AKUNTABILITAS KINERJA
3.2. Analisis Evaluasi Pencapaian Kinerja
Suatu pelaporan akuntabilitas kinerja tidak hanya berisi tingkat keberhasilan/kegagalan yang dicerminkan oleh hasil evaluasi indikator- indikator kinerja sebagaimana yang ditunjukkan oleh pengukuran penilaian kinerja, tetapi juga menyajikan data dan informasi yang relevan dengan kebutuhan dalam pengambilan keputusan. Analisis tersebut meliputi perbandingan antara hasil tahun ini degan hasil tahun sebelumnya, serta perbandingan antara hasil sebuah SKPD dengan SKPD lainnya dalam satu daerah maupun daerah lainnya.
Pelaksanaan Kebijakan, Program dan Kegiatan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Pagar Alam Tahun 2014, didukung dengan anggaran dana sebesar Rp. 5.421.989.500,- (Lima Milyar Empat Ratus Dua Puluh Satu Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh Sembilan Ribu Lima Ratus Rupiah), tanpa pengurangan atau penambahan anggaran.
Program dan Kegiatan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Pagar Alam yang didanai APBD Kota Pagar Alam Tahun Anggaran 2014 dan Realisasi masing-masing kegiatan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Pagar Alam Tahun 2014 dapat dilihat pada Tabel 6 dan Tabel 7.
Pencapaian Kinerja masing-masing sasaran dapat diuraikan dari masing-masing kegiatan berikut :
1. Pelatihan petani / pelaku agribisis
Sasaran kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan petani tentang Pertanian Tanaman Pangan, dan ditempuh dengan kebijakan Peningkatan penerapan teknologi pertanian tepat guna program Peningkatan Kesejahteraan Petani dan kegiatan Pelatihan petani tentang Demplot Jajar Legowo.
Kegiatan ini membutuhkan Input dana sebesar Rp.109.393.500,- dan dana yang digunakan Rp. 109.293.500,- sehingga capaian penggunaan keuangan sebesar 99,91% Output dari kegiatan ini adalah pelatihan petani tentang Demplot Jajar Legowo di Sukamandi Provinsi Jawa Barat.
Outcome dari kegiatan ini adalah Meningkatnya pengetahuan petani tentang Metode Jajar Legowo.
2. Peningkatan Kemampuan Lembga Petani
Sasaran kegiatan ini adalah meningkatnya Informasi yang disampaikan kepada petani melalui Leaflet, program peningkatan Kesejahteraan Ptani Kegiatan Peingkatan Kemampuan Lembaga Petani.
Kegiatan ini membutuhkan Input dana sebesar Rp.15.684.000,- dan dana yang digunakan sebesar Rp. 15.684.000,- Sehingga capaian penggunaan keuangan sebesar 100%. Output dari kegiatan ini adalah Leaflet Pertanian. Outcome dari kegiatan ini adalah pengetahuan informasi yang diterima petani tentang pertanian..
3. Peningkatan Kemampuan Lembaga Tani (Mengikuti Penas KTNA XIV)
Sasaran kegiatan ini adalah Meningkatnya pengetahuan petani tentang penangkaran bibit dan ditempuh dengan kebijakan Pengembangan jaringan pasar hasil pertanian program peningkatan kesejahteraan petani dan kegiatan Peningkatan Kemampuan Lembaga Tani (Mengikuti Penas KTNA XIV).
47 Kegiatan ini membutuhkan Input dana sebesar Rp. 93.786.000,- dan dana yang digunakan sebesar Rp. 89.042.000,-. Sehingga capaian penggunaan keuangan sebesar 94,94%. Output dari kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan Penas KTNA XIV yang diikuti oleh petani dan petugas. Outcome dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani dan petugas.
4. Pemanfaatan pekarangan untuk tanaman obat keluarga (TOGA)
Sasaran kegiatan ini adalah Pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan tanaman obat-obatan keluarga dan ditempuh dengan kebijakan Peningkatan penerapan teknologi pertanian tepat guna, program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian/ Perkebunan dan kegiatan pengadaan bibit tanaman obat keluarga.
