BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN
B. Analisis Hasil Penelitian
1. Struktur Organisasi dan Sistem Informasi Akuntansi
Struktur organisasi merupakan salah satu unsur yang paling penting dalam rangka merealisasi tujuan yang telah digariskan. Dengan adanya struktur organisasi yang baik dalam suatu perusahaan, maka hubungan kerja, pembagian wewenang dan tanggung jawab terlihat dengan jelas.
Penerapan sistem komputer dalam pengolahan data akuntansi perusahaan mempunyai dampak-dampak sebagai berikut:
a. Kemampuan menghasilkan informasi tepat waktu
Dalam hal ini, kebutuhan perusahaan atas informasi yang dihasilkan tepat pada waktunya dapat dipenuhi. Dengan pengolahan elektronik, laporan-laporan yang dibutuhkan dapat tersedia tepat waktu sehingga pengambilan keputusan tidak mengalami hambatan.
Penerapan sistem komputer dalam perusahaan menyebabkan keakuratan data-data lebih terjamin. Dengan berbagai prosedur dan perangkat yang ada kemungkinan program komputer akan memberitahu setiap kesalahan, sehingga dapat diperbaiki. Informasi yang cukup banyak dan berguna dapat dihasilkan dengan tingkat kecermatan dan keakuratan yang tinggi.
c. Kemampuan menghasilkan informasi yang cepat
Salah satu pertimbangan perusahaan menerapkan sistem komputer dalam pengolahan data akuntansi adalah pelayanan yang cepat dan biaya yang terjangkau pada konsumen. Penyediaan barang yang cepat sangat penting demi menghindari kerugian ekonomis yang relatif besar.
d. Kemampuan mengawasi setiap transaksi
Penerapan komputer dalam mengolah data akuntansi perusahaan ini berdampak untuk seluruh transaksi. Didukung oleh sistem komputer dan program yang digunakan oleh perusahaan, akan mempermudah untuk mengontrol dan mengawasi pekerjaan dari setiap bagian, sehingga operasi perusahaan dapat berjalan dengan baik.
2. Sistem Informasi Akuntansi untuk Pengolahan data Persediaan.
Pengolahan data dengan menggunakan komputer bertujuan agar terjadi peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam penyelenggaraan sebuah sistem informasi. PT. Charoen Pokphand Indonesia merancang sendiri program yang akan digunakan oleh perusahaan sesuai dengan kebutuhan masing-masing bagian dalam perusahaan. Program tersebut dirancang oleh bagian EDP atau komputerisasi
mempergunakan sistem Database dimana data yang diperoleh lalu diproses kemudian diinput ke dalam komputer untuk menghasilkan suatu informasi. Setelah proses pemasukan data selesai, maka data-data tersebut dapat dicetak sehingga menghasilkan laporan harian. Untuk membuktikan hasil kebenarannya, maka hasil yang dicetak lewat komputer dapat dibandingkan dengan laporan harian.
Apabila hasil yang dicetak lewat komputer sudah sesuai dan benar nilai- nilainya, maka bentuk laporan tersebut dapat diubah susunannya agar lebih rapi. Untuk itu langkah kerja yang harus dilaksanakan adalah mencetak hasil laporan tersebut ke dalam bentuk file. Kemudian file tersebut diedit sehingga menghasilkan laporan seperti yang diinginkan. Distribusi informasi akuntansi ini bertujuan untuk menghasilkan informasi akuntansi yang akurat dan berguna bagi pemakainya.
Prosedur pembelian, penerimaan dan penyimpanan persediaan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perusahaan karena mengingat persediaan yang ada di gudang. Oleh karena itu harus diusahakan agar setiap pembelian persediaan yang dilakukan akan mendapat barang yang berkualitas sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan dalam produksi. Bagian pembelian bertanggung jawab terhadap pembelian barang yang mendukung proses produksi, dan bagian gudang bertanggung jawab atas persediaan yang ada di gudang baik kualitas maupun kuantitasnya.
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, PT. Charoen Pokphand Indonesia menggunakan sistem perpetual untuk mencatat persediaannya dimana setiap ada transaksi yang terjadi atas persediaan langsung dicatat oleh bagian gudang dan menginput data persediaan ke komputer. Dengan menerapkan sistem
setiap saat baik melalui kartu stok maupun komputer. Dalam hal pencatatan persediaan, perusahaan menggunakan sistem pencatatan FIFO (First In First Out) yaitu dimana persediaan yang pertama kali masuk ke dalam gudang, maka persediaan itu pula yang pertama kali keluar dari gudang jika terjadi produksi. Persediaan dicatat dan diakui oleh perusahaan setelah persediaan sampai di gudang dan bukti penerimaan barang telah diterima oleh bagian gudang. Dalam hal ini perusahaan menggunakan sistem FOB Destination, yaitu persediaan dicatat jika persediaan benar-benar sudah diterima oleh bagian gudang.
Pengolahan data akuntansi persediaan secara elektronik pada perusahaan dapat menghasilkan informasi yang berguna bagi perusahaan. Pengolahan data akuntansi persediaan secara komputer dikaitkan dengan tujuan pengawasan persediaan adalah sebagai berikut:
a. Menyediakan data persediaan yang tepat dan dapat dipercaya
Pengolahan data persediaan berbasis komputer dalam perusahaan dengan sistem komunikasi yang diterapkan menjadi informasi yang dihasilkan dapat dipercaya. Sistem dan program komputer yang disusun menjadikan prosedur-prosedur dapat dijalankan dan diawasi dengan baik, sehingga informasi yang dihasilkan dapat berguna bagi perusahaan dan menjadi informasi yang dapat dipercaya.
b. Menjaga aktiva dan catatan-catatan perusahaan
Penerapan sistem komputer dalam pengolahan data akuntansi juga memungkinkan seluruh transaksi yang dicatat dapat disimpan dengan baik. Transaksi akan bebas dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab karena data persediaan telah dijaga keamanannya.
c. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasi
Pengolahan data akuntansi dengan komputer menghasilkan informasi yang cepat dan tepat, dimana data yang dimasukkan ke dalam komputer langsung diproses secara otomatis sesuai dengan program yang ada. Hal ini akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja dalam operasional perusahaan.
d. Mendorong ditaatinya kebijakan pimpinan perusahaan
Dalam penerapan komputer, program-program yang ada telah disesuaikan sesuai dengan kebijaksanaan dan peraturan dari pimpinan. Pegawai perusahaan didorong untuk mentaati kebijaksanaan, peraturan dan prosedur yang telah ditetapkan, karena suatu sistem pengolahan berbasis komputer dianggap akan memiliki prosedur dan sistem pemisahan tanggung jawab atas akses dan proses data. Dengan bantuan komputer, pimpinan perusahaan akan lebih mudah mengawasi bagaimana pelaksanaan tugas setiap bawahannya, apakah telah dilaksanakan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing atau belum.
Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengolahan data akuntansi persediaan secara komputer sangat bermanfaat untuk menyediakan data persediaan yang tepat dan dapat dipercaya, menjaga aktiva dan catatan-catatan perusahaan, meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasi, mendorong ditaatinya kebijaksanaan pimpinan perusahaan.