ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Proses Penelitian
D. Analisis Jalur
- Uji Prasyarat Analisis 1. Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data residual
berdistribusi normal atau tidak. Sebab, dalam statistik parametrik,
distribusi data yang normal adalah suatu keharusan dan merupakan
syarat yang mutlak yang harus dipenuhi. Pedoman yang dapat
digunakan untuk mengetahui residual berdistribusi normal atau tidak
Kolmogorov-Smirnov. Jika nilai signifikansi âĨ 0,05 maka data distribusi adalah
normal. Berikut adalah hasil uji normalitas yang didapat peneliti :
Tabel V.14 Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual N 100 Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. Deviation 2,52926620 Most Extreme Differences Absolute ,107 Positive ,050 Negative -,107 Kolmogorov-Smirnov Z 1,073 Asymp. Sig. (2-tailed) ,200 a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data. Sumber : data primer, diolah 2018
Berdasarkan hasil pengujian di atas, dapat dilihat bahwa nilai
signifikansi 0,200 > 0,05 maka dapat disimpulkan jika nilai residual
berdistribusi normal, sehingga peneliti dapat melakukan analisis lebih
lanjut.
2. Uji Heterokedastisitas
Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model
regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke
pengamatan yang lain. Jika tetap maka disebut hoposkedastisitas dan
jika tidak berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik
mendeteksi tidak adanya gejala heteroskedastisitas dilakukan dengan pengujian Glejser dengan nilai signifikansi âĨ 0,05.
Tabel V.15
Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -4,171 3,562 -1,171 ,244 KEPUASAN ,106 ,220 ,057 ,481 ,632 KUALITAS ,102 ,060 ,201 1,705 ,091 a. Dependent Variable: RES2
Sumber : data primer, diolah 2018
Berdasarkan hasil pengujian di atas, dapat dilihat bahwa nilai
signifikansi kepuasan konsumen 0,632 dan nilai signifikansi persepsi
konsumen pada kualitas pelayanan 0,91 > 0,05 maka dapat
disimpulkan jika model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas,
sehingga dapat dianalisis lebih lanjut.
3. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi
ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi
yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel
independen. Salah satu cara menguji adanya multikolonieritas adalah
dengan melihat nilai VIF (Variance Inflation Factor). Model regresi
Tabel V.16
Hasil Pengujian Multikolinieritas Coefficientsa Model Collinearity Statistics VIF 1 (Constant) KUALITAS 1,435 KEPUASAN 1,435 a. Dependent Variable: LOYALITAS
Sumber : data primer, diolah 2018
Berdasarkan hasil pengujian di atas, dapat disimpulkan jika tidak
terjadi multikolinieritas pada model regresi, karena nilai VIF persepsi
konsumen pada kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen 1,435 <
10,00.
- Analisis Jalur
Menurut Baron dan Kenny (1986), langkah-langkah dalam menguji hipotesis
adalah sebagai berikut :
1. Membuat persamaan regresi variabel independen terhadap variabel
dependen. (Persamaan I)
Persamaan ini digunakan untuk mengetahui kekuatan pengaruh dari
variabel persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) terhadap
Gambar V.1
Persamaan Regresi X dan Y Adapun persamaan yang digunakan adalah :
ð = ððĨðĶð + ð1 a. Koefisien Determinasi (R2)
Nilai koefisien determinasi (R2) mencerminkan seberapa besar
variasi dari variabel dependen (Y) dapat diterangkan oleh variabel
independen (X). Bila suatu koefisien determinasi sama dengan nol
(R2 = 0), artinya variasi dari Y tidak dapat diterangkan oleh X sama
sekali. Sementara bila R2 = 1, maka semua titik pengamatan berada
tepat pada garis regresi. Dengan demikian, baik atau buruknya suatu
persamaan regresi ditentukan oleh R2nya yang mempunyai nilai
antara 0 dan 1. Hasil analisis koefisien determinasi adalah sebagai
berikut :
Tabel V.17
Hasil Koefisien Determinasi Persamaan I Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate 1 .535a .286 .279 2.542 a. Predictors: (Constant), KUALITAS
Sumber : data primer, diolah 2018 persepsi konsumen
pada kualitas pelayanan (X)
loyalitas konsumen
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa besarnya R2 dari
variabel loyalitas konsumen (Y) dapat dijelaskan dalam variasi
variabel persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) adalah
sebesar 0,286 = 28,6% sedangkan nilai error terms yang merupakan
elemen variasi variabel loyalitas konsumen (Y) yang tidak dapat
dijelaskan oleh variabel persepsi konsumen pada kualitas pelayanan
yaitu sebesar :
ð1 = â1 â ð 2 = â1 â 0,286 = 0,845 b. Uji Signifikansi
Besarnya pengaruh variabel persepsi konsumen pada kualitas
pelayanan (X) terhadap loyalitas konsumen (Y) ditunjukkan oleh
tabel Coefficients. Hasil pengujian dipaparkan pada tabel berikut
ini :
Tabel V.18
Hasil Uji Signifikansi Persamaan I Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .005 2.781 .002 .999 KUALITAS .245 .039 .535 6.262 .000 a. Dependent Variable: LOYALITAS
Sumber data : data primer, 2018
H0 : ððĶðĨ = 0, artinya persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) tidak berpengaruh terhadap loyalitas
konsumen (Y).
Ha : ððĶðĨ â 0, artinya persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) berpengaruh terhadap loyalitas konsumen (Y).
- Menentukan Taraf Signifikansi
Taraf signifikansi (ðž) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5% atau 0,05.
- Menentukan thitung
Pada tabel coefficients, besarnya thitung variabel persepsi
konsumen pada kualitas pelayanan (X) terhadap loyalitas
konsumen (Y) adalah 6,262 dengan signifikansi 0,000.
- Kaidah Pengambilan Keputusan (Supranto, 2009)
Jika Sig âĨ 0,05 atau nilai âttabel âĪthitung âĪttabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak.
Jika Sig < 0,05 atau nilai âttabel> thitung > ttabel, maka H0 ditolak
dan Ha diterima.
- Penarikan Kesimpulan
Berdasarkan tabel coefficients, diketahui bahwa variabel
persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) terhadap
loyalitas konsumen (Y) mempunyai nilai signifikan 0,000.
Jika dibandingkan dengan ðž= 0,05 maka nilai Sig < nilai ðž. Dengan demikian, H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini
menunjukkan bahwa persepsi konsumen pada kualitas
pelayanan (X) berpengaruh terhadap loyalitas konsumen (Y).
Besarnya beta (koefisien jalur) variabel persepsi konsumen
pada kualitas pelayanan (X) terhadap loyalitas konsumen (Y) adalah 0,535(ððĶðĨð).
Hasil persamaan I
ð = ððĨðĶð + ð1 ð = 0,535 ð + 0,845 ð1
Berdasarkan pengujian signifikansi, variabel persepsi
konsumen pada kualitas pelayanan (X) berpengaruh terhadap
loyalitas konsumen (Y) dengan nilai beta 0,535. Angka
tersebut menunjukkan besarnya pengaruh dari variabel
loyalitas konsumen (Y). Maka dengan demikian, tinggi
rendahnya loyalitas konsumen dipengaruhi oleh persepsi
konsumen pada kualitas pelayanan sebesar 53,5%.
2. Membuat persamaan regresi variabel independen dengan variabel
mediasi. (Persamaan II)
Persamaan ini digunakan untuk mengetahui kekuatan pengaruh dari
variabel persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) terhadap
variabel kepuasan konsumen (M).
persepsi konsumen pada kualitas pelayanan
(X)
kepuasan konsumen
Gambar V.2
Persamaan Regresi X dan M Adapun persamaan yang digunakan adalah :
ð = ððĨðð + ð1
a. Koefisien Determinasi (R2)
Nilai koefisien determinasi (R2) mencerminkan seberapa besar
variasi dari variabel mediasi (M) dapat diterangkan oleh variabel
independen (X). Bila suatu koefisien determinasi sama dengan nol
(R2 = 0), artinya variasi dari Y tidak dapat diterangkan oleh X sama
sekali. Sementara bila R2 = 1, maka semua titik pengamatan berada
tepat pada garis regresi. Dengan demikian, baik atau buruknya suatu
persamaan regresi ditentukan oleh R2nya yang mempunyai nilai
antara 0 dan 1. Hasil analisis koefisien determinasi adalah sebagai
berikut :
Tabel V.19
Hasil Koefisien Determinasi Persamaan II
Sumber : data primer, diolah 2018
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate 1 .551a .303 .296 1.490 a. Predictors: (Constant), KUALITAS
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa besarnya R2 dari
variabel kepuasan konsumen (M) dapat dijelaskan dalam variasi
variabel persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) adalah
sebesar 0,303 = 30,3% sedangkan nilai error terms yang merupakan
elemen variasi variabel loyalitas konsumen (Y) yang tidak dapat
dijelaskan oleh variabel persepsi konsumen pada kualitas pelayanan
yaitu sebesar :
ð2 = â1 â ð 2 = â1 â 0,303 = 0,835 b. Uji Signifikansi
Besarnya pengaruh variabel persepsi konsumen pada kualitas
pelayanan (X) terhadap kepuasan konsumen (M) ditunjukkan oleh
tabel Coefficients. Hasil pengujian dipaparkan pada tabel berikut ini :
Tabel V.20
Hasil Uji Signifikansi Persamaan II Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.118 1.630 .686 .494 KUALITAS .150 .023 .551 6.532 .000 a. Dependent Variable: KEPUASAN
Sumber : data primer, diolah 2018
- Menentukan Hipotesis
H0 : ððĶðĨ = 0, artinya persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) tidak berpengaruh terhadap kepuasan
Ha : ððĶðĨ â 0, artinya persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) berpengaruh terhadap kepuasan konsumen
(M).
- Menentukan Taraf Signifikansi
Taraf signifikansi (ðž) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5% atau 0,05.
- Menentukan thitung
Pada tabel coefficients, besarnya thitung variabel persepsi
konsumen pada kualitas pelayanan (X) terhadap kepuasan
konsumen (M) adalah 6,532 dengan signifikansi 0,000.
- Kaidah Pengambilan Keputusan (Supranto, 2009)
Jika Sig âĨ 0,05 atau nilai âttabel âĪthitung âĪttabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak.
Jika Sig < 0,05 atau nilai âttabel> thitung > ttabel, maka H0 ditolak
dan Ha diterima.
- Penarikan Kesimpulan
Berdasarkan tabel coefficients, diketahui bahwa variabel
persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) terhadap
kepuasan konsumen (M) mempunyai nilai signifikan 0,000.
Jika dibandingkan dengan ðž = 0,05 maka nilai Sig < nilai ðž. Dengan demikian, H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini
menunjukkan bahwa persepsi konsumen pada kualitas
(M). Besarnya beta (koefisien jalur) variabel persepsi
konsumen pada kualitas pelayanan (X) terhadap loyalitas konsumen (Y) adalah 0,551 (ðððĨð).
Hasil persamaan II
ð = ððĨðð + ð2 ð = 0,551 ð + 0,835 ð2
Berdasarkan pengujian signifikansi, variabel persepsi
konsumen pada kualitas pelayanan (X) berpengaruh terhadap
kepuasan konsumen (M) dengan nilai beta 0,551. Angka
tersebut menunjukkan besarnya pengaruh dari variabel
kepuasan konsumen (M). Maka dengan demikian, tinggi
rendahnya loyalitas konsumen dipengaruhi oleh kepuasan
konsumen sebesar 55,1%.
3. Membuat persamaan regresi variabel independen dan variabel mediasi
terhadap variabel dependen. (Persamaan III)
Persamaan ini digunakan untuk mengetahui kekuatan pengaruh dari
variabel persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) dan kepuasan
konsumen (M) terhadap variabel loyalitas konsumen (Y).
Persepsi Konsumen pada Kualitas Pelayanan (X)
Loyalitas Konsumen (Y)
Gambar V.3
Persamaan Regresi X dan M terhadap Y Adapun persamaan yang digunakan adalah :
ð = ððĶðĨð + ððĶðð + ð3 a. Koefisien Determinasi (R2)
Nilai koefisien determinasi (R2) mencerminkan seberapa besar
variasi dari loyalitas konsumen (Y) terhadap persepsi konsumen
pada kualitas pelayanan (X) dan kepuasan konsumen (Y). Bila suatu
koefisien determinasi sama dengan nol (R2 = 0), artinya variasi dari
Y tidak dapat diterangkan oleh X dan M sama sekali. Sementara bila
R2 = 1, maka semua titik pengamatan berada tepat pada garis regresi.
