BAB III METODE PENELITIAN
G. Teknik Analisa Data
5. Analisis Inferensial
a. Analisis Korelasi Rank Spearman
Hasil perhitungan Korelasi Rank Spearman dengan program SPSS dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.32
Korelasi Spearman Faktor-Faktor Penentu Dan Keputusan Pembelian Faktor-faktor Penentu Keputusan Pembelian Spearman's rho Faktor - faktor Penentu Correlation Coefficient 1.000 .697** Sig. (2-tailed) . .000 N 100 100 Keputusan Pembelian Correlation Coefficient .697** 1.000 Sig. (2-tailed) .000 . N 100 100
Sumber: data primer diolah
Perhitungan korelasi antara variabel faktor- faktor penentu dengan keputusan pembelian menunjukkan angka 0,697 angka ini menujukkan adanya hubungan yang kuat dan searah (positif). Jadi variabel faktor- faktor penentu memiliki hubungan kuat, artinya jika kompetensi faktor- faktor penentu kuat maka keputusan pembelian
akan sangat baik.
Selanjutnya juga dapat dilihat dengan menggunakan korelasi pearson yang mana dalam korelasi ini dijelaskan masing-masing faktor penentu yang dapat dilihat dalam tabel berikut :
1) Faktor Aqidah
Tabel 4.33
Hasil Korelasi Faktor Aqidah
Aqidah Keputusan
Aqidah Pearson Correlation 1 .076
Sig. (2-tailed) .451
N 100 100
Keputusan Pearson Correlation .076 1
Sig. (2-tailed) .451
N 100 100
Sumber: data primer diolah
Berdasarkan perhitungan korelasi antara variabel faktor aqidah dengan keputusan pembelian menunjukkan angka 0,076 angka ini menujukkan adanya hubungan yang sangat rendah. Jadi, variabel faktor aqidah memiliki hubungan sangat rendah. Artinya jika kompetensi faktor aqidah sangat rendah maka keputusan pembelian tidak berdasarkan faktor aqidah saja. Akan tetapi juga berhubungan dengan faktor lain dari faktor penentu yang sudah diteliti. sebagaimana yang sudah dibuktikan pada tabel 4.33
2) Faktor Kebudayaan
Tabel 4.34
Hasil Korelasi Faktor Kebudayaan
Kebudayaan Keputusan Kebudayaan Pearson Correlation 1 .436**
Sig. (2-tailed) .000
N 100 100
Keputusan Pearson Correlation .436** 1 Sig. (2-tailed) .000
N 100 100
Sumber: data primer diolah
Berdasarkan perhitungan korelasi antara variabel faktor kebudayaan dengan keputusan pembelian menunjukkan angka 0,436 angka ini menujukkan adanya hubungan yang sedang. Jadi, variabel faktor kebudayaan memiliki hubungan sedang artinya jika kompetensi faktor kebudayaan sedang maka keputusan pembelian terhadap VCD bajakan berdasarkan faktor kebudayaan mempunyai hubungan yang sedang dengan faktor kebudayaan. Sehingga bisa dijadikan faktor penentu dalam keputusan pembelian VCD bajakan. Hal ini dibuktikan pada tabel 4.34
3) Faktor Sosial
Tabel 4.35
Hasil Korelasi Faktor Sosial
Sosial Keputusan Sosial Pearson Correlation 1 .399** Sig. (2-tailed) .000 N 100 100 Keputusann\ Pearson Correlation .399** 1 Sig. (2-tailed) .000 N 100 100
Sumber: data primer diolah
Berdasarkan perhitungan korelasi antara variabel faktor sosial dengan keputusan pembelian menunjukkan angka 0,399 angka ini menujukkan adanya hubungan yang sedang. Jadi variabel faktor sosial memiliki hubungan sedang, artinya jika kompetensi faktor sosial rendah maka keputusan pembelian tidak hanya berdasarkan faktor sosial saja akan tetapi, ada hubungan dengan faktor lain. hal ini dapat dibuktikan pada tabel 4.35
4) Faktor Pribadi
Tabel 4.36
Hasil Korelasi Faktor Pribadi
Pribadi Keputusan Pribadi Pearson Correlation 1 .510**
Sig. (2-tailed) .000
N 100 100
Keputusan Pearson Correlation .510** 1 Sig. (2-tailed) .000
N 100 100
Sumber: data primer diolah
Berdasarkan perhitungan korelasi antara variabel faktor pribadi dengan keputusan pembelian menunjukkan angka 0,510 angka ini menujukkan adanya hubungan yang sedang. Jadi variabel faktor pribadi memiliki hubungan sedang artinya jika kompetensi faktor pribadi sedang maka keputusan pembelian VCD bajakan bukan hanya berdasarkan faktor pribadi saja. Akan tetapi juga ada hubungannnya dengan faktor lain. angka tersebut didapatkan melalui hasil korelasi pribadi pada tabel 4.36
