V. HASIL DAN PEMBAHASAN 42
5.2. Analisis Faktor Komponen Utama
bayi. Hal tersebut akan membantu para ibu rumah tangga dalam menjalankan tugasnya sekaligus yaitu berbelanja dan mengasuh anaknya.
5.2. Analisis Faktor Komponen Utama
Analisis faktor digunakan untuk mereduksi sejumlah variabel yang akan membentuk sejumlah faktor yang lebih sedikit daripada variabel sebelumnya. Faktor yang terbentuk merupakan faktor yang berpengaruh kuat (komponen utama) terhadap persepsi kepuasan kosumen pada atribut Giant Taman Yasmin. Dalam analisis ini dilakukan pengolahan terhadap 23 variabel yaitu kemudahan akses transportasi (X1), luas parkir (X2), penyediaan parkir gratis (X3), keragaman barang (X4), kualitas barang (X5), harga yang ditawarkan (X6), potongan harga (X7), iklan yang menarik (X8), iklan yang dapat dipercaya (X9), keramahan dan kesopanan pramuniaga (X10), penampilan pramuniaga (X11), pengetahuan pramuniaga tentang produk (X12), kecepatan transaksi (X13), penyediaan fasilitas ATM, Credit/Debit Card, mushola (X14), dekorasi dan layout ruangan (X15), display produk (X16), kebersihan toko (X17), penerangan toko (X18), kesejukan ruangan (X19), musik (X20), warna ruangan (X21), aroma ruangan (X22), dan tanggapan terhadap keluhan setelah transaksi (X23).
Tahap pertama pengolahan data dengan analisis faktor adalah pengujian variabel yang layak untuk disertakan dalam analisis selanjutnya. Pengujian ini dilakukan dengan Kaiser Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy (KMO-MSA) and Bartlett s test. Kaiser Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy (KMO-MSA) merupakan suatu indeks yang digunakan untuk meneliti ketepatan analisis faktor. Jika nilai KMO-MSA diantara 0,5 – 1,0 berarti analisis faktor tepat, dan sebaliknya jika nilai KMO-MSA kurang dari 0,5 maka analisis faktor dikatakan tidak tepat. Berdasarkan Lampiran 5, terlihat nilai KMO-MSA adalah 0,904 dengan tingkat signifikansi 0,000 dan nilai Chi square pada Bartlett’s test sebesar 1382,622.
Proses selanjutnya adalah seleksi tiap variabel untuk menentukan variabel mana yang dapat diproses labih lanjut dan variabel mana yang harus dikeluarkan. Nilai MSA yang lebih besar dari 0,5 menunjukkan bahwa proses pengambilan sampel cukup memadai dalam penggunaan analisis faktor. Berdasarkan tabel anti image diketahui bahwa nilai MSA setiap variabel lebih besar dari 0,5, maka
seluruh variabel memenuhi syarat untuk dilakukan analisis faktor. Nilai KMO-MSA lebih besar dari 0,5 menunjukkan bahwa kumpulan variabel tersebut dapat diproses lebih lanjut.
Setelah variabel-variabel yang layak untuk dianalisis terpilih, proses selanjutnya adalah memasukkan variabel-variabel tersebut ke dalam faktor yang terbentuk. Banyaknya faktor yang terbentuk ditentukan berdasarkan nilai eigenvalues lebih dari 1. Nilai eigenvalues kurang dari 1 tidak digunakan dalam meghitung jumlah faktor yang terbentuk. Tabel 15 menyajikan nilai eigenvalues masing-masing faktor.
Tabel 15. Penentuan Jumlah Faktor
Pada Tabel 15 terlihat bahwa hanya lima faktor yang terbentuk, yaitu faktor-faktor yang mempunyai nilai eigenvalues lebih dari 1. Pada faktor ke-6 nilai eigenvalues di bawah 1 sehingga ekstraksi faktor dihentikan. Nilai eigenvalues menunjukkan kepentingan relatif masing-masing faktor dalam menghitung varians keduapuluh tiga variabel yang dianalisis. Kelima faktor tersebut mampu menerangkan keragaman data sebesar 63,077 persen. Berdasarkan Tabel 15 dapat disimpulkan bahwa terdapat lima faktor yang berbeda yang dapat menjelaskan persepsi kepuasan konsumen Giant Taman Yasmin.
Distribusi variabel ke dalam lima faktor yang terbentuk ditentukan berdasarkan nilai factor loading-nya. Tabel component matrix menunjukkan distribusi 23 variabel yang dianalisis pada lima faktor yang ada. Nilai factor loading menunjukkan besarnya korelasi variabel dengan faktornya. Nilai factor loading yang dihasilkan oleh masing-masing variabel tersebut dapat dilihat di Lampiran 5, pada tabel component matrix. Berdasarkan hasil pada tabel component matrix, dilakukan perbandingan besar korelasi nilai factor loading variabel untuk menentukan letak sebuah variabel dalam salah satu faktor tertentu.
Komponen Utama
Eigenvalues
Total Varians (%) Kumulatif (%)
1 9.423 40.969 40.969
2 1.586 6.894 47.863
3 1.377 5.987 53.849
4 1.090 4.738 58.587
55
Agar terlihat perbedaan yang nyata pada nilaifactor loading setiap variabel, maka dilakukan proses rotasi. Rotasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah rotasi dengan metode varimax, yang bertujuan untuk memperbesar nilai factor loading sehingga diperoleh distribusifactor loading yang lebih jelas dan berbeda nyata. Berdasarkan hasil rotasi pada tabelRotated Components Matrix (Lampiran 5), setiap variabel yang terdapat pada faktor yang terbentuk harus memenuhi ketentuan cut off point (nilai loading harus lebih besar dari 0,55) agar variabel tersebut bisa secara nyata termasuk bagian dari suatu faktor.
Setelah dilakukan penyaringan dengan cut off point, variabel yang tersisa adalah 16 variabel yang dapat dikelompokkan kedalam lima faktor yang terbentuk. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dari 23 varibel asli yang diteliti dengan proses factoring, dapat direduksi menjadi lima faktor. Hasil rotasi terhadap variabel dapat dilihat di Lampiran 5. Interpretasi faktor didasarkan pada nilai factor loading, sehingga setiap faktor diberi nama secara subjektif sesuai dengan nilaifactor loadingterbesar pada faktor tersebut.
5.2.1. Komponen Utama Faktor Kepuasan Konsumen Giant Taman Yasmin
Pengolahan terhadap 23 variabel asal dengan menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA) menghasilkan lima komponen utama yang dapat menerangkan keragaman data sebesar 63,077 persen. Pengelompokan variabel ke dalam komponen utama didasarkan pada nilai factor loading terbesar yang diberikan setiap variabel terhadap komponen utama dan telah memenuhi ketentuancut off point (nilai loading harus lebih besar dari 0,55). Lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 16.
Tabel 16. Hasil Proses Analisis Faktor Komponen Utama Eigen values Varian (%) Variabel Penciri Nilai factor loading Commu nality Faktor Produk dan Pelayanan 9.423 40.969 Kualitas barang (X5) Kebersihan toko (X17) Tanggapan terhadap keluhan (X23) Warna ruangan (X21) 0.729 0.703 0.636 0.623 0.675 0.617 0.595 0.667 Faktor Transaksi dan Tampilan 1.586 6.894 Kecepatan transaksi (X13) Display produk (X16) Dekorasi &layout (X15) 0.751 0.614 0.611 0.644 0.722 0.695 Faktor Promosi 1.377 5.987
Iklan yang dapat dipercaya (X9)
Musik (X20) Iklan yang menarik (X8) 0.776 0.634 0.565 0.720 0.651 0.550 Faktor Kenyamanan 1.090 4.738 Parkir gratis (X3) Kesejukan toko (X19) Penerangan toko (X18) 0.850 0.638 0.637 0.772 0.640 0.744 Faktor Lokasi dan Harga 1.033 4.490 Kemudahan Akses transportasi (X1) Harga yang ditawarkan (X6) Potongan harga (X7) 0.735 0.730 0.551 0.697 0.665 0.577
a. Faktor Produk dan Pelayanan
Faktor produk dan pelayanan adalah komponen utama pertama yang terbentuk dari reduksi 23 variabel awal yang dianalisis. Variabel penyusun faktor produk dan pelayanan adalah kualitas barang (X5), kebersihan toko (X17), warna ruangan (X21), dan tanggapan terhadap keluhan setelah transaksi (X23). Semua variabel tersebut mampu menerangkan keragaman data faktor produk dan pelayanan sebesar 40,97 persen dan berkorelasi positif dengan persepsi kepuasan konsumen Giant Taman Yasmin. Berdasarkan nilai factor loading pada Tabel 16, variabel yang berpengaruh pada persepsi kepuasan konsumen mulai yang terbesar hingga terkecil berturut-turut adalah kualitas barang, kebersihan toko, tanggapan terhadap keluhan setelah transaksi, dan warna ruangan. Korelasi positif faktor terhadap kepuasan konsumen menunjukkan bahwa semakin meningkat kinerja variabel penyusun faktor produk dan pelayanan maka kepuasan konsumen juga akan mengalami peningkatan.
