HASIL PNELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Sumber dan jenis pendapatandan Beban perusahaan
D. Analisis dan Evaluasi Hasil Penelitian
Ada 2 point yang dibahas dalam analisis hasil penelitian yaitu :
1. Analisis dan evaluasi terhadap pengakuan pendapatan
Berdasarkan hasil penelitian penulis di perusahaan, pengakuan dan perlakuan pendapatan dari penjualan tiket, jasa tour dan transportasi lebih mengacu pada konsep realisasi. Di mana pendapatan dari penjualan tersebut akan menjadi milik perusahaan apabila benar-benar terjadi penjualan atau aktivitas pelayanan pemberian jasa dan perpindahan hak milik dengan bukti yang objektif. Jadi, saat pengakuang pendapatan dilakukan bukan pada saat penerimaan kas atau setara kas. Akan tetapi, pada saat perjalanan wisata telah dilaksanakan atau tiket yang di jual telah diterima oleh costumer servis atas dasar kontrak yang telah disepakati. Dengan katalain, PT. Lion Air menerapkan accural basis sebagai dasar pengakuan
pendapatan, karena cash flow perusahaan lebih menitiberatkan pada keseimbangan pendapatan dan biaya yang telah terjadi setara bersamaan.
Adapun kriteriayang digunakan oleh PT. Lion Air di dasarkan pada hal-hal sebagai berikut :
1. Hasil penjualan jasa yang menjadi pendapatan memiliki harga satuan rupiah dan dapat diukur oleh perusahaan;
2. Hasil penjualan tersebut akan mendapatkan aliran masuk berupa aktiva lancar bagi perusahaan.
Proses pembentukan perusahaan pada PT. Lion Air berhubungan langsung dengan fase kegiatan penjualan tiket, jasa tour, serta jasa transportasi. Dengan kata lain, pendapatan hanya terjadi dalam penjulan tiket jasa tour, serta jasa transportasi dan perusahaan hanya berfokus pada konsep realisasi bukan pada terbentuknya. Dalam penjualan jasa jumlah pendapatan yang dicatat oleh PT. Lion Air adalah pendapatan yang ditetapkan dalam kontrak atau perjanjian yang dibuat dan langsung diakui sebagai pendapatan pada saat disetujuinya kontrak. Begitu pula dengan biaya-biaya yang disetujui dan berhubungan dengan pendapatan, juga ditentukan besarnya bersamaan dengan terjadinya pendapatan tersebut.
Pencatat dan pengakuaan pendapatan yang dilaksanakan PT. Lion Air sesuai dengan yang telah diuraikan sebelumnya. Kegiatannya meliputi pembuatan nota debet kepada pelanggan yang dilakukan setelah pemberian jasa atau tour dan service. Kemudian pelanggang akan melakukan pembayaran setelah menerima bukti yang menerangkan bahwa perjalanan telah dilaksanakan atau pelayanan telah diberikan. Setelah itu pelanggan akan membayar kepada perusahaan atau memberikan cek, gori ataupun uang tunai. Bukti-bukti transaksi yang ada akan dibukukan oleh bagian accounting dan akan digunakan kembali untuk mengontrol penjualan atas
jasa tersebut.
Oleh karena itu, kegiatan yang sangat penting dalam proses pengakuan pendapatan PT. Lion Air yaitu kegiatan pembuatan nota debet kepada pelanggan. Dengan dibuatnya nota debet tersebut berarti jumlah nilai yang
ditawarkan telah diterima oleh pembeli. Pendapatan dari penjualan jasa ini dapat diestimasi dengan andal sehubungan dengan transaksi tersebut diakui pada tingkat penyelesaian dari transaksi pada tanggal neraca.
2.Analisis dan evaluasi terhadap perlakuan pendapatan
Perlakuan pendapatan pada PT. Lion Air telah sesuai dengan PSAK No.
23 paragraf 19, di mana kondisinya sebagai berikut : 1. Jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal;
2. Besar kemungkinan manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebut akan diperoleh perusahaan;
3. Tingkat penyelesaian dari transaksi pada tanggal neraca dapat diukur dengan andal;
4. Biaya yang terjadi untuk transaksi tersebut dan biaya untuk menyelesaikan transaksi tersebut dapat diukur dengan andal.
Untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang travel dan tour saat pengakuan pendapatan merupakan saat yang paling jelas dan objektif dari dasar lain. Dari sisi hukumnya, untuk mencapai tujuan penjualan jasa dapat terjadi apabila perpindahan hak dan tuntutan pembayaran timbul, oleh karena itu dari segi tehnisnya, PT. Lion Air merasa kesulitan untuk melaksanakan, karena PT. Lion Air hanya berpedoman pada pandangan umum dan akuntansi yang lazim digunakan oleh perusahaan – perusahaan lainnya.
