BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN
B. Analisis Hasil Penelitian
1. Struktur Organisasi RSU Bina Kasih Medan
Pada struktur organisasi Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan terlihat berbentuk garis dimana pimpinan tertinggi berada pada seorang Direktur dan membawahi langsung beberapa bagian. Dari hal tersebut dapat terlihat bahwa bawahan bertanggung jawab atas tugasnya kepada atasannya. Dengan begitu akan menghasilkan disiplin yang tinggi pada setiap bawahan karena laporan hasil tugasnya akan langsung diberikan kepada atasannya dengan tepat waktu, tentunya pelaksanaan unit kerja secara umum telah berjalan dengan baik.
Pada sistem penggajian terdapat pemisahan tugas. Misalnya fungsi keuangan sebagai verifikasi daftar gaji terpisah dengan bagian Kepegawaian yaitu sebagai pembuat daftar gaji. Selanjutnya Bagian Akuntansi sebagai bagian pencatatan terpisah dengan bagian pembayaran gaji yang berbentuk slip gaji yang dilakukan oleh bagian Kepegawaian. Yang menjadi kelemahan yaitu masih adanya rangkap tugas di Bagian Kepegawaian. Dimana suatu fungsi Kepegawaian merangkap tugas pencatatan waktu hadir karyawan, pembuat daftar gaji karyawan, sebagai penyeleksi dan penerima karayawan baru. Seharusnya hal ini tidak dilakukan karena dapat memungkinkan terjadinya penyelewengan terhadap gaji.
2. Sistem Informasi Akuntansi Penggajian
Unsur sistem informasi akuntansi terdiri dari dokumen-dokumen, catatan-catatan dan prosedur-prosedur yang digunakan dalam mengolah data untuk menghasilkan laporan yang dibutuhkan pihak yang berkepentingan. Sistem akuntansi penggajian juga memiliki unsur-unsur tersebut. Dimana sistem penggajian tersebut adalah koordinasi dari dokumen-dokumen, catatan-catatan serta prosedur-prosedur yang menghasilkan informasi sehingga dapat menentukan secara cepat dan tepat tentang gaji setiap karyawan, yaitu berapa pendapatan bersih yang akan diterima karyawan. Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan juga memiliki unsur-unsur sistem akuntansi penggajian seperti tersebut diatas. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan dilapangan serta setelah dibandingkan dengan teori yang dipelajari maka penulis membuat beberapa evaluasi sebagai berikut:
a. Dokumen yang Digunakan
Dokumen yang digunakan oleh Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan cukup efektif dalam mendukung pengambilan gaji. Ini dapat terlihat dengan adanya tanda tangan pada dokumen oleh pejabat yang memiliki wewenang dibagiannya. Misalnya dalam rekapitulasi daftar gaji yang dibuat oleh bagian Kepegawaian yang kemudian diteruskan ke bagian Keuangan untuk diotorisasi. Adapun dokumen yang digunakan antara lain surat pengangkatan karyawan, daftar gaji, daftar absensi, kartu jam kerja dan rekap daftar gaji.
b. Catatan Akuntansi yang Digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan oleh perusahaan ini cukup efektif untuk mendukung pengambilan keputusan gaji. Adapun catatan akuntansi yang digunakan oleh perusahaan ini adalah jurnal, buku besar, dan kartu penghasilan karyawan. Pencatatan didalam jurnal biasanya boleh lengkap dan telah terinci, serta menurut urutan tanggal terjadinya transaksi. Buku besar adalah kumpulan rekening-rekening yang digunakan untuk mayoritas dan meringkas informasi yang telah dicatat dalam jurnal. Kartu penghasilan karyawan merupakan catatan mengenai penghasilan karyawan dan berbagai potongan yang diterima setiap karyawan. Dimana kartu ini dipakai sebagai dasar penghitungan PPh pasal 21 yang menjadi beban setiap karyawan.
