BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Analisis Deskriptif Presentase Kondisi Sosial
Analisis deskriptif presentase bertujuan untuk memperjelas gambaran terhadap variabel-variabel penelitian, yaitu kondisi sosial ekonomi orang tua dan hasil belajar IPS kelas VIII SMP Negeri 1 Winong tahun 2015.
Pada variabel deskriptif kondisi sosial ekonomi orang tua, penilaian dilakukan dengan 3 indikator yaitu pendidikan orang tua, penghasilan bersih orang tua setiap bulan, dan kekayaan atau fasilitas yang dimiliki. 1) Pendidikan Orang Tua
Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis yang dilakukan oleh orang-orang yang diserahi tanggung jawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita cita pendidikan. Pendidikan adalah bantuan yang diberikan dengan sengaja kepada peserta didik dalam pertumbuhan jasmani maupun rohaninya untuk mencapai tingkat dewasa. Pendidikan adalah proses bantuan dan pertolongan yang diberikan oleh pendidik kepada peserta didik atas pertumbuhan jasmani dan rohaninya secara optimal (Achmad Munib, 2011:34).
Berikut adalah gambaran tentang pendidikan orang tua berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti laksanakan :
Tabel 4.1. Distribusi Latar Belakang Pendidikan Orang Tua
Kriteria Frekuensi Persentase (%)
Rendah 27 43
Sedang 7 10
Tinggi 19 30
Sangat Tinggi 11 17
Jumlah 62 100
Sumber: Data Penelitian Tahun 2015
Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui dari 62 responden diperoleh keterangan tingkat pendidikan orang tua sebagai berikut: 27 keluarga (43%) memiliki latar belakang pendidikan yang rendah, 19 keluarga (30%) memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi, dan 11 keluarga (17%) memiliki latar belakang pendidikan yang sangat tinggi, 7 keluarga (10%) memiliki latar belakang pendidikan yang sedang.
Latar belakang pendidikan orang tua terdiri dari pendidikan suami dan pendidikan istri yang dapat dilihat pada tabel distribusi pendidikan suami dan pendidikan istri sebagai berikut :
Tabel 4.2. Distribusi Latar Belakang Pendidikan Suami
Kriteria Frekuensi Persentase (%)
SD 27 43,5
SMP 6 9,7
Perguruan Tinggi 11 17,8
Jumlah 62 100
Sumber: Data Penelitian Tahun 2015
Berdasarkan tabel 4.2, dapat dijelaskan bahwa persentase tertinggi pendidikan suami 43,5% yang sekolah sampai SD saja, pendidikan suami dengan lulusan sampai jenjang SMA mencapai 29,0%, untuk suami yang menuntaskan pendidikan sampai dengan di perguruan tinggi mencapai 17,8%, sedangkan persentase terendah 9,7% yang sekolah sampai sengan jenjang SMP.
Tabel 4.3. Distribusi Latar Belakang Pendidikan Istri (ibu)
Kriteria Frekuensi Persentase (%)
SD 23 37.1
SMP 12 19.4
SMA 15 24.2
Perguruan Tinggi 12 19.4
Jumlah 62 100
Sumber: Data Penelitian Tahun 2015
Berdasarkan tabel 4.3, dapat dijelaskan bahwa persentase tertinggi pendidikan istri 37.1 % yang sekolah sampai SD saja, pendidikan istri dengan lulusan sampai jenjang SMA mencapai 24,2 %, sedangkan persentase terendah 19.4% yang sekolah sampai sengan jenjang SMP dan jenjang perguruan tinggi.
2) Pendapatan Bersih Orang Tua
Gambaran tentang pendapatan bersih keluarga berdasarkan hasil penelitian sebagai berikut :
Tabel 4.4. Distribusi Pendapatan Bersih Keluarga
Kriteria (Rp) Frekuensi Persentase (%)
< 500.000 0 0
500.000 < 1.000.000 15 24
1.000.000 – 2.000.000 27 44
> 2.000.000 20 32
Jumlah 62 100
Sumber : Data Penelitian Tahun 2015
Berdasarkan tabel 4.4, dapat diketahui dari 62 responden diperoleh keterangan tentang tingkat pendapatan bersih keluarga sebagai berikut : 27 keluarga (44%) memiliki tingkat pendapatan bersih keluarga antara Rp 1.000.000 sampai kurang dari Rp 2.000.000 dalam satu bulan, 20 keluarga (32%) memiliki tingkat pendapatan bersih keluarga lebih dari Rp 2.000.000 dalam satu bulan, 15 keluarga (24%) memiliki tingkat pendapatan bersih keluarga antara Rp 500.000 sampai kurang dari Rp 1.000.000 dalam satu bulan. Dalam penelitian tentang pendapatan bersih keluarga, tidak ada keluarga yang mempunyai pendapatan bersih kurang dari Rp 500.000.
