• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Faktor Agama Terhadap Pola Konsumsi

Dalam dokumen DISUSUN OLEH : TIKA PURNAMA SARI (Halaman 66-76)

BAB IV HASIL

C. Analisis Faktor Agama Terhadap Pola Konsumsi

a. Uji Validitas

Uji validitas menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur berhubungan dengan suatu pengujian item-item dalam kuesioner yang akan digunakan. Dalam penelitian ini akan digunakan analisis korelasi yaitu dengan menghitung korelasi antara nilai keseluruhan yang diperoleh dari setiap butir pertanyaan dengan nilai keseluruhan atau skor totalnya.67 Skor total adalah skor yang diperoleh dari hasil penjumlahan semua skor item pernyataan. Apabila skor totalnya lebih besar dari 0,2017 maka dapat dikatakan bahwa alat pengukur tersebut mempunyai validitas. Jika koefisien korelasi item pertanyaan melebihi 0,2017 (r hitung > 0,2017) maka dianggap sudah valid, berikut hasil pengujian validitas dari masing-masing variabel independen dan variabel dependen pada Tabel 4.9

67 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS, (Semarang, Universitas Diponegoro), 2006. Hlm. 76

Tabel 4.9

Hasil uji Validitas Variabel Faktor Agama (X)

NO. Variabel/

Indikator

R hitung R tabel Keterangan

1 X1 ,481 0,2017 Valid

2 X2 ,609 0,2017 Valid

3 X3 ,592 0,2017 Valid

4 X4 ,474 0,2017 Valid

5 X5 ,548 0,2017 Valid

6 X6 ,494 0,2017 Valid

7 X7 ,664 0,2017 Valid

8 X8 ,279 0,2017 Valid

9 X9 ,299 0,2017 Valid

10 X10 ,416 0,2017 Valid

11 X11 ,450 0,2017 Valid

12 X12 ,550 0,2017 Valid

13 X13 ,408 0,2017 Valid

14 X14 ,520 0,2017 Valid

15 X15 ,528 0,2017 Valid

Sumber : Hasil Pengolahan data Tahun 2020

Berdasarkan Tabel.4.9 di atas, pengujian validitas dimulai dari uji validitas variabel faktor Agama dari 15 butir pertanyaan yang ada,

ditemukan semua item pernyataan yang terdiri dari item faktor Agama 1 sampai dengan item 15 faktor Agama valid. Dari hasil uji validitas diperoleh semua nilai korelasi masing-masing lebih besar dari nilai korelasi kritis atau 0,2017. Dengan demikian semua item Pernyataan variabel faktor Agama dapat digunakan untuk pengujian lebih lanjut.

Selanjutnya berikut ini adalah hasil pengujian validitas untuk item Pernyataan pada variabel Pola Konsumsi(Y), akan disajikan pada Tabel.4.10 berikut ini :

Tabel 4.10

Hasil uji Validitas Variabel Pola Konsumsi (Y)

NO Variabel/

Indikator

R Hitung R Tabel Keterangan

1 Y1 ,451 0,2017 Valid

2 Y2 ,508 0,2017 Valid

3 Y3 ,448 0,2017 Valid

4 Y4 ,734 0,2017 Valid

5 Y5 ,635 0,2017 Valid

6 Y6 ,607 0,2017 Valid

7 Y7 ,670 0,2017 Valid

8 Y8 ,659 0,2017 Valid

9 Y9 ,465 0,2017 Valid

10 Y10 ,542 0,2017 Valid

Sumber : Hasil Pengolahan data Tahun 2020

Dari Tabel 4.10 di atas, hasil pengujian validitas untuk variabel Pola Konsumsi (Y), ditemukan semua item pernyataan yang terdiri dari 10 item pernyataan ternyata semua item pernyataan valid. Nilai validitas pola konsumsi karena memiliki nilai r hitung, diatas 0.2017 oleh karena itu item - item yang telah valid dapat digunakan untuk pengujian lebih lanjut.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah suatu uji yang menunjukkan sejauh mana pengukuran itu dapat memberikan hasil yang relatif tidak beda dilakukan pengulangan pengukuran terhadap subjek yang sama. Uji ini hanya dapat dilakukan pada pertanyaan-pertanyaan yang valid saja.

Pengujian reliabilitas dilakukan dengan menggunakan rumus alpha atau Cronbach’s Alpha, instrumen yang mempunyai reliabilitasi.

Instrumen yang dipakai dalam variabel itu dikatakan handal apabila memiliki cronbach’s alpha lebih dari 0,50.68

Hasil analisis reliabilitas terhadap instrumen penelitian diketahui bahwa nilai Koefisien Cronbach Alpha dari masing-masing variabel dapat dilihat pada Tabel 4.31 berikut ini :

Tabel 4.11

68 Syaiful Bahri, Metodologi Penelitian...,Hlm 117

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Pola Konsumsi (Y)

Reliability Statistics Cronbach's

Alpha

N of Items

,861 10

Sumber : Hasil Pengolahan data Tahun 2020 Berdasarkan Tabel 4.11 hasil pengolahan data untuk uji reliabilitas variabel penelitian sebagaimana yang terlihat pada tabel di atas terlihat bahwa semua variabel memiliki angka cronbach alpha lebih besar dari 0,50. Hal ini menandakan bahwa semua variabel penelitian memiliki kuesioner yang handal atau reliabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian sangat handal.

2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Untuk melihat tingkat kenormalan suatu data perlu dilakukan uji normalitas dari data tersebut. Pengujian normalitas data dilakukan dengan menggunakan One Sample Kolmogorov Smirnov Test.

menyatakan dimana prinsip dari normalitas ditunjukan dengan tingkat signifikansi lebih dari 0,05. Dasar pengambilan keputusan dari uji normalitas ini adalah dengan melihat probabilitas Asymp.Sig (2-tailed). Jika probabilitas Asymp.Sig (2-tiled) > α, maka data tersebut berdistribusi normal. Adapun hasil pengolahan data untuk uji normalitas dapat dilihat pada Tabel 4.12 berikut :

Tabel 4.12

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz

ed Residual

N 95

Normal Parametersa,b

Mean ,0000000

Std.

Deviation

2,47964014

Most Extreme Differences

Absolute ,078

Positive ,061

Negative -,078

Kolmogorov-Smirnov Z ,759

Asymp. Sig. (2-tailed) ,611

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Sumber : Hasil Pengolahan data Tahun 2020

Berdasarkan Tabel 4.12 One Sample Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan nilai Kolmogorov-Smirnov Test statistic sebesar 0,078 dengan tingkat signifikan 0,611. Pada tabel tersebut nilai signifikan 0,611> 0,05, maka dapat disimpulkan data terdistribusi normal.

b. Uji Multikolinearitas

Multikolinearitas merupakan salah satu syarat dalam regresi linear berganda apabila data tidak terjadi multikolinearitas baru bisa dilakukan uji regresi. Dapat dilihat pada tabel 4.13berikut ini

Tabel 4.13

Sumber : Hasil Pengolahan data Tahun 2020

Dari hasil Tabel 4.13 Uji Multikolinearitas di atas menunjukkan bahwa variabel X memiliki nilai Tolerance di bawah dari 1 sedangkan nilai VIF (Variance Inflation Factor) di bawah 10 sehingga dapat disimpulkan bahwasanya variabel independen tersebut tidak mengalami multikolinearitas, karena syarat sudah terpenuhi pengujian selanjutnya dapat dilakukan.

c. Uji Heterokedastisitas (Uji Gejser)

Heterokedastisitas di gunakan untuk melihat data yang di uji apakah memiliki kasus Heteroskedastisitas atau tidak, karena syarat untuk uji regresi linear berganda harus melewati uji Heteroskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas dapat dilihat dalam tabel berikut ini

Coefficientsa

Tabel 4.14

Sumber : Hasil Pengolahan data Tahun 2020

Berdasarkan tabel 4.14 nilai signifikan variabel > 0,05 sehingga disimpulkan tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada model regresi.

3. Analisis Regresi

a. Analisis Regresi Sederhana

Tabel 4.15

a. Dependent Variable: Pola Konsumsi

Berdasarkan Tabel 4.15 diatas terlihat bahwa nilai koefisien regresi untuk masing-masing variabel diatas dapat disubtitusikan ke

dalam persamaan regresi sederhana sebagai berikut : Y = 14,941+

0,469 X 1 Dari persamaan tersebut dapat dijelaskan bahwa:

Nilai konstanta memiliki nilai koefisien regresi sebesar 14,941 satuan dengan arti bahwa sudah ada sebesar 14,941 satuan dengan asumsi variabel lain nol. Nilai koefisien regresi faktor agama adalah 0,469 satuan dengan demikian, dapat diartikan bahwa variabel faktor Agama berpengaruh positif terhadap pola konsumsi rumah tangga muslim.

a. Predictors: (Constant), faktor agama

Dari tabel 4.16 Diatas hasil uji Koefisien Determinan diperoleh nilai R2 sebesar 0,481 satuan artinya kontribusi dari variabel Faktor Agama terhadap pola konsumsi rumah tangga muslim adalah sebesar 48,1 % sedangkan sisanya yang 51,9% lagi dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian yang penulis lakukan ini.

c. Uji Hipotesis (Uji t)

Uji t digunakan dala pengujan statistik untuk melihat apakah variabel independent secara individu berpengaruh terhadap variabel dependent.

T tabel = (a/2 : n-k-1)= 0,025 : (65-2-1) = 1,986

a. Dependent Variable: Pola Konsumsi

Berdasarkan perhitungan pada Tabel 4.17 diatas pengujian hipotesis secara parsial. Dari hasil uji t pada tabel 4.17 di atas dapat di jelaskan bahwa variabel independen yang di uji dengan uji t secara parsial terlihat bahwa variabel tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap faktor Agama terhadap pola konsumsi rumah tangga muslim. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini terdapat pengaruh signifikan antara faktor Agama (X) terhadap pola konsumsi rumah tangga muslim pada masyarakt jorong Cingkariang, dapat diterima karena nilai signifikansi faktor Agama lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000 < 0,05 dan nilai Thitung > Ttabel atau 9,293 > 1,98580 maka variabel Pelayanan faktor Agama (X) berpengaruh terhadap pola konsumsi rumah tangga muslim (Y). Jika nilai signifikansi (sig) atau nilai probalilitas (probability) lebih kecil dari tingkat signifikan (α) maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

Jika nilai signifikansi (sig) atau nilai probalilitas (probability) lebih besar dari tingkat signifikan (α) maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima, artinya tidak terdapat pengaruh yang signifika dari variabel bebas terhadap variabel terikat. sehingga hipotesa yang di ajukan dapat diterima dengan tingkat kepercayaan 95%.

Dalam dokumen DISUSUN OLEH : TIKA PURNAMA SARI (Halaman 66-76)

Dokumen terkait