Kegiatan ini membutuhkan input dana sebesar Rp.47.985.000,- dan dana yang digunakan Rp.47.985.000,- sehingga capaian penggunaan keuangan sebesar 100%. Output dari kegiatan ini adalah bibit tanaman obat keluarga. Outcome dari kegiatan ini adalah meningkatnya dan terbinanya pengembangan tanaman obat-obatan di lima kecamatan dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura.
5.Pelatihan Petani Pelaku Agribisnis Kentang dan Staf
Sasaran kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan SDM petani dan petugas ditempuh dengan kebijakan Peningkatan penerapan teknologi pertanian tepat guna, Program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian/Perkebunan, kegiatan Pelatihan Petani Pelaku Agribisnis kentang dan Staf.
Kegiatan ini membutuhkan Input dana sebesar Rp.93.600.000,-. Dana yang digunakan sebesar Rp. 93.600.000,- Sehingga capaian penggunaan keuangan sebesar 100%. Output dari kegiatan ini adalah terlaksananya pelatihan petani dan staf tentang pertanian kentang.
petani kentang serta petugas yang bermuara pada meningkatnya kesejahteraan petani .
6. Promosi Hasil Pertanian (Besemah Expo 2014)
Sasaran kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan Besemah Expo ditempuh dengan kebijakan Pengembangan jaringan pasar hasil pertanian, Program Peningkatan Pemasaran Hasil produksi Pertanian/Perkebunan dan kegiatan Pameran Hasil Produksi Pertanian melalui kegiatan Besemah Expo 2014.
Kegiatan ini membutuhkan Input dana sebesar Rp. 14.509.500,-. Dana yang digunakan sebesar Rp.14.509.500,- Sehingga capaian penggunaan keuangan sebesar 100%. Output dari kegiatan ini adalah bahan dan perlengkapan pameran Besemah Expo 2014. Outcome dari kegiatan ini adalah lebih dikenalnya produk hasil pertanian Kota Pagar Alam.
7. Kegiatan Pekan Pasar Tani Daerah Sumatera Selatan Tahun 2014.
Sasaran kegiatan ini adalah lebih dikenalnya produk hasil pertanian Kota Pagar Alam secara nasional yang ditempuh dengan kebijakan pengembangan jaringan pasar hasil pertanian, program Peningkatan Pemasaran Hasil produksi Pertanian/Perkebunan dan kegiatan mengikuti promosi produksi pertanian.
Kegiatan ini membutuhkan Input dana sebesar Rp.36,000,000. dana yang digunakan sebesar Rp.34.781.000,- Sehingga capaian penggunaan keuangan sebesar 96,61%. Output dari kegiatan ini adalah bahan dan perlengkapan pameran pekan pasar tani. Outcome dari kegiatan ini adalah lebih dikenalnya produk hasil pertanian Kota Pagar.
8. Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Pertanian / Perkebunan Tepat Guna
49 penerapan teknologi pertanian tepat guna Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian dan Perkebunan Keg.iatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna.
Kegiatan ini membutuhkan Input dana sebesar Rp. 138.000.000,- dan dana yang digunakan sebesar Rp. 131.078.500,- Sehingga capaian penggunaan keuangan sebesar 94,98%. Output dari kegiatan ini adalah adalah sarana dan prasarana pertanian berupa mist blower dan alat packing beras. Outcome dari kegiatan ini adalah Memberikan tindakan cepat apabila terjadi serangan hama penyakit.
9.Kegiatan Pelatihan dan Bimbingan Pengoperasian Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna (Pengembangan Rumah Kompos)
Sasaran kegiatan ini adalah meningkatnya keterampilan petani dalam pengoperasian rumah kompos sebanyak 20 orang ditempuh dengan kebijakan Penyediaan sarana prasarana agribisnis, program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan, dan kegiatan Pelatihan dan bimbingan pengoperasian rumah kompos.