3) Kekayaan atau Fasilitas yang Dimiliki
Kekayaan atau fasilitas yang dimiliki keluarga yang dimaksud dalam penelitian ada 4 indikator yaitu: jenis tempat tinggal, lantai dasar rumah, dan tipe atau ukuran rumah. Semakin banyak barang
yang bernilai ekonominya tinggi maka semakin luas kesempatan orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya, dan orang tua dapat mencukupi semua fasilitas belajar anak, sehingga anak termotivasi untuk berprestasi dalam belajar di sekolah.
a. Jenis Tempat Tinggal
Jenis tempat tinggal orang tua atau keluarga rata-rata memiliki rumah yang sudah permanen. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.5. Distribusi Jenis Tempat Tinggal
Jenis Rumah Frekuensi Persentase (%)
Bambu 1 1,6
Kayu/papan 2 3,2
Semi Permanen 35 56,5
Permanen 24 38,7
Jumlah 62 100
Sumber : Data Penelitian Tahun 2015
Berdasarkan tabel 4.5, dapat dijelaskan bahwa jenis tempat tinggal yang paling dominan adalah tempat tinggal yang semi permanen yaitu sebanyak 35 (56,5%) tempat tinggal dari jumlah keseluruhan sebanyak 62 keluarga, untuk tempat tinggal yang permanen sebanyak 24 (38,7%), tempat tinggal yang terbuat dari papan atau kayu sebanyak 2 (3,2%), Tempat tinggal dari bambu sebanyak 1 (1,6%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata keluarga responden sudah termasuk dalam kelas ekonomi menengah keatas.
b. Lantai Dasar Rumah
Lantai dasar rumah atau tempat tinggal keluarga rata- rata sudah dalam bentuk keramik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.6. Distribusi Lantai Dasar Rumah atau Tempat Tinggal
Jenis lantai Frekuensi Persentase (%)
Tanah 0 0
Ubin 4 6,5
Plester 38 61,2
Keramik 20 32,3
Jumlah 62 100
Sumber : Data Penelitian Tahun 2015
Berdasarkan tabel 4.6, dapat dijelaskan bahwa sebagian besar lantai dasar rumah responden terbuat dari plester yaitu sebanyak 38 (61,2%), sedangkan lantai dasar rumah responden yang terbuat dari keramik sebanyak 20 (32,3%). Masih ada juga yang berlantai dasar terbuat dari ubin hanya sedikit yaitu sebanyak 4 (6,5%) rumah dari jumlah total rumah responden sebanyak 62 rumah, tidak ada lantai dasar rumah responden yang masih tanah.
Tipe atau ukuran rumah yang dimiliki keluarga memiliki ukuran yang variatif, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.7. Distribusi Tipe atau Ukuran Rumah
Tipe atau Ukuran
Rumah (m2) Frekuensi Persentase (%)
< 50 26 41,9
50-99 0 0
100-149 4 6,5
> 149 32 51,6
Jumlah 62 100
Sumber : Data penelitian Tahun 2015
Berdasarkan tabel 4.7, dapat dilihat bahwa ukuran rumah respondensebagian besar dengan luas >149 m2 sebanyak 32 (51,6%), ukuran rumah responden yang luasnya <50 m2 sebanyak 26 (41,9%). Ukuran rumah responden yang luasnya antara 100-149 m2 sebanyak 4 (6,5%). Dan tidak ada responden yang memiliki ukuran rumah dengan luas 50-99 m2. Mayoritas luas rumah responden berukuran luas karena tanah di desa masi belum terlalu padat sehingga masih memungkinkan untuk membangun rumah yang luas.
2. Analisis Deskriptif Presentase Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP