BAB III METODE PENELITIAN
3.5. Analisis Instrumen Penelitian
Analisis lembar penilaian kognitif siswa digunakan untuk mengukur pengetahuan dan pencapaian kompetensi siswa terhadap materi kelarutan dan hasil kali kelarutan.
Lembar penilaian kognitif siswa dilakukan uji validitas, indeks kesukaran, daya beda dan reliabilitas soal.
3.5.1.1Validitas
Validitas adalah ukuran yang menunjukkan kevalidan suatu instrumen. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud. Validitas soal-soal posttest dalam penelitian ini ada dua macam validitas soal yaitu validitas isi soal dan validitas butir soal.
1. Validitas isi soal
Perangkat tes telah memenuhi validitas isi apabila telah disesuaikan dengan kurikulum yang sedang berlaku. Jadi peneliti menyusun kisi-kisi soal berdasarkan kurikulum, selanjutnya instrumen dikonsultasikan dengan guru pengampu dan dosen pembimbing.
2. Validitas Butir Soal
Untuk menghitung validitas butir soal digunakan rumus korelasi point biseral yaitu sebagai berikut.
Keterangan:
Rpbis = Koefisien korelasi point biserial
Mp = Skor rata-rata kelas yang menjawab benar butir yang bersangkutan
p = Proporsi peserta yang menjawab benar butir yang bersangkutan St = Standar deviasi skor total
q = 1 – p
Klasifikasi validitas butir soal dijelaskan pada Tabel 3.3. Tabel 3.3. Klasifikasi Validitas Butir Soal
Inteval Kriteria 0,8< r≤1,0 0,6< r≤ 0,8 0,4< r≤ 0,6 0,2< r≤ 0,4 r< 0,00 Tinggi Sekali Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah (Arikunto, 2007: 78-79) Hasil perhitungan rpbis kemudian digunakan untuk mencari signifikasi
(Sudjana, 2005: 380) Kriteria : jika thitung ≥ t (1-α ) dengan taraf signifikasi 5% dan n adalah jumlah
siswa, maka butir soal adalah valid.
Berdasarkan uji coba soal yang dilakukan terhadap 32 siswa kelas XII IPA 1 SMA N 1 Andong Boyolali diperoleh hasil analisis validitas soal yang diujicobakan. Perhitungan validitas keseluruhan terdapat 34 soal valid. Hasil analisis uji coba menunjukkan soal uji yang valid adalah soal nomor 1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 12, 13, 15, 16, 18, 20, 21, 23, 24, 27, 28, 30, 31, 32, 35, 37, 39, 40, 44, 45, 46, 47, 48, 49, 50.
3. Daya Beda Butir Soal
Analisis daya pembeda dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kamampuan soal dalam membedakan siswa termasuk pandai (kelas atas) dan siswa yang termasuk kelompok kurang pandai (kelompok bawah).
Cara menentukan daya pembeda adalah sebagai berikut:
1. Seluruh peserta tes diurutkan mulai dari yang mendapat skor teratas sampai terbawah.
2. Seluruh siswa tes dibagi 2 yaitu kelompok atas dan kelompok bawah 3. Menghitung daya pembeda soal dengan rumus:
Keterangan:
BA = Banyaknya siswa kelompok atas yang menjawab benar BB = Banyaknya siswa kelompok bawah yang menjawab benar JA = Banyaknya siswa pada kelompok atas
JB = Banyaknya siswa pada kelompok bawah Klasifikasi daya beda soal dijelaskan pada Tabel 3.4.
Tabel 3.4. Klasifikasi Daya Beda Soal
Inteval Kriteria 0,7< D≤1,0 0,4< D≤ 0,7 0,2< D≤ 0,4 0,0< D≤ 0,2 D< 0,00 Baik Sekali Baik Cukup Jelek Sangat Jelek (Arikunto, 2007: 213) Hasil perhitungan daya pembeda soal dijelaskan pada Tabel 3.5.
Tabel 3.5. Hasil Perhitungan Daya Pembeda Soal No. Kriteria Nomor soal
1 Baik Sekali 13, 30, 45 (3 soal)
2 Baik 8, 16, 24, 32, 37, 44, 47, 49 (8 soal)
3 Cukup 1, 2, 4, 5, 7, 9, 11, 12, 14, 15, 18, 20, 21, 23, 25, 27, 28, 33, 35, 39, 40, 43, 48, 50 (24 soal) 4 Jelek 3, 6, 19, 22, 31, 35, 38, 41, 46 (9 soal) 5 Sangat Jelek 10, 17, 26, 29, 36, 42 (6 soal)
4. Tingkat Kesukaran Butir Soal
Ditinjau dari tingkat kesukaran, soal yang terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk memecahkannya, sedangkan soal yang terlalu sukar dapat menyebabkan siswa cepat putus asa. Jadi soal yang baik adalah soal yang memiliki tingkat kesukaran seimbang, artinya soal tersebut tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar.
