METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
J. Teknik Analisis Data
2. Uji Analisis Jalur (Path Analysis)
Analisis jalur adalah suatu teknik untuk menganalisis hubungan sebab
akibat yang terjadi pada regresi berganda jika variabel bebasnya
mempengaruhi variabel tergantung tidak hanya secara langsung, tetapi juga
secara tidak langsung. Tujuan dari analisis jalur adalah menentukan
regresi beta (ð―)(Pardede, 2014). Analisis jalur merupakan perluasan dari persamaan regresi sederhana atau berganda yang diperlukan pada jalur
hubungan variabel-variabel yang melibatkan lebih dari satu persamaan.
Adapun langkah-langkah dalam uji analisis jalur adalah :
1. Uji Prasyarat Analisis
a. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data penelitian
berdistribusi normal atau tidak. Sebab, dalam statistik parametrik distribusi
data yang normal adalah suatu keharusan dan merupakan syarat yang
mutlak yang harus dipenuhi. Uji normalitas memiliki tujuan untuk dapat
menguji apakah dalam model regresi, residual memiliki distribusi yang
normal. Pedoman yang dapat digunakan untuk dapat mengetahui residual
berdistribusi normal atau tidak dengan melihat pada nilai signifikansi pada
hasil uji Kolmogorov â Smirnov yaitu :
1. Jika nilai Sig. âĨ0,05 maka data distribusi normal.
2. Jika nilai Sig. < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.
b. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model
regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke
pengamatan yang lain, jika tetap maka disebut homoskedastisitas dan jika
berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik sebaiknya
heteroskedastisitas dilakukan dengan uji Glejser. Dasar pengambilan
keputusan pada uji Glejser adalah:
- Jika nilai Sig. âĨ 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas - Jika nilai Sig. < 0,05 maka terjadi heteroskedastisitas.
c. Uji Multikolinieritas
Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi
ditemukan adanya kolerasi antar variabel independen. Model regresi yang
baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel independen (tidak
terjadi multikolinieritas). Jika variabel bebas saling berkorelasi, maka
variabel â variabel ini tidak ortogonal adalah variabel independen yang
nilai korelasi antar sesama variabel bebas sama dengan nol. Salah satu cara
menguji adanya multikolinieritas adalah dengan melihat nilai VIF
(Variance Inflation Factor).
- Jika nilai VIF âĨ 10,00 maka terjadi multikolinieritas
- Jika nilai VIF < 10,00 maka tidak terjadi multikolinieritas.
2. Analisis Jalur
Analisis jalur adalah perluasan dari analisis regresi berganda. Analisis jalur
digunakan jika terdapat variabel mediasi. Variabel mediasi adalah variabel
yang besifat perantara/ penghubung (jembatan) dari variabel independen
ke variabel dependen. Analisis variabel mediasi dapat dilakukan melalui
dua pendekatan, yaitu pendekatan koefisien dan perkalian koefisien.
Pendekatan perbedaan koefisien menggunakan metode pemeriksaan
Sedangkan metode perkalian dilakukan dengan metode Sobel. Dalam hal
ini, peneliti akan melakukan pengujian analisis jalur dengan menggunakan
metode pendekatan koefisien.
Menurut Baron dan Kenny (1986), langkah-langkah dalam menguji
hipotesis adalah sebagai berikut :
1. Membuat persamaan regresi variabel independen terhadap variabel
dependen. (Persamaan I)
Persamaan ini digunakan untuk mengetahui kekuatan pengaruh dari
variabel persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) terhadap
variabel loyalitas konsumen (Y).
