• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2. Hasil Penelitian

4.2.1. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif adalah analisis yang dilakukan berdasarkan jawaban-jawaban responden, yang dimana responden memberikan pernyataan pernyataan dan penilaian atas pertnyataan-pernyataan yang

diajukan oleh penulis. Kemudian yang diperoleh dari jawaban responden atas pernyataan yang diajukan, selanjutnya dihitung persentasenya.

Analisis deskriptif umunya digunkan untuk memberikan informasi mengenai variabel penelitian yang utama. Analisis deskriptif ini digunakan untuk memberikan gambaran mengenai demografi responden penelitian.

Data demografi tersebut antara lain: jabatan, lama pengalaman, penghasilan, jenjang pendidikan dan keputusan menerima klien.

1. Analisis Deskriptif Responden

Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar auditor yang bekerja di KAP medan adalah jabatan lainnya atau junior auditor, pengalaman kerja 2-5 tahun, penghasilan Rp 2.000.000-Rp 5.000.000, pendidikan S1, . Hal ini dapat dilihat pada tabel yaitu :

Tabel 4.1Karakteristik Responden Berdasarkan Jabatan

No Jabatan Jumlah %

1 Partner 3 8.6

2 Senior 13 37.1

3 Manajer 2 5.7

4 Lainnya 17 48.6

Jumlah 35 100

Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui bahwa responden dengan jabatan lainnya terbanyak, dimana responden dengan jabatan lainnya sebanyak 17 orang (48.6%), jabatan senior auditor sebanyak 13 orang

(37.1%), jabatan partner sebanyak 3 orang (8.6%) dan jabatan manajer sebanyak 2 orang (5.7%).

Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Pengalaman Kerja

No Pengalaman Jumlah %

1 0-2 tahun 13 37.1

2 2-5 tahun 15 42.9

3 5-10 tahun 2 5.7

4 >10 5 14.3

Jumlah 35 100

Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa pengalaman kerja responden yang terbanyak adalah pengalaman responden 0-2 tahun sebanyak 13 orang (37.1%), pengalaman responden 2-5 tahun sebanyak 15 orang (42.9%), selanjutnya pengalaman responden 5-10 sebanyak 2 orang (5.7%), dan diikuti pengalaman responden > 10 sebanyak 5 orang (14.3%).

Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan

No Pendidikan Jumlah %

1 Rp 2.000.000-Rp 5.000.000 20 57.1

2 Rp 5.000.000-Rp 10.000.000 11 31.4

3 Rp 10.000.000-Rp 30.000.000 2 5.7

4 >Rp 30.000.000 2 5.7

Jumlah 35 100

Berdasarkan tabel 4.3 menunjukkan data bahwa penghasilan responden yang terbanyak adalah dari penghasilan Rp 2.000.000-Rp 5.000.0000 yaitu sebanyak 20 orang (57.1%). Kemudian responden

(31.4%). Selanjutnya responden dengan penghasilan Rp 10.000.000-Rp30.000.000 sebanyak 2 orang (5.7%), dan >Rp 30.000.000 sebanyak 2 orang (5,7%).

Tabel 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan

No Pendidikan Jumlah %

1 D3 1 2.9

2 S1 29 82.9

3 S2 5 14.3

Jumlah 35 100

Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan data bahwa jumlah responden yang terbanyak adalah dari kelompok S1 yaitu sebanyak 29 orang (82.9%), dari jumlah responden. Kemudian responden dengan latar belakang pendidikan S2 sebanyak 5 orang (14.3%). Selanjutnya responden dengan latar belakang pendidikan D3 sebanyak 1 orang (2.9%).

