7. Tolak ukur dalam pengendali kinerja mencapai ketepatan waktu produksi, diharapkan akan mencapai pertumbuhan pelanggan yang lebih besar karena
4.8 Evaluasi Kinerja
4.8.4 Analisis Hasil Pengukuran Kinerja PT. Jacolintex
Hasil pengukuran kinerja PT. Jacolintex berdasarkan metode Balanced Scorecard, dapat dilihat dari tabel di bawah ini;
Tabel 4.23 Hasil Pengukuran Kinerja
Strategikc Objective Measurement Nilai
F1: Tingkat Pengembalian modal F2: Tingkat Produktivitas
F3: Tingkat Keuntungan
F1: Return on investment F2: Asset Turn Over F3: Nett Profit Margin
1 3 1 P1: Meningkatkan pangsa pasar
P2: MeningkatKan loyalitas pelanggan
P3: Meningkatkan kepuasan pelanggan
P1: Market share
P2: Persentase pelanggan tetap P2: Pertumbuhan pelanggan P3: Penurunan frekuensi klaim
3 4 5 3 I1: Tingkat penjualan
I2: Kelancaran proses produksi I3: Ketepatan waktu proses
I1: Tingkat kapasitas mesin/ bulan I2: Jumlah kecelakaan per tahun I3: Persentase Jumlah batal order I3: Tingkat kesesuaian waktu proses
2 2 5 3 BT1: Produktivitas pekerja BT2: Komitmen pekerja
BT3: Pengembangan Teknologi Informasi
BT1: Revenue per Employee BT2: Turn over rate karyawan BT3: Persentase Jumlah aplikasi baru
2 5 4
Dari tabel 4.23, dapat dilihat bahwa PT. Jacolintex memiliki nilai yang sangat buruk untuk tingkat keuntungan perusahaan. Menandakan bahwa PT. Jacolintex belum dapat mencapai keuntungan sesuai harapannya. Artinya bahwa manajemen PT. Jacolintex harus memperhatikan tiap indicator dalam perspektif pelanggan, bisnis maupun pertumbuhan dan pembelajaran untuk menaikkan keuntungannya. Serta memberikan perhatian khusus pada pengelolaan administrasi perusahaan, agar semua transaksi yang berkaitan dengan perusahaan transparan dan benar-benar dapat dipertanggung jawabkan.
Sedangkan kinerja perusahaan paling baik terdapat pada peningkatan loyalitas pelanggan perspektif pelanggan dan turn over rate karyawannya. Loyalitas pelanggan ini harus dipertahankan, demi keberlangsungan order bagi PT. Jacolintex sendiri sesuai dengan misi perusahaan. Dan perusahaan harus terus membangun komitmen yang kuat dan memberikan insentif yang sesuai. Agar turn over ini dapat dipertahankan perusahaan dengan melakukan berbagai inisiatif yang telah dijelaskan.
Inisiatif yang dilakukan PT. Jacolintex dalam menaikkan profitabilitas perusahaan adalah; Menekan biaya operasi untuk mencapai keuntungan yang lebih tinggi. Mengupayakan arus pembayaran yang lancar.
4.8.4.1 Analisis Nilai Kinerja Perspektif Keuangan
Pada perspektif keuangan ada 3 tujuan strategis yakni meningkatkan profitabilitas atau keuntungan, meningkatkan produktivitas dan meningkatkan pendapatan. Pengukuran yang diperoleh dari hasil perhitungan adalah tujuan strategis meningkatkan pendapatan memiliki nilai kinerja 1, meningkatkan profitabilitas memiliki nilai kinerja 1 dan meningkatkan produktivitas memiliki nilai kinerja 3. Artinya bahwa PT. Jacolintex sudah cukup memanfaatkan aset yang dimilikinya namun tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan maupun keuntungan. Dengan demikian maka nilai kinerja yang
diperoleh masing-masing dapat dikatakan masih buruk. Maka, tingkat produktivitas perusahaan harus tetap ditingkatkan untuk lebih mengoptimalkan penggunaan aset perusahaan dalam mencapai keuntungan yang diharapkan. Serta didukung kuat sistem administrasi yang transparan dan jelas.
