Pada Gambar 2 terlihat pertumbuhan ekonomi rata-rata dari masing-masing kelompok negara. Gambar tersebut menunjukan trend pergerakan kondisi perekonomian dari masing-masing kelompok negara dari tahun 1999 sampai tahun 2013. Secara umum terlihat bahwa pertumbuhan ekonomi tercepat terjadi pada negara-negara yang terklasifikasi ke dalam kelompok negara-negara berpendapatan tinggi (high-income countries). Disaat yang sama negara-negara berpendapatan tinggi juga memiliki pertumbuhan ekonomi yang paling berfluktuasi. Terlihat pada Gambar 2 bahwa perubahan pada pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju yang paling cepat disbanding kelompok negara lainnya. Kelompok negara dengan pertumbuhan tertinggi selanjutnya adalah negara-negara berpendapatan menengah (middle-income) dengan tingkat fluktuasi yang relatif stabil disbanding negara-negara berpendapatan tinggi. Negara dengan tingkat pertumbuhan terendah adalah negara-negara berpendapatan rendah (low- income countries). Pertumbuhan ekonomi di kelompok negara ini adalah yang paling stabil diantara kelompok negara lainnya. Nilai pertumbuhan rata-rata di kelompok negara ini tidak lebih dari dua persen setiap tahun selama periode penelitian.
Efek dari krisis di tahun 2008 dirasakan oleh seluruh kelompok negara. Hal tersebut ditunjukan pada Gambar 2 dengan adanya penurunan yang cukup signifikan di kisaran tahun tersebut. Efek dari krisis ini paling dirasakan oleh negara-negara berpendapatan tinggi. Terlihat pada gambar bahwa di tahun 2008 rata-rata pertumbuhan di negara-negara berpendapatan tinggi jatuh sampai hanya - 0.44% dibanding tahun sebelumnya, dan kembali jatuh sampai -4.58% pada tahun 2009 dibanding tahun sebelumnya. Efek dari krisis selanjutnya dirasakan oleh negara berpendapatan menengah dan negara-negara berpendapatan rendah justru relatif tidak terlalu terpengaruh oleh adanya krisis tersebut.
Sumber: World Development Indicators (diolah)
Gambar 2 Fluktuasi pertumbuhan ekonomi rata-rata di masing-masing kelompok negara -6 -4 -2 0 2 4 6 Per se n Tahun
29
Gambar 3 menunjukkan tingkat volatilitas makroekonomi yang terjadi di masing-masing kelompok negara tahun 1998-2013 yang diukur berdasarkan standar deviasi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi di negara-negara tersebut. Pada Gambar 3 terlihat bahwa tingkat volatilitas tertinggi ditunjukkan oleh negara-negara berpendapatan tinggi. Kelompok negara dengan tingkat volatilitas pertumbuhan tertinggi berikutnya adalah negara-negara berpendapatan menengah, dan tingkat volatilitas makroekonomi yang terendah adalah negara-negara berpendapatan rendah. Pada gambar juga terlihat bahwa secara umum terjadi peningkatan volatilitas makroekonomi di negara-negara berpendapatan tinggi dan menengah pada periode terjadinya krisis tahun 2008.
Variasi standar deviasi dari tahun ke tahun di ketiga kelompok negara cenderung rendah. Negara-negara berpendapatan tinggi memiliki tingkat standar deviasi yang semakin menurun dari tahun 1998 sampai tahun 2013 yang artinya tingkat volatilitas di negara-negara ini cenderung menurun terlepas dari dampak terjadinya krisis di tahun 2008. Peningkatan tingkat standar deviasi tertinggi terjadi pada periode tahun 2006 sampai tahun 2010. Hal ini merupakan salah satu dampak dari terjadinya krisis pada tahun 2008 saat itu. Sedangkan tingkat standar deviasi di kelompok negara berpendapatan rendah tidak menunjukkan perubahan sebesar negara-negara berpendapatan tinggi dan menengah.