Kegiatan ini membutuhkan Input dana sebesar Rp.15.000.000,- dan dana yang digunakan sebesar Rp.14.980.000,- sehingga capaian penggunaan keuangan sebesar 99,87%. Output dari kegiatan ini adalah Pelatihan pengembangan rumah kompos. Outcome dari kegiatan ini adalah terlaksananya pelatihan pengembangan rumah kompos.
10.Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna (Demplot Penerapan Budidaya Padi Teknologi Jajar Legowo)
Sasaran kegiatan ini adalah Terlaksananya kegiatan pengadaan sarana dan prasarana dengan kebijakan Peningkatan penerapan teknologi pertanian tepat guna Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian dan kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasaana Teknologi
Pertanian/Perkebunan Tepat Guna ( Demplot Penerapan Budidaya Padi Teknologi Jajar Legowo).
Kegiatan ini membutuhkan Input dana sebesar Rp. 170.975.000,- dan dana yang digunakan sebesar Rp. 169.325.000,- Sehingga capaian penggunaan keuangan sebesar 99,03%. Output dari kegiatan ini adalah Terlaksananya kegiatan pengadaan sarana dan prasarana pertanian.
Outcome dari kegiatan ini adalah tersedianya sarana dan prasarana pertanan serta terlaksananya penerapan demplot padi legowo.
11.Kegiatan Pengembangan Tanaman Hias dalam Green House
Sasaran kegiatan ini adalah terlaksananya operasional dan pemeliharaan Green House, ditempuh dengan kebijakan penyediaan sarana prasarana pertanian dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan, program peningkatan penerapan teknologi pertanian tepat guna dan kegiatan Pengembangan Tanaman Hias dalam Green House.
Kegiatan ini membutuhkan Input dana Rp. 53.910.000,- dana yang digunakan sebesar Rp. 53.910.000,- capaian penggunaan keuangan sebesar 100%. Output dari kegiatan ini adalah sarana dan prasarana operasional Green House. Outcome dari kegiatan ini adalah Terlaksananya pemeliharaan green house
.
12. Kegiatan Dana Pendukung DAK Pertanian.
Sasaran kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan yang bersumber dari DAK pertanian dengan perencanaan dan pengawasan yang baik, yang ditempuh dengan kebijakan penyediaan dana pendukung DAK pertanian, Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian Tepat Guna dan Kegiatan Dana Pendukung DAK Pertanian
Kegiatan ini membutuhkan Input dana Rp. 75.000.000,- dana yang digunakan sebesar Rp. 71.380.000,- capaian penggunaan keuangan
51 dan pengawasan DAK Pertanian. Outcome dari kegiatan ini adalah tersedianya dokumen pelaksanaan DAK Pertanian.
13. Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna (Jalan Usahatani dan DAM Parit) dana DAK.
Sasaran kegiatan ini adalah meningkatnya produksi pertanian, yang ditempuh dengan kebijakan penyediaan sarana prasarana pertanian dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan, program peningkatan penerapan teknologi pertanian tepat guna dan kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna (Pembuatan Jalan Usahatani dan DAM Parit).
Kegiatan ini membutuhkan Input dana Rp. 1.820.000.000,- dana yang digunakan sebesar Rp. 1.816.238.500, capaian penggunaan keuangan sebesar 99,79%. Output dari kegiatan ini adalah Jaringan Irigasi dan DAM Parit. Outcome dari kegiatan ini adalah meningkatnya produksi pertanian.
14. Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna (DAM Parit)
Sasaran kegiatan ini adalah meningkatnya produksi pertanian, yang ditempuh dengan kebijakan penyediaan sarana prasarana pertanian dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan, program peningkatan penerapan teknologi pertanian tepat guna dan kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna (Pembuatan DAM Parit).