Tabel 4.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Keputusan Menerima Klien

No Pendidikan Jumlah %

1 Ya 18 51,4

2 Tidak 17 48,6

Jumlah 35 100

Berdasarkan tabel 4.5 menunjukkan data bahwa jumlah responden yang terbanyak adalah dari kelompok responden yang pernah membuat keputusan menerima klien yaitu sebanyak 18 orang (51,4%), dari jumlah responden. Kemudian responden yang tidak pernah membuat keputusan

2. Hasil Analisis Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif adalah proses tranformasi data penelitian dalam bentuk tabulasi, sehingga mudah dipahami dan diinterprestasikan. Statistik deskriptif umumnya digunakan untuk memberikan informasi mengenai variabel penelitian yang utama. Ukuran yang digunakan : frekuensi, tedensi sentral (rata-rata, median, modus), disperasi (deviasi standar, variance) dan pengukur-pengukur bentuk (measures of shape) (Erlina, 2011). Berikut disajikan hasil analisis statistik deskriptif.

Tabel 4.6 Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Risiko_bisnis_klien 35 28 34 31,74 1,482

Risiko_audit 35 26 34 30,71 2,270

Risiko_bisnis_Auditor 35 24 29 26,77 1,555

Kompetensi_auditor 35 22 30 26,71 2,163

Pemilihan_klien 35 18 25 22,34 2,014

Valid N (listwise) 35

Berdasarkan tabel 4.6 dapat dideskripsikan bahwa jumlah responden (N) ada 35. Dari 35 responden ini variabel, risiko bisnis klien memiliki nilai minimum 28, nilai maksimum 34, nilai rata-rata 31,74 dengan standar deviasi 1,482. Risiko audit memiliki nilai minimum 26, nilai maksimum 34, nilai rata-rata 30,71 dengan standar deviasi 2,270.

Risiko bisnis auditor memiliki nilai minimmum 24, nilai maksimum 29,

dengan nilai minimum 22, nilai maksimum 30, nilai rata-rata 26,71 dengan standar deviasi 2,163. Dan pemilihan klien dengan nilai minimum 18, nilai maksimum 25, nilai rata-rata 22,34 dengan standar deviasi 2,014.

4.2.2. Hasil Analisi Uji Kualitas Data a. Hasil Uji Validitas

Uji validitas bertujuan untuk mengukur sejauh mana suatu alat pengukur atau instrumen pertanyaan dapat mengukur apa yang ingin diukur. Adapun uji validitas yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji validitas untuk setiap butir pernyataan menggunakan kolerasi pearson dengan tingkat signifikan 5% atau 0,05 yang membandingkan rhitung dengan rtabel dengan kriteria valid jika rhitung > rtabel. Tabel dibawa ini menunjukan hasil uji validitas variabel risiko bisnis klien dengan sampel sebanyak 35 responden.

Tabel 4.7Hasil Uji Validitas Risiko Bisnis Klien

Butir Pernyataan rhitung rtabel Keterangan

Pernyataan 1 0,634 0,333 Valid

Pernyataan 2 0,666 0,333 Valid

Pernyataan 3 0,439 0,333 Valid

Pernyataan 4 0,487 0,333 Valid

Pernyataan 5 0,656 0,333 Valid

Pernyataan 6 0,494 0,333 Valid

Pernyataan 7 0,403 0,333 Valid

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa semua butir pernyataan memiliki nilai rhitung lebih besar dari nilai rtabel sehingga ketujuh butir pernyataan dinyatakan valid.

Tabel dibawah ini menunjukkan hasil uji validitas variabel risiko audit dengan sample 35 responden.

Tabel 4.8Hasil Uji Validitas Risiko Audit

Butir Pernyataan rhitung rtabel Keterangan

Pernyataan 1 0,591 0,333 Valid

Pernyataan 2 0,437 0,333 Valid

Pernyataan 3 0,390 0,333 Valid

Pernyataan 4 0,601 0,333 Valid

Pernyataan 5 0,563 0,333 Valid

Pernyataan 6 0,539 0,333 Valid

Pernyataan 7 0,734 0,333 Valid

Dari tabel 4.8 menunjukkan bahwa tujuh butir pertanyaan risiko audit memiliki nilai rhitung lebih besar dari nilai rtabel. Sehingga tujuh butir pertanyaan ini dinyatakan valid.