3. Jaringan Prosedur Yang Membentuk Sistem Penggajian
Jaringan yang membentuk sistem penggajian pada Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan juga cukup efektif dalam mendukung pengambilan keputusan gaji. Hal ini dapat terlihat sebagai berikut:
a. Prosedur Penerimaan Karyawan
Seperti yang diuraikan terdahulu bahwa dalam prosedur penerimaan karyawan terdapat seleksi dan beberapa tahapan. Seleksi ini dilakukan oleh unit Kepegawaian perusahaan itu sendiri, hal ini dapat memungkinkan adanya kecurangan pada saat penerimaan pegawai walaupun setelah itu dilakukan seleksi dan training sebelum dinyatakan lulus dan dikeluarkan SK karyawan oleh Kepegawaian dan Direktur Perusahaan.
b. Prosedur Pemutusan Hubungan Kerja.
Dalam prosedur pemutusan hubungan kerja ada beberapa tahap yeng perlu dilalui yaitu bagi karyawan yang melanggar peraturan perusahaan, terlebih dahului karyawan hanya akan diberikan teguran, jika karyawan tersebut tidak menunjukkan perubahan sikap kemudian diberikan surat peringatan sebanyak tiga kali. Pemberian surat peringatan ini tidak harus secara berurutan tapi dapat diberikan dengan melihat besarnya kesalahan yang telah dilakukan oleh karyawan. Jika karyawan tidak juga merubah sikap maka perusahaan dapat mengajukan permohonan penetapan pemutusan hubungan kerja sesuai dengan prosedur undang-undang yang berlaku. c. Prosedur Pencatatan Waktu
Sistem untuk pencatatan waktu hadir di Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan menggunakan menggunakan mesin pencatatan waktu hadir (handkey). Dengan begitu dapat dilakukan pengendalian terhadap waktu hadir dan waktu pulang. Sehingga dapat meminimalkan manipulasi terhadap waktu hadir dan waktu pulang. Hal ini dapat kita lihat dari karyawan masuk dan keluar kerja tidak tepat waktunya maka perusahaan akan memberikan teguran pada yang bersangkutan. Jika hal itu dilakukan sampai tiga kali maka karyawan tersebut akan diberikan surat peringatan pertama, namun jika dilakukan terus menerus perusahaan dapat mengambil tindakan keras terhadap karyawan tersebut.
d. Prosedur pembuatan daftar gaji
Prosedur pembuatan daftar gaji yang digunakan sudah memadai hal ini dapat dilihat dari semua daftar hadir dan daftar lembur karyawan dari tiap-tiap unit kerja dikumpulkan oleh bagian Kepegawaian yang digunakan untuk membuat daftar gaji pada akhir bulan. Selain itu bagian Kepegawaian juga dalam membuat daftar gaji berdasarkan SK mengenai pengangkatan pegawai, kenaikan jabatan, tarif gaji, potongan-potongan seperti pajak penghasilan pegawai (PPh), STM, dan lain sebagainya. Semua data yang mendukung daftar gaji tersebut diinput dan diedit kedalam data base setiap karyawan. Semua data lalu diproses yang kemudian menghasilkan daftar gaji karyawan yang oleh bagian Kepegawaian dibuat rangkap 2 (dua).
e. Prosedur Pembayaran Gaji dan Upah
Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan melakukan pembayaran gaji pada awal bulan. Daftar gaji yang dibuat oleh bagian kepegawaian dibuat rangkap 2 (dua) dan diserahkan ke bagian Adm. Keuangan untuk diproses dan selanjutnya diverifikasi, selanjutnya dikirimkan ke Manager Adm Keuangan untuk diotorisasi. Setelah diotorisasi oleh pihak yang berwenang selanjutnya dibuatkan bukti kas keluar dan dikeluarkan sejumlah uang yang akan disetorkan ke bank, kemudian bagian Adm. Keuangan memeriksa dan memberikan nomor rekening karyawan yang selanjutnya diserahkan kepada bank untuk melakukan pembayaran gaji (transfer ke rekening pegawai). Setelah itu bagian Adm. Keuangan membukukan Laporan
Harian Bank dan mengirimkannya ke Manager Adm Keuangan untuk diperiksa kembali dan ditandatangani. Kemudian berkas yang telah ditandatangani dan diperiksa diserahkan ke bagian Akuntasi untuk dilakukan proses akuntansi dan disimpan oleh Petugas Akuntansi berdasarkan tanggal sebelum berkas tersebut diserahkan kembali ke Petugas Kepegawaian untuk memperbaharui file yang sudah ada. Dalam hal ini pembayaran kepada pegawai berupa pemberian slip gaji oleh Petugas Kepegawaian yang pencatatan dan penyimpanannya berdasarkan tanggal.