57
Variabel kualitas barang yang memiliki nilai communality sebesar 67,5 persen dan nilaifactor loading sebesar 72,9 persen merupakan variabel penyusun yang pertama dan paling berpengaruh pada faktor produk dan pelayanan. Nilai communality sebesar 67,5 persen menunjukkan bahwa 67,5 persen varian dari kualitas produk dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Menurut Tjiptono (1996) kualitas memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan konsumen. Kualitas memberikan suatu dorongan kepada pelanggan untuk menjalin ikatan hubungan yang kuat dengan perusahaan. Oleh karena itu Giant Taman Yasmin harus terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas barang yang dijualnya agar konsumen semaik puas. Pada akhirnya kepuasan pelanggan dapat menciptakan kesetiaan kepada perusahaan yang memberikan kepuasan kualitas.
Varibel penyusun faktor produk dan pelayanan yang kedua adalah kebersihan toko. Variabel kebersihan toko memiliki nilai communality sebesar 61,7 persen. Merujuk pada hasil wawancara kebersihan toko dianggap sangat penting bagi kenyamanan konsumen. Bukan hanya kebersihan di area belanja, namun juga kebersihan di berbagai fasilitas seperti toilet dan musholla. Rata-rata konsumen Giant Taman Yasmin merasa puas dengan kebersihan tokonya. Keberihan toko ini harus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga konsumen dapat merasa semakin nyaman berbelanja di Giant Taman Yasmin.
Variabel penyusun faktor produk dan pelayanan yang ketiga adalah tanggapan terhadap keluhan. Variabel ini memiliki nilaicommunality sebesar 59,5 persen yang berarti 59,5 persen varian dari tanggapan terhadap keluhan setelah transaksi dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Menurut Engel, et al (1995) pelanggan menginginkan pelayanan dan kepuasan sesudah pembelian. Selain itu laba yang semakin besar memerlukan perhatian yang lebih besar dalam memenuhi harapan pelanggan akan pelayanan. Merujuk pada hasil wawancara dengan konsumen, pada umumnya konsumen jarang mengeluhkan pelayanan Giant Taman Yasmin karena mereka merasa puas dengan pelayanan yang ada. Keluhan konsumen dapat langsung disampaikan kepada manager store yang bertugas saat itu. Pihak Giant Taman Yasmin menyertakan nomor telepon manager store yang bertugas di katalog produk yang dibagikan kepada konsumen sehingga jika ada keluhan, kosumen dapat langsung melapor dan akan segera ditangani oleh pihak
Giant Taman Yasmin. Namun Giant Taman Yasmin juga tetap perlu memperhatikan harapan-harapan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan.
Variabel penyusun faktor produk dan pelayanan yang terakhir adalah warna ruangan dengan nilaicommunality sebesar 66,7 persen. Hal ini berarti 66,7 persen varian dari warna ruangan dapat dijelaskan oleh lima faktor yang terbentuk. Berdasarkan arah korelasi (positif), dapat diartikan bahwa apabila variabel warna ruangan semakin sesuai dengan keinginan konsumen, maka persepsi kepuasan konsumen terhadap pelayanan Giant Taman Yasmin akan meningkat pula. Warna merupakan salah satu faktor penting aspek visual interior toko. Menurut Ma’ruf (2006) penataan interior amat mempengaruhi konsumen secara visual, sensual dan mental sekaligus. Semakin bagus dan menarik penataan interior suatu gerai semakin tinggi daya tarik panca indera pelanggan dan semakin senang pelanggan berada di gerai tersebut. Saat ini warna ruangan Giant Taman Yasmin didominasi warna kuning yang mencerminkan identitas Giant. Selain itu warna kuning memberi kesan dekat dengan konsumen.
b. Faktor Transaksi dan Tampilan
Faktor transaski dan tampilan terdiri atas tiga variabel yaitu kecepatan transaksi (X13), dekorasi dan layout ruangan (X15) seta display produk (X16). Faktor transaksi dan tampilan dapat menjelaskan keragaman data sebesar 6,89 persen dan ketiga variabel tersebut berkorelasi positif terhadap faktor transaksi dan tampilan. Berdasarkan nilai factor loading pada Tabel 16, variabel yang mempunyai peranan terbesar hingga terkecil berturut-turut terhadap persepsi kepuasan konsumen adalah kecepatan transaksi,display produk serta dekorasi dan layout ruangan.
Variabel kecepatan transaksi memiliki nilai communality sebesar 64,4 persen. Artinya 64,4 persen dari variabel kecepatan transaksi dapat dijelaskan oleh lima faktor yang terbentuk. Variabel kecepatan transaksi merupakan variabel yang paling berpengaruh pada faktor transaksi dan tampilan. Oleh karena itu pihak Giant Taman Yasmin perlu memberi perhatian lebih pada variabel ini. Kecepatan transaksi berhubungan dengan lamanya proses pembayaran di kasir. Semakin cepat proses transaksi di kasir, konsumen akan cenderung merasa lebih puas dengan pelayanan Giant Taman Yasmin karena dapat menghemat waktu
59
konsumen. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah kesigapan petugas kasir dalam melayani konsumen, ketersediaan kantong plastik atau kotak untuk membungkus barang belanja, dan jumlah kasir yang bertugas pada waktu-waktu tertentu seperti hari libur atau hari-hari besar. Pada hari-hari libur atau hari besar konsumen yang berkunjung cenderung lebih banyak sehingga seluruh counter kasir perlu dibuka agar antrian pengunjung tidak terlalu panjang.
Variabel display produk dan dekorasi serta layout ruangan memiliki nilai communality sebesar 72,2 persen dan 69,5 persen. Hal ini berarti 72,2 persen dari variabeldisplay produk dan 69,5 persen dari variabel dekorasi danlayout ruangan dapat dijelaskan oleh lima faktor yang terbentuk. Layout atau tata letak berkaitan erat dengan alokasi ruang guna penempatan produk yang dijual. Kedua variabel ini berhubungan dengan kemudahan konsumen untuk mencari produk yang diinginkan. Semakin mudah mereka menemukan produk yang dicari maka waktu yang dibutuhkan semakin efisien karena tidak mempersulit mereka.
c. Faktor Promosi
Faktor ketiga yang mempengaruhi persepsi kepuasan konsumen Giant Taman Yasmin adalah promosi. Faktor promosi ini disusun oleh tiga variabel yang memiliki tingkat korelasi masing-masing sesuai nilai factor loading-nya. Berdasarkan nilai factor loading yang terbesar hingga terkecil variabel penyusun faktor promosi berturut-turut adalah iklan yang dapat dipercaya (X9), musik (X20) dan iklan yang menarik (X8). Faktor promosi ini dapat menjelaskan keragaman data sebesar 5,99 persen.
Variabel iklan yang dapat dipercaya memiliki nilai communality sebesar 72 persen yang berarti 72 persen dari variabel iklan yang dapat dipercaya dapat dijelaskan oleh lima faktor yang terbentuk. Iklan yang dapat dipercaya ini merujuk pada kebenaran antara iklan atau promosi yang disampaikan pihak Giant Taman Yasmin dengan kenyataan di lapangan. Iklan yang digunakan Giant Taman Yasmin meliputi katalog produk, iklan di harian Kompas dan Radar Bogor. Katalog ini memuat berbagai produk beserta harganya setiap dua minggu sekali. Katalog produk ini disebarkan ke sekitar perumahan Taman Yasmin saat menjelang akhir pekan.
Variabel promosi selanjutnya adalah variabel musik dan iklan yang menarik. Nilai communality variabel musik dan variabel iklan yang menarik adalah 65,1 persen dan 55 persen. Hal ini berarti 65,1 persen dari variabel musik dan 55 persen dari variabel iklan yang menarik dapat dijelaskan oleh kelima faktor yang terbentuk. Variabel musik berhubungan dengan lagu-lagu yang diputarkan pihak Giant Taman Yasmin untuk menghibur konsumen yang berbelanja agar tidak bosan. Lagu-lagu yang diputar pihak Giant Taman Yasmin disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan dunia musik saat ini. Menurut Ma’ruf (2006) musik berpengaruh pada suasana hati. Diharapkan dengan adanya musik di toko, konsumen merasa lebih nyaman dan menikmati kegiatan belanja sebagai kegaiatan yang menyenangkan. Sedangkan variabel iklan yang menarik ini berhubungan dengan kreativitas pihak Giant Taman Yasmin dalam mengemas iklan atau promosi untuk menarik konsumennya.
d. Faktor Kenyamanan
Faktor kenyamanan terdiri atas tiga variabel yaitu penyediaan parkir gratis (X3), penerangan toko (X18) dan kesejukan toko (X19). Berdasarkan nilai factor loading pada Tabel 16, variabel yang mempunyai peranan terbesar hingga terkecil terhadap persepsi kepuasan konsumen berturut-turut adalah penyediaan parkir gratis, kesejukan toko dan penerangan toko. Faktor kenyamanan ini dapat menjelaskan keragaman data sebesar 4,74 persen dan ketiga variabel tersebut berkorelasi positif terhadap faktor kenyamanan.
Variabel penyediaan parkir gratis memiliki nilai communality sebesar 77,2 persen yang berarti 77,2 persen dari variabel penyediaan parkir gratis dapat dijelaskan oleh kelima faktor yang terbentuk. Variabel penyediaan parkir gratis ini sangat berpengaruh pada faktor kenyamanan karena memiliki nilai factor loading terbesar dibandingkan dengan variabel penyusun faktor kenyamanan yang lainnya. Penyediaan parkir gratis mengurangi pengeluaran konsumen sehingga konsumen pun semakin puas dengan pelayanan Giant Taman Yasmin karena tidak semua GiantHypermarketmemberlakukan program parkir gratis.
Variabel penyusun faktor kenyamanan yang kedua dan ketiga mempengaruhi kenyamanan konsumen saat berbelanja di dalam toko. Variabel penerangan toko dan kesejukan toko memiliki nilai communality sebesar 74,4
61
persen dan 64 persen. Hal ini berarti 74,4 persen dari variabel penerangan toko dan 64 persen dari variabel kesejukan toko dapat dijelaskan oleh kelima faktor yang terbentuk. Semakin baik penerangan toko dan kesejukan toko, persepsi kepuasan konsumen juga akan semakin meningkat. Penerangan toko berguna bagi konsumen untuk dapat melihat produk dengan jelas sehingga dapat memilih produk yang diinginkan dengan lebih baik. Kesejukan toko menunjukkan tingkat suhu di dalam ruangan. Suasana yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin akan membuat konsumen semakin nyaman dan betah untuk berlama-lama di dalam toko.
e. Faktor Lokasi dan Harga
Variabel penyusun faktor lokasi adalah variabel kemudahan akses transportasi (X1), harga yang ditawarkan (X6) dan potongan harga (X7). Faktor lokasi dan harga dapat menjelaskan keragaman data sebesar 4,49 persen. Ketiga variabel penyusun faktor ini memiliki korelasi positif terhadap faktor lokasi dan harga.
