BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
4.2 Analisis Deskriptif Variabel CAR Bank Syariah dan Konvensional
Analisis deskriptif adalah suatu analisis dimana data dikumpulkan dan di golongkan kemudian dianalisis dan diinterprestsikan secara objektif sehingga memberikan informasi dan gambaran mengenai topik yang dibahas. Pengolahan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan IMB SPSS Statistics 22. Untuk mengelola data dan memperoleh hasil dari variabel-variabel
yang diteliti, yakni ROA, CAR, LDR/ FDR, BOPO, NPL/ NPF perusahaan sektor perbankan selama periode 2012 sampai dengan 2016akan disajikan dalam analisis ini.
4.3. Deskripsi Variabel
Berdasarkan hasil pengambilan data, diperoleh lima jenis variabel untuk setiap bank syariah dan bank konvensional, yaitu ROA (Return On Asset), CAR (Capital Adequcy Ratio), FDR/ LDR (Financing to Deposit Ratio/ Loan to Deposit Ratio), BOPO (Biaya Operasional Pendapatan Operasional), NPF/ NPL
(Non Perfoming Financing/ Non Perfoming Loan), seperti tercantum dalam di bawah ini:
4.3.1. Variabel ROA
Return On Asset (ROA) merupakan suatu ukuran tentang efektivitas
manajemen dalam mengelolah investasinya. Di samping itu hasil pengembalian investasi menunjukkan produktivitas dari seluruh dana perusahaan, baik modal pinjaman maupun modal sendiri. Berikut ini adalah ROA bank syariah dan bank konvensional pada tahun 2012-2016.
Tabel 4.1
Analisis Deskriptif Variabel ROA Bank Syariah dan Konvensional Tahun 2012-2016 (Persen)
Tahun ROA
Syariah Konvensional
2012 1.66 2.69
2013 1.28 2.69
2014 0.71 2.30
2015 -1.92 2.09
2016 -1.20 2.21
Rata-rata 0.11 2.40
Sumber: data diolah(2017)
Berdasarkan tabel 4.1 diatas menunjukkan bahwa variabel ROA pada bank konvensional cenderung lebih tinggi dari pada bank syariah selama periode 2012-2016. Dilihat dari variabel ROA pada bank syariah cenderung menurun sebesar 1,66% pada tahun 2012 variabel ROA bank syariah terus mengalami penurunan setiap tahunnya sampai pada tahun 2016 sebesar -1,20% karena ROA yang mengalami penurunan perolehan laba atas yang di miliki oleh bank syariah, sedangkan ROA pada bank konvensional cenderung mengalami perkembangan yang naik turun (fluktuatif) pada tahun 2012 sampai tahun 2016. Dengan nilai Rata-rata ROA bank konvensional sebesar 2,40% lebih tinggi dibandingkan bank syariah hanya sebesar 0,11% .
4.3.2. Variabel CAR
CAR (Capital Adequacy Ratio) merupakan rasio kecukupan modal yang menunjukkan kemampuan perbankan dalam menyediakan dana yang digunakan untuk mengatasi kemungkinan risiko kerugian diakibatkan operasional bank.
Berikut ini adalah CAR bank syariah dan bank konvensional pada tahun 2012-2016.
Tabel 4.2
Analisis Deskripsi Variabel CAR Bank Syariah dan Konvensional Tahun 2012-2016 (Persen)
Tahun CAR
Syariah Konvensional
2012 24.28 16.22
2013 20.84 15.81
2014 22.59 16.53
2015 20.90 18.56
2016 23.43 20.87
Rata-rata 22.41 17.60
Sumber: data diolah (2017)
Berdasarkan tabel 4.2 diatas menunjukkan bahwa variabel CAR pada bank syariah cenderung mengalami perkembangan yang naik turun (fluktualitif) sebesar 24,28% pada tahun 2012, kemudian variabel CAR pada bank syariah mengalami penurunan sebesar 20,84% penurunan yang cukup signifikan pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 CAR bank syariah naik kembali sebesar 22,59%. Variabel CAR bank syariah mengalami naik turun (fluktuatif) setiap tahunnya penurunan lagi sebesar 20,90% pada tahun 2015 dan mengalami kenaikan sebesar 23,43% pada tahun 2016 pada bank syariah dalam menyediakan dana (modal) untuk mengatasi risiko kerugian diakibatkan operasi bank masih belum baik. Begitu pula variabel CAR pada bank konvensional cenderung mengalami peningkatan dari tahun 2013 sampai tahun 2016. Namun nilai rata-rata pada bank syariah sebesar 22,41% lebih tinggi dibandingkan bank konvensional sebesar 17,60%.