Tabel dibawah ini menunjukkan hasil uji validitas variabel risiko audit dengan sample 35 responden.

Tabel 4.9Hasil Uji Validitas Risiko Bisnis Auditor

Butir Pernyataan rhitung rtabel Keterangan

Pernyataan 1 0,642 0,333 Valid

Pernyataan 2 0,763 0,333 Valid

Pernyataan 3 0,554 0,333 Valid

Pernyataan 4 0,525 0,333 Valid

Pernyataan 5 0,634 0,333 Valid

Pernyataan 6 0,617 0,333 Valid

Dari tabel 4.9 menunjukkan bahwa enam butir pernyataan variabel risiko bisnis auditor dinyatakan valid. Hal ini disebabkan karena nilai rhitung

lebih besar dari rtabel.

Tabel dibawah ini menunjukkan hasil uji validitas variabel kompetensi auditor dengan sample 35 responden.

Tabel 4.10Hasil Uji Validitas Kompetensi Auditor

Butir Pernyataan rhitung rtabel Keterangan

Pernyataan 1 0,532 0,333 Valid

Pernyataan 2 0,714 0,333 Valid

Pernyataan 3 0,819 0,333 Valid

Pernyataan 4 0,762 0,333 Valid

Pernyataan 5 0,669 0,333 Valid

Pernyataan 6 0,594 0,333 Valid

Dari tabel 4.10 menunjukkan bahwa tujuh butir pertanyaan kompetensi auditor memiliki nilai rhitung lebih besar dari nilai rtabel. Sehingga enam butir pertanyaan ini dinyatakan valid.

Tabel dibawah ini menunjukkan hasil uji validitas variabel pemilihan klien dengan sample 35 responden.

Tabel 4.11Hasil Uji Validitas Pemilihan Klien

Butir Pernyataan rhitung rtabel Keterangan

Pernyataan 1 0,777 0,333 Valid

Pernyataan 2 0,767 0,333 Valid

Pernyataan 3 0,765 0,333 Valid

Pernyataan 4 0,667 0,333 Valid

Pernyataan 5 0,623 0,333 Valid

Dari tabel 4.11 menunjukkan bahwa lima butir pernyataan variabel risiko bisnis auditor dinyatakan valid. Hal ini disebabkan karena nilai rhitung lebih besar dari rtabel.

b. Hasil Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan setelah melakukan uji validitas terhadap instrumen pernyataan yang dinyatakan valid yang dapat diuji reliabilitas.

Uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur apa yang ingin diukur.

Pengujian reliabilitas menggunakan apa yang ingin diukur. Pengujian reliabilitas menggunakan koefisien Cronbach’s Alpha. Suatu instrumen dinyatakan reliabel jika Cronbach’s Alpha> 0,60

Tabel 4.12Hasil Uji Reabilitas

Variabel Cronbach’s Alpha N of Item Keterangan

Risiko Bisnis Klien 0,602 7 Reliabel

Risiko Audit 0,600 7 Reliabel

Risiko Bisnis Auditor 0,678 6 Reliabel

Kompetensi Auditor 0,776 6 Reliabel

Pemilihan Klien 0,768 5 Reliabel

Berdasarkan tabel 4.12 menunjukkan bahwa Cronbach’s Alpha atas variabel risiko bisnis klien sebesar 0,654, variabel risiko audit sebesar 0,641, risiko bisnis auditor sebesar 0,614, kompetensi auditor sebesar 0,819, pemilihan klien sebesar 0,768 sehingga dapat disimpulkan pernyataan dalam kuesioner dari variabel tersebut reliabel karena mempunyai nilai Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,6.

Hal ini menunjukkan bahwa pernyataan dari risiko bisnis klien, risiko audit, risiko bisnis klien, kompetensi auditor dan pemilihan klien mempu memperoleh data yang konsisten yang berarti apabila pernyataan itu diajukan kembali akan memperoleh jawaban yang relatif sama dengan jawaban yang sebelumnya.