Pembayaran gaji melalui bank yaitu dengan mentransfer ke rekening masing-masing pegawai. Laporan slip gaji karyawan yang diberikan kepada karyawan harus disetujui oleh bagian Keuangan dan kemudian dibagikan kepada setiap karyawan. Pencatatan setiap transaksi dibuat ke dalam buku jurnal lalu kemudian di posting ke dalam buku besar dimana dasar pencatatannya adalah daftar gaji. Dari keterangan diatas maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa secara keseluruhan Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan telah melaksanakan setiap prosedur-prosedur yang terjadi pada sistem penggajian dengan baik tetapi masih kurang memadai dan terpadu, hal ini dapat dilihat dari adanya penggunaan sistem yang ada. Dimana pada prosedur pencatatan waktu hadir dan prosedur pembuatan daftar gaji dan upah menggunakan Microsoft Excel. Sebaiknya perusahaan memiliki satu sistem khusus yang menangani sistem
penggajian. Hal ini dimaksudkan agar meminimalkan manipulasi dan meningkatkan kinerja perusahaan.
Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan telah menjalankan praktek-praktek yang sehat. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan yang dijalankan perusahaan seperti bagian Kepegawaian yang berfungsi membuat daftar gaji bertanggung jawab untuk menyimpan semua arsip pegawai. Sedangkan bagian akuntansi bertanggung jawab atas pencatatan atas pembayaran gaji.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Peneliti dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut dari hasil penelitian yang telah dilakukan.
1. Struktur organisasi yang digunakan oleh Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan berbentuk garis dimana pimpinan tertinggi berada pada seorang Direktur dan dibantu oleh para Wakil Direktur. Dari hal tersebut dapat terlihat bahwa bawahan bertanggung jawab atas tugasnya kepada atasannya. Dengan begitu disiplin yang tinggi karena laporan hasil tugasnya akan langsung diberikan kepada atasannya dengan tepat waktu, tentunya pelaksanaan unit kerja secara umum telah berjalan dengan baik. 2. Perusahaan telah melaksanakan prosedur penerimaan karyawan yang
selektif, sehingga akan diperoleh perusahaan karyawan yang benar-benar berkualitas.
3. Telah dilaksanakannya dengan baik sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang dapat dilihat dari setiap transaksi pada sistem penggajian dimana setiap transaksi tersebut harus mendapatkan persetujuan dari pihak yang berwenang. Misalnya pembuatan atas daftar gaji dan upah, daftar hadir dan lembur yang dikeluarkan dan diotorisasi terlebih dahulu oleh bagian Kepegawaian sebelum didistribusikan kepada unit kerja lainnya. Selain itu apabila terjadi perubahan dalam perhitungan dalam gaji seperti
perubahan tarif gaji, tunjangan-tunjangan, tarif lembur dan lain sebagainya harus mendapatkan persertujuan dari Manager Adm. Keuangan dan Direktur Utama.
4. Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan telah menjalankan praktek-praktek yang sehat. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan yang dijalankan perusahaan seperti bagian Kepegawaian yang berfungsi membuat daftar gaji bertanggung jawab untuk menyimpan semua arsip pegawai. Sedangkan bagian akuntansi bertanggung jawab atas pencatatan atas pemeriksaan kebenaran sebelum dilakukan pembayaran gaji pegawai.
5. Dokumen dan pencatatan akuntansi pada perusahaan ini sudah memadai, hal ini dapat dilihat adanya dokumen-dokumen antara lain surat pengangkatan karyawan, daftar hadir dan lembur, daftar gaji dan slip gaji. Bagian Kepegawaian membuat daftar gaji yang akan diperiksa oleh bagian Akuntansi sebagai kontrol pembukuan. Selanjutnya diteruskan kepada bagian Keuangan yang mana gaji akan dibayarkan oleh bagian Kepegawaian kepada pegawai dalam bentuk slip gaji.