4.3.3. Variabel FDR/ LDR
LDR (Loan to Deposits Ratio) adalah rasio yang mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek (bisa disebut likuiditas) dengan membagi total kredit terhadap total Dana Pihak Ketiga (DPK). Likuiditas perbankan perlu dikelola guna memenuhi kebutuhan saat nasabah mengambil dananya dan menyalurkan pinjaman (kredit) kepada peminjam (debitur). Berikut ini adalah FDR/ LDR bank syariah dan bank konvensional pada tahun 2012 -2016.
Tabel 4.3
Analisis Deskripsi Variabel FDR/ LDR Bank Syariah dan Konvensional Tahun 2012-2016 (Persen)
Tahun FDR/LDR
Syariah Konvensional
2012 93.41 78.73
2013 93.81 81.42
2014 94.32 82.47
2015 98.74 85.29
2016 94.47 81.66
Rata-rata 94.95 81.91
Sumber: olahan data (2017)
Berdasarkan tabel 4.3 di atas menunjukkan bahwa variabel FDR/ LDR pada bank syariah lebih tinggi dari bank konvensional selama periode 2012-2016.
Variabel FDR bank syariah mengalami peningkatan yang fluktuatif dari tahun 2012 sampai tahun 2015 peningkatan yang baik, namun pada tahun 2016 mengalami penurunan variabel FDR yang cukup signifikan pada tahun 2016.
Variabel LDR pada bank konvensional juga mengalami peningkatan yang fluktuatif dari tahun 2012 sampai tahun 2015 variabel LDR mengalami peningkatan, tetapi pada tahun 2016 variabel LDR mengalami penurunan yang sama seperti bank syariah. Nilai rata-rata pada bank syariah lebih tinggi sebesar 94,95% dibandingkan bank konvensional sebesar 81,91%.
4.3.4. Variabel BOPO
BOPO (Belanja Operasional terhadap Pendapatan Operasional) merupakan rasio yang menggambarkan efisiensi perbankan dalam melakukan kegiatannya.
Belanja operasional adalah biaya bunga yang diberikan pada nasabah sedangkan pendapatan operasional adalah bunga yang didapatkan dari nasabah. Berikut ini adalah BOPO bank syariah dan bank konvensional pada tahun 2012-2016.
Tabel 4.4
Analisis Deskripsi Variabel BOPO Bank Syariah dan Konvensional Tahun 2012-2016 (Persen)
Tahun BOPO
Syariah Konvensional
2012 81.98 70.64
2013 85.62 71.96
2014 93.61 77.85
2015 104.99 79.03
2016 108.81 79.17
Rata-rata 95.00 75.73
Sumber: olahan data (2017)
Berdasarkan tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa variabel BOPO pada bank syariah lebih tinggi dari bank konvensional selama periode 2012-2016.
Untuk variabel BOPO pada bank syariah terus mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun 2012 sampai tahun 2016. Begitu pula dengan variabel BOPO pada bank konvensional juga terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan setiap tahunnya dari tahun 2012 sampai tahun 2016. Bank syariah dan bank konvensional dalam mengefisiensi operasional bank dengan baik. Nilai rata-rata variabel BOPO pada bank syariah sebesar 95,00% lebih tinggi dibandingkan bank konvensional sebesar 75,73% .
4.3.5. Variabel NPF/ NPL
NPF (Non Performing Financing)/NPL (Non Perfoming Loan) ini digunakan untuk mengukur manajemen bank dalam mengolah tingkat kredit bermasalah yang telah disalurkan oleh bank. Berikut ini adalah NPF/NPL bank syariah dan bank konvensional pada tahun 2012-2016.