Pada pembahasan sebelumnya juga, dikatakan bahwa kebijaksanaan perusahaan yang tidak membuat penyisihan untuk waktu menunggu tagihan diterima, memang bisa diterima dalam hal ini menyalahi dari prinsip akuntansi yang lazim dipakai umum. Berdasarkan hal itu pula PT. Lion Air menaruh kepercayaan yang besar kepada pelanggan dengan memberikan tenggang waktu dalam melakukan pembayaran tanpa menerapkan kelebihan bayar atas tenggang waktu yang diberikan selama 2 minggu setelah diterbitkannya nota debet.
Apabila ditinjau dari segi hubungan baik dengan pelanggan, dalam hal ini sangat wajar, dalam hal ini pulalah yang diharapkan oleh pelanggan tersebut. Akan tetapi, apabila ditinjau dari sudut keuangannya seharusnya perusahaan menetapkan adanya penyisihan dari total keseluruhan tagihan tersebut dibayar. Alasannya adalah agar uang yang tertanam pada pelanggan tersebut dapat menghasilkan pendapatan yang disebut dengan pendapatan bunga walaupun pendapatannya relatif kecil.
Dalam kebijaksanaan penyisihan piutang ragu-ragu atau piutang tak tertagih pada PT. Lion Air tidak menetapkan kebijaksanaan apapun.
Jika ditinjau dari teori dan literatur akuntansi, hal tersebut merupakan kebijaksanaan yang mengandung resiko dan mengantisipasi kerugian yang akan dialami oleh perusahaan. Seperti, apabila sewaktu-waktu terdapat pelanggan yang tidak dapat membayar kewajibannya pada perusahaan . Alasan perusahaan yang tidak menetapkan adanya penyisihan piutang ragu-ragu, karena cukup tepatnya waktu yang diberikan oleh perusahaan
kepada pelanggan untuk melakukan pembayaran sehingga kemungkinan pembayaran tidak tertagih sangat kecil.
Dari hasil penelitian diperusahaan, perusahaan telah memenuhi standar sesuai dengan PSAK No. 23, dan dapat dikatakan perusahaan telah mengakui pendapatan sebagaimana mestinya serta harus mengungkapkan kebijakan akuntansi yang dianut. Untuk menentukan tingkat penyelesaian transaksi penjualan. Dan metode pendapatan apapun yang dipilih perusahaan, konsisten dalam penggunaan adalah perlu agar dapat menyelesaikan daya banding operasi perusahaan dari periode ke periode.
Nilai tukar merupakan perlakuan terbaik untuk mengetahui hasil perolehan dari penjualan dan pemberian jasa. Nilai tukar tersebut diukur dalam rupiah, bukan dalam dollar ataupun dalam mata uang asing. PT.
Lion Air mempraktekkan bahwa nilai tukar saat penjualan tiket dan pemberian jasa tour dan transportasi terjadi adalah ukuran yang akan diterima pada saat diterima. Biasanya yang diterima perusahaan dalam bentuk tunai, cek atau giro atau langsung ditransfer ke rekening perusahaan, tujuannya agar bisa segera direalisasi menjadi nilai rupiah.
Pendapatan dari hasil penjualan jasa tersebut dinilai wajar artinya perlakuan pendapatan atas hasil penjualan tiket dan pemberian jasa tour dan transportasi tersebut.
Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 23, bahwa suatu perusahaan dapat membuat estimasi yang handal terhadap pendapatan yang akan diterima setelah perusahaan mencapai persetujuan dengan pihak lain dalam hal berikut :
1. Hak masing-masing pihak yang pelaksanaannya dapat dipaksakan dengan kekuatan hukum berkenaan dengan jasa yang diterima dan berikan kepada pihak-pihak tersebut;
2. Imbalan yang harus dipertukarkan;
3. Cara dan persyaratan pembayaran serta penyelesaian.
Dari keterangan di atas, unsur tehnik dan objektivitas yang terjadi dapat dijadikan sebagai dasar perlakuan pendapatan yang akan dijadikan data akuntansi yang objektif dari perusahaan.
Perlakuan pendapatan dilakukan berdasarkan jumlah uang yang diterima dikurangi diskon dan beban-beban atau pendapatan diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang akan diterima oleh perusahaan. Jumlah pendapatan yang timbul dari suatu transaksi biasanya ditentukan oleh persetujuan antara perusahaan dengan pembeli atau pemakai tersebut. Pada perusahaan, beban yang timbul dari pendapatan yaitu beban atau biaya komisi yang diberikan sub agen pada penjualan tiket pesawat. Beban atau biaya perjalanan yang diberikan kepada guide selama memandu wisatawan.
Sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang menyatakan kriteria pendapatan dari penjualan jasa dapat diakui apabila dipenuhi keadaan atau dalam kondisi-kondisi tertentu. Kondisi yang berhubungan dengan timbulnya pendapatan perusahaan, yaitu beban atau biaya operasional yang timbul dalam perjalanan wisata yang dimaksudkan dalam perhitungan yang dipengaruhi tarif yang akan dibayar dan dianggap sebagai harga pokok yang terjadi. Kemudian jumlah pendapatan yang diterima akan diukur dengan satuan mata uang dalam rupiah dan penerimaanya bisa berupa uang, cek atau giro.
Kondisi-kondisi diatas telah memberikan yang telah diidentifikasi dari sebuah transaksi atas jasa wisata atau service yang telah disesuaikan dengan Standar Akuntasi Keuangan, karena selama ini perusahaan mengakui pendapatan berdasarkan satuan rupiah. Maka transaksi yang berlaku dalam mata uang asing akan disesuaikan dengan kurs standar yang berlaku pada saat terjadinya transaksi, dalam menjalankan operasi perusahaan tersebut perlakuan nilai pendapatan, jika telah ada persetujuan dari pelanggang. Kemudian akan dilaporkan dalam laporan keuangan yaitulaporan laba rugi tahun berjalan.
Dalam akuntansi berbasis akrual, pendapatan diakui ketika penjualan terjadi dan pengeluaran (belanja) diakui ketika barang atau jasa telah diterima. Dengan kata lain, basis akrual mengakui transaksi pada saat terjadi.
Sedangkan dalam basis kas, pendapatan diakui ketika kas/utang telah diterima dan pengeluaran diakui ketika telah dilakukan pembayaran kas.
Selain itu, dalam basis akrual juga mengakui adanya transaksi-transaksi non-kas, seperti pengakuan beban penyusutan, penyisihan piutang tak tertagih, dan sebagainya.
Laporan penjualan tiket PT. Lion Air selama bulan Desember 2013 Tabel 2.1
Cabang Penjualan Tiket Penerbangan Domestik PT. Lion Air Makassar
No BULAN Jumlah Orang JUMLAH
1 Januari 30 20.580.000
2 Pebruari 46 25.024.000
3 Maret 72 29.736.000
4 April 56 35.580.000
5 Mei 41 40.918.000
6 Juni 37 40.626.000
7 Juli 73 45.552.000
8 Agustus 49 37.583.000
9 September 60 50.220.000
10 Oktober 33 45.210.000
11 November 62 30.256.000
12 Desember 120 48.000.000
JUMLAH 449.285.000
Sumber : PT.lion Air Makassar
Jurnal tahun 2014 pada PT. Lion Air yang berjumlah Rp. 449.285.000 Debet Kredit
Kas Rp. 449.285.000
Pendapatan Jasa Rp. 449.285.000
Laporan penjualan tiket PT. Lion Air selama bulan Desember 2014 Tabel 2.2
Cabang Penjualan Tiket Penerbangan Internasional PT. Lion Air Makassar
No Bulan Jumlah Orang Jumlah
1 Januari 30 20.608.000
2 Pebruari 40 50.880.000
3 Maret 20 109.440.000
4 April 15 34.020.000
5 Mei 23 101.660.000
6 Juni 28 95.760.000
7 Juli 25 45.700.000
8 Agustus 19 88.179.000
9 September 32 65.331.000
10 Oktober 36 75.862.000
11 November 42 90.854.000
12 Desember 45 138.465.000
JUMLAH 916.759.000
Sumber : PT.lion Air Makassar
Jurnal tahun 2014 pada PT. Lion Air yang berjumlah Rp. 916.759.000 Debet Kredit
Kas Rp. 916.759.000
Pendapatan Jasa Rp. 916.759.000
Tabel 2.3 Laporan Laba-Rugi
Untuk Bulan yang Berakhir 31 Desember 2014
Pendapatan Jasa Rp.1.366.044.000
Beban Operasional :
Beban Sewa Rp. 20.000.000
Beban Gaji Rp. 2.000.000
Beban Listrik Rp. 300.000 Perlengkapan kantor Rp. 1.000.000
Total Beban Operasional Rp.23.300.000
Laba Bersih Operasi Rp.1.342.744.000
Tabel 2.4 Laporan Ekuitas
Untuk Bulan yang Berakhir 31 Desember 2014
Modal Rp.50.000.000
Ditambah :
Laba Bersih Rp.1.342.744.000 Rp. 1.392.744.000 Dikurangi :
Prive (Rp. 2.500.000)
Modal Rp. 1.390.244.000
Tabel 2.5 Laporan Neraca
Untuk Bulan yang Berakhir 31 Desember 2014
Aktiva Pasiva
Kas 1.366.044.000 Piutang Usaha 500.000 Bangunan 20.000.000 Peralatan Kantor 1.000.000
Total Aktiva 1.387.544.000
Hutang Usaha 2.700.000
Modal 1.390.244.000
Total Pasiva 1.387.544.000
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN