,495.71 120,962.68 44,797.31 10 LPBN 73,429.23 53,594.52 97,493.44 173,680.43 99,549.41 11 MAYA 14,877.70 4,868.05 20,532.41 43,537.25 20,953.85 12 NISP 74,747.31 51,265.90 123,270.37 217,995.49 116,819.77

Sumber : Hasil Penelitian, 2009 (data diolah)

Tabel 4.1 menunjukkan nilai variabel tingkat inflasi yang telah dikaitkan dengan Interest Expense pada masing-masing perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian yaitu tahun 2003 sampai dengan tahun 2006. Pada tabel ini dapat dilihat nilai inflasi mengalami fluktuasi kenaikan dan penurunan pada setiap tahun penelitian. Nilai tingkat inflasi ini diukur dengan mengalikan Interest Expense masing-masing bank dengan inflasi tahunan. Nilai rata-rata inflasi tertinggi dimiliki oleh PT. Bank Permata, Tbk (BNLI) yaitu sebesar

Devi Sofiani Tarigan : Pengaruh Tingkat Inflasi, Suku Bunga,Dan Nilai Tukar Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia, 2009.

USU Repository © 2009

190,056.43 juta rupiah. Sedangkan nilai rata-rata inflasi terendah dialami oleh PT. Bank Swadesi, Tbk (BSWD) yaitu sebesar 5,207.44 juta rupiah.

Tahun 2003, nilai tingkat inflasi tertinggi dimiliki oleh PT. Bank Permata, Tbk (BNLI) yaitu sebesar 144,320.36 juta rupiah, sedangkan nilai tingkat inflasi terendah dialami oleh PT. Bank Artha Graha Internasional, Tbk (INPC) yaitu sebesar 1,069.29 juta rupiah.

Tahun 2004, nilai tingkat inflasi tertinggi dimiliki oleh PT. Bank Permata, Tbk (BNLI) yaitu sebesar 87,679.72 juta rupiah, sedangkan nilai tingkat inflasi terendah dialami oleh PT. Bank Artha Graha Internasional, Tbk (INPC) yaitu sebesar 661.57 juta rupiah.

Tahun 2005, nilai tingkat inflasi tertinggi dimiliki oleh PT. Bank Permata, Tbk (BBNI) yaitu sebesar 181,378.39 juta rupiah, sedangkan nilai tingkat inflasi terendah dialami oleh PT. Bank Swadesi, Tbk (BSWD) yaitu sebesar 5,293.18 juta rupiah.

Tahun 2006, nilai tingkat inflasi tertinggi dimiliki oleh PT. Bank Permata, Tbk (BNLI) yaitu sebesar 346,859.26 juta rupiah, sedangkan nilai tingkat inflasi terendah dialami oleh PT. Bank Swadesi, Tbk (BSWD) yaitu sebesar 10,670.40 juta rupiah.

2. Deskripsi Suku Bunga Setelah Dikaitkan Dengan Loans Pada Perusahaan

Devi Sofiani Tarigan : Pengaruh Tingkat Inflasi, Suku Bunga,Dan Nilai Tukar Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia, 2009.

USU Repository © 2009

Tabel 4.2 Suku Bunga

Setelah Dikaitkan Dengan Loans

Pada Perusahaan Perbankan yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2003-2006

(Dalam Juta Rupiah)

No Kode Emiten 2003 2004 2005 2006 Rata-rata 1 ANKB 58,105.38 49,841.59 69,278.91 88,211.06 66,359.23 2 BABP 253,445.35 185,395.90 269,305.50 480,633.51 297,195.06 3 BBIA 535,738.11 574,111.46 906,320.41 1,216,045.33 808,053.83 4 BBNP 68,773.10 77,102.60 128,070.11 190,008.44 115,988.56 5 BEKS 125,212.33 80,227.99 93,225.44 100,299.76 99,741.38 6 BNLI 874,026.38 1,025,533.59 2,812,360.38 2,740,828.50 1,863,199.72 7 BKSW 49,753.57 52,441.51 72,579.13 152,049.58 81,705.95 8 BSWD 29,597.75 26,860.00 38,294.36 53,026.92 36,944.76 9 INPC 17,123.13 4,733.63 654,462.93 817,523.43 373,460.78 10 LPBN 409,627.16 370,921.45 684,522.94 1,391,094.10 714,041.41 11 MAYA 154,584.20 114,654.56 181,317.24 299,928.59 187,621.15 12 NISP 953,956.68 732,519.71 1,095,918.99 1,853,862.10 1,159,064.37

Sumber : Hasil Penelitian, 2009 (data diolah)

Tabel 4.2 menunjukkan nilai variabel suku bunga yang telah dikaitkan dengan

loans pada masing-masing perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek

Indonesia selama periode penelitian yaitu tahun 2003 sampai dengan 2006. Nilai suku bunga mengalami fluktuasi kenaikan dan penurunan pada setiap tahun penelitian. Nilai suku bunga ini diukur dengan mengalikan loans masing-masing bank dengan suku bunga tahunan.