Tabel 4.5
Analisis Deskripsi Variabel NPF/ NPL Bank Syariah dan Konvensional Tahun 2012-2016 (Persen)
Tahun NPF/NPL
Syariah Konvensional
2012 2.55 1.92
2013 2.46 1.95
2014 3.36 2.27
2015 7.40 2.70
2016 10.19 2.95
Rata-rata 5.19 2.36
Sumber: olahan data (2017)
Berdasarkan tabel 4.5 di atas menunjukkan bahwa variabel NPF/NPL pada bank syariah lebih tinggi dari bank konvensional selama periode 2012-2016.
Untuk variabel NPF pada bank syariah terus mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun 2012 sampai tahun 2016. Begitu pula pada bank konvensional mengalami kenaikan variabel NPL yang tidak terlalu signifikan dari tahun 2012 sampai 2016. Pada nilai rata-rata variabel NPF pada bank syariah sebesar 5,19% lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata variabel NPL pada bank konvensional sebesar 2,36%. Semakin tinggi NPF/ NPL semakin buruk kualitas kredit/ pembiayaan bank yang menyebabkan jumlah kredit bermasalah semakin besar.
4.4. Stabilitas Kinerja Keuangan
Z-score merupakan variabel dependen, untuk mengetahui stabilitas kinerja keuangan dimana nilai ini sebagai pengukur individual bank risk. Z- score juga merupakan cerminan dan kekuatan tingkat stabililas bank. Berikut ini adalah perhitungan Z-Score bank syariah dan konvensional selama periode 2012-2016.
Tabel 4.6
Hasil Perhitungan Z-Score Bank Syariah dan Bank Konvensional Tahun 2012-2016(Persen)
Tahun Z-Score
Syariah Konvensional
2012 6.55 4.77
2013 1.77 1.48
2014 0.97 0.78
2015 0.75 0.81
2016 2.48 2.57
Rata-rata Z-Score
2012-2016 2.504 2.082
Sumber: olahan data (2017)
Berdasarkan tabel 4.6 di atas menunjukkan bahwa nilaiZ-Score pada bank syariah dan bank konvensional tidak mengalami perbedaan yang signifikan. Nilai Z-Score pada bank syariah tahun 2012 sebesar 6,55% cenderung terus mengalami penurunan yang fluktuatif sampai tahun 2015 sebesar 0,75%, kemudian naik pada tahun 2016 sebesar 2,48%. Begitu pula Z-Score pada bank konvensional pada tahun 2012 sebesar 4,77% terus mengalami penurunan yang signifikan sampai tahun 2015 sebesar 0,81%, kemudian mengalami kenaikan yang cukup signifikan ditahun 2016 sebesar 2,57%. Untuk mengetahui tingkat stabilitas kinerja keuangan dilihat dari nilai rata-rata Z-Score pada nilai rata-rata Z-Score bank syariah sebesar 2,50% lebih tinggi dari pada bank konvensional sebesar 2,082%.
Menunjukkan bahwa bank syariah dan konvensional bank stabil, namun tingkat stabilitas lebih tinggi pada bank syariah dari pada bank konvensional walaupun mengalami naik turun tingkat stabilitas kinerja keuangannya periode 2012-2016.
4.5. Uji Beda
Berdasarkan hasil perhitungan Uji Beda Mann-Whitney bank syariah dan bank konvensional dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.7
Hasil Perhitungan Uji Beda Mann-Whitney
ROA CAR FDR BOPO NPF
Mann-Whitney U 6.000 45.000 27.000 11.000 30.000
Wilcoxon W 61.000 100.000 82.000 66.000 85.000
Z -3.331 -.378 -1.739 -2.948 -1.512
Asymp. Sig. (2-tailed) .001 .705 .082 .003 .131
Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .000b .739b .089b .002b .143b a. Grouping Variable: Bank
b. Not corrected for ties.