6. Adapun catatan yang digunakan Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan dalam pembayaran gaji adalah Buku Jurnal dan Buku Besar.
7. Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan dalam pembayaran gaji yaitu dengan cara mentransfer melaui bank ke rekening masing-masing pegawai. 8. Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan masih banyak melakukan proses
penggajian secara manual, tentunya ini membuat kinerja perusahaan menjadi lambat dan tertinggal.
B. Saran
Peneliti mencoba memberikan saran guna meningkatkan pengawasan atas gaji dan upah, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan.
1. Pembuatan Bukti Kas Keluar harus dibuat oleh bagian akuntansi setelah menerima daftar gaji dari bagian kepegawaian, yang mana pada perusahaan dilaksanakan oleh bagian keuangan. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya manipulasi gaji oleh bagian keuangan. Adapun pembuatan Bukti Kas Keluar merupakan perintah pembayaran gaji sejumlah yang tertera dalam daftar gaji kepada bagian keuangan.
2. Kehadiran pegawai harus berpengaruh pada jumlah gaji yang diterima oleh pegawai tersebut setiap bulannya. Hal ini supaya pegawai lebih serius menanggapi masalah kehadiran mereka.
3. Peranan audit internal lebih ditingkatkan dalam mengevaluasi kinerja setiap bagian dalam perusahaan.
4. Seharusnya tidak terjadi rangkap tugas pada unit kepegawaian, hal ini dimaksudkan guna menghindari terjadinya kecurangan.
5. Untuk menjamin pelaksanaan kerja setiap unit organisasi ada baiknya pihak manajemen melakukan pemeriksaan mendadak, hal ini dimaksudkan untuk mengetahui tanggung jawab akan biaya gaji yang akan dikeluarkan tidak menjadi sia-sia dan dapat menghindari manipulasi terhadap biaya gaji.
DAFTAR PUSTAKA
Bodnar, George H, dan William S. Hopwood, 2004. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Keenam, Cetakan Pertama, Penerjemah Amir Abadi Jusuf dan Rudi M. Tambunan, Salemba Empat, Buku Satu, Jakarta.
Daniel, Moehar, 2002. Metode Penelitian Sosial Ekonomi, Bumi Aksara, Jakarta. Erlina, 2008. Metode Penelitian Bisnis : Untuk Akuntansi dan Manajemen, Edisi
Kedua, Cetakan Pertama, USU Press, Medan.
Hall, James A, 2001. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Ketiga, Cetakan Pertama, Terjemahan : Amir Abadi Jusuf, Salemba Empat, Buku Satu, Jakarta.
Ikatan Akuntan Indonesia, 2007. Standar Akuntansi Keuangan, Salemba Empat, Jakarta.
Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, 2004. Buku Petunjuk Teknik Penulisan Proposal Penelitian dan Penulisan Skripsi, Medan.
Mulyadi, 2001. Sistem Akuntansi, Edisi Ketiga, Cetakan Ketiga, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Nazir, Moh., 2005, Metode Penelitian, Galia Indonesia, Bogor Selatan.
Niswonger, Rollin C, Carl S. Warren, James M. Reeve, dan Philip E. Fees 2005. “ Prinsip – Prinsip Akuntansi “, Edisi Sembilan Belas, Cetakan Pertama, Terjemahan Alfonsus Sirait, Erlangga, Jilid Satu, Jakarta.
Romney, Marshall B. dan Paul John Steinbart, 2004. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Kesembilan, Cetakan Pertama, Terjemahan : Dewi Fitria Sari, dan Beny Amos Kwary, S.S., Salemba Empat, Jakarta.
Ruky, Akhmad, 2001. Manajemen Penggajian dan Pengupahan Untuk Karyawan Perusahaan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Widjayanto, Nugroho, 2001. Sistem Informasi Akuntansi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, Erlangga, Jakarta.
Wilkinson, Joseph W., 2000. dialihbahasakan Oleh Marianus Sinaga, “Sistem Akuntansi dan Informasi”, Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Erlangga, Jakarta.