5) Faktor Psikologis
Tabel 4.37
Hasil Korelasi Faktor Psikologis Psikologis Keputusan Psikologis Pearson Correlation 1 .466**
Sig. (2-tailed) .000
N 100 100
Keputusan Pearson Correlation .466** 1 Sig. (2-tailed) .000
N 100 100
Sumber: data primer diolah
Berdasarkan perhitungan korelasi antara variabel faktor psikologis dengan keputusan pembelian menunjukkan angka 0,466 angka ini menujukkan adanya hubungan yang sedang. Jadi variabel faktor psikologis memiliki hubungan yang sedang, artinya jika kompetensi faktor psikologis sedang maka keputusan pembelian sebagian besar berdasarkan faktor psikologis. Sebagaimana hal ini dapat kita ketahui dan terlihat pada tabel 4.37
Jadi, dari penjelasan keseluruhan tabel di atas dapat disimpulkan bahwasannya keputusan dalam pembelian VCD bajakan memiliki hubungan yang sedang kecuali faktor aqidah yang memiliki hubungan sangat rendah dibuktikan dengan angka 0.076. Sedangkan faktor kebudayaan memiliki hubungan yang sedang dengan angka 0.436, faktor pribadi dengan angka 0.510, faktor psikologis dengan angka 0.466 dan faktor sosial 0.399. Apabila faktor penentu keputusan pembelian VCD bajakan diatas memiliki hubungan yang sangat rendah dengan faktor aqidah, maka seorang pembeli VCD bajakan
tersebut mengambil keputusan untuk membeli VCD bajakan tidak berdasarkan faktor aqidah. Semakin rendah hubungan faktor penentu terhadap keputusan pembelian maka akan semakin rendah tingkat keputusan konsumen terhadap VCD bajakan.
b. Analisa Regresi Linear Berganda (Y)
Analisis regresi linear berganda berguna untuk mengukur dan mengetahui seberapa besar pengaruh X terhadap Y, yaitu seberapa besar pengaruh faktor aqidah, kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologis terhadap keputusan dalam pembelian VCD bajakan.
Y = 1,989+ (-0,217X1 ) + 244X2 + 0,222X3 + 0,304X4 + 0,381X5 (-1,528) (2,061) (2,733) (2,792) (3,423) F test = 30,980 R2 = 0.622 c. Pengujian Model 1) Uji F (serentak)
Dari hasil pengejuian secara serempak (Uji-F) didapat hasil sebagai berikut: F hitung adalah sebesar 30.980 dengan tingkat signifikan sebesar 0.000, dimana F hitung 30.980 > dari F tabel 2.31, hal ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor penentu keputusan dalam pembelian VCD bajakan.
Dengan tingkat signifikan 0.000 < 0.05 oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa variabel bebas (faktor penentu) mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat (keputusan pembelian) terhadap VCD Bajakan. Sehingga semakin tinggi
tingkat pengaruh faktor penentu terhadap keputusan pembelian, maka akan semakin tinggi tingkat pembelian terhadap VCD bajakan.
2) Uji T (Parsial)
Berdasarkan hasil regresi diperoleh nilai thitung untuk faktor aqidah (X1) adalah -1.528 dengan tingkat signifikan 0.130, sedangkan nilai ttabel pada α = 5% dengan derajat kebebasan df 94(100-5-1) adalah 2.31. oleh karena itu nilai thitung lebih kecil dari ttabel maka H0 diterima dan H1 ditolak, koefisien regresi tidak signifikan. Artinya faktor aqidah tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian VCD bajakan.
Berdasarkan hasil regresi diperoleh nilai thitung untuk faktor kebudayaan (X2) adalah 2.061 dengan tingkat signifikan 0.042, sedangkan nilai ttabel pada α = 5% dengan derajat kebebasan df 94 (100-5-1) adalah 2.31. oleh karena itu nilai thitung lebih kecil dari ttabel maka H0 diterima dan H1 ditolak, koefisien regresi tidak signifikan. Artinya faktor kebudayaan tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian VCD bajakan.
Berdasarkan hasil regresi diperoleh nilai thitung untuk faktor sosial (X3) adalah 2.733 dengan tingkat signifikan 0.007, sedangkan nilai ttabel pada α = 5% dengan derajat kebebasan df 91 (97-5-1) adalah 2.31. oleh karena itu nilai thitung lebih besar dari ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima, koefisien regresi signifikan.