Dengan demikian, baik atau buruknya suatu persamaan regresi
ditentukan oleh R2nya yang mempunyai nilai antara 0 dan 1. Hasil
analisis koefisien determinasi adalah sebagai berikut :
Tabel V.21
Hasil Koefisien Determinasi Persamaan III Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate 1 .638a .407 .395 2.328 a. Predictors: (Constant), KEPUASAN, KUALITAS
Sumber : data primer, diolah 2018
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa besarnya R2 dari
variabel loyalitas konsumen (Y) dapat dijelaskan dalam variasi
kepuasan konsumen (M) adalah sebesar 0,407 = 40,7% sedangkan
nilai error terms yang merupakan elemen variasi variabel loyalitas
konsumen (Y) yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel persepsi
konsumen pada kualitas pelayanan yaitu sebesar :
ð3 = â1 â ð 2 = â1 â 0,407 = 0,770 c. Uji Signifikansi
Besarnya pengaruh variabel persepsi konsumen pada kualitas
pelayanan (X) dankepuasan konsumen (M) terhadap loyalitas
konsumen (Y) ditunjukkan oleh tabel Coefficients. Hasil pengujian
dipaparkan pada tabel berikut ini :
Tabel V.22
Hasil Uji Signifikansi Persamaan III Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -.781 2.554 -.306 .760 KUALITAS .140 .043 .305 3.255 .002 KEPUASAN .703 .158 .417 4.453 .000 a. Dependent Variable: LOYALITAS
Sumber : data primer, diolah 2018
- Menentukan Hipotesis
H0 : ððĶðĨ = 0, artinya persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) dan kepuasan konsumen (M) tidak
Ha : ððĶðĨ â 0, artinya persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) dan kepuasan konsumen (M) berpengaruh
terhadap loyalitas konsumen (Y).
- Menentukan Taraf Signifikansi
Taraf signifikansi (ðž) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5% atau 0,05.
- Menentukan thitung
Pada tabel coefficients, besarnya thitung variabel persepsi
konsumen pada kualitas pelayanan (X) terhadap loyalitas
konsumen adalah 3,255 dengan signifikansi 0,002 dan
besarnya thitung variabel kepuasan konsumen (M) terhadap
loyalitas konsumen (Y) adalah 4,453 dengan signifikansi
0,000.
- Kaidah Pengambilan Keputusan (Supranto, 2009)
Jika Sig âĨ 0,05 atau nilai âttabel âĪthitung âĪttabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak.
Jika Sig < 0,05 atau nilai âttabel> thitung > ttabel, maka H0 ditolak
dan Ha diterima.
- Penarikan Kesimpulan
Berdasarkan tabel coefficients, diketahui bahwa variabel
persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) terhadap
loyalitas konsumen (Y)mempunyai nilai signifikan 0,002 dan
konsumen (Y) adalah 0,000. Jika dibandingkan dengan ðž = 0,05 maka nilai Sig < nilai ðž. Dengan demikian, H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi
konsumen pada kualitas pelayanan (X) dan kepuasan
konsumen (M) berpengaruh terhadap loyalitas konsumen
(Y). Besarnya beta (koefisien jalur) variabel persepsi
konsumen pada kualitas pelayanan (X) terhadap loyalitas konsumen (Y) adalah 0,305(ððĶðĨð) dan besarnya beta (koefisien jalur) variabel kepuasan konsumen (M) terhadap loyalitas konsumen (Y) adalah 0,417 (ððĶðð).
Hasil persamaan III
ð = ððĶðĨð + ððĶðð + ð3 ð = 0,305 ð + 0,417 ð + 0,770 ð3
Berdasarkan pengujian signifikansi, variabel persepsi
konsumen pada kualitas pelayanan (X) berpengaruh terhadap
loyalitas konsumen (Y) dengan nilai beta 0,305. Angka
tersebut menunjukkan besarnya pengaruh dari variabel
persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X). Maka
dengan demikian, tinggi rendahnya loyalitas konsumen (Y)
dipengaruhi oleh persepsi konsumen pada kualitas pelayanan
(X) sebesar 30,5%.
Berdasarkan pengujian signifikansi, variabel kepuasan
dengan nilai beta 0,417. Angka tersebut menunjukkan
besarnya pengaruh dari variabel kepuasan konsumen (M).