Gambar III.1
Persamaan Regresi X dan Y Adapun persamaan yang digunakan adalah :
ð = ððĨðĶð + ð1 a. Koefisien Determinasi (R2)
Menurut Pardede (2014), koefisien determinasi (R2) merupakan
suatu ukuran yang penting dalam regresi, karena dapat
menginformasikan baik atau tidaknya model regresi yang
terestimasi. Nilai koefisien determinasi (R2) mencerminkan
seberapa besar variasi dari variabel dependen (Y) dapat
diterangkan oleh variabel independen (X). Bila suatu koefisien persepsi konsumen
pada kualitas pelayanan (X)
loyalitas konsumen
determinasi sama dengan nol (R2 = 0), artinya variansi dari Y
tidak dapat diterangkan oleh X sama sekali. Sementara bila R2 =
1, maka semua titik pengamatan berada tepat pada garis regresi.
Dengan demikian, baik atau buruknya suatu persamaan regresi
ditentukan oleh R2nya yang mempunyai nilai antara 0 dan 1.
Menurut Gudono (2011), data mengenai koefisien determinasi dapat digunakan untuk menghitung nilai error terms (ð/ð). Error
terms(ð/ð) merupakan elemen variasi variabel dependen yang tidak dapat dijelaskan oleh semua variabel independen. Rumus
yang digunakan untuk menghitung error terms :
ð1 = â1 â ð 2 b. Uji Signifikansi
- Menentukan Hipotesis
Uji hipotesis berguna untuk memeriksa atau menguji apakah
koefisien regresi yang diperoleh signifikan (berbeda nyata).
Maksud dari signifikansi ini adalah suatu nilai koefisien
regresi tidak sama dengan nol (Pardede, 2014).
Hipotesis statistik yang dirumuskan sebagai berikut :
(Ridwan dan Kuncoro, 2013)
H0 : ððĶðĨ = 0, artinya persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) tidak berpengaruh terhadap loyalitas
Ha : ððĶðĨ â 0, artinya persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) berpengaruh terhadap loyalitas konsumen (Y).
- Menentukan Taraf Signifikansi
Taraf signifikansi (ðž) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5% atau 0,05.
- Menentukan thitung
Rumus untuk menentukan thitung menurut Pardede (2014)
adalah sebagai berikut :
ðĄ = ðð â ð―ð ð . ð (ðð) Keterangan :
tj = thitung koefisien regresi variabel j, j = 1,2,âĶ
bj = koefisien regresi variabel j
sbj = standart error variabel
- Kaidah Pengambilan Keputusan (Supranto, 2009)
Jika Sig âĨ 0,05 atau nilai âttabel âĪthitung âĪttabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak.
Jika Sig < 0,05 atau nilai âttabel> thitung > ttabel, maka H0 ditolak
dan Ha diterima.
- Penarikan Kesimpulan
Jika H0 diterima berarti persepsi konsumen pada kualitas
pelayanan (X) tidak berpengaruh terhadap loyalitas
Jika H0 ditolak berarti persepsi konsumen pada kualitas
pelayanan (X) berpengaruh terhadap loyalitas konsumen (Y).
2. Membuat persamaan regresi variabel independen dengan variabel
mediasi. (Persamaan II)
Persamaan ini digunakan untuk mengetahui kekuatan pengaruh dari
variabel persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) terhadap
variabel kepuasan konsumen (M).
Gambar III.2
Persamaan Regresi X dan M Adapun persamaan yang digunakan adalah :
ð = ððĨðð + ð2 a. Koefisien Determinasi (R2)
Menurut Pardede (2014), koefisien determinasi (R2) merupakan
suatu ukuran yang penting dalam regresi, karena dapat
menginformasikan baik atau tidaknya model regresi yang
terestimasi. Nilai koefisien determinasi (R2) mencerminkan
seberapa besar variasi dari variabel mediasi (M) dapat
diterangkan oleh variabel independen (X). Bila suatu koefisien
determinasi sama dengan nol (R2 = 0), artinya variansi dari Y
tidak dapat diterangkan oleh X sama sekali. Sementara bila R2 =
1, maka semua titik pengamatan berada tepat pada garis regresi. persepsi konsumen
pada kualitas pelayanan (X)
kepuasan konsumen
Dengan demikian, baik atau buruknya suatu persamaan regresi
ditentukan oleh R2nya yang mempunyai nilai antara 0 dan 1.