4.5.1. Variabel ROA
Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney pada tabel 4.5 untuk variabel Returnon Asset Ratio(ROA), diperoleh nilai Asymp nilai Sig. (2-tailed) 0,001<
0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara bank syariah dan bank konvensional selama periode 2012-2016. Variabel ROA mengalami peningkatan, dimana proporsi kenaikan laba bank konvensional lebih besar dari proporsi bank syariah. Hal ini dimungkinkan apabila pengelolaan aset yang dimilikinya optimal, sehingga menghasilkan laba yang maksimal dan akan semakin memperkuat aset bank.
4.5.2. Variabel CAR
Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney pada tabel 4.5untuk variabelCapital Adequacy Ratio (CAR),diperoleh nilai Asymp Sig. (2-tailed) 0,705> 0,05. Hal ini
menunjukkan bahwa H2 ditolak yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara bank syariah dan bank konvensional selama periode 2012-2016.
Dilihat variabel CAR yang menunjukkan bahwa kemampuan bank syariah dan bank konvensional dalam menyediakan dana atau modal untuk mengembangkan
usahanya dengan melakukan penambahan aset beresikonya. Dengan tujuan menambah aset dan modalnya untuk meningkatkan kinerja bank dan pertumbuhan bank itu sendiri.
4.5.3. Variabel FDR/ LDR
Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney pada tabel 4.5 untuk variabel FDR/
LDR, diperoleh nilai Asymp Sig. (2-tailed) 0,082> 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H3 ditolak yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara bank syariah dan bank konvensional selama periode 2012-2016. Dari variabel FDR/ LDR menunjukkan bahwa proporsi kenaikan dana bank syariah dan konvensional yang diterima seimbang dengan proporsi kenaikan kredit yang diberikan. Artinya bahwa turunnya FDR/ LDR menunjukkan bahwa besarnya dana yang diterima lebih besar dari kredit yang dikeluarkan. Maka bank harus meningkatkan pemberian kredit kepada nasabah untuk meningkatkan pendapatan bank.
4.5.4. Variabel BOPO
Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney pada tabel 4.5 untuk variabel Biaya Operasional dan Pembiayaan Operasional (BOPO), diperoleh nilai Asymp Sig. (2-tailed) 0,003<0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H4 diterima yang berarti terdapat perdedaan yang signifikan antara bank syariah dan bank konvensional selama periode 2012-2016. Dari variabel BOPO bank kurang mampu menekan biaya operasional sehingga bank kurang efisien dalam mengelolah sumber daya yang ada di bank, sehingga dapat menyebabkan kinerja keuangan dan tingkat profitabilitas menjadi menurun, maka bank harus menekan biaya operasionalnya.
4.5.5. Variabel NPF/ NPL
Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney pada tabel 4.5 untuk variabel NPF/
NPL, diperoleh nilai Asymp Sig. (2- tailed) 0,113 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H5 ditolak yang berarti tidak terdapat perbedaan NPF/NPL yang signifikan antara bank syariah dan konvensional selama periode 2012-2016. Variabel NPF/
NPL semakin tinggi maka semakin buruk kualitas kredit bank yang menyebabkan jumlah kredit bermasalah semakin besar. Maka bank syariah dan bank konvensional menimimkan dalam resiko kredit macet dan bank berhati-hati dalam memberikan kredit/ pinjaman. Karena bank tidak mau mengambil resiko besar dalam menyalurkan kreditmya kepada nasabah semakin besar kredit macet maka semakin berkurang aset/ modal bank.
4.6. Pembahasan
Berdasarkan hasil perhitungan Z-score selama periode 2012-2016 yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa bank syariah lebih stabil di bandingkan dengan bank konvensional.hal ini dapat dilihat pada tabel 4.6. Adapun kesimpulan mengenai tingkat stabilitas bank syariah antara bank konvensional selama periode 2012-2016 bisa dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.8
Perbandingan Z-Score Bank Syariah dan Bank Konvensional Periode 2012-2016
(Persen)
Z-Score 2012-2016 Syariah Konvensional
2.504 2.082
Sumber: olahan data (2017)
Berdasarkan tabel 4.6 diatas diketahui bahwa, memiliki nilai rata-rata Z-Score pada bank syariahadalah sebesar 2,504%, sementara nilai rata-rata Z-Z-Score
pada bank konvensional adalah sebesar 2,082%.Mukdad Ibrahim (2015) dengan judul “ A Comparative Study Of Financing Perfomance between Conventional and Islamic Banking in United Arab Emiratesˮmenyatakan bahwa nilai Z-Score
yang semakin tinggi menunjukkan tinggkat stabibilits yang semakin baik.
