ANALISIS DAN PEMBAHASAN
C. Pengujian Asumsi Klasik
Pengujian asumsi klasik dilakukan untuk mendapatkan hasil penelitian yang BLUE (Best Linear Unbiased Estimator). Syarat yang harus dipenuhi adalah distribusi data yang normal, tidak terjadi masalah multikolinearitas , autokorelasi dan heterokedastisitas.
Devi Sofiani Tarigan : Pengaruh Tingkat Inflasi, Suku Bunga,Dan Nilai Tukar Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
USU Repository © 2009
Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel independen dan dependen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model yang paling baik adalah ditribusi data normal atau mendekati normal. Normalitas data dapat dideteksi dengan melihat bentuk kurva histogram dengan kemiringan seimbang ke kiri dan ke kanan dan berbentuk seperti lonceng atau dengan melihat titik-titik data yang menyebar di sekitar garis diagonal dan searah mengikuti garis diagonal dari gambar Normal P-Plot (Nugroho, 2005:23)
-2Regression Standardized Residual-10123
02468101214
Frequency
Mean = -2.39E-16 Std. Dev. = 0.968 N = 48
Dependent Variable: Harga_Saham Histogram
Gambar 4.1. Histogram Dependent Variable (Harga Saham) Sumber : Hasil Penelitian, 2009 (Data Diolah)
Gambar 4.1 ini menunjukkan kurva histogram yang memiliki kemiringan seimbang sisi kiri dan kanan, atau tidak condong ke kiri maupun ke kanan, melainkan
Devi Sofiani Tarigan : Pengaruh Tingkat Inflasi, Suku Bunga,Dan Nilai Tukar Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
USU Repository © 2009
ke tengah dengan bentuk seperti lonceng. Hal ini memenuhi salah satu syarat uji normalitas data bahwa data berdistribusi normal.
0.00.20.40.60.81.0
Observed Cum Prob
0.00.20.4
0.60.81.0
Expected Cum P
rob
Dependent Variable: Harga_Saham Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual
Gambar 4.2 Normal P-Plot
Sumber : Hasil Penelitian, 2009 (Data Diolah)
Gambar 4.2 ini merupakan kurva P-Plot yang menunjukkan penyebaran titik-titik data disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Hal ini berarti data pada variabel, yang digunakan yaitu variabel harga saham, berdistribusi normal. Penelitian ini juga menggunakan Uji Statistik Non-Parametrik One-Sample
Devi Sofiani Tarigan : Pengaruh Tingkat Inflasi, Suku Bunga,Dan Nilai Tukar Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
USU Repository © 2009
Kolmogorov-Smirnov untuk mendapatkan tingkat uji normalitas yang lebih
signifikan.
Tabel 4.6 berikut menunjukkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) > taraf nyata ( ), yaitu 0,191 > 0,05. Hal ini berarti Ho diterima, yang berarti data residual berasal dari distribusi normal.
Tabel 4.6
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual N 48 Normal Parameters(a,b) Mean .0000000 Std. Deviation 343.21863722 Most Extreme Differences Absolute .156 Positive .156 Negative -.097 Kolmogorov-Smirnov Z 1.084
Asymp. Sig. (2-tailed) .191
a Test distribution is Normal. b Calculated from data.
Sumber : Hasil Penelitian, 2009 (Data Diolah) b) Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas dilakukan untuk menunjukkan ada tidaknya hubungan linear di antara variabel bebas dalam model regresi. Tabel 4.7 berikut menunjukkan tidak ada masalah multikolinearitas, dimana hasil uji Variance Inflation Factor (VIF) menunjukkan nilai kurang dari 5 (VIF < 5).
Devi Sofiani Tarigan : Pengaruh Tingkat Inflasi, Suku Bunga,Dan Nilai Tukar Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
USU Repository © 2009 Tabel 4.7 Coefficients(a) Model Unstandardized Coefficients Standardized
Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 2.598 1.692 1.536 .006
Tingkat_Inflasi -.318 .160 .293 -1.982 .043 .933 1.072
Suku_Bunga -.033 .134 .073 -2.498 .011 .942 1.062
Nilai_Tukar .041 .184 .032 .221 .826 .966 1.035
a Dependent Variable: Harga_Saham
Sumber : Hasil Penelitian, 2009 (Data Diolah)
Berdasarkan hasil uji multikolinearitas ini dapat disimpulkan bahwa antara variabel-variabel bebas yakni tingkat inflasi, suku bunga, dan nilai tukar tidak terdapat kolinearitas.
c) Uji Autokorelasi
Gejala autokorelasi dideteksi dengan menggunakan Durbin-Watson Test. Menurut Situmorang,dkk (2008:86) menjelaskan bahwa autokorelasi tidak terjadi bila DW terletak antara du dan (4-du) dimana (du<DW<4-du).
Beradasarkan hasil pengolahan data SPSS, diperoleh nilai Durbin-Watson (DW) sebesar 2.014. Hal ini sesuai dengan ketentuan pertama yaitu 1.674 < 2.014< 2.327 yang artinya tidak terjadi autokorelasi pada model regresi.
Devi Sofiani Tarigan : Pengaruh Tingkat Inflasi, Suku Bunga,Dan Nilai Tukar Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
USU Repository © 2009 Tabel 4.8 Model Summary(b) Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .351(a) .198 .187 3.37011 2.014
a Predictors: (Constant), Nilai_Tukar, Suku_Bunga_Tingkat_Inflasi b Dependent Variable: Harga_Saham
Sumber : Hasil Penelitian, 2009 (Data Diolah)
Maka hasil pengujian menurut tabel adalah sebagai berikut : n = jumlah sampel = 48
k = jumlah variabel bebas = 3
Pada tingkat signifikansi ( ) = 0.05 di peroleh dU = 1.674 dan dL = 1.421
dU < DW < 4-dU = 1.674 < 2.014< 2.327 memenuhi kriteria, berarti tidak terjadi
autokorelasi pada model regresi penelitian ini. d) Uji Heterokedastisitas
Asumsi heterokedastisitas adalah asumsi dalam regresi dimana varians dari residual tidak sama untuk satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedastisitas, dan jika berbeda disebut heterokedastisitas. Salah satu uji untuk mengetahui heterokedastisitas ini adalah dengan melihat penyebaran dari varians residual pada diagram pencar (scatter plot).
Devi Sofiani Tarigan : Pengaruh Tingkat Inflasi, Suku Bunga,Dan Nilai Tukar Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
USU Repository © 2009
-3-2-1012
zed Predicted Value
Dependent Variable: Harga_Saham Scatterplot
Gambar 4.3 Scatterplot Dependent Variable (Harga Saham)
Sumber : Hasil Penelitian, 2009 (Data Diolah)
Gambar 4.3 sebelumnya menunjukkan bahwa penyebaran residual cenderung tidak teratur, terdapat beberapa plot yang berpencar dan tidak membentuk pola tertentu. Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat gejala heterokedastisitas pada model regresi ini. Untuk memperoleh tingkat uji heterokedastisitas yang lebih signifikan, maka dalam penelitian ini juga dilakukan Uji Glesjer yaitu meregres nilai absolut residual terhadap variabel independen. Apabila signifikansi > dari taraf nyata, maka dianggap tidak terjadi masalah heterokedastisitas, dan begitu sebaliknya.
Berdasarkan Tabel 4.9 berikut diperoleh nilai signifikansi variabel tingkat inflasi, suku bunga, dan nilai tukar lebih besar dari taraf nyata ( ) 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan tidak terjadi gejala heterokedastisitas dalam model regresi ini. Tabel 4.9 Coefficients(a) Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.
Devi Sofiani Tarigan : Pengaruh Tingkat Inflasi, Suku Bunga,Dan Nilai Tukar Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia, 2009.
USU Repository © 2009 B Std. Error Beta 1 (Constant) .778 .766 1.016 .315 Tingkat_Infl asi -.038 .073 -.081 -.529 .599 Suku_Bung a .007 .061 .017 .111 .912 Nilai_Tukar .089 .083 .162 1.069 .291
a Dependent Variable: Absut
Sumber : Hasil Penelitian, 2009 (Data Diolah)