Maka dengan demikian, tinggi rendahnya loyalitas konsumen
(Y) dipengaruhi oleh kepuasan konsumen (M) sebesar 41,7%.
4. Pengaruh Langsung, Pengaruh Tidak Langsung, dan Pengaruh Total
Tabel V.23
Pengaruh Langsung, Tidak Langsung, dan Total
Variabel Koefisien Jalur Pengaruh Pengaruh Total Langsung Tidak Langsung X terhadap Y 0,535 0,535 0,229 (0,551 x 0,417) 0,764 X terhadap M 0,551 0,551 - 0,551 M terhadap Y 0,417 0,417 - 0,417 ð1 0,845 0,845 - 0,845 ð2 0,835 0,835 - 0,835 ð3 0,770 0,770 - 0,770
Setelah melakukan pemeriksaan, variabel mediasi disebut sebagai
mediator jika terpenuhi kriteria berikut :
- Persamaan I, persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) secara
signifikan mempengaruhi loyalitas konsumen (Y).
- Persamaan II, persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) secara
signifikan mempengaruhi kepuasan konsumen (M).
- Persamaan III, kepuasan konsumen (M) secara signifikan
Berdasarkan hasil yang didapat, dapat disimpulkan jika variabel kepuasan
konsumen (M) termasuk dalam mediasi parsial. Dapat dikatakan demikian
karena pengaruh variabel persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X)
terhadap loyalitas konsumen (Y) dan pengaruh variabel kepuasan
konsumen (M) terhadap loyalitas konsumen (Y) adalah signifikan, serta
pengaruh variabel persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) secara
tidak langsung juga adalah signifikan, di mana nilai beta dari persepsi
konsumen pada kualitas pelayanan (X) terhadap loyalitas konsumen (Y)
secara tidak langsung (0,229) lebih kecil dari pada nilai beta persepsi
konsumen pada kualitas pelayanan (X) berpengaruh secara langsung
E. Pembahasan
i. Profil Konsumen Flaurent Salon dan Spa
Konsumen Flaurent salon dan spa yang menjadi responden penelitian
adalah mahasiswi angkatan 2014 â 2017 yang merupakan mahasiswi aktif
Universitas Sanata Dharma yang ditemui dan memiliki karakteristik
pengambilan sampel yang sesuai dengan maksud penelitian.
Berdasarkan responden yang ditemui, peneliti menemukan 66 mahasiswi
angkatan 2014, 14 mahasiswi angkatan 2015, 13 mahasiswi angkatan 2016,
dan 7 mahasiswi angkatan 2017. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti dapat
menyimpulkan bahwa alasan banyaknya angkatan 2014 mendominasi sebagai
responden karena pada dasarnya semakin lama tinggal di Yogyakarta, mereka
akan lebih mengenal lokasi sekitar mereka dan mereka akan mencoba
berbagai salon di lokasi sekitar mereka.
Berdasarkan program studi, peneliti mendapatkan 58 responden berasal
dari program studi Manajemen, 22 responden berasal dari program studi
Akuntansi, 1 responden berasal dari program studi Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia, 7 responden berasal dari program studi Sastra Inggris, 8
responden berasal dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris, 3 responden
berasal dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, dan 1 responden
berasal dari program studi Pendidikan Akuntansi. Alasan responden banyak
berasal dari program studi Manajemen adalah selain peneliti berasal dari
Program Studi Manajemen adalah karena pada dasarnya peneliti
Tetapi tentunya dengan tetap memikirkan untuk memberikan variasi terhadap
program studi dari responden.
Berdasarkan kepemilikan member, peneliti mendapati bahwa 59
mahasiswi yang merupakan responden memiliki member dan 49 mahasiswi
tidak memiliki. Hal ini menunjukkan bahwa pada dasarnya masih banyak
konsumen yang dalam hal ini mahasiswi tidak memikirkan untuk
menggunakan jasa pelayanan Flaurent salon dan spa dalam jangka waktu
yang lama dan sering, mengingat manfaat yang diberikan oleh Flaurent salon
dan spa dengan kepemilikan member, yaitu hanya mendapatkan potongan
harga sebesar 10% untuk setiap kali perawatan.