Diketahui rata-rata Z-Score pada bank syariah lebih tinggi dibandingkan rata-rata Z-Score pada bank konvensional, sehingga tingkat stabilitas bank syariah lebih baik didandingkan tingkat stabilitas bank konvensional.
Sama dengan penelitian-penelitian lain, dimana hasil penelitian terdahulu dominan menunjukkan stabilitas bank syariah lebih baik dari bank konvensional.
Terbukti pada penelitian Abedifar, Molyneux dan Tarazi tahun 2012 di negara-negara OIC (Organization of the Islamic Coorporation) yang merupakan sebuah organisasi Internasional dengan Negara-negara anggota, antara lain: Algeria, Bahrain, Bangladesh, Brunei Darussalam, Egypt, Gambia, Indonesia, Iran, Iraq, Jordan, Kuwait, Lebanon, Malaysia, Mauritania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Senegal, Syria, Sudan, Tunisia, Turkey, UAE dan Yaman. Negara-negara tersebut adalah negara yang memiliki seorang perwakilan tetap di Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa bank syariah kecil (skala/ukuran) di negara populasi mayoritas Muslim memiliki risiko kredit lebih rendah dari bank konvensional.Dalam hal risiko kebangkrutan, bank syariah kecil juga tampak lebih stabil.
Selanjutnya pada penelitian oleh Rajhi dan Hassairi tahun 2013 di Negara-negara Asia Tenggara dan MENA (Timur Tengah dan Afrika Utara) juga menyatakan bahwa berdasarkan nilai rata-rata Z-Score yang digunakan, perbankan
syariah lebih tinggi daripada bank konvensional kecuali untuk bank syariah dengan skala kecil.
Ada pula penelitian di Negara paling dekat dengan Indonesia yaitu Malaysia oleh Rahim dan Hassan tahun 2012 mengungkapkan hal yang hampir sama. penelitian ini menggunakan Z-score sebagai proxy untuk stabilitas keuangan dengan hasil bank syariah lebih stabil dibandingkan bank konvensional.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat stabilitas bank syariah selama periode 2012-2016 mengalami perkembangan yang fluktuatif dengan rata-rata sebesar 2,504% ,sedangkan bank konvensional sebesar 2,082%.
2. Hasil perhitugan Z-Score menunjukkan bahwa bank syariah lebih tinggi tingkat stabilitas dibandingkan bank konvensional. walaupun tidak mengalami perbedaan yang signifikan antara bank syariah dan bank konvensional periode 2012-2016.
3. Berdasarkan hasil perhitungan uji beda Mann-Whitney menunjukkan bahwa, ROA, BOPO terdapat perbedaan yang signifikan antara bank syariah dan bank konvensional selama periode 2012-2016.
4. Berdasarkan hasil perhitungan uji beda Mann-Whitney menunjukkan bahwa CAR, FDR/ LDR, NPF/ NPL tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara bank syariah dan bank konvensional selama periode 2012-2016.
Penemuan dalam penelitian ini adalah bank syariah lebih stabil dari pada bank konvensional. Berkaitan dengan peningkatan stabilitas bank syariah agar semakin menunjang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, maka saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut:
1. Selain sosialisasi yang sudah dilakukan, berkaitan dengan fakta bahwa pemahaman masyarakat yang masih kurang, bank syariah perlu secara langsung meningkatkan pemahaman tersebut melalui hal kecil misalnya dengan mengubah istilah-istilah bahasa Arab dalam prosedur/ akad-akad yang ada di bank syariah kedalam bahasa Indonesia. Hal ini dikarenakan sebagian masyarakat tidak paham arti dari istilah akad-akad dalam bahasa Arab tersebut bahkan kesulitan untuk mengingat maupun mengucapkannya.