Artinya faktor sosial berpengaruh terhadap keputusan pembelian VCD bajakan.
Berdasarkan hasil regresi diperoleh nilai thitung untuk faktor pribadi (X4) adalah 2.792 dengan tingkat signifikan 0.006, sedangkan nilai ttabel pada α = 5% dengan derajat kebebasan df 94 (100-5-1) adalah 2.31. oleh karena itu nilai thitung lebih kecil dari ttabel maka H0 diterima dan H1 ditolak, koefisien regresi signifikan. Artinya faktor pribadi berpengaruh terhadap keputusan pembelian VCD bajakan.
Berdasarkan hasil regresi diperoleh nilai thitung untuk faktor psikologis (X5) adalah 3.423 dengan tingkat signifikan 0.001, sedangkan nilai ttabel pada α = 5% dengan derajat kebebasan df 94 (100-5-1) adalah 2.31. oleh karena itu nilai thitung lebih besar dari ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima, koefisien regresi signifikan. Artinya faktor psikologis berpengaruh terhadap keputusan pembelian VCD bajakan.
3) Determinasi (R2)
Untuk mengetahui kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen dapat digunakan uji determinasi (R2) yang ditunjukkan oleh nilai R Square sebesar 0.622 atau 62.2% berarti sebesar 62.2% keputusan pembelian terhadap VCD bajakan dapat dijelaskan oleh variabel faktor penentu. Sisanya (100%-62.2% = 37.8%) dijelaskan oleh sebab lain yang tidak dianalisis dalam penelitian.
4) Implikasi Temuan
Konsumen cenderung untuk memilih barang dan jasa yang memberikan mashlahah maksimum. Hal ini sesuai dengan rasionalitas Islami bahwa setiap pelaku ekonomi selalu meningkatkan mashlahah yang diperolehnya. Kandungan
mashlahah terdiri dari manfaat dan berkah. Demikian pula dalam
hal perilaku konsumsi, seorang konsumen akan mempertimbangkan manfaat dan berkah yang dihasilkan dari kegiatan konsumsinya. Konsumen merasakan adanya manfaat suatu kegiatan konsumsi ketika dia mendapatkan pemenuhan kebutuhan fisik atau psikis atau material. Di sisi lain berkah akan diperolehnya ketika ia mengkonsumsi barang/jasa yang dihalalkan oleh syariat Islam. Mengkonsumsi yang halal saja merupakan kepatuhan kepada Allah, karenanya memperoleh pahala. Pahala inilah yang kemudian dirasakan sebagai berkah dari barang/jasa yang telah dikonsumsi.57
Begitu juga dengan keputusan konsumen dalam membeli VCD Bajakan harus sesuai dengan syariat yang berlaku dalam Islam. Dalam memutuskan pembelian maka konsumen harus terlebih dahulu mempertimbangkan apa kegunaan dan tujuan mereka membelinya, sehingga tidak terjadi kemudaratan.
Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, bahwasanya kebanyakan dari konsumen membeli VCD bajakan dipengaruhi
57 Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam, Ekonomi Islam/P3EI, (Jakarta: Rajawali Pers, 2011), hal.129
oleh faktor pribadi, faktor psikologis, faktor kebudayaan dan faktor sosial. Faktor aqidah juga mempengaruhi keputusan dalam pembelian VCD bajakan ini. Akan tetapi dari kelima faktor tersebut terdapat 4 faktor yang lebih tinggi nilai pengaruhnya yaitu
a) Faktor Pribadi
Dalam mengambil keputusan pembelian terhadap VCD bajakan, kebanyakan dari konsumen dipengaruhi oleh faktor pribadinya. Karena menurut mereka faktor pribadi lebih penting dan diutamakan dalam membeli VCD bajakan tersebut. Hal ini dapat di buktikan dari hasil Uji T sebesar 2.792 dengan tingkat signifikan 0.006. Dari hasil analisis tersebut sudah dapat kita ketahui bahwasannya faktor pribadi mempengaruhi keputusan dalam pembelian VCD bajakan. b) Faktor Psikologis
Faktor yang menjadi faktor psikologis sebagai bagian dari pengaruh lingkungan dimana ia tinggal dan hidup pada waktu sekarang tanpa mengabaikan pengaruh di masa lampau atau antisipasinya pada waktu yang akan datang. Pilihan barang yang dibeli seseorang yang melebihi dipengaruhi oleh faktor psikologi yang penting yaitu : motivasi, persepsi, dan sikap. Dan mengambil keputusan dalam pembelian VCD bajakan ini pun sebagian besarnya dipengaruhi oleh faktor psikologis. Yang mana terdapat 3.423 dengan tingkat signifikan 0.001, dari hasil Uji T yang menunjukan pengaruh
faktor psikologis terhadap keputusan dalam pembelian VCD bajakan. Sehingga semakin tinggi pengaruhnya terhadap keputusan pembelian VCD bajakan, maka akan semakin tinnggi juga tingkat pembelian VCD bajakan tersebut.