Berdasarkan intensitas perawatan responden, peneliti mendapati bahwa
sebanyak 30 responden baru 2 kali melakukan perawatan di Flaurent salon
dan spa, 35 responden yang melakukan perawatan sebanyak> 2-5 kali, dan 35
responden yang telah melakukan perawatan sebanyak lebih dari 5 kali.
Dengan jumlah intensitas perawatan di atas, perawatan yang banyak
dilakukan oleh mahasiswi yang menjadi responden (dengan boleh memilih
lebih dari satu) adalah 99 diantaranya pernah melakukan perawatan rambut,
34 responden pernah melakukan perawatan tubuh, 19 responden pernah
melakukan perawatan wajah, 13 responden pernah melakukan perawatan
Paket Mini, 12 responden pernah melakukan perawatan Paket Super Hemat,
11 responden pernah melakukan perawatan tangan dan kaki, 8 responden
pernah melakukan perawatan beautiful relaks, 5 responden pernah melakukan
Hemat, 1 responden pernah melakukan perawatan Foot Relaks, dan 1
responden pernah melakukan paket perawatan C. Berdasarkan data di atas,
dapat peneliti simpulkan bahwa pada umumnya perawatan yang paling
banyak dilakukan oleh responden Flaurent salon dan spa adalah perawatan
rambut, khususnya hanya untuk menggunting rambut saja.
ii. Persepsi Konsumen pada Kualitas Pelayanan Flaurent Salon dan Spa
Berdasarkan tabel V.13, dapat dilihat bahwa persepsi konsumen pada
kualitas pelayanan memiliki rata-rata skor sebesar 3,93. Jika dilihat dari
rentang skor dan penggolongannya, 3,93 terletak antara rentang 3,42 - 4,22
dan hal tersebut menunjukkan bahwa persepsi konsumen pada kualitas
pelayanan adalah baik.
Peneliti melakukan penilaian mengenai persepsi konsumen pada kualitas
pelayanan dengan menggunakan 5 dimensi kualitas pelayanan jasa. Dimensi
tersebut meliputi reliabilitas, tanggapan, jaminan, empati, dan bukti langsung.
Setelah melakukan penelitian, didapat rata-rata tertinggi adalah dimensi bukti
langsung yaitu 4,12 dan rata-rata terendah adalah dimensi empati yaitu 3,66.
Akan tetapi, rata-rata tersebut masih menyatakan bahwa kualitas pelayanan
Flaurent salon dan spa adalah baik.
iii. Kepuasan Konsumen Flaurent Salon dan Spa
Berdasarkan tabel V.14, dapat dilihat bahwa pada umumnya konsumen
puas dengan Flaurent salon dan spa. Kepuasan tersebut dapat dilihat dari
rata-rata yang didapat dari penyebaran kuesioner yang mendapatkan hasil 3,91.
3,42 â 4,22 dengan penggolongan bahwa konsumen puas dengan Flaurent
salon dan spa.
Untuk menilai kepuasan konsumen, peneliti menggunakan tiga indikator,
dengan hasil rata-rata tiap indikator adalah 3,93 untuk perasaan senang
setelah melakukan perawatan, 3,96 untuk minat berkunjung kembali, dan
3,83 untuk ketersediaan merekomendasi. Hal ini menunjukkan bahwa tiap
indikator termasuk dalam penggolongan bahwa konsumen puas dengan
pelayanan yang diberikan Flaurent salon dan spa. Dari hasil tersebut dapat
disebutkan bahwa rata-rata tertinggi adalah konsumen memiliki minat
berkunjung kembali dan terendah adalah ketersediaan responden untuk
merekomendasikan Flaurent salon dan spa.
iv. Loyalitas Konsumen Flaurent Salon dan Spa
Berdasarkan tabel V.15, dapat disimpulkan bahwa pada umumnya
konsumen sudah loyal kepada Flaurent salon dan spa. Hal ini ditunjukkan
dengan rata-rata yang didapat setelah melakukan analisis yaitu sebesar 3,47.
Dalam penentuan rentang skor dan penggolongan, 3,47 terletak diantara 3,42 â 4,22 dengan penggolongan bahwa konsumen loyal pada Flaurent salon dan
spa. Akan tetapi, berdasarkan hasil yang didapat, tingkat rasa loyal konsumen
pada Flaurent salon dan spa tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan
tingkat kualitas pelayanan dan rasa puas konsumen kepada Flaurent salon dan
spa.