2. Memanfaatkan dana likuid bank syariah agar tidak terjadi over likuid serta untuk meningkatkan peran bank syariah sebagai pembangun sektor riil, bank syariah harus lebih intensif melakukan pendekatan kesektor pertanian (sub sektor perkebunan, peternakan dan perikanan) karena akad-akad pada bank syariah lebih sesuai dengan sector tersebut dibandingkan dengan bank konvensional.
Abedifar, Pejman., Molyneux, Philip., Tarazi, Amine. 2012. Risk in Islamic Banking, version 1, hal-00915115. https://hal.archives-ouvertes.fr/hal-00915115/document
Abustan, 2009. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Syariah dengan Perbankan Konvensional, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma.
Abdul Halim, dan Bambang Supomo, 2001. Akuntansi Manajemen, Edisi Pertama, BPFE-Yogyakarta, Yogyakarta.
Adiwarman, Karim, 2004. Bank Islam Analisis Fiqih dan Keuangan,edisi 3, cetakan ke-3.Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Anita Febryani, dan Rahadian Zulfadin, 2003. “Analisis Kinerja Bank Devisa dan Bank Non Devisa di Indonesia” , Kajian Ekonomi dan Keuangan, Vol. 7, No. 4.
Aziz, SA 2009, „The Criticize for Islamic Banking‟, Viewed 11 August 2010,
<http://www.kompasiana.com>.
Ema, Rindawati, 2007.Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Syariah dengan Perbankan Konvensional, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.
Erlina, 2008. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen, Edisi Kedua, USU Press, Medan
Gunawan, Juniati dan Purnama S. Dewi, 2003. “Analisis Tingkat Kesehatan Bank dan Luas Pengungkapan Peristiwa Setelah Tanggal Neraca pada Laporan Tahunan yang Terdaftar di BEJ” , Media Riset Akuntansi, Auditing dan Informasi, Vol. 3, No. 2.
Harahap, Sofyan Syafri, 2006. Analitis Kritis Atas Laporan Keuangan, Edisi Pertama, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Hasbi, Hariandy dan Haruman Tendi,2011. “Banking: According to Islamic Sharia Concepts and Its Performance in Indonesia”, International Review of Business Research Papers Vol. 7. No. 1.
Ikatan Akuntan Indonesia,” Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Bank Syariah”, Cetakan ke-1, Jakarta, 2002.
Juli, Irmayanto, dkk. 2004. Bank dan Lembaga Keuangan (Edisi Revisi). Jakarta: Penerbit Universitas Trisakti.
Jumingan, 2005. Analisis Laporan Keuangan, Cetakan Pertama. Jakarta: Bumi Aksara.
Kasmir, 2009. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, edisi revisi 9. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Kasmir, 2008. Analisis Laporan Keuangan, edisi Pertama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Pemerintah Republik Indonesia, 1998. Undang-undang Republik Indonesia NO.10 Tahun 1998 tentang Perubahan Undang-undang No 7 tahun 1992, Cetakan Pertama, Penerbit Sinar Grafika, Jakarta
Rahim, Siti Rohaya Mat., Hassan, Norsilawati Mohd., Zakaria, Roza Hazli. 2012. Islamic Vs.
Conventional Bank Stability: ‘A Case Study Of Malaysia‟. Prosiding Persidangan Kebangsaan Ekonomi Malaysia Ke VII
Rajhi, Wassim., Hassairi, Slim A. 2013. Islamic Banks and Financial Stability: A Comparative Empirical Analysis Between MENA and Southeast Asian Countries.
Région et Développement n° 37
Rubitoh, 2003, Penelitian Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Muamalat dengan Bank Konvesional (Enam Bank Konvensional).
Sri Sularso, 2003/2004.Metode Penelitian akuntansi sebuah pendekatan replikasi, Fakultas ekonomi universitas sebelas maret, Surakarta.
Suparmoko,1999.Metode penelitian praktis, edisi keempat, cetakan pertama, BPFE-Yogyakarta, Yogyakarta.
Syafi‟I Antonio, Bank Syariah Dari Teori ke Praktik, Gema Insani Press, Jakarta, 2001.
Wijaya, Amir 2008, „Islamic Banking at 2008: Evaluation, Trend, and Projection‟, Journal of Karim Review, Special Edition, No. 1, pp.1-15.