4.2.3. Hasil Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik digunakan untuk melihat atau menguji apakah suatu model layak atau tidak layak digunakan dalam penelitian. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

a. Uji Normalitas

Uji normalitas data bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi antara variabel bebas dan variabel terikat mempunyai distribusi normal atau tidak dengan menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov. Seperti pada tabel 4.9 yaitu :

Tabel 4.13Uji Kolmogorov-Smirnov

a Test distribution is Normal.

b Calculated from data.

Pada tabel 4.13, hasil Kolmogorov_Smirnov diatas maka :

1) Risiko Bisnis Klien (X1) = 0.596 yang artinya > 0.05 maka

Untuk menguji normalitas data penelitian ini menggunakan Normal Probability Plot yang membandingkan data distribusi kumulatif dari data sesungguhnya dengan distribusi kumulatif dari data distribusi normal. Grafik Normal Probability Plot yang berdistribusi normal menunjukkan pola atau titik – titik menyebar disekitar garis diagonal atau mengikuti garis diagonal.

b. Uji Multikolinieritas

Model regresi yang baik adalah jika model tersebut tidak mengandung gejala multikolinieritas. Untuk mengetahui ada atau tidaknya multikolinieritas antar variabel dapat dilihat dari VIF (Variance Inflation FactorI) dimana bila nilai VIF > 10, maka dapat dikatakan terdapat gejala multikolinieritas.

Tabel 4.14 Uji Multikolinieritas a Dependent Variable: PEMILIHAN KLIEN

Dari tabel 4.14, dapat dilihat bahwa semua variabel independen mempunyai nilai VIF < 10, sehingga dapat disimpulkan tidak adanya multikolinieritas. Dapat juga dilihat dari kolom tolerance yang menunjukkan semua nilai tolerance > 0.1, hal ini berarti tidak terdapat gejala multikolinieritas.

c. Uji Heteroskedastisitas

Metode ini digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi kesamaan varians dari residual pada satu pengamatan lainnya. Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heteroskedastisitas. “Untuk mengetahui ada atau tidaknya gejala heteroskedastisitasadalah dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik Scatterplot, jika ada pola tertentu maka telah terjadi heteroskedastisitas pada model regresi”.

Gambar 4.1Scatterplot Uji Heteroskedastisitas

Pada gambar 4.1, grafik scatterplot terlihat titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas, serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitaspada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai untuk memprediksi model penelitian.

4.2.4. Pengujian Hipotesis 1. Model Regresi Linier Berganda

Model regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh variabel bebas (Risiko Bisnis Kllien, Risiko Auditor, Risiko Bisnis Auditor, dan Kompetensi Auditor) terhadap variabel terikat (Pemilihan Klien). Berdasarkan pengujian menggunakan program SPSS

Statistics 23.0 for Windows, maka hasil persamaan regresi linier berganada penelitian dapat dilihat pada tabel 4.11 yaitu :

Tabel 4.15 Koefisien Regresi Berganda

Model dalam persamaan ini adalah :

Y = 7.431 - 0.205X1+ 0.247X2-0.245X3+ 0.764X4

Berdasarkan persamaan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

a. Konstanta bernilai 7.431 menunjukkan bahwa jika tidak ada pengaruh dari variabel risiko bisnis klien, risiko audit, risiko bisnis auditor, dan kompetensi auditor (X1, X2, X3 dan X4) maka disiplin kerja (Y) akan tetap ada sebesar 7.431.

b. Koefisien Risiko Bisnis Klien (X1) = -0.205, ini menunjukkan setiap terjadi peningkatan variabel risiko bisnis klien sebesar satu satuan, maka akan menurunkan risiko bisnis klien sebesar 0.205 dengan syarat variabel lainnya konstan.

c. Koefisien Risiko Audit (X2) = 0.247, ini menunjukkan setiap terjadi peningkatan variabel risiko audit sebesar satu satuan, maka akan

meningkatkan disiplin kerja sebesar 0.247 dengan syarat variabel lainnya konstan.

d. Koefisien Risiko Bisnis Auditor (X3) = -0.245, menunjukkan setiap terjadi peningkatan variabel risiko bisnis klien sebesar satu satuan, maka akan menurunkan pemilihan klien sebesar 0.245 dengan syarat variabel lainnya konstan.

e. Koefisien Kompetensi Auditor (X4) = 0.764, ini menunjukkan setiap terjadi peningkatan variabel budaya organisasi sebesar satu satuan, maka akan meningkatkan disiplin kerja sebesar 0.764 dengan syarat variabel lainnya konstan.