Untuk menilai tingkat loyalitas konsumen kepada Flaurent salon dan spa,
untuk melakukan perawatan ulang, 3,56 untuk membeli produk dan jasa yang
ditawarkan, 3,71 untuk kepercayaan terhadap produk dan jasa, 3,01 untuk
tidak terfikir berpindah merek, dan 3,49 untuk menyarankan dan memberi
peluang ke perusahaan jika mengalami kesalahan. Hal ini menunjukkan
bahwa pada umumnya tiap indikator tergolong dalam kategori bahwa
konsumen loyal terhadap Flaurent salon dan spa, tetapi pada indikator
keempat menunjukkan bahwa konsumen ragu-ragu terhadap pernyataan yang
menyatakan bahwa mereka tidak terfikir untuk melakukan perpindahan merek
salon tempat mereka melakukan perawatan, sehingga ada kemungkinan besar
bahwa mereka akan melakukan perawatan kecantikan pada salon yang
berbeda.
v. Pengaruh Persepsi Konsumen pada Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan
Konsumen
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diketahui bahwa persepsi
konsumen pada kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan
konsumen. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis pada tabel V.19 yang
menunjukkan bahwa nilai Sig. adalah 0,000 dan nilai tersebut < 0,05.
Berdasarkan hasil pengujian juga ditemukan bahwa besar Beta pada
persepsi konsumen pada kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen
adalah 0,551. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya tingkat pengaruh dari
persepsi konsumen pada kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen
Berdasarkan hasil pengujian di atas, dapat disimpulkan bahwa hipotesis
yang diajukan oleh peneliti pada bab sebelumnya sesuai dengan hasil
pengujian yang didapat. Kualitas pelayanan yang baik adalah salah satu kunci
utama bagi Flaurent salon dan spa untuk dapat sukses. Dengan kualitas
pelayanan yang semakin baik maka konsumen juga akan merasa
mendapatkan manfaat yang semakin baik.
vi. Pengaruh Kepuasan Konsumen terhadap Loyalitas Konsumen
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, ditemukan pengaruh antara
kepuasan konsumen terhadap loyalitas konsumen. Hal ini berdasarkan hasil
analisis pada tabel V.20 yang mendapatkan nilai Sig. dari kepuasan
konsumen terhadap loyalitas konsumen yaitu sebesar 0,002 yang lebih kecil
dari 0,05yang berarti bahwa ada pengaruh kepuasan konsumen terhadap
loyalitas konsumen.
Berdasarkan hasil pengujian analisis juga menemukan nilai Beta pada
kepuasan konsumen terhadap loyalitas konsumen. Nilai Beta tersebut adalah
0,305. Nilai tersebut menyatakan bahwa besarnya tingkat pengaruh kepuasan
konsumen terhadap loyalitas konsumen adalah sebesar 30,5%.
Berdasarkan hasil pengujian di atas, dapat disimpulkan bahwa hipotesis
yang diajukan oleh peneliti pada bab sebelumnya dapat dibuktikan dengan
hasil pengujian. Dengan meningkatnya kepuasan konsumen, maka hal ini
akan menyebabkan loyalitas dari konsumen Flaurent salon dan spa juga
vii. Pengaruh Persepsi Konsumen pada Kualitas Pelayanan terhadap Loyalitas
Konsumen
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, ditemukan bahwa terdapat
pengaruh persepsi konsumen pada kualitas pelayanan terhadap loyalitas
konsumen. Hal ini dapat dilihat pada tabel V.21 pada nilai Signifikansi yang
didapat, yaitu sebesar 0,000. Nilai ini lebih kecil daripada 0,05 yang
menunjukkan adanya pengaruh.
Berdasarkan hasil pengujian analisis juga ditemukan nilai Beta pada
variabel persepsi konsumen pada kualitas pelayanan terhadap loyalitas
konsumen. Nilai Beta tersebut adalah 0,417. Nilai tersebut menunjukkan
tingkat pengaruh variabel persepsi konsumen pada kualitas pelayanan
terhadap loyalitas konsumen, yaitu sebesar 41,7%.
Berdasarkan hasil pengujian di atas, dapat disimpulkan bahwa hipotesis
yang diajukan oleh peneliti pada bab sebelumnya sesuai dengan hasil
pengujian yang didapat. Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam membentuk