• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Exit Strategy dan Pasca Inkubasi PIT UNS

ANALISIS, VALIDASI DAN IMPLEMENTASI AWAL SISTEM

5.4. Analisis Exit Strategy dan Pasca Inkubasi PIT UNS

Pada sub bab ini akan dianalisis exit strategy yang ada di PIT UNS beserta gambaran pasca inkubasi atau setelah exit strategy tersebut dilaksanakan. Analisis exit strategy dilakukan dengan mengidentifikasi alternatif-aternatif exit strategy yang mungkin pada PPBT. Dari setiap alternatif tersebut akan diidentifikasi kondisi yang digunakan untuk mendukung skema tersebut dan keuntungan yang bisa PIT UNS peroleh. Selain itu akan dilakukan analisis mengenai peran PIT UNS setelah pasca inkubasi.

V - 37 5.4.1. Alternatif Exit strategy

Di dalam rencana bisnis PIT UNS tahun 2015, terdapat 3 alternatif exit strategy yang disediakan yaitu spin off company, lisensi dan joint venture. Exit strategy tersebut merupakan pilihan apabila tenant sudah selesai melaksanakan program inkubasi di PIT UNS. Pilihan exit strategy disesuaikan dengan kondisi dan capaian tenant pada saat inkubasi. Setiap pilihan juga memberikan keuntungan bagi PIT UNS dalam cara yang berbeda.

1. Spin Off Company

Apabila hasil dari inkubasi tenant adalah sebuah perusahaan baru yang berdiri sendiri dan mampu menghasilkan aliran pemasukan sendiri maka exit strategy yang dipilih adalah spin off company. Perusahaan spin off luaran perguruan tinggi sering juga disebut dengan university spin off. Alternatif tersebut merupakan luaran utama yang ditargetkan oleh PIT UNS. Namun untuk dapat membentuk university spin off terdapat beberapa kondisi yang harus dipenuhi. Astuti (2014) dalam penelitiannya menyebutkan beberapa variabel kesiapan pendirian university spin off. Bila diimplementasikan pada PIT UNS, maka kondisi tersebut adalah:

a. Memiliki struktur organisasi perusahaan yang jelas dan SDM yang memenuhi untuk duduk di jabatan tersebut

b. HKI produk sudah dimiliki

c. Aliran pendanaan perusahaan diperoleh terutama dari hasil penjualan produk

d. Memperoleh izin hukum dan berbadan hukum PT

e. Memiliki sistem produksi yang jelas, baku dan layak untuk dilaksanakan

f. Layak untuk dibentuk menjadi sebuah perusahaan secara keuangan

g. Memiliki rencana bisnis yang jelas dan layak

h. Terdapat modal yang cukup untuk mendirikan spin off

Dari pembentukan spin off company, PIT UNS dapat memperoleh keuntungan dari royalti. Selain itu spin off company juga dapat

V - 38

menjadi skema revenue generating UNS dengan skema penanaman saham.

2. Lisensi

Lisensi merupakan alternatif exit strategy dimana pengelolaan aset intelektual atau teknologi akan diserahkan kepada pihak lain. Namun hak milik dari aset tersebut tetap dipegang oleh inventor. Baik PIT UNS maupun inventor akan memperoleh penghasilan dari royalti yang diberikan dari pengelola aset. Alternatif lisensi dapat menjadi pilihan apabila didukung oleh kondisi-kondisi sebagai berikut:

a. HKI produk sudah dimiliki

b. Akses bahan dan atau peralatan produksi terlalu sulit untuk diakses

c. Secara ekonomi tidak layak untuk dikelola/diproduksi sendiri d. Terdapat market barrier yang cukup besar apabila diproduksi

sendiri 3. Joint Venture

PIT UNS dapat menjalin kerjasama/aliansi dengan sebuah perusahaan untuk membentuk perusahaan baru dari hasil inkubasi. Alternatif tersebut merupakan alternatif pembentukan perusahaan joint venture atau perusahaan patungan. Perusahaan joint venture akan berdiri sendiri dan bersifat independent dari perusahaan pemberi modal. Pada alternatif ini PIT UNS akan memperoleh keuntungan dari penanaman modal/saham pada PPBT.

Kondisi yang memungkinkan dipilihnya alternatif joint venture hampir sama dengan kondisi pada university spin off. Perbedaan antara kedua pilihan tersebut terletak pada ketersediaan modal untuk pendirian perusahaan. Apabila modal yang dapat diakses melalui PIT UNS tidak cukup maka dapat dilakukan joint venture. Selain itu joint venture juga dapat didukung oleh kondisi sulitnya akses pasar kecuali melibatkan sebuah perusahaan tertentu.

V - 39 5.4.2. Skema Pengembangan PPBT

Setelah PPBT terbentuk, tenant mengembangkan perusahaannya dalam berbagai skema. Skema yang umum digunakan untuk mengembangkan PPBT hasil perguruan tinggi adalah franchise, global outsourcing dan strategic alliance.

1. Franchise

Franchise memiliki skema yang hampir sama dengan lisensi namun pada skema franchise hak yang dikelola lebih banyak yaitu nama merek, teknologi, manajemen dan spesifikasi produk perusahaan.

Namun terdapat kendala bagi PPBT luaran PIT UNS apabila memilih alternatif franchise. Kendala tersebut terkait dengan regulasi oleh Asosiasi Franchise Indonesia dimana perusahaan yang akan menggunakan skema franchise harus menunjukkan eksistensinya di pasar dalam beberapa tahun. Sehingga PPBT luaran PIT UNS harus bertahan dan menunjukkan eksistensinya beberapa tahun setelah dinyatakan lulus dari kegiatan inkubasi.

2. Global Outsourcing

Global outsourcing merupakan strategi pengadaan barang/jasa perusahaan dari sumber daya global. Strategi ini biasanya digunakan untuk meminimalisasi biaya produksi dengan menggunakan sumber daya yang lebih murah di dunia global.

3. Strategic Alliance

Strategic alliance merupakan kemitraan antara perusahaan tersebut dengan perusahaan lain untuk saling berbagi sumber daya, pengetahuan, resiko juga imbal hasil dalam membangun produk atau fasilitas baru. Strategi tersebut cocok digunakan untuk PPBT yang telah berkembang pesat, memiliki pangsa pasar yang cukup luas dan produk teknologinya cepat berkembang.

5.4.3. Peran PIT UNS setelah pasca inkubasi

Ujung akhir dari kegiatan pasca inkubasi adalah terbentuknya sebuah PPBT. Setelah PPBT terbentuk, PIT UNS akan mendapatkan keuntungan dari hasil royalti atau skema lain yang ada sesuai dengan perjanjian kerjasama yang dibentuk pada saat tenant lulus dari kegiatan inkubasi. Di sisi lain PIT UNS wajib

V - 40

untuk memonitoring dan memantau perkembangan PPBT yang telah didirikan.

Namun PIT UNS juga dapat berperan lebih di dalam pengembangan PPBT setelah mandiri.

Salah satu peran PIT UNS setelah pasca inkubasi adalah dengan memberikan jasa konsultasi. Jasa konsultasi diberikan kepada tenant yang telah lulus khususnya mengenai pengembangan PPBT tenant. Konsultasi tersebut dapat berupa konsultasi manajemen pengembangan produk yang mulai decline, startegi pengembangan perusahaan, manajemen SDM dan lain-lain sesuai kebutuhan tenant. Selain itu PIT UNS juga dapat berperan dalam meningkatkan pembentukan kemitraan PPBT.