2. Uji Secara Parsial (Uji-t)

Uji t (parsial) dilakukan untuk melihat secara individu pengaruh dari variabel bebas (X1, X2, X3, dan X4) berupa risiko bisnis klien, risiko audit, risiko binis klien, dan kompetensi auditor secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemilihan klien.

Tahap-tahap:

1) Bentuk Pengujian

H0 : rs = 0, artinya tidak terdapat pengaruh signifikan variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).

H0 : rs ≠ 0, artinya terdapat pengaruh signifikan variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).

2) Kriteria Pengambilan Keputusan

H0 diterima jika –ttabel ≤ thitung ≤ ttabel, pada α = 5%, df = n-2

H0 ditolak jika : a) thitung > ttabel

b) -thitung < -ttabel

n = jumlah sampel, n = 35

k = jumlah variabel yang digunakan, k = 5 Maka : derajat bebas = n-k = 35-5 = 30

Berdasarkan Tabel 4.12 dapat dilihat bahwa :

1) Nilai thitung variabel risiko bisnis klien adalah -2.095 dan ttabel 2.042 sehingga thitung< ttabel (2.510 < 2.015), dan signifikan (Sig.) < 5% (0.045

< 0.05) artinya H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan risiko bisnis klien terhadap pemilihan klien.

2) Nilai thitung variabel risiko audit adalah 2.831 dan ttabel 2.042 sehingga thitung> ttabel (2.831 < 2.042), dan signifikan (Sig.) < 5% (0.008 > 0.05) artinya H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan risko audit terhadap pemilihan klien.

3) Nilai thitung variabel lingkungan kerja adalah -2.067 dan ttabel 2.042 sehingga thitung< ttabel (-2.067 < 2.042), dan signifikan (Sig.) < 5%

(0.047 > 0.05) artinya H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan risiko bisnis klien terhadap pemilihan klien.

4) Nilai thitung variabel budaya organisasi adalah 3.198 dan ttabel 2.042 sehingga thitung> ttabel (10.574 > 2.042), dan signifikan (Sig.) < 5%

(0.000 < 0.05) artinya H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan kompetensi auditor terhadap pemilihan klien.

3. Uji Simultan Signifikan (Uji F)

Uji F dilakukan untuk melihat secara bersama-sama pengaruh dari variabel X1, X2, X3, dan X4) berupa risiko bisnis klien, risiko audit, risiko bisnis auditor, dan kompetensi auditor terhadap pemilihan klien.

Hipotesis :

H0:β1=β2=β3=β4=0, Tidak terdapat pengaruh secara bersama-sama variabel risiko bisnis klien, risiko audit, risiko bisnis auditor, dan kompetensi auditor terhadap

H0:β1≠β2≠β3≠β4≠0, Terdapat pengaruh secara bersama-sama variabel risiko bisnis klien, risiko audit, risiko bisnis auditor, dan kompetensi auditor terhadap pemilihan klien.

Kriteria pengambilan keputusan :

Ho diterima jika Fhitung < Ftabel pada α = 5%

Ha diterima jika Fhitung > Ftabel pada α = 5%

Tingkat kesalahan (α) = 5% dan derajat kebebasan (df) = (n-k)(k-1) Derajat bebas pembilang = k -1 = 5 – 1 = 4

Derajat bebas penyebut = n – k = 35 – 5 = 30, maka Ftabel0.05 (4 ; 30) = 2.69

Tabel 4.17 Uji F

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai Fhitungsebesar 42.369 dengan tingkat signifikan (Sig.) sebesar 0.000a. Jadi Fhitung>

Ftabel(41.008 > 2.69) pada signifikansi (Sig.) < 5% (0.000 < 0.05), artinya risiko bisnis klien, risiko audit, risiko bisnis auditor, dan kompetensi auditorberpengaruh positif dan signifikan terhadap dipemilihan klien.