Sumber: World Development Indicators (diolah)
Gambar 3 Tingkat volatilitas pertumbuhan per kapita di masing-masing kelompok negara periode tahun 1998-2013
0 1 2 3 4 5 6 1998-2002 2002-2006 2006-2010 2010-2013 S a tu a n S ta n d a r De v ia si Periode (Tahun)
High Income Middle Income Low Income
Sumber: International Financial Statistic (diolah)
Gambar 4 Rata-rata kondisi financial openness di masing-masing kelompok negara dari tahun 1998-2013 -50 0 50 100 150 200 250 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Per se n Tahun
30
Pada Gambar 4 terlihat rata-rata kondisi financial openness yang mengukur total arus kapital yang masuk dan keluar di masing-masing kelompok negara dari tahun 1998-2013. Rata-rata keterbukaan keuangan tertinggi dari rata-rata tahun 1998-2008 ditunjukan oleh negara berpendapatan menengah yaitu sebesar 85.61% dari total GDP per kapita yang dimilikinya. Rata-rata keterbukaan keuangan tertinggi selanjutnya yaitu kelompok negara berpendapatan rendah dengan nilai 36.34% dari total GDP per kapita yang dimilikinya. Sedangkan rata-rata keterbukaan keuangan terendah ditunjukan oleh negara berpendapatan tinggi dengan nilai sebesar 15.41% dari total GDP per kapita yang dimilikinya.
Gambar 5 menyajikan rata-rata kondisi fiscal balance di masing-masing kelompok negara tahun 2000-2013. Pada Gambar 5 terlihat bahwa negara-negara berpendapatan tinggi dan negara-negara berpendapatan menengah memiliki kondisi fiscal balance yang tinggi dengan nilai mendekati satu. Artinya pengeluaran fiscal dalam bentuk belanja pemerintah di negara-negara berpendapatan tinggi dan menengah relatif seimbang dengan pendapatan yang dimiliki oleh negara-negara tersebut. Pada negara-negara berpendapatan rendah, kondisi fiscal balance menunjukan nilai yang kecil. Artinya pengeluaran pemerintah dengan pendapatan yang di dapat oleh negara-negara di kelompok ini tidak seimbang. Nilai yang kecil (mendekati nol) menunjukan bahwa porsi belanja pemerintah dalam rangka pembangunan ekonomi belum maksimal di negara- negara pada kelompok ini.
Selanjutnya Gambar 6 menyajikan kondisi tingkat penyaluran kredit, tingkat inflasi, kondisi arus perdagngan, dan pendalaman keuangan di masing-masing kelompok negara dari Tahun 1998-2013. Pada gambar tersebut terlihat rata-rata perkembangan industri keuangan yang diukur melalui tingkat penyaluran kredit tertinggi ditunjukan oleh negara berpendapatan tinggi dengan nilai rata-rata selama periode penelitian sebesar 89.13% dari total GDP per kapita yang dimilikinya. Nilai ini jauh menungguli kelompok negara lain, dimana kelompok negara berpendapatan menengah memiliki nilai sebesar 37.36% dari total GDP per kapita yang dimilikinya. Sedangkan negara-negara berpendatan rendah jauh
Sumber: International Financial Statistic (diolah)
Gambar 5 Rata-rata kondisi fiscal balance di masing-masing kelompok negara dari tahun 1998-2013 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 1 1,1 1,2 1,3 Per se n Tahun
31 tertinggal dengan nilai hanya sebesar 14.95% dari total GDP per kapita yang dimilikinya.
Kondisi tingkat inflasi yang diukur melalui indeks harga konsumen juga disajikan pada Gambar 6. Kondisi tingkat inflasi di masing-masing kelompok negara dari Tahun 1998-2013 menunjukan bahwa tingkat inflasi tertinggi dimiliki oleh negara-negara berpendapatan rendah. Pada kelompok negara ini selain memiliki tingkat inflasi yang tinggi, fluktuasi tingkat inflasi yang dimiliki juga relatif tinggi. Kondisi tingkat inflasi tertinggi selanjutnya adalah negara-negara berpendapatan menengah. Pada kelompok negara ini fluktuasi tingkat inflasi juga relatif tinggi. Tingkat inflasi terendah ditunjukan oleh negara-negara berpendapatan tinggi. Fluktuasi tingkat inflasi pada kelompok negara ini juga merupakan yang terendah.