Bilangan yang menunjukkan sukar atau mudahnya suatu soal disebut indeks kesukaran (difficulty index). Besarnya indeks kesukaran antara 0,00 sampai 1,00 (Arikunto, 2006:207)
Tingkat kesukaran soal dihitung dengan menggunakan rumus:
Keterangan:
P : Indeks kesukaran
B : Banyaknya siswa yang menjawab soal dengan benar JS : Jumlah seluruh pengikut tes
Adapun Kriteria yang digunakan untuk menunjukkan indeks kesukaran soal ditunjukan pada Tabel 3.6.
Tabel 3.6. Klasifikasi Daya Beda Soal
Inteval Kriteria P = 1,00 0,7< P< 0,1 0,3< P≤ 0,7 0,0< P≤ 0,3 P =0,00 Sangat Mudah Mudah Sedang Sukar Sangat Sukar (Arikunto, 2007:208) Hasil perhitungan tingkat kesukaran soal ditunjukan pada Tabel 3.7.
Tabel 3.7. Hasil perhitungan tingkat kesukaran soal
Kriteria Nomor Soal
Sangat Mudah - Mudah 1, 2, 3, 4, 6, 12, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 29, 31, 34, 35, 36, 40, 46, 50 (21 soal) Sedang 5, 9, 11, 13, 14, 17, 18, 28, 30, 32, 33, 38, 39, 42, 44, 45, 47, 48, 49 ( 19 soal) Sukar 7, 8, 10, 15, 16, 19, 20, 37, 41, 43 (10 soal) Sangat Sukar -
5. Reliabilitas Soal
Suatu hasil tes dikatakan mempunyai reliabilitas yang tinggi apabila memberikan hasil yang relatif tetap bila digunakan pada kesempatan lain. Reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan rumus KR-21 yang dinyatakan dengan rumus:
Keterangan:
R11 = reliabilitas tes secara keseluruhan
Vt =varians skor total M =rata-rata skor total K =jumlah butir soal
Klasifikasi reliabilitas soal ditunjukan pada tabel 3.8. Tabel 3.8. Klasifikasi Reliabilitas Soal
Inteval Kriteria 0,8 < r11≤1.0 0,6 < r11≤ 0,8 0,4 < r11≤ 0.6 0,2 < r11≤ 0,4 r11≤ 0,2 Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah (Arikunto, 2007: 189) Hasil perhitungan diperoleh r11 = 0,8137. Berdasarkan tabel klasifikasi
reliabilitas, soal-soal tersebut mempunyai reliabilitas sangat tinggi.
3.5.2 Analisis Instrumen Lembar Angket
Lembar angket tanggapan diuji validitas isi yang disesuaikan dengan kondisi siswa dan dikonsultasikan dan disetujui oleh ahli dosen pembimbing I.
setelah dilakukan validitas isi kemudian diuji reliabilitas dengan menggunakan rumus r11.
Reliabilitas untuk instrumen ini menggunakan rumus Alpha Cronbach yaitu:
Varians:
Keterangan :
= reliabilitas instrumen = jumlah kuadrat skor butir = banyak butir pertanyaan = jumlah kuadrat skor total = jumlah varians skor butir = varians total
= kuadrat jumlah skor butir = kuadrat jumlah skor total
= banyaknya subjek
Klasifikasi Reliabilitas Intrumen ditunjukan pada Tabel 3.9. Tabel 3.9. Klasifikasi Reliabilitas Intrumen
Inteval Kriteria
0,6 < r11≤ 0,8 0,4 < r11≤ 0.6 0,2 < r11≤ 0,4 r11≤ 0,2 Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah (Arikunto, 2007:196)
3.5.3 Analisis Lembar Observasi
Instrumen-instrumen lembar obesrvasi diuji validitas isi yang disesuaikan dengan materi pelajaran, kondisi siswa dan dikonsultasikan dan disetujui oleh ahli yaitu dosen penguji dan guru SMA. Setelah dilakukan validitas isi kemudian diuji reliabilitas dengan menggunakan rumus r11.
Untuk mencari reliabilitas lembar observasi, digunakan rumus Spearman Brown : Keterangan : = reliabilitas instrumen Vp = varian person Ve = varian error K = jumlah observer
= jumlah varians beda butir
Klasifikasi reliabilitas dapat dilihat pada Tabel 3.10.
Tabel 3.10. Klasifikasi Reliabilitas Instrumen Observasi
Inteval Kriteria 0,8 < r11≤1.0 0,6 < r11≤ 0,8 0,4 < r11≤ 0.6 0,2 < r11≤ 0,4 r11≤ 0,2 Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah
( Arikunto, 2007: 196)