4.8.4.2 Analisis Nilai Kinerja Perspektif Pelanggan
Pada perspektif pelanggan, tujuan strategis meningkatkan pangsa pasar didukung oleh kedua sasaran lain dalam perspektif pelanggan. Yaitu adanya peningkatan loyalitas pelanggan dan peningkatan kepuasan konsumen. Nilai kinerja untuk sasaran strategis pangsa pasar adalah 3, untuk loyalitas konsumen adalah 4 sedangkan untuk kepuasan konsumen adalah 3. Dapat dikatakan bahwa kinerja PT. Jacolintex dalam perspektif pelanggan adalah cukup baik. Dan loyalitas pelanggannya berkinerja baik. Banyak konsumennya yang pada akhirnya menjadi repeat buyer karena mendapatkan nilai yang sebanding dengan harga, kualitas dan pelayanan yang ditawarkan PT. Jacolintex. Maka dari itu, loyalitas dan kepuasan pelanggan menjadi kunci penting dalam memperluas pangsa pasarnya. Dengan demikian, peluang mempertahankan pelanggan dan memperoleh pelanggan baru semakin besar.
4.8.4.3 Analisis Nilai Kinerja Perspektif Proses Bisnis Internal
Melalui perspektif bisnis internal ini, dapat diketahui bahwa tingkat penjualan PT. Jacolintex masih buruk karena tidak sesuai dengan target penggunaan kapasitas mesin 6000lusin per bulannya. Pencapaian strategis meningkatkan penjualan, didukung oleh ketercapaian penyelesaian produk yang tepat waktu. Sedangkan untuk tujuan strategis ini memiliki nilai 3 yang berkinerja cukup, dimana perusahaan sudah dapat memperbaiki tujuan strategis jumlah order yang dibatalkan buyer dari tahun sebelumnya menjadi berkinerja
sangat baik dan bernilai 5. Kedua sasaran ketepatan waktu dan penurunan jumlah order yang batal akan mempengaruhi tingkat penjualan yang terjadi. Tujuan – tujuan strategis dalam perspektif bisnis internal tersebut masih harus didukung dengan kelancaran proses produksi, dimana saat ini kelalaian pekerjanya bernilai 2 dan dapat dikatakan berkinerja buruk. Ketidaklancaran selama proses produksi berlangsung, tentunya akan mengakibatkan timecost untuk perusahaan sendiri dan berakibat juga terhadap pergeseran waktu penyelesaian produk.
4.8.4.4 Analisis Nilai Kinerja Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan
Pada perspektif pembelajaran dan Pertumbuhan, tujuan strategis meningkatkan kapabilitas pekerjannya didukung oleh dua sasaran strategis lainnya. Yaitu membangun komitmen karyawan dan tersedianya teknologi informasi yang memadai. Tujuan strategis membangun komitmen karyawannya, didasarkan pada indikator turn over rate karyawan, semakin rendah tingkat turn over, mnenyatakan semakin komitnya pekerja. Komitmen karyawannya memiliki nilai 5, sedangkan teknologi informasi yang sudah dikembangkan bernilai 4. Perbaruan dalam teknologi informasi dan penekanan pada komitmen karyawannya akan menciptakan value peningkatan produktivitas karyawannya yang tentunya akan mendongkrak laba perusahaan sendiri. Saat ini kinerja perusahaan untuk tujuan produktivitas masih bernilai buruk, dan dapat dikatakan bahwa turn over karyawannya dan sistem informasi perusahaan tidaklah cukup untuk menaikkan produktivitas pekerjanya. Karena itu harus adanya kesesuaian pencapaian dalam perspektif pelanggan maupun bisnis internal untuk memperbaiki kinerja keuangan perusahaan.
4.8.4.5 Analisis Nilai Kinerja PT. Jacolintex
Nilai kinerja PT. Jacolintex didapatkan dengan hasil pengukuran pada setiap perspektif dengan bobot tiap perspektif yang ada dalam Balanced Scorecard. Dengan memberikan nilai sesuai dengan hasil pengukuran berarti dapat dikatakan kinerja perusahaan saat ini berada pada kinerja yang cukup. Perbaikan dalam setiap perspektif tentunya akan menaikkan kinerja perusahaan menjadi lebih baik lagi.