Nilai rata-rata suku bunga tertingggi dimiliki oleh PT. Bank Permata, Tbk (BNLI) yaitu sebesar 1,863,199.72 juta rupiah. Sedangkan nilai rata-rata suku bunga terendah dialami oleh PT. Bank Swadwsi, Tbk (BSWD) yaitu sebesar 36,944.76 juta rupiah.

Devi Sofiani Tarigan : Pengaruh Tingkat Inflasi, Suku Bunga,Dan Nilai Tukar Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia, 2009.

USU Repository © 2009

Tahun 2003, nilai suku bunga tertinggi dimiliki oleh PT, Bank NISP, Tbk (NISP) yaitu sebesar 953,956.68 juta rupiah, sedangkan nilai suku bunga terendah dialami oleh PT. Bank Artha Graha Internasional, Tbk (INPC) yaitu sebesar 17,123.13 juta rupiah.

Tahun 2004, nilai suku bunga tertinggi dimiliki oleh PT, Bank Permata, Tbk (BNLI) yaitu sebesar 1,025,533.59 juta rupiah, sedangkan nilai suku bunga terendah dialami oleh PT. Bank Artha Graha Internasional, Tbk (INPC) yaitu sebesar 4,733.63 juta rupiah.

Tahun 2005, nilai suku bunga tertinggi dimiliki oleh PT, Bank Permata, Tbk (BNLI) yaitu sebesar 2,812,360.38 juta rupiah, sedangkan nilai suku bunga terendah dialami oleh PT. Bank Swadwsi, Tbk (BSWD) yaitu sebesar 38,294.36 juta rupiah.

Tahun 2006, nilai suku bunga tertinggi dimiliki oleh PT, Bank Permata, Tbk (BNLI) yaitu sebesar 2,740,878.50 juta rupiah, sedangkan nilai suku bunga terendah dialami oleh PT. Bank Swadesi, Tbk (BSWD) yaitu sebesar 53,026.92 juta rupiah.

3. Deskripsi Nilai Tukar Setelah Dikaitkan Dengan Other Operating Revenue

Pada Perusahaan Perbankan yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode

Tahun 2003-2006

Tabel 4.3 Nilai Tukar

Setelah Dikaitkan Dengan Other Operating Revenue

Pada Perusahaan Perbankan yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2003-2006

Devi Sofiani Tarigan : Pengaruh Tingkat Inflasi, Suku Bunga,Dan Nilai Tukar Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia, 2009.

USU Repository © 2009

No Kode Emiten 2003 2004 2005 2006 Rata-rata

1 ANKB 0.646 0.569 0.575 0.646 0.609 2 BABP 6.198 4.645 4.227 4.053 4.780 3 BBIA 15.217 12.537 15.831 17.196 15.195 4 BBNP 1.517 3.466 0.286 2.298 1.892 5 BEKS 1.898 1.597 0.993 0.933 1.355 6 BNLI 51.197 47.140 46.607 76.170 55.278 7 BKSW 2.059 1.749 1.875 2.422 2.026 8 BSWD 0.712 0.821 0.671 0.509 0.678 9 INPC 3.612 12.520 7.324 15.277 9.683 10 LPBN 91.368 69.936 66.588 96.451 81.086 11 MAYA 0.262 1.667 1.281 1.573 1.196 12 NISP 21.871 25.590 26.385 29.676 25.880

Sumber : Hasil Penelitian, 2009 (data diolah)

Tabel 4.3 menggambarkan niliai variabel nilai tukar yang telah dikaitkan dengan Other Operating Revenue pada masing-masing perusahaan perbankan yang

listing di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian yaitu tahun 2003 sampai

dengan 2006. Pada tabel ini dapat dilihat nilai tukar mengalami fluktuasi kenaikan dan penurunan pada setiap tahun penelitian. Nilai tukar ini diukur dengan perbandingan Other Operating Revenue masing-masing bank dan nilai tukar tahunan.

Nilai rata-rata nilai tukar tertingggi dimiliki oleh PT. Bank Lippo, Tbk (LPBN) yaitu sebesar 81.086 juta rupiah. Sedangkan nilai rata-rata suku bunga terendah dialami oleh PT. Bank Artha Niaga Kencana, Tbk (ANKB) yaitu sebesar 0.609 juta rupiah.

Tahun 2003, nilai tukar tertinggi dimiliki oleh PT, Bank Lippo, Tbk (LPBN) yaitu sebesar 91.368 juta rupiah, sedangkan nilai tukar terendah dialami oleh PT. BankMayapada, Tbk (MAYA) yaitu sebesar 0.262 juta rupiah.