Menurut Gudono (2011), data mengenai koefisien determinasi dapat digunakan untuk menghitung nilai error terms (ð/ð). Error
terms(ð/ð) merupakan elemen variasi variabel mediasi yang tidak dapat dijelaskan oleh semua variabel independen. Rumus yang
digunakan untuk menghitung error terms :
ð2 = â1 â ð 2 b. Uji Signifikansi
- Menentukan Hipotesis
Uji hipotesis berguna untuk memeriksa atau menguji apakah
koefisien regresi yang diperoleh signifikan (berbeda nyata).
Maksud dari signifikansi ini adalah suatu nilai koefisien
regresi tidak sama dengan nol (Pardede, 2014).
Hipotesis statistik yang dirumuskan sebagai berikut :
(Ridwan dan Kuncoro, 2013)
H0 : ððĶðĨ = 0, artinya persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) tidak berpengaruh terhadap kepuasan
konsumen (M).
Ha : ððĶðĨ â 0, artinya persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) berpengaruh terhadap kepuasan konsumen
(M).
Taraf signifikansi (ðž) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5% atau 0,05.
- Menentukan thitung
Rumus untuk menentukan thitung menurut Pardede (2014)
adalah sebagai berikut :
ðĄ = ðð â ð―ð ð . ð (ðð) Keterangan :
tj = thitung koefisien regresi variabel j, j = 1,2,âĶ
bj = koefisien regresi variabel j
sbj = standart error variabel
- Kaidah Pengambilan Keputusan (Supranto, 2009)
Jika Sig âĨ 0,05 atau nilai âttabel âĪthitung âĪttabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak.
Jika Sig < 0,05 atau nilai âttabel> thitung > ttabel, maka H0 ditolak
dan Ha diterima.
- Penarikan Kesimpulan
Jika H0 diterima berarti persepsi konsumen pada kualitas
pelayanan (X) tidak berpengaruh terhadap kepuasan
konsumen (M).
Jika H0 ditolak berarti persepsi konsumen pada kualitas
pelayanan (X) berpengaruh terhadap kepuasan konsumen
3. Membuat persamaan regresi variabel independen dan variabel
mediasi terhadap variabel dependen. (Persamaan III)
Persamaan ini digunakan untuk mengetahui kekuatan pengaruh dari
variabel persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) dan
kepuasan konsumen (M) terhadap variabel loyalitas konsumen (Y).
Gambar III.3
Persamaan Regresi X dan M terhadap Y Adapun persamaan yang digunakan adalah :
ð = ððĶðĨð + ððĶðð + ð3 a. Koefisien Determinasi (R2)
Menurut Pardede (2014), koefisien determinasi (R2) merupakan
suatu ukuran yang penting dalam regresi, karena dapat
menginformasikan baik atau tidaknya model regresi yang
terestimasi. Nilai koefisien determinasi (R2) mencerminkan
seberapa besar variasi dari variabel dependen (Y) dapat
diterangkan oleh variabel independen (X) dan variabel mediasi
(M). Bila suatu koefisien determinasi sama dengan nol (R2 = 0), Persepsi Konsumen pada
Kualitas Pelayanan (X)
Loyalitas Konsumen (Y)
artinya variansi dari Y tidak dapat diterangkan oleh X dan M
sama sekali. Sementara bila R2 = 1, maka semua titik pengamatan
berada tepat pada garis regresi. Dengan demikian, baik atau
buruknya suatu persamaan regresi ditentukan oleh R2nya yang
mempunyai nilai antara 0 dan 1.