c) Faktor Kebudayaan
Dalam pengambilan keputusan pembelian VCD bajakan terdapat pengaruh faktor kebudayaan yang membuat konsumen memutuskan untuk membeli VCD bajakan tersebut. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil analisis Uji T sebesar 2.061 dengan tingkat signifikan 0.042. Jadi keputusan pembelian VCD bajakan tersebut dipengaruhi oleh faktor kebudayaan yang mana tingkat pengaruhnya sudah bisa kita ketahui dari hasil analisis diatas. Semakin besar tingkat pengaruhnya makan akan semakin tinggi keputusan konsumen untuk membeli VCD bajakan.
d) Faktor Sosial
Dalam pengambilan keputusan pembelian VCD bajakan terdapat pengaruh faktor sosial yang membuat konsumen memutuskan untuk membeli VCD bajakan tersebut. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil analisis Uji T sebesar 2.733 dengan tingkat signifikan 0.007. Jadi keputusan pembelian VCD bajakan tersebut dipengaruhi oleh faktor sosial yang mana tingkat pengaruhnya sudah bisa kita ketahui dari hasil analisis diatas. Semakin besar tingkat pengaruhnya
maka akan semakin tinggi keputusan konsumen untuk membeli VCD bajakan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa keputusan dalam pembelian VCD bajakan yang dilakukan para konsumen lebih banyak dipengaruhi oleh faktor pribadi, faktor psikologis, faktor kebudayaan dan faktor sosial.
Hendaknya pemerintah juga mengambil andil dalam pemberantasan VCD bajakan ini, karena banyak sekali pihak-pihak yang dirugikan. Khususnya bagi produsen VCD bajakan ini sebaiknya dihilangkan. Perbuatan ini jelas merupakan pelanggaran norma-norma agama yang berdampak pada dosa.
Secara teorinya perilaku konsumen harus mencerminkan hubungan dirinya dengan Allah S.W.T. Setiap pergerakan dirinya yang berbentuk belanja sehari-hari tidak lain adalah manifestasi zikir dirinya atas nama Allah. Dengan demikian dia lebih memilih jalan yang dibatasi Allah dengan tidak memilih barang haram, tidak kikir dan tidak tamak supaya hidupnya selamat baik dunia maupun akhirat.58
Dalam Islam juga dibahas adanya saluran harta yang didapat oleh seseorang konsumen muslim. Al-Qur'an berulang kali mengajarkan umat Islam agar menyalurkan sebagian hartanya dalam bentuk zakat, infaq dan sadaqah.
58 Muhammad Muflih, Perilaku Konsumen dalam Perspektif Ilmu Ekonomi Islam. (Jakarta: P.T. Raja Grafindo Persada, 2006), hal. 4
Konsumsi yang Islami selalu berpedoman pada ajaran Islam, diantara ajaran yang penting berkaitan dengan konsumsi yaitu perlunya memperhatikan orang lain. Hal lain adalah tujuan konsumsi itu sendiri di mana seorang muslim akan lebih mempertimbangkan mashlahah dari pada utilitas. Pencapaian
mashlahah merupakan tujuan dari syariat Islam, yang tentu
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Gulai Bancah RT 009 RW 002 Bukittinggi dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa faktor-faktor penentu keputusan konsumen seperti: faktor aqidah, kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologis memiliki hubungan terhadap keputusan dalam pembelian VCD bajakan dengan hasil Analisis Korelasi Rank Spearman sebesar 0,697. Angka ini menujukkan adanya hubungan antara faktor penentu dengan keputusan dalam pembelian yang kuat dan searah (positif), artinya jika kompetensi faktor- faktor penentu kuat maka keputusan pembelian akan tingggi. Tetapi setelah dilakukan penelitian, terdapat 4 faktor yang mendominan dalam pembelian VCD bajakan yaitu faktor pribadi, faktor psikologis, faktor kebudayaan dan faktor sosial.
Sedangkan untuk mengetahui kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen dapat digunakan uji determinasi (R2) yang ditunjukkan oleh nilai R Square sebesar 0,622 atau 62.2% berarti sebesar 62.2% keputusan pembelian terhadap VCD Bajakan dapat dijelaskan oleh variabel faktor penentu. Sisanya (100%-62.2% = 37.8%) dijelaskan oleh sebab lain yang tidak dianalisis dalam penelitian.