Devi Sofiani Tarigan : Pengaruh Tingkat Inflasi, Suku Bunga,Dan Nilai Tukar Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia, 2009.

USU Repository © 2009

Tahun 2004, nilai tukar tertinggi dimiliki oleh PT, Bank Lippo, Tbk (LPBN) yaitu sebesar 69.936 juta rupiah, sedangkan nilai tukar terendah dialami oleh PT. Bank Artha Niaga Kencana, Tbk (ANKB) yaitu sebesar 0.569 juta rupiah.

Tahun 2005, nilai tukar tertinggi dimiliki oleh PT, Bank Lippo, Tbk (LPBN) yaitu sebesar 66.588 juta rupiah, sedangkan nilai tukar terendah dialami oleh PT. Bank Nusantara Parahyangan, Tbk (BBNP) yaitu sebesar 0.286 juta rupiah.

Tahun 2006, nilai tukar tertinggi dimiliki oleh PT, Bank Lippo, Tbk (LPBN) yaitu sebesar 96.451 juta rupiah, sedangkan nilai tukar terendah dialami oleh PT. Bank Swadwsi, Tbk (BSWD) yaitu sebesar 0.509 juta rupiah.

4. Deskripsi Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan yang Listing di Bursa

Efek Indonesia Periode Tahun 2003-2006

Tabel 4.4 Harga Saham

Perusahaan Perbankan yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2003-2006

(Dalam Rupiah)

No Kode Emiten 2003 2004 2005 2006 Rata-rata

1 ANKB 1,000 775 830 1,070 918.75

2 BABP 160 170 120 90 135

Devi Sofiani Tarigan : Pengaruh Tingkat Inflasi, Suku Bunga,Dan Nilai Tukar Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia, 2009.

USU Repository © 2009 4 BBNP 725 700 700 700 706.25 5 BEKS 95 145 75 65 95 6 BNLI 30 750 720 870 592.50 7 BKSW 250 170 400 460 320 8 BSWD 345 400 420 700 466.25 9 INPC 120 165 50 45 95 10 LPBN 450 700 1,480 1,610 1,060 11 MAYA 135 200 120 530 246.25 12 NISP 365 775 770 850 690

Sumber : Hasil Penelitian, 2009 (data diolah)

Tabel 4.4 menggambarkan niliai variabel harga saham pada masing-masing perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian yaitu tahun 2003 sampai dengan 2006. Pada tabel ini dapat dilihat harga saham mengalami fluktuasi kenaikan dan penurunan pada setiap tahun penelitian. Nilai harga saham ini diperoleh dari harga saham penutupan (closing price) pada setiap akhir hari transaksi yang dikalkulasikan menjadi rata harga bulanan hingga rata-rata harga tahunan.

Nilai rata-rata harga saham tertinggi dimiliki oleh PT. Bank Lippo, Tbk (LPBN) yaitu sebesar Rp1,060. Sedangkan nilai rata-rata harga saham terendah dialami oleh PT. Bank Eksekutif Internasional, Tbk (BEKS) dan PT. Bank Artha Graha Internasional, Tbk (INPC) yaitu sebesar Rp 95 .

Tahun 2003, harga saham tertinggi dimiliki oleh PT. Bank Arta Niaga Kencana, Tbk (ANKB) yaitu sebesar Rp 1,000. Sedangkan harga saham terendah dialami oleh PT. Bank Eksekutif International, Tbk (BEKS) yaitu sebesar Rp 95.

Devi Sofiani Tarigan : Pengaruh Tingkat Inflasi, Suku Bunga,Dan Nilai Tukar Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia, 2009.

USU Repository © 2009

Tahun 2004, harga saham tertinggi dimiliki oleh PT. Bank Arta Niaga Kencana, Tbk (ANKB) dan PT. Bank NISP, Tbk (NISP) yaitu sebesar Rp 775. Sedangkan harga saham terendah dialami oleh PT. Bank Eksekutif International, Tbk (BEKS) yaitu sebesar Rp 145.

Tahun 2005, harga saham tertinggi dimiliki oleh PT. Bank Lippo, Tbk (LPBN) yaitu sebesar Rp 1,480. Sedangkan harga saham terendah dialami oleh PT. Bank Artha Graha Internasional, Tbk (INPC) yaitu sebesar Rp 50.

Tahun 2006, harga saham tertinggi dimiliki oleh PT. Bank Lippo, Tbk (LPBN) yaitu sebesar Rp 1,610. Sedangkan harga saham terendah dialami oleh PT. Bank Artha Graha Internasional, Tbk (INPC) yaitu sebesar Rp 45.

Dokumen terkait