Menurut Gudono (2011), data mengenai koefisien determinasi dapat digunakan untuk menghitung nilai error terms (ð/ð). Error
terms(ð/ð) merupakan elemen variasi variabel dependen yang tidak dapat dijelaskan oleh semua variabel independen. Rumus
yang digunakan untuk menghitung error terms :
ð3 = â1 â ð 2 b. Uji Signifikansi
- Menentukan Hipotesis
Uji hipotesis berguna untuk memeriksa atau menguji apakah
koefisien regresi yang diperoleh signifikan (berbeda nyata).
Maksud dari signifikansi ini adalah suatu nilai koefisien
regresi tidak sama dengan nol (Pardede, 2014).
Hipotesis statistik yang dirumuskan sebagai berikut :
(Ridwan dan Kuncoro, 2013)
H0 : ððĶðĨ = 0, artinya persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) dan kepuasan konsumen (M) tidak
Ha : ððĶðĨ â 0, artinya persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) dan kepuasan konsumen (M) berpengaruh
terhadap loyalitas konsumen (Y).
- Menentukan Taraf Signifikansi
Taraf signifikansi (ðž) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5% atau 0,05.
- Menentukan thitung
Rumus untuk menentukan thitung menurut Pardede (2014)
adalah sebagai berikut :
ðĄ = ðð â ð―ð ð . ð (ðð) Keterangan :
tj = thitung koefisien regresi variabel j, j = 1,2,âĶ
bj = koefisien regresi variabel j
sbj = standart error variabel
- Kaidah Pengambilan Keputusan (Supranto, 2009)
Jika Sig âĨ 0,05 atau nilai âttabel âĪthitung âĪttabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak.
Jika Sig < 0,05 atau nilai âttabel> thitung > ttabel, maka H0 ditolak
dan Ha diterima.
- Penarikan Kesimpulan
Jika H0 diterima berarti persepsi konsumen pada kualitas
pelayanan (X) dan kepuasan konsumen (M) tidak
Jika H0 ditolak berarti persepsi konsumen pada kualitas
pelayanan (X) dan kepuasan konsumen (M) berpengaruh
terhadap loyalitas konsumen (Y).
4. Pengaruh Langsung, Pengaruh Tidak Langsung, dan Pengaruh Total
a. Pengaruh Langsung
Pengaruh langsung adalah pengaruh dari suatu variabel ke variabel
lainnya tanpa melalui perantara variabel lain. Besarnya pengaruh
dapat dilihat dari satu atau lebih variabel independen yang
panahnya mengarah langsung ke variabel dependen (Gudono,
2011). Besarnya pengaruh langsung dapat dilihat dari besarnya
koefisien jalur yang ditunjukkan oleh output SPSS pada tabel
coefficient yang dinyatakan sebagai standarized coefficient atau
dikenal dengan nilai Beta (Sarjono, 2011).
b. Pengaruh Tidak Langsung
Pengaruh tidak langsung adalah pengaruh satu variabel ke variabel
lainnya melalui perantaraan satu atau lebih variabel lain (Gudono,
2011). Pengaruh tidak langsung dihitung dengan cara mengalikan
koefisien jalur variabel independen terhadap variabel mediasi
dengan variabel dependen.
c. Pengaruh Total
Pengaruh total merupakan penjumlahan dari pengaruh langsung
Setelah melakukan pemeriksaan, variabel mediasi disebut sebagai
mediator jika terpenuhi kriteria berikut :
- Persamaan I, persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) secara
signifikan mempengaruhi loyalitas konsumen (Y).
- Persamaan II, persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) secara
signifikan mempengaruhi kepuasan konsumen (M).
- Persamaan III, kepuasan konsumen (M) secara signifikan
mempengaruhi loyalitas konsumen (Y).
Jika pengaruh persepsi konsumen pada kualitas pelayanan (X) dan
kepuasan konsumen terhadap loyalitas konsumen (Y) menurun menjadi
nol (0) (tidak signifikan), maka terjadi mediasi sempurna (perfect
mediation). Namun jika efek variabel persepsi konsumen pada kualitas
pelayanan dan kepuasan konsumen terhadap loyalitas konsumen menurun
67 BAB IV