Nilai communality ketiga variabel penyusun faktor lokasi dan harga adalah 69,7 persen untuk variabel kemudahan akses transportasi, 66,5 persen untuk variabel harga yang ditawarkan dan 57,7 persen untuk variabel potongan harga. Hal ini berarti 69,7 persen dari variabel kemudahan akses transportasi dapat dijelaskan oleh lima faktor yang terbentuk. Demikian pula untuk variabel harga yang ditawarkan dan potongan harga. 66,5 persen dari variabel harga yang ditawarkan dan 57,7 persen dari variabel potongan harga dapat dijelaskan oleh lima faktor yang terbentuk.
Lokasi Giant Taman Yasmin yang berada di pinggir jalan dan terdapatnya angkutan kota yang melintasi jalan tersebut memudahkan akses transportasi bagi konsumen sehingga konsumen tidak mengalami kesulitan menuju toko. Lokasi Giant Taman Yasmin ini berada di jalan KH. R. Abdullah Bin Nuh yang menuju Baranangsiang, Cibinong dan Cimanggu.
Variabel lain yang berpengaruh adalah harga yang ditawarkan dan potongan harga. Komponen harga meskipun bukan satu-satunya alat tetapi bagi sebuah hypermarket menjadi daya tarik utama. Kotler dan Amstrong (2004) menyatakan bahwa harga merupakan faktor utama penentuan posisi dan harus diputuskan
sesuai dengan pasar sasaran, bauran ragam produk, dan pelayanan, serta persaingan.
Dalam menghadapi masalah harga, Giant Taman Yasmin berusaha menetapkan harga yang murah bagi para konsumennya. Hal tersebut disesuaikan dengan motto yang ditetapkan oleh Giant yaitu “harga murah setiap hari” dan “termurah di kota anda”. Dengan motto tersebut pihak Giant Taman Yasmin berusaha membangun persepsi kepada konsumen bahwa harga produk Giant Taman Yasmin murah. Pihak Giant Taman Yasmin memiliki strategi dengan memberikan harga murah pada barang-barang yang termasuk dalam kategori fast moving itemseperti barang kebutuhan pokok.
5.2.2. PenentuanFactor Score (Nilai/Skor Faktor)
Penentuan nilai atau skor faktor dilakukan setelah terlebih dahulu dilakukan validasi analisis faktor. Proses validasi dilakukan dengan tehnikspilt half (sampel bagi dua) dimana masing-masing sampel akan diuji dengan analisis faktor. Kriteria valid dilihat berdasarkan hasil masing-masing sampel dipertimbangkan, dengan ketentuan apabila sebuah faktor stabil maka hasil-hasil yang ada relatif tidak jauh berbeda, baik jumlah faktor atau angka-angka pada component matrix (Santoso, 2004).
Berdasarkn hasil component matrix faktor awal (responden 1-120) dan faktor sampel satu (responden 1-60) serta faktor sampel dua (responden 61-120) menunjukkan bahwa semua faktor tetap stabil karena telah mengacu pada hasil lima faktor (komponen utama).
Skor faktor pada dasarnya adalah upaya untuk membuat satu atau beberapa variabel yang lebih sedikit dan berfungsi untuk menggantikan variabel asli yang sudah ada. Penentuan skor faktor ini akan berguna apabila akan dilakukan analisis lanjutan, dalam penelitian ini akan dilanjutkan dengan analisis diskriminan.
Setelah diketahui variabel independen (bebas satu sama lain, tidak terjadi multikolinearitas) yang disebut sebagai faktor (komponen utama), dan hasilnya akan digunakan dalam analisis lanjutan (analisis diskriminan) dengan terlebih dahulu dihitung skor faktor setiap responden. Untuk mempermudah perhitungan, skor faktor diolah dengan menggunakan program komputer SPSS 15 for windows.
63