Kegiatan ini membutuhkan Input dana Rp. 750.280.000,- dana yang digunakan sebesar Rp.747.949.500,- capaian penggunaan keuangan sebesar 99,69%. Output dari kegiatan ini adalah DAM Parit. Outcome
15.Pengembangan Bibit Unggul Pertanian/Perkebunan
Sasaran kegiatan ini adalah terlaksananya penyerahan bantuan bibit alpukat kepada petani yang ditempuh dengan kebijakan peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura, Program Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan dan kegiatan Pengembangan Bibit Unggul Pertanian/Perkebunan.
Kegiatan ini membutuhkan Input dana sebesar Rp. 35.000.000,-. dan dana yang digunakan sebesar Rp. 32.795.000,- Sehingga capaian penggunaan keuangan sebesar 93,70%. Output dari kegiatan ini adalah bibit alpukat okulasi dan Outcome dari kegiatan ini adalah meningkatnya produksi buah alpukat.
16.Pengembangan Tanaman Hias.
Sasaran kegiatan ini adalah terlaksananya pengembangan tanaman hias di kelompok tani yang ditempuh dengan kebijakan peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura, Program Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan dan kegiatan Pengembangan Tanaman Hias.
Kegiatan ini membutuhkan Input dana sebesar Rp.109.820.000,- dan dana yang digunakan sebesar Rp.108.295.000,- Sehingga capaian penggunaan keuangan sebesar 98,61%. Output dari kegiatan ini adalah green house dan sarana produksi tanaman hias dan Outcome dari kegiatan ini adalah terlaksananya pengembangan tanaman hias (meningkatnya produksi tanaman hias).
17.Pengembangan Tanaman Hias (Pembelian Bibit Bougenville)
Sasaran kegiatan ini adalah terlaksananya penanaman bunga bougenville yang ditempuh dengan kebijakan peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura, Program Peningkatan Produksi
53 Pertanian/ Perkebunan dan kegiatan Pengembangan Tanaman Hias (Pembelian Bibit Bougenville).
Kegiatan ini membutuhkan Input dana sebesar Rp.650.000.000,- dan dana yang digunakan sebesar Rp.334.196.000,- Sehingga capaian penggunaan keuangan sebesar 51,41%. Output dari kegiatan ini adalah Bibit bougenville dan pagar tanaman dan Outcome dari kegiatan ini adalah terlaksananya pengembangan tanaman hias (pembelian bibit dan penanaman bunga bougenville).
18. Kegiatan Pengembangan Tanaman Sayuran dan Bibit Kentang.
Sasaran kegiatan ini adalah meningkatnya produksi kentang yang ditempuh dengan kebijakan peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura, program peningkatan produksi pertanian/ perkebunan dan kegiatan Pengembangan Tanaman Sayuran Bibit Kentang
Kegiatan ini membutuhkan Input dana sebesar Rp.95.000.000,- dan dana yang digunakan sebesar Rp.94.875.700, Sehingga capaian penggunaan keuangan sebesar 99,87%. Output dari kegiatan ini adalah bibit kentang yang akan diserahkan kepada masyarakat dan Outcome dari kegiatan ini adalah Bibit kentang yang diterima dan siap ditanam petani yang bermuara pada meningkatnya produksi kentang.
BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) merupakan
bentuk pertanggungjawaban suatu SKPD dalam hal ini Dinas Tanaman
Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kota Pagar Alam atas kegiatan yang
dilakukan selama satu tahun. LAKIP juga memuat dan menjelaskan kegiatan-
kegiatan yang berhasil dicapai dan kegiatan yang masih perlu perbaikan.
Sehingga LAKIP dapat dijadikan media untuk menentukan kebijakan dalam
mengambil keputusan dalam periode yang akan datang.
Dari 33 (Tiga Puluh Tiga) kegiatan Dinas Tanaman Pangan dan
Hortikultura Tahun 2014 capaian realisasi keuangan sebesar 93,26% dan
capaian realisasi fisik sebesar 100%. Capaian realisasi keuangan dan fisik
dinilai cukup baik dan telah menunjukkan tingkat keberhasilan capaian
sasaran strategis yang baik.