ANOVAb

117.149 4 29.287 42.369 .000a

20.737 30 .691

Squares df Mean Square F Sig.

Predictors: (Const ant), X4, X1, X3, X2 a.

Dependent Variable: Y b.

Jadi, dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian terdapat pengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama risiko bisnis klien, risiko audit, risiko binis klien, dan kompetensi auditor terhadap pemilihan klien. Kurva uji F seperti yang ditunjukkan pada gambar 4.7 yaitu :

4. Koefisien Determinasi

Pengujian koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa besar kontsribusi variabel bebas terhadap variabel terikat. Koefisien determinasi berkisar antara nol sampai dengan saru (0<R2<1). Jika R2 semakin besar (mendekati satu), maka pengaruh variabel bebas adalah erat terhadap variabel terikat (Y). hasil pengujian koefisien determinasi terlihat pada tabel 4.14 yaitu :

Tabel 4.19 Hasil Koefisien Determinasi

Pada tabel diatas, dapat dilihat hasil analisis regresi secara keseluruhan menunjukkan nilai Adjusted R Square (R2) sebesar 0.830 menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan pemilihan klien (variabel dependen) dengan risiko bisnis klien, risiko auditor, risiko bisnis klien, dan kompetensi auditor(variabel independen) mempunyai tingkat hubungan yang kuat sekali.

Predictors: (Constant), X4, X1, X3, X2 a.

Tingkat hubungan yang kuat ini dapat dilihat dari tabel pedoman untuk memberikan interprestasi koefisien determinasi.

Tabel 4.19Pedoman Interprestasi Koefisien Determinasi

Pernyataan Keterangan

> 4% Pengaruh Rendah Sekali 5% - 16% Pengaruh Rendah Tapi Pasti 17% - 49% Pengaruh Cukup Berarti 50% - 81% Pengaruh Tinggi atau Kuat

> 80% Pangaruh Tinggi Sekali

Sumber : Supranto (2001, hal. 227)

Nilai Adjusted R Square (R2) atau koefisien determinasi adalah sebesar 0,830 Angka ini mengidentifikasikan bahwa pemilihan klien (variabel dependen) dengan risiko bisnis klien, risiko audit, risiko bisnis auditor, dan kompetensi auditor(variabel independen) sebesar 83.0%, sedangkan selebihnya sebesar 17.0% ditentukan oleh variasi lain diluar model penelitian ini.

4.3. Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil pengaruh risiko bisnis klien, risiko audit, risiko bisnis auditor, dan kompetensi auditor terhadap pemilihan klien yang dapat dilihat dari uji t-test dan uji F-test. Yang dimana variabel-variabel yang berpengaruh secara signifikan yaitu variabel risiko audit mempunyai nilai t= 2.831 dengan nilai signifikan 0,008 dan variabel kompetensi auditor dengan nilai t= 10.574 dengan nilai signifikan 0,000, sedangkan variabel-variabel yang tidak berpengaruh secara signifikan ialah risiko

bisnis klien memiliki nilai t= -2.095 dengan nilai signifikan 0,045 dan variabel risiko bisnis auditor dengan nilai t= -2.067 dengan nilai signifikan 0,047. Namun, berdasarkan uji F-test dapat dilihat bahwa risiko bisnis klien, risiko audit, risiko bisnis auditor, dan kompetensi auditor beerpengaruh secara bersama-sama terhadap pemilihan klien.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian pada bab sebelumnya, peneliti dapat menyimpulkan hasil penelitian menganai Pemilhan Klien pada KAP di Medan yaitu secara simultan variabel independen risiko bisnis klien, risiko audit, risiko bisnis auditor, dan kompetensi auditor berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (Y) yaitu pemilihan.