BANK TAHUN ROA CAR LDR BOPO NPL
BANK MEGA 2013 1.14 15.74 57.41 89.76 2.18
BANK MEGA 2014 1.16 15.23 65.85 91.25 2.09
BANK MEGA 2015 1.97 22.85 85.05 85.72 2.81
BANK MEGA 2016 2.36 26.21 55.35 81.81 3.44
BANK VICTORIA 2012 2.17 17.96 67.59 78.82 2.24
BANK VICTORIA 2013 2.10 18.20 79.02 80.54 0.70
BANK VICTORIA 2014 0.80 18.35 70.25 93.25 3.52
BANK VICTORIA 2015 0.65 19.30 70.17 93.89 4.48
BANK VICTORIA 2016 0.52 24.58 68.38 94.30 3.89
Lampiran 2
Nilai Rata- rata Bank Konvensional
Nama Bank ROA CAR LDR BOPO NPL
PT BANK MANDIRI 3.18 17.39 83.11 68.39 2.25
BANK CENTRAL ASIA 3.62 17.48 75.80 41.16 0.68
BANK NEGARA INDONESIA 3.02 17.37 85.76 71.39 2.53
BANK RAKYAT INDONESIA 4.59 19.15 84.94 64.55 1.81
BANK JAWA BARAT 2.25 17.07 87.71 82.21 2.73
MAYBANK INDONESIA 1.15 14.72 88.42 88.96 2.70
BANK PANIN 1.71 17.17 90.19 82.26 2.23
BANK BUKOPIN 1.32 16.61 85.18 85.51 2.86
BANK MEGA 1.87 19.37 69.21 85.05 2.52
BANK VICTORIA 1.25 19.68 71.08 88.16 2.97
Nama Bank Tahun ROA CAR FDR BOPO NPF
MEGA SYARIAH 2015 0.30 18.77 98.70 85.76 2.81
MEGA SYARIAH 2016 2.63 23.53 95.24 88.16 3.30
VICTORIA SYARIAH 2012 1.40 28.08 73.70 87.90 3.19
VICTORIA SYARIAH 2013 0.40 18.40 84.60 91.95 3.71
VICTORIA SYARIAH 2014 -0.50 15.27 95.10 143.31 7.10
VICTORIA SYARIAH 2015 -0.60 16.14 95.00 119.19 9.80
VICTORIA SYARIAH 2016 -2.19 15.98 100.67 131.34 7.21
Lampiran 4 Nilai Rata-rata Bank Syariah
Nama Bank ROA CAR FDR BOPO NPL
BSM 0.98 13.93 80.18 87.33 4.19
BCA SYARIAH 0.75 30.90 81.16 90.43 0.30
BNI SYARIAH 1.23 15.98 82.97 88.80 2.24
BRI SYARIAH 0.71 14.66 85.30 92.37 4.22
BJB SYARIAH -1.20 20.48 90.13 101.73 7.40
MAYBANK SYARIAH -4.54 53.90 157.55 115.27 20.09
PANIN SYARIAH 1.22 23.44 99.34 80.01 1.33
BUKOPIN SYARIAH 0.48 14.40 92.72 92.88 3.33
MEGA SYARIAH 1.73 17.61 90.33 86.44 2.61
VICTORIA SYARIAH -0.30 18.77 89.81 114.74 6.20
Tahun 2012-2016
Tahun Z-Score
Syariah Konvensional
2012 6.55 4.77
2013 1.77 1.48
2014 0.97 0.78
2015 0.75 0.81
2016 2.48 2.57
Rata-rata Z-Score 2012-2016
2.504 2.082
Lampiran 6
Hasil Perhitungan Uji Beda Mann-Whitney
ROA CAR FDR BOPO NPF
Mann-Whitney U 6.000 45.000 27.000 11.000 30.000
Wilcoxon W 61.000 100.000 82.000 66.000 85.000
Z -3.331 -.378 -1.739 -2.948 -1.512
Asymp. Sig. (2-tailed) .001 .705 .082 .003 .131
Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .000b .739b .089b .002b .143b