Pada Gambar 6 juga terlihat kondisi arus perdagangan di masing-masing kelompok negara tahun 1998-2013. Pada gambar ini dapat diketahui bahwa arus perdagangan tertinggi ditunjukkan oleh negara-negara berpendapatan tinggi dengan nilai rasio arus perdagangan lebih dari 100% terhadap GDPnya. Negara- negara berpendapatan menengah memiliki rasio arus perdagangan yang berada di kisaran 80% terhadap GDPnya. Rasio arus perdagangan terendah ditunjukkan oleh kelompok negara-negara berpendapatan rendah dengan nilai rasio berada di kisaran 60% terhadap GDPnya. Dampak dari krisis di tahun 2008 dirasakan di seluruh kelompok negara. Pasca terjadinya krisis di tahun 2008 terjadi penurunan arus perdagangan di seluruh kelompok negara namun di tahun 2010 kondisi arus perdagangan di seluruh kelompok negara kembali meningkat.
0 20 40 60 80 100 120 P e r se n Tahun Tingkat Penyaluran Kredit
0 5 10 15 20 25 30 35 40 P e r se n Tahun Tingkat Inflasi 0 20 40 60 80 100 120 140 P e r se n Tahun Kondisi Arus Perdagangan
High Income Middle Income Low Income
0 20 40 60 80 100 120 P e r se n Tahun Pendalaman Keuangan (M2/GDP)
High Income Middle Income Low Income
Sumber: World Development Indicators,International Financial Statistic (diolah)
Gambar 6 Rata-rata kondisi tingkat penyaluran kredit, tingkat inflasi, kondisi arus perdagangan, dan pendalaman keuangan di masing-masing kelompok negara dari tahun 1998-2013
32
Gambar 6 juga menunjukan kondisi pendalaman sektor keuangan di masing- masing kelompok negara tahun 1998-2013. Kondisi pendalaman sektor keuangan yang digambarkan oleh variabel M2 terhadap GDP per kapita di negara tersebut memiliki gambaran yang hampir sama dengan kondisi perkembangan industri keuangan. Dimana tingkat pendalaman sektor keuangan terbaik ditunjukan oleh negara berpendapatan tinggi dengan nilai rata-ratanya sebesar 88.78% dari total GDP per kapita yang dimilikinya. Nilai rata-rata pendalaman sektor keuangan selanjutnya ditunjukan oleh kelompok negara berpendapatan menengah dan negara berpendapatan rendah dengan nilai rata-ratanya berturut-turut sebesar 48.82% dan 30.80% dari total GDP per kapita yang dimilikinya.
Gambar 7 memperlihatkan rata-rata kondisi kualitas kelembagaan dari masing-masing kelompok negara tahun 1998-2013. Pada gambar terlihat bahwa tingkat kualitas kelembagaan tertinggi berdasarkan variabel government effectiveness dimiliki oleh negara-negara berpendapatan tinggi dengan nilai rank rata-rata tahun 1998-2013 sebesar 79.95. Selanjutnya negara-negara berpendapatan menengah dengan nilai rank sebesar 41.32. Tingkat kualitas kelembagaan berdasarkan variabel government effectiveness terburuk dimiliki oleh negara-negara berpendapatan rendah dengan nilai rank sebesar 19.90.
Sumber: World Government Indicators (diolah)
Gambar 7 Rata-rata kondisi institutional quality di masing-masing kelompok negara dari tahun 1998-2013 (dalam indeks)
4.2 Hasil Estimasi Dampak International Financial Integration (IFI) terhadap