Berdasarkan hasil uji parsial pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa risiko bisnis auditor secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pemilihan klien. Risiko audit secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap pemilihan klien. Risiko bisnis auditor secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pemilihan klien. Kompetensi auditor secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap pemilihan klien. Secara simultan variabel independen risiko bisnis klien, risiko auditor, risiko bisnis klien, dan kompetensi auditor (variabel independen) mempunyai tingkat hubungan yang kuat sekali.

5.2 Keterbatasan

Dalam melakukan penelitian ini, peneliti masih memiliki keterbatasan untuk melakukan penelitian ini. Adapun keterbatasannya adalah hasil penelitian tidak dapat digeneralisir untuk mewakili seluruh auditor di Indonesia, karena sampel dalam penelitian ini terbatas hanya pada auditor yang berasal dari Kantor Akuntan Publik di wilayah Medan. Penelitian selanjutnya diharapkan memperluas objek penelitian dan tidak hanya di Medan saja. Dalam penelitian ini pengukuran

kualitas audit hanya ditinjau dari aspek pelaksanaan audit, sehingga untuk penelitian selanjutnya dapat meninjau dari aspek yang lain.

5.3 Saran

Dari analisa yang telah dilakukan, perlu adanya saran bagi praktisi dan peneliti selanjutnya untuk penyempurnaan penelitian ini.

1. Apabila dimungkinkan penelitian selanjutnya bisa dikembangkan dengan memperpanjang periode penelitian. Dengan penggunaan periode yang lebih panjang diharapkan hasil penelitian selanjutnya akan lebih bagus dalam menjelaskan faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan klien. Penelitian selanjutnya bisa dikembangkan dengan melakukan penambahan terhadap variabel independen yang diduga juga berpengaruh terhadap perpindahan KAP perusahaan

2. Bagi kantor akuntan publik, diharapkan lebih selektif dalam memilih penerimaan klien dengan cara memperhatikan faktor risiko bisnis klien, risiko audit, risiko bisnis auditor, dan kompetensi auditor.

DAFTAR PUSTAKA

Arens, Alvin A., Elder, Randal J., Beasly, Mark S. (2006). Auditing and Assurance Service-An Integrated Approach, 12th Edition;Prentice-Hall, Engelwood Clifts, New Jersey.

Bell, Timothy B; Landsman, Wayne, R. (2000); “Auditor’s Perceived Business Risk and Audit Fees: Analysis and Evidence”, Journal of Accounting Research; Vol. 39; Vol. 60,4; ABI/INFORM Research; pg. 31.

Deis, D.R. & Giroux, G.A. (1992). Determinants of Audit Quality in the Public Sector. The Accounting Review, 67, 3, 462-479.

Elder, R.J., M.S. Beasley, A.A. Arens, dan A.A. Jusuf, 2011, Jasa Audit dan Assurance : Pendekatan Terpadu (Adaptasi Indonesia), Buku 1, Jakarta:

Salemba Empat.

Erlina, Sri Mulyani, 2007. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen, Penerbit USU Press, Medan.

Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS, Badan. Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Goldfrey, et all. (2010).accounting theory 7th edition. Australia: John Wiley &

Sons Australia Ldt.

Gunawan, N.C., 2003, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Auditor dalam Menerima Suatu Penugasan Audit, Skripsi Tidak Dipublikasikan, Surabaya : Universitas Kristen Petra.

IAI, 2011, Standar Profesional Akuntan Publik, Jakarta: Salemba Empat.

Iskandar. (2009). Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial. Jakarta: Gaung Persada Press.

Johnstone, K. M., 2000, Client – Acceptance Decisions: Simultaneous Effects of Client Business Risk, Audit Risk, Auditor Business Risk, and Risk Adaptation, Journal of Practice & Theory, Vol. 19, No. 1.

Konrath, Laweey F. (2002); ”Auditing Concept and Applicants, A Risk-Analysis Approach”, 5th Edition; West Publishing Company.

Messier, William F. Jr dan Steven M. Glover dan Douglas F. Prawitt, (2006).

Auditing & Assurance Service A Sistematic Approach, Buku II, Edisi 4, (Diterjemahkan oleh : Nuri Hinduan), Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Novrizah. 2010. “Analisis Pengaruh Kompetensi Dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit Dengan Ukuran Kantor Akuntan Publik

Sebagai Variabel Moderating ( Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Jakarta)”. Jakarta. Skripsi. UIN Syarif Hidayatullah.

Ramos, Michael. “Auditors’ Responsibility for Fraud Detection.” Adapted from Fraud Detection in a GAAS Audit—SAS No. 99 Implementation Guide,Journal of Accountancy. Online Issues, January 2003.

Siregar, S., L. Sensi Wondabio, dan S. Nurwahyu Harahap, 2007, Evaluation of Risk Factors in Client Acceptance Decisions: Evidence from Public Accountants in Indonesia, (http://staff.ui.ac.id/system/files/users/ratna wardhani/publication/20220pf.pdf, diunduh 6 Juni, 2013)

Soekrisno Agoes, 2004. “Auditing (Pemeriksaan Akuntan) Oleh KAP”. Edisi Tiga. LPFEUI Jakarta.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta

Tuanakota, Theodorus M. 2011. Berfikir Kritis Dalam Auditing. Jakarta: Salemba Empat.

Umar, Husein, 2002. Riset Sumber Daya Manusia, cetakan Keempat, Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama

Wondabio, L. S., 2006, Evaluasi Manajemen Risiko Kantor Akuntan Publik (KAP) Dalam Keputusan Penerimaan Klien (Client Accpetance Decisions) Berdasarkan Pertimbangan Dari Risiko Klien (Client Risk), Risko Audit (Audit Risk) dan Risiko Bisnis KAP (Auditor‟s Business Risk), Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Vol. 3, No. 2, Desember.

www.iapi.or.id

LAMPIRAN 1

Kuesioner Penelitian Dan

Distribusi Kuesioner

1. Lembar Kuesioner

Petunjuk Pengisian Kuesioner:

1. Saya mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi kuesioner di bawah ini.

2. Pengisian kuesioner cukup dengan memberi tanda (X) pada kolom jawaban yang telah disediakan sesuai dengan pendapat Anda.

3. Hasil penelitian ini ditujukan untuk kepentingan penulisan skripsi program S-1 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Sumatera Utara.

4. Atas perhatian dan kesediaan Anda untuk meluangkan waktu mengisi kuesioner ini saya ucapkan terima kasih.

A. DATA DEMOGRAFIS

Berilah tanda silang (X) pada pertanyaan berikut ini:

1. Nama KAP………...

2. Jabatan atau posisi Anda pada KAP saat ini:

Partner Manajer

Senior Auditor Lainnya ...

3. Lama pengalaman kerja di bidang audit sampai saat ini:

0-2Tahun 3-5 Tahun

6-10 Tahun >10 Tahun 4. Penghasilan yang didapat dari pengauditan

Rp. 2.000.000,00 - Rp. 5.000.000,00 Rp. 5.000.000,00 – Rp. 10.000.000,00 Rp. 10.000.00,00 – Rp. 30.000.000,00

>Rp. 30.000.000,00 5. Pendidikan Terakhir:

D3 S1

S2 S3

6. Apakah Anda pernah memutuskan untuk menerima klien (Keputusan Penerimaan Klien)?

Ya Tidak

B. KUESIONER

Pertanyaan berikut ini mengenai beberapa faktor yang mempengaruhi auditor dalam keputusan penerimaan klien. Nyatakan pendapat Anda dengan memberi

Pertanyaan berikut ini mengenai beberapa faktor yang mempengaruhi auditor dalam keputusan penerimaan klien. Nyatakan pendapat Anda dengan memberi